Saturday, October 24, 2026
Home Blog

Dapat Suntikan Dana 3,3 Triliun, One Global Capital Bangun Proyek Hunian Mixed-Use Perdananya

Ranahrumah.com – PROPERTI | Dapat Suntikan Dana 3,3 Triliun, One Global Capital bangun proyek hunian mixed-use perdananya.

One Global Capital, perusahaan investasi yang membidani kelahiran jaringan hotel SKYE Suites, One Global Resorts Green Square, serta The One Global Centre, mengumumkan telah mendapat suntikan dana sebesar Rp3,3 triliun.

Komisaris dan CEO One Global Capital, Iwan Sunito, mengungkapkan bahwa hal ini merupakan sebuah kepercayaan yang luar biasa yang diberikan kepada One Global Capital dalam waktu cukup singkat.

“Bagi kami, suntikan dana ini merupakan sebuah kebanggaan atas kepercayaan yang didapat dari investor dalam waktu yang cukup singkat, karena reputasi kami sebagai pengembang juga menjadi pertimbangan utama mereka,” tuturnya.

Menurut Iwan Sunito, jumlah dana yang diterima One Global Capital ini lebih besar dibandingkan pertama kali pihaknya mendapatkan pinjaman dari Goldman Sachs sebesar Rp3,1 triliun pada tahun 2015 untuk pembangunan proyek Infinity.

“Pada saat itu, angka Rp3,1 triliun merupakan single loan terbesar yang pernah diberikan kepada satu pengembang swasta. Kepercayaan tersebut kami balas dengan kesuksesan Infinity, yang pada saat diluncurkan pertama kali secara global, mampu mencetak nilai transaksi Rp3,9 triliun dalam satu hari,” ungkapnya.

Baca Juga: Okupansi One Global Resorts Green Square Tembus 100%, Hanya Butuh 6 Pekan Pasca Akuisisi

Proyek Perdana: One Macquarie Park

Lebih lanjut Iwan Sunito mengatakan, suntikan dana sebesar Rp3,3 triliun tersebut jelas menjadi faktor pendorong yang sangat besar, terutama dalam membangun proyek perdana One Global Capital di Macquarie Park yang akan diluncurkan di tahun 2025.  

Ini adalah prestasi One Global Capital yang sebelumnya berhasil mendapatkan Development Application (DA) Approval untuk proyek One Macquarie Park hanya dalam kurun waktu 10 bulan.

One Macquarie Park adalah proyek hunian mixed-use senilai Rp5 triliun yang terdiri dari tiga menara dengan total lahan seluas 6.974 meter persegi.

ONE Macquarie Park akan menampilkan bangunan setinggi 14 lantai yang terdiri dari 307 unit apartemen dengan 1, 2, dan 3 kamar tidur. Sementara di puncak gedung, para penghuni dapat menikmati fasilitas infinity pool.

Selain menawarkan unit apartemen mewah, One Macquarie Park juga akan menghadirkan One Global Resort, sebuah hotel resor papan atas yang memiliki 200 kamar.

“Secara desain, proyek hunian vertikal ini merupakan ‘The Next Level’ dari semua menara hunian ikonik yang pernah kami bangun sebelumnya,” tambah Iwan Sunito.

Dia menerangkan, secara lokasi Macquarie Park terbilang secara strategis dan merupakan salah satu lokasi terbaik di Sydney dengan dua juta meter persegi ruang perkantoran.

Sementara itu, jalur Metro baru direncanakan selesai dibangun pada tahun ini dan akan menghubungkan Macquarie Park dengan kawasan Barangaroo, sehingga waktu tempuh dapat dipangkas menjadi 18 menit.

“Dengan keahlian kami selama puluhan tahun dalam merancang apartemen, dikombinasikan dengan lokasi emas, maka proyek hunian perdana One Global Capital ini menjadi sempurna dan sangat menarik untuk dimiliki,” katanya.

Baca Juga: ONE GLOBAL CAPITAL Akuisisi The Grand Shopping Center di Eastlakes North dari CROWN GROUP, Iwan Sunito Siapkan Nama Baru

2025: Tahun Lepas Landas

Keyakinan Iwan Sunito- founder One Global Capital, untuk melakukan pembangunan proyek perdananya serta proses akuisisi beberapa aset Crown Group bisa dimaklumi. Pasalnya, laporan properti KPMG pada bulan Juni 2024 tentang kota-kota besar di Australia mengungkapkan harga hunian secara nasional akan naik sebesar 5,3% selama enam bulan ke depan dan sebesar 5,6% selama tahun 2025.

Sementara, harga apartemen di seluruh Negeri Kanguru akan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 4,5% pada bulan Desember 2024 dan kemudian menyamai harga rumah tapak dengan pertumbuhan sebesar 5,6% dalam 12 bulan berikutnya.

Adapun harga sewa diperkirakan akan naik sebesar 4% – 5% selama dua tahun ke depan, setelah meningkat sebesar 7,8% selama setahun terakhir, yang merupakan kenaikan terbesar setelah krisis finansial global pada tahun 2008-2009. 

“Jika tahun 2024 adalah tahun kebangkitan One Global Capital, maka tahun 2025 merupakan tahun lepas landas bagi kami,” tutup Iwan Sunito.

Baca Juga: Iwan Sunito Jadi Pemilik Tunggal SKYE SUITES dan ONE GLOBAL CONFERENCE CENTRE di Green Square

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)

Belajar Audio Video Berbasis Industri, Sharp Class Bekali Siswa SMK dengan Keterampilan Kerja

0

| Pelatihan teori dan praktik membantu siswa SMK jurusan audio video memahami cara kerja perangkat elektronik, mengenali gangguan, hingga melakukan perawatan dan perbaikan. Melalui Sharp Class, Sharp Indonesia menghubungkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan industri sekaligus membuka wawasan siswa tentang profesi teknisi.

Ranahrumah.com – TREN | Memahami teori elektronika merupakan salah satu bekal penting bagi siswa SMK jurusan audio video. Namun, untuk menghadapi dunia kerja, pengetahuan tersebut perlu dilengkapi dengan pengalaman praktik. Siswa perlu mengenal komponen perangkat, memahami cara kerja sistem elektronik, serta belajar mengidentifikasi gangguan dan menentukan langkah penanganan yang tepat.

Keterampilan seperti ini tidak hanya dibutuhkan untuk mengoperasikan atau memperbaiki perangkat. Dalam pekerjaan teknisi, ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian dari kompetensi profesional.

Kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pembelajaran yang menghubungkan pendidikan vokasi dengan dunia industri. Siswa tidak cukup hanya mengetahui prinsip kerja sebuah perangkat, tetapi juga perlu memahami bagaimana pengetahuan itu diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Salah satu upaya untuk menjembatani kebutuhan tersebut hadir melalui Sharp Class, program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang diselenggarakan PT Sharp Electronics Indonesia untuk mendukung pengembangan keterampilan siswa SMK.

Pada 21 Oktober 2026, Sharp Indonesia menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan SMKN 1 Cikarang Barat untuk pelaksanaan Sharp Class di bidang audio video. Sebanyak 25 siswa terpilih mengikuti program pelatihan selama tiga bulan yang memadukan pembelajaran teori dan praktik.

Baca Juga: TV Rusak karena Tersambar Petir? Cegah dengan Cara Ini!

Apa yang Dimaksud Keterampilan Audio Video Berbasis Industri?

Keterampilan audio video berbasis industri adalah kemampuan teknis yang dipelajari dengan mengacu pada penerapan pengetahuan, prosedur kerja, dan standar profesional yang dibutuhkan di lingkungan industri.

Dalam bidang elektronik, pembelajaran ini mencakup pemahaman komponen, pemeriksaan fungsi perangkat, identifikasi gangguan, serta dasar-dasar perawatan dan perbaikan. Siswa tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga berlatih menerapkannya untuk memahami persoalan teknis dan menentukan penanganan yang sesuai.

Pembelajaran tersebut perlu berjalan beriringan dengan pembentukan sikap kerja. Seorang teknisi dituntut bekerja secara teliti dan disiplin, bertanggung jawab terhadap pekerjaannya, serta mampu menjelaskan persoalan perangkat kepada pelanggan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Artinya, kesiapan kerja tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan teknis. Cara menangani masalah, mengikuti prosedur, dan memberikan pelayanan juga memengaruhi kualitas pekerjaan seorang teknisi.

Inilah aspek yang ingin diperkenalkan melalui Sharp Class di SMKN 1 Cikarang Barat.

Baca Juga: Sharp Class Jembatan Industri dan SMK Minyiapkan Lulusan Siap Kerja

Teori, Praktik, dan Pembekalan Sikap Profesional

Selama tiga bulan, 25 peserta Sharp Class mendapatkan pelatihan audio video yang dibimbing oleh tenaga profesional Sharp Indonesia. Materi pembelajaran meliputi pengenalan komponen elektronik, pemeriksaan fungsi perangkat, identifikasi gangguan, serta dasar-dasar perawatan dan perbaikan.

Selain keterampilan teknis, siswa memperoleh pembekalan mengenai etika kerja, kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi, dan kepemimpinan. Kombinasi materi tersebut diharapkan membantu siswa memahami pekerjaan teknisi secara lebih menyeluruh, termasuk tuntutan sikap profesional yang menyertainya.

Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa kemampuan teknis perlu didukung oleh keterampilan pelayanan.

“Seorang teknisi perlu memiliki pemahaman teknis yang baik, tetapi itu saja tidak cukup. Ketelitian, kedisiplinan, kemampuan berkomunikasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan pelanggan juga menjadi bagian penting dari pekerjaannya. Melalui Sharp Class, kami ingin memperkenalkan perspektif tersebut sejak siswa masih berada di bangku sekolah, sehingga mereka memiliki gambaran yang lebih utuh tentang profesi dan standar kerja yang akan dihadapi,” ungkap Lise.

Pembekalan tersebut menjadi relevan karena pekerjaan teknisi berhubungan langsung dengan kepercayaan pelanggan. Kemampuan mendiagnosis gangguan perlu disertai ketepatan dalam melakukan penanganan, sedangkan proses pelayanan menuntut komunikasi yang baik dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.

Dengan mengenalkan aspek-aspek tersebut sejak di bangku sekolah, siswa diharapkan lebih siap menghadapi situasi kerja yang sesungguhnya.

Baca Juga: AC Installer Championship oleh Sharp Indonesia

Menyiapkan Calon Tenaga Kerja Sekaligus Mendukung Layanan Purnajual

Bagi perusahaan elektronik, pengembangan keterampilan teknisi juga berkaitan dengan kebutuhan menjaga kualitas layanan purnajual. Kemampuan memeriksa perangkat, mengidentifikasi gangguan, dan melakukan perbaikan sesuai prosedur merupakan bagian penting dari pelayanan kepada konsumen setelah pembelian produk.

Karena itu, keterlibatan Sharp Indonesia dalam pendidikan vokasi memiliki relevansi dengan kebutuhan perusahaan untuk mengembangkan sumber daya manusia yang memahami bidang elektronik sekaligus mengenal standar pelayanan profesional.

Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan bahwa program ini dirancang untuk membantu menjembatani pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja.

“Bagi Sharp, mendukung pendidikan vokasi bukan sekadar memberikan pelatihan tambahan kepada siswa. Kami ingin membantu menjembatani apa yang mereka pelajari di sekolah dengan kebutuhan yang akan mereka hadapi ketika memasuki dunia kerja. Dengan bekal keterampilan yang relevan dan pemahaman tentang lingkungan profesional, kami berharap mereka lebih percaya diri dalam mengambil peluang dan membangun karier setelah lulus,” ujar Pandu.

Dalam jangka panjang, lulusan dengan keterampilan yang sesuai dapat menjadi salah satu sumber calon tenaga kerja bagi industri elektronik, termasuk untuk kebutuhan layanan teknis. Apabila sebagian alumni memenuhi kualifikasi dan direkrut oleh Sharp Indonesia, keterampilan yang mereka peroleh melalui program ini berpotensi mendukung pengembangan tenaga teknisi sekaligus memperkuat layanan purnajual perusahaan.

Namun, manfaat program tidak terbatas pada peluang bekerja di perusahaan penyelenggara. Kompetensi yang diperoleh siswa juga dapat menjadi bekal untuk memasuki perusahaan lain, mengembangkan keterampilan lebih lanjut, atau membangun usaha mandiri di bidang yang relevan.

Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan memberi manfaat bagi kedua pihak. Siswa memperoleh kesempatan memperluas kompetensi dan wawasan profesi, sedangkan industri turut berkontribusi dalam menyiapkan calon tenaga kerja yang lebih memahami kebutuhan lapangan.

Sharp Class dan Pengembangan Pendidikan Vokasi

Sharp Class pertama kali diperkenalkan pada 2012 sebagai bagian dari komitmen Sharp Indonesia dalam mendukung pendidikan vokasi. Hingga Oktober 2026, program ini telah diikuti oleh 948 siswa. Sebanyak 97 lulusan di antaranya telah bergabung sebagai karyawan Sharp Indonesia, sementara alumni lainnya berkarier di perusahaan nasional dan internasional maupun mengembangkan usaha mandiri.

Angka tersebut menunjukkan bahwa peserta program menempuh beragam jalur setelah menyelesaikan pelatihan. Pengalaman belajar yang terhubung dengan industri diharapkan membantu mereka mengenali pilihan karier dan mempersiapkan diri untuk mengambil langkah berikutnya.

Program Sharp Class telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh, Malang, Denpasar, Banjarmasin, dan Padang, serta daerah lainnya di Jawa, Sumatera, dan Sulawesi. Pelaksanaan di SMKN 1 Cikarang Barat melanjutkan upaya Sharp Indonesia untuk memperluas kesempatan belajar yang relevan dengan kebutuhan industri.

Bagi sekolah, kolaborasi dengan perusahaan membuka ruang untuk memperkaya proses pembelajaran dan memperluas wawasan siswa mengenai profesi yang ingin mereka tekuni.

B. Agus Wimbadi, S.Pd., M.Pd., Kepala SMKN 1 Cikarang Barat, menyampaikan bahwa keterlibatan industri dapat membantu siswa melihat hubungan antara pengetahuan yang dipelajari di sekolah dan penerapannya dalam pekerjaan.

Melalui pelatihan yang memadukan teori, praktik, dan pembekalan sikap kerja, siswa diharapkan memiliki dasar kompetensi yang lebih kuat sebelum lulus. Pengalaman tersebut juga dapat membantu mereka memahami tuntutan profesi dan menentukan arah pengembangan keterampilan selanjutnya.

Sinergi pendidikan dan industri menjadi semakin penting ketika kebutuhan dunia kerja terus berkembang. Pembelajaran yang relevan tidak hanya membantu siswa menguasai bidang keahlian, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk beradaptasi, bekerja secara profesional, dan menghadapi persaingan kerja.

Sharp Indonesia berharap Sharp Class dapat terus berkontribusi dalam menyiapkan lulusan SMK yang terampil, adaptif, dan siap memasuki dunia kerja. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan industri, program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja di sektor elektronik.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Memilih Warna dan Cat Interior yang Tepat? Kenali JOURNEYS 2027 dan Majestic True Beauty dari Jotun

| Menentukan warna cat bukan satu-satunya hal yang perlu dipikirkan saat mengecat rumah. Performa cat, ketahanan warna, kemudahan membersihkan dinding, hingga hasil akhir permukaan juga menentukan hasil yang diharapkan.

Ranahrumah.com – PRODUK | Ada dua pertanyaan yang kerap muncul ketika seseorang berencana mengecat rumah: warna apa yang sebaiknya dipilih dan produk cat seperti apa yang sesuai dengan kebutuhannya?

Keduanya saling berkaitan, tetapi membutuhkan pertimbangan berbeda. Warna berperan membangun suasana dan karakter ruang, sedangkan kualitas cat turut menentukan tampilan permukaan serta kemudahan perawatannya.

Pilihan warna yang menarik belum tentu menjawab kebutuhan penghuni jika produk cat yang digunakan tidak sesuai. Sebaliknya, cat dengan performa baik juga perlu dipadukan dengan warna yang tepat agar hasilnya sesuai dengan suasana yang ingin diwujudkan.

Dua kebutuhan tersebut menjadi perhatian Jotun dalam memperkenalkan 2027 Global Colour Collection: JOURNEYS dan penyempurnaan formulasi cat interior Majestic True Beauty. Keduanya diluncurkan dalam Jakarta Interior Design Festival (JIDF) 2026 yang diselenggarakan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Peluncuran ini sekaligus menandai 100 tahun perjalanan Jotun dalam mengkreasikan warna sejak berdiri di Sandefjord, Norwegia, pada 1926.

Memilih Warna Cat Rumah, Mulai dari Suasana yang Ingin Diciptakan

Ada banyak warna yang bisa digunakan untuk memperbarui tampilan rumah. Namun, banyaknya pilihan terkadang justru membuat penghuni kesulitan menentukan warna yang paling sesuai.

Salah satu cara untuk menyederhanakan prosesnya adalah menentukan terlebih dahulu suasana yang ingin dihadirkan.

Apakah ruang ingin terasa hangat dan akrab? Lebih segar dan ekspresif? Atau tenang dengan karakter yang mendalam?

Pendekatan ini dapat membantu mempersempit pilihan sebelum penghuni menentukan warna secara lebih spesifik. Sebab, warna bukan hanya persoalan selera, tetapi juga berkaitan dengan kesan yang ingin dibangun melalui interior.

President Director PT Jotun Indonesia, Arun Kumar, menyampaikan bahwa warna tidak sekadar berfungsi memperindah tampilan. Warna juga dapat merepresentasikan bagian-bagian kehidupan yang terkadang tidak disadari, mulai dari kenangan hingga pengalaman yang membentuk diri seseorang.

Melalui 2027 Global Colour Collection: JOURNEYS, Jotun mengajak pemilik rumah untuk terhubung kembali dengan akar dan kenangan, merayakan berbagai penemuan, serta mengapresiasi warna yang membentuk pengalaman hidup mereka.

Koleksi ini terdiri atas 24 warna yang dikurasi dari perbendaharaan warna klasik Jotun dan diolah kembali. Seluruhnya dibagi ke dalam tiga tema, yaitu Memories, Discoveries, dan Experiences, yang masing-masing memiliki delapan warna selaras.

Ketiga tema tersebut menawarkan inspirasi suasana yang berbeda.

Memories: Menghadirkan Suasana Hangat dan Akrab

Bagi penghuni yang ingin menciptakan suasana hangat dan membumi, tema Memories menawarkan warna seperti terakota dan merah tanah, yang dipadukan dengan kuning menyegarkan serta hijau alami.

Koleksi ini juga menghadirkan Biri, warna hijau dari era 1960-an yang diangkat kembali dari arsip Jotun, serta Century White, warna putih keemasan yang diolah ulang.

Perpaduan tersebut dapat menjadi inspirasi untuk interior yang terasa akrab, dengan warna-warna yang mengingatkan pada alam dan masa lalu.

Discoveries: Mengeksplorasi Warna yang Lebih Ekspresif

Jika ingin menghadirkan suasana yang lebih berani, tema Discoveries menawarkan perpaduan warna yang segar dan dinamis.

Biru yang menyegarkan dipadukan dengan ungu pekat, sementara kuning hangat bersanding dengan merah muda yang berkesan riang.

Kombinasi ini membuka kesempatan untuk mengeksplorasi warna di luar pilihan yang biasa digunakan. Penerapannya dapat disesuaikan dengan karakter ruang dan keberanian penghuni dalam memadukan warna.

Experiences: Menciptakan Kesan Tenang dan Mendalam

Sementara itu, Experiences mengangkat warna-warna klasik yang memberi kedalaman pada ruang.

Biru tengah malam yang dipadukan dengan cokelat keemasan menjadi salah satu gambaran suasana yang ditawarkan tema ini. Perpaduan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi penghuni yang menginginkan interior berkarakter dengan kesan tenang.

Regional Colour Marketing Manager Jotun South East Asia & Pacific, Natrah Omar Rahim, menjelaskan bahwa ketiga tema tersebut dirancang agar dapat digunakan secara mandiri maupun dipadukan satu sama lain.

Dengan demikian, penghuni tidak harus membatasi pilihan pada satu tema. Warna dari Memories, Discoveries, dan Experiences dapat dikombinasikan untuk membentuk palet yang lebih personal.

Pengelompokan ini menjadi titik awal untuk menentukan arah warna. Setelah menemukan suasana yang sesuai, penghuni dapat mempertimbangkan warna spesifik dan kecocokannya dengan keseluruhan interior.

Baca Juga: Warna Antrasit, Pilihan Populer untuk Desain Interior

| Selanjutnya: Setelah Menentukan Warna, Bagaimana Memilih Produk Cat? (Halaman 2)

Saat Karya Seni Bertemu Desain Interior, Apa yang Berubah? WARI’ Art/Interior Punya Jawabannya

| WARI’ Art/Interior 2026 mempertemukan seni kontemporer Indonesia dengan desain interior, craftsmanship, pencahayaan, dan lanskap. Bukan sekadar dipajang, karya seni ditempatkan dalam komposisi ruang yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan antara karya dan lingkungan di sekitarnya.

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Sebuah patung bisa terlihat berbeda ketika ditempatkan di sudut ruang, berdampingan dengan furnitur, atau disinari dari arah tertentu. Begitu pula lukisan. Warna dan material dinding, tekstur material, dan pencahayaan di sekelilingnya dapat memengaruhi cara kita melihat sebuah karya.

Hubungan antara karya seni dan ruang inilah yang menjadi gagasan utama WARI’ Art/Interior 2026, pameran yang berlangsung di showroom Javier, Jakarta Design Center (JDC), pada 20–24 Oktober 2026.

Dicetuskan Martin Lim melalui Javier, WARI’ mempertemukan seni kontemporer Indonesia dengan interior, craftsmanship, dan eksplorasi material. Budi Kurniawan dari BK Studio mengusulkan nama WARI’, terinspirasi dari konsep wari’ dalam tatanan adat Bugis yang berkaitan dengan pengaturan, kedudukan, dan penempatan. Sementara itu, Galeri ZEN1, yang didirikan Nicolaus Fransiskus Kuswanto, berperan dalam kurasi seni dan menghadirkan karya para seniman.

Interior yang dikembangkan Javier menjadi fondasi visual pameran, sedangkan BK Studio menangani kurasi spasial, penempatan karya, dan komposisi display. Pencahayaan dirancang Jimmy Marianto dari JRP Lighting, sementara lanskap ditangani Sing Mahadi dari Grow Little Garden.

Melalui kolaborasi tersebut, WARI’ menawarkan pengalaman berbeda dari pameran yang umumnya menampilkan karya dengan latar netral. Di sini, furnitur, elemen arsitektural, material, cahaya, dan lanskap turut membentuk cara pengunjung menikmati karya seni.

Baca Juga: Jakarta Design Collabs 2026 bertema “Cloud Dancer”

Inspirasi penataan ruang dengan karya seni dari Made Wianta di WARI’ Art/ Interior. (Ranahrumah.com/Erly)

Seni yang Berdialog dengan Ruang

Dalam desain interior, karya seni terkadang baru dipilih setelah ruangan selesai dirancang. Padahal, kehadirannya dapat memengaruhi suasana, komposisi visual, bahkan karakter ruang secara keseluruhan.

WARI’ mencoba memperlihatkan kemungkinan lain: seni dan interior dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari satu proses kreatif.

Martin Lim melihat bahwa sebuah karya bisa menghadirkan pengalaman berbeda ketika berinteraksi dengan material, pencahayaan, dan elemen ruang di sekitarnya.

“Sebuah karya seni dapat menghadirkan pengalaman yang sangat berbeda ketika ditempatkan dalam sebuah ruang. Melalui WARI’, kami ingin membantu pengunjung merasakan langsung bagaimana seni, material, pencahayaan, dan interior dapat saling memperkuat,” ujarnya.

Gagasan ini sejalan dengan filosofi penamaan WARI’. Penempatan bukan sekadar menentukan lokasi sebuah objek, melainkan memahami karakter dan hubungannya dengan unsur lain.

Bagi pemilik rumah, pendekatan ini memberi inspirasi untuk mempertimbangkan karya seni sebagai bagian dari karakter hunian. Bagi desainer interior, seni pun berpeluang menjadi bagian dari perancangan sejak awal, bukan sekadar pelengkap setelah ruangan selesai.

Namun, daya tarik WARI’ tidak hanya terletak pada penataan ruangnya. Keragaman karya yang dihadirkan membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal cara berbeda para seniman mengolah gagasan, bentuk, dan material.

Lima Seniman, Lima Cara Mengolah Gagasan

Berikut seniman dan karyanya yang ditampilkan di WARI’ Art /Interior 2026.

Andry Boy Kurniawan: Patung yang Hidup melalui Teknologi
Patung resin tiga dimensi karya Andry Boy K dengan karakter imajinatif terinspirasi figur dari tanda zodiak di WARI’ Art/Interior. (Foto: Istimewa)

Melalui seri The Peace Keepers, Andry Boy Kurniawan menghadirkan patung resin tiga dimensi dengan karakter imajinatif, termasuk figur yang terinspirasi dari shio Tionghoa dan tanda zodiak.

Ada pengalaman lain yang bisa ditemukan ketika pengunjung berinteraksi dengan karyanya. Melalui aplikasi Artivive, figur ciptaannya dapat bergerak dalam tampilan augmented reality (AR) yang diakses menggunakan ponsel pintar.

Patung tidak lagi hanya dinikmati sebagai objek fisik. Teknologi digital menambahkan lapisan pengalaman yang mempertemukan seni, karakter, dan interaksi.

Apin: Humor yang Mengundang Tafsir
Kara Apin di WARI’ Art/ Interior 2026 yang memadukan humor dan komentar sosial. Menggambar hubungan yang tidak baik-baik saja di antara sesama manusia, namun semuanya tidak berarti saling meninggalkan dan mencari teman baru dengan tetap terhubung melalui sarana-sarana yang memungkinkan terjadi pendekatan kembali. (Foto: Ranahrumah.com/Erly)

Berbeda dari figur imajinatif Boy, Apin menghadirkan patung yang memadukan humor dan komentar sosial. Objek keseharian diolah melalui bahasa visual yang tidak biasa, mengajak pengunjung melihat sesuatu yang akrab dari sudut pandang lain.

Humor menjadi pintu masuk untuk menikmati karya, tetapi tidak menutup kemungkinan pembacaan yang lebih jauh. Sebuah objek bisa terasa menghibur sekaligus memunculkan pertanyaan tentang perilaku atau situasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Arief Witjaksana: Dunia Karakter dalam Malaccan Tales
Seni kontemporer, desain karakter, dan art toys dalam koleksi Malaccan Tales karya Arief Witjaksana di WARI’ Art/ Interior 2026. (Foto: Istimewa)

Arief Witjaksana mempertemukan seni kontemporer, desain karakter, dan art toys melalui semesta kreatif Malaccan Tales.

Dunia yang dibangunnya berangkat dari imajinasi tentang kehidupan, persaingan, tokoh, dan hubungan antarkarakter. Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam lukisan maupun patung.

Sejumlah objek tiga dimensinya dibuat dan diwarnai sendiri. Proses pengerjaan manual ini menjadi bagian dari karakter karya, yang tidak semata-mata hadir sebagai produk koleksi yang diproduksi secara massal.

Perpaduan cerita, karakter, dan bentuk tiga dimensi membuat karya Arief menarik untuk diamati dari dekat. Pengunjung dapat mengenali objeknya secara visual, lalu menelusuri dunia imajinatif yang melatarbelakanginya.

Indra Evendi dan Alex Bayusaputra: Pesan di Balik Objek
Batloon Batman karya Indra Evendi bersama Alex Bayusaputra di WARI’ Art/Interior 2026. (Foto: Ranahrumah.com/Erly)

Melalui seri Batloon, Indra Evendi bersama Alex Bayusaputra mengeksplorasi patung dan objek yang mempertemukan seni dengan kemungkinan penempatannya dalam interior.

Karya yang ditampilkan antara lain Gorilla, Batman, Pieta, T-Rex, serta karakter huruf Mandarin fu yang berkaitan dengan makna keberuntungan dan memiliki asosiasi visual dengan kelelawar.

Alex menjelaskan bahwa karya-karya mereka menyimpan pesan yang tidak selalu langsung terbaca. Simbol dan hubungan antarelemen menjadi bagian dari permainan gagasan yang dapat ditemukan ketika pengunjung mengamati karya lebih dekat.

Objek yang tampak menyenangkan pun dapat memiliki lapisan makna. Bentuknya bisa dinikmati secara visual, sementara cerita di baliknya membuka pembacaan yang lebih jauh.

Yudi Sulistyo: Membangun Dunia dari Kertas
Karya Yudi Sulistyo di WARI’ Art/Interior 2026 dalam diorama yang membawa pengunjung berimajinasi tentang keadaan setelah perang besar. Karya ini 70% terbuat dari material kertas karton dan bahan daur ulang. (Foto: Ranahrumah.com/Erly)

Di antara karya yang dihadirkan, eksplorasi Yudi Sulistyo memperlihatkan bagaimana material sederhana dapat membentuk objek yang kaya detail dan cerita.

Ia mengolah kertas, kardus, dan material daur ulang menjadi objek mekanis yang menyerupai kendaraan atau struktur mesin. Dalam WARI’, Yudi menghadirkan instalasi lokomotif beserta gerbong pengangkut alat berat berupa crane, serta diorama hunian di atas kendaraan menyerupai tank.

Diorama tersebut membawa pengunjung ke dalam imajinasinya tentang kehidupan setelah perang besar. Ketika lingkungan hancur, manusia harus mencari cara untuk bertahan hidup dan membangun kembali kehidupannya. Rumah, interior, dan kendaraan menjadi bagian dari gambaran dunia yang porak-poranda itu.

Suasana diorama diperkuat melalui akar dan serabut yang berhamburan, serta warna-warna bernuansa tanah dan logam. Detail tersebut membangun gambaran lingkungan yang rusak, ketika kehidupan harus berlanjut di tengah keterbatasan.

Menariknya, sekitar 70% material yang digunakan berupa kertas karton, sedangkan sisanya berasal dari material daur ulang, termasuk tutup botol dan komponen kemasan lainnya.

Bagi Yudi, kertas yang terbuang masih memiliki kemungkinan untuk diolah menjadi karya. Eksplorasinya memperlihatkan bahwa keterbatasan material bukan penghalang untuk menghasilkan karya yang kaya detail dan gagasan.

Diorama ini sekaligus memperlihatkan bagaimana imajinasi seorang seniman dapat berkembang menjadi dunia kecil yang memiliki latar, suasana, dan gambaran kehidupan di dalamnya.

Selain kelima seniman tersebut, WARI’ turut menampilkan koleksi khusus karya Hendra Gunawan, Made Wianta, dan Ugo Untoro. Kehadiran koleksi ini mempertemukan beragam pendekatan dan generasi dalam satu pengalaman ruang.

Baca Juga: Jakarta Design Collabs, Kolaborasi, Inovasi, dan Harmoni dalam Desain Indonesia

Membuka Ruang Pertemuan Seni dan Interior

Bagi Nicolaus Fransiskus Kuswanto, pendiri Galeri ZEN1, WARI’ merupakan kesempatan untuk mempertemukan karya seni dengan audiens yang mungkin lebih akrab dengan dunia desain interior daripada galeri.

“WARI’ memberi kesempatan bagi galeri untuk mencoba pengalaman berbeda, yakni menyerahkan penataan spasial kepada praktisi interior agar karya dapat berdialog dengan lingkungan yang dirancang secara khusus,” ungkapnya.

Kolaborasi ini membutuhkan pemahaman terhadap peran masing-masing. Karya seni tetap perlu mempertahankan identitasnya, sementara interior membantu membangun konteks agar karakter karya dapat dirasakan pengunjung.

Upaya mempertemukan berbagai disiplin kreatif tersebut mendapat dukungan dari Jakarta Design Center. Sebagai design hub, JDC menjadi wadah bagi pelaku kreatif untuk bertukar gagasan, mengembangkan eksplorasi artistik, dan membangun kolaborasi.

Direktur Utama Jakarta Design Center, Nurul Syahri F., menyebut WARI’ sebagai salah satu wujud peran JDC dalam mempertemukan ide, komunitas, dan berbagai perspektif kreatif.

Melalui dukungan terhadap inisiatif seperti ini, JDC berharap dapat terus mendorong kolaborasi yang memperkaya lanskap seni dan desain di Indonesia.

WARI’ Art/Interior 2026 berlangsung hingga 24 Oktober 2026 dan terbuka untuk umum tanpa biaya masuk. Bagi pengunjung yang tertarik mengoleksi karya setelah pameran, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Galeri ZEN1, yang menangani para seniman peserta.

Lebih dari sekadar menampilkan karya, WARI’ mengajak pengunjung melihat seni dan interior sebagai dua hal yang dapat saling memperkaya. Ketika sebuah karya memperoleh ruang yang tepat untuk hadir, karakter dan ceritanya dapat dirasakan melalui cara yang berbeda.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Transformasi Pusat Karier Perguruan Tinggi, Apa Manfaatnya bagi Mahasiswa? 

0

| Pusat karier di perguruan tinggi perlu berkembang melampaui layanan informasi lowongan kerja. Melalui transformasi karier, mahasiswa diharapkan lebih siap menghadapi perubahan kebutuhan industri dan memasuki dunia kerja.

Ranahrumah.com – TREN | Memiliki ijazah perguruan tinggi belum tentu cukup untuk menghadapi persaingan dunia kerja. Selain pengetahuan akademis, mahasiswa juga perlu memahami kebutuhan industri, mengembangkan keterampilan yang relevan, dan menyiapkan diri menghadapi perubahan cara kerja akibat perkembangan teknologi.

Di sinilah pusat karier perguruan tinggi memiliki peran penting. Layanan yang selama ini dikenal sebagai tempat memperoleh informasi lowongan kerja dan bimbingan karier perlu berkembang agar mahasiswa tidak hanya mengetahui peluang pekerjaan, tetapi juga memahami kompetensi yang dibutuhkan untuk meraihnya.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam ICCN Summit 2026 yang berlangsung di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), pada 15–17 Oktober 2026. Mengusung tema Transformasi Pusat Karier: Membangun Talenta Adaptif Menghadapi Tantangan Global, forum ini mempertemukan perguruan tinggi, industri, dan pemerintah untuk membahas pengembangan talenta Indonesia.

Apa Itu Transformasi Pusat Karier Perguruan Tinggi?

Transformasi pusat karier adalah upaya mengembangkan layanan karier di perguruan tinggi agar lebih responsif terhadap perubahan dunia kerja dan kebutuhan industri.

Artinya, pendampingan mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian informasi lowongan atau penyelenggaraan bursa kerja. Pusat karier juga diharapkan membantu mahasiswa mengenali kemampuan diri, memahami perkembangan profesi, meningkatkan kesiapan kerja, serta membangun hubungan dengan dunia industri.

Pendekatan ini penting karena kebutuhan perusahaan terus berubah. Kemampuan teknis yang diperoleh selama kuliah perlu diimbangi dengan kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, bekerja sama, dan mempelajari hal-hal baru.

Perkembangan teknologi turut memengaruhi jenis pekerjaan dan keterampilan yang dibutuhkan. Karena itu, mahasiswa perlu memperoleh gambaran mengenai dunia kerja sebelum lulus, sehingga memiliki waktu untuk mempersiapkan diri dan mengidentifikasi kompetensi yang masih perlu dikembangkan.

Presiden Indonesia Career Center Network (ICCN), Dr. Rosaria Mita Amalia, menekankan pentingnya kemampuan pusat karier perguruan tinggi untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Menurutnya, transformasi pusat karier diperlukan agar perguruan tinggi dapat melahirkan lulusan yang bukan hanya kompeten, tetapi juga siap menghadapi percepatan teknologi dan kebutuhan industri global. Dengan demikian, pusat karier diharapkan menjadi penghubung yang lebih aktif antara proses pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga: Perkuat Manufactur Lokal, Midea Memperhitungkan Indonesia sebagai Basis Produksi

Mengapa Hubungan Perguruan Tinggi dan Industri Penting?

Perguruan tinggi membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan kompetensi akademis. Sementara itu, industri menghadapi kebutuhan pekerjaan yang dipengaruhi perkembangan teknologi, model bisnis, dan perubahan pasar.

Keduanya perlu saling memahami agar kompetensi yang dikembangkan selama masa pendidikan semakin relevan dengan tantangan setelah kelulusan.

Melalui kolaborasi, industri dapat berbagi informasi mengenai perkembangan bidang pekerjaan, keterampilan yang dibutuhkan, serta dinamika lingkungan kerja. Informasi ini dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan layanan karier dan mempersiapkan mahasiswa.

Bagi mahasiswa, interaksi dengan praktisi industri dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai profesi yang ingin ditekuni. Mereka juga berkesempatan memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan dalam lingkungan kerja.

Kolaborasi semacam ini bukan berarti pendidikan tinggi hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. Tujuannya adalah memperkecil kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan pekerjaan, sekaligus membantu mahasiswa mengambil keputusan karier secara lebih terarah.

Baca Juga: Dua Universitas Kelas Dunia ini Hadir di Bandung

ICCN Summit 2026 Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Pentingnya transformasi pusat karier menjadi salah satu fokus ICCN Summit 2026. Kegiatan selama tiga hari ini melibatkan 210 peserta dari 110 perguruan tinggi di Indonesia serta 20 mitra industri.

Rangkaian acaranya meliputi konferensi ilmiah, sesi panel, pertemuan dengan mitra industri, lokakarya, dan penandatanganan nota kesepahaman dengan sejumlah mitra.

Salah satu pihak yang terlibat adalah Midea Electronics Indonesia, yang menjalin kemitraan dengan ICCN melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Dalam forum tersebut, Astri Purnamasari, Head of Human Resources & Operations Midea Electronics Indonesia, turut membagikan perspektif industri mengenai perkembangan kebutuhan talenta dan kesiapan generasi muda menghadapi perubahan dunia kerja.

Menurut Astri, pertumbuhan bisnis turut meningkatkan kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif. Perguruan tinggi serta pusat karier memiliki peran strategis dalam membantu lulusan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan tersebut.

Ia berharap kolaborasi dengan ICCN dapat memperkuat hubungan antara industri dan perguruan tinggi, sekaligus membuka ruang untuk berbagi wawasan industri, mengembangkan kompetensi, dan memperluas peluang karier mahasiswa.

Melalui kemitraan ini, Midea berencana memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia. Bentuknya antara lain program kesiapan karier, berbagi wawasan industri, dan kegiatan yang memberikan mahasiswa paparan langsung terhadap dunia kerja.

Baca Juga: Program Ini Beri Peluang Gen Z Gapai Karier Hanya dengan Kuliah selama 2,5 Tahun

Apa yang Perlu Dipersiapkan Mahasiswa?

Transformasi pusat karier akan lebih bermanfaat apabila mahasiswa juga aktif memanfaatkan layanan yang tersedia di kampus.

Ada beberapa hal yang dapat mulai dilakukan selama masa kuliah.

1. Mengenali potensi dan minat karier

Mahasiswa perlu memahami bidang yang diminati, kemampuan yang telah dimiliki, dan jenis pekerjaan yang ingin ditekuni. Langkah ini membantu menentukan keterampilan apa yang perlu dikembangkan.

2. Mengikuti perkembangan industri

Mengenali tren pekerjaan dan perubahan kebutuhan perusahaan dapat membantu mahasiswa memahami kompetensi yang relevan dengan bidang pilihannya.

3. Mengembangkan keterampilan di luar akademis

Kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, memecahkan masalah, dan beradaptasi menjadi bekal penting dalam berbagai lingkungan kerja. Pengalaman organisasi, proyek, magang, atau kegiatan kolaboratif dapat menjadi kesempatan untuk melatihnya.

4. Memanfaatkan layanan pusat karier kampus

Bimbingan karier, pelatihan persiapan wawancara, penyusunan CV, pertemuan dengan praktisi, hingga informasi magang dapat membantu mahasiswa mempersiapkan transisi dari kampus ke dunia kerja.

5. Membangun kesiapan untuk terus belajar

Dunia kerja tidak berhenti berubah setelah seseorang memperoleh pekerjaan. Kemampuan mempelajari keterampilan baru dan menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi akan membantu lulusan menghadapi perubahan sepanjang perjalanan kariernya.

Artinya, transformasi pusat karier bukan hanya tentang memperbarui layanan perguruan tinggi. Lebih dari itu, upaya ini menyangkut bagaimana mahasiswa memperoleh pendampingan yang tepat untuk mengenali potensi, mempersiapkan kompetensi, dan mengambil langkah menuju dunia kerja.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pusat karier dapat menjadi salah satu jalannya. Namun, manfaatnya akan sangat ditentukan oleh bagaimana kerja sama tersebut diterjemahkan menjadi program yang relevan dan benar-benar dapat diakses mahasiswa.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Bukan Hanya Jakarta, Batang dan Kendal Berpotensi Jadi Kawasan Strategis Properti

| Pertumbuhan industri, pembangunan infrastruktur, dan kebutuhan pusat data membuka peluang baru di pasar properti Indonesia. Batang, Kendal, dan Semarang menjadi kawasan yang patut dicermati.

Ranahrumah.com -PROPERTI | Selama ini, Jakarta menjadi salah satu tujuan utama pengembangan dan investasi properti di Indonesia. Namun, ketika aktivitas industri meluas dan infrastruktur terus dikembangkan, peluang pasar mulai terbuka di wilayah lain.

Jawa Tengah menjadi salah satu kawasan yang patut dicermati. Batang, Kendal, dan Semarang dinilai memiliki posisi strategis seiring pertumbuhan industri manufaktur dan dukungan konektivitas.

Perubahan ini menunjukkan bahwa potensi sebuah kawasan tidak hanya ditentukan oleh kedekatannya dengan pusat bisnis. Ketersediaan infrastruktur, perkembangan industri, dan kebutuhan ruang untuk aktivitas ekonomi juga ikut menentukan prospeknya.

Menurut analisis perusahaan konsultan properti global JLL, sejumlah perubahan struktural di Asia Tenggara turut membuka peluang baru di pasar properti Indonesia. Faktor tersebut mencakup diversifikasi rantai pasok, investasi infrastruktur, transformasi digital, serta meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan.

Baca Juga: 3 Tren yang Pengaruhi Lanskap Pasar Properti Bali

Mengapa Kawasan Industri di Jawa Tengah Menarik?

Pertumbuhan industri manufaktur membutuhkan lebih dari sekadar lahan untuk mendirikan pabrik. Perusahaan juga memerlukan akses transportasi, jaringan logistik, serta dukungan kawasan yang memungkinkan kegiatan produksi dan distribusi berjalan efisien.

Kebutuhan tersebut membuat kawasan industri dan logistik berpotensi menjadi bagian penting dari perkembangan pasar properti.

Batang, Kendal, dan Semarang termasuk wilayah di Jawa Tengah yang disoroti JLL. Dukungan infrastruktur dan perkembangan industri manufaktur menjadi faktor yang memperkuat prospek kawasan-kawasan tersebut.

Di sisi lain, penyebaran aktivitas industri ke luar pusat ekonomi yang sudah mapan berpotensi mendorong kebutuhan properti pendukung. Jenis dan skalanya akan bergantung pada perkembangan kegiatan ekonomi di setiap lokasi.

Bagi investor, hal ini menunjukkan pentingnya melihat hubungan antara pertumbuhan industri dan kebutuhan ruang. Kawasan yang memiliki konektivitas memadai serta ekosistem usaha yang berkembang dapat menawarkan peluang berbeda dibandingkan lokasi yang hanya mengandalkan kenaikan harga lahan.

Meski demikian, potensi pertumbuhan tidak berarti setiap bidang tanah atau properti di kawasan tersebut otomatis menarik untuk investasi. Perkembangan infrastruktur, kepastian pemanfaatan lahan, dan realisasi kegiatan usaha tetap perlu dicermati.

Tiga Peluang Properti yang Patut Dicermati

Selain perluasan kawasan industri, JLL mengidentifikasi dua perkembangan lain yang berpotensi memengaruhi pasar properti di Indonesia dan Asia Tenggara: kebutuhan pusat data serta optimalisasi bangunan lama.

1. Kawasan Industri dan Logistik

Diversifikasi manufaktur menjadi salah satu faktor yang mendorong kebutuhan kawasan industri dan logistik. Perubahan rantai pasok dan strategi perusahaan dalam menentukan lokasi produksi dapat membuka peluang bagi pengembangan kawasan baru maupun perluasan kawasan yang telah beroperasi.

Peluangnya tidak hanya terbatas pada penyediaan lahan industri. JLL juga menyoroti pengembangan kawasan industri, investasi institusional, serta relokasi dan ekspansi perusahaan sebagai bagian dari dinamika pasar ini.

Dalam perkembangannya, kebutuhan properti akan mengikuti karakter kegiatan usaha di masing-masing kawasan. Karena itu, akses logistik, konektivitas, dan kedekatan dengan ekosistem industri menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menilai prospek lokasi.

2. Pusat Data dan Infrastruktur Digital

Pertumbuhan teknologi digital juga memunculkan kebutuhan properti dengan fungsi yang lebih khusus.

Adopsi kecerdasan buatan atau AI, investasi komputasi awan (cloud computing), dan kebutuhan penyimpanan data di dalam negeri menjadi faktor yang mendorong permintaan terhadap pusat data (data center).

Berbeda dari gedung perkantoran atau ritel pada umumnya, pengembangan pusat data membutuhkan pertimbangan teknis dan infrastruktur yang spesifik. Karena itu, peluang di sektor ini tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga kesesuaian lokasi dengan kebutuhan operasionalnya.

JLL menilai sektor pusat data dapat menjadi salah satu pilihan diversifikasi bagi investor yang ingin melihat peluang di luar kelas aset properti tradisional.

Namun, potensi permintaan perlu dibedakan dari kelayakan setiap proyek. Pemilihan lokasi dan kesiapan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dalam pengembangan aset semacam ini.

3. Alih Fungsi Gedung Perkantoran dan Ritel Lama

Peluang lain justru muncul dari bangunan yang sudah ada.

Di Jakarta, sebagian gedung perkantoran dan ritel yang lebih tua menghadapi tantangan untuk tetap kompetitif ketika kebutuhan pasar berubah. Ruang yang dahulu sesuai dengan kebutuhan pengguna belum tentu menawarkan fungsi dan kualitas yang sama menariknya saat ini.

Kondisi tersebut membuka kemungkinan untuk mengoptimalkan aset melalui peningkatan kualitas bangunan atau alih fungsi.

Alih fungsi memungkinkan pemilik mempertimbangkan pemanfaatan baru daripada hanya mempertahankan fungsi lama. Namun, langkah ini tidak selalu menjadi solusi yang paling tepat bagi setiap bangunan.

Kelayakannya perlu dilihat dari kondisi struktur, kebutuhan pasar, aturan pemanfaatan bangunan, dan biaya renovasi. Dengan pertimbangan tersebut, optimalisasi aset dapat menjadi strategi untuk menjaga relevansi properti di tengah perubahan kebutuhan pengguna.

Baca Juga: Ketika Keberlanjutan Menjadi Arah Baru Pengembangan Properti

Jakarta Tetap Penting, tetapi Pilihan Lokasi Makin Beragam

Meluasnya peluang ke kawasan lain tidak berarti peran Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional berkurang begitu saja.

Menurut JLL, Jakarta tetap memiliki posisi sentral. Di pasar perkantoran, misalnya, tren flight to quality—kecenderungan pengguna memilih ruang dengan kualitas lebih baik—masih menjadi bagian dari dinamika pasar.

Perusahaan semakin memperhatikan kualitas ruang kerja untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus menarik dan mempertahankan talenta.

Pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur dan penyediaan lahan di kawasan perkotaan yang berkembang turut membuka peluang desentralisasi aktivitas ekonomi.

Dua perkembangan ini memperlihatkan bahwa pasar properti tidak bergerak ke satu arah. Sebagian pengguna masih memilih lokasi utama dengan kualitas ruang yang lebih baik, sementara kegiatan ekonomi lain dapat berkembang mengikuti ketersediaan infrastruktur dan kebutuhan industri.

Bagi pengguna properti, kondisi tersebut membuka pilihan lokasi yang lebih beragam. Bagi investor, perubahan ini menuntut penilaian yang lebih cermat terhadap karakter kawasan dan jenis aset yang dikembangkan.

Baca Juga: Benarkan Akses Tol bisa Meningkatkan Nilai Properti?

Apa yang Menentukan Prospek Suatu Kawasan?

Perkembangan pasar properti ke depan tidak cukup dinilai hanya dari rencana pembangunan atau besarnya investasi yang diumumkan.

Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan ketika menilai potensi suatu kawasan.

Pertama, konektivitas. Akses terhadap jaringan transportasi dan logistik dapat memengaruhi kemudahan mobilitas orang maupun barang.

Kedua, perkembangan aktivitas ekonomi. Pertumbuhan industri dan masuknya perusahaan dapat mendorong kebutuhan ruang untuk produksi, distribusi, maupun kegiatan pendukung.

Ketiga, kesesuaian jenis properti dengan kebutuhan pasar. Kawasan industri, pusat data, perkantoran, dan ritel memiliki kebutuhan yang berbeda. Prospek suatu lokasi perlu dinilai berdasarkan fungsi properti yang akan dikembangkan.

Keempat, kualitas dan keberlanjutan aset. Selain lokasi, kualitas ruang dan kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna juga menjadi pertimbangan. JLL menyoroti pentingnya ruang kerja yang lebih ramah lingkungan serta selaras dengan kebutuhan talenta dan prioritas lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).

Faktor-faktor tersebut membantu menjelaskan mengapa sebuah kawasan dapat menarik bagi jenis investasi tertentu, tetapi belum tentu sesuai untuk semua jenis properti.

Peluang Baru Menuntut Strategi yang Lebih Selektif

JLL melihat Indonesia masih menjadi salah satu pasar yang diperhatikan investor di Asia Tenggara. Namun, pasar yang semakin selektif membuat keputusan investasi tidak cukup hanya didasarkan pada prospek pertumbuhan suatu wilayah secara umum.

Menurut Dr. Yang Liang Chua, Head of Research & Advisory for Southeast Asia, JLL, keberhasilan investasi ke depan juga ditentukan oleh kemampuan menempatkan modal pada koridor ekonomi, sektor, dan strategi aset yang memiliki prospek terbaik.

Artinya, peluang pasar properti Indonesia tidak hanya terletak pada kawasan yang sedang berkembang, tetapi juga pada kemampuan membaca kebutuhan yang mendorong pertumbuhan tersebut.

Batang, Kendal, dan Semarang menjadi contoh kawasan yang patut dicermati seiring perkembangan manufaktur dan dukungan infrastruktur. Sementara itu, kebutuhan pusat data memperlihatkan pengaruh transformasi digital terhadap jenis properti yang dibutuhkan. Di Jakarta, perubahan kebutuhan pengguna membuka ruang untuk mengoptimalkan bangunan lama.

Ketiganya menunjukkan bahwa peluang properti semakin beragam. Namun, potensi suatu kawasan tetap perlu dinilai berdasarkan perkembangan ekonomi, kesiapan infrastruktur, kebutuhan pengguna, dan kelayakan aset—bukan semata-mata karena sebuah wilayah disebut sebagai pusat pertumbuhan baru.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Vertical Blind Tak Hanya untuk Kantor, Begini Cara Memanfaatkannya di Rumah

| Susunan bilah tegak pada vertical blind memudahkan pengaturan arah cahaya dan dapat menjadi pilihan untuk jendela lebar atau pintu kaca. Pemilihan bahan dan sistem bukaan perlu disesuaikan dengan aktivitas di rumah.

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Ketika membicarakan vertical blind, sebagian orang mungkin langsung teringat pada ruang kantor. Penutup jendela dengan bilah-bilah tegak ini memang banyak dijumpai pada ruang kerja, tetapi penggunaannya tidak terbatas pada bangunan komersial.

Dengan pemilihan bahan, warna, dan ukuran yang tepat, vertical blind juga dapat digunakan di rumah. Terutama jika kamu memiliki bidang jendela lebar atau pintu kaca yang membutuhkan penutup praktis.

Namun, sebelum memilihnya, ada baiknya memahami cara kerja vertical blind serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar penggunaannya tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Horizontal Blind: Mengatur Cahaya Tanpa Harus Menutup Seluruh Bidang Jendela

Bilah Tegak untuk Mengatur Cahaya

Ciri utama vertical blind adalah bilah-bilah yang tersusun vertikal dan terhubung dengan sistem pengoperasian di bagian atas.

Bilah dapat diputar untuk mengatur arah masuknya cahaya. Pada sistem tertentu, bilah juga dapat digeser ke salah satu sisi atau dibagi ke beberapa arah untuk membuka bidang jendela.

Cara kerja ini memberi keleluasaan ketika kamu ingin mengurangi silau tanpa menutup seluruh jendela. Namun, seperti jenis blind lainnya, tingkat privasi dan pengurangan cahaya bergantung pada sudut bilah, bahan, serta kondisi pencahayaan.

Ketika lampu di dalam rumah menyala pada malam hari, celah di antara bilah masih dapat memungkinkan sebagian pandangan dari luar. Jika privasi menjadi kebutuhan utama, periksa karakter bahan dan hasil pemasangannya sebelum membeli.

Perhatikan pula bagaimana bilah bergerak ketika penutup dibuka. Ruang di sisi jendela harus cukup agar susunan bilah tidak mengganggu furnitur, akses keluar-masuk, atau penggunaan pintu kaca.

Mengapa Cocok Dipertimbangkan untuk Jendela Lebar?

Vertical blind dapat menjadi salah satu pilihan untuk bidang jendela yang lebar karena bilah-bilahnya tersusun memanjang dari bagian atas ke bawah.

Model ini juga dapat dipertimbangkan untuk pintu kaca atau area yang membutuhkan bukaan lebar. Namun, kesesuaiannya bergantung pada ukuran produk, konstruksi pemasangan, dan mekanisme yang digunakan.

Jika dipasang pada pintu yang sering dilalui, pastikan cara membuka dan menggeser bilah tidak menghambat akses. Perhatikan pula posisi furnitur serta ruang yang dibutuhkan ketika penutup dikumpulkan di sisi jendela.

Untuk bidang kaca yang sangat lebar, tanyakan kepada penyedia apakah ukuran dan sistem yang dipilih sesuai dengan rekomendasi produk. Jangan menganggap satu jenis mekanisme dapat digunakan untuk semua lebar jendela.

Pengukuran dan perencanaan arah bukaan sebaiknya dilakukan sebelum produk dibuat atau dipasang.

Pilihan Bahan Memengaruhi Suasana Ruang

Vertical blind tersedia dalam pilihan bahan yang berbeda, termasuk bahan sintetis dan bahan menyerupai kain. Karakter masing-masing dapat memengaruhi tampilan, kemampuan menyaring cahaya, serta cara perawatannya.

Bahan yang lebih kaku dapat mempertahankan bentuk bilah dengan karakter tertentu, sedangkan bahan yang lebih lentur dapat menghadirkan tampilan yang berbeda. Tingkat transparansi juga tidak selalu sama.

Untuk ruang keluarga, kamu mungkin ingin memilih bahan yang menyaring cahaya sambil mempertahankan suasana terang. Untuk ruang yang membutuhkan privasi lebih tinggi, bahan yang lebih rapat bisa dipertimbangkan.

Warna pun perlu disesuaikan dengan interior. Warna netral cenderung mudah dipadukan dengan berbagai gaya ruang, sedangkan warna yang lebih kontras dapat menjadi aksen. Namun, hasil akhirnya tetap bergantung pada luas bidang jendela, warna dinding, dan pencahayaan.

Sebelum memesan, mintalah contoh bahan dan informasi mengenai karakter serta perawatannya. Pastikan juga bahan tersebut sesuai dengan kondisi ruang tempat vertical blind akan dipasang.

Perhatikan Mekanisme dan Arah Bukaan

Pada vertical blind, cara bilah berputar dan bergeser memengaruhi kenyamanan penggunaan.

Sebelum memilih, tentukan ke arah mana penutup sebaiknya dibuka. Apakah bilah akan dikumpulkan di satu sisi, dibagi ke dua sisi, atau menggunakan konfigurasi lain yang tersedia pada produk tersebut?

Pilihan ini perlu disesuaikan dengan posisi pintu, furnitur, dan area yang sering digunakan. Jika bilah dikumpulkan di sisi tertentu, pastikan susunannya tidak menghalangi akses atau menutupi bagian jendela yang ingin tetap terbuka.

Periksa pula kemudahan mengoperasikan mekanisme. Untuk jendela yang digunakan setiap hari, sistem yang mudah dijangkau dan dijalankan akan terasa lebih praktis.

Tanyakan kepada penyedia tentang batas ukuran, kebutuhan pemasangan, dan cara menangani bilah yang rusak atau mekanisme yang tidak bergerak lancar.

Bagaimana Cara Merawatnya?

Vertical blind memiliki bilah-bilah yang perlu dibersihkan secara berkala. Debu dapat menempel pada permukaannya, terutama jika jendela sering terbuka.

Cara membersihkan bergantung pada bahan yang digunakan. Ada bahan yang dapat dibersihkan dengan metode sederhana, sementara bahan lain memerlukan penanganan khusus. Karena itu, ikuti petunjuk perawatan dari produsen atau penyedia.

Hindari menarik bilah secara paksa ketika mekanisme terasa macet. Periksa apakah ada bagian yang menghalangi gerakan atau mintalah bantuan penyedia jika masalah tidak dapat diatasi dengan aman.

Perawatan mekanisme bagian atas juga perlu diperhatikan, terutama pada penutup berukuran lebar yang digunakan setiap hari.

Jika memilih vertical blind untuk area yang sering dilalui, pertimbangkan pula apakah bilah mudah bergerak atau tersenggol oleh aktivitas penghuni. Hal ini dapat memengaruhi kenyamanan penggunaan dan kebutuhan perawatannya.

Baca Juga: Mengenal Tirai dan Aneka Blind untuk Mengatur Cahaya dan Privasi

Apakah Vertical Blind Sesuai untuk Rumahmu?

Vertical blind patut dipertimbangkan jika kamu membutuhkan penutup untuk bidang jendela lebar atau pintu kaca dan menyukai sistem bilah yang dapat diputar serta digeser.

Namun, kesesuaiannya tidak hanya ditentukan oleh ukuran jendela. Bahan, kebutuhan cahaya, tingkat privasi, arah bukaan, dan ruang gerak di sekitarnya juga perlu diperhitungkan.

Untuk rumah, pilih warna dan bahan yang menyatu dengan interior sekaligus mendukung fungsi ruang. Jika dipasang dekat pintu yang sering digunakan, pastikan susunan bilah tidak mengganggu akses.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, vertical blind dapat menjadi alternatif penutup jendela yang fungsional di rumah, bukan hanya pilihan yang identik dengan ruang kantor.

Baca Juga: Rekomendasi dan Kisaran Harga Blind Berbagai Jenis dan Merek

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Pleated Blind, Penutup Jendela dengan Lipatan Kecil yang Punya Karakter

    | Pleated blind memiliki susunan lipatan kecil menyerupai akordeon yang memberi tekstur khas pada penutup jendela. Pilihan bahan dan sistem pengoperasiannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan cahaya serta kondisi ruang.

    Ranahrumah.com – INSPIRASI | Tidak semua penutup jendela mengandalkan kain yang menjuntai atau bilah yang dapat dimiringkan. Ada pula model yang mengandalkan lipatan-lipatan kecil sebagai ciri utamanya, yaitu pleated blind.

    Sekilas, bentuknya mungkin mengingatkan pada Roman blind. Namun, karakter lipatannya berbeda. Pleated blind memiliki lipatan berulang menyerupai akordeon, sedangkan Roman blind umumnya membentuk lipatan-lipatan mendatar yang lebih besar ketika dinaikkan.

    Perbedaan konstruksi ini membuat tampilan keduanya tidak sama. Karena itu, jika kamu tertarik pada penutup jendela dengan tekstur lipatan, ada baiknya memahami karakter pleated blind sebelum menentukan pilihan.

    Baca Juga: Horizontal Blind: Mengatur Cahaya Tanpa selalu Menutup Jendela

    Mengenali Bentuk dan Cara Kerjanya

    Pleated blind menggunakan bahan yang dilipat secara berulang. Ketika penutup dinaikkan, lipatan akan mengumpul; ketika diturunkan, bahan membentang untuk menutupi bidang jendela.

    Bentuk lipatannya menjadi bagian dari tampilan penutup jendela, bahkan ketika dilihat dari jarak dekat. Pilihan warna dan tingkat transparansi bahan kemudian memengaruhi kesan keseluruhan.

    Pada produk tertentu, sistem pengoperasiannya memungkinkan penutup digeser dari atas, bawah, atau menggunakan mekanisme lain sesuai desain. Namun, pilihan seperti ini tidak tersedia pada semua model.

    Sebelum membeli, pastikan cara kerja produk yang dipilih sesuai dengan kebutuhan. Jika kamu ingin mengatur bagian jendela yang tertutup pada waktu tertentu, tanyakan apakah sistem tersebut mendukung pengaturan yang diinginkan.

    Jangan hanya mengandalkan foto produk. Bentuk mekanisme dan cara mengoperasikannya akan lebih mudah dipahami melalui contoh langsung atau demonstrasi dari penjual.

    Baca Juga: Mengenal Tirai dan Aneka Blind untuk Mengatur Cahaya dan Privasi

    Bahan Menentukan Cahaya yang Masuk

    Seperti jenis penutup jendela lainnya, kemampuan pleated blind dalam menyaring cahaya bergantung pada bahan yang digunakan.

    Bahan yang lebih transparan dapat meneruskan cahaya sehingga ruangan tetap memperoleh pencahayaan alami. Sementara itu, bahan yang lebih rapat dapat membatasi cahaya dan pandangan dari luar secara lebih kuat.

    Pilihan bahan sebaiknya mengikuti fungsi ruang. Untuk ruang yang digunakan sepanjang siang hari, kamu mungkin ingin mempertahankan cahaya alami. Sebaliknya, untuk kamar tidur atau area yang membutuhkan privasi lebih tinggi, tingkat transparansi perlu diperiksa dengan lebih cermat.

    Ada pula produk tertentu yang menggunakan dua lapisan bahan atau menawarkan kombinasi karakter penyaringan cahaya. Namun, fitur tersebut merupakan pilihan pada produk tertentu, bukan ciri wajib semua pleated blind.

    Tanyakan kepada penyedia mengenai karakter bahan, tingkat transparansi, dan hasil yang bisa diharapkan pada kondisi pencahayaan berbeda.

    Baca Juga: Mengenal Jendela Nako: Desain Sederhana tapi Paling Optimal Mengalirkan Udara

    Perhatikan Ukuran dan Bentuk Jendela

    Pleated blind perlu disesuaikan dengan ukuran dan konstruksi jendela. Pengukuran yang tepat membantu memastikan penutup dapat dipasang dan dioperasikan dengan baik.

    Sebelum menentukan ukuran, periksa apakah produk akan dipasang di dalam bingkai jendela atau di bagian luarnya. Perhatikan pula ruang yang tersedia untuk mekanisme, pegangan jendela, dan elemen lain di sekitarnya.

    Jika digunakan pada jendela dengan bentuk khusus, jangan langsung berasumsi bahwa semua model pleated blind dapat mengikutinya. Tanyakan kepada penyedia mengenai bentuk jendela yang dapat ditangani dan batas ukuran produknya.

    Pertimbangkan juga cara penutup akan dioperasikan setiap hari. Jendela yang tinggi atau sulit dijangkau mungkin membutuhkan sistem pengoperasian yang berbeda dari jendela kecil yang mudah diakses.

    Dengan memeriksa kondisi jendela sejak awal, kamu bisa mengurangi risiko salah memilih produk atau mendapatkan hasil pemasangan yang kurang sesuai.

    Apakah Lipatannya Sulit Dibersihkan?

    Pleated blind memiliki banyak lipatan kecil. Bentuk ini memberi karakter visual tersendiri, tetapi juga perlu diperhatikan dalam perawatan.

    Debu dapat terkumpul pada lipatan, terutama jika jendela sering terbuka atau berada dekat area yang mudah berdebu. Cara membersihkannya bergantung pada jenis bahan dan petunjuk produsen.

    Sebelum membeli, tanyakan apakah bahan dapat dibersihkan menggunakan kemoceng, penyedot debu dengan perlengkapan yang sesuai, atau metode lain yang direkomendasikan. Hindari menganggap semua bahan aman dibersihkan dengan cara yang sama.

    Periksa pula apakah mekanisme pengoperasian memerlukan perawatan tertentu. Jika penutup digunakan setiap hari, kemudahan membersihkan bahan dan mengoperasikannya akan berpengaruh pada kenyamanan jangka panjang.

    Bagi kamu yang mengutamakan perawatan praktis, pertimbangkan hal ini bersama tampilan dan fungsi penutup jendela.

    Baca Juga: Keunggulan Automatic Blind Dibanding Blind Kovensional

    Menentukan Pleated Blind yang Sesuai

    Pleated blind dapat dipertimbangkan jika kamu menyukai tampilan lipatan kecil dan ingin memilih bahan dengan karakter penyaringan cahaya tertentu.

    Namun, jangan berhenti pada penampilan. Pastikan bahan sesuai dengan kebutuhan privasi, ukuran jendela cocok dengan sistem yang tersedia, dan mekanismenya mudah digunakan.

    Jika ada fitur khusus yang ditawarkan, seperti pengoperasian dari dua arah atau kombinasi lapisan bahan, pastikan fitur itu memang tersedia pada produk yang dipilih.

    Dengan memahami cara kerja dan batasannya, kamu dapat menilai apakah pleated blind sesuai untuk rumahmu—bukan hanya karena tampilannya menarik, tetapi karena fungsinya juga mendukung kebutuhan ruang.

    (RR)

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

    Membuat Dapur Tak Cukup Memilih Model, Ini 3 Hal yang Menentukan Biayanya

    | Model, material, dan peranti dapur perlu direncanakan sejak awal agar kitchen set sesuai kebutuhan dan anggaran.

    Ranahrumah.com – INSPIRASI | Dapur yang nyaman bukan semata-mata dapur dengan kitchen set yang bagus. Penataan ruang, pilihan material, hingga letak kompor dan bak cuci ikut menentukan apakah dapur enak digunakan setiap hari.

    Persoalannya, ketika mulai merencanakan dapur, banyak pemilik rumah lebih dulu terpikat pada model kitchen set yang dilihat di majalah, media sosial, atau rumah orang lain. Model sudah dipilih, tetapi ukuran ruang, kebutuhan memasak, dan anggaran belum benar-benar diperhitungkan.

    Akibatnya, desain yang disukai belum tentu cocok diterapkan di rumah sendiri. Ada yang perlu mengubah ukuran kabinet, mengganti material, atau menambah biaya karena peranti yang diinginkan ternyata tidak sesuai dengan rancangan awal.

    Supaya proses membuat dapur lebih terarah, ada tiga hal yang sebaiknya dipikirkan sejak awal.

    1. Tentukan Model Kitchen Set Sesuai Ruang dan Kebiasaan

    Inspirasi desain dapur bisa ditemukan di mana-mana. Ada dapur berbentuk L yang memanfaatkan sudut ruang, dapur berbentuk I yang memanjang pada satu sisi dinding, hingga dapur berbentuk U yang menyediakan lebih banyak area penyimpanan dan persiapan memasak.

    Namun, model yang menarik belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk rumah kamu.

    Mulailah dengan mengukur ruang yang tersedia. Perhatikan panjang dinding, posisi pintu dan jendela, serta letak instalasi air, saluran pembuangan, dan listrik. Semua ini akan memengaruhi bentuk kitchen set dan penempatan peranti.

    Setelah itu, pikirkan kebiasaan menggunakan dapur. Apakah kamu sering memasak untuk seluruh keluarga? Apakah dapur lebih banyak digunakan untuk menyiapkan sarapan sederhana? Berapa banyak peralatan masak yang perlu disimpan? Jawabannya akan membantu menentukan kebutuhan kabinet, luas meja kerja, dan ruang untuk peranti.

    Dapur yang sering digunakan untuk memasak tentu membutuhkan area persiapan yang memadai. Sementara itu, dapur mungil perlu lebih cermat mengatur setiap bagian agar ruang gerak tidak terhambat.

    Perhatikan pula hubungan antara kompor, bak cuci, dan area persiapan bahan makanan. Ketiganya perlu ditempatkan dengan mempertimbangkan urutan pekerjaan dan kemudahan bergerak. Tidak harus mengikuti satu pola baku, sebab bentuk ruang dan posisi instalasi setiap rumah berbeda.

    Jadi, gunakan gambar dapur sebagai inspirasi, bukan pola yang harus ditiru persis. Sesuaikan desain dengan ukuran ruang, kebiasaan memasak, dan kebutuhan penyimpanan keluarga.

    Baca Juga: Rumah Modern Memiliki Dapur Kotor dan Dapur Bersih, Bagaimana Pandangan Feng Shui?

    2. Pilih Material dan Finishing, Jangan Hanya Melihat Tampilan

    Setelah bentuk dapur mulai jelas, saatnya menentukan material. Pilihan ini berpengaruh terhadap tampilan, ketahanan, perawatan, dan tentu saja biaya pembuatan kitchen set.

    Ada beberapa bagian yang perlu diperhatikan, yaitu material badan kabinet, lapisan finishing, permukaan meja dapur atau tabletop, serta dinding pelindung di area memasak dan bak cuci atau backsplash.

    Setiap bagian memiliki fungsi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, material yang digunakan tidak harus sama.

    Badan kabinet: sesuaikan dengan kebutuhan

    Kabinet dapur dapat dibuat menggunakan berbagai jenis material kayu olahan, misalnya plywood atau multipleks, MDF, dan material papan lainnya.

    Masing-masing memiliki karakteristik berbeda. Kesesuaiannya untuk dapur bergantung pada kualitas produk, konstruksi kabinet, kondisi lingkungan, serta perlindungan terhadap kelembapan.

    Dapur merupakan ruang yang berhadapan dengan air, uap, minyak, dan perubahan suhu. Karena itu, jangan hanya bertanya apakah materialnya kuat. Periksa juga bagaimana bagian tepi dan sambungannya dilindungi, terutama di sekitar bak cuci dan area yang berisiko terkena air.

    Material yang terlihat bagus saat baru dipasang belum tentu bertahan baik jika perlindungan dan pengerjaannya kurang tepat.

    Baca Juga: 3 Pilihan Jenis Kayu untuk Menciptakan Kesan Rastik

    Finishing: menentukan wajah dapur

    Finishing merupakan lapisan akhir pada permukaan kabinet. Pilihannya beragam, mulai dari cat hingga material pelapis berbentuk lembaran.

    Cat duco dapat menghasilkan tampilan berwarna dengan permukaan yang halus. Pilihan warnanya luas, sehingga cocok untuk dapur dengan tampilan modern maupun klasik. Namun, kualitas hasil akhir sangat bergantung pada persiapan permukaan dan proses pengerjaan. Perawatan serta perbaikan jika tergores juga perlu dipertimbangkan.

    Veneer merupakan lembaran tipis kayu asli yang digunakan sebagai pelapis. Serat dan corak kayunya memberikan kesan alami. Karena berasal dari kayu, tampilannya dapat memiliki variasi pola dan warna. Permukaan ini membutuhkan perlindungan serta perawatan yang sesuai dengan jenis lapisan akhirnya.

    HPL (High Pressure Laminate) merupakan material pelapis yang tersedia dalam beragam warna, motif, dan tekstur. Ada yang menyerupai kayu, batu, atau permukaan polos. Pilihan ini memungkinkan pemilik rumah mendapatkan tampilan tertentu tanpa harus menggunakan material asli yang ditirunya. Ketahanan hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh kualitas produk dan ketelitian pemasangan, terutama pada bagian sambungan dan tepi.

    Selain ketiganya, tersedia pula pilihan pelapis lain, seperti kaca dengan lapisan atau pewarnaan khusus. Penggunaannya perlu disesuaikan dengan fungsi area, karakter desain, dan kebutuhan perawatan.

    Lantas, mana yang paling baik? Tidak ada satu jenis finishing yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua dapur. Pertimbangkan tampilan yang diinginkan, intensitas pemakaian, kemudahan membersihkan noda, serta biaya pemasangan dan perawatannya.

    Jangan lupa membandingkan spesifikasi material yang ditawarkan. Dua kitchen set yang sama-sama terlihat seperti kayu, misalnya, belum tentu menggunakan material dasar dan pelapis yang sama.

    Baca Juga: Tren Terkini Material Dapur

    | Selanjutnya: Meja dapur dan backsplash juga perlu dipertimbangkan (Halaman 2)