Saturday, October 24, 2026
Home Blog Page 7

Ketika Cahaya Ikut Membentuk Masa Depan Kota

0

Ranahrumah.com -TREN | Selama ini pencahayaan mungkin lebih sering dipandang sebagai kebutuhan dasar: membuat jalan terlihat, menerangi gedung, atau memastikan sebuah ruang dapat digunakan dengan nyaman. Namun, ketika kota semakin padat dan bangunan dituntut bekerja lebih efisien, peran cahaya berkembang jauh lebih besar.

Cahaya dapat membuat jalan lebih aman, ruang publik lebih nyaman, aktivitas ekonomi berlangsung lebih panjang, sekaligus membantu kota dan bangunan menggunakan energi secara lebih bijak.

Gagasan inilah yang menjadi benang merah Signify Innovation Day – Light the Future, yang berlangsung di Jakarta, 2 September 2026. Melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai sektor, Signify mengajak melihat pencahayaan sebagai bagian dari upaya membangun kota yang lebih cerdas dan layak huni, sekaligus bangunan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan masa depan.

Baca Juga: Bukan Sekadar Menerangi, Begini Cara Lampu Membentuk Pengalaman Ruang

Dari Lampu Jalan hingga Kehidupan Sebuah Kota

Bayangkan sebuah jalan kota pada malam hari.

Pencahayaan yang baik bukan hanya membuat permukaan jalan terlihat. Ia membantu pengendara dan pejalan kaki merasa lebih aman, mendukung mobilitas, dan membuat kawasan tetap hidup setelah matahari terbenam.

Dalam skala yang lebih luas, pencahayaan jalan yang terkoneksi juga dapat membantu pengelola mengetahui kondisi lampu, mengatur tingkat terang sesuai kebutuhan, hingga mengurangi penggunaan energi ketika aktivitas di suatu kawasan mulai berkurang.

Di sinilah konsep smart & liveable city menjadi relevan. Teknologi tidak hanya digunakan untuk membuat kota semakin pintar, tetapi juga untuk membuatnya semakin nyaman dihuni.

Pada Signify Innovation Day, pembahasan mengenai Future of Smart & Liveable Cities: Driving Sustainability Through Innovation and Circularity mempertemukan pemerintah, perencana, pengelola infrastruktur, dan industri.

Salah satu contoh yang dibahas adalah transisi menuju pencahayaan LED dan sistem pencahayaan pintar pada Penerangan Jalan Umum (PJU) DKI Jakarta.

Perubahan semacam ini menunjukkan bahwa pencahayaan dapat menjadi bagian dari infrastruktur kota yang lebih efisien. Ketika penggunaan energi dapat dikelola dengan lebih baik dan pemeliharaan dapat dilakukan berdasarkan data, manfaatnya bukan hanya soal lampu yang menyala lebih terang atau lebih hemat.

Ada biaya operasional yang dapat dikendalikan, sumber daya yang lebih efisien, dan lingkungan kota yang dapat dirancang dengan lebih baik.

Baca Juga: Siginfy “Kampung Terang Hemat Energi” Berikan Akses Listrik untuk Pulau Buru

Cahaya juga Punya Hubungan dengan Ekonomi

Kota yang nyaman dan aman tidak hanya menyenangkan bagi penghuninya. Ia juga menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas ekonomi.

Ruang publik yang diterangi dengan baik membuat orang lebih nyaman beraktivitas. Kawasan komersial dapat tetap hidup pada malam hari. Area wisata, taman kota, fasad bangunan, hingga ruang terbuka dapat memiliki karakter yang berbeda melalui pencahayaan.

Artinya, cahaya dapat ikut membentuk pengalaman sebuah tempat. Karena itu, pencahayaan masa depan tidak lagi berhenti pada pertanyaan, “Seberapa terang lampunya?”

Pertanyaannya berkembang menjadi: untuk siapa cahaya itu digunakan, bagaimana cahaya bekerja, berapa banyak energi yang dibutuhkan, dan manfaat apa yang bisa diberikan kepada lingkungan sekitarnya?

Lucas Ardhana, Director – Commercial Leader Of Professional Business, Signify Indonesia di acara Signify Innovation Day 2026 – Light the Future. (Foto; Signify Indonesia)

Bangunan Masa Depan juga Membutuhkan Cahaya yang Lebih Pintar

Persoalan serupa terjadi di dalam bangunan.

Kantor, hotel, pusat perbelanjaan, fasilitas olahraga, rumah sakit, hingga data center memiliki kebutuhan pencahayaan yang berbeda. Bangunan modern juga semakin dituntut efisien, nyaman bagi penggunanya, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan.

Dalam sesi Achieving Sustainability Goals and Business Growth Through Future-Ready Buildings, Signify mempertemukan pelaku industri properti, hospitality, fasilitas, ESG, dan green building untuk membicarakan hal tersebut.

Pencahayaan menjadi salah satu elemen yang relatif mudah dikembangkan menjadi lebih cerdas karena dapat terhubung dengan sensor dan sistem pengelolaan bangunan.

Lampu, misalnya, dapat merespons keberadaan manusia atau kondisi cahaya alami. Area yang tidak digunakan tidak harus terus-menerus berada pada tingkat pencahayaan yang sama. Di ruang kerja, data dari sensor bahkan dapat membantu pengelola memahami bagaimana sebuah ruang digunakan.

Dengan demikian, pencahayaan tidak hanya menghasilkan cahaya. Ia juga menghasilkan informasi. Dan informasi tersebut dapat membantu sebuah bangunan bekerja lebih efisien.

Baca Juga: Komitmen Signify Indonesia untuk Keberlanjutan dan Aksi Iklim melalui Teknologi Pencahayaan Unggulan

Menuju Net Zero, Dimulai dari Hal-Hal yang Digunakan Setiap Hari

Indonesia menargetkan pencapaian Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat. Untuk mencapai tujuan sebesar itu, perubahan tentu tidak cukup dilakukan melalui satu teknologi atau satu sektor.

Efisiensi energi di gedung dan infrastruktur menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Signify melihat pencahayaan sebagai salah satu area yang dapat berkontribusi melalui peralihan menuju LED yang lebih efisien, sistem pencahayaan terkoneksi, sensor, serta pengelolaan pencahayaan berbasis data.

Dalam pandangan Signify, teknologi tersebut menjadi bagian dari konsep “Light Beyond Illumination”—bahwa cahaya memiliki manfaat yang melampaui fungsi menerangi.

Cahaya dapat membantu manusia merasa aman dan nyaman. Membantu sebuah bisnis beroperasi lebih efisien. Membantu kota mengelola infrastrukturnya. Dan, ketika digunakan dengan tepat, membantu mengurangi penggunaan energi serta dampak lingkungan.

Light The Future: Melihat Cahaya dengan Cara Berbeda

Pada akhirnya, masa depan pencahayaan mungkin bukan tentang menciptakan lampu yang semakin terang.

Justru sebaliknya: tentang menciptakan cahaya yang semakin tepat.

Tepat ketika dibutuhkan, tepat di tempat yang membutuhkan, tepat tingkat terangnya, dan tepat dengan kebutuhan manusia maupun lingkungan.

Melalui Signify Innovation Day – Light the Future, gagasan tersebut terasa semakin relevan. Karena ketika kota, bangunan, dan kehidupan manusia berubah, pencahayaan pun perlu ikut berubah.

Bukan lagi sekadar membuat kita bisa melihat dalam gelap, tetapi ikut membantu menciptakan kota yang lebih aman, ruang yang lebih nyaman, bangunan yang lebih efisien, dan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga: Signify Menjadi Penyedia Lampu Sorot Pilihan FIFA

Catatan Ranahrumah

Pencahayaan sering kali menjadi elemen yang baru terasa penting ketika tidak bekerja dengan baik. Padahal, cahaya secara diam-diam memengaruhi bagaimana kita bergerak, merasa aman, menikmati sebuah ruang, bahkan menggunakan energi.

Karena itu, masa depan pencahayaan menarik bukan semata karena lampunya semakin canggih, tetapi karena cahaya mulai menjadi bagian dari cara kita merancang kehidupan.

(RR)

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Sharp Tawarkan Solusi Udara Bersih di IIPE 2026 untuk Ciptakan Rumah Ramah Hewan Peliharaan

    0

    Ranahrumah.com – TREN | Tawarkan solusi udara bersih untuk rumah khususnya bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan, Sharp Indonesia Kembali hadir untuk keempat kalinya di pameran Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026.

    Kehadiran Sharp kali ini membawa solusi penjernihan udara sekaligus berbagai produk home appliance yang mendukung kenyamanan dan kualitas udara di dalam rumah.

    Kualitas udara di Jakarta pada akhir Agustus 2026 masih berada pada kategori sedang hingga tidak sehat pada sejumlah waktu, dengan konsentrasi partikular halus PM2.5 yang dapat melampaui batas panduan kualitas udara yang direkomendasikan WHO. Kondisi tersebut membuat perhatian terhadap kualitas udara di dalam ruangan menjadi semakin penting, terlebih bagi keluarga yang tinggal bersama hewan peliharaan.

    Sebagai salah satu area tempat keluarga dan hewan peliharaan beraktivitas bersama, lingkungan rumah membutuhkan udara yang bersih dan nyaman, melalui teknologi Plasmacluster, Sharp menghadirkan berbagai pilihan air purifier yang dirancang untuk membantu menciptakan kualitas udara dalam ruangan yang lebih baik.

    Yudha Ekaputra, PSG Manager for AC dan Air Purifier PT Sharp Electronics Indonesia, mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perangkat penjernih udara semakin relevan, termasuk bagi para pemilik hewan peliharaan.

    “Hewan peliharaan merupakan bagian dari keluarga dan banyak masyarakat saat ini menjadikan rumah sebagai ruang bersama bagi seluruh anggota keluarga, termasuk hewan kesayangan. Karena itu, menjaga kualitas udara di dalam rumah menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, melalui rangkaian produk air purifier dan teknologi yang kami hadirkan, Sharp ingin memberikan solusi yang praktis bagi masyarakat untuk menciptakan lingkungan rumah yang lebih nyaman,” ujar Yudha.

    Baca Juga: Cara Kerja Plasmacluster pada Air Purifier Sharp

    Hadirkan Beragam Pilihan Produk Penjernih Udara

    Dalam gelaran IIPE 2026, Sharp menghadirkan beragam produk yang dapat menjadi pilihan masyarakat sesuai dengan kebutuhan rumah dan gaya hidup.

    Salah satunya adalah Sharp AIREST AC Split, AC split yang dilengkapi built-in MERV 14 certified filter yang terbukti efektif menyaring debu dan polutan ukuran mikroskopis. Produk dengan kapasitas 1,5 PK ini memiliki fitur Smart Operation with AIoT, sehingga dapat dioperasikan kakpun dimanapun via Smartphone. Dilengkapi teknologi J-Tech Inverter yang diklaim mampu menghemat energi hingga 60%, serta teknologi Plasmacluster yang dapat membantu melumpuhkan virus.

    Sharp AIREST AC Split ditawarkan dengan harga Rp11.999.000. Setiap pembelian produk selama periode promo mendapatkan bonus senilai hingga Rp3,3 juta, yang terdiri dari gratis instalasi, gratis pipa 5 meter, cashback e-wallet Rp1 juta, serta program tukar tambah.

    Pilihan lainnya adalah Sharp Air Purifier SP-S42Y-L. Air purifier untuk ruangan berukuran 30m² ini dibekali teknologi Plasmacluster High Density 7.000 ion/cm³, fitur Smart Operation with AIoT yang memungkinkan pengoperasian melalui smartphone, serta dual suction filtration yang dapat menyaringan debu dan polutan dengan maksimal walau dengan ukuran produk yang kompak . Produk ini memiliki filter yang dapat digunakan hingga dua tahun dan ditawarkan dengan harga Rp2.399.000.

    Untuk kebutuhan rumah tangga yang lebih besar, Sharp juga menghadirkan 2-in-1 Dehumidifier with Air Purifier DW-T30FY-H/W. Perangkat ini dapat berfungsi sebagai Dehumidifier (mengurangi kelembapan udara diruangan berukuran hingga 77m²) juga sebagai Air Purifier (menjernihkan udara didalam ruangan dari polutan). Hadir dengan teknologi Plasmacluster High Density 7.000 ion/cm³ dan kapasitas tangki air 4,5 liter. Produk ini memiliki fitur tambahan yang dapat membantu mengeringkan sepatu sekaligus menghilangkan bau tidak sedap. Filternya dapat digunakan hingga 10 tahun dan produk ini dibanderol Rp5.099.000.

    Sementara itu, FP-S40Y-T/W air purifier untuk ukuran ruangan 30m² hadir dengan teknologi Plasmacluster High Density 7.000 ion/cm³, dual suction filtration, serta filter yang dapat digunakan hingga dua tahun. Produk ini ditawarkan dengan harga Rp1.949.000.

    Sharp juga membawa FX-S120Y-H/W, air purifier yang dapat digunakan untuk ruangan berukuran 84m² dilengkapi teknologi Plasmacluster High Density 25.000 ion/cm³, fitur Smart Operation with AIoT, serta NanoHD Plus Filter yang dapat digunakan hingga dua tahun. Produk ini dapat diperoleh dengan harga Rp6.749.000.

    “Sharp memahami bahwa setiap rumah memiliki kebutuhan yang berbeda, oleh karena itu, kami menghadirkan pilihan produk dengan kapasitas, fitur, dan teknologi yang beragam. Pengunjung IIPE dapat melihat dan mendapatkan informasi secara langsung mengenai produk yang paling sesuai dengan kebutuhan rumah mereka,” tambah Yudha.

    Baca Juga: Mengenal Sharp AIREST, AC yang Dibuild-in dengan Air Purifier

    Beragam Promo Menarik Selama IIPE 2026

    Tidak hanya menghadirkan produk, Sharp juga menyiapkan berbagai program promosi khusus selama gelaran IIPE 2026.

    • Pengunjung dapat menikmati diskon hingga Rp700.000, serta fasilitas cicilan hingga 0% hingga12 bulan khusus pemegang kartu kredit Bank Mandiri dan cicilan hingga 24 bulan.
    • Sharp juga menghadirkan program Flash Sale dengan potongan harga hingga Rp400.000 setiap hari, serta diskon 25% pada jam-jam tertentu, yaitu pukul 15.00, 17.00, dan 19.00.
    • Cashback langsung berupa voucher e-wallet hingga Rp350.000. Khusus anggota IDI, Sharp memberikan kesempatan memperoleh extra cashback berupa voucher e-wallet hingga Rp900.000.
    • Program menarik lainnya adalah Tebus Murah Personal Air Purifier IG-NM1-B/W senilai Rp2.000.000. Konsumen berkesempatan memilikinya hanya dengan membayar Rp5.000 untuk setiap transaksi dengan minimum pembelian Rp1.900.000, sesuai syarat dan ketentuan program yang berlaku.

    “Kami mengundang masyarakat, khususnya para pecinta hewan peliharaan, untuk datang langsung ke booth Sharp di IIPE 2026. Selain dapat melihat dan mencoba berbagai produk Sharp, pengunjung juga bisa mendapatkan berbagai penawaran menarik yang hanya tersedia selama pameran,” tutup Yudha.

    Melalui partisipasinya di IIPE 2026 yang berlangsung pada 4–6 September 2026 di ICE BSD ini, Sharp Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi yang mendukung kualitas hidup masyarakat, termasuk menciptakan lingkungan rumah yang nyaman bagi keluarga dan hewan peliharaan. (RR)

    Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    LG Hadir di IIPE 2026, Ajak Keluarga Lebih Peduli pada Kualitas Udara di Rumah

    0

    Ranahrumah.com – TREN | Udara bersih di rumah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bagian dari cara merawat keluarga dan hewan peliharaan kesayangan.

    LG Electronics Indonesia menghadirkan berbagai solusi tata udara di Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026, yang berlangsung di ICE BSD, 4–6 September 2026. Kehadiran LG tidak sekadar menampilkan produk, tetapi juga mengajak pengunjung memahami pentingnya menjaga kualitas udara di dalam rumah—terutama bagi keluarga yang hidup bersama hewan peliharaan.

    “Partisipasi LG di Pet Exhibition 2026 kami rancang sebagai ruang bagi konsumen untuk mengalami langsung sekaligus memahami peran solusi udara sehat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi keluarga yang hidup bersama hewan peliharaan,” ujar Satrio Purnomo, Head of Product Marketing ES of LG Electronics Indonesia.

    Menurutnya, pengelolaan kualitas udara di rumah kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup yang peduli pada kenyamanan seluruh penghuni rumah. Karena itu, LG menghadirkan beragam solusi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan ruang dan keseharian penggunanya.

    Dari Air Purifier hingga Dehumidifier

    Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah LG PuriCare™ AeroBooster. Pemurni udara ini hadir dengan teknologi Dual Airflow, UVnano™ dan Ionizer, yang dirancang untuk membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan.

    LG juga memperkenalkan sejumlah pilihan lain dalam lini pemurni udara, termasuk LG AeroHIT, LG AeroMini dan LG PuriCare 360 HIT. Khusus bagi pemilik hewan peliharaan, PuriCare 360 HIT dilengkapi opsi Cover Filter yang membantu menyaring partikel di udara.

    Sementara itu, LG PuriCare Dehumidifier melengkapi solusi tata udara dengan membantu mengurangi kelembapan berlebih di dalam rumah. Pengendalian kelembapan menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang yang lebih nyaman sekaligus mendukung kondisi udara yang lebih baik.

    Dengan pilihan tersebut, kebutuhan menjaga udara di rumah tidak harus dipandang sebagai satu solusi untuk semua ruang. Pemurni udara berukuran ringkas dapat ditempatkan di ruang tertentu, sementara dehumidifier dapat digunakan ketika kelembapan menjadi perhatian.

    Baca Juga: Mengenal LG PuriCare AeroMini Pilihan Tepat Ruang Lebih Kecil hingga 27 M2

    Promo Solusi Udara Selama IIPE 2026

    Kehadiran LG di IIPE 2026 juga menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mendapatkan sejumlah penawaran khusus. Untuk kategori air purifier, LG PuriCare AeroMini ditawarkan Rp1.275.000 dari harga normal Rp1.600.000, lengkap dengan aksesori gratis.

    Pilihan dengan cakupan ruang lebih besar juga mendapat harga khusus. LG AeroHIT ditawarkan Rp1.800.000 dari Rp2.600.000, sedangkan LG PuriCare AeroBooster, dengan cakupan hingga 52 m², tersedia Rp4.250.000.

    Bagi pemilik hewan peliharaan, LG PuriCare 360 HIT hadir dengan harga Rp2.650.000 dan bonus Cover Filter gratis. Sementara LG PuriCare Dehumidifier ditawarkan Rp4.300.000.

    Pengunjung yang sudah memiliki perangkat LG PuriCare juga dapat memanfaatkan promo untuk filter pengganti seri Aero Collection dan 360 Collection, dengan pilihan filter tersedia mulai Rp650.000.

    Solusi Udara yang Lebih Lengkap

    LG turut membawa lini pendingin ruangan seperti LG DUALCOOL, TURBOCOOL dan DUALCOOL AI Air. Produk DUALCOOL AI Air yang saat ini memasuki tahap pre-order di Indonesia juga dapat ditemui di pameran.

    Sejumlah model AC mendapatkan penawaran tambahan berupa gratis pipa instalasi senilai hingga Rp640.000 dan layanan cuci AC hingga tiga kali dengan nilai mencapai Rp300.000.

    Untuk lini premium, LG AI Air A09TVA ditawarkan Rp7.750.000 dari harga normal Rp8.800.000, sekaligus mendapatkan gratis pipa instalasi dan layanan cuci AC tiga kali.

    Selain melihat produk secara langsung, pengunjung IIPE 2026 dapat mengikuti berbagai aktivitas di booth LG, mulai dari Pet Whisper dan talkshow hingga freebies dan penawaran khusus selama pameran.

    Kehadiran LG di ajang pet exhibition ini membawa pesan yang cukup sederhana: merawat rumah bukan hanya tentang menjaga kebersihan ruang dan perabot, tetapi juga memperhatikan udara yang setiap hari dihirup oleh seluruh penghuninya. Bagi keluarga yang hidup bersama hewan kesayangan, perhatian tersebut menjadi bagian dari cara menciptakan rumah yang lebih nyaman bagi semua. (RR)

    Baca Juga: Mengenal Fitur Watt Control pada AC LG dan Penghematan Listrik yang Bisa Dicapai

    Cek berita produk terbaru atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    7 Inovasi LG di IFA 2026 yang Membawa Teknologi Lebih Dekat ke Keseharian

    Ranahrumah.com – PRODUK | Teknologi rumah tangga sering kali baru terasa berarti ketika ia menyelesaikan sesuatu yang memang kita hadapi setiap hari.

    Kulkas yang membantu mengatur makanan. Mesin cuci yang tahu bagaimana memperlakukan jenis kain berbeda. Peralatan yang tidak mengambil terlalu banyak ruang. Atau dishwasher yang membuat pekerjaan dapur selesai lebih cepat.

    Di IFA 2026, LG memperlihatkan tujuh inovasi yang menarik bukan hanya karena teknologinya, tetapi karena cara teknologi tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang lebih mudah bagi penggunanya.

    Jika artikel sebelumnya membahas bagaimana LG mengembangkan AI Home yang semakin memahami kebiasaan dan konteks kehidupan penghuni, kali ini kita bisa melihat bentuk konkretnya melalui produk.

    Baca Juga: Efisiensi Energi yang Menjadi Standar Baru Peralatan Rumah Tangga

    LG SIGNATURE Refrigerator dengan teknologi Large Language Model (LLM) di IFA 2026. (Foto: LG Electronics)

    1. Kulkas yang Bisa Diajak “Berbicara”

    Bayangkan ketika kamu tidak perlu lagi mencari-cari pengaturan atau menekan banyak tombol untuk mendapatkan informasi dari kulkas.

    LG memperkenalkan generasi terbaru LG SIGNATURE Refrigerator yang membawa teknologi Large Language Model (LLM) ke dalam interaksi dengan perangkat.

    Melalui percakapan suara yang lebih natural, pengguna dapat berinteraksi dengan kulkas sekaligus memperoleh panduan, termasuk mengenai cara menyimpan bahan makanan dengan lebih baik. Sebuah layar LCD 6,8 inci menjadi bagian dari pengalaman tersebut.

    Yang menarik, kecerdasannya tidak hanya berada pada cara berkomunikasi. Teknologi AI Fresh memantau pola penggunaan dan perubahan suhu, kemudian dapat melakukan pre-cooling hingga dua jam sebelum waktu yang diperkirakan pengguna membuka pintu kulkas.

    Jadi, kulkas tidak sekadar mendinginkan makanan. Ia mencoba menyesuaikan cara kerjanya dengan kebiasaan orang yang menggunakannya.

    Baca Juga: Solusi Mencuci Pintar yang Merawat Pakaian

    AI Wash and AI Dry LG di IFA 2026. (Foto: LG Electronics)

    2. Mesin Cuci yang Lebih Mengerti Pakaian

    Setiap pakaian memiliki karakter yang berbeda. Bahan yang lembut tentu membutuhkan perlakuan berbeda dari pakaian sehari-hari yang lebih kuat.

    LG membawa pendekatan tersebut ke mesin cuci dan pengering melalui AI Wash dan AI Dry, yang dapat mendeteksi karakter kain dan menyesuaikan siklus pencucian maupun pengeringan.

    Namun inovasi ini bukan hanya soal perawatan pakaian.

    Mesin cuci terbaru LG yang ditampilkan di IFA 2026 menggunakan hingga 70 persen lebih sedikit energi dibandingkan batas minimum yang dipersyaratkan untuk peringkat energi A di Eropa. Teknologi Direct Drive Motor dan Dual Inverter Heat Pump™ ikut mendukung efisiensinya.

    Bagi penghuni rumah, artinya cukup sederhana: pakaian dirawat lebih adaptif, sementara energi yang digunakan dapat ditekan.

    Teknologi bekerja lebih banyak di belakang layar, tanpa menuntut pengguna semakin sibuk mengaturnya.

    WashTower 25 inci LG hemat ruang. (Foto: LG Electronics)

    3. WashTower 25 Inci: Ketika Ukuran Mengikuti Rumah

    Keterbatasan ruang sering kali membuat kita harus memilih antara kapasitas dan kenyamanan.

    LG mencoba menjawab persoalan tersebut melalui WashTower 25 inci, ukuran baru yang berada di antara model 24 inci dan 27 inci yang telah ada.

    Dalam satu unit, mesin cuci dan pengering tetap hadir sebagai solusi laundry terintegrasi. Ukurannya dirancang dengan mempertimbangkan konfigurasi ruang dan furnitur rumah di Eropa.

    Inilah contoh menarik bahwa desain hemat ruang bukan berarti sekadar membuat produk menjadi lebih kecil.

    Yang dicari adalah ukuran yang pas—cukup compact untuk ruang yang terbatas, tetapi tetap mampu menjalankan fungsi yang dibutuhkan.

    WashTower sendiri telah mencatat penjualan global lebih dari 3,2 juta unit, dan model 25 inci ini memperluas pilihan agar solusi laundry dapat semakin sesuai dengan karakter hunian.

    Baca Juga: Alasan WashTower LG jadi Pilihan Dunia

    Selanjutnya: Kulkas Besar yang Tidak Memakan Ruang (Halaman 2)

    LG AI Home di IFA 2026: Ketika Rumah Mulai Memahami Penghuninya

    0

    Ranahrumah.com – TREN | Ada perubahan menarik dalam cara kita berinteraksi dengan teknologi rumah.

    Dulu, rumah pintar identik dengan kemampuan menyalakan lampu lewat suara, mengatur suhu AC dari ponsel, atau memerintah mesin bekerja dari jarak jauh. Semakin canggih teknologinya, semakin banyak pula hal yang bisa kita perintahkan.

    Namun, LG membawa gagasan yang sedikit berbeda di IFA 2026. Bukan hanya “apa yang bisa dilakukan AI?”, melainkan “seberapa jauh AI bisa memahami orang yang menggunakannya?”

    Melalui visi LG AI Home, perusahaan ini memperlihatkan bagaimana perangkat, ruang, dan layanan dapat saling terhubung untuk memberikan pengalaman yang lebih personal. LG menyebut pendekatan AI-nya sebagai Affectionate Intelligence—kecerdasan yang dirancang untuk lebih memahami pengguna dan menyesuaikan teknologi dengan kehidupan sehari-hari.

    Dari AI yang Menunggu Perintah Menjadi AI yang Memahami Konteks

    Bayangkan ketika kamu tidak harus selalu mengatakan apa yang harus dilakukan perangkat.

    AI mulai mengenali pola penggunaan, memahami konteks, lalu memberikan respons yang lebih relevan. Inilah arah yang ingin diperlihatkan LG melalui ekosistem AI Home yang berpusat pada LG ThinQ™ ON dan platform LG ThinQ.

    Di sini, AI tidak hanya menjadi “remote control” yang lebih canggih. Ia dirancang untuk memahami pengguna, karakteristik ruang, preferensi, serta rutinitas sehari-hari.

    Dengan demikian, pengalaman menggunakan perangkat rumah tangga perlahan bergeser: dari sekadar memberi perintah menjadi berinteraksi dan mendapatkan bantuan.

    Kebiasaan Penghuni Menjadi Bagian dari Cara Rumah Bekerja

    Bagian paling menarik dari konsep ini justru terletak pada hal-hal kecil yang terjadi setiap hari.

    Misalnya, bagaimana sebuah rumah mengetahui bahwa pada malam hari penghuninya sudah tidur dan aktivitas di dapur mulai berhenti?

    Dalam ilustrasi LG, pemahaman terhadap pola penggunaan seperti ini dapat membantu perangkat menyesuaikan cara kerjanya. Kulkas, misalnya, dapat mengenali pola penggunaan dan kondisi tertentu sehingga kinerja kompresornya dapat disesuaikan ketika kebutuhan pendinginan tidak sebesar pada waktu lain.

    Artinya, efisiensi tidak semata-mata datang dari perangkat yang semakin hemat energi. AI membantu perangkat mengambil keputusan berdasarkan konteks penggunaannya.

    Ini menarik karena teknologi tidak lagi hanya bekerja berdasarkan jadwal yang kita tetapkan, tetapi mulai belajar dari bagaimana rumah benar-benar digunakan.

    Baca Juga: Home Appliances LG di IFA 2026 dengan Efisiensi Energi yang Menjadi Standar Baru Peralatan Rumah Tangga

    Ketika Berbicara dengan Rumah Tak Lagi Seperti Memberi Instruksi

    Perubahan lainnya terlihat pada cara kita berkomunikasi dengan perangkat.

    AI LG kini bergerak melampaui perintah suara sederhana. Di IFA 2026, LG memperkenalkan ThinQ Claw, agen AI berbasis percakapan teks yang terintegrasi dengan ThinQ ON.

    Dengan bahasa yang lebih natural dan pemahaman terhadap konteks, ThinQ Claw dirancang untuk membantu memberikan rekomendasi dan tindakan yang relevan berdasarkan kondisi rumah, preferensi pengguna, dan rutinitas sehari-hari.

    Dengan pendekatan seperti ini, interaksi dengan teknologi terasa lebih dekat dengan percakapan manusia.

    Kita tidak harus selalu berpikir dalam format perintah: nyalakan ini, matikan itu, atur suhu sekian. Rumah justru diarahkan untuk menjadi lebih responsif terhadap apa yang sedang kita butuhkan.

    Affectionate Intelligence: AI yang Lebih Dekat dengan Penghuninya

    Istilah Affectionate Intelligence menjadi penting untuk memahami arah pengembangan AI LG.

    Bukan berarti perangkat memiliki perasaan seperti manusia. Yang ingin dibangun adalah teknologi yang mampu membaca lebih banyak konteks di sekitar pengguna sehingga respons yang diberikan terasa lebih relevan dan personal.

    Dalam konteks rumah, hal ini membuat kecerdasan buatan tidak berhenti pada kemampuan mengenali suara atau menjalankan instruksi.

    AI mulai melihat kebiasaan.

    Kapan rumah biasanya digunakan. Perangkat apa yang sering digunakan bersama. Bagaimana pola aktivitas berlangsung. Dan, pada akhirnya, bagaimana teknologi dapat bekerja dengan lebih sedikit interaksi langsung dari penghuninya.

    Gagasan ini sejalan dengan visi Zero Labor Home yang diperlihatkan LG di IFA 2026: teknologi diharapkan mengambil alih semakin banyak pekerjaan rumah tangga sehingga penghuni memiliki lebih banyak waktu untuk hal-hal yang lebih berarti.

    Selanjutnya: AI Home Bukan Lagi Satu Perangkat (Hal 2)

    Sharp Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, Bukan dengan Produk

    0

    Ranahrumah.com – TREN | Selama ini, kehadiran industri di tengah masyarakat kerap dikenal melalui produk yang digunakan sehari-hari dan mengisi rumah-rumah konsumen. Namun, ketika bencana terjadi, bentuk kehadiran itu bisa memiliki arti yang berbeda: bukan membawa produk, melainkan datang dengan dukungan yang dibutuhkan masyarakat untuk melewati masa sulit.

    Hal tersebut dilakukan PT Sharp Electronics Indonesia (Sharp) bagi warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bersama Human Initiative, Sharp menyalurkan bantuan bagi 600 warga terdampak di sejumlah wilayah, berupa makanan siap santap, bedding kits, paket sembako, serta personal hygiene kits.

    Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT (salah satunya Kabupaten Nagekeo), pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak bagi masyarakat di wilayah terdampak. Di tengah kondisi pascabencana tersebut, kebutuhan warga tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga tempat beristirahat, perlengkapan sehari-hari, serta kebutuhan untuk menjaga kebersihan diri.

    Karena itu, bantuan yang disalurkan Sharp diarahkan pada kebutuhan yang dapat langsung digunakan masyarakat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa dukungan industri dalam situasi bencana tidak selalu harus hadir dalam bentuk yang selama ini melekat dengan bisnisnya, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

    President Director PT Sharp Electronics Indonesia Shinji Teraoka mengatakan, kehadiran perusahaan dalam situasi seperti ini merupakan bagian dari komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Indonesia.

    Menurut dia, masyarakat yang terdampak bencana tidak hanya menghadapi kehilangan tempat tinggal dan harta benda, tetapi juga harus menjalani hari-hari dengan berbagai keterbatasan. Dukungan pada masa tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban sekaligus memberi kekuatan bagi warga untuk kembali bangkit.

    Bagi Sharp, proses pemulihan setelah bencana juga membutuhkan perhatian yang tidak berhenti ketika situasi darurat berakhir. Masyarakat masih harus kembali menata kehidupan dan memenuhi berbagai kebutuhan dasar sebelum dapat menjalani aktivitas seperti sebelumnya.

    Baca Juga: Sharp Bakti untuk Negeri Bantu Korban Erupsi Gunung Lewotobi di NTT

    Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Warga

    Bentuk bantuan menjadi salah satu hal penting dalam dukungan pascabencana. Kebutuhan masyarakat dapat berubah seiring dengan kondisi yang mereka hadapi, sehingga bantuan yang diberikan perlu benar-benar relevan dan dapat dimanfaatkan.

    National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia Andry Adi Utomo mengatakan, hal terpenting dalam memberikan bantuan pascabencana adalah memastikan dukungan tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

    Karena itu, Sharp memilih menyalurkan makanan siap santap, sembako, perlengkapan tidur, dan kebutuhan kebersihan pribadi. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga yang masih berada dalam kondisi sulit secara fisik maupun emosional.

    Kehadiran tersebut juga menjadi bagian dari hubungan Sharp dengan masyarakat Indonesia yang telah berlangsung selama lebih dari 56 tahun. Namun, dalam konteks bantuan bencana, hubungan itu tidak ditempatkan semata-mata sebagai hubungan antara produsen dan konsumen.

    Kehadiran perusahaan justru diterjemahkan dalam bentuk dukungan yang dibutuhkan masyarakat pada saat tertentu.

    Kolaborasi untuk Mendukung Pemulihan

    Penanganan dan pemulihan pascabencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membantu warga terdampak.

    Dalam penyaluran bantuan ini, Sharp menggandeng Human Initiative. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan dukungan dapat disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Manager Business & Social Institution Human Initiative Destira Maryati mengapresiasi perhatian dan bantuan yang diberikan Sharp Indonesia bagi masyarakat terdampak bencana di NTT. Menurutnya, dukungan dan kolaborasi berbagai pihak menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat melewati masa sulit serta mendukung proses mereka untuk kembali bangkit.

    Bagi Sharp, bantuan tersebut mungkin hanya menjadi satu bagian kecil dari proses pemulihan. Namun, bagi masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan setelah bencana, kehadiran dengan membawa kebutuhan dasar dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti.

    Pada akhirnya, kontribusi industri kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui produk yang menjadi bagian dari keseharian mereka. Dalam situasi tertentu, hadir secara langsung dan memberikan apa yang benar-benar dibutuhkan masyarakat justru menjadi bentuk kepedulian yang paling relevan. (RR)

    Baca Juga: Sharp Hydro Heroes Berdayakan Ibu Muda di Bekasi dengan Pertanian Hidroponik

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

    Tak Perlu Ruang Bermain Khusus, Begini Cara Menghadirkan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

    Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat. Di dalamnya, keluarga menjalani begitu banyak hal sekaligus—bekerja, belajar, makan, bercakap-cakap, hingga bermain. Sayangnya, ketika berbicara tentang bermain, banyak keluarga masih membayangkan adanya ruang khusus yang cukup luas untuk anak.

    Padahal, momen bermain tidak selalu membutuhkan ruang bermain khusus. Ruang keluarga, kamar tidur, bahkan sudut kecil di rumah dapat menjadi tempat bermain ketika lingkungan dan benda-benda di dalamnya memberi kesempatan untuk berinteraksi, bereksplorasi, dan berkreasi.

    Lebih dari sekadar mengisi waktu luang, bermain bersama dapat menjadi cara sederhana untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga. Bagi anak, bermain juga merupakan bagian penting dari proses belajar—mengenal lingkungan, mencoba sesuatu, berimajinasi, bergerak, hingga belajar menyelesaikan masalah.

    Baca Juga: Anak bebas bermain dengan ruang gerak memadai meski di ruang sempit.

    Baca Juga: Alternatif penempatan perabot berdasarkan bentuk dan ukuran ruang

    Bermain di Rumah, Bukan Sekadar Aktivitas Anak

    Kesibukan sehari-hari sering membuat waktu bersama keluarga terasa semakin terbatas. Karena itu, bermain dapat menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menciptakan kembali waktu berkualitas di rumah.

    Tidak harus berupa permainan yang direncanakan atau membutuhkan perlengkapan khusus. Membaca bersama, membangun sesuatu, bermain peran, bergerak, atau bahkan membereskan mainan bersama setelah bermain dapat menjadi bagian dari interaksi keluarga.

    IKEA Play Report menunjukkan bahwa lebih dari separuh orang tua, atau 54%, ingin lebih sering bermain bersama anak-anak mereka. Namun, keinginan tersebut sering berhadapan dengan sejumlah kendala, mulai dari waktu, ruang, inspirasi, hingga biaya.

    Artinya, persoalannya mungkin bukan karena keluarga tidak menganggap bermain penting. Justru, banyak keluarga sudah menyadari manfaatnya, tetapi belum menemukan cara agar bermain di rumah dapat hadir secara alami dalam keseharian.

    Di sinilah rumah memiliki peran penting.

    Menciptakan tempat bermain di ruang keluarga yang menyatu dengan kegiatan keseharian dengan bantal warna-warni aneka ukuran dari GREJSIMOJS yang dapat disusun. (Foto dan Koleksi: IKEA)

    Tak Punya Ruang Bermain? Tak Jadi Masalah

    Ruang bermain khusus memang menyenangkan, tetapi bukan sebuah keharusan. Yang lebih penting adalah bagaimana ruang yang sudah dimiliki rumah dapat memberi kesempatan bagi penghuninya untuk melakukan berbagai aktivitas.

    Ruang keluarga, misalnya, dapat menjadi tempat anak bermain sekaligus ruang berkumpul bagi seluruh anggota keluarga. Sebuah sudut kamar dapat digunakan untuk membaca atau berimajinasi. Bahkan area penyimpanan dapat dirancang sedemikian rupa sehingga anak lebih mudah mengambil dan mengembalikan barangnya sendiri.

    Dengan cara pandang seperti ini, rumah tidak lagi memiliki fungsi yang kaku. Satu ruang dapat mengikuti berbagai kebutuhan penghuninya pada waktu yang berbeda.

    Konsep tersebut juga membuat aktivitas bermain terasa lebih mudah dilakukan. Tidak perlu selalu menyiapkan ruang, mengeluarkan banyak perlengkapan, kemudian membereskannya kembali. Bermain dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Baca Juga: 15 cara Menciptakan Ruang Favorit Anak di Rumah

    Saat Membereskan Mainan Juga Menjadi Bagian dari Bermain

    Ada satu hal menarik yang sering terlupakan ketika membicarakan ruang bermain: apa yang terjadi setelah permainan selesai?

    Bagi anak, membereskan mainan mungkin bukan aktivitas yang menarik. Namun, ketika penyimpanan dirancang dekat dengan area bermain dan dibuat mudah digunakan, membereskan barang dapat menjadi kebiasaan yang tumbuh secara alami.

    Anak dapat belajar bahwa setiap benda memiliki tempatnya. Ia juga belajar mengambil tanggung jawab terhadap barang yang digunakan, sekaligus memahami bahwa ruang bersama perlu dijaga agar tetap nyaman.

    Karena itu, desain ruang bermain yang baik tidak hanya menyediakan tempat untuk bermain, tetapi juga mendukung anak untuk belajar merawat dan menata lingkungannya.

    Bermain dan belajar akhirnya tidak perlu dipisahkan. Bahkan kegiatan sederhana seperti menyimpan kembali mainan dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan.

    Baca Juga: Rumah yang dapat beradaptasi dengan kehidupan penghuninya

    Selanjutnya: Lima cara orang bermain menurut IKEA Platypes (Halaman 2)

    Tineco Bawa Masa Depan Perawatan Lantai ke IFA 2026

    Ranahumah.com – TREN | Membersihkan lantai bukan lagi sekadar soal menyapu, mengepel, atau menyedot debu. Perkembangan teknologi perawatan rumah mulai mengarah pada perangkat yang semakin pintar, otomatis, dan dirancang untuk mengurangi pekerjaan manual penggunanya.

    Arah inilah yang akan dibawa Tineco ke IFA 2026 di Berlin, Jerman, melalui tema “Masa Depan Membersihkan Dirinya Sendiri”. Merek perawatan rumah pintar ini akan memamerkan rangkaian inovasi terbaru untuk perawatan lantai, mulai dari mesin pencuci lantai, penyedot debu, hingga pembersih karpet.

    Baca Juga: Apa Itu Affectionate Intelligence yang Mempermudah Kehidupan di Rumah

    Ketika Perawatan Lantai Semakin Otomatis

    Bagi pemilik rumah, perkembangan ini menarik untuk dicermati. Sebab, perangkat pembersih masa depan tidak hanya dituntut mampu mengangkat debu atau kotoran, tetapi juga semakin mempertimbangkan bagaimana keseluruhan proses pembersihan dapat dibuat lebih sederhana.

    Tineco menyebut inovasi yang dibawanya ke IFA 2026 dikembangkan dengan fokus pada otomatisasi dan teknologi pintar. Tujuannya adalah mengurangi langkah-langkah manual dalam kegiatan pembersihan dan perawatan sehari-hari, sekaligus memberikan kemudahan untuk berbagai kebutuhan di rumah.

    Artinya, perhatian terhadap sebuah perangkat pembersih tidak lagi berhenti pada pertanyaan “seberapa bersih lantai setelah digunakan?”. Proses sebelum, selama, dan setelah membersihkan juga menjadi bagian penting dari pengalaman pengguna.

    Bagi penghuni rumah, pendekatan semacam ini dapat menjadi gambaran tentang bagaimana peralatan rumah tangga berkembang: teknologi bukan sekadar menambah fungsi, tetapi juga mengurangi pekerjaan yang harus dilakukan penggunanya.

    Baca Juga: Mengenal Keunggulan Vacuum Cleaner Samsung Bespoke AI Jet Lite

    Satu Kategori, Beragam Kebutuhan di Rumah

    Di IFA 2026, Tineco akan memperlihatkan portofolio yang mencakup tiga area perawatan rumah, yaitu pencucian lantai, penyedotan debu, dan pembersihan karpet.

    Ketiganya memiliki kebutuhan yang berbeda. Mesin pencuci lantai berhadapan dengan kotoran dan cairan pada permukaan lantai keras. Penyedot debu ditujukan untuk mengangkat debu dan berbagai kotoran tanpa proses pencucian. Sementara pembersih karpet membutuhkan pendekatan yang berbeda karena karakter material dan jenis kotoran yang ditangani juga tidak sama.

    Karena itu, perkembangan perangkat di kategori ini menarik untuk diamati bukan hanya dari sisi teknologi, tetapi juga dari bagaimana produsen menerjemahkan kebutuhan nyata di rumah ke dalam desain dan cara kerja produk.

    Salah satu produk yang telah disebut Tineco adalah FLOOR ONE STATION S9 Scientist Pro, yang sebelumnya diluncurkan di Amerika Serikat. Selain produk tersebut, Tineco menyatakan akan memperkenalkan inovasi perawatan lantai lainnya di IFA 2026.

    Detail mengenai produk dan fitur baru tersebut baru akan disampaikan lebih lanjut dalam rangkaian pengumuman Tineco selama penyelenggaraan IFA.

    Baca Juga: 4 Pilihan Vacuum Cleaner Sharp untuk Berbagai Kebutuhan Khusus

    Dari Pembersih Lantai Menjadi Perangkat Pintar

    Perjalanan Tineco di kategori ini juga memperlihatkan bagaimana pencuci lantai berkembang menjadi bagian dari peralatan rumah pintar. Perusahaan mulai memperkenalkan FLOOR ONE S1 pada 2020 dan sejak itu terus mengembangkan kategori pencuci lantai melalui pendekatan yang mereka sebut “Setiap Generasi, Definisi Baru.”

    Tineco juga menyebut dirinya sebagai merek penyedot debu basah dan kering rumah tangga nomor satu di dunia selama empat tahun berturut-turut berdasarkan volume penjualan ritel global pada 2022–2025, menurut riset Euromonitor International yang diselesaikan pada Maret 2026.

    Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan perangkat yang dapat menangani lebih dari satu tahap pekerjaan pembersihan terus mendapat perhatian. Namun, yang tidak kalah penting adalah bagaimana teknologi tersebut diterjemahkan menjadi pengalaman yang lebih sederhana bagi penghuni rumah.

    Baca Juga: LG WashTower Jadi Pilihan Dunia karena Membuat Laundry Tak Lagi Merepotkan

    Apa yang Menarik Ditunggu dari IFA 2026?

    Belum banyak detail mengenai inovasi Tineco yang akan diperkenalkan di IFA 2026. Justru di sinilah menariknya untuk melihat perkembangan kategori ini dari sudut pandang pemilik rumah.

    Pertanyaannya bukan hanya produk apa yang akan diluncurkan, tetapi juga bagaimana perangkat pembersih lantai generasi berikutnya dirancang untuk menjawab rutinitas sehari-hari.

    Apakah semakin banyak proses yang dapat dilakukan secara otomatis? Bagaimana perangkat memahami kebutuhan pembersihan yang berbeda? Dan sejauh mana desain produk dapat mengurangi pekerjaan setelah proses membersihkan selesai?

    Jawabannya akan terlihat ketika Tineco membuka rangkaian inovasinya di IFA 2026.

    Untuk saat ini, satu hal yang dapat dicermati adalah arah perkembangannya: perawatan lantai semakin bergerak dari sekadar pekerjaan rumah tangga menuju pengalaman yang dibantu teknologi pintar.

    Tineco akan memamerkan rangkaian produk perawatan lantai tersebut di Hall 9, Booth 113 (H9 113), Messe Berlin, selama IFA 2026, 4–8 September 2026. (RR)

    Cek berita produk dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom