
Ketika Ruang Tidak Harus Terlihat Seperti Ruang Kerja
Salah satu hal menarik dari Ruang Candramawa adalah bagaimana area kerja tidak dibuat menjadi satu-satunya pusat aktivitas.
Ada meja kerja yang secara visual memang menunjukkan fungsi profesional. Tetapi ada pula coffee table yang bisa berubah menjadi tempat bekerja, area duduk yang dapat menjadi tempat berdiskusi, dan sofa yang memungkinkan seseorang berhenti sejenak.
Cara ini menangkap kebiasaan Danilla dan tim yang tidak selalu bekerja di tempat yang “seharusnya”.
Bagi mereka, ruang kerja bisa berada di tempat yang tidak lazim.
Coffee table bisa menjadi meja kerja. Sofa bisa menjadi tempat berpikir. Bahkan ruang yang awalnya hanya dianggap sebagai area untuk duduk dapat berubah ketika kebutuhan penghuninya berubah.
Di sinilah fleksibilitas ruang terasa bukan sebagai konsep desain yang rumit, tetapi sebagai sesuatu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dari Danilla untuk Siapa Saja
Meski Ruang Candramawa lahir dari karakter seorang musisi, pendekatan yang digunakan IKEA sebenarnya bisa diterapkan pada siapa saja.
Seorang penulis mungkin membutuhkan ruang yang tenang untuk membaca dan berpikir. Ilustrator mungkin membutuhkan area yang mudah diubah sesuai proyek. Pekerja hybrid mungkin membutuhkan lebih dari satu titik kerja. Orang yang gemar memasak bisa membutuhkan ruang yang membuat aktivitas memasak sekaligus menjadi bagian dari interaksi keluarga.
Kebutuhannya tentu berbeda. Dan justru itulah intinya.
Yang perlu ditiru bukan ruang Danilla, melainkan cara menemukan ruang yang paling sesuai dengan diri sendiri.
IKEA sendiri melihat pendekatan ini sebagai kemungkinan untuk mengembangkan room set yang dapat terinspirasi dari berbagai profesi dan cara hidup. Prosesnya dimulai dengan memahami orangnya terlebih dahulu: apa yang mereka lakukan, apa yang mereka butuhkan, kebiasaan apa yang mereka miliki, dan seperti apa ruang yang membuat mereka bisa hidup sekaligus berkarya dengan nyaman.
Karena pada akhirnya, tidak ada satu desain ruang yang cocok untuk semua orang.
Ada ruang yang cocok untuk Danilla. Dan mungkin, setelah melihatnya, kita justru mulai bertanya: Seperti apa ruang yang paling “aku”?
Ruang Candramawa merupakan kolaborasi IKEA Indonesia dan Danilla yang terinspirasi dari proses kreatif di balik album Candramawa. Room set ini dapat dikunjungi di IKEA Alam Sutera, IKEA Kota Baru Parahyangan, dan IKEA Ciputra World Surabaya.
Catatan Ranahrumah
Mungkin inilah hal paling menarik dari Ruang Candramawa.
IKEA tidak mencoba membuat ruang yang terlihat seperti Danilla. Mereka mencoba membuat ruang yang terasa seperti Danilla. Perbedaannya kecil, tetapi maknanya besar.
Karakter tidak selalu diterjemahkan melalui warna favorit, benda kesukaan, atau dekorasi personal. Karakter juga hadir melalui cara seseorang duduk, bekerja, beristirahat, mencari inspirasi, menerima orang lain, bahkan melalui kebiasaan kecil yang mungkin tidak pernah dianggap penting.
Karena itu, ketika ingin menata ulang rumah, mungkin kita tidak perlu buru-buru mencari gaya interior apa yang sedang tren. Coba mulai dari diri sendiri.Di ruang seperti apa kamu paling mudah merasa nyaman, fokus, tenang, atau justru mendapatkan ide?
Mungkin jawabannya sudah ada di rumahmu sendiri. Tinggal bagaimana ruang tersebut diberi kesempatan untuk menjadi lebih “kamu”. (RR)
Baca Juga: Inspirasi Tempat Penyimpanan agar Rumah Mungil Tetap Rapi
Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom


