Saturday, October 24, 2026
Home Blog Page 4

Tak Mau Endapan Menumpuk di Water Heater? Kenali 3 Seri Baru Electrolux dengan Fitur Kuras Mandiri

| Water heater yang rajin dirawat bukan hanya soal air panas yang nyaman. Tangki yang bersih membantu menjaga kinerja unit dan membuat pemakaian lebih tenang. Masalahnya, menguras tangki selama ini sering dianggap pekerjaan teknisi. Lewat 3 seri water heater terbarunya, Electrolux menghadirkan solusi.

Ranahrumah – PRODUK | Water heater biasanya dipasang untuk membuat rutinitas mandi lebih nyaman. Setelah itu, perangkat ini sering kali hanya diingat ketika air tidak lagi panas seperti biasanya. Padahal ada bagian yang tidak terlihat dan tetap perlu dirawat: tangki penyimpan air.

Seperti dibahas pada artikel sebelumnya, endapan mineral dan material lain dapat terkumpul di dalam tangki jika water heater tidak pernah dikuras. Persoalannya, perawatan kemudian sering dianggap merepotkan karena harus menunggu teknisi datang dan menyediakan biaya perawatan. “Biayanya yang berlaku bisa sekitar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu,” ujar Iffan Suryanto, President Director & Country General Manager PT Electrolux Indonesia (30/9), membuka sebuah permasalahan perawatan water heater dan biayanya yang sering luput diperhatikan.


Electrolux mencoba mengubah kebiasaan tersebut melalui tiga seri terbaru UltimateHome Water Heater, yakni UltimateHome 300, UltimateHome 500, dan UltimateHome 700.

Ketiganya membawa sistem pengurasan yang memungkinkan pengguna melakukan perawatan tangki dengan lebih praktis. UltimateHome 300 dan 500 menggunakan Self Drain, sedangkan UltimateHome 700 membawa Easy Drain.

Tetapi tiga seri ini bukan sekadar berbeda nomor. Kapasitas, pilihan daya, dan kelengkapan fiturnya juga berbeda. Jadi, memilihnya sebaiknya kembali pada kebutuhan rumah.

Baca Juga: Airnya Terlihat Bersih, Tapi Tangki Water Heater Bisa Sekotor Ini Jika Tak Pernah Dikuras

Tiga Seri, Tiga Tingkat Fleksibilitas

Tiga seri baru Electrolux UltimateHome sama-sama membawa perhatian pada kemudahan perawatan tangki, tetapi masing-masing memiliki kapasitas, pilihan daya, dan tingkat fitur yang berbeda.

  • UltimateHome 300 tersedia dalam kapasitas 10L, 15L, dan 30L dengan satu pilihan daya untuk masing-masing kapasitas. Seri ini membawa fitur Self Drain untuk memudahkan pengurasan tangki.
  • UltimateHome 500 tersedia dalam kapasitas 15L dan 30L, dengan dua pilihan daya pada masing-masing kapasitas. Selain Self Drain, seri ini dilengkapi fitur seperti remote control dan tampilan suhu digital.
  • Sementara itu, UltimateHome 700 hadir dalam kapasitas 20L dan 30L dengan tiga pilihan daya. Seri ini menggunakan sistem Easy Drain serta menawarkan pengaturan yang lebih lengkap, termasuk remote control dan timer.

Jadi, perbedaannya bukan hanya pada besar-kecilnya tangki. Pilihan seri juga berkaitan dengan seberapa fleksibel kamu ingin mengatur daya dan seberapa lengkap fitur yang dibutuhkan di rumah.

Menariknya, pilihan daya ini bukan sekadar angka di brosur. Watt berkaitan dengan seberapa besar daya listrik yang digunakan saat elemen pemanas bekerja. Daya lebih rendah berarti beban listrik sesaat lebih kecil, sedangkan daya lebih tinggi dapat membantu mempercepat proses pemanasan—tentu dengan konsekuensi penggunaan daya yang lebih besar ketika pemanas aktif.

Water Heater UltimateHome 700 Electrolux. (Erly/Ranahrumah.com)
Easy Drain: Menguras Tanpa Harus Menunggu Teknisi

Inilah salah satu pembeda utama seri 700.

UltimateHome 700 memiliki pipa pembuangan terintegrasi. Untuk mengatur aliran air, pengguna cukup memasang ball valve standar 1/2 inci pada konektor yang tersedia. Ball valve tersebut tidak termasuk dalam paket penjualan.

Dengan desain ini, proses menguras tangki menjadi lebih praktis. Jadi, pekerjaan yang selama ini sering dianggap harus menunggu teknisi dapat dilakukan sendiri dengan mengikuti prosedur produk.

  • Remote Control dan Timer

Seri 700 juga memberikan kendali yang lebih banyak. Suhu dapat diatur secara digital dan pemanasan bisa dijadwalkan menggunakan timer. Fitur remote control membuat pengoperasian lebih praktis.

Untuk kamu yang suka mengatur perangkat rumah sesuai rutinitas—misalnya ingin air hangat sudah siap pada waktu tertentu—fitur ini menjadi nilai tambah.

  • ScaleShield dan HeatCore+

700 juga membawa ScaleShield untuk membantu mengurangi penumpukan kerak serta elemen pemanas HeatCore+ yang dirancang untuk mengurangi pembentukan kerak dan meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Electrolux menyebut ScaleShield dapat mengurangi penumpukan kerak hingga 88% berdasarkan pengujian eksternal yang dicantumkan pada spesifikasi produknya.

Ada pula SilverIon+, yang menurut Electrolux membantu mengurangi bakteri dalam air yang tersimpan di tangki hingga 99,99% berdasarkan pengujian eksternal terhadap E. coli dan S. aureus. Klaim ini sebaiknya dibaca sebagai klaim berdasarkan pengujian yang disebutkan Electrolux, bukan sebagai jaminan bahwa seluruh air di setiap kondisi penggunaan akan bebas bakteri.

Cocok untuk siapa?

Seri 700 bisa dipertimbangkan jika kamu menginginkan lebih banyak kendali atas pemanasan, membutuhkan kapasitas 20L atau 30L, sekaligus menginginkan fitur perawatan dan pengoperasian yang lebih lengkap.

Water Heater UltimateHome 500 Electrolux. (Erly/Ranahrumah.com)
UltimateHome 500 — Fleksibel Tanpa Terlalu Rumit

Tidak semua rumah membutuhkan sebanyak itu fitur.

UltimateHome 500 berada di tengah. Pilihan kapasitasnya 15L dan 30L. Masing-masing memiliki dua tingkat daya: 15L dengan 200W dan 500W, sedangkan 30L dengan 300W dan 800W.

Ini yang disebut Electrolux sebagai Dual Power.

Misalnya, pada 15L kamu bisa memilih 200W ketika ingin menjaga beban daya lebih rendah, atau 500W ketika membutuhkan pemanasan lebih cepat. Pilihan ini membuat water heater lebih mudah disesuaikan dengan kondisi penggunaan sehari-hari.

  • Self Drain: Perawatan Tak Harus Menunggu Teknisi

Pada UltimateHome 500, sistem Self Drain memungkinkan sisa air di dalam tangki dikuras dengan melepas sambungan outlet menggunakan kunci pas standar. Electrolux menyebut proses tersebut dapat dilakukan tanpa bantuan teknisi.

Inilah hubungan paling jelas dengan persoalan pada artikel pertama: kalau tangki perlu dikuras secara berkala, prosesnya dibuat sesederhana mungkin agar tidak selalu ditunda.

  • AquaPro, HeatCore, dan Sistem Keamanan

UltimateHome 500 menggunakan tangki AquaPro dengan magnesium anoda dan lapisan enamel untuk membantu melindungi tangki dari korosi dan kebocoran. Elemen pemanas HeatCore dirancang lebih tahan korosi.

Untuk keamanan, tersedia ELCB, thermal cut-off, perlindungan tekanan berlebih, serta pembumian.

Cocok untuk siapa?

Seri 500 bisa menjadi pilihan untuk rumah yang membutuhkan fleksibilitas daya tetapi tidak memerlukan sebanyak pengaturan pada seri 700.

Kapasitas 15L dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan lebih sederhana, sementara 30L lebih sesuai jika kebutuhan air hangat lebih banyak.

Water Heater UltimateHome 300 Electrolux dengan storage. (Erly/Ranahrumah.com)
UltimateHome 300 — Pilihan Praktis untuk Kebutuhan Dasar

Di kelas yang lebih sederhana, UltimateHome 300 tersedia dalam kapasitas 10L, 15L, dan 30L.

Yang perlu diperhatikan, Single Power bukan berarti seluruh seri 300 hanya mempunyai satu angka watt. Setiap kapasitas memiliki satu pilihan daya: 10L sebesar 200W, 15L sebesar 500W, dan 30L sebesar 800W.

Artinya, pemilihannya lebih sederhana: tentukan dulu kapasitas yang dibutuhkan, lalu sesuaikan dengan daya listrik masing-masing model.

  • Self Drain untuk Perawatan Rutin

UltimateHome 300 juga menggunakan Self Drain. Pengurasan dilakukan dengan melepas sambungan outlet menggunakan kunci Inggris, tanpa bantuan teknisi.

Untuk kebutuhan dasar, fitur ini justru penting. Sebab water heater sederhana sekalipun tetap memiliki tangki yang perlu dirawat.

Tangki AquaPro menggunakan magnesium anoda dan lapisan enamel untuk membantu perlindungan terhadap korosi dan kebocoran. Sistem keamanannya mencakup ELCB dan thermal cut-off, serta perlindungan tekanan berlebih dan pembumian.

Cocok untuk siapa?

Seri 300 dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan yang lebih sederhana, misalnya pemakaian pribadi atau kamar mandi tertentu, dengan pilihan kapasitas yang disesuaikan dengan jumlah pengguna.

Jadi, jangan melihat angka “300” sebagai berarti fitur yang tidak penting. Justru untuk pengguna yang tidak membutuhkan banyak pengaturan, sistem yang lebih sederhana bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Baca Juga: Praktis dan Hemat, Pemanas Air Electrolux Ini Habiskan Rp200 Sekali Mandi

| Selanjutnya: Sebelum Membeli Jangan Cuma Lihat Kapasitas Tangki (Halaman 2)

Airnya Terlihat Bersih, Tapi Tangki Water Heater Bisa Sekotor Ini Jika Tak Pernah Dikuras

| Selama ini perhatian kita hanya pada air panas yang keluar dari shower. Padahal, ada bagian yang hampir tak pernah terlihat: isi tangki water heater yang terus terisi, dipanaskan, dan bisa menyimpan endapan selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Coba ingat kapan terakhir kali water heater di rumah dikuras.

Bukan dimatikan. Bukan dibersihkan bagian luarnya. Tetapi benar-benar dikuras, sampai air yang tersimpan di dalam tangki keluar seluruhnya.

Kalau jawabannya, “Wah, belum pernah,” kamu tidak sendirian.

Water heater memang termasuk benda di rumah yang jarang kita pikirkan cara merawatnya. Selama air panas masih keluar, rasanya tidak ada masalah. Apalagi air yang mengalir dari shower terlihat jernih.

Tetapi sebuah kejadian di media sosial beberapa waktu lalu membuat persoalan ini kembali menarik perhatian.

Iffan Suryanto, President Director & Country General Manager PT Electrolux Indonesia, melihat sebuah video TikTok yang memperlihatkan proses pembersihan water heater. Saat tangki dikuras oleh teknisi, air yang keluar berwarna cokelat, bahkan nyaris hitam.

Setelah itu, video-video serupa justru semakin sering muncul di linimasa.

Dari situ muncul pertanyaan sederhana: ternyata water heater bisa sekotor itu? Dan kalau memang bisa, kenapa selama ini kita tidak pernah melihatnya?

Yang Kita Lihat Hanya Air yang Keluar dari Shower

Water heater pada dasarnya adalah tangki penyimpan air yang dilengkapi sistem pemanas. Air masuk ke dalam tangki, disimpan, kemudian dipanaskan sebelum digunakan.

Masalahnya, air yang masuk tidak hanya membawa air.

Tergantung sumber dan karakteristik airnya, terdapat mineral yang dalam proses pemanasan dan penyimpanan berulang dapat membentuk endapan atau kerak. Pada bagian-bagian tertentu juga dapat terjadi korosi atau penumpukan material dari komponen di dalam sistem.

Semakin lama dibiarkan, endapan tersebut dapat menumpuk di bagian bawah tangki.

Mirip dengan bak air di rumah yang lama tidak pernah dikuras. Bedanya, bak air biasanya bisa kita lihat. Water heater tertutup rapat dan berada di kamar mandi. Kita hanya melihat hasil akhirnya: air hangat yang keluar dari shower.

Itulah yang membuat persoalan ini mudah sekali terlewat.

Baca Juga: Kenali 3 Seri Baru Water Heater Electrolux dengan Fitur Kuras Mandiri

Kenapa Airnya Tetap Terlihat Bersih?

Ini bagian yang sering membuat orang bingung.

Kalau di dalam tangki memang ada endapan, kerak atau karat, mengapa air yang keluar saat mandi tetap terlihat bersih?

Salah satu alasannya berkaitan dengan posisi endapan dan cara air panas diambil dari dalam tangki.

Material yang lebih berat cenderung mengendap di bagian bawah. Sementara air panas yang digunakan untuk mandi diambil melalui sistem outlet yang berada di bagian tertentu dalam tangki. Jadi, tidak semua endapan di dasar tangki otomatis ikut terbawa keluar setiap kali shower dinyalakan.

Karena itu, air yang terlihat jernih dari shower bukan berarti bagian dalam tangki juga jernih.

Penelitian tentang tangki water heater rumah tangga bahkan menunjukkan adanya stratifikasi mikroorganisme di dalam tangki. Dalam sebuah studi yang diterbitkan pada 2024, peneliti menemukan konsentrasi Legionella pneumophila lebih tinggi di bagian bawah tangki pada sistem yang mereka teliti. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa komunitas mikroba di dalam tangki dapat bertahan dan berubah sesuai kondisi suhu serta pola pengurasan.

Tetapi ada catatan penting: keberadaan mikroorganisme atau endapan di dalam tangki tidak otomatis berarti air yang keluar dari setiap water heater pasti berbahaya. Penelitian lain pada water heater rumah tangga menemukan bahwa endapan memang mengandung berbagai material anorganik, termasuk mineral dan unsur yang berkaitan dengan korosi, tetapi tidak menemukan bahwa endapan tersebut secara otomatis menjadi sumber kontaminasi pada air di outlet.

Jadi persoalannya bukan untuk membuat kita panik. Persoalannya adalah: mengapa bagian rumah yang menyimpan air untuk kebutuhan mandi justru hampir tidak pernah kita rawat?

Baca Juga: Electrolux Group Umumkan Target Daur Ulang Baru pada Produknya untuk Kurangi Emisi Karbon

Air Dipanaskan Berulang Kali, Endapan Pun Bisa Bertambah

Menurut penjelasan Rino Nainggolan, Head of Product Line Wellbeing Category Electrolux Indonesia, di dalam tangki terdapat lapisan enamel atau porselen sebagai pelindung.

Mineral dari air dapat membentuk endapan kapur. Ketika air dipanaskan berulang kali, endapan tersebut dapat mengeras dan menempel pada bagian dalam tangki maupun komponen pemanas.

Di sinilah perawatan menjadi penting.

Karena persoalannya bukan cuma soal tampilan air. Endapan yang semakin banyak juga dapat mengganggu bagian-bagian di dalam water heater dan membuat unit bekerja tidak seoptimal ketika kondisinya masih bersih.

Pemanasan air pun bisa membutuhkan waktu lebih lama. Ketika komponen pemanas harus bekerja lebih berat untuk mencapai suhu yang diinginkan, kebutuhan energi juga dapat meningkat. Artinya, water heater yang jarang dikuras bukan hanya berisiko membuat proses pemanasan kurang optimal, tetapi juga berpotensi membuat konsumsi listrik menjadi lebih tinggi.

Gejalanya sering muncul perlahan: air membutuhkan waktu lebih lama untuk panas, aliran terasa kurang lancar, atau pemakaian listrik mulai terasa berbeda.

Sering kali kita baru memanggil teknisi ketika masalah sudah terasa. Padahal, mungkin yang dibutuhkan sejak awal hanyalah kebiasaan perawatan.

Airnya Terlihat Bersih, Tapi Bagaimana Hasil Ujinya?

Air yang keluar dari shower memang belum tentu menunjukkan apa yang terjadi di dalam tangki. Karena itu, menarik melihat hasil pengujian yang ditampilkan Electrolux saat peluncuran UltimateHome Water Heater Series (30/9).

Sebagai pembanding, dalam presentasinya Electrolux menampilkan parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi yang mengacu pada ketentuan Kementerian Kesehatan.

Parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi yang ditampilkan dalam presentasi Electrolux, mengacu pada Permenkes No. 2 Tahun 2023. Sumber: Presentasi Electrolux, 30 September 2026. (Ranahrumah.com)

Parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi yang ditampilkan dalam presentasi Electrolux, mengacu pada Permenkes No. 2 Tahun 2023.

Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan sejumlah parameter untuk air yang digunakan bagi keperluan higiene perorangan dan/atau rumah tangga. Salah satunya adalah besi (Fe) terlarut, dengan kadar maksimum yang diperbolehkan sebesar 0,2 mg/L.

Lalu, bagaimana dengan air yang berada di dalam water heater yang tidak pernah dikuras?

Perbandingan hasil pengujian sampel air dari luar dan dari dalam water heater yang tidak dikuras, seperti ditampilkan dalam presentasi Electrolux. Sumber: Hasil pengujian laboratorium yang dipresentasikan Electrolux, September 2026. (Ranahrumah.com)

Perbandingan hasil pengujian sampel air di luar dan di dalam water heater yang tidak dikuras, seperti ditampilkan Electrolux dalam presentasi peluncuran UltimateHome Water Heater Series, 30 September 2026.

Pada tabel tersebut terlihat adanya perbedaan antara sampel air di luar water heater dan sampel dari dalam unit yang tidak dikuras. Salah satu yang ditampilkan adalah kandungan Fe yang lebih tinggi pada sampel dari dalam water heater dan berada di atas nilai maksimum Fe terlarut yang tercantum dalam parameter air untuk keperluan higiene dan sanitasi pada Permenkes No. 2 Tahun 2023.

Hasil ini tentu tidak berarti setiap water heater yang tidak dikuras akan menghasilkan kondisi air yang sama. Kualitas air juga dipengaruhi oleh sumber air, kondisi instalasi, usia unit, material tangki, serta kondisi masing-masing water heater.

Namun, tabel tersebut memberikan satu gambaran yang penting: kondisi air di dalam tangki tidak selalu bisa dinilai hanya dari air yang keluar dan terlihat jernih dari shower.

Karena itu, tangki water heater juga perlu mendapat perhatian dalam perawatan rumah. Endapan yang terkumpul di dalam tangki memang tidak otomatis berarti air yang keluar dari shower sudah tercemar. Penelitian pada water heater rumah tangga juga menunjukkan bahwa sedimen dapat menumpuk di dalam tangki dan mengandung berbagai material mineral maupun hasil korosi.

Pertanyaannya kemudian bukan hanya, “Apakah airnya masih terlihat bersih?” Tetapi juga, “Kapan terakhir kali tangki water heater di rumah dikuras?”

Baca Juga: Praktis dan Hemat, Pemanas Air Electrolux Ini Habiskan Rp200 Sekali Mandi

Ketika Tangki Tak Pernah Dibersihkan, Kinerja Water Heater Bisa Ikut Terganggu

Endapan yang terus menumpuk bukan hanya soal apa yang tersimpan di dasar tangki. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi cara kerja water heater.

Lapisan kerak dan endapan mineral dapat mengganggu proses perpindahan panas. Akibatnya, pemanasan air bisa menjadi kurang efisien dan unit berpotensi membutuhkan waktu atau energi lebih besar untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Artinya, kebiasaan tidak pernah menguras water heater bukan hanya membuat kita tidak tahu apa yang menumpuk di dalam tangki. Kinerja unit pun berpotensi ikut berubah dan konsumsi listrik bisa menjadi lebih tinggi.

Penelitian tentang pembersihan water heater rumah tangga menunjukkan bahwa proses pengurasan dan pembersihan dapat mengurangi material mineral serta material yang berkaitan dengan korosi yang terkumpul pada sedimen. Namun, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dampak sedimen terhadap kualitas air yang keluar dari keran tidak selalu sama pada setiap unit.

Jadi, tidak perlu menunggu air berubah warna atau water heater terasa bermasalah untuk mulai memikirkan perawatannya.

Menguras Water Heater Ternyata Bukan Pekerjaan Sekali Seumur Hidup

Selama ini menguras water heater identik dengan teknisi.

Tangki dibuka, air dikeluarkan, endapan dibersihkan. Pemilik rumah tinggal menunggu.

Karena dianggap merepotkan dan ada biaya jasa, banyak orang akhirnya memilih tidak melakukannya. Padahal, seperti halnya membersihkan bak air atau filter, tangki water heater juga membutuhkan perhatian.

Electrolux melalui kampanye #KurasSendiriAja mencoba mengubah kebiasaan tersebut. Pesannya sederhana: jangan menunggu air berubah warna atau water heater bermasalah baru memikirkan isi tangkinya.

Electrolux merekomendasikan pengurasan secara rutin. Dalam materi peluncurannya, pengurasan disebut perlu dilakukan paling tidak secara berkala, dengan rekomendasi hingga satu bulan sekali.

Yang menarik, pengurasan ini tidak lagi harus selalu menjadi pekerjaan teknisi pada lini water heater terbaru Electrolux.

Peluncuran 3 seri terbaru water heater Electrolux dengan futur pembersihan mandiri dan peluncuran kampanye #KurasSendiriAja (30/9), oleh PT Electrolux Indonesia bersama Mitra10 Qbic BSD, menghadirkan salah satu ibu, konsumen pengguna seri terbaru UltimateHome 700. (foto: Erly/Ranahrumah.com)

Dari Pekerjaan Teknisi Menjadi Perawatan di Rumah

Electrolux memperkenalkan tiga seri UltimateHome Water Heater yang membawa fitur pengurasan mandiri.

Pada UltimateHome 700, ada fitur Easy Drain. Pengguna cukup membuka valve pada jalur pengurasan untuk mengeluarkan air dari tangki.

Sementara UltimateHome 500 dan 300 menggunakan fitur Self Drain, yang memungkinkan proses pengurasan dilakukan secara mandiri dengan bantuan kunci yang sesuai.

Tentu saja, mudah bukan berarti asal membuka dan menguras.

“Perawatan water heater tetap harus dilakukan sesuai petunjuk produk dan dengan memastikan instalasi listriknya aman. Grounding dan sistem proteksi seperti ELCB/RCCB juga menjadi bagian penting dalam instalasi water heater karena perangkat ini menggunakan listrik untuk memanaskan air,” ungkap Iffan.

Badan Standardisasi Nasional mencatat SNI 04-6956.1-2003 mengenai RCCB atau pemutus sirkit arus sisa untuk pemakaian rumah tangga dan sejenisnya masih berstatus berlaku. PUIL 2020 juga memiliki bagian khusus mengenai proteksi terhadap kejut listrik.

Jadi, sebelum berpikir “wah, sekarang bisa kuras sendiri”, pastikan dulu instalasi water heater di rumah memang memenuhi persyaratan keselamatan.

Air Hangat Memang Nyaman. Justru Karena Itu, Jangan Lupa Merawat Sumbernya

Air hangat sudah menjadi bagian dari keseharian banyak keluarga. Mandi setelah seharian bekerja terasa lebih nyaman dengan air hangat. Untuk sebagian orang, mandi air hangat juga membantu tubuh lebih rileks.

Kementerian Kesehatan sendiri menyebut mandi air hangat dapat membantu melancarkan aliran darah, menenangkan otot, membantu pemulihan otot dan sendi, serta membuat tubuh lebih rileks, meski manfaat mandi air hangat tentu bergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing orang.

Sejumlah penelitian juga telah melihat pengaruh warm-water immersion terhadap tubuh. Sebuah tinjauan ilmiah menemukan adanya respons pada sistem kardiovaskular dan neuromuskular, tetapi para peneliti menekankan bahwa protokol penelitian yang berbeda-beda membuat manfaat kesehatan secara keseluruhan belum bisa disimpulkan secara sederhana.

Artinya, kita tidak perlu menjadikan air hangat sebagai “obat”. Cukup melihatnya sebagai bagian dari kenyamanan sehari-hari yang juga perlu dirawat sumbernya.

Karena kita mungkin rajin mengganti shower, membersihkan kamar mandi, mencuci bak, bahkan memilih sabun yang tepat. Tetapi bagaimana dengan tangki yang menyimpan air panas sebelum sampai ke tubuh kita?

Baca Juga: 3 Jenis Pemanas Air, Mana yang Paling Aman dan Hemat?

Mungkin Sudah Waktunya Water Heater Masuk Daftar Perawatan Rumah

Ada banyak benda di rumah yang baru kita perhatikan ketika rusak.

Water heater salah satunya.

Selama air panas masih mengalir, kita menganggap semuanya baik-baik saja. Padahal, bagian dalam tangki tidak pernah terlihat.

Itulah yang sebenarnya ingin diingatkan melalui kampanye #KurasSendiriAja. Bukan sekadar soal memiliki water heater yang canggih, tetapi membangun kebiasaan bahwa alat yang setiap hari kita gunakan juga perlu dirawat.

Jadi, kalau kamu sudah lama tidak pernah menguras water heater di rumah, mungkin sekarang waktunya mengeceknya. Karena yang terlihat bersih dari shower, belum tentu sama dengan apa yang tersimpan di dalam tangki.

CATATAN RANAHRUMAH

Water heater juga perlu dirawat, bukan hanya digunakan. Kalau selama ini tangki tak pernah dikuras, jangan tunggu sampai performanya menurun. Cek cara perawatan unit di rumah dan pastikan proses pengurasannya dilakukan dengan aman.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Penyimpanan di Rumah Perlu Fleksibel, IKEA Tawarkan Dua Solusi untuk Kebutuhan Berbeda

Ranahrumah.com – PRODUK | Rumah tidak pernah benar-benar berhenti berubah. Anak bertambah besar, pakaian makin banyak, hobi berganti, dan barang-barang yang dulu jarang digunakan bisa menjadi bagian dari keseharian. Sementara itu, luas rumah biasanya tetap sama.

Situasi seperti ini membuat kebutuhan penyimpanan tidak cukup dipikirkan berdasarkan berapa banyak lemari yang tersedia. Cara barang digunakan juga perlu diperhatikan. Pakaian tentu membutuhkan tempat yang berbeda dengan mainan, buku, perlengkapan menggambar atau barang-barang yang hampir setiap hari digunakan.

Penyimpanan yang fleksibel menjadi penting karena kebutuhan setiap ruang tidak selalu sama. Barang dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi dan frekuensi penggunaannya, sehingga lebih mudah ditemukan sekaligus dikembalikan ke tempatnya.

Pendekatan ini ditawarkan IKEA melalui dua solusi penyimpanan dengan fungsi berbeda, yaitu PAX untuk pakaian dan barang pribadi serta TROFAST untuk barang-barang yang lebih sering digunakan dan perlu mudah dijangkau.

Baca Juga: Mengenal Lemari Pakaian dengan Sistem PAX, Terlaris di IKEA

TROFAST dirancang untuk barang-barang yang perlu sering diambil dan dikembalikan. Penyimpanan ini terdiri dari kombinasi rangka dan kotak penyimpanan yang dapat dilepas membuat isinya lebih mudah dijangkau. (Foto & Koleksi: IKEA Indonesia)

Barang Berbeda, Cara Menyimpannya Berbeda

Bayangkan semua barang di rumah dimasukkan ke satu lemari. Pakaian, sepatu, tas, mainan anak sampai perlengkapan hobi bercampur di dalamnya. Ruang memang tetap terpakai, tetapi belum tentu menjadi lebih praktis.

Membagi tempat penyimpanan berdasarkan jenis barang bisa menjadi cara sederhana untuk mengatasinya.

Sistem lemari PAX dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyimpanan pakaian. Pilihan rangka, pintu dan interior organizer memungkinkan pakaian digantung atau dilipat, sekaligus menyediakan tempat untuk sepatu dan aksesori.

Sementara itu, TROFAST dirancang untuk barang-barang yang perlu sering diambil dan dikembalikan. Kombinasi rangka dan kotak penyimpanan yang dapat dilepas membuat isinya lebih mudah dijangkau. Karena itu, TROFAST dapat digunakan di kamar anak, area bermain maupun ruang lain yang membutuhkan akses cepat terhadap barang.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. PAX dapat membantu membuat pakaian dan barang pribadi tersimpan lebih rapi di balik pintu, sementara TROFAST membuat barang yang sering digunakan tetap mudah diambil.

Jadi, tidak semua barang harus mendapatkan tempat dengan cara yang sama.

Baca Jiga: 10 Langkah Praktis Merapikan Gudang di Rumah

Lemari PAX dapat menyediakan ruang khusus untuk pakaian yang jumlahnya ikut bertambah seiring usia pemakainya. (Foto: IKEA Indonesia)

Saat Kebutuhan Rumah Ikut Berubah

Penyimpanan juga perlu mengikuti perubahan penghuninya. Kamar anak merupakan contoh yang mudah terlihat.

Saat masih kecil, anak mungkin membutuhkan tempat untuk mainan, buku dan perlengkapan menggambar. Beberapa tahun kemudian, barang-barang tersebut berganti menjadi perlengkapan sekolah, peralatan hobi atau koleksi pribadi.

TROFAST dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang yang perlu dijangkau anak. Ketika kebutuhan berubah, ruang penyimpanan tersebut masih bisa digunakan untuk menyimpan perlengkapan sekolah, hobi atau barang sehari-hari lainnya.

Sementara itu, PAX dapat menyediakan ruang khusus untuk pakaian yang jumlahnya ikut bertambah seiring usia anak.

Hal yang sama juga berlaku untuk orang dewasa. Pakaian dan aksesori bisa ditempatkan di PAX, sedangkan TROFAST dapat dimanfaatkan untuk menyimpan barang berukuran lebih kecil, perlengkapan hobi atau kebutuhan rumah tangga yang perlu mudah diambil.

Dengan pembagian seperti ini, penyimpanan tidak harus selalu berarti menambah lemari. Yang lebih penting adalah memastikan setiap jenis barang mempunyai tempat yang sesuai dengan cara penggunaannya.

“Di IKEA, kami percaya bahwa penyimpanan bukan hanya tentang menyimpan barang pada tempatnya melainkan tentang menciptakan solusi yang dapat membuat kehidupan sehari-hari di rumah menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Dengan memadukan PAX dan TROFAST, kita dapat menciptakan area penyimpanan yang berbeda sesuai dengan barang yang dimiliki, bagaimana barang tersebut digunakan, serta bagaimana kebutuhan mereka berubah dari waktu ke waktu,” ujar M. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Walk-In Closet: Ruang Penyimpanan Khusus di Rumah

TROFAST dapat menjadi solusi untuk penyimpanan di kamar anak atau area bermain anak, digunakan untuk menyimpan mainan, buku maupun perlengkapan kreatif yang digunakan sehari-hari. (Foto: IKEA Indonesia)

Cara Memadukan Dua Solusi Penyimpanan

PAX dan TROFAST tidak harus digunakan dengan fungsi yang sama. Justru perbedaan fungsi keduanya dapat dimanfaatkan untuk membuat area penyimpanan lebih teratur.

1. Dekatkan dengan barang yang sering digunakan

Gunakan PAX untuk pakaian dan barang pribadi berukuran lebih besar. Di dekatnya, TROFAST dapat ditempatkan untuk menyimpan barang yang lebih sering diambil dan dikembalikan, seperti aksesori, tas, mainan atau perlengkapan hobi.

Dengan begitu, barang yang paling sering digunakan tidak perlu selalu dibongkar dari lemari.

2. Buat anak lebih mudah menyimpan barang sendiri

Tempat penyimpanan yang mudah dijangkau dapat membantu anak mengambil sekaligus mengembalikan barang miliknya. TROFAST bisa digunakan untuk mainan, buku maupun perlengkapan kreatif yang digunakan sehari-hari.

PAX kemudian dapat menjadi tempat untuk pakaian dan barang pribadi yang membutuhkan penyimpanan lebih besar.

Semakin jelas bahwa, penyimpanan yang baik bukan hanya soal membuat rumah terlihat rapi. Yang tidak kalah penting, barang mudah ditemukan, mudah digunakan dan punya tempat untuk kembali setelah selesai dipakai.

Karena kebutuhan rumah akan terus berubah, sistem penyimpanan pun sebaiknya cukup fleksibel untuk mengikutinya.

(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    CBD Fair Guangzhou 2026: Renovasi, Hunian Berkualitas, dan Teknologi Jadi Arah Baru Industri Rumah

    0

    Ranahrumah.com – TREN | Pameran furnitur dan dekorasi bangunan sering kali terasa jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal, apa yang ditampilkan di ajang industri seperti ini bisa memberi gambaran tentang perubahan yang perlahan masuk ke rumah—mulai dari pilihan material, solusi renovasi, sampai teknologi yang membuat hunian lebih mudah digunakan.

    Salah satunya terlihat di China (Guangzhou) International Building Decoration Fair 2026 (CBD Fair Guangzhou) yang berlangsung di Canton Fair Complex, Guangzhou, Tiongkok.

    Bagi pembaca Ranahrumah yang sebelumnya mengikuti artikel mengenai pameran ini, tiga sektor yang menjadi fokus CBD Fair Guangzhou—INTERIOR, EXTERIOR, dan MATECH—bukan sekadar pembagian area pameran. Ketiganya memperlihatkan bagaimana kebutuhan rumah dan industri pendukungnya sedang bergerak.

    Menariknya, perubahan itu tidak hanya menyangkut rumah baru. Renovasi, peningkatan kualitas hunian, kebutuhan penghuni lanjut usia, rumah untuk berbagai fase kehidupan, hingga pemanfaatan teknologi menjadi perhatian yang semakin besar.

    Baca Juga: Pameran Inovasi Dekorasi Bangunan dan Perabotan Rumah CBD Guangzhou

    Ketika Rumah Lama Perlu Ditingkatkan

    Pertumbuhan industri rumah dan furnitur selama ini banyak berkaitan dengan pembangunan properti baru. Kini arahnya mulai berubah.

    Kebutuhan renovasi dan peningkatan kualitas rumah menjadi bagian penting dari pasar. Rumah yang sudah ada tidak selalu harus dibongkar dan dibangun kembali. Sebagian ruang bisa diperbaiki, ditingkatkan fungsinya, atau disesuaikan dengan kebutuhan penghuni yang berubah.

    Gambaran ini terlihat dari fokus sektor INTERIOR CBD Fair Guangzhou. Untuk edisi berikutnya, area ini bahkan akan membawa konsep Good House, dengan perhatian pada berbagai solusi peningkatan kualitas hunian.

    Cakupannya cukup dekat dengan persoalan rumah yang kita temui sehari-hari: kustomisasi material, renovasi sebagian ruang, hunian yang lebih ramah bagi lansia, hingga kebutuhan rumah untuk berbagai tahap kehidupan.

    Artinya, pembicaraan mengenai rumah tidak lagi hanya soal membangun dari awal. Bagaimana membuat rumah yang sudah ada menjadi lebih nyaman dan sesuai kebutuhan juga semakin penting.

    Dari Dalam Rumah, Berlanjut ke Area Luar

    Kebutuhan peningkatan kualitas hunian juga tidak berhenti di dalam rumah.

    Pada sektor EXTERIOR, CBD Fair Guangzhou 2027 akan memperluas pembahasan mengenai ruang luar, antara lain sistem peneduh, produk aluminium, material komposit kayu-plastik, pintu dan jendela, serta solusi untuk hunian dan proyek komersial.

    Bagi pemilik rumah, hal seperti ini mungkin terdengar sebagai urusan material. Namun, pilihan pada bagian luar rumah ikut menentukan kenyamanan di dalamnya—mulai dari perlindungan terhadap panas, bukaan, hingga bagaimana area luar dimanfaatkan.

    Yang juga menarik, sektor ini akan membawa isu pelestarian bangunan bersejarah. Konsep tersebut dikaitkan dengan revitalisasi kawasan pedesaan, pariwisata budaya, dan pelestarian warisan.

    Dengan begitu, pembaruan bangunan tidak selalu berarti mengganti semuanya dengan yang baru. Bangunan lama juga bisa diberi kehidupan baru tanpa kehilangan nilai yang sudah dimilikinya.

    Baca Juga: Mendukung Smart Life, Makin Canggih Saja Perlengkapan Rumah Tangga Berbasis AI dari China

    Teknologi Tidak Lagi Berdiri Sendiri

    Sementara itu, sektor MATECH menunjukkan arah lain yang semakin dekat dengan kehidupan rumah masa kini: pertemuan antara material, perangkat keras, dan teknologi.

    Fokusnya mencakup perangkat keras pintar, integrasi teknologi rumah pintar, serta solusi CMF (Color, Material, Finish).

    CMF sendiri penting dalam desain karena menyangkut bagaimana warna, material, dan hasil akhir suatu produk atau ruang dirancang secara bersamaan. Jadi, teknologi dan desain tidak lagi berjalan di jalur yang terpisah.

    Bagi konsumen, perkembangan seperti ini bisa berarti pilihan produk rumah yang semakin terintegrasi. Bagi produsen dan pelaku industri, perubahan tersebut membuka kebutuhan untuk memikirkan bukan hanya bentuk produk, tetapi juga pengalaman pengguna dan bagaimana produk tersebut bekerja bersama elemen lain di rumah.

    Pengunjung Internasional Meningkat

    Setelah pameran 2026 berakhir, ada satu angka yang cukup menarik perhatian: 11.473 pengunjung berasal dari luar negeri, meningkat 33,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Mereka datang dari 147 negara dan kawasan.

    Angka tersebut menunjukkan bahwa pameran seperti CBD Fair Guangzhou tidak hanya menjadi tempat melihat produk atau tren terbaru. Bagi pelaku industri, pameran juga menjadi ruang untuk mencari pemasok, melihat perkembangan teknologi, menemukan mitra, dan membuka hubungan bisnis baru.

    Hal ini tentu relevan bagi pelaku usaha furnitur, material bangunan, dekorasi, maupun industri pendukung rumah di Indonesia yang ingin melihat perkembangan pasar regional dan global secara lebih dekat.

    Sementara bagi masyarakat umum, perkembangan yang dibawa industri tersebut pada akhirnya bisa berpengaruh pada pilihan produk dan solusi rumah yang tersedia di pasar.

    Baca Juga: Satu Tahun AB Collection Vinoti Living Hadirkan Furnitur Timeless dan Fleksibel, Cek Produk Barstool Terbarunya

    Bersiap untuk CBD Fair Guangzhou 2027

    Edisi 2026 memang baru saja selesai. Namun penyelenggara sudah menyiapkan arah untuk CBD Fair Guangzhou 2027, yang dijadwalkan berlangsung pada 8–11 Juli 2027.

    Yang menarik bukan semata-mata tanggal penyelenggaraannya, melainkan upaya untuk membuat hubungan antara pameran dan pelaku industri tidak berhenti ketika pintu pameran ditutup.

    Pada edisi 2027, tiga sektor—INTERIOR, EXTERIOR, dan MATECH—akan tetap menjadi bagian penting dengan cakupan yang lebih terarah. Sebanyak 21 aula pameran akan dikelompokkan ke dalam tiga sektor tersebut.

    Penyelenggara juga menyiapkan CBD World-Connect, yang diarahkan untuk mempertemukan merek dan pembeli dari pasar negara berkembang. Selain itu, kegiatan business matchmaking dan layanan untuk mempertemukan pelaku industri akan terus dilakukan di luar masa pameran.

    Dengan cara ini, pameran tidak hanya menjadi acara beberapa hari dalam setahun. Hubungan bisnis yang terbentuk diharapkan bisa terus berjalan setelah pameran selesai.

    Bagi pelaku industri Indonesia, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Bukan hanya karena Guangzhou menjadi salah satu tempat bertemunya produsen dan pembeli dari berbagai negara, tetapi juga karena isu yang dibawa cukup dekat dengan perubahan kebutuhan rumah saat ini: renovasi, kualitas hunian, ruang luar, teknologi pintar, serta rumah yang dapat mengikuti perubahan kebutuhan penghuninya.

    CBD Fair Guangzhou 2027 masih cukup lama. Tetapi dari arah yang mulai terlihat sejak edisi 2026, satu hal sudah jelas: industri rumah tidak hanya sedang mencari cara untuk membangun lebih banyak, tetapi juga bagaimana membuat rumah yang sudah ada menjadi lebih baik dan lebih relevan untuk kehidupan penghuninya.

    Baca Juga: Overlines: Koleksi Furnitur Rotan Sintetis untuk Gaya Hidup Masa Kini

    (RR)

    Cek berita dari industri dan gaya hidup modern, inovasi produk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

      TV 4K Sharp Bisa Dipakai Foto dan Video, Hadirkan JL5500I dan JJ5000I dengan Fitur Canggih

      Ranahrumah.com – PRODUK | Televisi di rumah kini tak lagi hanya digunakan untuk menonton film atau acara favorit. Satu layar bisa menjadi pusat hiburan keluarga, tempat bermain game, menikmati konten digital, bahkan melakukan aktivitas lain bersama keluarga.

      Melihat kebutuhan tersebut, Sharp Electronics Indonesia menghadirkan dua pilihan baru, yakni Sharp 4K QLED TV JL5500I dan Sharp 4K Google TV JJ5000I. Keduanya membawa resolusi 4K dan fitur pintar, dengan sejumlah fungsi yang membuat televisi lebih fleksibel digunakan di rumah.

      Dua Pilihan TV 4K dengan Karakter Berbeda

      Sharp 4K QLED TV JL5500I ditujukan bagi pengguna yang mengutamakan kualitas visual sekaligus pengalaman gaming. Menggunakan teknologi QLED (Quantum Dot), TV ini mampu menampilkan hingga 1 miliar warna sehingga gradasi warna terlihat lebih kaya.

      Resolusi 4K dan HDR melengkapi kemampuan visualnya. Sementara untuk bermain game, tersedia Gaming UI yang dapat aktif otomatis ketika TV terhubung dengan konsol. Ada pula 120Hz Upscaling Refresh Rate yang membantu membuat pergerakan gambar terlihat lebih halus pada permainan dengan gerakan cepat, seperti racing atau shooting.

      Sementara itu, Sharp 4K Google TV JJ5000I menawarkan pilihan ukuran yang lebih beragam, mulai dari 43 hingga 85 inci. Selain resolusi 4K dan HDR, TV ini menggunakan Google TV 14 yang memudahkan akses ke berbagai aplikasi dan konten hiburan dalam satu layar.

      Kapasitas penyimpanan 32 GB juga tersedia untuk mengunduh berbagai aplikasi. Seperti JL5500I, JJ5000I dilengkapi Gaming UI dan 120Hz Upscaling Refresh Rate.

      Baca Juga: Mengenal Sharp Platinum Service: Layanan Khusus TV Besar untuk Pengalaman Setelah Membeli

      Sharp 4K QLED TV JL5500I cocok bagi pengguna yang mengutamakan kualitas visual sekaligus pengalaman gaming. TV ini mampu menampilkan hingga 1 miliar warna sehingga gradasi warna terlihat lebih kaya.(Foto: Sharp Electronics Indonesia)

      Fitur Canggih dan Lengkap, Tak Hanya untuk Menonton

      Yang menarik dari kedua TV ini adalah sejumlah fitur yang membuat fungsi televisi menjadi lebih luas.

      Melalui Art Time, layar TV dapat digunakan sebagai galeri digital untuk menampilkan karya seni maupun foto keluarga ketika tidak sedang digunakan untuk menonton. Layar pun tetap bisa menjadi bagian dari suasana ruangan.

      Ada pula Sharp Living Camera. Dengan menghubungkan webcam yang kompatibel, pengguna dapat mengambil foto dan merekam video melalui layar TV tanpa perlu menginstal software tambahan. Webcam dijual terpisah.

      Untuk pengguna di Indonesia, Sharp juga menyertakan Azan Reminder, fitur pengingat waktu azan berdasarkan lokasi kota tempat TV digunakan.

      Kedua TV juga dilengkapi Eye Protection Mode yang membantu mengurangi emisi cahaya biru dari layar. Fitur ini dapat membuat pengalaman menonton lebih nyaman, terutama ketika TV digunakan dalam waktu lama atau di ruangan dengan pencahayaan rendah.

      Menurut Ardy, AUVI & Smartphone Product Strategy Head Division, PT Sharp Electronics Indonesia, perkembangan teknologi membuat fungsi televisi semakin luas.

      “Konsumen tidak hanya menggunakannya untuk menonton, tetapi juga untuk bermain game, menikmati konten digital, hingga melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga.”

      Karena itu, menurut Ardy, fitur yang dihadirkan Sharp tidak sekadar menambah spesifikasi, tetapi diharapkan benar-benar dapat digunakan dan memberikan manfaat dalam keseharian.

      Baca Juga: Jadikan Ruang Hiburan di Rumah jadi Lebih Seru dan Imersif dengan WIZ TV Sync Lights

      Pilihan Ukuran untuk Berbagai Ruang

      Sharp 4K QLED TV JL5500I tersedia dalam ukuran 50, 55, 65, dan 75 inci. Sementara Sharp 4K Google TV JJ5000I tersedia dalam ukuran 43, 50, 55, 65, 75, dan 85 inci.

      Keduanya sudah tersedia di berbagai toko elektronik di Indonesia serta melalui Sharp Official Store di berbagai marketplace. Harga produk tersedia mulai dari Rp4 jutaan.

      Ada pula program promosi berupa kesempatan mendapatkan saldo e-money hingga Rp1 juta dan gratis webcam 4K selama persediaan masih tersedia, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

      Baca Juga: Aplikasi Vidio kini Hadir di Setiap TV Sharp Tipy Android dan Google TV

      (RR)

      Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

      Ruang Laundry Sempit dan Berantakan? Ini yang Sering Terlupakan Saat Menatanya

      Ranahrumah.com – INSPIRASI | Ruang laundry mungkin bukan ruang yang paling sering kita lihat ketika berada di rumah. Letaknya bisa di belakang, berdampingan dengan area servis, atau menjadi ruang sisa di antara bagian rumah lainnya. Karena itu, perhatian terhadap kenyamanan dan kerapian ruang ini sering kali tidak sebesar perhatian terhadap ruang keluarga, kamar, atau dapur.

      Padahal, coba perhatikan apa saja yang dilakukan di sana. Pakaian kotor dikumpulkan dan dipilah, dicuci, dijemur, diangkat, dilipat, disetrika, lalu dibawa kembali ke kamar masing-masing. Semakin banyak aktivitas yang berlangsung, semakin terasa pula jika ruangnya tidak mendukung.

      Area mencuci yang sempit membuat orang sulit bergerak. Tempat menjemur tidak cukup optimal. Meja setrika tidak memiliki area untuk menaruh pakaian yang akan dikerjakan maupun yang sudah selesai. Sementara deterjen, hanger, keranjang, dan berbagai perlengkapan lain akhirnya menumpuk di mana saja ada tempat kosong.

      Bisa jadi, masalahnya bukan semata-mata karena ruang laundry terlalu kecil. Ada beberapa hal yang selama ini memang sering kita lupa perhatikan.

      Jangan Hanya Memikirkan Tempat Mesin Cuci

      Ketika menata ruang laundry, perhatian biasanya langsung tertuju pada satu benda besar: mesin cuci.

      Di mana mesin cuci diletakkan, apakah ukurannya cukup, dan apakah masih tersedia tempat untuk membuka pintunya. Padahal, mesin cuci hanyalah salah satu bagian dari rangkaian aktivitas mencuci.

      Setelah pakaian dimasukkan ke mesin, ada proses menjemur, mengangkat, melipat, menyetrika, hingga menyimpan kembali. Semua membutuhkan ruang dan fasilitas pendukung.

      Karena itu, sebelum menentukan tempat berbagai barang, coba lihat dulu aktivitas yang berlangsung di dalamnya. Siapa yang paling sering menggunakan ruang tersebut? Barang apa yang paling sering diambil? Aktivitas mana yang membuat pengguna harus bolak-balik?

      Cara melihat ruang seperti ini menjadi bagian dari pendekatan IKEA Indonesia melalui Home Visit dan wawasan dari Life at Home Report. Pengamatan terhadap kehidupan di rumah digunakan untuk memahami bagaimana ruang dapat membantu aktivitas penghuninya.

      Seperti disampaikan M. Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia, penataan ruang dapat dimulai dari pertanyaan tentang aktivitas yang dilakukan, siapa yang menggunakannya, serta barang apa yang paling sering dibutuhkan.

      Dengan begitu, pertanyaan “barang ini mau ditaruh di mana?” bisa bergeser menjadi “bagaimana barang ini membantu aktivitas yang dilakukan di sini?”

      Baca Juga: Tiga Hal Terpenting agar Ruang Servis di Rumah Lebih Humanis dan Ramah Lingkungan

      Area Cuci Juga Membutuhkan Ruang untuk Bergerak

      Ruang yang terbatas sering membuat berbagai barang diletakkan sedekat mungkin dengan mesin cuci. Maksudnya supaya praktis, tetapi jika terlalu banyak benda berada di lantai atau di jalur aktivitas, ruang justru terasa semakin sempit.

      Padahal, ruang gerak perlu menjadi bagian dari penataan.

      Perhatikan area di depan dan di sekitar mesin cuci. Apakah masih cukup nyaman ketika memasukkan atau mengeluarkan pakaian? Apakah pintu mesin dapat dibuka tanpa terhalang? Apakah pengguna masih bisa bergerak ketika ada keranjang pakaian atau perlengkapan lain?

      Hal-hal sederhana seperti ini sering tidak terasa penting ketika ruang sedang dirancang. Namun, ketika aktivitas dilakukan setiap hari, perbedaannya menjadi sangat terasa.

      Jangan Lupa Area Jemur dan Seterika

      Rangkaian aktivitas mencuci tidak berhenti ketika mesin cuci selesai bekerja.

      Pakaian perlu dipindahkan ke area jemur. Karena itu, posisi dan kapasitas area menjemur juga perlu disesuaikan dengan jumlah pakaian dan kebiasaan penghuni rumah.

      Begitu pula ketika pakaian sudah kering. Area setrika membutuhkan lebih dari sekadar tempat untuk meletakkan papan setrika.

      Idealnya, tersedia ruang untuk pakaian yang akan disetrika dan pakaian yang sudah selesai. Dengan begitu, pakaian tidak kembali menumpuk di lantai, di atas mesin cuci, atau di permukaan lain yang kebetulan kosong.

      Setelah selesai, pakaian pun perlu dibawa kembali ke dalam rumah. Jika alurnya sudah dipikirkan sejak awal, aktivitas tersebut bisa dilakukan tanpa terlalu banyak memindahkan barang.

      Baca Juga: Di Ruang Mana Sebaiknya Ruang Servis di Rumah Diletakkan?

      Contoh beberapa produk penyimpanan IKEA, dari mullai storage untuk berbagai kebutuhan ruang dan storage dinding untuk berbagai tools. (Foto: IKEA Indonesia)

      Manfaatkan Dinding dan Ruang Vertikal

      Ketika lantai sudah terasa penuh, jangan langsung berpikir bahwa ruang laundry membutuhkan tambahan luas.

      Coba lihat ke atas.

      Dinding dan area vertikal sering kali masih bisa dimanfaatkan untuk penyimpanan. Rak dapat digunakan untuk meletakkan deterjen dan perlengkapan laundry, sementara area tertentu bisa dimanfaatkan untuk menyimpan barang yang tidak digunakan setiap hari.

      Namun, mengoptimalkan ruang bukan berarti memenuhi seluruh dinding dengan rak dan barang.

      Ruang untuk bergerak tetap perlu dipertahankan. Barang yang sering digunakan sebaiknya berada dalam jangkauan, sedangkan barang yang jarang digunakan dapat ditempatkan di bagian yang tidak mengganggu aktivitas utama.

      Dengan prinsip ini, ruang kecil pun masih bisa memiliki fungsi penyimpanan yang cukup tanpa membuatnya terasa semakin sesak.

      Pilih Storage Sesuai Kebiasaan, Bukan Sekadar Ukuran

      Salah satu penyebab ruang laundry cepat terlihat berantakan adalah terlalu banyak barang tanpa tempat penyimpanan yang jelas.

      Deterjen, pelembut pakaian, hanger, keranjang, perlengkapan setrika, hingga alat kebersihan memiliki kebutuhan penyimpanan yang berbeda. Karena itu, memilih storage sebaiknya tidak hanya berdasarkan ukuran ruang, tetapi juga berdasarkan barang dan kebiasaan orang yang menggunakannya.

      Sistem penyimpanan seperti BROR, IVAR, EKET, HYLLIS, serta berbagai solusi storage IKEA dapat digunakan sesuai kebutuhan. Rak terbuka, misalnya, bisa memudahkan akses terhadap barang yang sering digunakan, sementara penyimpanan tertutup dapat digunakan untuk barang yang ingin disimpan lebih rapi.

      Yang perlu dicari bukan storage sebanyak-banyaknya, tetapi storage yang membuat aktivitas lebih mudah.

      Tidak Harus Renovasi Besar-besaran

      Melihat kembali ruang laundry tidak selalu berarti harus memperluas ruangan, membeli banyak peralatan baru, atau melakukan renovasi.

      Bisa jadi, yang dibutuhkan hanya mengubah cara melihat ruang tersebut.

      Perhatikan kebiasaan keluarga, urutan aktivitas, barang yang paling sering digunakan, serta bagian ruang yang selama ini terabaikan. Dari sana, tentukan apa yang benar-benar dibutuhkan.

      Prinsip yang sama sebenarnya bisa diterapkan pada ruang servis lain di rumah, seperti dapur kotor, gudang kecil, garasi, maupun area di bawah tangga.

      Ruang-ruang tersebut mungkin bukan bagian rumah yang paling sering kita banggakan atau tampilkan. Tetapi justru di sanalah banyak pekerjaan sehari-hari berlangsung.

      Ketika ruangnya ditata berdasarkan aktivitas yang benar-benar dilakukan, rumah tidak harus menjadi lebih besar untuk terasa lebih nyaman. Ruang yang ada bisa bekerja lebih baik untuk orang yang menggunakannya.

      CATATAN RANAHRUMAH

      Ruang yang sering kita anggap “belakang” bukan berarti tidak penting. Justru dari ruang laundry, dapur servis, atau gudang kecil, banyak aktivitas rumah berjalan setiap hari. Mungkin yang perlu dibenahi bukan selalu ruangnya, melainkan cara kita melihat dan menggunakannya.

      (RR)

      Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

      AC Cepat Dingin tapi Tetap Hemat Listrik? Midea Celest Inverter Andalkan AI Ecomaster

      Ranahrumah.com – PRODUK | Ada kalanya AC sudah dinyalakan, tetapi ruangan tak kunjung terasa sejuk. Di waktu lain, suhu sudah nyaman tetapi pemakaian listrik ikut meningkat. Belum lagi debu yang menumpuk di unit indoor, kondisi cuaca yang semakin panas, atau AC yang harus bekerja menghadapi kondisi listrik yang tidak selalu stabil.

      Hal-hal seperti ini mungkin terdengar sederhana, tetapi justru menjadi bagian dari pengalaman sehari-hari saat menggunakan AC.

      Melihat kebutuhan tersebut, Midea Electronics Indonesia menghadirkan Midea AC Celest Inverter. Bukan hanya menawarkan teknologi AI untuk efisiensi energi, Celest juga membawa sejumlah fitur yang dirancang menjawab kebutuhan penggunaan AC sehari-hari, mulai dari pendinginan cepat, perlindungan perangkat hingga kemudahan perawatan.

      Baca Juga: Berapa Biaya Listrik AC Inverter per Bulan? Simulasi Perhitungan

      Saat Ruangan Ingin Cepat Sejuk, Bukan Sekadar Dingin

      Salah satu situasi yang cukup sering terjadi adalah ketika AC baru dinyalakan setelah ruangan terasa panas. Kamu tentu ingin suhu ruangan segera kembali nyaman, tanpa harus menunggu terlalu lama.

      Untuk kebutuhan tersebut, Celest dilengkapi CoolFlash. Fitur ini membantu mempercepat proses pendinginan, termasuk ketika AC digunakan dalam kondisi suhu luar ruangan yang sangat tinggi hingga 55°C.

      Setelah ruangan mencapai suhu yang diinginkan, tantangannya bergeser: bagaimana mempertahankan kenyamanan tanpa membuat konsumsi listrik terus meningkat?

      Di sinilah AI Ecomaster menjadi salah satu teknologi utama Celest.

      AI Ecomaster Atur Suhu, Bantu Hemat Energi

      AI Ecomaster dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi dengan tetap menjaga kenyamanan suhu ruangan.

      Teknologi ini memiliki presisi pengaturan suhu hingga 0,3°C dan diklaim dapat membantu menghemat energi hingga 30% dibandingkan mode standar.

      Dengan begitu, AC tidak sekadar bekerja untuk membuat ruangan dingin, tetapi juga mengatur penggunaan energi agar lebih efisien. Bagi kamu yang menyalakan AC selama berjam-jam setiap hari, efisiensi seperti ini menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan.

      Celest tersedia dalam kapasitas 0,5 PK hingga 2,5 PK, sehingga dapat dipilih kapasitasnya sesuai ukuran dan kebutuhan ruangan.

      Baca Juga: Midea Perkuat Manufaktur Lokal, Indonesia Makin Diperhitungkan jadi Basis Produksi

      AC Midea Celest punya PrimeGuard yang membantu menjaga ketahanan komponen AC selama penggunaan. (Foto: Midea Electronics Indonesia)

      AC Dipakai Setiap Hari, Perlindungannya Juga Penting

      AC bukan perangkat yang hanya bekerja sesekali. Dalam cuaca panas, unit dapat beroperasi berjam-jam setiap hari. Karena itu, ketahanan perangkat menjadi hal yang tidak kalah penting dari kemampuan mendinginkan ruangan.

      Midea membekali Celest dengan PrimeGuard, sistem perlindungan yang menggabungkan tabung tembaga TU1 tahan korosi, lapisan pelindung dengan ketahanan 12,5 kali lebih kuat dibandingkan Blue Coated Fins, serta PCB yang dirancang mampu beroperasi pada rentang tegangan yang lebih luas. Kombinasi ini untuk membantu menjaga ketahanan komponen AC selama penggunaan.

      Debu Menumpuk di AC? Celest Punya Fitur I-Clean

      Ada satu bagian dari penggunaan AC yang sering terlupakan yaitu ,perawatannya.

      Unit indoor yang digunakan setiap hari tentu berhadapan dengan debu dan kotoran. Celest mencoba membuat bagian ini lebih praktis melalui I-Clean, fitur yang memungkinkan unit indoor melakukan proses pembersihan secara otomatis. Prosesnya meliputi dedusting otomatis dan pembekuan evaporator hingga -10°C untuk membantu mengangkat debu serta kotoran dari bagian tersebut.

      Fitur ini bukan berarti AC tidak membutuhkan perawatan berkala, tetapi dapat membantu membuat proses menjaga kebersihan unit menjadi lebih praktis dalam penggunaan sehari-hari.

      Baca Juga: Mengenal AC Inverter: Cara Kerja, Keunggulan, dan Alasan Harganya Lebih Mahal

      Teknologi AC Bukan Hanya Soal Seberapa Dingin                             

      Menurut Head of Product Management Midea Electronics Indonesia, Hendry Wijaya, pengembangan Celest berangkat dari kebutuhan konsumen yang menginginkan teknologi dengan manfaat yang bisa dirasakan langsung.

      “Bagi Midea, teknologi yang baik adalah teknologi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh konsumen. Melalui Celest, kami menghadirkan AC dengan teknologi AI yang membantu menciptakan kenyamanan secara lebih efisien, sekaligus memberikan ketahanan dan kemudahan perawatan,” ujar Hendry.

      Hal tersebut terlihat dari kombinasi empat teknologi yang dibawa Celest: AI Ecomaster untuk efisiensi energi, CoolFlash untuk membantu pendinginan lebih cepat, PrimeGuard untuk perlindungan perangkat, dan I-Clean untuk kemudahan perawatan. Keempatnya menyentuh situasi yang berbeda dalam penggunaan AC sehari-hari.

      Pengalaman Setelah Membeli Juga Jadi Perhatian   

      Selain teknologi pada produk, Midea juga menempatkan layanan purnajual sebagai bagian dari pengalaman penggunaan AC dalam jangka panjang.

      Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan jaringan service center dan peningkatan kompetensi tim layanan.

      Midea juga memperoleh Service Quality Award 2026 untuk kategori Layanan Purna Jual Pendingin Ruangan (AC).

      Bagi pengguna, layanan seperti ini menjadi penting ketika AC sudah digunakan dalam jangka panjang dan membutuhkan pemeriksaan, perawatan, atau penanganan masalah.

      Diproduksi di Indonesia, Midea Celest Inverter hadir dalam pilihan kapasitas 0,5 PK hingga 2,5 PK dengan teknologi AI Ecomaster dan tiga teknologi pendukung lainnya.

      Pendekatannya cukup sederhana: membuat AC bukan hanya cepat mendinginkan ruangan, tetapi juga lebih efisien saat digunakan setiap hari, terlindungi untuk penggunaan jangka panjang, dan lebih praktis dalam perawatan.

      (RR)

      Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

      AB Collection Anita Boentarman x Vinoti Living: Furnitur Timeless yang Fleksibel, Kini Hadir dengan Barstool

      Ranahrumah.com – TREN | Setahun setelah hadir di pasar, AB Collection by Anita Boentarman x Vinoti Living memasuki babak baru. Bukan hanya lewat penambahan produk, tetapi juga melalui gagasan tentang bagaimana sebuah furnitur dapat bertahan lebih lama bersama penggunanya.

      Dalam talk show di Vinoti Living Store, Indonesia Design District (IDD) PIK 2, Tangerang, 23 September 2026, Anita Boentarman berbagi cerita mengenai perjalanan koleksi yang dirancang agar dapat beradaptasi dengan berbagai karakter hunian.

      Bagi Anita, furnitur bukan sesuatu yang mudah diganti hanya karena tren berubah. Karena itu, desain perlu memiliki karakter yang cukup kuat untuk tetap menarik dalam waktu panjang, sekaligus cukup fleksibel untuk masuk ke berbagai gaya ruang.

      Baca Juga: Dari Busana ke Interior, Batik Menemukan Ruang Baru Bersama Amanda Hartanto dan Vinoti Living

      Ketika Furnitur Tidak Terikat Satu Gaya

      AB Collection memang memiliki karakter yang mudah dikenali melalui bentuk organik, proporsi, detail, serta permainan material dan tekstur. Namun, desainnya tidak diarahkan untuk hanya cocok dengan satu gaya interior.

      Warna dinding, artwork, tekstil, karpet, hingga benda-benda personal yang sudah dimiliki penghuni dapat memberikan interpretasi berbeda pada produk yang sama.

      Karena itu, satu produk bisa hadir dalam ruang yang understated dan contemporary, tetapi juga tetap masuk ketika dipadukan dengan interior yang lebih ekspresif dan penuh warna.

      Fleksibilitas tersebut juga terlihat dari cara beberapa produk dapat digunakan. Sofa, misalnya, dirancang dengan bagian-bagian yang memungkinkan pengguna melakukan match and mix sesuai kebutuhan ruang. Susunan berbentuk L dapat digunakan secara utuh, tetapi bagian-bagiannya juga tetap menarik ketika digunakan secara terpisah.

      Pendekatan semacam ini membuat furnitur tidak harus mengikuti satu skenario penggunaan sejak awal. Ruang dan kebutuhan penggunalah yang kemudian memberi kemungkinan baru.

      Tidak Mengejar Tren, tetapi Tetap Relevan

      Bagi Anita, tren tetap perlu diketahui, tetapi bukan berarti harus diterapkan seluruhnya ke dalam desain.

      Ketika seseorang membeli furnitur, ada harapan bahwa benda tersebut dapat digunakan dalam waktu panjang tanpa cepat terasa membosankan. Berbeda dengan pakaian yang relatif mudah diganti ketika selera berubah, furnitur membutuhkan pertimbangan yang lebih panjang.

      “Kalau mendesain furnitur bukan seperti mendesain baju, yang kalau bosan langsung ganti,” ujar Anita.

      Karena itu, ia memilih pendekatan desain yang tidak terlalu terjebak pada gaya modern yang sangat kuat, tetapi juga tidak mengarah pada bentuk klasik. Karakter produk justru dibangun melalui bentuk, proporsi, material, detail, serta struktur.

      Hasilnya adalah desain yang tetap memiliki karakter tanpa terlalu terikat pada satu periode gaya tertentu.

      Sofa Compono AB Collection adalah sofa yang bagian-bagiannya (komposisinya) dapat disusun dan dipadukan sesuai kebutuhan. Material latex yang dikombinasikan dengan foam juga memberikan sensasi duduk yang berbeda. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

      Dari Arsitektur, Interior, hingga Milimeter

      Cara Anita melihat furnitur tidak terlepas dari latar belakangnya. Ia menyelesaikan pendidikan arsitektur di Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan interior di Boston.

      Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya ketika merancang produk. Jika arsitektur berbicara dalam ukuran meter dan interior dalam sentimeter, furnitur menuntut perhatian hingga ukuran milimeter.

      Perubahan skala itu membuat bentuk dan proporsi menjadi sangat penting. Begitu pula struktur yang tidak hanya menentukan estetika, tetapi juga kekuatan, keamanan, dan kenyamanan produk.

      Itu sebabnya, ketika merancang kursi atau sofa, persoalannya bukan sekadar bagaimana produk terlihat. Ergonomi, ketinggian, posisi duduk, material, hingga rasa nyaman ketika digunakan harus dipikirkan.

      “Kalau meja kita tidak duduk di atas meja. Kalau kursi, kita diduduki,” kata Anita, menggambarkan perbedaan tantangan ketika mendesain furnitur.

      Pada sofa Compono, misalnya, bagian-bagiannya dapat disusun dan dipadukan sesuai kebutuhan. Material latex yang dikombinasikan dengan foam juga memberikan sensasi duduk yang berbeda. Sementara pilihan fabric eksklusif Vinoti Living yang diproduksi di Indonesia memberikan alternatif untuk melengkapi karakter ruang.

      Baja Juga: Keindahan Furnitur Kontemporer dan Klasik yang Hadir Dalam Bentuk Organik

      Inspirasi dari Alam dan Memori Sehari-hari

      Keseharian Anita juga menjadi bagian dari proses kreatifnya. Aktivitas olahraga yang banyak bersentuhan dengan alam—laut, angin, pasir, dan berbagai bentuk alami—menjadi salah satu sumber inspirasi ketika merancang.

      Karena itu, bentuk organik menjadi bahasa yang cukup kuat dalam AB Collection. Garis-garis keras diminimalkan, digantikan bentuk yang lebih mengalir.

      Namun, unsur alam tersebut tidak diterjemahkan secara literal. Ia justru dipadukan dengan keinginan menghadirkan hunian yang terasa natural sekaligus tetap fashionable.

      Menurut Anita, proses mendesain juga dipengaruhi oleh berbagai memori visual yang tersimpan. Pemandangan ketika bepergian, melihat pameran, atau menemukan sesuatu di perjalanan dapat kembali muncul ketika sebuah desain sedang dikembangkan.

      Dengan cara tersebut, desain tidak lahir dari satu referensi saja, melainkan dari kumpulan pengalaman yang tersimpan dalam ingatan.

      |Selanjutnya: Barstool dan Kitchen Stool jadi Babak Baru