Monday, March 16, 2026
Home Blog Page 211

Cegah Penyebaran Virus, Ini Cara Aman Gunakan UV-C sebagai Disinfektan

Penggunaan sinar UV-C sebagai disinefktan, ada manfaat dan mudaratnya. Bermanfaat dan aman jika digunakan dengan cara yang benar, namun jika salah bisa bahayakan kesehatan kulit dan mata.

Ranahrumah.com-Ketika semua perhatian fokus pada Covid-19, sadarkah kamu, sebenarnya ada begitu banyak penyakit menular lainnya di sekitarmu?

Covid-19 yang saat ini sudah menyebar ke lebih dari 216 negara dengan 22.500.000 kasus, memunculkan berbagai upaya untuk mencegah penularannya.

Disinfektan berperan penting membantu mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme.

Covid-19 bukan satu-satunya penyakit menular yang disebabkan oleh mikroorganisme, namun ada juga influenza, tuberculosis, dan lainnya.

Mikroorganisme penyebab penyakit menular itu bisa meliputi unsur non virus—seperti cacing, bakteri, jamur, protozoa—dan virus.

Dr. Hermawan Saputra, SKM., MARS., CICS., Pengurus Pusat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), menjelaskan hal ini Rabu (26/8/20) dalam diskusi virtual bertajuk: “Sinar UV-C: Kawan atau Lawan? PemanfaatanTeknologi UV-C yang Aman untuk Perlindungan Masyarakat dari Mikro-organisme.”

Diskusi yang diselenggrakan oleh Signify (Euronext: LIGHT), ini untuk menyikapi semakin banyaknya penggunaan sinar UV-C sebagai salah satu pilihan disinfeksi melawan mikroorganisme yang mengancam kesehatan masyarakat.

“Signify peduli terhadap tingkat pemahaman masyarakat terkait kewaspadaan dan kehati-hatian saat memilih dan menggunakan produk UV-C,” kata Rami Hajjar, Country Leader Signify Indonesia.

Diskusi diharapkan dapat membantu konsumen dan masyarakat luas agar lebih memahami bagaimana memanfaatan sinar UV-C secara efektif untuk membunuh mikroorganisme dan membangun kesadaran terhadap pentingnya memerhatikan aspek keselamatan dalam penggunaannya.

Hermawan menyebutkan, sinar Ultraviolet-C (UV-C) ini berbeda dengan dua jenis sinar ultraviolet yang sudah kita kenal selama ini, yaitu UV-A dan UV-B.

Sinar UV-C tidak seperti UV-A dan UV-B yang bisa dimanfaatkan secara langsung melalui sinar matahari dengan berjemur.

Sinar UV-C tertahan di awan atau lapisan ozon karena sifat gelombangnya pendek (kurang dari 280 nm).

Meski tingkat energinya tinggi tapi rantai (perjalanannya) pendek sehingga tak bisa menembus permukaan bumi.

Oleh karena itu, dalam pemanfaatan sinar UV-C diperlukan rekayasa teknologi.

Dr. Hermawan menyebutkan teknologi UV-C ini sangat diperlukan di area-area publik seperti pusat perbelanjaan, hotel, kantor, sekolah, tempat ibadah, bandara, dan lainnya.

Baca Juga: Teknologi UV-C pada Lampu Signify Lumpuhkan Virus Penyebab Covid-19 dalam Hitungan Detik

Southgate, Apartemen Berkonsep Jepang di Tengah Kota Nan Asri

0

Apartemen di tengah kota yang hijau berkonsep mixed used development dengan  standar Jepang untuk generasi masa depan.

Ranahrumah.com-Gaya hidup modern nan elegan ditawarkan di Southgate Residence, kawasan hunian yang dibangun dalam konsep mixed use development di tengah kota nan asri, tepatnya di TB Simatupang, Jakarta selatan.

Sebuah proyek berlokasi di tengah kota, tepatnya di TB Simatupang, Jakarta Selatan, yang dikembangkan  oleh Sinar Mas Land bersama dengan dua perusahaan Jepang, yaitu Keikyu Corporation dan PT Itochu, ini terdiri dari tiga tower apartemen yang terintegrasi dengan AEON Mall.

Ketiga perusahaan ini membentuk perusahaan joint-venture bernama PT. Keikyu Itomas Indonesia.

Kemewahan hidup ditawarkan pada setiap penghuni apertemen melalui konsep desain yang diusung yaitu “where urban luxury meets green living”.

Gaya hidup modern nan mewah tak hanya dihadirkan melalui desain layout yang sempurna, namun  juga pilihan material kelas atas.

Baca Juga: LRT City Bekasi Eastern Green Hunian Berkonsep TOD, Investasi Properti Berpotensi Positif di Masa Pandemi

Tower Southgate Residence.

Lingkungan hijau nan asri, serta terhubungnya ke banyak fasilitas yang mendukung kehidupan modern adalah jenis kemewahan lain yang dapat dinikmati oleh para penghuni.

Setidaknya inilah yang digambarkan oleh Stevanus Hartono, Division Head Commercial Sinar Mas Land, saat acara peluncuran show unit tower kedua (Prime Tower) Southgate Reside

Greenhouse Di Taman Rumah, Sarana Berkreasi Kegiatan Berkebun

Ranahrumah.com – EKSTERIOR | Greenhouse di taman rumah, sarana berkreasi kegiatan berkebun.

Taman rumah merupakan ruang terbuka yang bermanfaat sebagai sarana beraktivitas di lingkungan yang terdekat bagi penghuninya.

Merawat tanaman, beternak ayam di kandang, memelihara burung di sangkar dan ikan di kolam, serta berbagai bentuk hobi lain dapat dilakukan di taman rumah ini. Salah satu bentuk sarana untuk berkreasi tersebut adalah greenhouse.

Apa Itu Greenhouse?

Greenhouse, glasshouse, atau disebut juga sebagai rumah kaca, merupakan sarana berupa bangunan yang memiliki struktur atap dan dinding yang bersifat tembus cahaya.

Greenhouse diciptakan untuk menumbuhkan tanaman dalam lingkungan yang terkendali. Fungsi penutup atap dan dinding transparan pada greenhouse adalah untuk menangkap cahaya matahari sebanyak-banyaknya.

Baca Juga: Eksplorasi Bata Merah Wujudkan Rumah yang Humble dan Hangat

Haruskah Menggunakan Kaca?

Bangunan dengan atap dan dinding yang tembus cahaya ini tidak selalu dibuat dari kaca, tetapi banyak juga yang menggunakan material lain seperti plastik film (polyethylene/PE, polyvinylchloride/PVC). 

Oleh karena itu penggunaan istilah rumah kaca tidak tepat lagi, sehingga Suhardiyanto (2009) menyebutnya sebagai “rumah tanaman”. 

Bagaimana Cara Kerjanya?

Radiasi matahari pada panjang gelombang kasat mata (visible length) yang masuk pada greenhouse di taman rumah akan digunakan untuk pertumbuhan tanaman melalui proses fotosintensis.

Setiap tanaman pada greenhouse di taman rumah mempunyai kebutuhan cahaya dengan intensitas yang berbeda-beda, sehingga tingkat transparansi material yang digunakan  untuk meloloskan cahaya harus sesuai dengan intensitas radiasi yang dibutuhkan tanaman. 

Selain itu, radiasi matahari yang masuk ke dalam rumah tanman akan terperangkap dan tidak dapat keluar karena struktur greenhouse yang tertutup dan tidak ada pertukaran udara.  Akumulasi radiasi matahari dan sedikitnya pertukaran udara menyebabkan peningkatan suhu udara di dalamnya. Untuk menghindari suhu udara yang berlebihan, perlu diperhatikan bentuk greenhouse dan sistem ventilasinya.

Pada rumah tanaman dengan atap berbentuk lengkung akan menghasilkan masuknya radiasi yang maksimum, sehingga untuk menghindari suhu yang berlebihan diperlukan pengaturan aliran udara panas di dalamnya, baik melalui alat hisap (exhause) atau bukaan jendela pada dinding dan atap.

Baca Juga: Ini Rahasianya agar Adenium Berbunga Banyak

Baca Juga: Pameran FLOII Convex 2022: Lelang 7 Tanaman Langka Mulai Rp 135 Juta, Ini Jenisnya!

Ferry Gunawan, Desainer Lighting yang Hobi Fotografi

0

Ranahrumah.com- PROFIL | Ferry Gunawan. Muda, energik, dan karier yang terus menanjak dimiliki oleh pria yang dikenal sebagai arsitek, desainer interior, dan desainer lighting ini.

Profesi ini disandangnya sesuai dengan latar belakang pendidikan yang dikenyamnya.

Setelah menyelesaikan kuliah S1-nya tahun 1998 di Universitas Tarumanagara  Jakarta, Ferry banyak menimba pengalaman di luar negeri.

Amerika (New York) dan Jerman (Berlin), adalah dua negara yang mencatat sepak terjang Ferry dalam mengaplikasikan ilmunya di bindang desain dan arsitektur selama kurun waktu 10 tahun (1999-2009).

Gelar Master of Arts pun diperoleh Ferry Gunawan di tahun 2009 dari Hochscule Wismar University, Germany.

Mendesain bagi Ferry adalah merupakan proses penggabungan seni dan teknis untuk menghasilkan karya yang bisa digunakan. 

Menurutnya, sebuah karya yang tidak bisa digunakan berarti secara teknis gagal karena, karya itu  hanya akan berupa artwork yang hanya bisa dilihat dan dikagumi tapi tidak mempunyai fungsi yang bermakna.  

Baca Juga: Cara Memilih Pencahayaan yang Tepat, Ciptakan Suasana Berbeda di Setiap Ruang

Baca Juga: Lampu Philips WiZ Ubah Suasana Ruang dalam Sekejap di Rumah Pintar

Prisca Edwards, Sosok di Balik Kesuksesan Crown

0

Selalu berusaha menjadi yang pertama.

Ranahrumah.com-Tidak ada orang yang pernah ingat siapa orang kedua yang mendarat ke bulan.

Inilah yang membuatnya selalu berusaha menjadi yang pertama.

Prisca Edwards. Wanita cantik, ibu seorang anak.

Dengan latar belakang pendidikan di bidang hukum, jebolan dari universitas di Inggris ini pun memulai kariernya sebagai konsultan hukum.

Bercita-cita dari kecil menjadi pengacara.

Hingga suatu saat, di tahun 2008 pertemuan dengan Iwan Sunito, owner dari Crown Group mengubah garis pengabdiannya dalam karya.

Prisca yang saat ini menjabat sebagai Direktur Penjualan Crown Group, bergabung dengan Crown pada 2011, yang menggeluti bidang properti, sungguh merupakan pengalaman baru dan tak mudah bagi Prisca.

Belajar marketing dengan mendalami masalah-masalah pembelian, proses penjualan, dan segala konsekuesinya, dilakukannya tahap demi tahap.

Mengoordinasi agen-agen penjual produk Crown, melengkapi pengetahuannya tentang kompetitor, harga pasar, potensi daerah.

Prisca pun belajar tentang produk Crown dan posisi produk di mata orang lain.

Prisca juga memastikan para agen mau menjual produknya.

Intinya, pengetahuan dasar di properti pun mulai dikuasainya.

Membagi perjalanan kariernya di bisnis properti, Prisca punya beberapa kunci yang bisa jadi inspirasi.

“Relationship building. Itu paling utama,” ujarnya.

Karena menurutnya penjualan suatu produk itu bukan dari iklan, tapi dari cerita mulut ke mulut.

Jadikan Kamar Mandi Area Sanctuary dan Relaksasi

Kemudahan dan kenyamanan personal yang menomorsatukan kesehatan tubuh menjadi tujuan penggunaan teknologi ini.

Ranahrumah.com-Fungsi kamar mandi dewasa ini, bukan hanya sebagai tempat untuk membersihkan diri, tapi juga menjadi sanctuary area di mana penghuninya dapat melakukan relaksasi.

Atas alasan inilah, zaman sekarang banyak orang rela berinvestasi lebih untuk sebuah kamar mandi yang nyaman.

Teknologi memungkinkan pengguna kamar mandi mendapatkan kemudahan dan kenyamanan yang personal.

Kenyamanan yang dirasakan juga meliputi rasa aman karena kesehatannya terjaga, dan kemampuan tetap berhemat dan tak merusak lingkungan.

Baca Juga: Plus Minus 3 Jenis Pemanas Air, Mana Paling Aman dan Hemat?

Menghindari Silau di Dapur, Inilah Pilihan Jenis Lampunya!

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Menghindari silau di dapur menjadi salah satu folus yang perlu dipertahatikan saat mendesain dapur.

Begitu pentingnya pencahyaan di dapur, membuat pertanyaan yang muncul pertama kali ketika membicarakan pencahayaan di ruang yang menjadi jantungnya rumah ini adalah: dari mana kita harus memulai perencanaan tataletak lampu?

Cara yang paling mudah menghindari silau di dapur adalah menggunakan tataletak kitchen set sebagai panduan. Dari situlah kamu bisa menentukan letak serta jumlah general lighting, task lighting, display lighting, dan decorative lighting. Bila meja kerjanya besar, tentu kamu membutuhkan lebih banyak lampu untuk task lighting. Demikian pula bila kitchen set kamu memiliki banyak kabinet, tentunya akan membutuhkan lebih banyak lampu untuk display lighting.

Area yang membutuhkan pencahayaan paling besar adalah meja kerja. Dengan kata lain, area ini haruslah paling terang, karena di meja inilah kamu menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dimasak, seperti memotong daging dan sayuran, atau meracik bumbu.

Baca Juga: Perangkat Dapur Terbaru Miele untuk Kaum Urban Dipakai Nicholas Saputra

3 Jenis Pemanas Air, Mana Paling Aman dan Hemat?

0

Ranahrumah.com – PRODUK | Di pasaran ada 3 jenis pamanas air atau water heater yaitu yang bertenaga listrik, gas, dan tenaga surya.

Benarkah anggapan banyak orang bahwa pemanas air bertenaga surya lebih aman dibanding yang bertenaga listrik yang bisa mengalirkan setrum, atau yang bertenaga gas yang bisa meledak?

Lantas, dari 3 jenis pemanas air ini, mana yang paling hemat biaya operasionalnya?

Dari sisi kapasitas, pemanas air yang memanfaatkan energi surya, unggul, karena mampu menampung air hingga ratusan liter. Tetapi meskipun kapasitasnya tidak sebanyak pemanas surya, dari sisi harga, pemanas air gas masih lebih murah dan populer.

Baca Juga: Jadikan Kamar Mandi Area Sanctuary dan Relaksasi