Ranahrumah.com – PRODUK | Setiap pagi dimulai di kamar mandi, sebuah ruang tempat kita bersiap, bercermin, dan memulai hari dengan semangat baru. Di malam hari, ruang kecil ini juga jadi tempat menenangkan diri sebelum beristirahat. Karena itu, kamar mandi memiliki peran besar dalam menciptakan kenyamanan dan keseimbangan di rumah, apabila tertata dengan baik.
IKEA Indonesia menghadirkan inspirasi dan solusi cerdas untuk membantu keluarga Indonesia menata kamar mandi agar lebih rapi, nyaman, dan mudah digunakan. Dengan sedikit sentuhan penataan dan pilihan produk yang tepat dari IKEA, kamar mandi bisa menjadi ruang yang menenangkan sekaligus mendukung rutinitas harian keluarga setiap hari.
Tiga produk sederhana tapi bisa bikin kamar mandimu lebih tertata dan nyaman, rapi, dan bersih.
Spons mandi menjadikan momen relaksasi pribadi lebih bermakna. (Foto & Koleksi IKEA)
1. Spons Multifungsi untuk Relaksasi
Ritual mandi dapat menjadi momen relaksasi pribadi setelah beraktivitas seharian. ABYAN spons mandi hadir dengan tekstur lembut yang membantu mengangkat sel kulit mati tanpa menyebabkan iritasi, sehingga cocok digunakan oleh seluruh anggota keluarga.
Selain praktis dan higienis, spons ABYAN ini mudah disimpan karena bisa digantung setelah digunakan. Sentuhan kecil seperti ini mampu menghadirkan suasana spa di rumah dan membuat rutinitas mandi terasa lebih mewah dan menenangkan.
Memanfaatkan dinding kamar mandi mungil untuk penyimpanan dengan unit rak sudut sistem plastik siap tempel. (Foto & Koleksi: IKEA)
2.Maksimalkan Ruang dengan Penyimpanan Vertikal yang Fleksibel
Kamar mandi seringkali memiliki keterbatasan ruang, sehingga memanfaatkan area dinding bisa menjadi solusi efektif untuk menjaga kerapian. TISKEN unit rak sudut dengan sistem plastik isap memungkinkan Anda menyimpan berbagai perlengkapan mandi seperti sabun, sampo, atau sikat gigi secara rapi tanpa perlu mengebor dinding. Rak ini dapat dipasang di permukaan halus seperti ubin atau kaca, dan dapat dipindahkan kapan saja tanpa meninggalkan bekas.
Desain rak TISKEN yang modern dan ringkas menjadikannya solusi ideal untuk kamar mandi berukuran kecil.
Jangan biarkan baju kotor menumpuk di kamar mandi. Gunakan laundry bag praktis ini sebagai solusi. (Foto & Koleksi: IKEA)
3.Laundry Bag untuk Pakaian Kotor
Pakaian kotor yang menumpuk di kamar mandi sering kali membuat ruangan terasa sempit dan terlihat tidak rapi. Untuk mengatasinya, pilih tempat penyimpanan yang ringan, praktis, dan mudah disembunyikan.
JALLLaundry Bag dari IKEA terbuat dari bahan tahan lama yang mudah dibersihkan dan dapat dilipat saat tidak digunakan. Desainnya yang minimalis membuat JALL dapat diletakkan di sudut ruangan tanpa mengganggu tampilan keseluruhan kamar mandi.
Untuk melengkapi kebutuhan rumah dengan lebih hemat, IKEA Indonesia menghadirkan penawaran spesial bagi anggota IKEA Family dengan harga menarik untuk berbagai produk pilihan. Program ini berlaku untuk waktu terbatas di seluruh toko IKEA Indonesia, serta melalui aplikasi dan situs web resmi IKEA.
Bergabung menjadi anggota IKEA Family sangat mudah cukup daftar secara online melalui situs resmi atau aplikasi IKEA Indonesia. Setelah terdaftar, anggota dapat menikmati berbagai keuntungan eksklusif, seperti penawaran khusus, inspirasi desain rumah sesuai gaya hidup, akses ke kartu digital, hingga kemudahan memantau promo dan struk belanja kapanpun dan di manapun.(RR)
Cek berita produk baru, inspirasi desain, tips gaya hidup modern, inovasi produk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – INTERIOR |Ruang tamu dan ruang keluarga menjadi area utama di dalam rumah di mana menjadi tempat keluarga berkumpul serta menerima tamu yang datang.
Lokasi ruang tamu dan keluarga yang biasanya berada di bagian depan rumah membuat area ini biasanya mendapat cukup sinar dari luar. Bila ruang tamu dan ruang keluarga berada bersebelahan dengan ruang lain misalnya dapur atau ruang makan, maka bisa jadi ruang ini masih mendapatkan cahaya penerangan dari ruang-ruang tersebut. Karena itu biasanya tidak perlu sistem pencahayaan dekorasi yang terlalu rumit untuk ruang yang satu ini.
Di sebuah kesempatan, Steven Tanzil, desainer interior dan lighting dari Koeriedesign mengatakan hal yang senada. Menurutnya pada ruang tamu dan keluarga cukup kombinasi antara lampu general dan lampu dekorasi yang berupa lampu lantai (floor lamp) dan lampu gantung (pendant lamp).
Beberapa pemilik rumah gemar menampilkan koleksi pernak-perniknya pada lemari pajangan di ruang tamu. Menurut Steven bisa saja menambahkan lampu sorot (spotlight) untuk menerangi pernik koleksi tersebut.
“Yang penting tidak perlu dramatis dengan layering cahaya yang terlalu banyak sehingga muncul kesan gelap,” ungkap Steven.
Sama seperti teknik pencahayaan di ruang lainnya, ukuran luas ruangan akan berpengaruh pada sistem pencahayaan dan pilihan lampu untuk ruang tamu dan keluarga.
Bila ternyata ruang tamu dan keluarga tidak terlalu luas dan tidak banyak benda yang ingin disorot, maka penggunaan lampu general dan sedikit lampu dekoratif saja sudah cukup.
Kebalikannya, bila ruang tamu dan keluarga cukup luas dengan banyak furnitur di dalamnya maka kamu bisa sedikit melakukan eksplorasi untuk pencahayaannya. Misalnya penggunaan lampu lantai (floor lamp) yang berukuran agak besar untuk mengisi sudut ruang sekaligus memberi aksen cahaya.
Lantas berapa watt lampu digunakan? Untuk ruang tamu berukuran 4m x 5m sampai 4m x 6m dibutuhkan lampu general dengan ukuran 9—12 watt.
Beda desain plafon ternyata beda pula tata pencahayaannya. Banyak pemilik rumah yang menggunakan desain plafon up atau drop ceiling (plafon yang sebagian bagiannya dinaikkan atau diturunkan) yang mana akan terdapat sedikit ceruk pada bagian langit-langit rumah.
Ceruk ini bisa dimanfaatkan untuk pemasangan lampu tersembunyi (hidden lamp) untuk memberikan kesan temaram dari langit-langit. Bayangan yang dihasilkan oleh hidden lamp juga bisa mempercantik ruang karena bisa menutupi kerusakan kecil pada bagian bangunan yang bisa terlihat bila tersorot lampu.
Agar lebih terlihat cantik, sesuaikan juga konsep interior dengan pilihan desain plafon. Steven mencontohkan, bila kamu memilih konsep klasik maka jenis plafon up ceiling berbentuk kotak bisa jadi pilihan. Namun bila konsep ruang tamu lebih ke modern kontemporer, maka kamu bisa memilih model plafon lainnya.
Bentuk dan warna lampu dipilih berdasar penggunaan lampu (sesuai aktivitas) dan mengikuti tren desain yang disesuaikan dengan selera tanpa meninggalkan fungsionalitas.
Bentuk Lampu Mengikuti Tren
Soal bentuk-bentuk lampu, menurut Steven bentuk lampu cukup dipengaruhi oleh tren interior yang sedang berkembang. Saat ini misalnya, banyak pemilik rumah yang menyukai desain lampu dekorasi bergaya skandinavian dengan bentuk yang simpel dan warna-warna yang netral seperti putih dan cokelat.
Sedangkan untuk pencahayaan arsitektural, yang saat ini banyak digunakan adalah lampu yang berukuran kecil sehingga tidak ada banyak titik yang terlihat di plafon. Ini yang kemudian menjadi tantangan bagi desainer lighting untuk membuat titik lampu sesedikit mungkin di plafon.
“Akhirnya desainer lighting membuat kolaborasi antara beberapa lampu general pada plafon, dan lampu dekor di lantai serta dinding,” kata Steven.
Pilihan Warna Lampu
Warna cahaya kekuningan tetap cocok untuk ruang tamu dan keluarga. Namun menurut Steven, masih banyak pemilik rumah yang kurang nyaman dengan warna cahaya kekuningan karena menganggap terkesan seperti rumah kampung dan agak gelap.
Jadi soal pilihan warna semuanya kembali pada selera dan kesan yang ingin dihadirkan pada ruang. Bila tak ingin pakai cahaya kekuningan, kamu bisa pilih lampu dengan sistem peredupan (dimming), bila sewaktu-waktu kamu ingin mengeluarkan kesan temaram di ruang tamu dan keluarga. (RR)
Cek inspirasi desain, berita gaya hidup modern, inovasi produk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – TREN | Hari Pahlawan selalu menjadi momen untuk mengenang jasa mereka yang berjuang bagi bangsa. Namun, Semen Merah Putih mengajak kita melihat lebih jauh, kepada para “pahlawan” lain yang sehari-hari berada di sekitar kita: para tukang, mandor, dan pekerja konstruksi yang menjaga fondasi negeri ini tetap berdiri kokoh.
“Mereka bekerja dalam diam, tapi hasilnya bisa kita lihat dan rasakan setiap hari,” ujar Nyiayu Chairunnikma, Head of Marketing Semen Merah Putih. “Semangat kepahlawanan tidak pernah hilang; ia berubah bentuk. Hari ini, semangat itu hidup pada mereka yang membangun negeri melalui ketelitian, tenaga, dan dedikasi tanpa pamrih.”
Pahlawan yang Jarang Tersorot
Kita sering mengagumi hasil akhir sebuah bangunan—fasad yang indah, struktur yang megah, ruang yang nyaman. Namun, jarang kita memberi perhatian pada orang-orang yang bekerja di baliknya. Mereka yang menghadapi debu, panas, beratnya material, serta tuntutan presisi demi memastikan sebuah bangunan aman bagi penghuninya.
Bagi Semen Merah Putih, pembangunan bukan semata proses struktural. Ia adalah karya manusia. Setiap dinding, kolom, dan fondasi merupakan hasil dari ketekunan dan kerja sama banyak tangan yang saling mendukung.
Mandor Pintar Institute: Membangun Kapasitas, Membangun Martabat
Sejalan dengan semangat ini, sejak 2023 Semen Merah Putih menjalankan Mandor Pintar Institute (MPI)—sebuah program pelatihan sekaligus sertifikasi bagi pekerja konstruksi di berbagai wilayah Indonesia. Program ini tak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi juga pada manajemen lapangan, keselamatan kerja, serta efisiensi material dan anggaran.
MPI telah meluluskan lebih dari 500 peserta yang kini menjadi bagian dari komunitas “pahlawan konstruksi” yang terus berkembang.
Salah satu pesertanya, Subhan—seorang mandor sekaligus kontraktor—membagikan pengalaman yang mengubah cara kerjanya. “Biasanya kami hanya mengandalkan pengalaman. Tapi lewat program ini, saya belajar mengatur tim, menyusun RAB yang efisien tapi tetap menjaga kualitas, sampai ke aspek keselamatan kerja,” ujarnya.
“Sekarang saya sadar, tugas kami bukan hanya menyelesaikan proyek. Kami menjaga agar semua yang bekerja bisa pulang dengan selamat, dan orang-orang yang mendiami bangunan merasa aman dan nyaman.”
Bagi Semen Merah Putih, pembangunan sejati tidak hanya tentang semen, beton, atau struktur tinggi. Pembangunan adalah tentang manusia yang menggerakkannya. Melalui inisiatif seperti MPI, perusahaan berupaya memastikan pekerja konstruksi memiliki kesempatan untuk berkembang, dihargai, dan diakui sebagai profesi yang berperan besar dalam kehidupan masyarakat.
Pada Hari Pahlawan ini, Semen Merah Putih menyampaikan penghormatan bagi seluruh pekerja konstruksi Indonesia—para pahlawan fondasi negeri yang memastikan masa depan bangsa terus berdiri kokoh. (RR)
Cek berita dari indurtri dan ulasan inovasi produk, inspirasi gaya hidup ranahnya rumah, dan properti lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – INTERIOR | Dalam dunia desain interior, tren datang silih berganti. Namun ada satu gaya yang tak pernah benar-benar pergi—vintage.
Daya tarik gaya ini terletak pada cerita di balik setiap furnitur: guratan kayu yang mulai pudar, gagang laci berpatina, atau bentuk kursi yang mengingatkan kita pada masa kecil di rumah nenek.
Furnitur vintage tidak hanya memikat karena tampilannya yang antik, tetapi juga karena nilai emosional yang dikandungnya.
Setiap benda membawa kisah: siapa yang pernah duduk di kursi itu, berapa kali meja itu menjadi saksi obrolan hangat keluarga. Inilah yang membuat interior bergaya vintage terasa hidup dan berjiwa.
Istilah vintage sendiri awalnya digunakan di dunia fesyen untuk menandai pakaian dari masa lampau yang kembali digemari. Dalam dunia interior, istilah ini kemudian mengacu pada furnitur dan elemen dekorasi yang berasal dari era 1920-an hingga 1980-an.
Furnitur vintage biasanya dibuat dengan pengerjaan tangan (handcrafted), menggunakan material kayu solid, rotan, atau logam, dengan detail yang rumit dan kuat.
Berbeda dengan replika retro atau vintage look, furnitur vintage asli sering kali memiliki tanda penuaan alami—sedikit lecet, warna kayu yang memudar, atau kain upholstery yang mulai menipis—justru di situlah keindahannya.
Mengapa Furnitur Vintage Layak Dihadirkan di Rumah
Ini beberapa alasan mengapa gaya yang dianggap kuno dengan furnitur jadul ini layak dihadirkan di rumah.
1. Menambah karakter ruang. Tidak ada dua furnitur vintage yang benar-benar sama. Setiap potongan membawa keunikan dan cerita tersendiri.
2. Ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan furnitur lama, kita turut berperan dalam konsep sustainable living—mengurangi limbah dan memperpanjang umur benda.
3. Estetis dan hangat. Tampilan kayu tua, warna-warna pudar, serta tekstur alami mampu menciptakan suasana rumah yang menenangkan dan bersahaja.
4. Nilai investasi. Beberapa furnitur vintage, terutama yang dibuat oleh pengrajin ternama atau berasal dari era tertentu, justru nilainya meningkat seiring waktu.
Tips Menghadirkan Furnitur Vintage ke Dalam Interior Modern
Ingin menerapkannya di rumah? Ini beberapa tipsnya.
Mulai dari satu titik fokus. Pilih satu furnitur vintage—seperti meja kopi atau kursi rotan tua—sebagai statement piece di ruangan.
Padukan dengan unsur modern. Kombinasikan lemari kayu klasik dengan lampu gantung minimalis agar ruangan tidak terlihat berat.
Jaga keseimbangan warna. Warna alami kayu atau logam tua cocok dipadukan dengan palet lembut seperti krem, abu-abu muda, atau hijau zaitun.
Rawat dengan lembut. Gunakan produk pembersih khusus agar kayu tidak cepat kering dan cat lama tetap terjaga pesonanya.
Berani memadukan gaya. Furnitur vintage bisa serasi dengan gaya shabby chic, boho, bahkan industrial, selama palet dan teksturnya selaras.
Membiarkan Cerita Lama Hidup Kembali
Menghadirkan furnitur vintage di rumah bukan hanya soal gaya, tetapi juga soal rasa. Rasa yang menghubungkan masa lalu dan masa kini, antara kenangan dan kenyamanan.
Di tengah tren serba cepat, furnitur vintage mengajak kita melambat sejenak—menikmati keindahan dari sesuatu yang telah melewati waktu. (RR)
Cek inspirasi desain, berita gaya hidup modern, inovasi prpduk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – INTERIOR | Beberapa tahun terakhir, tren desain interior terus bergerak dinamis. Setelah lama dikuasai oleh gaya minimalis dan industrial yang serba tegas, kini muncul kembali kerinduan akan sesuatu yang lebih lembut dan berjiwa. Itulah mengapa shabby chic kembali digemari.
Gaya hunian ini bukan sekadar menghadirkan benda-benda tempo dulu, melainkan juga membungkusnya dengan suasana manis dan penuh kehangatan. Jika interior “kuno” cenderung mempertahankan bentuk dan warna asli dari masa lampau, shabby chic memberi sentuhan baru lewat warna-warna pastel dan detail feminin tanpa menghilangkan pesona lamanya.
Perpaduan yang Menggoda: Antara Antik dan Romantis
Bayangkan ruang tamu dengan kursi kayu lawas peninggalan nenek, namun kini dicat ulang dengan warna biru langit yang lembut. Atau lemari tua yang di-finishing white wash sehingga tampak usang sekaligus manis. Di situlah letak daya tarik shabby chic—menggabungkan nostalgia dengan keindahan yang ringan dan segar.
Tidak heran, banyak kafe, butik, dan rumah pribadi mulai mengadopsi gaya ini. Misalnya Me Time Café di Bandung, yang memadukan furnitur lama tempo dulu dengan nuansa shabby yang feminin. Sofa kulit dengan kancing di sandaran, kursi kayu bercat pastel, dan pajangan antik menjadi perpaduan yang menawan. Rasanya seperti pulang ke rumah nenek, tapi dalam versi lebih manis dan instagramable.
Café di Bandung, memadukan furnitur tempo dulu dengan nuansa shabby yang feminin. (Foto: IST Dok. Me Time Cafe)
Cara Mudah Membawa Nuansa Shabby Chic ke Rumah
Kamu tidak perlu mengubah seluruh ruangan untuk mendapatkan kesan ini. Cukup mulai dari detail kecil yang punya makna.
Percantik furnitur lama. Kursi kayu tua atau lemari peninggalan bisa dicat ulang dengan warna pastel seperti merah muda, salem, atau biru langit.
Gunakan aksesori bertekstur lembut. Tambahkan bantal renda, taplak bermotif bunga, atau vas keramik dengan bentuk klasik.
Padukan warna lembut. Hindari warna solid yang keras; pilih warna pudar yang memberi kesan tenang dan feminin.
Berani tampil tidak sempurna. Shabby chic justru cantik dalam ketidaksempurnaannya—cat yang sedikit terkelupas atau permukaan kayu yang tidak rata bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Hasilnya? Ruang di rumahmu tidak hanya indah dipandang, tapi juga menyimpan cerita masa lalu yang menghangatkan hati.
Meja, lampu, dan cermin lama bersolek jadi tampilan baru dengan sentuhan warna pastel yang lembut. (Foto: Pexels)
Menemukan Keindahan dalam Kenangan
Shabby chic mengajarkan bahwa keindahan tak selalu harus baru. Ada pesona yang abadi dalam benda-benda lama—asal dirawat dengan sentuhan cinta dan kreativitas.
Dengan gaya ini, rumahmu bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang penuh kisah dan kehangatan yang tak lekang oleh waktu. (RR)
Cek inspirasi desain, berita gaya hidup modern, inovasi prpduk baru, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, dan properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – KESEHATAN | Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan udara, nama Plasmacluster sering muncul dalam berbagai produk elektronik Sharp — mulai dari air purifier, AC, hingga kulkas.
Namun banyak yang belum tahu, apa sebenarnya Plasmacluster itu dan bagaimana cara kerjanya?
Teknologi ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan hasil penelitian ilmiah panjang yang berhasil membawa fenomena alam ke dalam rumah — menghadirkan udara bersih seperti di pegunungan, setiap hari.
Plasmacluster adalah teknologi pemurni udara yang diciptakan dan dipatenkan oleh Sharp Corporation Jepang sejak tahun 2000.
Intinya, Plasmacluster bekerja dengan melepaskan ion positif (H⁺) dan ion negatif (O₂⁻) ke udara — dua jenis ion yang juga terdapat secara alami di hutan, gunung, dan tepi air terjun.
Ion-ion ini kemudian mengelilingi partikel berbahaya seperti virus, bakteri, jamur, atau alergen di udara, lalu menonaktifkannya dengan cara menarik atom hidrogen dari permukaannya. Setelah proses itu selesai, ion-ion tersebut bersatu kembali menjadi molekul air (H₂O) dan kembali ke udara dengan aman.
Hasilnya? Udara menjadi lebih bersih, segar, dan bebas dari zat berbahaya — sama seperti setelah hujan atau di alam terbuka.
Berbeda dari filter udara konvensional yang hanya menyaring partikel, Plasmacluster bekerja secara aktif di udara. Artinya, teknologi ini tidak menunggu partikel kotor lewat di depan alat, tetapi menyebarkan ion ke seluruh ruangan, menjangkau area yang sulit dibersihkan secara manual.
Lebih dari 40 lembaga riset independen di 12 negara, termasuk universitas dan laboratorium di Jepang, Inggris, Jerman, dan Indonesia, telah meneliti efektivitas Plasmacluster.
Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini mampu:
Menonaktifkan berbagai virus, termasuk virus influenza.
Mengurangi bau tak sedap dari asap rokok, hewan peliharaan, atau makanan.
Menekan pertumbuhan jamur dan bakteri di udara.
Membantu menjaga kelembapan alami di dalam ruangan.
Gambar panel pada kulkas Sharp yang menunjukkan adanya ion plasmacluster yang menekan pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran bahan makanan. (Foto: Website Sharp Indonesia)
Diterapkan di Berbagai Produk Sharp
Seiring berkembangnya inovasi, Sharp kini menanamkan teknologi Plasmacluster tidak hanya pada air purifier, tetapi juga pada berbagai produk rumah tangga:
AC dan Dehumidifier: menjaga udara tetap segar dan mengurangi debu mikroskopis.
Kulkas: menekan pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran bahan makanan.
Mobil dan perangkat wearable: membantu menjaga kebersihan udara saat bepergian.
Dengan lebih dari 100 juta unit produk Plasmacluster yang telah beredar di seluruh dunia, teknologi ini menjadi simbol dedikasi Sharp terhadap kesehatan dan kenyamanan penggunanya.
Komitmen Berkelanjutan untuk Udara Sehat
Di Indonesia, Sharp memperkuat misinya melalui kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) lewat kampanye “Ciptakan Udara Sehat untuk Indonesia.”
Kampanye ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya udara bersih bagi kesehatan keluarga dan lingkungan — sejalan dengan keyakinan Sharp bahwa udara bersih adalah hak setiap orang.
Udara Bersih Awal Hidup yang Lebih Baik
Plasmacluster bukan sekadar teknologi, tapi bagian dari perjalanan panjang manusia menuju udara yang lebih bersih dan sehat.
Dengan prinsip sederhana — meniru keseimbangan ion alami di alam — Sharp berhasil membawa sains menjadi solusi nyata bagi kehidupan modern.
Karena udara yang baik untuk bernapas, adalah awal dari hidup yang lebih baik. (RR)
Cek berita inovasi terbaru dari industri, tips & trik soal rumah, berita produk rumah tangga dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – TREN [JAKARTA] | Pada 12 November 2025, suasana Jakarta Design Center (JDC) terasa berbeda. Di bawah sorotan tema “The Collab Celebration”, JDC menggandeng Benda Design Hub meluncurkan inisiatif kreatif bernama Jakarta Design Collabs — sebuah program yang menghubungkan para desainer interior, arsitek, dan brand-brand interior terkemuka dalam wujud instalasi ruang yang sarat narasi.
Penyelenggara acara, arsitek dan desainer, dan perwakilan brand yang berpartisipasi di Jakarta Design Collabs 2025. (Foto: IST Dok. JDC)
Langkah Baru Menuju Ekosistem Desain yang Lebih Hidup
Jakarta Design Collabs merupakan program yang menjadi tonggak awal dari visi baru JDC sebagai “The Premium Hub of Art, Design Community and Commerce.”
Seperti disampaikan oleh Nurul Syahri F., Direktur Utama JDC, “Acara ini bagian dari visi baru kami, mempertemukan semua aspek di dunia desain: komunitas, industri, dan publik. Kami ingin JDC bukan sekadar tempat membeli produk, tetapi rumah kedua bagi para desainer dan arsitek.”
Acara perdana ini melibatkan lima desainer dan lima brand yang berkolaborasi menampilkan instalasi tematik, dengan rencana untuk memperluas jumlah peserta di edisi berikutnya. Setiap karya menjadi representasi harmoni antara karakter brand dengan imajinasi desainer.
Dari Ruang Kecil ke Pusat Desain Terbesar di Indonesia
Gagasan Jakarta Design Collabs berawal dari pengalaman kecil yang dilakukan di Benda Design Hub. Menurut Ren Katili, salah satu inisiator, “Ide awalnya lahir dari satu ruang kecil, hanya 50 meter persegi, berisi 13 produk yang dikurasi dengan indah. Kami berpikir, kalau di ruang sekecil itu saja bisa tercipta karya kolaboratif yang inspiratif, kenapa tidak dilakukan di JDC — tempat yang sudah menjadi legenda bagi arsitek dan desainer?”
Ren bersama rekannya Mira Prihatini melihat potensi besar JDC sebagai titik temu antara tenant, brand, dan komunitas desain. “Tempatnya ada, brand-nya ada, desainer-nya juga ada. Semangatnya sederhana — menghadirkan kembali inspirasi lewat kolaborasi,” ujarnya.
Tema perdana, “Fallen Purple”, dipilih karena selaras dengan nuansa musim gugur Eropa, yang menjadi inspirasi banyak brand internasional yang berpartisipasi di JDC, seperti Italia dan Jerman. Warna ungu, emas, dan hitam dipadukan untuk menghadirkan atmosfer hangat, elegan, dan penuh karakter.
“Nantinya, setiap periode akan hadir tema baru agar tampilannya terus segar dan menginspirasi,” tambah Ren.
Edisi pertama Jakarta Design Collabs menampilkan kolaborasi antara:
Joe Willendra × Galleria (AXOR)
Joe Willendra berkolaborasi dengan Galleria untuk produk AXOR memberikan inspirasi pengalaman di kamar mandi masa kini yang menenangkan dan reflektif. (Foto: IST Dok. JDC)
Ariya Sradha × Polflex Office
Instalasi Ariya Sradha berkolaborasi dengan Polflex Office dalam desain ruang kantor dengan penerapan tema Fallen Purple di Jakarta Design Collabs 2025. (Foto: IST Dok. JDC)
Rina Renville × Versailes
Rina Renville menghadirkan nuansa klasik elegan dalam kolaborasinya dengan Versailes di Jakarta Design Collabs 2025. (Foto: IST Dok. JDC)
Francis Surjaseputra × Casa Italia
Francis Surjaseputra mengangkat karya perajin tenun dari Sulawesi Utara dalam kolaborasinya dengan Casa Italiadi Jakarta Design Collabs 2025 di JDC, Slipi Jakarta. (Foto: IST Dok. JDC)
Seisy Zakia × Homelogy
Seisy Zakia berkolaborasi dengan Homelogydengan hasil instalasinya yang terimajinasi dari bunga-bunga di musim gugur. (Foto: IST Dok. JDC)
Setiap pasangan diberi kebebasan menafsirkan tema “Collaboration in Harmony” melalui gaya desain yang berbeda — dari minimalis hingga futuristik — selama tetap menonjolkan keunggulan produk brand yang mereka wakili.
Bagi desainer interior Rina Renville, kesempatan ini bukan hanya ajang pamer karya, tapi juga cara menaikkan nilai desain lokal. “Melalui platform seperti ini, desainer bisa berkolaborasi langsung dengan industri. Kita tidak sekadar menata ruang, tapi membantu masyarakat memahami added value dari tiap brand,” ujarnya.
Sementara itu, Henny Makmurdari Versailes menyoroti nilai strategis kolaborasi ini bagi brand high-end. “Produk seperti kami tidak bisa dijual dengan cara hard selling. Kami menjual nilai dan cerita di baliknya. Kolaborasi dengan desainer menghadirkan storytelling yang membuat produk kami hidup dalam ruang,” jelasnya.
Joe Willendra–arsitek sekaligus desainer pendiri W Office di pembukaan pameran imersif Jakarta Design Collabs, 12/11/2025.
Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Produk
Salah satu instalasi yang mencuri perhatian datang dari kolaborasi Joe Willendra dan Galleria, yang menampilkan produk AXOR — lini mewah dari Hansgrohe. Joe menata area seperti galeri seni, bukan sekadar ruang display.
“AXOR bukan sekadar menjual keran atau shower, tapi menjual designer items. Semua produknya hasil rancangan desainer ternama seperti Philippe Starck,” tutur Joe. “Jadi menurut saya, mereka pantas ditampilkan seperti karya seni — dengan pencahayaan, narasi, dan atmosfer yang membangkitkan pengalaman.”
Ia menambahkan, “Kamar mandi hari ini adalah ruang personal, tempat kita bisa berpikir dan menemukan ide. Itu yang saya coba hadirkan dalam desain — pengalaman yang menenangkan dan reflektif.”
Jacob Gatot Sura, desainer multidisiplin dan creative strategist (nomor 3 dari kiri) sesaat setelah talkshow bertema “Art Installation for Design Statement” di Jakarta Design Collabs, 12/11/25.
Menghidupkan JDC Sebagai Rumah Kedua bagi Desainer
Selain menjadi ajang apresiasi, Jakarta Design Collabs juga bertujuan menghidupkan kembali suasana komunitas di JDC. Selama tiga bulan penyelenggaraan, para pengunjung bisa menikmati instalasi, mengikuti showroom tour, hingga berbincang langsung dengan para desainer.
Bagi JDC, acara ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi desain interior di Indonesia, dengan visai barunya The Premium Hub of Art, Design Community and Commerce. “Kami ingin JDC menjadi tempat di mana arsitek dan desainer bisa berkarya, berkolaborasi, dan terinspirasi,” kata Nurul.
Acara juga dilengkapi dengan talkshow bertema “Art Installation for Design Statement” yang menghadirkan para kolaborator utama seperti Rina Renville, Joe Willendra, Francis Surjaseputra, Ariya Sradha, serta Jacob Gatot Sura, seorang desainer multidisiplin dan creative strategist. Jacob menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin: “Kolaborasi bukan hanya tentang tampilan visual, tapi tentang menciptakan nilai baru yang relevan dengan kehidupan urban masa kini.”
Visi Berkelanjutan: Dari Satu Kolaborasi ke Gerakan Desain Nasional
Melalui The Collab Celebration, JDC dan Benda Design Hub menegaskan komitmen untuk menjadikan Jakarta Design Collabs sebagai program berkelanjutan. Ke depan, jumlah kolaborator akan diperluas, dengan tema dan pendekatan desain yang terus berevolusi.
Ren Katili menutup dengan harapan sederhana namun kuat: “Kami ingin JDC menjadi tempat yang tidak hanya menjual produk, tapi juga menjual inspirasi. Ketika brand dan desainer bersinergi, nilai desain Indonesia akan naik kelas.” (RR)
Cek berita terbaru arsitetur dan interior, industri, inovasi produk, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom
Ranahrumah.com – INTERIOR |Partisi, menjadi pilihan bagi banyak orang sebagai pengganti sekat masif di rumahnya.
Solusi efektif bagi rumah mungil ini, umumnya dibuat non permanen, bisa dipindah-pindah, meski ada juga yang diciptakan menetap. Namun yang pasti, tak butuh banyak ruang saat diaplikasikan.
Secara fungsi, partisi dapat menutup area satu dengan lainnya, membagi satu ruang menjadi beberapa bagian area, tanpa menimbulkan kesan sumpek.
Ruang Open Space Jadi 3 Area
Lega dan terang. Begitu kesan ruang yang didesain dengan konsep open space yang berada di lantai satu rumah ini. Dalam layout yang berkonsep terbuka, selayang pandang kita dapat melihat ke ruang makan dan dapur yang menyatu. Untuk mencapai dapur, hanya perlu membalikkan tubuh dan maju selangkah menuju meja minibar.
Didesain bolong-bolong, partisi kayu ini tak hanya fungsional sebagai penyekat ruang tetapi menjadi wadah dekorasi yang estetik.
Dua lampu gantung transparan menghiasi area makan di sana. Lampu digantung kabel yang menempel pada plafon. Pendar lampu kuning kemerahan memberi kesan hangat dan bersahabat.
Di ruang makan ini, nampak partisi yang terbuat dari potongan plywood yang dibungkus HPL corak kayu. Partisi ini memisahkan area santap dengan ruang keluarga.
Partisi menampilkan wajah bolong-bolong dan menempel pada sebuah meja credenza dengan rak terbuka.
Setiap kayu partisi dimodifikasi dengan bentuk kotak, berbeda ketebalan. Disusun rapi dan memanjang. Enam boks wadah tanaman mengisi di antara kayu-kayu itu. Partisi Tiga boks berukuran besar sebagai wadah tanaman, tiga boks lainnya dibiarkan bolong layaknya sebuah jendela mungil.
Saat terpapar cahaya lampu, celah kayu membentuk bayangan indah dan menghasilkan efek tiga dimensi nan cantik. Mau mencoba membuat dan menghadirkannya di rumah? (RR)