Monday, October 26, 2026
Home Blog Page 15

Kenapa Smart Lock Muncul? Jawabannya Ada pada Cara Kerja Kunci Rumah Konvensional

Ranahrumah.com – PRODUK | Selama puluhan tahun, kunci konvensional menjadi sistem pengaman utama di hampir setiap rumah. Bentuknya boleh berbeda-beda, tetapi prinsip kerjanya hampir sama: anak kunci masuk ke dalam silinder, menyusun pin pada posisi tertentu, lalu menggerakkan mekanisme pengunci agar pintu bisa dibuka atau dikunci.

Sistem ini telah terbukti efektif selama bertahun-tahun. Namun, seiring berkembangnya kebutuhan akan keamanan dan gaya hidup modern, muncul berbagai tantangan baru yang membuat banyak pemilik rumah mulai mempertimbangkan teknologi smart lock. Mengapa demikian?

Salah satu contoh kunci konvensional. (Foto: IST)

Kunci Konvensional Tidak Sesederhana yang Terlihat

Saat melihat sebuah kunci pintu, kebanyakan orang hanya mengenal anak kuncinya. Padahal, keamanan sebuah pintu ditentukan oleh beberapa komponen penting di dalamnya.

Bagian pertama adalah silinder, yaitu tempat masuknya anak kunci. Di dalam silinder terdapat sejumlah pin dengan tinggi yang berbeda-beda. Ketika anak kunci yang tepat dimasukkan, semua pin akan berada pada posisi yang sesuai sehingga pintu dapat dibuka.

Komponen berikutnya adalah lock case, yaitu badan kunci yang menyimpan mekanisme penguncian, termasuk dead bolt atau lidah malam yang berfungsi menahan pintu agar tetap terkunci.

Semakin baik kualitas material dan konstruksi kedua komponen tersebut, semakin sulit pula sistem penguncian dirusak.

Baca Juga: Mengenal CCTV Online dan CCTV Konvensional: Mana yang Cocok untuk Rumah Tinggal?

Risiko yang Tetap Ada pada Kunci Konvensional

Meski teknologinya terus berkembang, kunci konvensional masih memiliki beberapa keterbatasan.

Salah satunya adalah risiko duplikasi anak kunci. Ketika kunci berpindah tangan kepada anggota keluarga, asisten rumah tangga, teknisi, atau tukang renovasi, pemilik rumah sering kali tidak mengetahui apakah pernah dibuat salinan tanpa sepengetahuan mereka.

Masalah lain yang juga sering terjadi adalah kunci hilang atau tertinggal. Dalam kondisi tertentu, solusi paling aman justru mengganti silinder atau seluruh sistem penguncian agar keamanan rumah tetap terjaga.

Belum lagi jika rumah dihuni banyak orang. Semakin banyak anak kunci yang beredar, semakin sulit pula mengendalikan siapa yang memiliki akses ke dalam rumah.

Master Key Pernah Menjadi Solusi

Untuk mengurangi banyaknya anak kunci yang harus dibawa, berkembang sistem master key.

Melalui sistem ini, satu anak kunci utama dapat membuka beberapa pintu sekaligus, sementara setiap penghuni tetap memiliki anak kunci masing-masing sesuai area yang boleh diakses.

Konsep ini banyak digunakan di hotel, gedung perkantoran, maupun rumah tinggal berukuran besar karena memberikan pengaturan akses yang lebih praktis dibanding menggunakan banyak anak kunci.

Meski demikian, sistem master key tetap mengandalkan kunci fisik sehingga berbagai risiko seperti kehilangan, peminjaman, maupun duplikasi masih mungkin terjadi.

Baca Juga: Atasi Kunci Hilang dan Risiko Duplikasi dengan Kunci Pintar Berteknologi Sidik Jari dan Pengenalan Wajah

Pintu pintar Secure Premium Lock L1 untuk keamanan dan kenyamanan yang lebih di rumah pintar.
Kunci pintar Secure Premium Lock L1 untuk meningkatkan keamanan rumah dan memberi kemudahan bagi pengguna dengan teknologi sensor telapak tangan dan sensor pengenalan wajah. (Foto: IST, Dok. Secure)

Smart Lock Mengubah Cara Pandang terhadap Keamanan Rumah

Perkembangan teknologi menghadirkan pendekatan yang berbeda.

Jika sebelumnya keamanan bergantung pada anak kunci dan mekanisme mekanis di dalam silinder, kini identitas penggunalah yang menjadi “kunci” utama.

Jika dulu master key menjadi cara untuk mengatur siapa yang boleh membuka pintu tertentu, kini smart lock melakukan hal serupa secara digital. Bedanya, pengaturan akses tidak lagi bergantung pada banyak anak kunci, tetapi pada identitas pengguna yang tersimpan di dalam sistem.

Smart lock memungkinkan pintu dibuka menggunakan sidik jari, password, kartu akses, pengenalan wajah, hingga pengenalan telapak tangan. Karena akses diberikan kepada pengguna yang telah terdaftar, kebutuhan membawa anak kunci pun semakin berkurang.

Tidak hanya itu, banyak smart lock juga mampu mencatat riwayat akses, mengatur siapa yang berhak masuk, hingga mengunci pintu secara otomatis setelah ditutup. Fitur-fitur seperti ini menjawab beberapa keterbatasan yang selama ini masih ditemui pada sistem penguncian konvensional.

Baca Juga: Dua Digital Door Lock “Secure” untuk Kebutuhan dan Budget yang Berbeda, Mana yang Cocok untuk Rumahmu?

Memilih Sistem Keamanan yang Sesuai Kebutuhan

Bukan berarti kunci konvensional tidak lagi relevan. Hingga kini, sistem tersebut tetap menjadi pilihan yang baik, terutama jika menggunakan material berkualitas, memiliki dead bolt yang kuat, serta dipasang dengan benar.

Namun, bagi kamu yang menginginkan kemudahan akses sekaligus pengelolaan keamanan yang lebih praktis, smart lock menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

Salah satu contohnya adalah dua digital door lock terbaru dari Secure, yaitu Secure Eazy Lock E1 dan Secure Premium Lock L1.

Secure Eazy Lock E1 menawarkan empat metode akses, mulai dari sidik jari, password, kartu akses, hingga kunci manual, sehingga cocok untuk kebutuhan harian keluarga.

Sementara itu, Secure Premium Lock L1 menghadirkan fitur yang lebih lengkap melalui teknologi pengenalan wajah, pengenalan telapak tangan, auto lock, serta kompatibilitas dengan pintu kayu, besi, maupun aluminium.

Pada akhirnya, memilih sistem keamanan rumah bukan lagi sekadar memilih anak kunci yang paling kuat, melainkan menentukan teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan, kebiasaan, dan tingkat kenyamanan setiap penghuni rumah. (RR)

Cek berita produk terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Sharp Tebar Promo di Jakarta Fair 2026, Ada Diskon KTP hingga Kesempatan Bawa Pulang Mobil

0

Ranahrumah.com – TREN | Jakarta Fair Kemayoran 2026 kembali menjadi ajang berburu berbagai kebutuhan rumah tangga, termasuk produk elektronik. Berlangsung hingga 12 Juli 2026 di Hall D2 No.74 JIEXPO Kemayoran, booth Sharp menghadirkan berbagai penawaran eksklusif yang hanya tersedia selama pameran berlangsung.

Promo yang paling mencuri perhatian adalah Promo KTP. Pengunjung yang berbelanja minimal Rp2 juta berhak memperoleh tambahan potongan harga hingga Rp250 ribu jika nama pada KTP mengandung salah satu huruf S, H, A, R, atau P.

Selain itu tersedia cashback hingga Rp3 juta melalui e-wallet maupun voucher belanja untuk pembelian produk tertentu, termasuk seri kulkas Queen Series.

Sharp juga memberikan cashback ratusan ribu rupiah untuk pembelian LED TV, speaker, dan air purifier.

Baca Juga: Professional Portable Speaker Sharp untuk Karaoke dan Live Performance

Lelang Smart TV & Flash Sale LED TV

Bagi yang sedang mencari televisi baru, Sharp menggelar lelang tiga unit Smart TV 75 inci setiap Sabtu selama Jakarta Fair. Kesempatan ini memberi peluang mendapatkan TV premium dengan harga jauh di bawah harga normal.

Tak kalah menarik, Sharp menghadirkan flash sale dengan stok terbatas, antara lain:

  • Sharp LED TV 24 inci Rp499.000
  • Sharp LED TV 32 inci Rp1.099.000
  • Sharp Microwave Rp499.000

Setiap transaksi minimal Rp2 juta juga otomatis diikutsertakan dalam program Sharp Lovers Day Giga Fest 2026. Konsumen berkesempatan memenangkan berbagai hadiah, mulai dari mobil, sepeda motor, paket umrah atau wisata religi, smartphone AQUOS, televisi, hingga berbagai produk elektronik Sharp lainnya.

Selama berada di booth, pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai produk terbaru Sharp, berkonsultasi dengan tenaga penjual, serta mengikuti demonstrasi penggunaan produk rumah tangga dan elektronik.

Partisipasi dalam Jakarta Fair tahun ini sekaligus menjadi upaya Sharp meningkatkan penjualan melalui booth yang lebih besar, pengalaman belanja yang lebih interaktif, serta berbagai program promosi eksklusif. Sharp menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 20% dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, seiring tingginya antusiasme masyarakat terhadap Jakarta Fair. (RR)

Baca Juga: Sharp Lover’s Day GIGA Fest 2026: Promo Anniversary dengan Hadiah Mobil hingga Paket Umrah

Cek berita produk rumah tangga lainnya dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Tak Harus Punya Ruang Belajar Khusus, Kuncinya Ada pada Pencahayaan yang Bikin Nyaman

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Sore mulai turun. Seorang anak duduk di meja kecil sambil menyelesaikan pekerjaan rumah sekolah. Tak jauh darinya, sang ayah masih menatap layar laptop menyelesaikan pekerjaan kantor. Dari dapur, aroma masakan ibu mulai memenuhi rumah.

Pemandangan seperti ini semakin akrab dijumpai di banyak rumah Indonesia. Rumah tidak lagi hanya menjadi tempat beristirahat, tetapi juga ruang untuk bekerja, belajar, berkumpul, hingga menyalurkan hobi. Satu ruang bahkan bisa berganti fungsi beberapa kali dalam sehari, mengikuti ritme aktivitas seluruh anggota keluarga.

Karena itu, kenyamanan ruang kini tidak hanya ditentukan oleh furnitur atau tata letaknya, tetapi juga oleh pencahayaan yang menemani setiap aktivitas di dalamnya.

Baca Juga: Intip Rumah Pintar Ala Korea dari Shin Ye Eun di Housewarming LG

Konsep ruang multifungsi yang sejalan dengan tren rumah modern, mengutamakan efisiensi ruang tanpa mengurangi kenyamanan beraktivitas karena didukung pencahayaan warna putih terang yang tidak silau. (Foto: Erly/Ranahrumah.com; Koleksi: IKEA)

Ruang Belajar Kini Menjadi Bagian dari Kehidupan Keluarga

Tahun ajaran baru selalu membawa kesibukan tersendiri di rumah. Selain menyiapkan buku, seragam, dan perlengkapan sekolah, banyak keluarga mulai menata kembali sudut tempat anak belajar.

Dulu, ruang belajar identik dengan sebuah meja di dalam kamar yang tenang dan terpisah dari aktivitas lain. Kini, banyak keluarga justru memilih menghadirkan sudut belajar yang menyatu dengan ruang keluarga atau meja makan.

Selain lebih fleksibel, keberadaan orang tua di sekitar anak sering kali menjadi penyemangat tersendiri saat belajar. Anak dapat bertanya ketika menemui kesulitan, sementara orang tua tetap bisa menjalankan aktivitasnya masing-masing tanpa kehilangan momen kebersamaan.

Konsep ruang multifungsi seperti ini juga sejalan dengan tren rumah modern yang mengutamakan efisiensi ruang tanpa mengurangi kualitas hidup penghuninya. Namun ketika satu ruang digunakan untuk berbagai aktivitas sekaligus, kualitas pencahayaan menjadi semakin penting agar setiap orang tetap merasa nyaman.

Baca Juga: Cara Membuat Rumah Lebih Terang Terang Tanpa Silau

Belajar Nyaman Bukan Hanya Soal Meja dan Kursi

Banyak orang tua fokus memilih meja belajar yang ergonomis atau kursi yang nyaman, tetapi sering melupakan satu faktor penting, yaitu kualitas cahaya.

Padahal, pencahayaan yang kurang tepat dapat membuat mata bekerja lebih keras.

Lampu yang terlalu redup membuat anak harus lebih fokus untuk membaca tulisan. Sebaliknya, cahaya yang terlalu silau dapat mengganggu kenyamanan visual, membuat mata cepat lelah, bahkan memicu rasa tidak nyaman saat belajar dalam waktu lama. Akibatnya, konsentrasi menjadi mudah terpecah dan aktivitas belajar terasa lebih melelahkan. Karena itu, kenyamanan mata menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.

Cahaya putih dari lampu Philips UltraBright teknologi EyeComfort menjadi solusi pencahayaan nyaman bagi ruang yang didesain untuk menampung banyak fungsi. (Foto: Dok. IKEA)

Ketika Cahaya Terang Juga Harus Nyaman di Mata

Masih banyak anggapan bahwa semakin terang lampu, semakin baik untuk belajar. Padahal, pencahayaan yang nyaman tidak hanya ditentukan oleh tingkat terang, tetapi juga oleh kualitas cahaya yang dihasilkan.

Lampu yang baik mampu menghadirkan pencahayaan yang merata, minim silau, stabil tanpa kedipan (flicker), serta membantu mata melihat objek dengan jelas tanpa harus bekerja terlalu keras.

Inilah yang menjadi dasar pengembangan teknologi EyeComfort pada seri Philips UltraBright.

Menurut Signify Indonesia, Philips UltraBright hadir sebagai lampu LED yang menghasilkan cahaya putih 40 persen lebih terang dibanding lampu standar Philips berdasarkan efikasi cahaya per watt. Meski demikian, teknologi EyeComfort membantu menjaga cahaya tetap nyaman dipandang, bebas kedip, dan tidak menyilaukan sehingga lebih mendukung aktivitas yang membutuhkan fokus, termasuk belajar dan bekerja dari rumah.

President Director Signify Indonesia, Dedy Bagus Pramono, mengatakan bahwa pengembangan Philips UltraBright berangkat dari hasil riset yang menunjukkan masyarakat menginginkan lampu yang lebih terang, tetapi tetap nyaman di mata. Karena itu, inovasi yang dihadirkan tidak hanya berfokus pada peningkatan intensitas cahaya, tetapi juga pada kenyamanan visual agar dapat mendukung kualitas aktivitas sehari-hari di rumah.

Baca Juga: Cahaya Putih Kini Jadi Favorit di Rumah Modern, Philips UltraBright jadi Solusi

Memilih Cahaya Sesuai Aktivitas

Selain teknologi lampu, warna cahaya juga memengaruhi kenyamanan saat beraktivitas. Untuk area belajar, ruang kerja, maupun dapur, cahaya putih atau cool daylight sekitar 6500 Kelvin umumnya lebih sesuai karena membantu memperjelas detail dan mendukung konsentrasi. Sementara untuk kamar tidur, cahaya hangat (warm white) tetap menjadi pilihan karena membantu menciptakan suasana yang lebih rileks menjelang waktu istirahat.

Artinya, rumah modern tidak harus memilih hanya satu jenis warna cahaya. Justru kombinasi pencahayaan sesuai fungsi ruang akan membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman.

Bagi keluarga yang menggunakan lampu gantung, lampu meja belajar, atau lampu berdiri, Philips MyCare UltraBright dapat menjadi pilihan karena menggunakan fitting standar E27 sehingga mudah dipasang pada berbagai jenis armatur rumah.

Sementara untuk ruang keluarga atau ruang belajar dengan plafon minimalis, Philips Meson UltraBright dapat digunakan sebagai pencahayaan utama yang tersembunyi di plafon sehingga tampil lebih rapi.

Rumah yang Mendukung Semua Aktivitas

Pada akhirnya, ruang belajar yang nyaman tidak selalu membutuhkan ruangan baru. Yang lebih penting adalah bagaimana rumah mampu beradaptasi dengan kebutuhan penghuninya.

Meja makan bisa menjadi tempat mengerjakan tugas. Ruang keluarga dapat berubah menjadi ruang diskusi. Sudut rumah yang sederhana pun mampu menjadi tempat tumbuhnya semangat belajar ketika didukung pencahayaan yang tepat.

Melalui Philips UltraBright dengan teknologi EyeComfort, pencahayaan hadir bukan sekadar membuat ruangan lebih terang, tetapi juga membantu menciptakan kenyamanan visual bagi seluruh anggota keluarga.

Karena rumah masa kini bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang yang menemani setiap cerita, setiap aktivitas, dan setiap proses belajar yang berlangsung di dalamnya. (RR)

Baca Juga: 15 Cara Menciptakan Ruang Favorit Anak di Rumah

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Ruang Keluarga Modern Tak Lagi Hanya Soal TV Besar, Smart Lighting Ikut Menentukan Pengalaman Menonton

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Ruang keluarga telah berkembang menjadi pusat berbagai aktivitas di rumah. Bukan hanya tempat bercengkerama, tetapi juga ruang untuk menikmati film favorit, maraton serial, bermain gim, hingga berkumpul bersama keluarga atau teman menyaksikan pertandingan olahraga.

Karena itu, pengalaman menikmati hiburan di rumah kini tidak lagi hanya bergantung pada kualitas gambar televisi atau sistem audio. Suasana ruang juga memegang peran penting dalam membangun kenyamanan sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan. Suasana ruang yang ikut bercerita dan menyatu dengan tayangan akan menghadirkan pengalaman menonton yang terasa lebih hidup.

Perubahan Gaya Hidup: Menikmati Hiburan di Rumah

Perubahan gaya hidup tersebut juga terlihat dari hasil riset global Signify, pemimpin dunia di bidang pencahayaan. Sebanyak 80 persen penggemar olahraga kini lebih memilih menikmati pertandingan dari rumah. Bahkan, 42 persen di antaranya mulai memperhatikan suasana ruangan, termasuk melalui pengaturan pencahayaan untuk menciptakan pengalaman menonton yang lebih menyenangkan.

Melihat tren tersebut, Signify menghadirkan inovasi Philips Smart Lighting TV Sync yang terintegrasi dengan fitur Sports Live pada aplikasi WiZ. Teknologi ini memungkinkan lampu Philips Smart Lighting merespons tayangan yang sedang ditonton sehingga suasana ruang berubah mengikuti momen-momen penting di layar.

“Di Signify, kami percaya bahwa pencahayaan kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai penerangan, tetapi telah menjadi bagian dari cara masyarakat menikmati dan merasakan setiap momen di rumah. Melalui inovasi berkelanjutan, kami terus menghadirkan solusi lampu pintar yang mampu menciptakan pengalaman yang lebih personal, interaktif, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat Indonesia. Momen turnamen sepak bola dunia menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi lampu pintar dapat menghadirkan pengalaman menonton yang lebih imersif dan menyenangkan bersama keluarga maupun teman,” ujar Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Indonesia.

Baca Juga: Inspirasi Rumah Masa Kini Ala Korea yang Personal, Nyaman, dan Pintar dari Choi Minho

Smart lighting menciptakan suasana ruang keluarga yang nyaman untuk menikmati hiburan. (Foto: Dok. Philips Lighting)

Mengapa Suasana Ruang Ikut Menentukan Pengalaman Menonton?

Menonton film atau pertandingan olahraga sebenarnya melibatkan lebih banyak indera daripada sekadar penglihatan dan pendengaran. Tata cahaya, warna, hingga tingkat terang sebuah ruangan ikut memengaruhi kenyamanan mata, fokus, bahkan emosi selama menikmati tayangan.

Tidak heran jika ruang home theater umumnya dirancang dengan pencahayaan yang dapat diatur sesuai kebutuhan. Cahaya yang terlalu terang dapat mengurangi kontras gambar di layar, sedangkan ruangan yang terlalu gelap dalam waktu lama juga bisa membuat mata lebih cepat lelah. Karena itu, banyak desainer interior menerapkan konsep layered lighting, yaitu memadukan beberapa sumber cahaya agar suasana ruang dapat berubah mengikuti aktivitas yang dilakukan.

Perkembangan teknologi kemudian membawa konsep tersebut ke level yang lebih personal. Kini pencahayaan tidak hanya bisa diredupkan atau diganti warnanya, tetapi juga mampu merespons apa yang sedang terjadi di layar. Ruangan pun terasa lebih hidup karena cahaya menjadi bagian dari pengalaman menikmati hiburan, bukan sekadar elemen pelengkap interior.

Baca Juga: 4 Hal Penting Menata Pencahayaan Dekoratif Ruang Keluarga

Baca Juga: Inspirasi Ruang dengan Pencahayaan Pintar WiZ Smart Lighting

Ketika Pencahayaan Menjadi Bagian dari Pengalaman Menonton

Teknologi smart lighting kini tidak lagi hanya dimanfaatkan untuk mengatur terang atau redupnya lampu. Melalui Philips Smart Lighting TV Sync, pencahayaan dapat tersinkronisasi dengan tayangan di televisi sehingga ruangan ikut “bereaksi” terhadap setiap adegan yang berlangsung.

Saat digunakan untuk menyaksikan pertandingan olahraga, misalnya, pengguna dapat memilih tim favorit melalui aplikasi WiZ. Lampu kemudian memancarkan warna yang terinspirasi dari bendera tim tersebut sehingga atmosfer ruang terasa lebih semarak sejak pertandingan dimulai.

Selama pertandingan berlangsung, pencahayaan juga berubah secara dinamis mengikuti berbagai momen penting. Lampu akan berkedip saat kick-off dimulai, berubah warna ketika wasit mengeluarkan kartu kuning atau merah, menghadirkan nuansa berbeda saat adu penalti, hingga memancarkan kilatan cahaya ketika gol tercipta atau tim favorit meraih kemenangan.

Respons pencahayaan inilah yang membuat pengalaman menonton terasa lebih hidup karena seluruh ruangan ikut menjadi bagian dari jalannya pertandingan.

Baca Juga: 5 Langkah Mewujudkan Home Theatre dengan Kualitas Setara Bioskop

Tidak Hanya untuk Pertandingan Olahraga

Keunggulan Philips Smart Lighting TV Sync sebenarnya tidak berhenti pada tayangan olahraga. Perangkat ini juga dirancang untuk meningkatkan pengalaman menikmati berbagai hiburan di rumah, mulai dari menonton film, konser musik, hingga bermain gim.

Saat dipadukan dengan ekosistem Philips Smart Lighting, seperti Smart LED Bulb RGB, Downlight RGB, LED Strip RGB, maupun Neon Flex RGB, pengguna dapat menciptakan ambience yang berbeda sesuai aktivitas dan suasana yang diinginkan.

Bagi rumah masa kini, pencahayaan pun semakin berperan sebagai elemen yang membangun pengalaman. Ruang keluarga tidak lagi hanya menjadi tempat meletakkan televisi, melainkan ruang yang mampu menghadirkan emosi, kebersamaan, dan kenyamanan melalui perpaduan teknologi, desain interior, dan pencahayaan yang saling melengkapi.

Philips Smart Lighting TV Sync sendiri tersedia dalam pilihan HDMI 2.0 dan HDMI 2.1, serta kompatibel dengan ekosistem Philips Smart Lighting.(Foto: Dpk. Philips Lighting)

Philips Smart Lighting TV Sync sendiri tersedia dalam pilihan HDMI 2.0 dan HDMI 2.1, serta kompatibel dengan ekosistem Philips Smart Lighting. Khusus selama periode 11 Juni hingga 20 Juli 2026, pengguna juga dapat menikmati fitur Sports Live melalui aplikasi WiZ setelah perangkat tersinkronisasi dengan lampu pintar Philips.

Nah, ternyata untuk menghadirkan pengalaman hiburan di rumah tidak selalu harus dimulai dari mengganti televisi atau sistem audio. Penataan ruang dan pencahayaan yang tepat juga mampu mengubah suasana secara signifikan. Ini membuat setiap film, konser, maupun pertandingan olahraga terasa lebih imersif sekaligus memperkaya momen kebersamaan di rumah. (RR)

Baca Juga: Mengenal Sidelight: Cara Menampilkan Tekstur dan Detail Interior dengan Pencahayaan

Cek inspirasi desain, berita gaya hidup modern, inovasi produk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Signify Perkuat Standar Pencahayaan Arena Olahraga Dunia, Kini Diakui FIBA dan FIFA

0

Ranahrumah.com – TREN | Signify resmi bergabung dalam FIBA Equipment & Venue Centre Approval Programme, setelah solusi pencahayaan olahraga profesional Philips ArenaVision Gen3.5 memperoleh persetujuan dari FIBA sebagai sistem yang memenuhi standar pencahayaan pertandingan basket internasional.

Pencahayaan berkualitas menjadi bagian penting pertandingan basket. Dalam olahraga dengan tempo cepat seperti basket, pencahayaan harus mampu menghasilkan distribusi cahaya yang merata tanpa menyilaukan mata pemain maupun wasit. Di sisi lain, kamera penyiaran membutuhkan pencahayaan yang stabil agar setiap gerakan cepat tetap terekam jelas dalam kualitas gambar tinggi.

Melalui Philips ArenaVision Gen3.5, Signify menghadirkan sistem pencahayaan LED profesional yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Solusi ini dapat digunakan di arena indoor maupun outdoor dengan kualitas cahaya yang konsisten, tingkat kesilauan rendah, serta memenuhi standar penyiaran internasional.

Sistem ini juga dilengkapi kontrol pencahayaan pintar yang memungkinkan pengelolaan jarak jauh, penjadwalan penggunaan lampu, hingga penghematan energi sehingga operasional arena menjadi lebih efisien.

Menurut Niels Geven, International Director Sports & Arenas Signify, pencahayaan yang presisi membantu pemain tampil optimal sekaligus menghasilkan pengalaman menonton yang lebih baik, baik secara langsung di arena maupun melalui siaran televisi.

Baca Juga: Kolaborasi Signify dengan Mercedes- AMG Petronas F1

Diakui FIBA sebagai Solusi Pencahayaan Arena Basket

Persetujuan dari FIBA Equipment & Venue Centre menjadi pengakuan bahwa Philips ArenaVision Gen3.5 telah memenuhi berbagai parameter teknis yang dibutuhkan dalam pertandingan basket internasional.

Standar tersebut mencakup tingkat iluminasi, temperatur warna, indeks rendering warna (CRI), hingga flicker factor yang sangat penting untuk mendukung kenyamanan visual sekaligus kualitas penyiaran.

Melalui program ini, FIBA membantu pengelola arena memilih produk yang mampu memenuhi standar pertandingan internasional sehingga kualitas fasilitas olahraga dapat terus meningkat.

Tahun 2025 Signify juga ditunjuk sebagai FIFA Preferred Provider untuk kategori lampu sorot stadion. (Foto: Dok. Signify)

Melengkapi Pengakuan dari FIFA

Pengakuan dari FIBA menambah daftar pencapaian Signify di dunia olahraga. Sebelumnya, pada 2025 perusahaan ini juga ditunjuk sebagai FIFA Preferred Provider untuk kategori lampu sorot stadion.

Penunjukan tersebut diberikan setelah Signify memenuhi berbagai persyaratan mengenai performa produk, kualitas manufaktur, dan infrastruktur sistem pencahayaan stadion. Perusahaan juga bekerja sama dengan FIFA dalam pengembangan standar teknis pencahayaan olahraga di masa depan.

Baca Juga: Signify menjadi Penyedia Lampu Sorot Pilihan FIFA

Digunakan di Berbagai Arena Dunia hingga Indonesia

Teknologi pencahayaan olahraga Signify telah diterapkan di sejumlah arena internasional seperti Roig Arena di Valencia, Gran Canaria Arena di Las Palmas, Barclays Arena di Hamburg, hingga Stadion Feijenoord di Rotterdam.

Di Indonesia, lampu sorot Philips ArenaVision LED digunakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Sistem pencahayaan tersebut menjadi bagian dari renovasi stadion sehingga memenuhi standar FIFA, menghadirkan visibilitas yang lebih baik bagi pemain, penonton, maupun kebutuhan penyiaran pertandingan.

Dengan pengalaman lebih dari enam dekade di bidang pencahayaan olahraga, Signify kini terus memperluas kontribusinya untuk berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola, basket, hoki, tenis, hingga kriket. Pengakuan dari FIBA dan FIFA memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia solusi pencahayaan olahraga profesional di tingkat global. (RR)

Baca Juga: Mengenal Philips UltraBright: Cara Membuat Rumah Lebih Terang Tanpa Silau

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mengapa Rumah Masa Kini Perlu Lebih Personal? Inspirasi Rumah Nyaman dan Cerdas dari LG K House Bersama Choi Minho

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Rumah bukan lagi sekadar tempat untuk beristirahat. Di sanalah hari dimulai, keluarga berkumpul, anak belajar, pekerjaan diselesaikan, hingga tubuh dan pikiran kembali dipulihkan setelah aktivitas yang padat.

Di tengah ritme hidup yang semakin cepat, banyak orang mendambakan rumah yang bukan hanya dipenuhi teknologi, tetapi juga mampu memahami kebutuhan penghuninya. Rumah yang membantu mengurangi pekerjaan rutin sehingga waktu yang tersisa dapat digunakan untuk beristirahat, menikmati kebersamaan, atau melakukan hal-hal yang benar-benar disukai.

Gambaran itulah yang dihadirkan LG Electronics Indonesia melalui LG K House, sebuah pengalaman imersif yang menjadi penutup kampanye regional LG House Warming di Asia Tenggara. Berlangsung di Central Park Mall, Jakarta, LG K House bersama Choi Minho mengajak masyarakat melihat bagaimana sebuah rumah modern dapat bekerja selaras dengan ritme kehidupan penghuninya melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Mengusung semangat Life’s Good, LG ingin menunjukkan bahwa teknologi seharusnya tidak berhenti pada kecanggihan fitur. Lebih dari itu, teknologi perlu hadir sebagai solusi yang membantu manusia menikmati hidup dengan lebih baik setiap harinya.

“Bagi LG, Life’s Good bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kami untuk menghadirkan inovasi dan teknologi yang membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih baik. Selama lebih dari 35 tahun tumbuh bersama masyarakat Indonesia, kami akan terus mendengarkan kebutuhan konsumen dan menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan mereka,” ujar Hyoeun Kim, VP Brand Management Division, Overseas Sales and Marketing Company di LG Electronics.

Baca Juga: Intip Inspirasi Rumah Pintar Ala Korea dari Shin Ye Eun di Housewarming by LG

Rumah yang Memahami Ritme Kehidupan Penghuninya

Kesibukan masyarakat modern membuat rumah memiliki peran yang semakin penting. Bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga ruang untuk memulihkan energi. Karena itu, teknologi idealnya bekerja tanpa terasa rumit, membantu penghuni menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah sehingga mereka memiliki lebih banyak waktu untuk keluarga, kesehatan, maupun diri sendiri.

Konsep inilah yang menjadi inti LG K House. Melalui platform LG ThinQ, berbagai perangkat elektronik di rumah saling terhubung dalam satu aplikasi. Pengguna dapat memantau, mengontrol, hingga menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan dan kebiasaan mereka. Rumah pun terasa lebih personal karena teknologi beradaptasi dengan penggunanya, bukan sebaliknya.

Karya Ikonik Tamara de Lempicka Kini Hadir di Samsung Art Store

0

Ranahrumah.com – TREN | Samsung Art Store menghadirkan koleksi eksklusif 22 karya Tamara de Lempicka, salah satu seniman paling ikonik dalam sejarah Art Deco.

Peluncuran ini hadir tepat momentum ketika minat global terhadap estetika Art Deco tengah mengalami kebangkitan signifikan sebuah gerakan yang kini dikenal luas sebagai “Neo-Deco” dan menjadikan gaya khas Lempicka kembali relevan bagi generasi baru pecinta desain, mode, dan seni kontemporer.

Dikenal lewat komposisi yang berani, bentuk-bentuk sculptural, dan keanggunan yang terukur, karya-karya Lempicka merekam semangat modernitas awal abad ke-20 dengan kejernihan visual yang tak lekang oleh waktu. Garis bersih, geometri tegas, dan permukaan mengilap yang menjadi ciri khasnya terus menginspirasi dunia seni, mode, dan desain interior hingga hari ini.

Autoportrait dan St. Moritzs

Koleksi ini menampilkan sejumlah karya Lempicka yang paling dirayakan, termasuk “Autoportrait” (1929) yang ikonik sebuah potret diri yang dilukis di Paris atas komisi majalah mode Jerman Die Dame sebagai perayaan atas kemandirian perempuan.

Autoportrait ikonik. (Dok. Samsung)

Turut hadir pula “St. Moritz“, sebuah potret berkomposisi tegas yang memperlihatkan pendekatan khas Lempicka yang sangat terstilisasi. Serangkaian karya still life melengkapi koleksi ini, mengungkap keluasan praktik artistiknya sekaligus membuktikan fleksibilitasnya dalam mengeksplorasi berbagai subjek sembari tetap mempertahankan identitas visual yang kohesif dan langsung dikenali sebagai miliknya.

Baca Juga: Inspirasi Rumah Pintar Ala Korea dari Shin Ye Eun di Housewarming by LG

Identitas, Keanggunan, dan Modernitas

“Inti dari karya Tamara de Lempicka adalah rasa identitas, keanggunan, dan modernitas yang kuat” ujar Marisa de Lempicka, Presiden Tamara de Lempicka Estate. “Bagi kami, penting untuk terus berbagi visi tersebut dengan cara yang beresonansi bagi audiens masa kini. Kolaborasi dengan Samsung Art Store memungkinkan karya-karyanya hadir dan menyentuh ruang-ruang baru”

Dengan hadirnya karya Lempicka, Samsung Art Store memperluas portofolionya seiring tren desain yang terus berkembang menawarkan cara baru untuk mempersonalisasi ruang hidup dengan seni yang bermakna secara kultural. Kolaborasi ini sekaligus mencerminkan komitmen platform terhadap aksesibilitas seni, menghadirkan beragam suara artistik ke dalam lingkungan sehari-hari dan memperluas apresiasi publik terhadap karya-karya seni yang berpengaruh.

“Karya Tamara de Lempicka memiliki kualitas abadi yang terasa sangat relevan seiring Art Deco kembali menjadi perhatian dunia,” kata Marta Di Gioia, Kurator Samsung Art Store Eropa. “Karyanya tetap mempertahankan ketegasan dan modernitas tanpa kehilangan ketajamannya yang orisinal”

Hampir satu dekade lamanya, Samsung telah membentuk masa depan seni di dalam rumah. Diluncurkan pada 2017, The Frame, Art TV pertama di dunia dan menjadi pioneer dalam mengubah layar yang kosong menjadi kanvas yang terkurasi.

Pada 2025, Samsung Vision of Art dapat diakses melalui the Frame, Micro LED, Micro RGB, Neo Qled, serta Mini LED dan OLED S95H yang menyusul bergabung pada 2026.

Samsung Art Store kini hadir di lebih banyak TV dari sebelumnya, menawarkan katalog karya seni yang terus berkembang lintas genre dan era menghadirkan cara baru dalam menemukan dan menikmati seni di rumah mereka. (RR)

Baca Juga: Ide Menata Teras dengan Dekorasi yang Tepat

Cek berita inovasi produk terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

5 Pengalaman Wellness di Bhutan untuk Menemukan Kembali Ketenangan Diri

Ranahrumah.com – DESTINASI | Ketika berbicara tentang destinasi wellness, pikiran banyak orang mungkin langsung tertuju pada Bali, Jepang, atau Thailand. Namun, ada satu negara di pegunungan Himalaya yang diam-diam menawarkan pengalaman pemulihan diri yang jauh lebih mendalam.

Bhutan, yang lebih dari 70 persen wilayahnya masih berupa hutan alami, menjadi tempat di mana ketenangan bukan sekadar konsep, melainkan bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di negara yang terkenal dengan filosofi Gross National Happiness (Kebahagiaan Nasional Bruto) ini, wisatawan diajak memperlambat ritme hidup, menikmati alam, sekaligus merawat kesehatan fisik dan mental melalui berbagai tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Mulai dari yoga dengan latar pegunungan, meditasi di biara kuno, hingga pemandian batu panas tradisional, Bhutan menghadirkan cara unik untuk kembali terhubung dengan diri sendiri.

Berikut lima pengalaman wellness yang dapat menjadi alasan untuk memasukkan Bhutan ke dalam daftar destinasi perjalanan berikutnya.

1. Yoga dengan Latar Pegunungan Himalaya

Bayangkan melakukan sesi yoga pagi saat matahari mulai menyinari pegunungan Himalaya dan udara segar memenuhi setiap tarikan napas. Suasana seperti inilah yang membuat Bhutan menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencinta yoga dari berbagai negara.

Banyak pusat yoga dan retreat menawarkan sesi yang memadukan gerakan yoga dengan ketenangan alam sekitar. Beberapa bahkan menghadirkan pengalaman berlatih di area kuil atau dzong, bangunan khas Bhutan yang sarat nilai spiritual.

Bagi wisatawan yang ingin memperdalam praktik mindfulness, sejumlah hotel juga menyediakan program meditasi sebagai pelengkap perjalanan wellness. Aktivitas ini membantu tubuh lebih rileks sekaligus memberi ruang untuk refleksi diri di tengah suasana yang tenang.

2. Menemukan Kedamaian di Biara-Biara Bhutan

Bhutan memiliki banyak biara yang bukan hanya menjadi pusat kegiatan keagamaan, tetapi juga tempat yang menawarkan ketenangan bagi siapa saja yang berkunjung.

Salah satu yang paling terkenal adalah Punakha Dzong, bangunan bersejarah yang berdiri di pertemuan dua sungai dan dikenal sebagai “Palace of Happiness”. Arsitekturnya yang megah berpadu dengan lanskap alam yang indah, menciptakan suasana yang menenangkan sejak langkah pertama.

Pilihan lainnya adalah Gangtey Monastery yang berada di tengah lembah hijau nan asri. Lokasi ini kerap menjadi tujuan mereka yang ingin menikmati meditasi, refleksi diri, atau sekadar merasakan keheningan yang semakin sulit ditemukan di kehidupan modern.

Pemandian Air Panas Hot Stone Bath di Bhutan. (Foto: IST)

3. Mencoba Pemandian Batu Panas Tradisional Bhutan

Salah satu tradisi wellness khas Bhutan yang menarik untuk dicoba adalah menchu atau pemandian batu panas tradisional.

Dalam ritual ini, batu sungai dipanaskan hingga membara lalu dimasukkan ke dalam bak berisi air dan ramuan herbal lokal. Proses tersebut dipercaya membantu meredakan pegal-pegal, meningkatkan relaksasi, sekaligus memberikan sensasi hangat yang menenangkan tubuh.

Pengalaman ini dapat ditemukan di berbagai homestay tradisional maupun resor wellness. Selain menjadi bagian dari budaya lokal, pemandian batu panas juga menawarkan kesempatan untuk merasakan cara masyarakat Bhutan menjaga keseimbangan tubuh secara alami.

4. Trekking Menyusuri Alam Bhutan yang Masih Lestari

Bagi sebagian orang, wellness tidak selalu berarti duduk diam atau menikmati spa. Berjalan kaki di alam terbuka juga dapat menjadi cara efektif untuk memulihkan kesehatan fisik dan mental.

Bhutan memiliki berbagai jalur trekking yang terkenal di dunia. Salah satunya adalah Trans Bhutan Trail yang membentang lebih dari 400 kilometer melintasi desa-desa, benteng bersejarah, hutan, dan pegunungan.

Sementara bagi pencinta petualangan yang lebih menantang, ada Snowman Trek yang kerap disebut sebagai salah satu jalur pendakian tersulit di dunia. Meski menuntut kondisi fisik prima, perjalanan ini menawarkan pemandangan alam Himalaya yang spektakuler dan pengalaman yang tak terlupakan.

Snowman Trek Bhutan. (Foto: IST)

5. Mengenal Pengobatan Tradisional Bhutan

Wellness di Bhutan juga erat kaitannya dengan warisan pengobatan tradisional yang dikenal sebagai so wai rigpa.

Sistem pengobatan ini telah dipraktikkan selama berabad-abad dan berfokus pada keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan jiwa. Dalam filosofi tersebut, kesehatan dianggap tercapai ketika unsur-unsur utama dalam tubuh berada dalam kondisi harmonis.

Wisatawan dapat mengunjungi pusat pengobatan tradisional di Thimphu untuk berkonsultasi dan mempelajari pendekatan kesehatan khas Bhutan. Beberapa resor wellness bahkan menawarkan program yang menggabungkan terapi herbal, konsultasi kesehatan personal, serta berbagai aktivitas relaksasi untuk membantu tamu mencapai keseimbangan hidup yang lebih baik.

Bhutan, Destinasi untuk Memperlambat Langkah

Di saat banyak perjalanan dipenuhi agenda padat dan aktivitas tanpa henti, Bhutan menawarkan sesuatu yang berbeda: kesempatan untuk berhenti sejenak.

Di sini, ketenangan hadir dalam banyak bentuk, mulai dari meditasi di biara kuno, berendam di pemandian batu panas, hingga berjalan kaki menyusuri jalur pegunungan yang sunyi. Bukan sekadar destinasi wisata, Bhutan menghadirkan pengalaman yang mengajak setiap orang kembali mendengarkan diri sendiri dan menemukan keseimbangan yang sering kali terlupakan dalam keseharian. (RR)

Cek berita destinasi, inovasi produk terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom