Saturday, October 24, 2026
Home Blog Page 3

Tirai Kain Bukan Sekadar Penutup Jendela, Begini Cara Memilih Bahan, Warna, dan Modelnya

| Pilihan kain yang tepat dapat mengubah suasana ruangan sekaligus membantu mengatur cahaya dan privasi. Kenali hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum memesan gorden.

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Tirai kain sering menjadi salah satu sentuhan terakhir saat menata interior rumah. Setelah warna dinding, furnitur, dan dekorasi dipilih, barulah perhatian beralih ke jendela.

Padahal, tirai bukan sekadar pelengkap. Pilihan bahan dan modelnya memengaruhi banyak hal, mulai dari cahaya yang masuk, privasi penghuni, hingga kesan yang terbentuk di dalam ruangan.

Gorden yang terlihat cantik di ruang pamer belum tentu memberikan hasil serupa ketika dipasang di rumah. Ukuran jendela, arah datangnya matahari, warna dinding, dan kebutuhan penghuni perlu ikut dipertimbangkan.

Sebelum menentukan pilihan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan agar tirai kain tidak hanya menarik dilihat, tetapi juga nyaman digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal berbagai jenis penutup jendela.

Pilih Bahan Berdasarkan Kebutuhan Cahaya

Hal pertama yang perlu ditentukan adalah seberapa banyak cahaya alami yang ingin kamu masukkan ke dalam ruangan.

Jika ingin ruangan tetap terang pada siang hari tanpa membiarkan pandangan dari luar terlalu leluasa, kain tipis seperti sheer bisa menjadi pilihan. Bahan ini menyaring cahaya, tetapi tidak selalu memberikan privasi penuh, terutama ketika kondisi di luar lebih terang daripada di dalam ruangan.

Untuk kebutuhan privasi yang lebih baik, kamu bisa memilih kain yang lebih rapat atau menggabungkan dua lapis tirai. Kain tipis digunakan saat ingin mempertahankan cahaya alami, sedangkan tirai yang lebih tebal dapat ditutup ketika membutuhkan privasi lebih.

Sementara itu, kain dengan tenunan rapat atau bahan yang lebih tebal dapat membantu mengurangi cahaya yang masuk. Namun, hasilnya bergantung pada karakter kain, warna, serta cara pemasangannya. Tirai kain biasa juga tidak otomatis mampu membuat kamar gelap sepenuhnya.

Karena itu, tentukan lebih dulu fungsi utama tirai di setiap ruang. Kebutuhan kamar tidur tentu bisa berbeda dari ruang keluarga, ruang makan, atau ruang kerja.

Tirai bahan katun
Katun adalah material fabric yang paling sering ditemui sebagai soft furnishing seperti, sofa, gorden, dan cushion.

Warna Tirai Sebaiknya Tidak Dipilih Sendirian

Warna tirai bisa memperkuat suasana interior atau justru membuat komposisi ruang terasa kurang menyatu.

Jika ingin tampilan yang tenang dan mudah dipadukan, warna netral seperti putih gading, krem, abu-abu, atau cokelat muda dapat dipertimbangkan. Warna-warna ini relatif mudah diselaraskan dengan beragam pilihan furnitur dan warna dinding.

Namun, bukan berarti tirai harus selalu senada dengan dinding. Warna yang sedikit lebih gelap atau lebih terang dapat memberi kedalaman pada tampilan ruang. Tirai dengan warna kontras juga bisa menjadi aksen, terutama jika elemen lain di dalam ruangan tidak terlalu ramai.

Perhatikan pula pencahayaan. Warna kain yang terlihat menarik di toko belum tentu tampak sama ketika terkena sinar matahari atau lampu rumah. Jika memungkinkan, lihat contoh kain langsung di ruangan tempat tirai akan dipasang.

Satu hal lagi, warna dan ketebalan kain dapat memengaruhi suasana cahaya. Kain berwarna terang tidak selalu lebih tembus cahaya daripada kain gelap karena hasil akhirnya juga ditentukan oleh jenis serat dan kerapatan tenunan.

Skala motif tirai atau gorden harus disesuaikan dnegan ukuran ruang dan bidang jendela.

Motif dan Model Lipatan Memengaruhi Tampilan

Selain warna, motif dan model lipatan turut menentukan karakter tirai.

Kain polos relatif mudah dipadukan dengan interior yang sudah memiliki banyak detail, seperti furnitur bermotif, karpet bercorak, atau dinding dengan aksen tertentu. Sebaliknya, tirai bermotif bisa menjadi pilihan jika ruangan membutuhkan elemen visual yang lebih menonjol.

Pertimbangkan skala motif terhadap ukuran ruang dan bidang jendela. Motif besar akan lebih terlihat pada tirai yang lebar, sedangkan motif kecil dapat memberi kesan berbeda ketika dilihat dari jarak dekat maupun jauh.

Model lipatan juga patut diperhatikan. Lipatan yang rapat menghasilkan tampilan lebih penuh, sedangkan susunan kain yang lebih sederhana dapat memberi kesan ringan. Pilihan akhirnya bergantung pada jenis kain, lebar jendela, dan gaya interior yang ingin dibangun.

Jangan lupa, model tirai berkaitan dengan jumlah kain yang dibutuhkan. Kain yang dipasang dengan lipatan penuh memerlukan lebih banyak bahan dibandingkan kain yang jatuh lebih datar. Hal ini dapat memengaruhi anggaran, terutama untuk jendela lebar.

Ukur Jendela Sebelum Memesan

Kesalahan ukuran bisa membuat tirai terlihat kurang proporsional atau tidak berfungsi sesuai harapan.

Pengukuran sebaiknya tidak hanya mengacu pada lebar kaca. Tentukan juga apakah tirai akan dipasang tepat di dalam bingkai jendela atau di luar bingkai. Posisi pemasangan memengaruhi lebar dan tinggi kain yang diperlukan.

Jika ingin jendela terlihat lebih tinggi, rel atau batang tirai dapat dipasang lebih dekat ke plafon, selama kondisi dinding dan konstruksi memungkinkan. Tirai yang memanjang hingga mendekati lantai juga dapat memberi kesan ruang lebih menjulang.

Namun, panjang tirai perlu disesuaikan dengan fungsi ruang. Tirai yang terlalu panjang bisa kurang praktis di area yang sering dilalui atau mudah terkena kotoran. Untuk jendela di dekat meja, tempat tidur, atau furnitur lain, pastikan kain tidak mengganggu penggunaannya.

Sebelum memesan, periksa kembali ukuran, posisi rel, arah bukaan, dan ruang yang tersedia di sisi jendela.

Perhatikan Rel, Batang, dan Aksesori

Tirai kain tidak berdiri sendiri. Sistem pemasangannya ikut menentukan kemudahan penggunaan dan tampilan akhirnya.

Batang tirai dapat menjadi elemen yang terlihat sebagai bagian dari dekorasi, sedangkan rel tertentu memungkinkan kain bergerak lebih tersembunyi. Pilihan tersebut dapat disesuaikan dengan gaya interior dan kebutuhan penggunaan.

Pastikan rel atau batang mampu menopang bobot kain, terutama jika kamu memilih bahan tebal atau menggunakan dua lapis tirai. Lebar jendela dan jumlah kain juga perlu diperhitungkan agar tirai dapat digeser dengan nyaman.

Perhatikan pula aksesori seperti pengait, cincin, dan tali pengikat. Detail ini mungkin terlihat kecil, tetapi berpengaruh pada cara tirai dibuka, ditutup, dan dirapikan.

Jika menggunakan jasa penjahit atau pemasang, tanyakan apakah biaya yang ditawarkan sudah mencakup kain, jahitan, rel atau batang, aksesori, dan pemasangan. Dengan begitu, kamu dapat membandingkan penawaran secara lebih adil.

Jangan Lupakan Perawatan dan Biaya

Harga tirai kain tidak hanya ditentukan oleh jenis bahan. Lebar dan tinggi jendela, jumlah kain, model jahitan, aksesori, serta biaya pemasangan juga dapat memengaruhi total pengeluaran.

Karena itu, harga per meter kain saja belum cukup untuk menggambarkan biaya keseluruhan. Sebaiknya minta perhitungan berdasarkan ukuran jendela dan model yang diinginkan sebelum memutuskan.

Pertimbangkan juga perawatannya. Tidak semua kain dapat dicuci dengan cara yang sama. Sebagian bahan memerlukan penanganan khusus, sementara bahan lain mungkin lebih mudah dirawat di rumah. Ikuti petunjuk perawatan dari produsen atau penjual agar kain tidak mudah berubah bentuk, menyusut, atau rusak.

Untuk rumah yang mudah berdebu, pilih bahan dan model yang memungkinkan tirai dibersihkan secara berkala. Tirai yang menjuntai hingga lantai juga mungkin lebih cepat kotor, bergantung pada kondisi ruang dan aktivitas penghuni.

Dengan mempertimbangkan perawatan sejak awal, kamu tidak hanya memilih tirai berdasarkan tampilannya saat baru dipasang, tetapi juga kemudahan menggunakannya dalam jangka panjang.

Baca Juga: Mengenal Horizontal Blind: Mengatur Cahaya Tanpa Harus Menutup Seluruh Bidang Jendela

Tirai yang Tepat Adalah yang Sesuai dengan Kebutuhan Rumah

Memilih tirai kain tidak harus dimulai dari model yang sedang populer. Mulailah dari kebutuhan ruang: apakah ingin mengurangi cahaya, menjaga privasi, mempercantik interior, atau menggabungkan beberapa fungsi sekaligus.

Setelah itu, sesuaikan bahan, warna, motif, ukuran, dan sistem pemasangannya. Jangan lupa menghitung biaya secara menyeluruh serta memastikan cara perawatannya sesuai dengan kebiasaan di rumah.

Dengan pertimbangan tersebut, tirai dapat menjadi bagian dari interior yang bukan hanya enak dilihat, tetapi juga mendukung kenyamanan sehari-hari.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Mengenal Tirai Kain dan Aneka Blind untuk Mengatur Cahaya dan Privasi

| Tirai kain dan aneka blind menawarkan cara berbeda untuk mengatur cahaya dan menjaga privasi di rumah. Kenali karakter masing-masing agar kamu bisa memilih penutup jendela yang sesuai dengan kebutuhan ruang.

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Jendela memberi jalan bagi cahaya matahari dan udara untuk masuk ke rumah. Namun, ada kalanya cahaya yang masuk terasa terlalu menyilaukan, terutama saat matahari sedang terik. Ada pula saat ketika kita ingin menikmati pemandangan ke luar tanpa merasa terlalu terekspos dari luar rumah.

Di sinilah penutup jendela berperan. Bukan hanya sebagai pelengkap interior, tirai juga membantu mengatur cahaya, menjaga privasi, dan membentuk suasana ruang.

Pilihan penutup jendela pun beragam. Ada tirai kain yang akrab disebut gorden, serta berbagai jenis blind dengan cara kerja dan tampilan berbeda. Masing-masing memiliki karakter yang bisa disesuaikan dengan ukuran jendela, fungsi ruang, hingga kebiasaan penghuni rumah.

Lantas, apa yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya?

Baca Juga: Inilah Letak Jendela Paling Ideal untuk 4 Ruang Vital di Rumah

Sesuaikan dengan Kebutuhan Ruang

Hal pertama yang perlu diperhatikan bukan warna atau modelnya, melainkan kebutuhan ruang.

Untuk kamar tidur, misalnya, kamu mungkin membutuhkan penutup jendela yang dapat mengurangi cahaya ketika beristirahat. Sementara itu, ruang keluarga bisa membutuhkan pilihan yang lebih fleksibel agar cahaya alami tetap masuk pada siang hari, tetapi privasi tetap terjaga.

Perhatikan juga arah datangnya matahari. Jendela yang menghadap ke barat, misalnya, bisa menerima sinar matahari sore yang terasa panas dan menyilaukan. Penutup jendela dengan kemampuan mengurangi cahaya yang sesuai dapat membantu membuat ruang lebih nyaman.

Ukuran dan bentuk jendela turut menentukan pilihan. Jendela lebar, jendela tinggi, atau jendela dengan bentuk khusus belum tentu cocok menggunakan model penutup yang sama.

Jangan lupakan perawatan. Penutup jendela yang terlihat menarik saat baru dipasang bisa terasa merepotkan jika bahannya sulit dibersihkan, terlebih bila digunakan di ruang yang mudah berdebu.

Baca Juga: Tips Memilih Gorden untuk Rumah: Kenali Bahan, Motif, dan Warnanya

Tirai kain

Tirai Kain, Pilihan yang Mudah Dipadukan dengan Interior

Tirai kain atau gorden menjadi pilihan yang banyak digunakan karena tersedia dalam beragam bahan, warna, motif, dan model lipatan.

Kain tipis dapat membantu menyaring cahaya tanpa membuat ruangan terasa tertutup sepenuhnya. Sebaliknya, kain yang lebih tebal dapat mengurangi cahaya yang masuk dan memberi privasi lebih baik. Hasilnya tetap bergantung pada jenis kain, warna, ketebalan, serta cara pemasangannya.

Tirai kain juga menawarkan keleluasaan dalam membentuk suasana ruang. Warna polos dapat menyatu dengan berbagai gaya interior, sedangkan motif tertentu bisa menjadi aksen yang menarik perhatian.

Jika membutuhkan fungsi berbeda pada waktu yang berbeda, kamu bisa mempertimbangkan penggunaan dua lapis tirai. Kain tipis (vitrase) digunakan untuk menyaring cahaya pada siang hari, sementara kain yang lebih tebal dapat ditutup ketika privasi lebih dibutuhkan.

Namun, bahan kain juga perlu dirawat secara berkala. Cara membersihkan dan frekuensi pencucian bergantung pada jenis bahan serta petunjuk perawatannya.

Apa yang perlu diperhatikan? Pilih bahan berdasarkan kebutuhan cahaya dan privasi, lalu sesuaikan warna serta modelnya dengan interior. Pertimbangkan juga cara pencucian, bobot kain, dan sistem rel atau batang tirai yang akan digunakan.

| Selanjutnya: Horizontal Blind: Mengatur Arah Cahaya dengan Bilah (Halaman 2)

Menikmati Sensasi Bioskop di Rumah, Ini Rahasia Kenyamanan Home Theater

| Home theater di rumah bukan sekadar TV besar dan speaker bertenaga. Penataan ruang, posisi speaker, pencahayaan, hingga akustik ikut menentukan kenyamanan menonton.

Ranahrumah.com – GAYA HDUP | Nonton film di rumah bisa sama serunya dengan pergi ke bioskop. Tapi supaya gambar dan suara benar-benar terasa nyaman, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan. Tenang, tidak serumit yang dibayangkan.

Dulu, pilihan hiburan di rumah mungkin sesederhana menyalakan televisi lalu memasukkan keping DVD. Sekarang ceritanya berbeda. Film dan serial bisa datang dari layanan streaming, pertandingan olahraga bisa ditonton langsung, game konsol bisa tampil di layar besar, bahkan musik pun dapat dinikmati dengan sistem suara yang memenuhi ruangan.

Itulah sebabnya home theater kembali menarik. Bukan semata-mata karena ingin membuat ruang di rumah menyerupai bioskop, tetapi karena rumah memang semakin menjadi tempat untuk menikmati berbagai hiburan.

Keuntungannya jelas. Tidak perlu menghadapi macet, mencari tempat parkir atau terburu-buru mengejar jadwal film. Mau menonton sambil selonjoran juga bisa.

Namun, ada satu hal yang sering terlupakan.

Membeli TV besar dan speaker berdaya besar saja belum tentu membuat pengalaman menonton menjadi lebih baik.

Ruang, posisi duduk, pantulan suara, pencahayaan, sampai penempatan perangkat ikut menentukan apakah home theater terasa nyaman atau justru melelahkan.

Tidak Harus Punya Ruang Khusus

Mendengar istilah home theater, yang terbayang mungkin sebuah ruangan khusus dengan layar besar, deretan kursi seperti bioskop, speaker di berbagai sudut dan dinding yang seluruhnya dilapisi material akustik.

Padahal tidak harus begitu.

Ruang keluarga pun bisa menjadi area home theater. Yang penting, susunan perangkat dan ruangnya mendukung.

Pada sistem sederhana, televisi berukuran besar bisa menjadi pusat perhatian. Untuk suara, pilihannya dapat berupa soundbar, soundbar dengan subwoofer, atau sistem speaker surround yang lebih lengkap.

Kalau ingin sensasi suara yang lebih menyelimuti, sistem seperti 5.1 atau 7.1 bisa dipertimbangkan. Angka pertama menunjukkan jumlah speaker utama, sedangkan angka setelah titik menunjukkan jumlah subwoofer. Pada sistem Dolby Atmos, konfigurasi dapat ditambah speaker yang menghasilkan efek suara dari arah atas.

Jadi, jangan buru-buru berpikir semakin banyak speaker berarti semakin bagus.

Yang penting adalah apakah susunan speaker sesuai dengan ukuran dan bentuk ruang serta posisi orang yang menonton.

Baca Juga: 6 Langkah Wujudkan Home Theater di Rumah dengan Kualitas Setara Bioskop

Ruangan Ikut Menentukan Kualitas Suara

Inilah bagian yang sering luput ketika membuat home theater di rumah.

Speaker yang bagus tetap bisa terdengar kurang nyaman jika ruangan membuat suara memantul terlalu banyak. Sebaliknya, ruangan yang terlalu banyak menyerap suara juga dapat membuat karakter suara terasa kurang hidup.

Karena itu ada dua istilah yang perlu dibedakan: kedap suara dan penyerapan suara.

Kedap atau sound insulation berkaitan dengan seberapa jauh suara dapat keluar atau masuk ke ruangan. Ini penting jika home theater bersebelahan dengan kamar tidur atau ruang lain yang membutuhkan ketenangan.

Sementara itu, penyerapan suara atau sound absorption bekerja di dalam ruangan. Tujuannya mengurangi pantulan suara sehingga dialog, musik dan efek suara terdengar lebih terkontrol.

Materialnya pun tidak harus selalu terlihat seperti studio rekaman. Karpet, tirai, sofa, panel akustik, fabric dan elemen interior tertentu dapat membantu mengendalikan pantulan suara.

Jadi, tidak perlu membuat seluruh ruangan menjadi “kedap” hanya karena ingin menonton film. Yang perlu dicari adalah keseimbangan suara.

Baca Juga: Furnitur dan Aksesori Gaming dari IKEA ini Bikin Ruang di Rumah Lebih Fleksibel

| Selanjutnya: Lalu, Berapa Ukuran Ruang Ideal? (Halaman 2)

Nonton Film dan Main Game di Rumah Bisa Lebih Seru, Philips Smart Lighting Hadirkan TV Sync

| Philips Smart Lighting TV Sync membuat cahaya di sekitar TV ikut mengikuti warna dan visual di layar. Ada Screen Sync dan HDMI Sync yang bisa disesuaikan dengan cara kamu menikmati hiburan di rumah.

Ranahrumah.com – PRODUK | Menonton film bersama keluarga atau bermain game di rumah kini bukan sekadar soal layar dan suara. Pencahayaan di sekitar TV juga bisa ikut membangun suasana.

Philips Smart Lighting menghadirkan TV Sync yang memungkinkan cahaya mengikuti warna dan visual di layar secara real-time.

Buat yang merasa teknologi seperti ini terdengar rumit, penggunaannya justru dirancang sederhana. Ada Screen Sync yang menggunakan kamera dan HDMI Sync yang terhubung melalui HDMI, dengan pilihan yang bisa disesuaikan dengan perangkat hiburan di rumah.

Rumah sebagai Pusat Hiburan Keluarga

Rumah sekarang tidak hanya menjadi tempat untuk beristirahat. Bagi banyak keluarga, ruang keluarga juga menjadi tempat menonton film bersama, mengikuti serial favorit, karaoke, sampai bermain game.

Kebiasaan menikmati home entertainment pun semakin kuat. Data dalam rilis Signify menyebutkan, 62,7% penonton TV di Indonesia menonton televisi selama 6–7 hari dalam seminggu. Di sisi lain, pengguna OTT yang juga menonton TV pada 2025 umumnya menghabiskan waktu 1–2 jam untuk menikmati konten, dengan film dan serial menjadi pilihan utama.

Dalam situasi seperti ini, kualitas pengalaman tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat di layar. Suasana di sekelilingnya juga bisa membuat aktivitas yang sama terasa berbeda.

Bayangkan saat adegan film berubah dari suasana terang menjadi gelap, warna cahaya di belakang TV ikut berubah. Atau ketika bermain game, cahaya di sekitar layar bergerak mengikuti visual permainan.

Inilah yang ingin ditawarkan Philips Smart Lighting melalui TV Sync.

Baca Juga: Jadikan Ruang Hiburan di Rumah Lebih Seru dengan WiZ TV Sync Light

Philips Smart Lighting TV Sync dipadukan dengan Philips Smart Gradient Floor Light, Squire, dan LED Strip, menciptakan suasana ruang menonton yang lebih dinamis dan imersif. (Foto: Signify)

Cahaya yang Mengikuti Apa yang Ada di Layar

Philips Smart Lighting TV Sync terdiri dari dua pendekatan. Screen Sync menggunakan kamera untuk membaca warna pada layar TV, sementara HDMI Sync menggunakan HDMI Sync Box yang terhubung ke perangkat hiburan seperti set-top box atau konsol game.

Keduanya memiliki tujuan yang sama: membuat pencahayaan di sekitar layar ikut merespons konten yang sedang dinikmati.

Jadi, bukan berarti lampu hanya berubah warna karena dipilih melalui aplikasi. Warna dan efek cahaya dapat mengikuti apa yang sedang terjadi di layar secara real-time.

Screen Sync: Pasang, Arahkan, lalu Nikmati

Bagi pengguna smart TV yang ingin cara lebih praktis, Screen Sync bisa menjadi pilihan.

Perangkat ini terdiri dari Screen Sync Camera dan RGBIC TV Backlight Strip. Kamera dipasang di bagian atas TV untuk menangkap warna dari area layar, sementara lampu LED dipasang di bagian belakang TV.

Tidak diperlukan sambungan HDMI ke TV. Karena kamera yang membaca tampilan layar, Screen Sync juga dapat digunakan dengan aplikasi smart TV maupun sumber video eksternal tanpa harus mengubah koneksi hiburan yang sudah ada.

Proses pemasangannya dibuat sederhana. Setelah kamera dan lampu terpasang, fitur Instant Calibration membantu menyesuaikan posisi kamera dengan layar.

Screen Sync tersedia untuk TV berukuran 40–50 inci, 55–65 inci, dan 75–85 inci.

Pengguna kemudian dapat mengatur pengalaman pencahayaan melalui aplikasi, termasuk memilih preset dan menyesuaikan tingkat kecerahan.

Menonton film bisa terasa lebih hidup karena cahaya mengikuti perubahan adegan. Saat karaoke, Music Sync dapat membuat pencahayaan bergerak mengikuti irama musik. Sementara ketika bermain game, efek cahaya di belakang TV membuat visual permainan terasa lebih menyatu dengan ruang.

Baca Juga: TV 4K Sharp Ini bisa Dipakai untuk Foto dan Video

Baca Juga: Pilihan Party Speaker Sharp untuk Hiduran di Dalam dan Luar Ruangan

HDMI Sync: untuk Yang Ingin Menghubungkan Perangkat Hiburan

Pendekatan berbeda ditawarkan melalui Philips Smart Lighting HDMI Sync.

Perangkat ini menggunakan HDMI Sync Box sebagai penghubung antara sumber hiburan dan layar. Perangkat seperti set-top box dan konsol gaming dapat dihubungkan melalui HDMI, kemudian pencahayaan mengikuti visual yang tampil di layar.

Tersedia dua versi, yaitu HDMI Sync 2.0 dan HDMI Sync 2.1. Di mana HDMI Sync 2.0 mendukung resolusi hingga 4K, sementara HDMI Sync 2.1 mendukung resolusi hingga 8K dan refresh rate hingga 120Hz. Karena itu, versi 2.1 lebih ditujukan bagi pengguna yang menginginkan pengalaman gaming dengan frame rate tinggi.

Sederhananya, pilihan ini bisa disesuaikan dengan cara kamu menikmati hiburan di rumah. Kalau lebih banyak menonton melalui smart TV dan menginginkan pemasangan yang praktis, Screen Sync menawarkan pendekatan yang lebih sederhana. Sementara HDMI Sync lebih cocok bagi pengguna yang memiliki berbagai perangkat hiburan dan ingin semuanya terhubung melalui HDMI.

Bukan Hanya di Belakang TV

Efek pencahayaan juga tidak harus berhenti di area belakang televisi.

Philips Smart Lighting memungkinkan pengguna memperluas pencahayaan ke bagian lain ruangan menggunakan produk seperti Gradient Floor Light, Squire, LED Strip, dan perangkat smart lighting lainnya.

Dengan begitu, cahaya dapat hadir di lebih banyak titik dalam ruang keluarga. Saat movie night, misalnya, seluruh ruangan bisa dibuat lebih redup dengan cahaya yang mengikuti suasana film. Untuk bermain game, efek pencahayaan dapat dibuat lebih dinamis.

Konsepnya sederhana: layar tetap menjadi pusat perhatian, tetapi suasana ruang ikut bergerak mengikuti hiburan yang sedang dinikmati.

Raditya Dika dan Afif Yulistian berbagi pengalaman menggunakan Screen Sync TV dan HDMI Sync TV dari Philips Smart Lingting Signify. (Foto: Signify)

Raditya Dika: yang Berubah Bukan Hanya Tampilan, tetapi Suasananya

Pengalaman menggunakan TV Sync juga dirasakan Raditya Dika, penulis, komedian, sutradara, aktor, sekaligus YouTuber.

Ia memiliki kebiasaan movie night bersama keluarga dan ingin membuat pengalaman menonton bersama anak-anak menjadi salah satu memori yang menyenangkan.

Menurut Raditya, perubahan ambience yang dihasilkan pencahayaan membuat anak-anaknya ikut terkesan. Bahkan, berbagai jenis video bisa menjadi lebih menarik untuk dinikmati, termasuk konten yang sederhana atau “receh”.

Menariknya, Raditya juga mengaku dirinya bukan orang yang terlalu akrab dengan teknologi. Namun, menurutnya penggunaan Philips Smart Lighting TV Sync tidak terasa rumit.

Hal ini menjadi salah satu poin penting dari perangkat seperti ini. Teknologi di rumah tidak harus selalu berarti semakin banyak hal yang harus dipelajari. Justru semakin baik jika manfaatnya terasa tanpa membuat pengguna sibuk memikirkan cara mengoperasikannya.

Bagi Gamer, Respons Cahaya Ikut Menambah Pengalaman Bermain

Pengalaman berbeda datang dari Afif Yulistian, Gaming Content Creator dan YouTuber.

Sebagai pengguna yang memang terbiasa bermain game, Afif merasakan HDMI Sync memberikan pengalaman bermain yang lebih responsif dan imersif. Visual dalam game tidak hanya berhenti di layar, tetapi diteruskan melalui pencahayaan di sekitar ruang.

Bagi gamer, perbedaan seperti ini bisa terasa terutama ketika permainan memiliki banyak perubahan warna, gerakan cepat, atau suasana yang kuat.

Smart Lighting yang Mengikuti Cara Kita Menikmati Rumah

Melalui Philips Smart Lighting TV Sync, Signify melihat pencahayaan sebagai bagian dari pengalaman menikmati rumah, bukan hanya sebagai sumber penerangan.

Screen Sync dan HDMI Sync memberikan dua cara berbeda untuk menghadirkan pengalaman tersebut. Keduanya memungkinkan warna dan visual pada layar diterjemahkan menjadi cahaya yang hadir di sekitar TV.

Bagi keluarga, efeknya bisa membuat movie night terasa lebih istimewa. Bagi mereka yang gemar karaoke, cahaya dapat ikut bergerak mengikuti musik. Sementara bagi gamer, pencahayaan dinamis bisa membuat pengalaman bermain terasa lebih menyatu dengan ruang.

Dan bagi pengguna yang merasa “gaptek”, konsepnya sebenarnya tidak perlu dibuat rumit: layar menampilkan gambar, sementara lampu mengikuti suasananya.

Baca Juga: 6 Langkah Mewujudkan Home Theatre dengan Kualitas Setara Bioskop

Ada Penawaran Khusus

Philips Smart Lighting memberikan penawaran Smart Remote gratis untuk setiap pembelian Philips Smart Lighting Screen Sync, ukuran apa pun, selama periode promo hingga 30 Oktober 2026.

Philips Smart Lighting TV Sync dan berbagai produk smart lighting lainnya tersedia melalui Tokopedia, Shopee, TikTok Shop, serta Philips Lighting Store.

Jadi, kalau ruang keluarga di rumah sudah menjadi tempat untuk menonton, bermain game, atau menikmati musik bersama, pencahayaan bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat pengalaman tersebut terasa berbeda.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Panas Bumi Tak Hanya Jadi Listrik, Teknologi Ini Bantu Petani Kamojang Olah Limbah Jadi Pupuk

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP/LINGKUNGAN |  Panas bumi selama ini lebih dikenal sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik. Di Kamojang, Kabupaten Bandung, panas dari dalam bumi dimanfaatkan dengan cara lain: membantu mengeringkan pupuk organik yang dibuat dari limbah.

Panas tersebut membuat proses pengeringan yang biasanya membutuhkan waktu hingga sekitar 14 hari bisa dipangkas menjadi sekitar 12 jam. Pupuk yang dihasilkan kemudian digunakan petani untuk mengolah lahan, salah satunya untuk budidaya kubis di Desa Laksana.

Hasilnya, petani di Desa Laksana bisa mengolah pupuk lebih cepat dan menggunakannya untuk budidaya hingga menghasilkan sekitar 70 ton kubis.

Di lahan Kelompok Tani Hutan (KTH) Cikondang, beberapa kubis bahkan memiliki bobot hingga sekitar 6 kilogram per buah. Dari panen tersebut, petani memperoleh nilai penjualan sekitar Rp78 juta dan menghemat biaya pembelian pupuk sekitar Rp20 juta.

Baca Jiga: PGE Kamojang Selesaikan Proyek Pemipaan Sumur Produksi Panas Bumi

Ketika Panas Bumi Membantu Petani

Di daerah dataran tinggi seperti Kamojang, mengeringkan pupuk organik secara alami bukan pekerjaan yang sebentar. Kondisi lingkungan membuat prosesnya bisa berlangsung hingga sekitar 14 hari. Di sinilah panas bumi dimanfaatkan.

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang bersama masyarakat mengembangkan Geothermal Organic Fertilizer atau GeO-Fert, yaitu pupuk organik yang proses pengeringannya memanfaatkan panas dari kegiatan pembangkit listrik tenaga panas bumi.

Panas tersebut berasal dari ekses uap PLTP Kamojang dengan suhu sekitar 60–70°C. Panas ini digunakan untuk membantu mempercepat pengeringan pupuk. Yang sebelumnya membutuhkan waktu hingga sekitar dua minggu, proses pengeringan dapat dipangkas menjadi sekitar 12 jam.

Sederhananya, panas yang selama ini menjadi bagian dari proses pembangkitan listrik dimanfaatkan lagi untuk kebutuhan lain. Limbah organik tidak berhenti sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi diolah menjadi pupuk yang bisa kembali digunakan untuk lahan pertanian.

Inilah yang disebut PGE sebagai pemanfaatan panas bumi di luar pembangkitan listrik atau Beyond Electricity.

Baca Juga: Upaya PGE dalam Percepat Target NDC dan Net Zero Emission 2060

Limbah Diolah, Pupuk Dipakai Kembali

Konsep GeO-Fert sebenarnya cukup sederhana untuk dipahami.

Limbah organik diolah menjadi bahan pupuk. Kemudian, panas bumi membantu mempercepat proses pengeringannya. Setelah siap digunakan, pupuk tersebut kembali ke lahan pertanian.

Jadi, ada semacam siklus yang terbentuk: limbah diolah, panas dimanfaatkan, pupuk dihasilkan, lalu kembali digunakan untuk menumbuhkan tanaman.

Bagi petani, manfaatnya bukan hanya soal teknologi. Ada persoalan biaya dan ketersediaan pupuk yang ikut terbantu.

Dalam budidaya kubis kali ini, sekitar 30 ton GeO-Fert digunakan pada lahan seluas sekitar 1,2 hektare. Pupuk organik padat diberikan sebelum penanaman, sedangkan pupuk organik cair digunakan secara berkala setiap 15 hari selama masa budidaya.

Hasilnya, sekitar 70 ton kubis varietas Granova berhasil dipanen. Beberapa kubis memiliki bobot sekitar 6 kilogram per buah. Angka ini lebih besar dibandingkan rata-rata kubis lokal yang disebut berada di kisaran 3 kilogram.

Manfaat GeO-Fert juga terasa dari kemampuan masyarakat untuk mengolah kembali sesuatu yang sebelumnya tidak banyak dimanfaatkan. Panen mencapai Rp78 juta dan pada saat yang sama, penggunaan GeO-Fert membantu menghemat biaya pembelian pupuk sekitar Rp20 juta. (Foto: PGE Pertamina)

Bukan Sekadar Panen Besar

Nilai yang dihasilkan dari panen tersebut mencapai sekitar Rp78 juta. Pada saat yang sama, penggunaan GeO-Fert membantu menghemat biaya pembelian pupuk sekitar Rp20 juta.

Bagi masyarakat setempat, angka ini penting karena pertanian bukan hanya soal berapa banyak hasil yang bisa dipanen. Biaya untuk menghasilkan panen juga menentukan apakah usaha tani bisa terus berjalan.

Ketua KTH Cikondang Kamojang Asep Muhamad Deni mengatakan, manfaat GeO-Fert juga terasa dari kemampuan masyarakat untuk mengolah kembali sesuatu yang sebelumnya tidak banyak dimanfaatkan.

Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pupuk, tetapi ikut terlibat dalam proses pembuatannya.

Baca Juga: Mengenal MPTree Inovasi “Pohon Cair” untuk Udara Lebih Baik Setara 26 Pohon

Teknologi yang Sudah Dicoba pada Tanaman Lain

Kubis bukan satu-satunya komoditas yang menggunakan GeO-Fert.

Sebelumnya, pada April 2026, PGE Area Kamojang bersama masyarakat melakukan panen kentang. Pada lahan sekitar 4.200 meter persegi, lahan yang menggunakan GeO-Fert menghasilkan sekitar 7.581 kilogram kentang. Sementara itu, lahan dengan metode konvensional menghasilkan sekitar 4.525 kilogram.

Biaya produksi kentang juga dilaporkan turun dari sekitar Rp73,1 juta menjadi Rp49,5 juta per tahun.

Selain kentang dan kubis, GeO-Fert juga digunakan untuk beberapa tanaman lain, seperti cabai, tomat, dan labu siam.

Artinya, teknologi tersebut tidak berhenti pada satu jenis tanaman. Pemanfaatannya mulai dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pertanian masyarakat di sekitar Kamojang.

Panas Bumi Bertemu Energi Surya

Pemanfaatan energi di Kamojang juga tidak berhenti pada GeO-Fert.

Program tersebut merupakan bagian dari pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB) Kanyaah, yang juga dilengkapi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mandiri berkapasitas 6,6 kWp dan baterai berkapasitas 20 kWh.

Kalau GeO-Fert memanfaatkan panas bumi untuk membantu proses pengeringan, PLTS memanfaatkan energi matahari untuk menghasilkan listrik.

Keduanya menjadi bagian dari upaya memanfaatkan sumber energi yang tersedia di sekitar masyarakat untuk kebutuhan yang lebih produktif.

Pemanfaatan energi juga diterapkan pada produk lain. Dalam kegiatan HAREPAN, masyarakat Kamojang memperkenalkan berbagai hasil pengembangan program pemberdayaan, seperti keripik hasil bumi dan teh daun kopi yang dibuat menggunakan dehydrator.

Ada pula ikan asin dan pakan ikan yang dikeringkan menggunakan Geothermal Dry House.

Teknologi dalam hal ini bukan berarti harus selalu berupa mesin yang rumit. Prinsipnya justru bagaimana sumber energi yang tersedia bisa digunakan untuk membuat pekerjaan masyarakat menjadi lebih mudah, cepat, atau efisien.

Dari Panas Bumi untuk Kemandirian  

Bagi petani di Kamojang, pemanfaatan panas bumi akhirnya tidak berhenti pada pembicaraan tentang energi.

Ada limbah yang bisa diolah. Ada pupuk yang bisa digunakan kembali. Ada proses pengeringan yang menjadi jauh lebih cepat. Ada biaya produksi yang bisa ditekan. Dan ada hasil pertanian yang kemudian kembali menjadi sumber penghasilan masyarakat.

Panen 70 ton kubis menjadi salah satu contohnya.

Pemanfaatan seperti ini juga memperlihatkan bahwa energi bersih bisa memiliki manfaat yang lebih luas ketika dikembangkan bersama masyarakat. Bukan hanya menghasilkan listrik, tetapi ikut membantu menjawab kebutuhan yang ada di sekitar sumber energi tersebut.

Di Kamojang, panas dari dalam bumi akhirnya punya cerita lain: membantu mengolah limbah, menyuburkan lahan, dan menumbuhkan penghasilan masyarakat.

(RR)

Cek berita inovasi terbaru, keberlanjutan, tips & trik soal rumah, berita produk rumah tangga dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Sharp Tambah Pilihan Party Speaker untuk Hiburan di Dalam dan Luar Ruangan

    | Menjawab kebutuhan yang beragam bagi konsumen Indonesia, Sharp menambah dua active speaker dari lini Party Speaker Series melalui Phantom Series dan Core Blast Series.

    Ranahrumah.com – PRODUK | Kebutuhan perangkat audio kini tidak hanya soal suara yang kuat. Untuk karaoke keluarga, music jamming, gathering, sampai piknik dan aktivitas outdoor, konsumen juga membutuhkan speaker yang sesuai dengan cara penggunaannya.

    Menjawab kebutuhan yang beragam tersebut, Sharp menambah dua active speaker dari lini Party Speaker Series melalui Phantom Series dan Core Blast Series.

    Kedua seri speaker ini melengkapi pilihan Party Speaker Sharp yang sudah tersedia sebelumnya. Keduanya memiliki karakter berbeda: Phantom Series lebih diarahkan untuk pengalaman hiburan premium di rumah, sementara Core Blast Series menawarkan perangkat yang lebih compact dan mudah dibawa untuk berbagai aktivitas di luar ruangan.

    Baca Juga: TV 4K Sharp Ini bisa Dipakai untuk Foto dan Video

    Baca Juga: Furnitur dan Aksesori Gaming dari IKEA yang Bikin Ruang Lebih Fleksibel

    Dua Party Speaker untuk Kebutuhan Berbeda

    Phantom Series dan Core Blast Series sama-sama dirancang untuk menghadirkan hiburan dengan suara yang bertenaga, tetapi pendekatan keduanya berbeda.

    Phantom Series menyasar pengguna yang menginginkan perangkat audio sekaligus menjadi bagian dari suasana ruang. Sementara Core Blast Series lebih menekankan kepraktisan dan mobilitas, sehingga lebih mudah menemani kegiatan di luar rumah.

    Dengan pembagian karakter tersebut, konsumen bisa memilih Party Speaker berdasarkan aktivitas yang paling sering dilakukan, bukan sekadar melihat besarnya daya speaker.

    Baca Juga: Kenali Active Speaker SAS Series Sharp dengan Fitur Karaoke Modern

    Phantom Series, untuk Hiburan Premium di Rumah

    Phantom Series hadir dalam dua model, yaitu CBOX-PS99PMB dan CBOX-PS88PMB. Seri ini menggabungkan performa audio dengan desain futuristik melalui transparent body dan RGB Dynamic Lighting. Output-nya mencapai 200 Watt RMS, dengan karakter suara yang diklaim balance di berbagai frekuensi. Vokal dibuat tetap jernih, bass bertenaga, sementara detail instrumen tetap terdengar untuk mendukung aktivitas musik, karaoke maupun music jamming.

    Fitur yang disematkan juga cukup lengkap. Phantom Series memiliki dua wireless microphone, Guitar Input, Bluetooth, USB Playback, TF Card, FM Radio, Voice Recording, serta True Wireless Stereo (TWS) untuk menghubungkan dua speaker secara wireless dan menghasilkan soundstage yang lebih luas.

    Menariknya, setiap pembelian Phantom Series sudah termasuk dua UHF wireless microphone, sehingga pengguna dapat langsung menggunakannya untuk karaoke tanpa harus menambah perangkat microphone secara terpisah.

    Dengan karakter tersebut, Phantom Series dapat menjadi pilihan untuk konsumen yang lebih banyak menggunakan speaker di rumah, baik untuk karaoke keluarga, pesta maupun aktivitas musik lainnya.

    Harga Phantom Series mulai sekitar Rp5,2 juta–Rp5,5 juta, sudah termasuk dua UHF wireless microphone.

    Baca Juga: Professional Portable Speaker Sharp Ini Dukung Life Performance Kamu

    Core Blast Series dirancang dengan desain yang compact dan fleksibel dibawa kemana-mana untuk menemani berbagai aktivitas di luar ruangan mulai dari camping, piknik, gathering, olahraga hingga kegiatan komunitas. (Foto: Sharp Indonesia)

    Core Blast Series, Lebih Praktis Dibawa ke Luar Rumah

    Berbeda dari Phantom Series, Core Blast Series dirancang sebagai Portable Lifestyle Party Speaker. Bentuknya compact dan dilengkapi handle ergonomis sehingga lebih mudah dibawa berpindah tempat.

    Karakter seperti ini membuat Core Blast Series lebih cocok untuk konsumen yang ingin membawa hiburan ke berbagai aktivitas, mulai dari camping, piknik, gathering, olahraga hingga kegiatan komunitas.

    Speaker ini memiliki daya 80 Watt dan baterai yang diklaim mampu bertahan hingga 5 jam. Untuk kebutuhan hiburan, tersedia Bluetooth, USB Playback dan Dynamic LED Lighting.

    Core Blast Series juga sudah dilengkapi satu wireless microphone, sehingga karaoke tetap bisa dilakukan tanpa perlu membawa banyak perangkat tambahan.

    Harga Core Blast Series mulai sekitar Rp2 jutaan, termasuk satu UHF wireless microphone.

    Baca Juga: 6 Langkah Mewujudkan Home Theatre dengan Kualitas Setara Bioskop

    Melengkapi Pilihan Party Speaker Sharp

    Kehadiran Phantom Series dan Core Blast Series memperluas pilihan Party Speaker Sharp dengan menawarkan dua karakter penggunaan yang cukup berbeda.

    Ardy, Head of Marketing AV NBD Product PT Sharp Electronics Indonesia, melalui keterangan terlulisnya menyatakan, melalui diferensiasi dua active speaker ini, SHARP ingin memberikan pilihan yang lebih relevan bagi setiap segmen pengguna. Phantom Series menghadirkan pengalaman hiburan premium dengan kualitas audio yang superior, sedangkan Core Blast Series menawarkan solusi audio portabel yang praktis bagi konsumen dengan mobilitas tinggi.

    Jika kebutuhan utamanya adalah perangkat dengan performa lebih besar, fitur hiburan lengkap dan tampilan yang menonjol untuk penggunaan di rumah, Phantom Series bisa menjadi pilihan. Sebaliknya, untuk konsumen yang lebih sering berpindah tempat dan membutuhkan speaker yang praktis dibawa, Core Blast Series menawarkan pendekatan yang lebih sederhana dan portabel.

    Kedua seri terbaru ini sudah tersedia di toko Sharp, baik secara online maupun offline, sehingga konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan aktivitas dan gaya hidup masing-masing.

    Dengan tambahan dua seri tersebut, Sharp kembali menempatkan Party Speaker bukan hanya sebagai perangkat untuk mendengarkan musik, tetapi sebagai perangkat hiburan yang dapat mengikuti berbagai aktivitas—dari ruang keluarga hingga ruang terbuka.

    (RR)

    Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Main Game Tak Punya Ruang Gaming? Furnitur dan Aksesori Gaming IKEA YXSTABY Ini Bikin Ruang Lebih Fleksibel

    Ranahrumah.com – PRODUK | Bermain game di rumah sering kali berarti berbagi ruang dengan aktivitas lain. Televisi berada di ruang keluarga, sofa digunakan untuk berkumpul, sementara controller, headset, atau aksesori lainnya perlu berada dalam jangkauan saat bermain.

    Situasi seperti inilah yang menjadi perhatian IKEA ketika mengembangkan YXSTABY, koleksi gaming terbaru hasil kolaborasi desainer IKEA dan Xbox. Koleksi ini terdiri dari enam perabot dan aksesori yang dirancang untuk mendukung aktivitas bermain sekaligus tetap dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Bukan sekadar membuat perabot terlihat “gaming”, YXSTABY lebih banyak bermain pada fleksibilitas, kenyamanan, dan cara perabot bergerak mengikuti pengguna.

    Baca Juga: Penyimpanan di Rumah Perlu Fleksibel, IKEA Tawarkan 2 Solusi untuk Kebutuhan Berbeda

    Empat Solusi YXSTABY untuk Gamer di Rumah

    Ada beberapa kebutuhan yang muncul ketika bermain game di ruang yang sama dengan aktivitas keluarga. YXSTABY mencoba menjawabnya melalui empat kelompok produk berikut.

    Stand TV beroda untuk gaming dari IKEA. (Foto dan Koleksi: IKEA)
    1. Stand TV Beroda, Memudahkan Posisi Bermain Berubah

    Ketika bermain menggunakan konsol, posisi televisi menjadi bagian penting. Namun, posisi ideal untuk bermain dari sofa belum tentu sama dengan posisi televisi ketika digunakan untuk menonton bersama.

    Stand TV dengan roda dari YXSTABY memungkinkan televisi digeser ketika posisi bermain berubah. Jadi, pengguna tidak harus memindahkan televisi atau mengatur ulang seluruh ruang.

    Fungsinya juga bukan hanya sebagai tempat televisi. Pada bagian belakang terdapat rak, pengait, dan pengaturan kabel sehingga perlengkapan gaming tetap lebih tertata ketika stand dipindahkan.

    Solusi seperti ini terasa relevan terutama untuk rumah yang tidak memiliki ruang gaming khusus. Perabot dapat mengikuti aktivitas, bukan sebaliknya.

    Kursi santai gaming IKEA, fleksibel untuk duduk tegak hingga bersandar. (Foto dan koleksi: IKEA)
    2. Kursi Santai Gaming, Dari Duduk Tegak sampai Bersandar

    Posisi duduk saat bermain bisa berubah mengikuti jenis permainan. Ada saatnya gamer membutuhkan posisi lebih tegak dan fokus, tetapi ada pula permainan yang lebih nyaman dinikmati sambil bersandar.

    Kursi santai gaming YXSTABY dirancang dengan beberapa pilihan posisi duduk, dari lebih tegak hingga lebih bersandar. Terdapat pula kantong penyimpanan untuk controller sehingga perangkat tetap berada dekat dengan pengguna.

    Bentuknya pun tidak dibuat seperti kursi gaming PC yang harus mendominasi ruangan. Ketika permainan selesai, kursi tetap dapat menjadi bagian dari area duduk di rumah.

    Meja samping beroda untuk mendukung aktivitas gaming dari IKEA. (Foto dan koleksi: IKEA)
    3. Meja Samping Beroda, Barang Penting Tetap dalam Jangkauan

    Controller, minuman, ponsel, atau perangkat lain biasanya ikut berpindah ketika posisi duduk berubah. Meja samping yang tetap berada di satu tempat akhirnya kurang praktis.

    Meja samping dengan roda dari YXSTABY dibuat untuk mengikuti kebutuhan tersebut. Meja dapat digeser mendekati pengguna dan menyediakan ruang untuk menyimpan barang sekaligus mengisi daya controller.

    Dengan roda sebagai bagian dari desainnya, meja ini tidak hanya menjadi pelengkap area gaming. Ia dapat berpindah fungsi dan posisi sesuai aktivitas yang sedang dilakukan di ruang tersebut.

    Kotak Pajangan Controller Gaming memungkinkan controller gaming disimpan sekaligus jadi pajangan estetik dari IKEA. (Foto dan koleksi: IKEA)
    4. Aksesori Gaming yang Membawa Karakter Game ke Ruang

    Jika tiga produk sebelumnya lebih banyak menjawab kebutuhan posisi dan fungsi, YXSTABY juga menghadirkan aksesori yang memberi karakter gaming pada ruang tanpa harus mengubah seluruh interior.

    Ada Bangku Gaming Thumbstick dan Bantalan Gaming D-pad yang mengambil inspirasi dari bentuk controller. Thumbstick diterjemahkan menjadi bangku, sedangkan bentuk D-pad digunakan pada bantalan untuk lengan dan punggung.

    Ada pula Kotak Pajangan Controller Gaming. Controller yang biasanya hanya disimpan setelah bermain dapat dipajang sebagai bagian dari interior. Di dalamnya terdapat cermin dan dudukan transparan yang dapat dilepas.

    Ketiga produk ini menarik karena fungsi gaming dan fungsi interior berjalan bersamaan. Saat sedang bermain, benda-benda tersebut bisa digunakan. Saat permainan selesai, bentuknya tetap dapat menjadi elemen dekoratif di ruang.

    Baca Juga: Monitor Gaming Premium FHD Native 1000Hz dari LG Sudah Masuk di Indonesia

    Gaming Tak Harus Membuat Ruang Terlihat Seperti Ruang Gaming

    Bagi rumah yang memiliki ruang terbatas, inilah salah satu hal menarik dari pendekatan YXSTABY. Perabot gaming tidak harus selalu tampil dengan karakter yang sangat kuat atau memenuhi seluruh ruangan.

    Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, mengatakan bahwa ruang yang digunakan untuk bermain game pada akhirnya juga akan digunakan oleh anggota keluarga lain atau untuk aktivitas berbeda.

    Karena itu, menurutnya, tidak semua perabot harus terlihat sangat “gaming”. Beberapa elemen dapat memiliki karakter lebih kuat, sementara elemen lainnya dibuat lebih tenang agar tetap menyatu dengan perabot yang sudah ada.

    Pendekatan ini membuat kebutuhan gamer tidak harus berhadapan dengan kebutuhan interior. Sedikit elemen dengan karakter gaming sudah dapat memberi identitas pada ruang, sementara perabot lainnya tetap menjalankan fungsi sehari-hari.

    Dari IKEA dan Xbox untuk Gamer di Rumah

    YXSTABY merupakan bagian terbaru dari eksplorasi IKEA di kategori gaming. Perjalanan ini dimulai pada 2021 melalui kolaborasi yang menghasilkan enam seri, yaitu UPPSPEL, LÅNESPELARE, MATCHSPEL, GRUPPSPEL, UTESPELARE, dan HUVUDSPELARE.

    Lebih dari 30 produk hadir dalam rangkaian tersebut, mulai dari meja dan kursi gaming hingga berbagai aksesori untuk mendukung setup gaming PC.

    Eksplorasi kemudian berlanjut melalui BRÄNNBOLL dengan jenis perabot yang lebih beragam, termasuk inflatable chair, armchair, trolley, dan perabot yang dapat digunakan untuk berpindah dari aktivitas bermain ke kegiatan lain di rumah.

    Pada YXSTABY, perhatian IKEA semakin diarahkan pada situasi ketika permainan benar-benar berlangsung: bagaimana posisi televisi, bagaimana pengguna duduk, barang apa yang perlu berada dekat, dan bagaimana perabot dapat digeser mengikuti posisi pengguna.

    Kolaborasi dengan Xbox juga dilakukan sejak proses pengembangan. IKEA membawa pengalaman dalam merancang perabot untuk rumah, sementara Xbox membawa kedekatannya dengan aktivitas gaming.

    Tiga desainer IKEA yang terlibat dalam pengembangan YXSTABY adalah David Wahl, Lukas Bazle, dan Darja Nordberg. Sebelumnya, mereka juga telah mengerjakan berbagai produk IKEA, seperti kursi makan TEODORES, lampu gantung ÖDLEBLAD, tirai VECKLARFLY, lampu LED sensor KÖLVATTEN, lampu gantung KUDDLAVA, rak KRÖNIKÖR, hingga berbagai produk tekstil.

    Baca Juga: Dilengkapi Fitur Canggih, TV 4K Sharp Ini Bisa Dipakai Foto dan Video

    YXSTABY Sudah Hadir di IKEA Indonesia

    Koleksi YXSTABY mulai dapat dilihat di seluruh toko IKEA Indonesia sejak 1 Oktober 2026.

    Untuk pembelian, anggota IKEA Family dapat memperoleh koleksi ini secara offline mulai 1 Oktober 2026. Mulai 2 Oktober 2026, YXSTABY dapat dibeli oleh semua konsumen, baik secara online maupun offline.

    Harga koleksi ini mulai dari Rp149.000.

    Ketersediaan produk dan stok dapat berbeda di setiap toko. Informasi lebih lanjut mengenai YXSTABY dapat diperoleh melalui situs IKEA Indonesia atau dengan mengunjungi toko IKEA terdekat.

    CATATAN RANAHRUMAH

    Ruang gaming bukan soal memiliki ruangan khusus. Yang lebih penting adalah bagaimana perabot dapat mengikuti cara kita bermain tanpa kehilangan fungsi ketika aktivitas gaming selesai.

    (RR)

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Empat Penghargaan AC LG di 2026, dari Pilihan Konsumen hingga Rekomendasi

    Ranahrumah.com – TREN | Empat penghargaan yang diterima AC LG sepanjang 2026 datang dari fokus penilaian yang berbeda. Mulai dari kekuatan merek di pasar, pilihan konsumen di kanal digital, hubungan dengan pelanggan, hingga seberapa banyak konsumen merekomendasikannya.

    Rangkaian penghargaan tersebut terdiri atas Top Brand Award 2026, Brand Choice Award 2026, Superbrands 2026, dan WOW Brand Award 2026. Bagi PT LG Electronics Indonesia (LG), empat penghargaan ini menjadi gambaran atas kepercayaan konsumen sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan produk dan layanan AC di Indonesia.

    “Mendapatkan penghargaan atas kinerja tentu menjadi hal membanggakan. Namun menyatukan empat penghargaan bergengsi dalam satu tahun yang sama menjadi representasi kuat komitmen pada inovasi dan layanan yang selalu kami jaga bagi pengguna AC LG di Indonesia,” ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia.

    Baca Juga: Hasil Uji Universitas Indonesia untuk AC LG Ini, Konsumsi Listrik Harian Hanya Rp1.500

    Empat Penghargaan, Empat Fokus Penilaian

    Keempat penghargaan tersebut tidak datang dari ukuran yang sama. Masing-masing memiliki fokus penilaian yang berbeda dalam melihat posisi sebuah merek di mata konsumen.

    Top Brand Award 2026 menilai kekuatan merek berdasarkan survei independen yang mencakup tingkat kesadaran merek, penggunaan, serta loyalitas konsumen. Penghargaan ini dengan demikian melihat seberapa kuat sebuah merek hadir dalam benak dan pilihan konsumen.

    Sementara Brand Choice Award 2026 berkaitan dengan pilihan konsumen pada kanal perdagangan digital dan marketplace. Penilaiannya mencerminkan kinerja merek dalam ekosistem perdagangan digital sekaligus pilihan konsumen ketika melakukan pembelian.

    Berbeda lagi dengan WOW Brand Award 2026 yang melihat hubungan dan keterikatan merek dengan pelanggan. Penilaiannya tidak hanya terkait produk dan layanan, tetapi juga pengalaman konsumen serta kemampuan merek membangun hubungan yang mendorong konsumen untuk merekomendasikannya.

    Hal tersebut menjadi semakin relevan dengan perubahan perilaku konsumen saat ini.

    Menurut Yosanova Savitry, CMO MCorp, cara konsumen menentukan pilihan sudah berubah. Jika sebelumnya iklan menjadi salah satu sumber utama yang memengaruhi keputusan pembelian, kini konsumen mendapatkan informasi dari berbagai sumber sebelum menentukan pilihan.

    Definisi loyalitas pun ikut berubah. Menurutnya, rekomendasi dari konsumen menjadi salah satu indikator penting bagi keberhasilan sebuah merek.

    Prosesnya dimulai dari konsumen mengenal sebuah merek, menyukainya, kemudian membeli, dan akhirnya merekomendasikannya kepada orang lain. Dalam penilaian tersebut, AC LG menempati urutan pertama sebagai AC yang paling banyak direkomendasikan.

    Sementara itu, Superbrands 2026 menempatkan kinerja, inovasi, serta penerimaan kuat di pasar sebagai bagian dari penilaian terhadap merek.

    Perbedaan fokus tersebut membuat empat penghargaan ini memberikan gambaran dari sisi yang berbeda. Tidak hanya mengenai apakah sebuah merek dikenal dan dipilih, tetapi juga bagaimana merek tersebut hadir dalam pengalaman konsumen dan mendapatkan rekomendasi dari mereka.

    “Berbagai aspek penilaian yang didasarkan pada persepsi konsumen ini menjadikan keempat penghargaan ini sebagai refleksi nyata atas kepercayaan masyarakat terhadap AC LG,” ujar Joohoon Kim, Product Director AC ES at LG Electronics Indonesia.

    Menurut Joohoon, kepercayaan tersebut didukung komitmen LG dalam menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan konsumen, mulai dari kenyamanan, efisiensi energi, kualitas udara yang lebih baik, hingga kemudahan penggunaan.

    (Ki-Ka) Satrio Pornomo dan Joohoon Kim dari LG Electronics Indonesia dengan Yosanova Savitry dari CMO MCorp. Saat penyerahan penghargaan WOW Brand Award 2026 yang penilaiannya tidak hanya terkait produk dan layanan, tetapi juga pengalaman konsumen serta kemampuan merek membangun hubungan yang mendorong konsumen untuk merekomendasikannya. (Foto: LG Electronics Indonesia)

    Dari AC Basic hingga Premium

    Penghargaan yang diterima sepanjang tahun ini sekaligus menjadi dorongan bagi LG untuk terus mengembangkan jajaran AC-nya. Pilihan tidak hanya diarahkan pada produk dengan teknologi premium, tetapi juga AC yang lebih basic sehingga konsumen dapat memilih sesuai kebutuhan dan kemampuan.

    “Melalui jajaran produk terbaru ini, LG ingin memberikan lebih dari sekadar kenyamanan udara. Kami menghadirkan teknologi yang membantu konsumen menikmati efisiensi energi, keandalan produk, dan kemudahan penggunaan dalam keseharian. Komitmen inilah yang terus mendorong kepercayaan konsumen terhadap LG dari waktu ke waktu,” kata Joohoon Kim.

    Koleksi AC terbaru LG 2026 hadir melalui tiga lini, yaitu DUALCOOL™ AI Air, DUALCOOL New Terminator Inverter, dan Turbocool New Terminator.

    DUALCOOL™ AI Air menjadi lini dengan pendekatan teknologi AI. Teknologi ini memungkinkan AC menyesuaikan suhu, kecepatan kipas, dan arah hembusan udara berdasarkan kondisi ruangan dan pola penggunaan. Fitur seperti Window Detection, kW Manager, All Cleaning, Sleep Timer+, serta kendali melalui aplikasi LG ThinQ™ melengkapi penggunaannya.

    Di kelas inverter, DUALCOOL New Terminator menggunakan Dual Inverter Compressor, dengan fitur Watt Control, Dual Swing Auto, dan Gold Fin™. Varian premium NVB juga dilengkapi Filter PM 2.5 dan konektivitas LG ThinQ™.

    Sementara Turbocool New Terminator ditujukan untuk kebutuhan pendinginan ruangan kecil hingga menengah, dengan luas sekitar 6–18 m². Fitur Turbo Mode, Jet Cool, Dual Swing, Energy Save Mode, dan Fine Dust Filter mendukung kebutuhan tersebut.

    Pengembangan juga dilakukan pada performa dan fitur. Salah satu teknologi terbaru yang diperkenalkan LG adalah flexible airflow, yang memberi keleluasaan dalam mengatur arah hembusan udara sesuai kebutuhan ruang.

    Garansi pun menjadi salah satu bagian yang diperkuat untuk menunjukkan keandalan produk. Seluruh seri DUALCOOL dan TURBOCOOL NSB didukung garansi kompresor, suku cadang, dan PCB hingga 10 tahun.

    Baca Juga: Mengenal Fitur Watt Control pada AC LG DUALCOOL dan Simulasi Penghematan Listrik yang Bisa Dicapai

    Penghargaan Jadi Pemacu Pengembangan AC

    Bagi LG, rangkaian penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai pencapaian. Satrio Purnomo, Head of Product Marketing ES PT LG Electronics Indonesia, mengatakan penghargaan justru menjadi motivasi untuk meningkatkan performa produk AC sekaligus memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen.

    “Keberhasilan menyatukan empat penghargaan bergengsi bagi merek di Indonesia ini menjadi motivasi LG untuk terus menghadirkan inovasi pada perangkat AC yang memberikan manfaat nyata, meningkatkan kenyamanan hidup masyarakat, serta memperkuat kontribusi positif LG bagi Indonesia,” ujar Satrio.

    Pengembangan tersebut dilakukan dengan menghadirkan pilihan AC dalam rentang yang lebih beragam, mulai dari model basic hingga premium, sekaligus meningkatkan performa dan fitur pada produk-produk terbaru.

    Menurut Satrio, kekuatan lain AC LG terletak pada dukungan manufaktur dalam negeri. LG memiliki fasilitas produksi AC hasil kemitraan strategis di Cibitung, Jawa Barat, yang telah beroperasi sejak tahun lalu. Fasilitas tersebut memproduksi berbagai perangkat AC LG yang dipasarkan di Indonesia, termasuk jajaran DUALCOOL Inverter New Terminator Series.

    Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) AC LG juga telah mencapai lebih dari 41%. Hal ini menjadi salah satu kekuatan LG dalam membangun kolaborasi, termasuk dengan lembaga pemerintahan, sekaligus mendukung pengembangan industri dan ekosistem manufaktur dalam negeri.

    “Keberadaannya tidak hanya mendukung ketersediaan produk bagi konsumen Indonesia, tetapi juga mencerminkan komitmen LG dalam mendorong pertumbuhan industri nasional dan pengembangan ekosistem manufaktur dalam negeri,” ujar Satrio.

    AC juga menjadi salah satu kategori penting dalam bisnis LG di Indonesia. Kontribusinya disebut mencapai sekitar 20% dari keseluruhan bisnis LG di Indonesia, sehingga pengembangan produk AC menjadi bagian penting dalam strategi perusahaan ke depan.

    Baca Juga: Mengenal AC DUALCOOL AI Air: Generasi Lebih Pintar yang bisa Mengatur Pendinginan dan Konsumsi Energi Sendiri

    Tidak Hanya Produk, Ada Kontribusi Sosial

    Komitmen LG di Indonesia juga tidak berhenti pada pengembangan produk dan layanan. Ha Sang-chul mengatakan perusahaan terus memperkuat kontribusi sosial melalui LG Loves Indonesia, yang menjadi payung berbagai program keberlanjutan perusahaan.

    Program tersebut mencakup empat pilar. LG Loves and Cares berfokus pada bantuan kemanusiaan dan kepedulian sosial, LG Loves School mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan generasi muda, LG Loves Children berfokus pada tumbuh kembang anak-anak Indonesia, sedangkan LG Loves Green mendorong pelestarian lingkungan dan masa depan yang lebih berkelanjutan.

    “Kombinasi antara inovasi teknologi, kualitas produk, investasi berkelanjutan, layanan pelanggan yang terpercaya, serta kontribusi sosial yang konsisten menjadi fondasi kuat yang mendorong LG terus memperkuat kepercayaan masyarakat Indonesia,” ujar Ha Sang-chul.

    “Seturut pendekatan ini, seperti pula produk elektronik LG lainnya, AC LG bergerak dengan fokus tidak hanya menghadirkan perangkat yang relevan mendukung kehidupan sehari-hari, tetapi juga berupaya menjadi bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik,” lanjutnya.

    Rangkaian penghargaan sepanjang 2026 pun menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Bagi LG, pencapaian ini sekaligus menjadi pemacu untuk terus mengembangkan AC dengan pilihan yang semakin beragam, performa dan fitur yang semakin baik, serta layanan yang mendukung kebutuhan konsumen Indonesia.

    (RR)

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom