Thursday, June 25, 2026
Home Blog Page 6

Philips UltraBright: Cara Membuat Rumah Tetap Terang tanpa Silau

Ranahrumah.com – PRODUK | Ada satu kesalahan yang cukup sering terjadi saat menata pencahayaan rumah: mengejar terang sebanyak mungkin tanpa memikirkan kenyamanan visual.

Akibatnya, ruangan memang terlihat sangat terang, tetapi mata terasa cepat lelah. Tidak sedikit pula yang mengeluhkan kepala terasa pusing, sulit fokus, hingga suasana ruang terasa “panas” meski suhu ruangan sebenarnya normal.

Fenomena ini biasanya muncul akibat efek silau atau glare—kondisi ketika cahaya terlalu kuat pada satu titik dan langsung mengenai pandangan mata.

Padahal, rumah modern saat ini membutuhkan pencahayaan yang bukan hanya terang, tetapi juga nyaman digunakan untuk beraktivitas lebih lama. Mulai dari bekerja, belajar, memasak, membaca, hingga quality time bersama keluarga.

Karena itu, ketika Signify Indonesia meluncurkan Philips UltraBright sebagai lampu Philips paling terang, teknologi EyeComfort menjadi salah satu aspek yang ikut diperhatikan. Teknologi ini membantu cahaya tetap nyaman di mata, bebas kedip, dan tidak terasa menyilaukan.

Namun ternyata, teknologi lampu saja tidak cukup. Penataan pencahayaan di rumah juga memegang peran penting.

Penataan dan pemilihan lampu downlight yang tepat membuat mata nyaman dan tidak cepat lelah saat belajar. (Fpto: Pexels)

Mengapa Cahaya Silau Membuat Mata Cepat Lelah?

Secara sederhana, mata manusia membutuhkan waktu untuk terus menyesuaikan diri terhadap perubahan intensitas cahaya. Ketika ada titik cahaya yang terlalu terang, pupil mata akan bekerja lebih keras untuk beradaptasi.

Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat memicu visual fatigue atau kelelahan mata.

Gejalanya sering terasa dalam aktivitas sehari-hari, seperti:

  • mata terasa berat,
  • pandangan cepat lelah,
  • sulit fokus membaca,
  • kepala terasa tidak nyaman,
  • hingga ruangan terasa “gerah” secara visual.

Dalam jangka panjang, pencahayaan yang terlalu keras juga membuat suasana rumah terasa kurang rileks. Ini sebabnya beberapa rumah yang sebenarnya terang justru terasa tidak nyaman ditempati.

Karena itu, konsep pencahayaan modern kini bukan lagi sekadar soal seberapa terang lampu yang digunakan, melainkan bagaimana cahaya bisa tersebar merata dan nyaman dipandang.

Baca Juga: Lampu Philips UltraBright dengan Cahaya Putih yang Lebih Terang Nyaman di Mata

Baca Juga: Philips UltraBright Tahan 30.000 Jam, Apa Artinya untuk Pengguna Rumah?

Cahaya Putih Tetap Bisa Nyaman

Banyak orang masih menganggap cahaya putih identik dengan kesan tajam dan menyilaukan. Padahal, jika ditata dengan benar, cahaya putih justru membantu aktivitas menjadi jauh lebih nyaman.

Cahaya putih membuat detail terlihat lebih jelas, warna lebih akurat, dan sudut ruangan tampak lebih bersih. Karena itu, pencahayaan seperti ini kini banyak digunakan pada ruang kerja rumah, dapur, area belajar anak, hingga ruang keluarga multifungsi.

Philips UltraBright sendiri hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Dengan intensitas cahaya 40% lebih terang dibanding lampu standar Philips berdasarkan efikasi cahaya per watt, lampu ini membantu meningkatkan visibilitas tanpa harus menggunakan watt besar berlebihan.

Teknologi EyeComfort pada UltraBright juga membantu mengurangi efek silau dan kedipan yang sering membuat mata cepat lelah.

Contoh penggunaan beberapa jenis lampu downlight di ruang keluarga, tidak hanya di satu titik untuk menciptakan rumah terang tanpa silau.

Penataan Philips UltraBright: Rahasia Rumah Terang tanpa Silau

Dalam sebuah talkshow interaktif peluncuran lampu Philips UltraBright (20/5/26), ranahrumah.com mendapatkan jawaban atas beberapa hal untuk membuat rumah terang tanpa silau.

1. Jangan Mengandalkan Satu Titik Lampu Saja

Kesalahan paling umum adalah menggunakan satu lampu besar tepat di tengah ruangan.

Cara ini memang membuat pusat ruangan sangat terang, tetapi sudut ruang sering tetap gelap. Akibatnya muncul kontras cahaya tinggi yang membuat mata cepat lelah.

Untuk lampu seperti Philips UltraBright, justru lebih baik menggunakan beberapa titik lampu dengan watt lebih kecil agar cahaya menyebar lebih merata.

Misalnya, dibanding satu lampu besar, ruang keluarga bisa menggunakan dua hingga tiga titik lampu 10–12 watt agar distribusi cahaya lebih nyaman.

2. Perhatikan Jarak Antar Downlight

Untuk rumah dengan downlight seperti Philips Meson UltraBright, penempatan titik lampu sangat menentukan kenyamanan visual.

Rekomendasi Philips yang disampaikan oleh Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Indonesia, rumah dengan tinggi plafon sekitar 2,8 hingga 3,2 meter idealnya memiliki jarak antar titik lampu sekitar 1 hingga 1,5 meter.

Tujuannya agar kerucut cahaya dari setiap downlight saling bertemu secara merata tanpa menciptakan area terlalu terang atau terlalu gelap.

Penataan seperti ini membuat rumah terasa lebih nyaman sekaligus terlihat rapi secara visual.

3. Sesuaikan Intensitas Cahaya dengan Fungsi Ruang

Tidak semua ruang membutuhkan tingkat terang yang sama.

  • Ruang tamu dan ruang keluarga idealnya berada pada kisaran 150–200 lux agar terasa terang dan menyambut.
  • Kamar tidur cukup sekitar 100–150 lux supaya tetap terasa rileks.
  • Sementara dapur atau ruang kerja membutuhkan sekitar 250–300 lux karena digunakan untuk aktivitas detail.

Dengan pembagian seperti ini, rumah terasa lebih nyaman karena cahaya mengikuti kebutuhan aktivitas penghuni.

Baca Juga: Lampu Downlight untuk Interior Rumah Modern

4. Gunakan Cahaya untuk Membantu Suasana Ruang

Pencahayaan sebenarnya juga mempengaruhi persepsi ruang.

Cahaya yang merata membuat rumah terasa lebih lega, bersih, dan modern. Sebaliknya, titik cahaya yang terlalu keras sering membuat interior terasa “berat” dan melelahkan secara visual.

Karena itu, penggunaan downlight seperti Philips Meson UltraBright kini banyak dipilih pada rumah minimalis modern karena mampu menciptakan pencahayaan plafon yang lebih halus dan elegan.

Menurut Dedy, meski ditujukan untuk general lighting yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, UltraBright juga dapat dimanfaatkan untuk task lighting maupun accent lighting. Untuk kebutuhan seperti ini, pengguna bisa memilih ukuran yang lebih kecil, misalnya downlight Meson UltraBright 2,5 inci.

Rumah Modern Membutuhkan Cahaya yang Lebih Pintar

Saat rumah menjadi pusat berbagai aktivitas, pencahayaan tidak lagi bisa dipilih hanya berdasarkan besar watt atau sekadar terang.

Kini, kualitas cahaya menjadi sama pentingnya. Bagaimana lampu membantu mata tetap nyaman, membuat aktivitas lebih fokus, dan menjaga suasana rumah tetap menyenangkan sepanjang hari.

Tersertifikasi efisiensi energi bintang 5 (tertinggi pada parameter pengukuran), Philips UltraBright mampu menghasilkan 160 lumen/watt, sehingga lebih hemat energi tanpa mengurangi performa cahaya maksimalnya. Kombinasi performa dan efisiensi ini menjadikannya investasi pintar untuk hunian modern.

Melalui Philips UltraBright, Philips mencoba menjawab kebutuhan rumah modern tersebut: menghadirkan cahaya yang lebih terang, tetapi tetap nyaman dipandang dan efisien digunakan sehari-hari. (RR)

Baca Juga: Cara Mencahayai dan Mimilih Lampu Dapur agar Tidak Silau

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Cahaya Putih Kini Jadi Favorit di Rumah Modern, Philips Jawab lewat UltraBright

Ranahrumah.com – TREN | Rumah masa kini bukan lagi sekadar tempat pulang dan beristirahat. Di banyak keluarga Indonesia, ruang tamu bisa berubah menjadi ruang kerja dadakan, meja makan menjadi tempat anak belajar, sementara dapur bahkan kerap menjadi lokasi membuat konten media sosial.

Perubahan cara hidup inilah yang membuat kebutuhan pencahayaan rumah ikut berubah. Jika dulu cahaya hangat kekuningan lebih banyak dipilih untuk menciptakan suasana santai, kini cahaya putih terang justru semakin diminati karena dianggap membantu aktivitas menjadi lebih jelas dan nyaman.

Tren inilah yang ditangkap oleh Signify Indonesia melalui brand Philips. Berdasarkan riset konsumen melalui Focus Group Discussion di empat kota besar Indonesia, banyak masyarakat menginginkan lampu yang lebih terang namun tetap nyaman di mata.

Menjawab kebutuhan tersebut, Philips meluncurkan seri terbaru Philips LED UltraBright pada 20/5/26. Produk kategori lampu Philips paling terang dengan intensitas cahaya 40% lebih tinggi dibanding lampu standar Philips berdasarkan efikasi cahaya per watt.

Menurut Dedy Bagus Pramono, President Director Signify Indonesia, kebutuhan konsumen menjadi dasar lahirnya produk ini. Ia menjelaskan bahwa Philips UltraBright dirancang untuk menjawab harapan masyarakat akan pencahayaan yang lebih maksimal tanpa mengorbankan kenyamanan mata. Dengan masa pakai hingga 30.000 jam, produk ini juga diharapkan membantu keluarga Indonesia menghadirkan kualitas hunian yang lebih baik.

Baca Juga: Cara Membuat Rumah Terang tanpa Silau dengan Lampu Philips UltraBright

Baca Juga: Memahami Arah Cahaya Lampu yang Membuat Rumah Lebih Hidup

Cahaya Putih dan Rumah yang Semakin Aktif

Pilihan terhadap cahaya putih sebenarnya bukan sekadar mengikuti tren. Dalam keseharian, cahaya putih membantu detail terlihat lebih jelas, utamanya saat penghuni rumah melakukan aktivitas yang membutuhkan fokus tinggi.

Mulai dari bekerja di depan laptop, membaca spreadsheet, menggambar desain, menjahit, merakit furnitur, hingga menemani anak belajar, semuanya membutuhkan visibilitas yang baik agar mata tidak cepat lelah.

Di sinilah Philips UltraBright mencoba mengambil peran. Meski menghasilkan cahaya lebih terang, teknologi EyeComfort yang dibenamkan tetap menjaga cahaya agar tidak menyilaukan, bebas kedip, dan terasa nyaman di mata.

Philips UltraBright hadir dalam dua bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan rumah modern.

Philips LED UltraBright untuk Pencahayaan Harian

Varian pertama adalah Philips LED UltraBright berbentuk bohlam dengan fitting E27 standar. Bentuknya familiar seperti bohlam teardrop yang umum digunakan di rumah-rumah Indonesia.

Lampu ini tersedia dalam pilihan 4W, 6W, 8W, 10W, hingga 12W dan cocok digunakan pada lampu gantung, lampu belajar, kamar tidur, dapur, maupun ruang keluarga.

Karena menghasilkan cahaya yang lebih terang, lampu ini cocok untuk ruang-ruang yang kini aktif digunakan sepanjang hari. Misalnya ruang keluarga yang sekaligus menjadi area bekerja, atau dapur yang membutuhkan pencahayaan jelas saat memasak maupun membuat konten.

Philips juga menyarankan penggunaan beberapa titik lampu dengan watt lebih kecil dibanding hanya satu lampu besar di tengah ruangan. Cara ini membantu distribusi cahaya lebih merata dan mengurangi efek silau atau hotspot pada area tertentu.

Philips Meson UltraBright untuk Tampilan Minimalis

Sementara itu, Philips Meson UltraBright hadir dalam bentuk downlight tanam yang banyak digunakan pada rumah bergaya modern minimalis.

Tersedia mulai ukuran 2,5 inci hingga 7 inci dengan pilihan daya 5,5W sampai 17W, lampu ini dirancang untuk menghasilkan distribusi cahaya merata dari plafon sehingga ruangan terasa lebih bersih dan lapang secara visual.

Model downlight seperti ini juga banyak dipilih karena mampu membuat tampilan plafon terlihat rapi dan modern. Cahaya yang jatuh dari atas memberi kesan ruang lebih terang tanpa membuat interior terasa berat.

Menurut Dedy, meski ditujukan untuk general lighting yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia, UltraBright juga dapat dimanfaatkan untuk task lighting maupun accent lighting. Untuk kebutuhan seperti ini, pengguna bisa memilih ukuran yang lebih kecil, misalnya downlight Meson UltraBright 2,5 inci.

Baca Juga: Mengenal Downlight Lighting

Burhan Noor Sahid memaparkan 5 keunggulan Philips UltraBright. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Bukan Hanya Terang, tetapi Juga Efisien

Salah satu alasan lampu LED semakin diminati adalah efisiensi energinya. Philips UltraBright bahkan telah mendapatkan sertifikasi efisiensi energi bintang lima—kategori tertinggi dalam parameter pengukuran.

Dijelskan oleh Burhan Noor Sahid, Head of Marketing Consumer Signify Commercial Indonesia, Philips UltraBright ini menghasilkan hingga 160 lumen per watt, membuat konsumsi energi tetap hemat meski cahaya yang dihasilkan jauh lebih terang.

Tak hanya itu, masa pakai hingga 30.000 jam membuat UltraBright menjadi investasi jangka panjang. Jika digunakan rata-rata delapan jam sehari, umur lampu ini dapat mencapai sekitar 10 tahun penggunaan normal.

Bagi keluarga modern, hal ini tentu berarti lebih praktis karena tidak perlu terlalu sering mengganti lampu.

Talkshow interaktif bersama Dedi Bagus Pramono, President Director Signify Indonesia, Burhan Noor Sahid, dan Natasha Surya saat peluncuran Philips UltraBright pada 20/5/26.

Saat Rumah Membutuhkan Cahaya yang Tepat

Content creator sekaligus ibu rumah tangga, Natasha Surya, turut membagikan pengalamannya menggunakan Philips UltraBright.

Menurutnya, pencahayaan memiliki pengaruh besar terhadap kenyamanan dan fokus ketika beraktivitas di rumah. Setelah menggunakan UltraBright, detail terasa lebih jelas terlihat, baik saat bekerja, membereskan rumah, maupun ketika quality time menemani anak belajar. Ia pun merasa aman dan nyaman dengan garansi 3 tahun yang diberikan Philips. “Kalau sebelum tiga tahun rusak atau mati, tinggal minta ganti yang baru kan ke Philips,” ujarnya pasti.

Pengalaman ini mungkin terasa dekat dengan keseharian banyak keluarga Indonesia saat ini. Ketika rumah menjadi ruang multifungsi, pencahayaan tidak lagi sekadar soal terang atau redup, tetapi juga tentang bagaimana sebuah ruang bisa terasa nyaman digunakan sepanjang hari.

Melalui kampanye “Terus Terang Philips Lebih Terang Terus”, Philips ingin menunjukkan bahwa inovasi pencahayaan tidak berhenti pada efisiensi energi semata, tetapi juga bagaimana cahaya dapat membantu kualitas hidup di rumah.

Philips UltraBright kini tersedia di toko listrik terdekat, Mitra10, Depo Bangunan, serta berbagai marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, dan TikTok Shop. (RR)

Baca Juga: Philips UltraBright Tahan 30.000 Jam, Apa Artinya bagi Pengguna Rumah?

Baca Juga: Cara Instan Mengubah Suasana Rumah dengan 6 Pilihan Jenis Lampu sesuai Fungsinya

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Backlight: Efek Cahaya Elegan untuk Interior Modern

Ranahrumah.com – INTERIOR | Interior modern saat ini semakin menyukai pencahayaan yang tidak terlalu terlihat sumbernya. Cahaya hadir lembut di balik panel, cermin, atau furnitur, menciptakan suasana hangat tanpa terasa menyilaukan.

Teknik pencahayaan seperti ini dikenal sebagai backlight.

Backlight bekerja dengan cara menyembunyikan sumber cahaya di belakang objek sehingga yang terlihat bukan lampunya, melainkan efek cahaya yang muncul di sekelilingnya.

Hasilnya terasa lebih tenang, modern, dan elegan.

Baca Juga: Memahami Arah Cahaya Lampu: Kunci Membuat Rumah Terasa Lebih Hidup

Apa Itu Backlight?

Backlight adalah teknik pencahayaan dengan arah cahaya dari belakang objek.

Cahaya diarahkan ke dinding atau permukaan di belakang objek sehingga menghasilkan efek glow atau garis cahaya lembut.

Teknik ini banyak digunakan pada:

  • cermin,
  • panel TV,
  • headboard tempat tidur,
  • rak display,
  • hingga panel dekoratif.

Mengapa Backlight Begitu Populer?

Salah satu alasan backlight banyak digunakan adalah karena efeknya terasa ringan secara visual.

Karena sumber cahaya tersembunyi, ruang terlihat lebih bersih dan modern. Cahaya juga terasa lebih nyaman di mata dibanding pencahayaan langsung.

Selain itu, backlight mampu memberi ilusi objek yang “melayang”, sehingga interior tampak lebih elegan dan sophisticated.

Area yang Cocok Menggunakan Backlight

1. Panel TV

Backlight membantu mengurangi kontras antara layar televisi dan ruang sekitarnya sehingga mata terasa lebih nyaman.

2. Cermin Kamar Mandi

Cahaya lembut di belakang cermin membuat area vanity terasa modern seperti hotel.

3. Headboard Tempat Tidur

Backlight menghadirkan suasana hangat dan rileks yang cocok untuk kamar tidur.

4. Rak Display dan Kabinet

Cahaya tersembunyi membantu menonjolkan dekorasi tanpa terlihat berlebihan.

Baca Juga: Mengenal Arah Cahaya Downlight

Baca Juga: Pencahayaan Uplight Rumah

Tips Membuat Backlight Terlihat Elegan

  • Gunakan cahaya lembut. Backlight sebaiknya tidak terlalu terang. Efek terbaik justru muncul ketika cahaya terasa halus dan nyaman dipandang.
  • Pilih warna cahaya hangat. Warm white lebih cocok untuk menciptakan suasana cozy dan elegan.
  • Sembunyikan sumber cahaya dengan rapi. Kunci utama backlight adalah sumber cahaya yang tidak terlihat langsung. Karena itu, detail pemasangan sangat menentukan hasil akhir.

Cahaya yang Tidak Mendominasi Ruang

Backlight membuktikan bahwa pencahayaan tidak selalu harus menjadi pusat perhatian. Kadang, justru cahaya yang hadir diam-diam mampu membentuk suasana paling nyaman di rumah.

Lewat efek glow yang lembut, interior terasa lebih hangat, modern, dan menenangkan—tanpa perlu banyak ornamen tambahan. (RR)

Baca Juga: Cara Menampilkan Tekstur dan Detail Rumah dengan Arah Cahaya Sidelight

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mengenal Sidelight: Cara Menampilkan Tekstur dan Detail Interior dengan Pencahayaan

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Dalam desain interior, tekstur adalah elemen yang membuat ruang terasa hidup. Permukaan batu alam, serat kayu, hingga relief dekoratif memberi karakter yang tidak bisa digantikan oleh warna semata.

Namun menariknya, tekstur sering kali baru benar-benar terlihat ketika terkena pencahayaan yang tepat.

Di sinilah sidelight berperan.

Berbeda dari pencahayaan umum yang menerangi ruang secara merata, sidelight bekerja lebih subtil. Cahaya datang dari arah samping sehingga menghasilkan bayangan kecil yang mempertegas detail permukaan.

Efek sederhana ini mampu membuat interior terlihat jauh lebih kaya dan berdimensi.

Baca Juga: Memahami Arah Cahaya Lampu untuk Membuat Rumah Lebih Hidup

Apa Itu Sidelight?

Sidelight adalah teknik pencahayaan dengan arah cahaya dari samping obyek.

Cahaya sengaja diarahkan menyamping agar permukaan objek menghasilkan gradasi terang dan bayangan halus.

Teknik ini biasanya digunakan untuk:

  • dinding tekstur,
  • batu alam,
  • panel kayu,
  • artwork,
  • relief,
  • atau elemen dekoratif lainnya.

Karena efeknya lebih artistik, sidelight termasuk pencahayaan aksen.

Mengapa Sidelight Membuat Interior Lebih Hidup?

Cahaya dari depan cenderung membuat permukaan terlihat datar. Sebaliknya, cahaya samping membantu memperlihatkan tonjolan, kedalaman, dan detail kecil pada permukaan.

Itulah sebabnya dinding batu alam sering terlihat lebih dramatis ketika diberi cahaya dari samping dibanding disinari langsung dari atas.

Bayangan tipis yang muncul menciptakan kesan visual yang lebih kaya tanpa perlu tambahan dekorasi.

Baca Juga: Mengenal Downlight: Rahasia Rumah Rapi, Hangat, dan Modern

Panel batu alam dengan sidelight yang lembut cahayanya.

Area yang Cocok Menggunakan Sidelight

Berikut adalah area-area khusus dalam bangunan atau rumah yang cocok dicahayai dnegan sidelight.

1. Dinding Batu Alam

Ini adalah aplikasi sidelight yang paling umum.

Tekstur batu menjadi lebih menonjol dan terlihat alami karena adanya permainan terang dan bayangan.

2. Panel Kayu dan Kisi Dekoratif

Sidelight membantu memperlihatkan detail serat kayu dan pola panel sehingga interior terasa lebih hangat.

3. Artwork dan Relief

Pada karya seni atau artwork tertentu, cahaya samping membantu menghadirkan dimensi dan karakter visual yang lebih kuat.

4. Koridor dan Area Transisi

Koridor sering terasa membosankan jika hanya diberi pencahayaan umum. Sidelight dapat membuat area ini terasa lebih dramatis dan elegan.

Baca Juga: Cara Mengaplikasikan Uplight Membuat untuk Membuat Rumah Lebih Dramatis

Cara Menggunakan Sidelight dengan Tepat

Ada tips khusus agar penggunaan sidelight bisa optimal.

  • Hindari Cahaya Terlalu Keras
  • Sidelight yang terlalu terang justru membuat bayangan terlihat kasar.
  • Gunakan cahaya lembut agar efek dimensi terasa natural.
  • Kita juga perlu menyembunyikan armatur lampu. Efek sidelight akan terlihat lebih bersih ketika sumber cahaya tidak langsung terlihat. Biasanya lampu disembunyikan di balik panel, kisi, atau celah arsitektur.
  • Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, fokuslah pada tekstur yang paling menarik. Tidak semua permukaan perlu diberi sidelight. Teknik ini paling efektif pada material yang memiliki tekstur nyata dan karakter visual kuat.

Cahaya yang Membuat Detail Lebih Bermakna

Sidelight menunjukkan bahwa interior yang menarik tidak selalu harus penuh dekorasi. Kadang, satu dinding batu alam sederhana bisa terlihat sangat artistik hanya karena pencahayaan yang tepat.

Dan ketika cahaya berhasil memperlihatkan detail-detail kecil yang sebelumnya tidak terlihat, ruang pun terasa lebih hidup dan memiliki karakter. (RR)

Baca Juga: Tips Memajang Foto Ala Jerry Aurum

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Uplight: Teknik Cahaya yang Membuat Rumah Lebih Dramatis

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Ada alasan mengapa taman hotel, fasad rumah modern, atau sudut interior tertentu terasa begitu menarik saat malam hari. Sering kali, rahasianya bukan terletak pada dekorasi yang mahal, melainkan permainan cahaya.

Salah satu teknik pencahayaan yang paling efektif menciptakan suasana dramatis adalah uplight.

Berbeda dari pencahayaan umum yang biasanya datang dari atas, uplight justru memancarkan cahaya dari bawah ke atas. Arah cahaya inilah yang membuat obyek terlihat lebih berdimensi, artistik, dan memiliki karakter kuat.

Teknik ini banyak digunakan untuk menonjolkan elemen arsitektur maupun lanskap, mulai dari kolom rumah hingga pohon di taman.

Baca Juga: Memahami Arah Cahaya Lampu yang Membuat Rumah Lebih Hidup

Apa Itu Uplight?

Uplight adalah teknik pencahayaan dengan arah cahaya dari bawah menuju ke atas.

Lampu biasanya ditempatkan di lantai, dekat dinding, di bawah tanaman, atau tersembunyi pada elemen interior tertentu. Cahaya kemudian diarahkan ke atas untuk menciptakan aksen visual.

Karena tidak berfungsi sebagai pencahayaan utama, uplight lebih sering digunakan sebagai decorative lighting atau accent lighting.

Efeknya bukan sekadar menerangi, tetapi membangun suasana.

Mengapa Uplight Terlihat Dramatis?

Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa melihat cahaya datang dari atas—baik dari matahari maupun lampu plafon. Ketika cahaya justru datang dari bawah, mata langsung menangkap kesan yang berbeda.

Bayangan yang terbentuk membuat obyek terlihat lebih besar, lebih tegas, dan lebih artistik. Karena itu, uplight sangat efektif digunakan untuk:

  • kolom,
  • dinding tekstur,
  • pohon,
  • tanaman,
  • patung,
  • maupun elemen dekoratif lainnya.
pencahayaan di taman dengan arah cahaya uplight
Visual arah cahaya uplight di taman pada malam hari.

Uplight untuk Taman Rumah

Area taman adalah salah satu tempat terbaik untuk mengaplikasikan uplight.

Pada siang hari, taman tampil hidup karena cahaya alami. Namun saat malam tiba, taman membutuhkan pencahayaan agar tetap memiliki dimensi visual.

Uplight dapat diarahkan ke batang pohon, rumpun tanaman, atau elemen hardscape sehingga bayangan daun dan tekstur tanaman terlihat lebih menarik.

Efek ini membuat taman terasa lebih dramatis sekaligus hangat.

Cara Membuat Uplight Taman Lebih Menarik

1. Fokus pada Bentuk Tanaman

Tidak semua tanaman perlu disorot.

Pilih tanaman dengan bentuk batang, percabangan, atau tekstur daun yang menarik agar efek bayangannya muncul lebih kuat pada malam hari.

2. Gunakan Cahaya Secukupnya

Taman yang terlalu terang justru kehilangan suasana.

Uplight sebaiknya digunakan sebagai aksen lembut yang membantu menciptakan mood, bukan membuat taman terang seperti siang hari.

3. Sembunyikan Sumber Cahaya

Efek uplight akan terlihat lebih elegan ketika lampu tidak langsung terlihat mata. Karena itu, posisi lampu biasanya disamarkan di balik tanaman, batu taman, atau elemen lanskap lainnya.

Uplight di Interior Rumah

Selain untuk taman, uplight juga banyak digunakan di interior modern.

Salah satu aplikasinya adalah indirect lighting, yaitu cahaya yang dipantulkan ke plafon atau dinding sehingga menghasilkan suasana lembut dan nyaman.

Teknik ini sering digunakan pada:

  • kamar tidur,
  • ruang keluarga,
  • area televisi,
  • maupun koridor.

Karena cahaya tidak langsung mengenai mata, ruang terasa lebih rileks dan hangat.

Membuat Ruang Terasa Lebih Mewah

Hotel-hotel modern banyak menggunakan uplight karena efeknya mampu menghadirkan suasana elegan tanpa terlihat berlebihan.

Cahaya pantul yang lembut memberi kesan tenang sekaligus premium. Di rumah, efek serupa dapat diwujudkan dengan:

  • hidden LED strip,
  • lampu lantai,
  • atau indirect lighting pada plafon.

Baca Juga: Downlight Rahasia Membuat Rumah Rapi, Hangat, dan Modern

Baca Juga: Kenali Sidelight untuk Menampilkan Tekstur dan Detail Interior

Kombinasikan dengan Downlight

Meski menarik, uplight sebaiknya tidak menjadi satu-satunya sumber pencahayaan. Karena sifatnya dekoratif, teknik ini perlu dipadukan dengan downlight atau general lighting agar ruang tetap nyaman digunakan untuk beraktivitas.

Kombinasi antara pencahayaan utama dan pencahayaan aksen inilah yang membuat interior terasa lebih kaya dan berlapis.

Cahaya yang Membangun Suasana

Uplight mengajarkan bahwa pencahayaan bukan sekadar soal terang. Cahaya juga dapat menciptakan emosi dan pengalaman visual di dalam rumah.

Lewat arah cahaya yang tidak biasa, elemen sederhana seperti tanaman, dinding, atau plafon dapat tampil jauh lebih hidup.

Dan sering kali, suasana rumah yang terasa hangat dan berkarakter justru lahir dari permainan cahaya yang lembut seperti ini. (RR)

Baca Juga: Membuat Rock Garden di Rumah Mungil

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Downlight: Rahasia Membuat Rumah Terasa Rapi, Hangat, dan Modern

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Hampir semua rumah menggunakan downlight. Lampu-lampu kecil yang ditanam di plafon ini memang praktis, tampil sederhana, dan mampu memberi pencahayaan merata ke seluruh ruang.

Namun di balik tampilannya yang minimalis, downlight sebenarnya memiliki peran besar dalam membentuk suasana interior.

Penempatan yang tepat dapat membuat ruang terasa hangat dan nyaman. Sebaliknya, susunan lampu yang terlalu banyak atau salah arah justru membuat rumah terasa dingin seperti kantor, bahkan melelahkan mata.

Karena itu, memahami cara kerja downlight menjadi penting sebelum menentukan jumlah maupun posisi lampu di rumah.

Apa Itu Downlight?

Downlight adalah teknik pencahayaan atau lighting dengan arah cahaya dari atas menuju ke bawah. Sumber cahaya biasanya dipasang di plafon, baik dalam bentuk lampu tanam (recessed), lampu tempel, maupun lampu gantung tertentu.

Jenis pencahayaan ini berfungsi sebagai general lighting atau pencahayaan utama yang membantu seluruh ruangan terlihat terang dan nyaman digunakan beraktivitas.

Karena cahayanya jatuh langsung ke area di bawahnya, downlight memberi kesan ruang yang bersih, rapi, dan modern.

Tidak heran jika jenis pencahayaan ini menjadi favorit pada rumah-rumah bergaya minimalis maupun kontemporer.

Baca Juga: Memahami Arah Cahaya Lampu untuk Interior dan Eksterior Rumah

Lampu downlight gantung menyinari objek di bawahnya dengan arah cahaya yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

Mengapa Downlight Sangat Populer?

Salah satu alasan downlight banyak digunakan adalah tampilannya yang “tenang”. Lampu menyatu dengan plafon sehingga interior terlihat lebih ringan dan tidak penuh secara visual.

Selain itu, downlight juga fleksibel digunakan di hampir semua ruang:

  • ruang tamu,
  • ruang makan,
  • dapur,
  • kamar tidur,
  • kamar mandi,
  • hingga koridor.

Cahaya yang tersebar dari atas membantu aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman tanpa mengganggu tampilan interior.

Downlight Bukan Sekadar Lampu Tengah Ruangan

Kesalahan paling umum adalah menempatkan satu lampu tepat di tengah plafon lalu menganggap pencahayaan sudah selesai.

Padahal, pencahayaan yang nyaman biasanya terbentuk dari beberapa titik cahaya dengan distribusi yang lebih terencana.

Downlight sebaiknya mengikuti fungsi ruang dan area aktivitas.

Misalnya:

  • di dapur, cahaya perlu fokus pada area kerja;
  • di ruang tamu, pencahayaan sebaiknya terasa hangat dan menyebar;
  • sementara di kamar tidur, cahaya lebih nyaman jika tidak terlalu terang.

Karena itu, jarak antarlampu dan sudut distribusi cahaya menjadi penting.

Baca Juga: Solusi Kekinian Mengubah Suasana Interior Rumah Tanpa Ribet Hanya dengan Lampu Pintar

Cara Menggunakan Downlight agar Rumah Lebih Nyaman

1. Hindari Terlalu Banyak Lampu

Banyak orang berpikir semakin banyak lampu, rumah akan semakin bagus. Padahal, pencahayaan berlebihan justru membuat ruang terasa silau dan melelahkan.

Interior modern saat ini justru cenderung menggunakan pencahayaan yang lebih lembut dan terarah. Gunakan lampu secukupnya sesuai kebutuhan ruang.

2. Pilih Warna Cahaya yang Tepat

Warna cahaya sangat memengaruhi suasana ruang.

  • Warm white, cocok untuk: ruang tamu, kamar tidur, ruang keluarga. Warna cahaya ini menghasilkan suasana hangat dan rileks.
  • Cool white, lebih cocok untuk:dapur, area kerja, kamar mandi. Warna cahya ini memberi kesan bersih dan terang.

Baca Juga: Warm White vs Cool White untuk Interior Rumah

3. Perhatikan Jarak Antar Lampu

Lampu yang terlalu rapat membuat plafon terasa penuh cahaya dan tidak nyaman dipandang. Sebaliknya, jarak yang terlalu jauh menciptakan area gelap yang mengganggu.

Idealnya, pencahayaan terasa merata tanpa membuat sumber cahaya menjadi pusat perhatian.

4. Gunakan Downlight untuk Menonjolkan Interior

Selain sebagai pencahayaan utama, downlight juga dapat digunakan untuk memberi aksen.

Cahaya dapat diarahkan ke: dinding bertekstur, lukisan, rak dekoratif, atau sudut tertentu di rumah.

Teknik ini sering disebut wall washing atau accent lighting, dan mampu membuat interior terasa lebih hidup tanpa banyak dekorasi tambahan.

Baca Juga: Uplight: Teknik Cahaya yang Membuat Rumah Lebih Dramatis

Baca Juga: Kenali Sidelight untuk Menampilkan Tekstur dan Detail Interior

Downlight di ruang open space yang diatur sesuai kebutuhan setiap ruang, sekaligus dapat menjadi penanda perbedaan ruang.

Downlight dan Kesan Modern pada Interior

Downlight identik dengan interior modern karena tampilannya bersih dan sederhana.

Tanpa lampu gantung besar atau ornamen berlebihan, ruang terasa lebih lapang dan ringan. Efek ini sangat cocok untuk rumah berukuran compact maupun konsep open space yang kini banyak digunakan.

Namun sebenarnya, downlight juga dapat berpadu dengan interior klasik atau tropis selama temperatur warna dan penempatannya tepat.

Kombinasikan dengan Layer Cahaya Lain

Meski penting sebagai pencahayaan utama, downlight sebaiknya tidak bekerja sendirian.

Interior yang nyaman biasanya memiliki beberapa lapisan cahaya:

  • downlight untuk general lighting,
  • lampu meja atau lampu lantai untuk suasana,
  • backlight untuk efek lembut,
  • serta uplight untuk aksen dramatis.

Kombinasi inilah yang membuat rumah terasa lebih hangat dan manusiawi.

Baca Juga: Cara Membuat Layered Lighting di Rumah

Pencahayaan yang Baik Tidak Selalu Terlihat

Dalam desain interior, pencahayaan terbaik sering kali justru tidak terlalu disadari keberadaannya. Yang terasa hanyalah ruang yang nyaman, hangat, dan enak ditempati.

Downlight bekerja dengan cara seperti itu. Ia hadir tenang di plafon, tetapi diam-diam menentukan bagaimana suasana rumah terbentuk.

Karena itu, memilih dan menata downlight sebaiknya tidak dilakukan sekadar mengikuti tren. Cahaya yang tepat akan membuat rumah bukan hanya terlihat indah, tetapi juga terasa nyaman untuk ditinggali setiap hari. (RR)

Baca Juga: Menghindari Silau di Dapur, Inilah Pilihan Jenis Lampunya

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Memahami Arah Cahaya Lampu: Kunci Membuat Rumah Terasa Lebih Hidup

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Saat memasuki sebuah rumah yang terasa nyaman, hangat, dan berkarakter, sering kali kita mengira keindahannya berasal dari furnitur mahal atau dekorasi yang tertata apik. Padahal, ada elemen lain yang bekerja diam-diam membentuk suasana: pencahayaan.

Cahaya bukan hanya membantu kita melihat. Dalam desain interior, cahaya berperan membangun emosi ruang. Pencahayaan dapat membuat ruang kecil terasa lebih lapang, sudut rumah terlihat dramatis, atau taman sederhana tampak memikat saat malam tiba.

Namun, keindahan pencahayaan bukan hanya ditentukan oleh jenis lampunya. Yang sering terlupakan justru arah datangnya cahaya atau arah cahaya lampu.

Berbeda dengan cahaya matahari yang terus berubah sepanjang hari, cahaya buatan memberi kebebasan untuk diatur sesuai kebutuhan. Kita dapat menentukan dari mana cahaya datang, bagian mana yang ingin ditonjolkan, hingga suasana seperti apa yang ingin dihadirkan.

Dalam dunia lighting interior, arah pencahayaan umumnya dibagi menjadi lima jenis utama: downlight, uplight, sidelight, backlight, dan frontlight. Masing-masing memiliki fungsi dan efek visual yang berbeda.

Baca Juga: Stop Kontak dan Sakelar untuk Hunian Modern Kini Makin Elegan dan Aman

1. Downlight: Cahaya dari Atas yang Paling Familiar

Kombinasi penerapan arah cahaya downlight dan uplight pada interior rumah membuat suasana rumah lebih hidup.

Downlight adalah arah pencahayaan dari atas ke bawah. Jenis ini paling banyak digunakan di rumah karena berfungsi sebagai pencahayaan utama atau general lighting.

Lampu downlight biasanya dipasang di plafon, baik dalam bentuk lampu tanam, lampu tempel, maupun lampu gantung. Cahaya yang jatuh ke bawah membuat ruangan terasa terang dan nyaman digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

Namun, downlight tidak selalu menghasilkan suasana yang sama. Pengaturan sudut cahaya dan jenis armatur dapat menciptakan efek berbeda. Cahaya yang diarahkan ke dinding, misalnya, dapat membuat tekstur dinding terlihat lebih hidup dan berdimensi.

Karena sifatnya fleksibel, downlight cocok diaplikasikan hampir di seluruh area rumah, mulai dari ruang tamu hingga dapur.

Baca Juga: Downlight Rahasia Rumah Terlihat Rapi dan Modern

2. Uplight: Membuat Rumah Lebih Dramatis

Visual arah cahaya uplight di taman pada malam hari.

Jika downlight datang dari atas, uplight justru memancarkan cahaya dari bawah ke atas.

Efek yang dihasilkan biasanya terasa lebih artistik, megah, dan dramatis. Karena itu, uplight sering digunakan untuk menonjolkan elemen arsitektur seperti kolom, dinding batu alam, maupun tanaman di taman.

Pada malam hari, teknik uplight mampu mengubah tampilan taman menjadi jauh lebih hidup. Cahaya yang mengenai batang pohon atau dedaunan menciptakan bayangan menarik sekaligus menghadirkan dimensi visual yang kuat.

Di interior, uplight juga dapat digunakan sebagai indirect lighting. Cahaya dipantulkan ke plafon sehingga menghasilkan suasana yang lembut dan menenangkan, terutama di kamar tidur atau ruang santai.

Baca Juga: Uplight Teknik Cahaya yang Membuat Rumah Lebih Dramatis

3. Sidelight: Menampilkan Tekstur dan Detail

Sidelight adalah pencahayaan yang datang dari samping objek. Teknik ini banyak dipakai untuk mempertegas tekstur dan detail permukaan.

Ketika cahaya datang dari samping, bayangan kecil akan muncul dan membuat permukaan terlihat lebih berdimensi. Karena itu, sidelight sering digunakan pada dinding batu alam, panel kayu, relief, maupun karya seni.

Jenis pencahayaan ini membantu interior terasa lebih kaya secara visual tanpa perlu banyak dekorasi tambahan.

Baca Juga: Sidelight: Cara Menampilkan Tekstur dan Detail Interior

4. Backlight: Cahaya yang Membentuk Siluet Elegan

Arah cahaya backlight pada dekorasi rumah.

Backlight berasal dari belakang obyek. Teknik ini digunakan untuk menciptakan efek siluet atau garis cahaya di sekeliling obyek.

Saat ini, backlight banyak diaplikasikan pada interior modern, misalnya di belakang cermin, panel televisi, headboard tempat tidur, maupun rak display.

Efek yang muncul membuat obyek terlihat “melayang”, ringan, dan lebih elegan. Karena sumber cahaya sering disembunyikan, suasana ruang pun terasa lebih lembut dan nyaman di mata.

Baca Juga: Backlight: Efek Cahaya Elegan untuk Interior Modern

5. Frontlight: Membuat Obyek Terlihat Jelas dan Natural

Frontlight adalah cahaya yang datang dari arah depan objek. Teknik ini paling umum digunakan untuk menerangi foto, lukisan, atau elemen dekoratif dua dimensi lainnya.

Karena cahaya langsung mengenai permukaan depan, warna dan detail objek terlihat lebih jelas dan natural.

Frontlight yang baik biasanya memiliki distribusi cahaya merata agar tidak menimbulkan bayangan berlebihan atau pantulan yang mengganggu.

Baca Juga: Frontlight: Teknik Pencahayaan agar Artwork Lebih Hidup

Rumah yang Nyaman Selalu Memiliki “Lapisan Cahaya”

Salah satu kesalahan paling umum dalam pencahayaan rumah adalah hanya mengandalkan satu lampu utama di tengah ruangan. Akibatnya, ruang terasa datar dan kurang memiliki suasana.

Padahal, rumah yang nyaman umumnya memiliki beberapa lapisan cahaya sekaligus.

Downlight memberi terang utama. Uplight menghadirkan suasana dramatis. Sidelight memperkaya tekstur. Backlight memberi sentuhan modern yang lembut. Sementara frontlight membantu menampilkan detail objek dengan jelas.

Ketika berbagai arah cahaya dipadukan dengan tepat, rumah tidak hanya menjadi terang, tetapi juga terasa lebih hidup dan memiliki karakter.

Karena itu, memahami arah pencahayaan sebenarnya bukan sekadar urusan teknis. Ini adalah cara menghadirkan emosi dan pengalaman di dalam ruang. (RR)

Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Paradise Indonesia Siapkan 23 Semarang dan 88 Plaza Balikpapan, Pendapatan Kuartal I 2026 Naik 14 Persen

Ranahrumah.com – PROPERTI | Paradise Indonesia Perkuat Bisnis Recurring Income.

PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia/INPP) terus memperkuat bisnis berbasis recurring income melalui pengembangan pusat belanja, hotel, dan kawasan mixed-use.

Saat ini Paradise Indonesia telah mengelola:

  • 6 pusat belanja
  • 13 hotel
  • 6 proyek properti

Jumlah pusat belanja akan bertambah menjadi tujuh setelah 23 Semarang Shopping Center mulai beroperasi pada Juni 2026.

Direktur Keuangan Paradise Indonesia Surina mengatakan, kontribusi recurring income perusahaan mencapai lebih dari 70 persen terhadap total pendapatan.

Komposisinya berasal dari:

  • sektor komersial 48 persen
  • hospitality 42 persen
  • penjualan properti 10 persen

“Recurring income kami kuat dibanding developer lain,” ujar Surina dalam media gathering di Jakarta, 11 Mei 2026.

Baca Juga: Peluncuran 88 Plaza Balikpapan, Paradise Indonesia Hadirkan Ikon Lifestyle Baru di Gerbang IKN

23 Semarang Shopping Center yang dikonsep sebagai leisure destination modern di Kota Semarang.

23 Semarang Segera Dibuka

Pada kuartal kedua tahun ini, Paradise Indonesia akan mengoperasikan 23 Semarang Shopping Center yang dikonsep sebagai leisure destination modern di Kota Semarang.

Opening door pertama dijadwalkan pada 23 Mei 2026, sedangkan grand launching dilakukan Juni 2026.

Menurut Surina, tingkat okupansi tenant saat ini sudah mencapai lebih dari 70 persen.

Kehadiran 23 Semarang diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan pendapatan baru perusahaan tahun ini.

88 Plaza Balikpapan Paradise Indonesia
Peluncuran 88 Plaza Balikpapan oleh Paradise Indonesia dengan konsep kawasan komersial modern dan lifestyle hub di gerbang IKN pada 9/5/26 (Foto: Dok. Paradise Indonesia)

88 Plaza Balikpapan Jadi Ikon Lifestyle Baru

Selain 23 Semarang, Paradise Indonesia juga mulai mengembangkan proyek mixed-use low density 88 Plaza Balikpapan.

Proyek ini menjadi produk low-rise landed pertama Paradise Indonesia yang menghadirkan konsep kawasan urban modern dengan open plaza dan lifestyle destination.

Tahap pertama terdiri dari 49 unit ruko eksklusif dan seluruh unit langsung habis terjual saat peluncuran perdana.

Ke depan, kawasan ini juga akan dilengkapi hotel dan berbagai fasilitas lifestyle lainnya.

Pendapatan Kuartal I 2026 Tumbuh Positif

Pada kuartal pertama 2026, Paradise Indonesia membukukan pendapatan sebesar Rp326,9 miliar atau meningkat 14 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Kontribusi pendapatan berasal dari:

  • Segmen komersial: Rp157,14 miliar (+19 persen)
  • Hospitality: Rp135,50 miliar (+4 persen)
  • Penjualan properti: Rp34,26 miliar (+38 persen)

Kenaikan penjualan properti terutama berasal dari serah terima unit apartemen Antasari Place.

Perusahaan juga mencatat EBITDA sebesar Rp100,67 miliar atau naik 20 persen, serta laba bersih Rp41 miliar.

Hotel Bintang 4 dan 5 Tetap Tumbuh

Paradise Indonesia juga menyampaikan bahwa bisnis hotel bintang empat dan lima tetap menunjukkan performa positif meski terjadi gejolak geopolitik global.

Menurut Presiden Direktur & CEO Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo, pasar hotel premium mayoritas berasal dari wisatawan asing sehingga relatif tidak terdampak pelemahan rupiah.

“Okupansi hotel bintang lima kami di Jakarta dan Bali seperti Sheraton dan Hyatt tetap meningkat selama triwulan pertama tahun ini,” ujarnya.

Beberapa hotel juga akan direnovasi untuk meningkatkan kualitas layanan, termasuk Harris Suites fX Sudirman Jakarta yang akan menambah jumlah kamar.

Fokus Bangun Destinasi dan Ekosistem

Sejak berdiri, Paradise Indonesia dikenal fokus mengembangkan proyek mixed-use yang menjadi destinasi kawasan.

Beberapa proyek ikonik yang telah dikembangkan antara lain Plaza Indonesia, fX Sudirman, Beachwalk Bali, dan 23 Paskal Bandung.

Perusahaan juga menerapkan strategi pengembangan berbasis intensifikasi lahan dan kolaborasi tanpa mengandalkan landbank besar.

“Setiap proyek yang kami hadirkan bukan sekadar bangunan, tetapi ekosistem yang membuat kawasan tumbuh,” ujar Anthony. (RR)

Baca Juga: Visi Building Tomorrow Paradise Indonesia: DNA dari Iconic Lifestyle Destination

Cek berita properti, keberlanjutan, ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom