Monday, October 26, 2026
Home Blog Page 14

Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Dukung Konservasi Elang Jawa

0

Ranahrumah.com – TREN [BOGOR] | Dari langkah kaki ke Hutan Baru, Sharp Indonesia wujudkan gaya hidup sehat yang berdampak bagi lingkungan.

Berolahraga kini tak lagi sekadar menjadi cara menjaga kebugaran tubuh. Semakin banyak kegiatan olahraga yang juga mengajak masyarakat memberi dampak positif bagi lingkungan, sehingga setiap langkah yang dilakukan memiliki makna lebih dari sekadar mencapai garis finis.

Semangat inilah yang diwujudkan Sharp Indonesia melalui program Sharp Run for the Future. Setelah mengajak ratusan masyarakat berlari dalam perayaan 56 tahun kehadirannya di Indonesia, perusahaan ini merealisasikan komitmen 1 Pelari = 1 Pohon dengan menanam 600 pohon Rasamala (Altingia excelsa) di kawasan Pusat Suaka Satwa Elang Jawa, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Bogor.

Baca Juga: Sharp Indonesia Rayakan 56 Tahun: Sukses Gelar Fun Run

Ketika Gaya Hidup Sehat Bertemu Aksi Pelestarian Alam

Program bertajuk “From Every Step, A Forest Grows” ini menjadi kelanjutan dari gerakan yang menghubungkan aktivitas olahraga dengan upaya pemulihan lingkungan. Bekerja sama dengan Hutan Itu Indonesia dan Postinc, Sharp menunjukkan bahwa langkah sederhana seperti berlari dapat memberikan dampak nyata bagi kelestarian alam.

President Director PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka, mengatakan bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian dari filosofi bisnis perusahaan. Menurutnya, teknologi seharusnya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup manusia, tetapi juga membantu menjaga masa depan bumi.

Mengapa Memilih Pohon Rasamala?

Pohon Rasamala (Altingia excelsa) merupakan salah satu spesies endemik Pulau Jawa yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Selain mampu menyerap karbon dalam jumlah tinggi, Rasamala juga membantu menjaga tutupan hutan, mempertahankan siklus air, serta menyediakan habitat bagi berbagai satwa liar.

Melalui penanaman 600 pohon tersebut, Sharp Indonesia diproyeksikan membantu merestorasi sekitar 2,4 hektare kawasan hutan. Saat memasuki fase pertumbuhan optimal, pohon-pohon ini diperkirakan mampu menyerap hingga 180 ton CO₂e (Carbon Dioxide Equivalent) serta menghasilkan sekitar 60–72 ton oksigen setiap tahun.

Mendukung Kelestarian Habitat Elang Jawa

Lokasi penanaman dipilih bukan tanpa alasan. Kawasan Suaka Elang merupakan pusat rehabilitasi Elang Jawa, salah satu satwa endemik Indonesia yang berstatus terancam punah sekaligus menjadi indikator penting kesehatan ekosistem hutan. Semakin baik kondisi hutan, semakin besar pula peluang satwa tersebut untuk berkembang biak secara alami. Karena itu, restorasi kawasan melalui penanaman pohon tidak hanya memperbaiki kualitas lingkungan, tetapi juga membantu menjaga keanekaragaman hayati Indonesia.

Sebagai bagian dari kegiatan, Sharp Indonesia juga menyerahkan bantuan perlengkapan lapangan kepada tim Suaka Elang, sekaligus mengajak peserta mengikuti edukasi konservasi dan mengenal proses rehabilitasi satwa liar.

Kegiatan ini juga dihadiri Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Vicky Kosasie, yang mengajak generasi muda mengambil bagian dalam menjaga kelestarian alam melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Menurut Vicky, isu lingkungan sering kali terasa begitu besar sehingga banyak orang menganggap kontribusi pribadi tidak akan membawa perubahan. Padahal, langkah kecil seperti berlari, menanam pohon, atau mendukung kegiatan konservasi dapat menjadi awal lahirnya dampak yang lebih luas. Ia pun mengapresiasi Sharp Indonesia yang berhasil mengubah kegiatan olahraga menjadi gerakan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Perubahan Besar Berawal dari Langkah Kecil

Program ini membawa pesan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dengan tindakan besar. Keputusan sederhana untuk berlari, menanam pohon, atau mendukung kegiatan konservasi dapat menjadi awal perubahan yang memberi manfaat bagi bumi.

Semangat inilah yang ingin dibangun Sharp Indonesia melalui Run for the Future. Sebuah gerakan yang menghubungkan gaya hidup sehat dengan kepedulian terhadap lingkungan sehingga setiap langkah yang dilakukan hari ini dapat menjadi warisan yang lebih baik bagi generasi mendatang. (RR)

Baca Juga: Dekade Pertama Sharp Greenerator: Merawat Bumi Lewat Aksi Konsisten Anak Muda

Cek berita terbaru keberlanjutan, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Masuk ke Booth AICA FIGURA di INDOBUILDTECH 2026, Lihat HPL Bertransformasi dari Lembaran Menjadi Ruang

Ranahrumah.com – TREN | High Pressure Laminate (HPL) selama ini lebih dikenal sebagai material pelapis untuk furnitur, dinding, atau berbagai elemen interior. Namun, di tangan para desainer dan arsitek interior, HPL sesungguhnya menjadi titik awal lahirnya sebuah ruang yang fungsional, estetis, sekaligus nyaman digunakan. Gagasan inilah yang diangkat AICA Indonesia melalui booth bertema AICA FIGURA: From Sheets to Figures di INDOBUILDTECH 2026.

Mengusung konsep yang mengajak pengunjung memahami perjalanan material dari lembaran hingga menjadi pengalaman ruang, kehadiran AICA di pameran ini sekaligus menjadi bagian dari perayaan 90 tahun AICA Kogyo Group dalam menghadirkan inovasi material interior. Pada kesempatan yang sama, AICA juga memperkenalkan dua produk terbaru, AICA EDGEPRO dan HPL CELSUS LUX, yang akan mulai tersedia di pasar Indonesia setelah penyelenggaraan INDOBUILDTECH 2026.

Menurut Yuta Nakanishi, Sales Planning Manager AICA Indonesia, perjalanan sembilan dekade AICA merupakan cerminan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi yang berkembang mengikuti kebutuhan industri.

90 Tahun AICA Kogyo Group

“Selama 90 tahun, AICA terus berkembang melalui inovasi dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar yang berubah dari waktu ke waktu. Melalui AICA FIGURA, kami ingin menunjukkan bagaimana material dapat berkembang dari sekadar lembaran menjadi elemen yang membentuk ruang dan menciptakan pengalaman yang lebih bermakna bagi penggunanya,” ujarnya.

Sebagai perusahaan joint venture Jepang dan Indonesia, AICA telah memiliki fasilitas produksi di Bekasi dan Cikampek yang melayani kebutuhan pasar domestik dari Aceh hingga Papua, sekaligus memenuhi permintaan ekspor. Kehadiran pabrik di Indonesia memungkinkan perusahaan menghadirkan solusi material interior yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal, baik dari sisi fungsi, kualitas, maupun desain.

Selama ini AICA menyediakan beragam solusi material untuk lantai, dinding, dan furnitur yang seluruhnya dirancang khusus untuk aplikasi interior. Fokus tersebut membuat setiap inovasi dikembangkan tidak hanya untuk mempercantik ruang, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan daya tahan penggunaan sehari-hari.

Baca Juga: Transformasi AICA Aibon menjadi One Stop Solution Interior

Kevin Octavius, Sales & Marketing Manager AICA Indonesia dengan latar dua produk baru HPL AICA yaitu HPL CELSUS LUX dan AICA EDGEPRO yang diperkenalkan di IndobuildTech 2026. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Menelusuri Perjalanan HPL dari Lembaran Menjadi Ruang

Alih-alih sekadar memamerkan produk, booth AICA FIGURA mengajak pengunjung mengikuti perjalanan sebuah material melalui empat tahapan, yaitu Sheets, Figures, Spaces, hingga Experiences.

Konsep ini menggambarkan bagaimana HPL berawal dari lembaran material, kemudian berkembang menjadi berbagai bentuk, membentuk ruang yang fungsional dan estetis, hingga akhirnya menghadirkan pengalaman yang dirasakan oleh penggunanya.

Lewat pendekatan tersebut, AICA ingin menunjukkan bahwa kualitas sebuah ruang tidak hanya ditentukan oleh desain, tetapi juga oleh material yang membentuknya. Booth ini pun dirancang dengan pengalaman ruang yang imersif sehingga pengunjung dapat melihat langsung bagaimana inovasi material berperan dalam menciptakan interior yang lebih bernilai.

Baca Juga: Apa itu Material Surface? Mengapa Kini Jadi Elemen Utama Desain Interior Modern?

HPL CELSUS LUX, Saat Kemewahan Hadir Melalui Karakter Material

Salah satu inovasi yang diperkenalkan di INDOBUILDTECH 2026 adalah HPL CELSUS LUX, koleksi HPL premium yang memadukan estetika dengan teknologi permukaan modern.

Nama LUX tidak hanya merujuk pada kata luxury, tetapi juga lux sebagai satuan cahaya. Filosofi tersebut menggambarkan bahwa kemewahan tidak hanya hadir dari tampilannya, melainkan juga dari bagaimana cahaya berinteraksi dengan karakter permukaan material.

HPL CELSUS LUX dilengkapi teknologi Anti-Fingerprint, sehingga bekas sidik jari tidak mudah terlihat, Antibacterial untuk membantu menjaga kebersihan permukaan, serta Synchronized Pattern yang menyelaraskan tekstur dengan motif sehingga menghasilkan tampilan yang lebih natural dan autentik.

Koleksinya tersedia dalam beragam motif, mulai dari kayu, logam, hingga beton, sehingga memberikan keleluasaan bagi arsitek dan desainer interior untuk mewujudkan berbagai konsep ruang.

AICA EDGEPRO, Detail Kecil yang Menyempurnakan Furnitur

Selain koleksi HPL terbaru, AICA juga meluncurkan AICA EDGEPRO, material edging yang dirancang sebagai pasangan resmi HPL AICA.

Meski berada pada bagian tepi furnitur, edging memiliki peran penting dalam menghasilkan tampilan akhir yang rapi sekaligus membantu melindungi panel dari masuknya air. Kehadirannya membuat furnitur lebih awet untuk penggunaan sehari-hari.

AICA EDGEPRO menawarkan empat keunggulan utama, yaitu warna yang menyatu dengan koleksi HPL AICA, hasil pemasangan yang presisi, daya tahan tinggi, serta aman digunakan pada berbagai aplikasi interior. Material ini tersedia dalam ukuran 45 x 1 mm dan 23 x 1 mm yang dipasarkan per meter.

Melengkapi Kebutuhan Industri Interior Indonesia

Sales & Marketing Manager AICA Indonesia, Kevin Octavius, mengatakan bahwa kebutuhan industri interior saat ini semakin berkembang. Selain mengutamakan estetika, pengguna juga membutuhkan material yang mudah dirawat, tahan digunakan, dan mampu memberikan pengalaman ruang yang lebih baik.

“Kami melihat kebutuhan pasar saat ini tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga pada kualitas material, kemudahan perawatan, dan pengalaman pengguna. Melalui AICA EDGEPRO dan HPL CELSUS LUX, kami ingin menghadirkan solusi yang mampu menjawab kebutuhan tersebut sekaligus memberikan lebih banyak pilihan bagi arsitek, desainer interior, kontraktor, dan pelaku industri furnitur,” jelas Kevin.

Melalui kehadirannya di INDOBUILDTECH 2026, AICA menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi material yang relevan dengan perkembangan industri interior di Indonesia. Pengunjung masih dapat merasakan langsung pengalaman AICA FIGURA sekaligus mengeksplorasi HPL CELSUS LUX dan AICA EDGEPRO di Hall 9, Booth 9-B-1, ICE BSD City selama penyelenggaraan INDOBUILDTECH 2026. (RR)

Baca Juga: Model Dapur Futuristik Berlapis HPL Pisahkan Fungsi Berdasarkan Area

Cek berita produk dan material, atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Merah Cerah Favorit di Kamar Anak

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Kamar berukuran 3 m x 2,5 m ini dihuni anak laki-laki yang sudah menginjak usia Sekolah Dasar. Pengakuan dari orang tuanya, sejak masih balita, anak ini sudah paham akan warna. Bahkan ia punya warna favorit sendiri, yaitu merah.

Karenanya tak heran baju maupun pernak-pernik miliknya banyak didominasi warna dasar ini. Termasuk kamar tidurnya.

Atas permintaan sang anak, saat masih duduk di bangku TK, sudah minta dibuatkan kamar tidur sendiri. Ia ingin agar warna kesukaannya itu bisa menghiasi kamar tidur, sekaligus tempat ia bermain. Oleh orang tuanya, yang merancang sendiri kamar anaknya, warna merah dihadirkan dalam beberapa bagian, seperti dinding kamar, bed cover, dan karpet.

Baca Juga: Inspirasi dari IKEA Menyambut Tahun Ajaran Baru: Satu Keluarga Naik Kelas

Baca Juga: Tips Menata Kamar Anak sesuai Usianya

Dekorasi kamar anak usia Sekolah Dasar dengan nuansa merah cerah. (Foto: IST)

Warna merah pada dinding diperoleh dari pemakaian cat dan diaplikasikan pada dinding di atas headboard tempat tidur. Sedangkan 3 bidang dinding lainnya di-finishing warna putih keunguan (titanic). Sedangkan pada bed cover, warna merahnya dihadirkan dalam bentuk motif garis-garis, yang dikombinasikan dengan warna kuning, sehingga menghasilkan perpaduan warna yang harmonis.

Gantungan baju dipilih model berdiri (standing). Terbuat dari kombinasi kayu dan metal. Desainnya yang unik dengan sedikit melengkung, terlihat sederhana namun apik, serasi dengan interior ruangan.

Bingkai di dinding kamar anak. (Foto: IST)

Agar suasana kamar anak menjadi lebih nyaman bagi sang anak, berbagai poster yang menggambarkan tokoh kartun dan film yang menjadi idolanya, juga diletakkan di dinding kamar.

Selain didesain dengan sangat menarik, kamar berukuran 3 m x 2,5 m ini juga dilengkapi bukaan jendela yang cukup. Ini membuat sirkulasi di dalam kamar berjalan dengan baik.

Buah hati juga suka warna merah? Yuk terapkan seperti ide ini! (RR)

Baca Juga: Padu Padan Warna Pastel di Kamar Anak

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Kamar Anak Remaja Putri di Lahan Memanjang: Ungu, Anggun, Menenangkan

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Tantangan bagi Cosmas Gozali, sang arsitek, saat mendesain kamar remaja putri ini adalah keterbatasan ruang. Namun dari keterbatasan ini muncullah inspirasi ide pengolahan ruang yang pantas diacungi jempol.

Lahan yang tak terlalu luas dan bentuk lahan memanjang dengan lebar yang pas-pasan disiasati dengan sedikitnya tiga 3 cara yang cerdas.

Pertama, pilihan furnitur. Tiga furnitur pokok yang dibutuhkan oleh remaja putri di kamar ini adalah tempat tidur, meja belajar, dan cermin untuk merias diri.

Tempat tidur hadir dengan single bed yang didesain begitu nyaman. Karena lahannya terbatas, head board diolah dengan memanfaatkan sebagian dinding selebar tempat tidur. Melapisi bagian ini dengan busa dan mengaplikasikan warna cokelat yang kontras dengan warna dinding, mampu menjadi batas ruang secara psikis.

Baca Juga: 15 Cara Menciptakan Ruang Favorit Anak di Rumah

Meja belajar didesain memanjang dan ditempatkan menempel pada dinding bagian kanan. Penempatan seperti ini memberi area yang cukup luas di bagian tengah sebagai jalur sirkulasi.

Cermin diletakkan pada dinding di seberang meja belajar. Dua keuntungan, dia mampu memantulkan objek di depannya dan “menggandakan” ruang sehingga terkesan luas. Pemilik kamar dapat menggunakan kursi yang sama dengan kursi belajarnya saat berias.

Baca Juga: Ruang Belajar Anak Tak Perlu Ruang Khusus, Kuncinya pada Pencahayaan yang Nyaman

Mengoptimalkan sisi yang berbatasan dengan ruang luar untuk memasukkan cahaya alami di kamar anak remaja putri nuansa ungu. (Foto: Dok. Atelier Cosmas Gozali)

Kedua, adalah mengolah pencahayaan. Sisi yang berbatasan dengan ruang luar dioptimalkan sebagai jalan masuknya cahaya alami. Di sana ditempatkan jendela kaca setinggi dinding kamar. Area ini menjadi sumber penerangan bagi kamar saat siang hari.

Baca Juga: Menciptakan Kamar Anak Idaman dengan Lampu LED Pintar

Ketiga, adalah pemilihan warna dan motif. Kombinasi dari ungu yang mendominasi, krem muda pada dinding, sedikit warna emas yang hadir pada corak gorden, mengemas kamar menjadi satu tampilan yang sangat anggun dan memikat.

Nah, mau coba? (RR)

Baca Juga: Konsep Loft di Kamar Anak Laki-Laki yang Hobi Main Drum

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Mengenal Material Prefabrikasi, Solusi Praktis untuk Membangun dan Renovasi Rumah Modern

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Bayangkan proses renovasi rumah di lingkungan perkotaan yang padat. Truk pengangkut material sulit masuk ke gang sempit. Tumpukan pasir dan batu memenuhi halaman. Debu beterbangan selama berminggu-minggu, sementara suara mesin dan tukang menjadi rutinitas sehari-hari.

Situasi seperti ini masih sering ditemui ketika menggunakan metode konstruksi konvensional. Selain memakan waktu, pekerjaan di lapangan juga sangat bergantung pada cuaca, keterampilan pekerja, hingga ketersediaan material. Tak heran jika proses pembangunan atau renovasi rumah kerap molor dari jadwal yang direncanakan.

Di tengah kebutuhan masyarakat urban yang serba cepat, lahirlah pendekatan konstruksi yang lebih praktis melalui penggunaan material prefabrikasi. Tidak hanya mempercepat pembangunan, material ini juga menawarkan kualitas yang lebih konsisten, lebih efisien, sekaligus lebih ramah lingkungan.

Baca Juga: Inilah Selera dan Kebutuhan tentang Hunian di Zaman Now

Apa Itu Material Prefabrikasi?

Material prefabrikasi adalah komponen bangunan yang diproduksi terlebih dahulu di pabrik dengan ukuran dan spesifikasi tertentu, kemudian dikirim ke lokasi proyek untuk dirakit atau dipasang.

Berbeda dengan metode konvensional yang sebagian besar proses pembuatannya dilakukan di lokasi proyek, material prefabrikasi telah melewati proses produksi dengan standar kualitas yang lebih terkontrol.

Karena dibuat menggunakan mesin dan sistem produksi modern, ukuran setiap komponen menjadi lebih presisi sehingga pemasangan di lapangan berlangsung lebih cepat dan rapi.

Konsep ini kini semakin banyak diterapkan, tidak hanya pada pembangunan gedung bertingkat, tetapi juga rumah tinggal, renovasi hunian, hingga bangunan komersial.

Mengapa Material Prefabrikasi Semakin Dibutuhkan?

Gaya hidup masyarakat perkotaan berubah. Banyak orang ingin proses membangun dan renovasi selesai secepat mungkin agar aktivitas keluarga tidak terganggu terlalu lama.

Selain itu, lahan permukiman juga semakin padat. Akses kendaraan besar sering kali terbatas, sementara ruang penyimpanan material di lokasi proyek sangat minim.

Dalam kondisi seperti ini, material prefabrikasi menawarkan sejumlah kemudahan.

Karena komponen datang dalam bentuk siap pasang, kebutuhan penyimpanan material menjadi lebih sedikit. Proses pekerjaan di lapangan pun lebih ringkas sehingga lingkungan sekitar tidak terlalu terganggu oleh aktivitas pembangunan yang berkepanjangan.

Bagi pemilik rumah yang tinggal di kawasan dengan akses terbatas, seperti gang sempit atau permukiman padat, penggunaan material prefabrikasi juga membantu mengurangi lalu-lalang pengiriman material secara bertahap sebagaimana terjadi pada pembangunan konvensional.

Baca Juga: Ngedak Cepat, Hemat, dan Ramah Lingkungan dengan 4 Pilihan Material Prefabrikasi untuk DaK Lantai Ini

Proses pemasangan panel dinding prefabrikasi pada rumah modern. (Foto: IST)

Lebih Cepat, Lebih Efisien

Salah satu alasan utama banyak proyek kini beralih ke sistem prefabrikasi adalah efisiensi waktu.

Karena proses produksi dilakukan bersamaan dengan pekerjaan persiapan di lokasi proyek, waktu pembangunan secara keseluruhan dapat dipersingkat.

Selain itu, proses pemasangan juga lebih sederhana karena komponen tinggal dirakit sesuai desain yang telah direncanakan.

Semakin singkat waktu pengerjaan, semakin kecil pula potensi membengkaknya biaya akibat keterlambatan proyek.

Baca Juga: Membangun Rumah 75 Hari Saja dengan Material Precast

Kualitas Lebih Konsisten

Material yang diproduksi di pabrik umumnya melalui proses pengawasan mutu yang lebih ketat dibandingkan pekerjaan yang sepenuhnya dilakukan di lapangan.

Ukuran komponen menjadi lebih akurat, kualitas lebih seragam, dan risiko kesalahan pemasangan dapat ditekan.

Hal ini membuat hasil akhir bangunan terlihat lebih rapi sekaligus meningkatkan performa material dalam jangka panjang.

Mendukung Pembangunan yang Lebih Berkelanjutan

Isu keberlanjutan kini menjadi perhatian penting dalam industri konstruksi. Produksi material secara prefabrikasi membantu mengurangi limbah karena pemotongan material dilakukan secara lebih presisi di pabrik. Risiko material rusak akibat penyimpanan di lokasi proyek juga lebih kecil. Bahkan beberapa jenis komponen prefabrikasi masih dapat dibongkar dan digunakan kembali ketika bangunan mengalami renovasi atau perubahan fungsi.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pembangunan yang lebih hemat sumber daya sekaligus mengurangi sampah konstruksi.

Contoh Material Prefabrikasi yang Banyak Digunakan

Kini semakin banyak material bangunan yang tersedia dalam versi prefabrikasi, di antaranya:

  • Panel dinding beton pracetak, yang banyak digunakan untuk mempercepat pembangunan rumah maupun bangunan komersial.
  • Tangga beton pracetak, sehingga pemasangan tangga tidak perlu lagi dicor di lokasi.
  • Rangka atap baja ringan, yang diproduksi sesuai ukuran dan tinggal dirakit di lapangan.
  • Panel lantai pracetak, untuk mempercepat pekerjaan struktur.
  • Kolom dan balok beton pracetak, yang umum digunakan pada bangunan bertingkat maupun rumah modern.
  • Modular bathroom atau kamar mandi prefabrikasi, yang seluruh unitnya diproduksi di pabrik sebelum dipasang di bangunan.

Selain itu, berbagai produk seperti pagar beton, saluran drainase, paving block, hingga septic tank pracetak juga semakin banyak digunakan dalam proyek perumahan.

Baca Juga: Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor

Apakah Material Prefabrikasi Selalu Lebih Mahal?

Tidak selalu.

Beberapa jenis material memang memiliki harga satuan yang lebih tinggi dibandingkan material konvensional. Namun jika dihitung secara keseluruhan, biaya proyek bisa menjadi lebih efisien.

Penghematan diperoleh dari waktu pembangunan yang lebih singkat, kebutuhan tenaga kerja yang lebih sedikit, minimnya material terbuang, serta berkurangnya risiko perbaikan akibat kesalahan pekerjaan di lapangan.

Karena itu, banyak pemilik rumah kini tidak lagi hanya membandingkan harga material, tetapi juga menghitung efisiensi selama proses pembangunan hingga biaya perawatan bangunan dalam jangka panjang.

Membangun Rumah dengan Cara yang Lebih Cerdas

Membangun rumah bukan lagi sekadar memilih material yang paling murah, tetapi memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Di tengah tuntutan waktu, keterbatasan lahan, dan semakin tingginya kesadaran terhadap lingkungan, material prefabrikasi menjadi salah satu inovasi yang patut dipertimbangkan.

Dengan kualitas yang lebih terkontrol, pemasangan yang lebih cepat, serta limbah konstruksi yang lebih sedikit, material prefabrikasi menawarkan cara membangun rumah yang lebih praktis tanpa mengorbankan mutu. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. 

Gedung Kantor Premium “Arumaya Financial Center” Hadir di Jakarta Selatan, Tawarkan Konsep Work-Life Integration

0

Ranahrumah.com – PROPERTI [JAKARTA] | Pilihan gedung perkantoran premium di Jakarta Selatan kini semakin bertambah. Astra Property menghadirkan Arumaya Financial Center, gedung perkantoran baru di kawasan RA Kartini yang menawarkan konsep work-life integration, menggabungkan ruang kerja modern, fasilitas komersial, hunian, dan area gaya hidup dalam satu kawasan terintegrasi.

Konsep ini menjadi jawaban atas kebutuhan perusahaan dan pekerja urban yang kini tidak lagi hanya mencari ruang kantor yang representatif, tetapi juga lingkungan kerja yang nyaman, mudah dijangkau, serta mendukung keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Berdiri di atas lahan sekitar 10.200 meter persegi, Arumaya Financial Center memiliki 23 lantai dengan total area sewa sekitar 33.485 meter persegi serta empat lantai basement. Gedung ini menjadi bagian dari kawasan terpadu The Arumaya yang telah lebih dulu menghadirkan hunian premium Arumaya Residences.

Selain menyediakan ruang kantor modern, kawasan ini juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas harian seperti supermarket, beragam pilihan restoran dan kafe, area ritel, tempat ibadah, hingga kantin berkapasitas besar. Kehadiran fasilitas tersebut memungkinkan para pekerja memenuhi berbagai kebutuhan tanpa harus meninggalkan kawasan.

Kawasan Terpadu di Lokasi Strategis

Lokasinya di kawasan RA Kartini juga menjadi salah satu nilai tambah. Arumaya Financial Center memiliki akses yang dekat dengan Stasiun MRT Lebak Bulus dan Fatmawati serta koridor TransJakarta TB Simatupang di Jakarta Selatan. Pengguna kendaraan pribadi pun dapat menjangkau gedung ini dengan mudah melalui Tol JORR maupun Tol Desari sehingga mobilitas menuju berbagai wilayah Jabodetabek menjadi lebih efisien.

Baca Juga: Astra Property Bangun Gedung Perkantoran Premium dan Pergudangan Modern di Lokasi Strategis

Arumaya Financial Center dengan konsep work-life integration, menjadi rumah bagi perusahaan nasional maupun multinasional, institusi keuangan, perusahaan profesional serta para pelaku bisnis modern. (Foto: Dok. Astra Property)

Tak hanya mengedepankan kenyamanan, gedung ini juga dirancang dengan prinsip keberlanjutan. Arumaya Financial Center telah memenuhi standar GBCI Greenship Gold melalui penerapan berbagai teknologi ramah lingkungan.

Beberapa di antaranya meliputi sistem daur ulang air limbah (waste water recycling), pemanfaatan air hujan (rainwater harvesting), penggunaan sensor gerak untuk menghemat konsumsi listrik, pencahayaan LED hemat energi, panel surya sebagai sumber energi tambahan, hingga sistem Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP) yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi bangunan.

Konsep Work-Life Integration

Menurut Presiden Direktur Arumaya Financial Center, Fransisca Iskandar, konsep work-life integration dikembangkan untuk menjawab kebutuhan perusahaan dan pekerja modern terhadap lingkungan kerja yang produktif, sehat, sekaligus berkelanjutan.

Arumaya Financial Center menargetkan perusahaan nasional maupun multinasional, institusi keuangan, perusahaan jasa profesional, hingga berbagai pelaku bisnis yang membutuhkan lokasi kantor strategis dengan fasilitas lengkap dan standar operasional modern.

Dengan hadirnya Arumaya Financial Center, pilihan ruang kantor premium di koridor bisnis Jakarta Selatan semakin beragam. Bagi perusahaan yang mengutamakan akses transportasi, kenyamanan karyawan, serta komitmen terhadap keberlanjutan, kawasan ini menjadi salah satu alternatif baru yang layak dipertimbangkan. (RR)

Baca Juga: Diversifikasi Astra Property: Dari Hunian hingga Kawasan Logistik

Cek berita properti dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    TACO Terapkan Zero Waste Manufacturing untuk Keberlanjutan, Apa Nilai Tambah Bagi Pengguna?

    0

    Ranahrumah.com – TREN | TACO menegaskan komitmennya dalam mendorong standar baru industri melalui penerapan sistem produksi yang lebih bertanggung jawab. Pendekatan ini mengintegrasikan seluruh rantai proses produksi, mulai dari pemanfaatan material, pengelolaan limbah, hingga penggunaan energi dan air dalam kerangka zero waste manufacturing. Melalui langkah ini, TACO menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat berjalan seiring dengan efisiensi sekaligus memberikan nilai tambah yang relevan bagi pelanggan.

    “Kami mengintegrasikan zero waste manufacturing ke dalam seluruh sistem operasional, mulai dari pemanfaatan material hingga pengelolaan limbah, energi, dan air. Dengan demikian, kami dapat memastikan setiap proses berjalan lebih optimal, meminimalkan limbah, dan menghadirkan dampak positif bagi perkembangan industri,” ujar Wisnu Purnayusepta, Factory Head TACO.

    Pendekatan tersebut merefleksikan bagaimana keberlanjutan tidak lagi diposisikan sebagai inisiatif tambahan, melainkan sebagai fondasi dalam proses bisnis TACO. Proses produksi TACO juga selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), sebagai bagian dari komitmen jangka panjang dalam memberikan dampak positif bagi lingkungan.

    Selain itu, TACO menempatkan human factor sebagai bagian penting dalam sistem produksi melalui penerapan standar Health, Safety, and Environment (HSE) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Perusahaan juga memastikan kesehatan dan kesejahteraan karyawan melalui fasilitas klinik serta pemenuhan nutrisi bagi tenaga kerja di area pabrik. Upaya ini menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan operasional secara konsisten sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

    Baca Juga: Mengenal Pelapis Sintetis: Tren Terkini dan Plus Minusnya

    Baca Juga: Wajah Baru TACO Hadirkan Kemewahan Elegan, Fugsionalitas, dan Kepraktisan

    Mendorong Standar Baru dalam Industri

    TACO melihat bahwa efisiensi operasional dan tanggung jawab lingkungan menjadi satu kesatuan dalam ekosistem keberlanjutan. Melalui penerapan zero waste manufacturing, TACO berkontribusi dalam mendorong praktik industri yang lebih efisien, terukur, dan bertanggung jawab. Upaya tersebut juga tercermin dari strategi dekarbonisasi yang dijalankan langsung di level operasional, di mana TACO berhasil menghindari ribuan ton CO2eq emisi per tahun serta mengoptimalkan penggunaan energi non-fosil hingga 99,8% melalui biomassa dan waste-to-energy.

    Di fasilitas produksi Cikande, TACO mengembangkan sistem operasional sirkular yang memungkinkan setiap material dikelola secara optimal sepanjang siklus produksi. Seluruh limbah produksi dikelola dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), di mana 100% limbah diproses dan dimanfaatkan kembali. Pemanfaatan ini tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga memberikan dampak sosial, seperti pemugaran ruang serbaguna SOS Children’s Villages serta kegiatan edukasi dan workshop bagi siswa SMK dan perguruan tinggi. 

    Di sisi lain, TACO juga memastikan pengelolaan air berjalan secara bertanggung jawab melalui sistem pengolahan terintegrasi. Melalui sistem ini, 100% air limbah diolah dan digunakan kembali untuk mendukung operasional serta area hijau di lingkungan pabrik. Upaya ini memperkuat efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar.

    Baca Juga: Mengenal Material Surface yang Kini Jadi Elemen Utama Desain Interior Modern

    Jaminan Kualitas dan Ramah Lingkungan

    Keberlanjutan tidak hanya berhenti pada proses, tetapi juga tercermin dalam nilai yang diterima konsumen. Produk TACO yang dihasilkan melalui sistem operasional berkelanjutan didukung oleh berbagai sertifikasi nasional dan internasional, seperti Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), SNI, ISO, dan Singapore Green Label, yang memastikan kualitas sekaligus tanggung jawab lingkungan tetap terjaga . Dengan proses yang transparan dan terstandar, TACO menghadirkan material interior yang tidak hanya unggul secara fungsi dan estetika, tetapi juga memberikan kepercayaan lebih bagi pelanggan.

    “Kami percaya kualitas produk hari ini tidak lagi cukup diukur dari fungsi dan estetika saja, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut diproses. Melalui sistem operasional yang terintegrasi, kami menghadirkan material interior yang selaras dengan nilai keberlanjutan sekaligus membangun kepercayaan konsumen dalam jangka panjang,” tutup Wisnu.

    Sejalan dengan semangat Make That Change, TACO melihat bahwa tantangan lingkungan dan sosial saat ini menuntut pendekatan yang lebih menyeluruh dalam industri manufaktur. Berbagai inisiatif yang dijalankan, mulai dari optimalisasi sumber daya, pengelolaan limbah, hingga pemberdayaan masyarakat, merupakan respons atas kebutuhan tersebut. Melalui pendekatan zero waste manufacturing, TACO berupaya menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan bagi kebutuhan industri saat ini, tetapi juga mampu menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat ke depannya. (RR)

    Baca Juga: Tren Terkini Material Dapur

    Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

    (*)

    Ekspansi Bisnis ke Luar Negeri Tak Cukup Modal Berani, Ini Tantangan yang Sering Terlupakan

    Ranahrumah.com – PROPERTI | Banyak perusahaan bermimpi membawa bisnisnya menembus pasar internasional. Peluangnya memang besar, tetapi keberhasilan ekspansi ternyata tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk atau besarnya investasi.

    Ada satu faktor yang sering luput dari perhatian saat ekspansi bisnis, yakni bagaimana perusahaan menyiapkan strategi corporate real estate, mulai dari memilih lokasi, memahami regulasi setempat, menyiapkan kantor atau fasilitas operasional, hingga mengelola aset di negara tujuan.

    Riset terbaru JLL menunjukkan, persoalan inilah yang justru menjadi sumber berbagai hambatan ketika perusahaan mulai berekspansi ke luar negeri.

    Memilih Lokasi Ternyata Menjadi Tantangan Terbesar

    Dalam riset “Thriving Beyond: Corporate Real Estate Strategies for Chinese Companies Going Global“, JLL menemukan bahwa 82% perusahaan Tiongkok yang melakukan ekspansi internasional menghadapi kendala tak terduga saat menentukan lokasi usaha di negara tujuan.

    Dampaknya tidak kecil.

    Hampir dua pertiga perusahaan mengalami keterlambatan proyek yang mengganggu jadwal ekspansi, sementara lebih dari separuh harus mengeluarkan biaya lebih besar dari rencana awal. Bahkan, sebagian perusahaan akhirnya memilih lokasi sementara yang sebenarnya kurang ideal agar operasional dapat segera berjalan.

    Padahal, hampir seluruh responden (97%) menganggap ekspansi internasional sebagai bagian penting dari strategi pertumbuhan perusahaan.

    Baca Juga: JLL Pertahankan Posisi Puncak sebagai Penasihat Investasi Properti 5 Tahun Berturut-turut

    Tantangannya Bukan Sekadar Mencari Gedung atau Kantor

    Saat memasuki pasar baru, perusahaan sering kali menganggap mencari kantor, gudang, atau toko hanyalah urusan administratif. Faktanya jauh lebih kompleks.

    Menurut survei JLL, tantangan terbesar justru berasal dari perbedaan cara kerja di setiap negara.

    Sebanyak 78% responden mengaku kesulitan menyesuaikan ekspektasi mengenai waktu respons dan proses bisnis. Selain itu, banyak perusahaan belum memahami praktik properti lokal, mulai dari sistem sewa, standar bangunan, hingga kebiasaan negosiasi yang berbeda dengan negara asal.

    “Commercial real estate memiliki cara kerja yang berbeda di setiap wilayah, dan perbedaan tersebut dapat dengan mudah menimbulkan kesalahpahaman bahkan perselisihan kontrak bagi perusahaan yang belum memiliki pemahaman mendalam terhadap pasar lokal,” jelas Anny Zhang, Co-CEO Greater China, JLL.

    Kurangnya pemahaman terhadap kondisi pasar lokal juga membuat perusahaan kesulitan menentukan apakah sebuah lokasi sudah sesuai dengan kebutuhan bisnis maupun nilai sewanya.

    Regulasi, Budaya, hingga Bahasa Bisa Menjadi Hambatan

    Memasuki pasar internasional berarti memasuki lingkungan hukum dan budaya yang sama sekali baru. Perusahaan tidak hanya harus memahami aturan properti dan perizinan, tetapi juga berhadapan dengan perbedaan budaya kerja, bahasa, hingga pola komunikasi bisnis.

    Akibatnya, tidak sedikit perusahaan mengalami hambatan ketika bernegosiasi dengan pemilik properti, menghadapi klausul kontrak yang berbeda, atau salah menafsirkan ketentuan operasional di negara tujuan.

    Menurut Daniel Yao, Head of Research China, JLL, banyak perusahaan mengakui belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai kondisi pasar properti lokal sehingga sulit mengambil keputusan yang tepat.

    Saat melakukan ekspansi ke luar negeri, untuk membuka kantor baru perlu kolaborasi banyak tim dari divisi lain seperti legal, keuangan, teknologi informasi, maupun corporate real estate (Ilustrasi Foto: Pexels)

    Membuka Kantor Pertama di Luar Negeri Perlu Kolaborasi Banyak Tim

    Salah satu temuan menarik dalam riset ini adalah tantangan ketika perusahaan membuka kantor pertamanya di luar negeri. Kesalahan sering terjadi karena proses pencarian lokasi hanya ditangani oleh tim bisnis, tanpa melibatkan divisi lain seperti legal, keuangan, teknologi informasi, maupun corporate real estate.

    Padahal setiap keputusan lokasi akan memengaruhi banyak aspek, mulai dari biaya operasional, kebutuhan infrastruktur digital, kepatuhan hukum, hingga kenyamanan karyawan yang nantinya bekerja di sana.

    Semakin awal seluruh fungsi perusahaan dilibatkan, semakin kecil risiko munculnya biaya tambahan maupun perubahan lokasi di kemudian hari.

    Baca Juga: Xavier Marks Buka Peluang Investasi Properti di Jepang dan Malaysia

    Setiap Jenis Bisnis Menghadapi Tantangan Berbeda

    Riset JLL juga menunjukkan bahwa tantangan akan berbeda sesuai jenis aset yang dibutuhkan.

    Perusahaan ritel, misalnya, harus bersaing mendapatkan lokasi premium sekaligus memenuhi persyaratan finansial dari pemilik properti. Mereka juga harus menyesuaikan desain toko dengan regulasi bangunan di masing-masing negara.

    Sementara perusahaan logistik dan industri menghadapi persoalan lain. Di Eropa, misalnya, kontrak sewa umumnya berlangsung tujuh hingga sepuluh tahun, berbeda dengan kebiasaan perusahaan di Tiongkok yang lebih terbiasa menggunakan kontrak jangka pendek.

    Perusahaan yang membutuhkan fasilitas khusus, seperti gudang bersertifikasi atau pusat data, juga harus menghadapi keterbatasan pasokan serta standar kepatuhan yang berbeda di setiap negara.

    Baca Juga: Dari Ruang ke Dampak: Bagaimana Strategi Properti Membentuk Nilai dan Reputasi

    Apa yang Bisa Disiasati Sejak Awal?

    Menurut JLL, sebagian besar kendala tersebut sebenarnya dapat dikurangi melalui perencanaan yang matang sebelum ekspansi dilakukan.

    Salah satu strategi yang disarankan adalah memulai operasional menggunakan flexible office. Model ini memungkinkan perusahaan menghemat investasi awal karena fasilitas kerja, furnitur, hingga layanan administratif telah tersedia. Setelah bisnis berkembang dan kebutuhan ruang lebih jelas, perusahaan dapat beralih ke kantor konvensional dengan struktur biaya yang lebih efisien.

    “Kabar baiknya, sebagian besar tantangan tersebut dapat dihindari melalui perencanaan yang matang dan dukungan profesional yang tepat,” ujar Anny Zhang.

    Selain itu, perusahaan juga perlu:

    • melakukan riset pasar sebelum menentukan lokasi;
    • memahami regulasi dan kebijakan properti di negara tujuan;
    • melibatkan tim legal, keuangan, SDM, dan IT sejak tahap awal;
    • mempelajari budaya bisnis lokal;
    • bekerja sama dengan konsultan yang memahami kondisi pasar setempat.

    Indonesia Berpeluang Menjadi Tujuan Ekspansi

    JLL melihat tren China+1 membuka peluang bagi Indonesia.

    Semakin banyak perusahaan Tiongkok mempertimbangkan Indonesia sebagai basis produksi maupun pusat operasional regional. Kondisi ini diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan terhadap kawasan industri, gudang logistik, hingga ruang perkantoran.

    Menurut Farazia, Country Head JLL Indonesia, perusahaan kini semakin menyadari bahwa keberhasilan ekspansi tidak hanya ditentukan oleh peluang pasar, tetapi juga oleh kesiapan strategi dan kemampuan memahami dinamika lokal.

    “Keberhasilan ekspansi tidak lagi cukup hanya dengan melihat peluang pasar, tetapi juga membutuhkan dukungan mitra yang tepat serta pemahaman yang mendalam terhadap dinamika pasar lokal guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dan berkelanjutan.”

    Baca Juga: Panduan Cerdas Investasi Properti Lintas Negara: Jangan Lakukan Kesalahan Umum Ini

    Perencanaan Menjadi Investasi Terbaik

    JLL menunjukkan bahwa ekspansi internasional bukan sekadar membuka kantor di negara lain. Di baliknya ada keputusan strategis mengenai lokasi, regulasi, budaya bisnis, hingga pengelolaan aset yang dapat menentukan berhasil atau tidaknya sebuah ekspansi.

    Karena itu, semakin matang perencanaan dilakukan sejak awal, semakin besar peluang perusahaan membangun operasional global yang efisien, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar internasional.

    Meski riset ini dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan Tiongkok, tantangan yang ditemukan pada dasarnya juga relevan bagi perusahaan dari negara lain yang ingin memasuki pasar global. Ekspansi internasional bukan sekadar mencari pasar baru, tetapi juga tentang memahami lingkungan bisnis yang berbeda, membangun kolaborasi lintas fungsi di dalam perusahaan, serta menyiapkan strategi properti yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. (RR)

    Baca Juga: Preferensi Pembeli Properti Lintas Negara

    Cek berita properti, ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom