Ranahrumah.com – INSPIRASI | Masuk ke ruang Vinoti Livingsiang itu, mata langsung tertambat pada sebuah wall décor berbentuk bunga berwarna merah vibran. Cantik dan menyala di antara furnitur dengan warna-warna earthy yang lembut.
Bunga-bunga yang sama kemudian terlihat di beberapa bagian ruang. Ada yang hadir sebagai sarung bantal di sofa, table runner di meja makan, hingga aksesori interior lainnya. Kehadirannya memberi rasa segar dan hangat pada ruang yang tampil minimalis kontemporer.
Kesan tersebut hadir dalam Ruang Setaman, kolaborasi Vinoti Living dengan desainer tekstil dan fesyen Amanda Hartanto, pemilik Amanda Hartanto Batik. Kali ini, batik tidak ditempatkan sebagai busana, tetapi diterjemahkan menjadi bagian dari interior.
Ruang Setaman di Vinoti Living menghadirkan wall decor batik 3D yang menjadi focal point ruang. (Foto: Vinoti Living)
Ketika Batik Menemukan Ruang Baru
Bagi Amanda Hartanto, membawa batik ke ranah interior bukan sekadar memindahkan motif dari pakaian ke benda lain.
“Batik itu bukan hanya kain untuk busana atau kain untuk berkain,” ujar Amanda. Menurutnya, batik dapat menjadi media untuk menuturkan sesuatu sekaligus menggabungkan berbagai konsep dari banyak lini kehidupan.
Karena itu, kemungkinan penggunaannya pun sangat luas. Batik dapat hadir sebagai sarung bantal, bed cover, maupun berbagai elemen interior lain.
“Batik itu ada di kehidupan kita sehari-hari,” katanya.
Gagasan tersebut kemudian bertemu dengan dunia home and living Vinoti Living. Kolaborasi ini melahirkan Ruang Setaman, koleksi aksesori interior yang membawa karakter batik, flora Indonesia, dan craftsmanship ke dalam ruang modern.
Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Ada kalanya AC tetap menyala ketika jendela atau pintu kamar terbuka. Bisa karena lupa menutupnya, ada anggota keluarga yang keluar-masuk, atau memang jendela sengaja dibuka sebentar.
Masalahnya, udara dingin yang dihasilkan AC tidak sepenuhnya tinggal di dalam ruangan. Udara dari luar masuk, suhu ruang berubah, dan AC pun tetap berusaha mencapai suhu yang sudah ditetapkan.
Dalam kondisi seperti ini, persoalannya bukan hanya soal ruangan yang sulit dingin. Ada energi yang terus digunakan ketika kondisi ruang sebenarnya sudah berubah.
Teknologi pada AC kini mulai dirancang untuk lebih responsif terhadap situasi seperti ini. Salah satunya melalui Window Detection pada LG DUALCOOL AI Air, yang memanfaatkan kemampuan AI untuk membantu mengurangi penggunaan energi ketika mendeteksi perubahan kondisi ruangan.
Ketika Jendela Terbuka, AC Tidak Perlu Terus Bekerja Keras
Pada AC biasa, ketika suhu ruangan berubah akibat jendela terbuka, perangkat pada dasarnya tetap menjalankan pendinginan sesuai pengaturan yang diberikan pengguna.
AC tidak tahu apakah perubahan suhu tersebut disebabkan oleh aktivitas normal di dalam rumah atau karena udara luar masuk melalui jendela. Akibatnya, mesin dapat terus bekerja untuk mengejar suhu yang diinginkan.
Window Detection pada DUALCOOL AI membawa pendekatan yang berbeda. Sistem dapat mendeteksi perubahan suhu yang terjadi secara drastis dan mengidentifikasi kondisi yang mengindikasikan jendela atau pintu terbuka.
Ketika kondisi tersebut terdeteksi, AC LGini dapat beralih ke mode yang lebih hemat energi.
Tujuannya bukan memaksakan ruangan tetap dingin dalam situasi ketika udara dingin terus keluar, melainkan mengurangi kerja AC agar energi tidak terbuang percuma.
Dingin Mungkin Tidak Optimal, tetapi Energi Lebih Terkendali
Dijelaskan oleh Satrio Purnomo- Head of Product Marketing Eco Solutions LG Electronics Indonesia(21/9), ada konsekuensi yang perlu dipahami saat AC nyala dan jendela terbuka. Ketika jendela terbuka, tentu saja kondisi ruangan tidak akan seefektif ketika seluruh bukaan tertutup. Jika AC mengurangi kinerjanya, ruangan pun mungkin tidak terasa sedingin biasanya.
“Namun, justru di sinilah logika penghematannya,” ujarnya. Daripada AC terus bekerja keras mengejar suhu yang sulit dicapai karena udara luar masuk, sistem mengurangi kinerja pendinginan untuk membantu membatasi konsumsi energi.
Pendekatan ini menarik karena penghematan terjadi tidak sepenuhnya bergantung pada pengguna yang harus selalu ingat menekan remote. Di kondisi ini, AC mencoba membaca kondisi ruang dan merespons perubahan tersebut.
Satrio Purnomo- Head of Product Marketing Eco Solutions LG Electronics Indonesia dan Dhita Ayuningtyas- Head of Corporate Marketing LG Electronics Indonesia memberikan keterangan saat peluncuran koleksi produk AC LG DUALCOOL AI AIR di Jakarta, Senin (21/9)
Dari Mengatur Suhu hingga Mengatur Penggunaan Energi
Window Detection bukan satu-satunya bagian dari sistem pengelolaan energi pada DUALCOOL AI Air.
LG juga membekali lini ini dengan kW Manager yang terhubung dengan aplikasi LG ThinQ.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memantau konsumsi listrik dan menetapkan batas atau target penggunaan energi. Sistem kemudian membantu mengatur kinerja AC berdasarkan penggunaan energi yang telah berjalan.
Dengan begitu, perhatian pengguna tidak hanya tertuju pada angka suhu di remote, tetapi juga pada seberapa banyak energi yang digunakan AC.
Ini menjadi perubahan cara pandang yang cukup penting.
Selama ini, menghemat listrik dari AC sering diterjemahkan secara sederhana sebagai menaikkan suhu, mengurangi lama pemakaian, atau memilih mode hemat. Pada AC yang semakin terhubung dan pintar, pengelolaan energi mulai dilakukan dengan melihat kondisi penggunaan secara lebih menyeluruh.
Kemampuan AI pada DUALCOOL AI Air juga tidak berhenti pada pengelolaan energi.
Sistem dapat menyesuaikan suhu, kecepatan kipas, dan arah hembusan udara berdasarkan kondisi ruangan serta posisi pengguna. Dengan demikian, pengguna tidak harus terus-menerus mengubah pengaturan ketika kondisi ruang atau kebutuhan kenyamanan berubah.
Bagi penghuni rumah, proses tersebut sebenarnya tidak perlu terlihat. Justru semakin baik sistem bekerja, semakin sedikit hal yang harus dilakukan secara manual.
Inilah perbedaan pendekatan antara AC yang sekadar bisa dikendalikan dan AC yang mulai dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi penggunaannya.
Tetap Ada Peran Pengguna
Meski berbagai pengaturan dapat dilakukan otomatis, bukan berarti perilaku pengguna tidak lagi penting.
Menutup jendela dan pintu ketika AC digunakan tetap menjadi langkah paling sederhana untuk menjaga udara dingin berada di dalam ruangan. Pemilihan kapasitas AC yang sesuai ukuran ruang, perawatan filter, serta penggunaan AC sesuai kebutuhan juga tetap berpengaruh terhadap efisiensi energi.
Teknologi seperti Window Detection lebih tepat dilihat sebagai lapisan bantuan tambahan, terutama ketika kondisi di rumah tidak selalu ideal. Misalnya ketika seseorang lupa menutup jendela, pintu terbuka karena aktivitas keluarga, atau ada perubahan kondisi ruang yang tidak langsung disadari.
Saat AC Mulai Memahami Kondisi Rumah
Rumah bukan ruang yang selalu berada dalam kondisi sama. Pintu dibuka, jendela ditutup, anggota keluarga berpindah ruangan, sinar matahari berubah sepanjang hari, dan kebutuhan kenyamanan pun berbeda antara siang dan malam.
Karena itu, perkembangan teknologi AC tidak lagi hanya tentang membuat udara lebih cepat dingin.
Kemampuan membaca kondisi ruang dan menyesuaikan kinerja perangkat membuat teknologi AI mulai punya peran yang lebih praktis dalam keseharian.
Pada DUALCOOL AI Air, Window Detection dan kW Manager menjadi dua contoh bagaimana kecerdasan tersebut diarahkan pada satu persoalan yang semakin relevan di rumah: bagaimana mendapatkan kenyamanan tanpa menggunakan energi lebih dari yang diperlukan.
Memang, teknologi mungkin tidak dapat menggantikan kebiasaan sederhana seperti menutup jendela ketika AC menyala. Namun, ketika hal kecil itu terlewat, sistem yang lebih pintar setidaknya dapat membantu mengurangi konsekuensinya.
Ranahrumah.com – TREN | Dulu, membuat AC bekerja sesuai kenyamanan sering berarti tangan harus lebih rajin memainkan remote. Suhu dinaikkan atau diturunkan, kecepatan kipas diatur, arah hembusan digeser, lalu mode hemat daya dipilih ketika mulai khawatir konsumsi listrik terlalu besar.
Kini, cara itu mulai berubah. LG menghadirkan generasi baru AC LG yang membawa lebih banyak pengaturan ke dalam sistem perangkat, sehingga sebagian keputusan mengenai pendinginan dan penggunaan energi dapat dilakukan secara otomatis.
Melalui peluncuran pada 21 September 2026, LG Electronics Indonesia memperkenalkan tiga lini sekaligus, yaitu LG DUALCOOL AI Air, DUALCOOL New Terminator Inverter, dan Turbocool New Terminator.
Ketiganya hadir dengan karakter berbeda. DUALCOOL AI Air menjadi lini yang membawa otomatisasi berbasis AI lebih jauh, sementara dua lini New Terminator menawarkan pilihan pendinginan dan penghematan energi dengan tingkat kendali yang berbeda.
Dari DUALCOOL yang Diatur Sendiri ke AC yang Lebih Otomatis
Bagi pengguna DUALCOOL generasi sebelumnya, perubahan paling mudah terasa ada pada cara AC bekerja. Pada AC konvensional, pengguna masih banyak menentukan sendiri pengaturan yang dianggap nyaman. Mulai dari suhu, kecepatan kipas, hingga arah hembusan udara.
Pada DUALCOOL AI Air, sistem AI Air dapat membaca kondisi ruangan dan menyesuaikan pendinginan secara otomatis. Sistem dapat mengatur suhu, kekuatan kipas, serta arah aliran udara sesuai kondisi ruang dan posisi pengguna.
LG juga membekali lini ini dengan konektivitas Wi-Fi melalui aplikasi LG ThinQ. Dengan demikian, pengaturan dan pemantauan AC dapat dilakukan melalui smartphone.
Menurut Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, kehadiran DUALCOOL AI Air merupakan bagian dari upaya LG menghadirkan inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan sehari-hari, sekaligus memperluas edukasi mengenai pengalaman pendinginan yang lebih cerdas, praktis, dan efisien.
Ketika Penghematan Energi Tidak Lagi Sepenuhnya Manual
Perubahan lain terlihat pada cara mengendalikan penggunaan listrik.
Pada lini DUALCOOL sebelumnya, fitur Watt Control memungkinkan pengguna memilih batas penggunaan daya secara manual. Pada DUALCOOL AI Air, LG membawa pengelolaan energi ke tingkat yang lebih otomatis melalui kW Manager.
Melalui LG ThinQ, pengguna dapat memantau penggunaan listrik dan menetapkan target penggunaan energi. Sistem kemudian melakukan penyesuaian terhadap kinerja AC berdasarkan konsumsi yang telah digunakan dalam periode tersebut.
Artinya, pengguna tidak hanya diberi pilihan untuk menekan penggunaan daya, tetapi juga dapat memantau bagaimana AC menggunakan energi selama pemakaian.
Ada Jendela Terbuka? AC Bisa Mengurangi Kerjanya
Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah Window Detection.
Bayangkan AC sedang bekerja mendinginkan kamar, tetapi jendela terbuka. Udara panas dari luar terus masuk sehingga AC harus bekerja lebih keras untuk mencapai suhu yang diinginkan.
Pada DUALCOOL AI Air, perubahan suhu ruangan yang terjadi secara tiba-tiba dapat dideteksi. Sistem kemudian dapat mengaktifkan mode hemat energi untuk mengurangi pemborosan daya. Konsekuensinya, ruangan mungkin tidak sedingin ketika AC bekerja secara normal. Namun, dalam kondisi ketika udara dingin terus terbuang melalui jendela yang terbuka, sistem tidak membiarkan AC bekerja seolah-olah kondisi ruangan tetap tertutup.
Fitur ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dalam menghemat energi: bukan sekadar meminta pengguna mengurangi pemakaian, tetapi membuat AC merespons kondisi ruang yang berubah.
Kenyamanan Juga Dibuat Lebih Personal
Otomatisasi DUALCOOL AI Air tidak hanya berkaitan dengan konsumsi energi.
AI Air dapat menyesuaikan arah dan kekuatan aliran udara berdasarkan kondisi ruangan dan posisi pengguna. Setelah kondisi ideal tercapai, sistem juga dapat menggunakan aliran udara yang lebih lembut sehingga hembusan tidak terus-menerus terasa langsung ke tubuh.
Untuk penggunaan malam hari, Sleep Timer+ dirancang untuk menyesuaikan pengaturan suhu berdasarkan pola penggunaan saat mode tidur digunakan.
Sementara itu, All Cleaning membantu melakukan pembersihan bagian internal AC secara otomatis melalui beberapa tahapan. Pengoperasiannya dapat dilakukan melalui LG ThinQ.
Satrio Purnomo- Head of Product Marketing Eco Solutions LG Electronics Indonesia dan Dhita Ayuningtyas- Head of Corporate Marketing LG Electronics Indonesia memberikan keterangan saat peluncuran koleksi produk AC LG terbaru di Jakarta, Senin (21/9)
Tiga Lini, Tiga Karakter Penggunaan
Kehadiran DUALCOOL AI Air tidak berarti semua pengguna harus memilih AC dengan fitur AI paling lengkap. LG juga menghadirkan dua lini lain untuk kebutuhan yang berbeda.
DUALCOOL New Terminator Inverter: Hemat Energi, Tetap Bisa Diatur Sendiri
Untuk pengguna yang menginginkan teknologi inverter tetapi tetap ingin menentukan sendiri batas konsumsi daya, ada DUALCOOL New Terminator Inverter.
Lini ini menggunakan Dual Inverter Compressor yang menurut LG dapat mendinginkan ruangan hingga 40 persen lebih cepat dan menghemat listrik hingga 70 persen dibandingkan AC konvensional.
Pengguna tetap memiliki kendali melalui Watt Control, dengan pilihan penggunaan daya 100 persen, 80 persen, 60 persen, dan 40 persen.
Pada varian premium NVB, tersedia pula Filter PM 2.5 untuk membantu menyaring partikel debu halus dari udara dalam ruangan. Pengoperasian tertentu juga dapat dilakukan melalui LG ThinQ.
Turbocool New Terminator: Ketika yang Dicari adalah Dingin Lebih Cepat
Sementara itu, Turbocool New Terminator ditujukan untuk kebutuhan yang berbeda.
Seri ini menyasar ruangan sekitar 6–18 meter persegi dan menggunakan Turbo Mode serta Jet Cool untuk mempercepat proses pendinginan setelah AC dinyalakan.
Untuk pengguna yang membutuhkan pendinginan cepat pada kamar atau ruangan berukuran kecil hingga menengah, pendekatannya lebih sederhana. Ada pula Energy Save Mode untuk membantu mengoptimalkan penggunaan daya pada AC standar.
Dengan demikian, ketiga lini tersebut tidak sekadar menjadi tiga nama produk baru. Masing-masing membawa pendekatan berbeda terhadap kebutuhan pendinginan di rumah.
DUALCOOL AI Air membawa otomatisasi dan pengelolaan energi berbasis AI. DUALCOOL New Terminator Inverter menawarkan efisiensi inverter dengan kendali penggunaan daya yang tetap berada di tangan pengguna. Sementara Turbocool New Terminator menekankan pendinginan cepat untuk ruangan kecil hingga menengah.
Melengkapi Kenyamanan dengan Layanan dan Program Konsumen
Ketiga rangkaian AC terbaru LG tersedia dalam berbagai kapasitas pendinginan untuk kebutuhan ruang yang berbeda. LG juga memberikan garansi kompresor hingga 10 tahun serta garansi suku cadang dan PCB selama 10 tahun untuk seluruh rangkaian model DUALCOOL dan TURBOCOOL seri NSB, sesuai ketentuan yang berlaku.
“Melalui jajaran AC terbaru ini, LG menegaskan komitmennya untuk menghadirkan solusi pendingin udara yang selaras dengan beragam kebutuhan ruang dan keseharian masyarakat Indonesia,” Joohoon Kim, Product Director AC at LG Electronics Indonesia dalam keterangan tertulisnya saat peluncuran.
Peluncuran ini juga disertai AC Social Challenge yang berlangsung melalui kanal media sosial resmi LG mulai 21 September hingga 20 Oktober 2026.
LG mengajak konsumen membagikan pengalaman mereka menggunakan AC LG di rumah. Dari cerita yang masuk, akan dipilih 10 kisah untuk masing-masing mendapatkan satu unit AC terbaru LG DUALCOOL Inverter.
Bagi konsumen yang selama ini sudah menggunakan DUALCOOL, hadirnya generasi baru ini menunjukkan bahwa perkembangan AC tidak lagi hanya soal seberapa cepat sebuah ruangan menjadi dingin. Yang mulai berubah adalah cara AC memahami ruang, merespons kebiasaan penggunanya, sekaligus membantu mengelola energi yang digunakan sehari-hari.
Cek berita terkini dari industri, ulasan inspiratif ranahnya rumah, info properti, gaya hidup, dan inovasi produk baru lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – TREN | Tim PR Sharp Indonesia meraih penghargaan Indonesia PR Practitioner of the Year 2026 untuk kategori Corporate Communication Team in Electronics & Gadget Industry.
Selaini itu, Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, dinobatkan sebagai Indonesia PR Practitioner of the Year 2026 untuk kategori Spokesperson in Electronics & Gadget Industry.
Kedua penghargaan tersebut diberikan melalui Journalists’ Choice, yang penilaiannya dilakukan berdasarkan pilihan jurnalis desk bisnis. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap praktisi dan tim komunikasi yang dinilai mampu membangun hubungan serta komunikasi yang baik dengan media.
Penghargaan diserahkan pada puncak acara Indonesia PR of the Year 2026 yang diselenggarakan oleh Majalah MIX MarComm, bagian dari SWA Media Group, pada Agustus 2026 lalu.
Andry Adi Utomo dan penghargaan kategori spokesperson n Electronics & Gadget Industry. (Foto: Sharp Indonesia)
Kerja Kolektif yang Terus Dikembangkan
Bagi Sharp Indonesia, penghargaan tersebut tidak semata-mata menjadi pengakuan atas aktivitas komunikasi yang dilakukan, tetapi juga mencerminkan pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan media melalui komunikasi yang terbuka, relevan, dan konsisten.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi bagi kami untuk terus menjaga hubungan yang baik dengan rekan-rekan media. Bagi Sharp, komunikasi bukan hanya mengenai menyampaikan informasi mengenai produk atau perusahaan, tetapi juga bagaimana kami dapat menjadi sumber informasi yang kredibel dan relevan bagi media,” ujar Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia.
Metodologi Indonesia PR of the Year 2026 untuk kategori program, penilaian dilakukan melalui evaluasi terhadap output, outtakes, serta outcomes & impact, termasuk pemberitaan media, engagement digital, hingga wawancara dan diskusi langsung bersama Dewan Juri. Sementara itu, kategori Journalist Choice sepenuhnya menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada jurnalis desk bisnis.
Bagi Sharp Indonesia, pengakuan ini menunjukkan bahwa komunikasi korporat merupakan kerja kolektif. Di tengah perubahan lanskap komunikasi dan perkembangan teknologi, kebutuhan terhadap komunikasi yang kredibel semakin penting. Teknologi, termasuk artificial intelligence, dapat membantu mempercepat proses kerja komunikasi, namun hubungan, kepercayaan, dan pemahaman terhadap kebutuhan audiens tetap membutuhkan peran manusia.
Menanggapi penghargaan yang diterima, Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head, PT Sharp Electronics Indonesia,berniat menjaga secara konsisten hubungan baik dengan jurnalis. Ia pun berterima kasih atas kepercayaan dan pilihan para jurnalis kepada Corporate Communication Team in Electronics & Gadget Industry.
Ranahrumah.com – TREN | Pesan tersebut disampaikan Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, dalam perayaan 36 tahun LG di Indonesia yang dikemas melalui kegiatan Life’s Good Day bersama karyawan dan keluarga, di Taman Safari, Bogor, Sabtu (19/9).
Menurut Ha, perjalanan LG di Indonesia selama lebih dari tiga dekade tidak hanya dibangun melalui pertumbuhan bisnis, tetapi juga kontribusi karyawan dari berbagai fungsi dan lokasi. Karena itu, kemampuan untuk bekerja secara terintegrasi menjadi bagian penting dalam menjaga semangat inovasi sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.
“Semangat inilah yang terus menjadi fondasi penting dalam perjalanan LG di Indonesia sepanjang lebih dari tiga dekade ini,” ujar Ha.
Kolaborasi yang ditekankan LG dalam perayaan ke-36 tahun ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integrasi berbagai fungsi dan unit kerja di dalam perusahaan.
Saat ini, LG Indonesia didukung fasilitas produksi di Tangerang dan Cibitung, operasi produksi AC melalui kemitraan strategis, pusat riset dan pengembangan (R&D), kantor pemasaran, serta jaringan layanan purna jual di berbagai wilayah.
Keberadaan berbagai unit tersebut membuat kontribusi LG Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pasar domestik. Fasilitas produksinya juga menjadi bagian dari basis ekspor, sementara pusat R&D Indonesia turut berkontribusi dalam pengembangan produk, termasuk TV yang kemudian digunakan di berbagai negara.
Karena itu, inovasi yang berkelanjutan bagi LG tidak semata-mata berarti menghadirkan produk baru. Di dalam perusahaan, inovasi juga didukung oleh pengembangan talenta, kemampuan riset, serta integrasi antarfungsi agar berbagai keahlian dapat saling melengkapi dan menghasilkan solusi yang tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia di acara Family Gathering Lifes Good Day 36 tahun LG Indonesia berkomitman melanjutkan penguatan bisnis sekaligus mengembangkan talenta di setiap lini bisnis. (Foto: LG Electronics Indonesia)
Memperkuat Talenta Menuju 2027
Memasuki 2027, LG Indonesia akan melanjutkan penguatan bisnis sekaligus mengembangkan talenta yang dimilikinya.
Ha mengatakan, langkah tersebut dilakukan agar inovasi yang dikembangkan di Indonesia dapat terus memberikan kontribusi bagi pasar domestik sekaligus mendukung operasi LG secara global.
“Sejalan dengan usia kami di Indonesia yang telah melintas generasi, kami ingin terus memperkuat semangat bekerja bersama yang telah menjadi dasar perjalanan LG di Indonesia,” kata Ha.
Menurutnya, kolaborasi yang semakin kuat, pengembangan talenta secara berkelanjutan, dan inovasi yang terus relevan akan menjadi bagian dari perjalanan LG Indonesia ke depan.
“Dengan kolaborasi yang semakin kuat, pengembangan talenta yang berkelanjutan, dan inovasi yang terus relevan, LG akan terus tumbuh bersama Indonesia serta berkontribusi lebih luas di tingkat global,” lanjutnya.
Di luar pengembangan bisnis, LG juga melanjutkan kontribusinya kepada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial LG Loves Indonesia. Program ini mencakup LG Loves and Cares, LG Loves Green, LG Loves School, dan LG Loves Children.
Sementara itu, Life’s Good Day digelar di berbagai lokasi sepanjang September hingga November 2026. Perayaan ini melibatkan karyawan dan keluarga sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarkaryawan serta membangun lingkungan kerja yang inklusif dan saling mendukung.
Untuk kegiatan yang melibatkan unit kerja LG di kawasan Jabodetabek, jumlah peserta mencapai sekitar 6.000 orang.
Bagi LG, perayaan 36 tahun di Indonesia menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang dibangun melalui kontribusi berbagai unit dan generasi karyawan, sekaligus menegaskan arah perusahaan ke depan: memperkuat kerja bersama di dalam perusahaan agar talenta dan inovasi dari Indonesia dapat terus memberi manfaat, baik bagi masyarakat di dalam negeri maupun bagi operasi LG secara global. (RR)
Cek berita inovasi produk terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – TREN| Merayakan satu dekade kehadiran LG InstaViewdi dunia, LG Electronics Indonesia menggelar dua program khusus bagi penggunanya pada 18–25 September 2026. Program tersebut berupa ajakan berbagi cerita pengalaman menggunakan LG InstaView dan layanan pembersihan kulkas gratis melalui LG Bright Care Service.
Berawal dari Solusi Sederhana
LG InstaViewpertama kali diperkenalkan pada 2016 dengan gagasan yang sebenarnya sederhana. LG melihat kebiasaan membuka dan menutup pintu kulkasberulang kali dapat membuat suhu di dalam kabin berubah. Dari situ muncul pertanyaan: bagaimana pengguna dapat melihat isi kulkas tanpa harus membuka pintunya?
Jawabannya kemudian diwujudkan melalui panel kaca pada salah satu bagian pintu. Dengan mengetuknya dua kali, panel yang semula tampak seperti permukaan pintu biasa dapat berubah menjadi transparan sehingga isi kulkas terlihat dari luar.
Menurut Rumbi Lahari Simanjuntak, Head of Product Marketing Kitchen Home Appliance Solution of LG Electronics Indonesia, konsep tersebut berangkat dari upaya mencari solusi yang mudah dan manusiawi dalam penggunaan kulkas sehari-hari.
Pemilihan dua ketukan pun bukan tanpa alasan. Satu ketukan bisa saja terjadi secara tidak sengaja, sedangkan dua ketukan menunjukkan bahwa pengguna memang sengaja ingin melihat ke dalam kulkas.
Dari fungsi tersebut, InstaView menawarkan manfaat yang lebih praktis: pengguna dapat memeriksa persediaan makanan tanpa harus selalu membuka pintu. Kebiasaan ini juga membantu mengurangi keluarnya udara dingin dari dalam kabin akibat frekuensi buka-tutup pintu.
Product Director Kitchen Home Appliance Solution LG Electronics Indonesia, Jungsoo An, mengatakan bahwa fitur tersebut menjadi salah satu elemen penting yang mendukung pengalaman penggunaan kulkas LG InstaView. “Hal ini membuat kulkas LG InstaView memberikan konsumsi listrik yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kesan elegan pada dapur,” ujar Jungsoo pada perayaan 10 tahun LG InstaView di Jakarta pada hari Jumat (18/9/26).
Sepuluh tahun setelah pertama kali dipasarkan, LG InstaView mencatat penjualan kumulatif lebih dari 5,3 juta unit di seluruh dunia.
Jika dihitung sejak kemunculan perdananya pada 2016, angka tersebut setara dengan rata-rata sekitar satu unit terjual setiap menit selama satu dekade.
Bagi LG, pencapaian tersebut menunjukkan penerimaan konsumen terhadap konsep yang dibawa InstaView. Di Indonesia, pencapaian satu dekade ini juga menjadi momentum untuk mengapresiasi pengguna yang telah memilih dan menggunakan kulkas tersebut.
Menariknya, apresiasi konsumen terhadap InstaView juga mengalami perubahan sepanjang perjalanan produknya.
Pada awal kehadirannya, perhatian lebih banyak tertuju pada fungsi—mulai dari kemudahan melihat isi kulkas hingga membantu mengurangi kehilangan udara dingin. Seiring waktu, desain dan pengalaman menggunakan produk di dapur ikut menjadi bagian dari alasan konsumen mengapresiasinya.
“Banyak ulasan terbaru justru juga memberi apresiasi pada desain premium LG InstaView yang melengkapi tampilan ruang tinggal masa kini,” ujar Rumbi.
Penghargaan internasional yang diterima InstaView turut mencerminkan perhatian terhadap aspek desain dan inovasinya, antara lain Red Dot Design Award, iF Design Award, IDEA, dan CES Innovation Award.
Salah satu pengembangan desain yang ditawarkan adalah konsep fit and match. Kulkas dapat ditempatkan menyatu dengan rancangan interior atau storage secara lebih presisi, termasuk ketika digunakan dalam konfigurasi built-in. Desain tersebut juga diperhitungkan agar pengoperasian pintu tetap leluasa dan tidak terganggu oleh elemen di sekitarnya.
LG Indonesia Rayakan dengan Dua Program
Perayaan satu dekade tersebut diwujudkan LG Electronics Indonesia melalui dua program yang berlangsung secara nasional pada 18–25 September 2026.
Program pertama adalah LG InstaView Digital Challenge. Pengguna yang telah memiliki LG InstaView setidaknya selama lima tahun diajak membagikan pengalaman mereka menggunakan kulkas tersebut.
Caranya dengan mengunggah foto bersama produk LG InstaView yang dimiliki dan mengirimkan cerita penggunaan yang paling berkesan melalui pesan langsung ke akun Instagram @lgindonesia.
Dua cerita terpilih masing-masing akan mendapatkan satu unit kulkas LG InstaView terbaru.
Menurut LG, cerita dari pengguna juga menjadi cara untuk melihat bagaimana nilai sebuah produk dapat berubah setelah digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan lagi sekadar soal fungsi melihat isi kulkas tanpa membuka pintu, tetapi bagaimana produk tersebut menjadi bagian dari aktivitas dan pengalaman di dapur.
Hal itu terlihat dari pengalaman tiga pengguna LG InstaView yang hadir dalam acara pembukaan perayaan di Indonesia (18/9/26). Ketiganya merupakan ibu rumah tangga dari Tangerang, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan, pemilik tipe InstaView yang berbeda.
Mereka antara lain menyoroti desain yang estetis, kapasitas penyimpanan yang besar, keberadaan pembuat es, serta kemudahan melihat isi kulkas tanpa harus sering membuka pintu. Kapasitas besar juga dianggap membantu ketika mereka berbelanja sekaligus untuk kebutuhan selama sekitar satu minggu.
Program kedua adalah LG Bright Care Service, berupa layanan kunjungan ke rumah untuk melakukan pembersihan menyeluruh kulkas LG InstaView secara cuma-cuma.
Layanan dengan nilai manfaat hingga Rp350.000 ini ditujukan untuk membantu menjaga kebersihan dan mendukung kenyamanan penggunaan kulkas dalam keseharian.
“Program ini dibuat untuk mendukung pengguna mendapatkan kenyamanan paripurna dari kulkas LG InstaView miliknya. Tak hanya terlihat indah, namun juga menjaga performanya tetap prima,” ujar Rumbi.
Pengguna dapat memperoleh layanan tersebut dengan menghubungi LG Call Center 1500-140, WhatsApp Support di 0811-88-14010, atau mengirimkan pesan langsung melalui akun Instagram @lgindonesia.
Sepuluh tahun LG InstaView dan pilihan type-nya. (LG Electronics Indonesia)
Dari Pengalaman Pengguna, Muncul Harapan Baru
Pengalaman menggunakan LG InstaView selama bertahun-tahun ternyata juga membuat para pengguna memiliki bayangan tentang inovasi berikutnya. Dalam pertemuan dengan tiga konsumen Indonesia tersebut, muncul harapan agar teknologi yang sudah ada dapat membuat kulkas semakin terhubung dengan penggunanya.
Salah satunya adalah kehadiran kamera di dalam kulkas yang terintegrasi dengan teknologi AI dan konektivitas LG ThinQ. Dengan begitu, pengguna dapat memeriksa isi kulkas dari jarak jauh melalui perangkat yang terhubung, bahkan ketika sedang berada di luar rumah.
Harapan lainnya berkaitan dengan pengelolaan bahan makanan. Kulkas diharapkan dapat mengenali bahan makanan yang tersimpan dan memberikan pengingat ketika masa simpannya mendekati batas, misalnya melalui notifikasi bahwa “susu akan kedaluwarsa dalam dua hari”.
Gagasan tersebut menunjukkan bahwa bagi pengguna, inovasi kulkas berikutnya bukan semata-mata soal menambah fitur. Teknologi diharapkan semakin mampu membantu mengelola isi kulkas dan kebutuhan rumah tangga secara lebih proaktif, bahkan ketika pengguna sedang tidak berada di rumah.
Satu dekade LG InstaView ditandai dengan pencapaian penjualan sebesar 5,3 Juta unit secara global dan dirayakan di Indonesia dengan menggelar program berbagi cerita dan layanan pembersihan kulkas gratis bagi pengguna. (LG Electronic Indonesia)
Sepuluh Tahun, dari Fungsi ke Pengalaman
Bagi LG, perjalanan InstaView selama satu dekade bukan hanya ditandai oleh angka penjualan. Perubahan cara konsumen memandang produk juga menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Apa yang bermula dari gagasan sederhana untuk melihat isi kulkas tanpa membuka pintu, kini berkembang menjadi bagian dari pengalaman dapur yang menggabungkan fungsi, kemudahan, dan desain.
“Bagi LG, inovasi yang baik tidak berhenti saat produk hadir di rumah pengguna. Inovasi juga hadir dalam perhatian yang membuat pengalaman sehari-hari terasa lebih baik,” ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia.
Melalui program berbagi cerita dan LG Bright Care Service, perayaan satu dekade LG InstaView di Indonesia pun tidak berhenti pada melihat kembali perjalanan produk, tetapi mengajak pengguna menjadi bagian dari perjalanan tersebut. (RR)
Ranahrumah.com – INSPIRASI | Ada kalanya kita memasuki sebuah ruang bukan untuk mencari sesuatu, tetapi justru untuk berhenti sejenak.
Melihat cahaya yang jatuh pada permukaan, merasakan tekstur material, duduk, berjalan perlahan, atau sekadar membiarkan mata mengikuti bentuk dan warna. Dalam jeda yang sederhana itu, sebuah ruang bisa membuat kita berpikir tentang sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan: tentang pulang, ketenangan, hubungan dengan orang lain, bahkan cara kita memandang diri sendiri.
Memasuki penyelenggaraan keduanya, Jakarta Design Collabs tidak sekadar memperlihatkan karya desain. Melalui tema “Cloud Dancer”, tujuh instalasi yang hadir mengajak pengunjung melihat bagaimana sebuah gagasan dapat diterjemahkan menjadi ruang dengan cara yang sangat berbeda.
Cloud Dancer tidak datang sebagai bentuk awan yang harus diwujudkan secara harfiah. Tema ini justru menjadi ruang kebebasan bagi para desainer untuk menemukan interpretasi masing-masing—tentang sesuatu yang ringan, bergerak, mengalir, berlapis, atau bahkan tidak beraturan.
Dari satu tema, lahirlah tujuh cara memandang ruang.
Cloud Dancer, Ketika Satu Tema Diterjemahkan Menjadi Banyak Pemikiran
Jakarta Design Collabs 2026 berlangsung 15 September hingga 15 Oktober 2026 di Jakarta Design Center. Tahun ini, kolaborasi juga mengalami perubahan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Jika pada tahun pertama para desainer berkolaborasi dengan tenant yang berada di dalam JDC, kali ini kolaborasi diperluas dengan brand dan industri material serta interior di luar tenant JDC.
Perubahan tersebut membuat ruang eksplorasi menjadi lebih terbuka. Para desainer tidak sekadar mendapat ruang untuk menata produk, tetapi ditantang menerjemahkan gagasan menjadi pengalaman.
Di sinilah Cloud Dancer menjadi menarik.
Tidak ada satu bentuk baku yang harus diikuti. Tema tersebut dapat diterjemahkan melalui material, warna, cahaya, tekstur, pergerakan, hubungan antarelemen, hingga pengalaman manusia di dalam ruang.
“Jakarta Design Collabs menjadi salah satu langkah JDC untuk terus membuka ruang bagi kreativitas dan kolaborasi. Kami ingin JDC tidak hanya dikenal sebagai pusat desain, tetapi juga sebagai tempat di mana ide-ide baru dapat bertemu, berkembang, dan diwujudkan,” ujar Nurul Syahri F. Direktur Utama Jakarta Design Center.
Ren Katili dari Benda Design Hub, salah satu penyelenggara Jakarta Design Collabs bersama Mira Prihatini dan Jakarta Design Center, melihat kebebasan interpretasi itu sebagai bagian penting dari program ini.
Bagi Ren, Cloud Dancer bukan sesuatu yang harus diterjemahkan menjadi bentuk awan.
Ia lebih tertarik pada karakter yang ada di baliknya: sesuatu yang ringan, bergerak, mengalir, dan memiliki layer.
Karakter tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai pendekatan yang berbeda. Karena itulah, pengunjung tidak menemukan tujuh ruang yang tampak seragam. Sebaliknya, setiap instalasi seperti memiliki bahasa sendiri.
Menariknya, perbedaan tersebut justru memperlihatkan satu hal: desain dapat menjadi cara untuk menerjemahkan cara seseorang melihat kehidupan.
Ranahrumah.com – PRODUK | Ada dilema kecil yang mungkin cukup sering terjadi di rumah. Udara sedang panas dan ingin menyalakan AC lebih lama, tetapi kemudian teringat tagihan listrik. Akhirnya AC hanya dinyalakan sebentar, suhu dibuat tidak terlalu dingin, atau perangkat elektronik lain dimatikan agar konsumsi listrik tidak semakin besar.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Pendingin udara merupakan salah satu perangkat rumah tangga yang membutuhkan energi cukup besar, terutama ketika digunakan dalam waktu panjang. Karena itu, memilih AC bukan lagi hanya soal seberapa cepat ruangan menjadi dingin, tetapi juga bagaimana perangkat tersebut menggunakan energi selama beroperasi.
Hasil pengujian Universitas Indonesia (UI) terhadap LG DUALCOOL Inverter New Terminator model K05NVA (1/2 PK) memberikan gambaran menarik. Dalam kondisi pengujian tertentu, ACini memiliki estimasi konsumsi listrik sekitar Rp912 per hari.
Hasil tersebut menjadi bagian dari pengakuan hasil uji efisiensi energi dari UI untuk model K05NVA sekaligus menjadi dasar bagi LG untuk mengomunikasikan efisiensi energi produk ini kepada konsumen.
Diuji UI, Konsumsi Listriknya Sekitar Rp912 per Hari
Bagi konsumen, angka biaya listrik sehari mungkin lebih mudah dibayangkan dibandingkan sekadar angka konsumsi daya. Namun, Rp912 per hari merupakan hasil estimasi berdasarkan kondisi pengujian yang telah ditentukan, bukan jaminan biaya listrik yang sama untuk setiap rumah.
Pengujian UI dilakukan melalui Pengujian Karakteristik Temperatur dan Energi pada AC merek LG, model K05NVA.
Dalam pengujian tersebut, AC dioperasikan pada suhu 24 derajat Celsius selama 8 jam, dengan pengaturan Watt Control 40 persen. Pengukuran temperatur dilakukan setiap lima menit, sedangkan pengukuran daya dilakukan setiap 10 detik.
Ruang yang digunakan merupakan ruang kantor berukuran sekitar 3 x 2,5 meter atau 7,5 m², yang disesuaikan dengan kapasitas pendinginan AC sebesar 0,5 PK.
Dari kondisi pengujian tersebut, diperoleh hasil yang kemudian digunakan untuk memperkirakan konsumsi listrik sekitar Rp912 per hari.
Bagi LG, pengujian oleh UI juga memiliki arti penting karena memberikan validasi terhadap kinerja efisiensi energi yang ingin dikomunikasikan kepada konsumen.
“Kerja sama dengan UI untuk sertifikasi ini bukan yang pertama kali. Kami merasakan impact-nya. Validasi seperti ini diperlukan bagi LG untuk meyakinkan konsumen,” ujar Satrio Purnomo, Product Manager Eco Solutions LG Electronics Indonesia(15/9/26).
Sertifikat hasil uji efisiensi energi dari Universitas Indonesia (UI) untuk AC LG DUAL COOL New Eco untuk model berkapasitas 1/2 PK dan LG DUALCOOL Inverter New Terminator model K05NVA (1/2 PK). (Ranahrumah.com/Erly)
Kerja Sama Pengujian dengan UI Bukan yang Pertama
Pengujian konsumsi energi AC LG bersama UI sebenarnya bukan kali pertama dilakukan.
Pada 2023, pengujian dilakukan terhadap konsumsi listrik LG DUALCOOL New Eco untuk model berkapasitas 1/2 PK. Saat itu, konsumsi listrik harian berada di kisaran 1,04 kWh. Dengan tarif listrik yang berlaku ketika pengujian dilakukan, konsumsi tersebut setara dengan biaya sekitar Rp1.500 per hari.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya LG untuk memberikan gambaran yang lebih terukur mengenai konsumsi energi AC kepada konsumen.
Menurut LG, ada beberapa alasan mengapa pengujian terhadap AC inverter menjadi penting. Salah satunya karena penggunaan pendingin udara dapat memberikan kontribusi besar terhadap konsumsi energi rumah tangga. Selain itu, terdapat regulasi pemerintah mengenai standar efisiensi energi minimum, sementara AC juga merupakan perangkat yang umumnya digunakan dalam jangka panjang.
Pilihan antara AC inverter dan AC standar pun masih menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen, terutama ketika membandingkan harga pembelian dengan potensi konsumsi listrik selama masa pemakaian.
Karena itu, hasil pengujian konsumsi energi dapat menjadi salah satu informasi yang membantu konsumen memahami penggunaan listrik sebuah AC sebelum menentukan pilihan.
Raih sertifikat pemngakuan hasil uji hemat energi dari UI, AC LG DUALCOOL Inverter New Terminator model K05NVA (1/2 PK) juga dibekali sejumlah fitur yang ditujukan untuk kenyamanan sehari-hari. (Foto: LG Electronics Indonesia)
Efisiensi energi LG DUALCOOL Inverter New Terminator K05NVA salah satunya ditunjang oleh Dual Inverter Compressor™.
Teknologi ini memungkinkan kompresor menyesuaikan kecepatan kerjanya sesuai kebutuhan pendinginan ruangan. Ketika ruangan membutuhkan pendinginan lebih besar, kompresor dapat bekerja lebih cepat. Setelah suhu mendekati kondisi yang diinginkan, kecepatannya dapat diturunkan.
Kemampuan mengubah kecepatan kerja kompresor inilah yang menjadi salah satu pembeda teknologi inverter dibandingkan sistem kerja kompresor dengan kecepatan tetap.
LG juga menyebut kemampuan tersebut membantu menghasilkan pendinginan lebih cepat dibandingkan model konvensional tertentu.
Watt Control, Ketika Pengguna Bisa Mengatur Konsumsi Daya
Penghematan energi pada AC ini tidak hanya mengandalkan kerja kompresor. Pengguna juga mendapatkan kendali melalui fitur Watt Control.
Sesuai namanya, fitur ini memungkinkan pengguna mengatur konsumsi daya AC sesuai kebutuhan. Terdapat empat tingkatan pengoperasian hemat daya yang dapat dipilih.
Misalnya pada malam hari ketika udara sekitar sudah lebih sejuk, kebutuhan pendinginan ruangan mungkin tidak sebesar ketika AC pertama kali dinyalakan. Pada kondisi seperti ini, pengguna dapat memilih pengaturan konsumsi daya yang lebih rendah sehingga laju kerja kompresor dapat diperlambat.
“Membuat kendali hemat energi dapat lebih optimal setiap saat dibutuhkan tanpa mengorbankan kenyamanan,” ujar Joohoon Kim, Product Director AC at LG Electronics Indonesia.
Dengan begitu, efisiensi energi tidak hanya menjadi kemampuan yang bekerja di balik sistem AC, tetapi juga sesuatu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.
Tak Hanya Bicara Hemat Listrik
Efisiensi energi memang menjadi salah satu pesan utama LG untuk model ini. Namun, kenyamanan tetap menjadi bagian penting dari pengalaman penggunaan AC.
Melalui Dual Swing Auto, aliran udara dingin dapat diarahkan ke berbagai arah secara otomatis. Fitur ini membantu mendistribusikan udara secara lebih merata sehingga udara dingin tidak hanya terpusat pada satu area ruangan.
Untuk ketahanan unit outdoor, LG membekali AC ini dengan Gold Fin™, berupa lapisan pelindung yang membantu melindungi permukaan dari korosi akibat pengaruh lingkungan.
Sementara itu, Auto Cleaning membantu mengurangi kelembapan di bagian dalam unit sekaligus menjaga kebersihan area evaporator.
AC ini juga dilengkapi LG ThinQ, yang memberikan kemudahan pengoperasian melalui perangkat yang kompatibel.
Untuk kebutuhan ketika ruangan perlu segera didinginkan, tersedia pula fitur yang mendukung pendinginan lebih cepat (Turbo).
Hasil pengujian UI menjadi salah satu dasar LG dalam mengomunikasikan kampanye untuk LG DUALCOOL Inverter New Terminator K05NVA, dengan pesan mengenai biaya listrik yang lebih hemat dan garansi yang lebih panjang.
Bagi konsumen, keduanya berkaitan dengan biaya penggunaan AC dalam jangka panjang. Efisiensi energi menyangkut konsumsi listrik selama pemakaian, sementara garansi memberikan dukungan setelah produk digunakan.
Untuk model ini, LG menyediakan garansi kompresor hingga 10 tahun, serta garansi spare part dan PCB selama 10 tahun, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.
Di luar persoalan biaya listrik, AC ini juga membawa sejumlah fitur yang ditujukan untuk kenyamanan sehari-hari, mulai dari distribusi udara melalui Dual Swing Auto, perlindungan unit outdoor dengan Gold Fin™, Auto Cleaning, konektivitas LG ThinQ, hingga dukungan pendinginan lebih cepat ketika dibutuhkan.
“Seturut dengan semangat menghadirkan kehidupan yang lebih baik, LG akan terus menghadirkan solusi pendingin udara yang mengutamakan kenyamanan, efisiensi energi, dan nilai tambah bagi konsumen,” tutup Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia.
Pada akhirnya, konsumsi listrik AC di rumah tetap dipengaruhi oleh banyak hal, seperti suhu yang dipilih, lama pemakaian, kondisi ruangan, kebiasaan pengguna, serta tarif listrik yang berlaku.
Namun, bagi konsumen yang selama ini berpikir dua kali sebelum menyalakan AC karena khawatir tagihan listrik membengkak, hasil pengujian UI pada LG DUALCOOL Inverter New Terminator K05NVA memberikan satu informasi yang menarik untuk dipertimbangkan: dalam kondisi pengujian tertentu, konsumsi listriknya diperkirakan sekitar Rp912 per hari.
(RR)
Cek berita terkini dari industri, ulasan inspiratif ranahnya rumah, info properti, gaya hidup, dan inovasi produk baru lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom