Wednesday, October 28, 2026
Home Blog Page 45

Debut di CES 2026: TV LG Micro RGB evo Ideal Penuhi Kebutuhan Profesional

Ranahrumah.com – PRODUK [SEOUL] | LG Electronics (LG) siap menampilkan inovasi terbarunya, TV Micro RGB evo, pada ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 yang berlangsung bulan depan di Las Vegas, Amerika Serikat.

TV LG Micro RGB evo menjadi tonggak baru dalam teknologi layar TV dengan,menghadirkan lampu LED RGB berukuran paling kecil yang pernah digunakan pada TV LG, sekaligus merepresentasikan lompatan teknologi dari MiniLED.

Terkiait dengan produk TV canggih, di tahun 2025, LG juga menunjukkan keseriusannya dalam membawa teknologi termutakhir untuk media hiburan dalam ruang dengan menghadirkan seri TV OLED evo dan TV QNET evo.

Kualitas Warna Lebih Hidup

Mengusung teknologi Micro RGB, TV ini memanfaatkan sistem warna aditif Red (merah), Green (hijau), Blue (biru) atau RGB, untuk menghasilkan miliaran warna dengan akurasi tinggi melalui pencampuran intensitas cahaya dari tiga warna primer. Hasilnya adalah kualitas warna yang lebih hidup, kontras yang ditingkatkan, dan tampilan gambar yang lebih jernih. Inilah yang membuat TV LG Micro RGB evo mampu memberikan pengalaman menonton premium, terutama untuk layar TV berukuran ekstra besar.

Sebagai pemenang CES 2026 Innovation Awards, TV LG Micro RGB evo menggabungkan keunggulan teknologi Micro RGB dengan pengalaman LG selama lebih dari 13 tahun dalam pengembangan OLED. Keahlian ini diaplikasikan untuk menghadirkan presisi warna ala OLED ke LED RGB, didukung oleh α (Alpha) 11 AI Processor Gen 3 berbasis Dual AI Engine, yang juga digunakan pada seri teratas di TV LG OLED.

Fitur unggulan seperti Dual Super Upscaling memproses dua jenis peningkatan kualitas AI secara bersamaan, menghasilkan gambar lebih tajam dengan tampilan natural dan harmonis. Kombinasi teknologi Micro RGB dan prosesor AI tercanggih ini memungkinkan hadirnya RGB Primary Color Ultra, sebuah terobosan yang menghadirkan spektrum warna penuh.

Selain itu, TV LG Micro RGB evo juga dilengkapi dengan teknologi Micro Dimming Ultra untuk mengoptimalkan kontras warna. Teknologi ini bekerja dengan mengatur lebih dari seribu zona peredupan dengan presisi tinggi, menampilkan detail sempurna baik pada adegan gelap maupun terang.

Penuhi Kebutuhan Eksplorasi Konten

Selain kualitas gambar, inovasi juga dihadirkan LG melalui pengalaman pengguna yang lebih intuitif melalui webOS, sistem operasi TV yang memenangkan penghargaan, yang dilengkapi fitur Voice ID, AI Picture/Sound Wizard, dan antarmuka personal My Page. Hadir pula fitur AI yang ditingkatkan seperti AI Concierge, AI Chatbot, dan AI Search semakin memudahkan eksplorasi konten.

“Kehadiran produk ini menjadi tonggak penting bagi LG dalam menghadirkan teknologi yang sebelumnya dianggap mustahil di kategori ini. Dengan LG Micro RGB evo, LG mampu meraih fidelitas visual tertinggi pada layar TV,” ujar Park Hyoung-sei, president of the LG Media Entertainment Solution Company. “Inovasi ini sekaligus menciptakan standar baru dalam teknologi panel TV, menghadirkan performa tanpa kompromi bagi pelanggan yang menuntut akurasi warna luar biasa,” imbuhnya.

Baca Juga: Casting Solution untuk TV komersial, Cara Mudah Layanan Entertainment di Smartphone bisa Tampil di Layar TV.

Kantongi Sertifikasi dari Intertek

TV LG Micro RGB evo telah mendapatkan sertifikasi dari Intertek untuk 100% gamut warna dalam standar BT.2020, DCI-P3, dan Adobe RGB. Hal tersebut menjadikan perangkat TV terbaru LG ini ideal untuk kebutuhan profesional seperti pengeditan digital, sinema HDR, dan teknologi layar generasi berikutnya.  

LG Micro RGB evo seri MRGB95 akan tersedia dalam tiga pilihan ukuran: 100 inci, 86 inci, dan 75 inci. Produk ini dapat disaksikan sepanjang penyelenggaraan CES 2026, 6–9 Januari, di booth #15004, Las Vegas Convention Center.

Produk ini dapat disaksikan sepanjang penyelenggaraan CES 2026, 6–9 Januari, di booth #15004, Las Vegas Convention Center.(RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

PropertyGuru Asia Property Awards 2025: Panggung Besar Para Pengembang dan Kota Masa Depan Asia

Ranahrumah.com -PROPERTI | Malam Grand Final PropertyGuru Asia Property Awards ke-20 di Bangkok menandai tonggak penting bagi industri properti Asia. Bertempat di The Athenee Hotel, ajang ini mempertemukan para pengembang, arsitek, dan perancang kota terbaik dari 13 pasar properti Asia Pasifik.

Tahun istimewa ini menghadirkan lebih dari 90 kategori penghargaan “Best in Asia”, mencerminkan spektrum luas pembangunan—dari hunian terjangkau hingga proyek ultra-luxury, dari township berskala kota hingga desain interior yang intim dan berorientasi manusia.

Sehari sebelum malam puncak penghargaan, para pemimpin industri terlebih dahulu bertukar gagasan di PropertyGuru Asia Real Estate Summit 2025, yang membahas kepercayaan pasar, desain, dan masa depan komunitas urban Asia.

Hasil Seleksi Ketat di Tiap Negara

Para finalis yang tampil di Grand Final Asia ini sebelumnya telah melewati seleksi ketat di masing-masing negara, termasuk melalui ajang PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025.

Penghargaan tertinggi Best Developer (Asia) diraih Henderson Land Development Company Limited dari Hong Kong. Proyek kolaboratif mereka, The Legacy – 8 Castle Road, juga meraih pengakuan ganda di kategori pengembangan dan desain, menegaskan sinergi antara visi arsitektur dan nilai investasi.

Malaysia tampil sebagai negara dengan raihan terbanyak, mengoleksi 17 gelar Best in Asia. Proyek-proyeknya menunjukkan konsistensi pada konektivitas, fleksibilitas hunian multigenerasi, serta integrasi keberlanjutan dalam skala township.

Vietnam dan Singapura juga tampil kuat dengan pendekatan yang semakin matang terhadap komunitas, sustainability, dan desain berorientasi masa depan. Sementara itu, Filipina, Thailand, Australia, Jepang, hingga Timur Tengah memperlihatkan keberagaman pendekatan terhadap urban living di konteks masing-masing.

Penghargaan khusus PropertyGuru Icon Award diberikan kepada Supaluck Umpujh dari The Mall Group—sebuah pengakuan atas kontribusinya dalam membentuk lanskap mixed-use dan ritel ikonik di Asia Tenggara.

Pengembang Indonesia peraih PropertyGuru Asia Property Awards 2025. (Foto: Dok. PropertyGuru)

Penghargaan untuk Developer Indonesia

Tahun ini pengembang Indonesia peraih PropertyGuru Awards kembali menunjukkan kekuatan konsep township terpadu dan pengembangan komunitas berkelanjutan. Beberapa proyek bahkan sebelumnya meraih penghargaan seperti Best Township Developer Indonesia 2025, sebelum akhirnya melangkah ke panggung Asia. PengahrPara pemenang PropertyGuru Indoensia Property Awards 2025, ini kemudian melaju dan berkompetisi di tingkat Asia Pasifik.

Indonesia dengan 15 penghargaan, menegaskan posisi penting pengembang nasional di panggung Asia. Konsep live–work–play menjadi benang merah, dengan Paramount Land, Sinar Mas Land, hingga PT Putragaya Wahana melalui superblock Thamrin Nine, yang dinobatkan sebagai Best Commercial Developer (Asia). Proyek-proyek pemenang dari Mandiri Land, Masgroup, Summarecon Group, dan Triniti Land menetapkan standar tinggi untuk hunian terjangkau, menengah, premium, dan ramah lingkungan, serta sektor hospitality. Hal ini menunjukkan bagaimana pembangunan terpadu menjadi standar baru kota besar Indonesia.

Aset Jangka Panjang Properti

Menurut Jules Kay, edisi ke-20 ini mencerminkan resiliensi industri properti Asia dalam menghadapi siklus ekonomi global. Para pemenang dinilai berhasil menciptakan aset jangka panjang yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga relevan secara sosial dan lingkungan.

Ketua juri Grand Final, Thien Duong, menambahkan bahwa proyek-proyek pemenang menunjukkan pergeseran menuju experiential living, integrasi wellness, dan desain yang future-proof—mulai dari skala komunitas hingga bangunan ikonik kota.

Dua puluh tahun PropertyGuru Asia Property Awards membuktikan bahwa masa depan kota Asia tidak dibangun oleh satu pendekatan tunggal, melainkan oleh keberanian berinovasi, sensitivitas terhadap manusia, dan komitmen terhadap keberlanjutan. (RR)

Cek berita dari dunia properti lainnya, gaya hidup, dan inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

ARES 2025: Ketika Marketplace Tepercaya Menjadi Fondasi Kota dan Komunitas Masa Depan Asia

Ranahrumah.com – PROPERTI | Edisi ke-11 PropertyGuru Asia Real Estate Summit (ARES) 2025 menjadi pembuka penting rangkaian PropertyGuru Week 2025 di Bangkok. Lebih dari 400 delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik berkumpul untuk mendiskusikan masa depan properti, teknologi, dan desain dalam tema besar “Trusted Marketplaces and Thriving Communities.”

Rangkaian diskusi di ARES 2025 ini menjadi pembuka menuju berbagai agenda penting PropertyGuru Week, termasuk PropertyGuru Indonesia Property Awards 2025, yang sebelumnya telah menyoroti pencapaian para pengembang nasional di tingkat nasional.

Jules Kay, General Manager PropertyGuru Asia Property Awards and Events, menyampaikan: “ARES menjadi ruang kolaborasi di mana teknologi dan desain bersatu—mendorong keuangan berkelanjutan, pemanfaatan data yang human-centric, serta kebijakan yang melahirkan inovasi berdampak.”

Summit ini juga menjadi pembuka menuju malam puncak PropertyGuru Asia Property Awards 2025 yang merayakan pengembang, proyek, dan desain terbaik dari seluruh Asia Pasifik.

Ajang Temu Industri dan Ruang Refleksi

Diselenggarakan di The Athenee Hotel, Bangkok, ARES dikenal sebagai platform thought leadership PropertyGuru Group—bukan sekadar ajang temu industri, tetapi ruang refleksi tentang bagaimana sektor properti berperan membentuk kualitas hidup urban.

Mengangkat tema tahun ini “Trusted Marketplaces and Thriving Communities”, ARES 2025 berhasil menarik lebih dari 400 delegasi yang antusias berdiskusi mengenai isu-isu di persimpangan antara properti, teknologi, dan desain.

Banyak pengembang yang hadir di Bangkok tahun ini juga merupakan para pemenang PropertyGuru Indoensia Property Awards 2025, yang kemudian melaju dan berkompetisi di tingkat Asia Pasifik.

Tantangan Global Properti

Diskusi dibuka dengan paparan makro dari Syetarn Hansakul (The Economist Intelligence Corporate Network), yang mengulas tantangan global sekaligus prospek Asia menuju 2026. Perspektif ini menjadi fondasi diskusi sepanjang hari, mulai dari desain, hospitality, hingga kebijakan publik.

Isu kekuatan desain dalam membentuk identitas tempat diangkat dalam sesi Design Spotlight oleh Simon Mitchell dari Sybarite Architects. Ia menyoroti bagaimana proyek berskala besar seperti SKP Wuhan mampu menciptakan pengalaman ruang yang relevan secara sosial dan ekonomi.

Sektor hospitality dan branded residences pun mendapat perhatian khusus. Panel “The Brand Premium” membahas bagaimana kolaborasi antara pengembang dan brand global kini bukan lagi soal gengsi, melainkan strategi nilai jangka panjang yang berdampak langsung pada persepsi pasar.

Selama bertahun-tahun, PropertyGuru dikenal sebagai salah satu penghargaan properti paling kredibel di Indonesia, sekaligus referensi penting bagi konsumen dan pelaku industri.

Kepercayaan & Marketplace

Di tengah percepatan teknologi, perhatian besar juga diarahkan pada keamanan data dan kecerdasan buatan. Duncan James Simpson, founder CyberAI, mengingatkan bahwa kepercayaan digital akan menjadi mata uang baru di marketplace properti berbasis AI.

Sesi-sesi selanjutnya menyoroti isu yang semakin dekat dengan konteks Asia, termasuk equity dalam kepemilikan properti, peran wellness dalam pengembangan komunitas, hingga ketahanan kota di era ekonomi digital. Perwakilan UN-Habitat, praktisi regional, hingga investor lintas sektor berbagi sudut pandang tentang bagaimana kota dapat tumbuh tanpa meninggalkan inklusivitas.

Puncak Summit ditutup dengan keynote inspiratif dari peraih dua medali emas Olimpiade, Panipak “Tennis” Wongpattanakit. Ia mengaitkan ketahanan personal, disiplin, dan komunitas—nilai yang relevan bukan hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam pembangunan kota.

Dalam pernyataannya, Jules Kay, General Manager PropertyGuru Asia Property Awards and Events, menegaskan bahwa peran PropertyGuru melampaui sekadar platform listing. Tujuan utamanya adalah mengurangi ketidakpastian dan membangun kepercayaan agar keputusan properti menjadi lebih berkualitas, sekaligus mendorong komunitas yang berkembang secara sehat.

ARES 2025 kembali menegaskan bahwa masa depan properti Asia tidak hanya ditentukan oleh skala proyek, tetapi oleh kepercayaan, kolaborasi lintas disiplin, dan keberanian untuk merancang kota yang lebih manusiawi. (RR)

Cek berita dari dunia properti lainnya, gaya hidup, dan inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

AQUOS sense10 dan R10, Evolusi Smartphone Sharp untuk Gaya Hidup Masa Kini

Ranahrumah.com – PRODUK | Smartphone yang Lebih Mengerti Cara Kita Berkomunikasi.

Sharp Indonesia memulai pendekatan desain produk smartphone-nya dari kebiasaan sehari-hari pengguna. Salah satu kebutuhan paling mendasar adalah komunikasi yang jelas, kapan pun dan di mana pun. AQUOS sense10 dan R10 dibekali teknologi Noise Reduction yang mampu memisahkan suara manusia dari kebisingan sekitar secara otomatis.

Hasilnya, percakapan tetap terdengar jelas meski dilakukan di jalan raya, transportasi umum, atau area terbuka—fitur yang jarang menjadi fokus di smartphone sekelasnya.

Didukung AI Phone Assistant, perangkat ini juga mampu menjawab panggilan otomatis, menyalin percakapan menjadi teks, hingga menyaring panggilan mencurigakan. Sebuah perlindungan tambahan yang relevan di tengah meningkatnya aktivitas digital dan risiko penipuan.

Sebelum dua smartphone ini, Sharp Indonesia telah meluncurkan Sharp AQUOS R9 pro dan AQUOS sense9 yang menjadi pendahulu terobosan baru smartphone photography.

Smartphone Sharp AQUOS R10, smartphone pintar yang tahan untuk aktivitas sehari-hari. (Fpto: IST Dok. Sharp Indonesia)

Kamera Andal untuk Momen Personal hingga Konten Kreatif

Untuk kebutuhan visual, Sharp membekali kedua smartphone ini dengan kamera beresolusi tinggi yang mengutamakan akurasi warna dan detail. Kamera utama 50,3 megapiksel dengan sensor besar dan mesin gambar ProPix menghasilkan foto yang tajam dan natural, bahkan dalam kondisi cahaya minim.

Fitur Auto Macro memudahkan pengambilan detail kecil tanpa pengaturan rumit, sementara kecerdasan buatan secara otomatis menyesuaikan pencahayaan agar hasil foto tetap optimal di berbagai kondisi cahaya khas Indonesia.

Pada smartphone Sharp AQUOS R10, kemampuan fotografi ditingkatkan melalui sistem kamera dengan teknologi Leica yang menjadikannya ideal untuk pengguna profesional dan content creator.

Layar Jernih yang Nyaman Digunakan Seharian

Pengalaman visual menjadi salah satu kekuatan utama Sharp. Layar IGZO OLED khas Sharp menghadirkan tampilan yang tajam, cerah, dan halus saat digunakan untuk scrolling, menonton, maupun bermain gim.

Refresh rate adaptif hingga 240Hz memberikan respons cepat tanpa mengorbankan efisiensi daya. Layar tetap nyaman digunakan di bawah sinar matahari, sekaligus ramah untuk penggunaan jangka panjang.

AQUOS sense10, smartphone Sharp yang siap menemani gaya hidup digital. (Foto: IST Dok. Sharp Indonesia)

Performa Stabil dan Baterai untuk Aktivitas Panjang

Alih-alih mengejar spesifikasi ekstrem, Sharp menekankan pada stabilitas performa. Baik AQUOS sense10 maupun R10 dirancang untuk multitasking lancar, konsumsi media, hingga pekerjaan mobile tanpa hambatan.

Dukungan baterai berkapasitas besar dengan teknologi pengisian cerdas membantu menjaga performa dan usia baterai, memungkinkan penggunaan hingga dua hari untuk aktivitas normal—sebuah nilai penting bagi pengguna aktif.

Tangguh, Aman, dan Tetap Elegan

Ketahanan menjadi karakter kuat yang membedakan lini AQUOS. Sertifikasi tahan air, debu, serta standar militer menjadikan smartphone ini siap menghadapi berbagai kondisi, dari rutinitas urban hingga aktivitas luar ruang.

Semua fitur tersebut dibalut dalam desain aluminium matte hasil kolaborasi dengan Miyake Design, menghadirkan estetika Jepang yang minimalis, ringan, dan berkelas. Pilihan warna yang tenang dan modern merepresentasikan gaya hidup pengguna masa kini.

Sebagai kelengkapan referensi produk smartphone Sharp, ranahrumah pernah mengulas tulisan yang membandingkan 3 smartphone Sharp yang handal untuk fotography dan videography.

Sebelum ini, Sharp Indonesia juga punya pilihan AQUOS sense8 bagi kaum muda produktif penyuka traveling,

Smartphone dengan Nilai Jangka Panjang

Melalui AQUOS sense10 dan AQUOS R10, Sharp menegaskan fokusnya pada pengalaman penggunaan yang konsisten, aman, dan bernilai jangka panjang. Bukan sekadar perangkat canggih, tetapi smartphone yang relevan dengan cara hidup, bekerja, dan berkreasi di era digital. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

3 Material Non-Kayu Populer Bebas Rayap: Keunggulan dan Harganya

Ranahrumah.com – PRODUK [MATERIAL] | Ada beragam material yang dapat digunakan untuk melindungi hunian dari cuaca buruk, seperti material PVC (Poly Vinyl Chloride), uPVC (Unplasticied Ply Vinyl Chloride), dan aluminium. Ketiga bahan ini merupakan material non-kayu yang dapat melindungi hunian dari risiko lapuk, rayap, dan karat.

Selain digunakan untuk pelapis dinding dan plafon, material non-kayu ini menjadi material alternatif untuk pintu yang harganya terjangkau.

Bingung membedakan bahan-bahan ini? Berikut penjelasan lebih detail.

Material PVC digunakan sebagai plafon. Pilihan motif kayu dari yang warna muda hingga gelap.

1. PVC: Banyak Pilihan Warna dan Motif

PVC adalah bahan sejenis plastik yang cukup kuat. Daya tahannya terhadap air menjadikannya cukup diandalkan untuk penggunaan di area basah, seperti kamar mandi. Rupanya, jangankan kamar mandi, PVC juga dapat digunakan sebagai material area luar, seperti bahan kusen pintu atau jendela. Namun, bobotnya yang ringan, yakni hanya 13,5kg, membuat masyarakat ragu untuk menggunakan material ini untuk area lain. Mereka menilai bobot tersebut dianggap kurang kuat dan kurang cocok bila digunakan untuk area depan rumah yang perlu pengamanan ekstra.

Meski demikian, PVC tetap dicari karena memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh material kayu, seperti memiliki motif dan warna yang beragam, mudah dibersihkan, anti-bocor, anti-rayap, dan anti-rayap, serta ekonomis.

Penyedia pintu PVC di pasaran sudah menyertakan handel, engsel, screw ,dan door frame-nya. Jadi tinggal ditambah biaya pengiriman dan tinggal pasang. Ukuran standar PVC yang dijual di pasaran adalah tebal 10cm, lebar 80cm, tinggi 200cm. Harga ukuran standar tersebut berkisar antara Rp155.000 ribu—Rp300.000.

Baca Juga: Memoles Plafon dengan Material Multipleks dan Gipsum

Kusen pintu kaca dari material uPVC, anti karat dan rayap.

2. uPVC Lebih Kuat dari PVC

Sebagian orang mungkin masih bingung membedakan bahan PVC dengan uPVC (Unplasticied Ply Vinyl Chloride). Ken Yaputra, pemilik PT Prosper Rekanda, produsen kusen berbahan uPVC bermerek Pivisi, mengungkapkan uPVC adalah  Polyvinyl Chloride (PVC) yang diperkuat dengan proses yang dinamakan “UnPlasticied” sehingga bahannya menjadi lebih kuat/ rigid daripada PVC biasa.

Profil uPVC berongga, berlapis, dan dilengkapi dengan karet pada pertemuan antara kusen dan daun jendela. Rongga dan karet ini membuat bahan uPVC memiliki beberapa keunggulan, yakni kedap suara dan anti-bocor. Selain itu, sistem lapisan yang terdapat dirangka kusen membuat bahan ini dapat meredam panas dan dingin yang berasal dari luar ruangan.

Bila dibandingkan dengan kayu, uPVC memiliki beberapa kelebihan, di antaranya bahannya fleksibel sehingga memberi keleluasaan bagi penggunanya dalam merancang jendela dan pintu sesuai selera, tersedia dalam berbagai macam jenis bukaan, seperti model ungkit, swing, sliding, atau pun lipat. Selain itu, satu macam frame pada uPVC dapat mengakomodasi berbagai macam ukuran kaca yang menjadi daun jendelanya.

Kekurangan uPVC hanya di masalah pemasangan. Tidak semua tukang mampu memasang uPVC dengan tepat. Biasanya pemasangannya dilakukan oleh penyedia atau penjual uPVC. Kalupun konsumen mau pasang sendiri, maka biasanya produsen mengirim tenaga supervisi. Harga uPVC berkisarRp1,2 jutaan/m2.

Baca Juga: 5 Langkah Memilih Material untuk Menciptakan Nuansa Ruang

Pintu aluminium untuk rumah modern.

3. Aluminium: Dilengkapi Anti-UV

Material non-kayu lain yang dapat melindungi hunian dari hujan adalah kusen aluminium. Namun, jangan asal memilih kusen aluminium. Bila salah memilih dan mendapatkan aluminium kualitas rendah, maka jangan heran bila kusen aluminium akan mengalami banyak masalah, seperti berkarat, penyok, dan membuat bising. Kualitas yang baik akan sangat berpengaruh dengan umur pakai. 

Menurut Anung Wiratmo, Sales Support Manager PT YKK AP Indonesia, kusen aluminium memiliki beberapa kelebihan, yakni tahan keropos dan tidak mungkin dimakan rayap. Selain itu, tidak mengalami muai-susut atau perubahan bentuk, seperti melengkung, akibat perubahan cuaca. Desain dan ukurannya pun dapat dibuat sesuai pesanan. Perawatannya mudah, cukup dilap dengan kain lembap, dan harganya ekonomis.

Meski demikian, kusen aluminium memiliki beberapa kekurangan, yakni bentuknya terbatas, hanya dapat diaplikasikan pada bentuk kusen minimalis, modern, dan klasik Eropa. Tetapi, jika konsep rumah, modern, maka kelemahan ini tak lagi penting. Di pasaran, produk aluminium ini terdiri dari 2 jenis, yaitu kusen aluminium untuk eksterior dan interior. Perbedaan keduanya hanya pada lapisan anti-UV atau Ultra Violet.

Kusen eksterior dilengkapi dengan lapisan anti-UV, sehingga jika kusen interior ditempatkan di eksterior, maka kusen akan cepat rusak dan memungkinkan terjadinya karat dan warna cepat pudar. Harga pintu kusen aluminium sangat tergantung dengan ukuran dan aksesori tambahan yang ada di kusen.(RR)

Baca Juga: 3 Pilihan Kayu untuk Menciptakan Kesan Rastik

Cek berita dari industri, inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Material Konstruksi Berkelanjutan untuk Kota yang Lebih Tangguh

Ranahrumah.com – INSIGHT | Material sebagai Fondasi Konstruksi Berkelanjutan.

Konstruksi berkelanjutan menempatkan efisiensi sumber daya, pengurangan emisi, dan daya tahan bangunan sebagai prioritas utama. Dalam praktiknya, prinsip ini sangat bergantung pada material yang digunakan—mulai dari proses produksinya hingga performa jangka panjang di lapangan.

Material konstruksi yang dirancang secara berkelanjutan tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga membantu mengurangi dampak lingkungan, baik melalui emisi karbon yang lebih rendah, efisiensi energi, maupun kontribusinya terhadap pengelolaan air hujan.

Inovasi Industri Material dalam Menekan Emisi

Industri semen dan beton memiliki tantangan besar dalam menekan emisi karbon. Namun, berbagai inovasi teknologi menunjukkan bahwa transformasi menuju praktik yang lebih hijau memungkinkan untuk dilakukan.

Penerapan teknologi seperti Waste Heat Recovery System (WHRS) memungkinkan panas buang dari proses produksi dimanfaatkan kembali sebagai energi. Selain itu, penggunaan material alternatif seperti fly ash, trass, dan slag membantu menurunkan faktor klinker, yang selama ini menjadi sumber emisi terbesar dalam produksi semen.

Langkah-langkah ini menjadi bagian penting dari transisi menuju konstruksi rendah karbon.

Material untuk Ketahanan Bangunan dan Lingkungan

Di tingkat aplikasi, material konstruksi berkelanjutan hadir dalam berbagai fungsi yang menjawab kebutuhan kota modern:

  • Semen hidrolis dan semen rendah emisi untuk mendukung efisiensi struktur dan durabilitas bangunan
  • Beton berpori yang memungkinkan air hujan meresap kembali ke tanah, membantu mengurangi limpasan dan genangan
  • Material dengan teknologi water repellent yang melindungi bangunan dari penetrasi air dan meningkatkan umur pakai struktur

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi material tidak berdiri sendiri, melainkan saling melengkapi dalam satu ekosistem konstruksi berkelanjutan.

Semen Merah Putih dan Pendekatan Material Hijau

Dalam konteks inilah, Semen Merah Putih menghadirkan portofolio material yang dirancang untuk menjawab tantangan konstruksi masa kini. Pendekatan keberlanjutan diterapkan secara menyeluruh—dari proses produksi hingga pengembangan produk yang mendukung infrastruktur hijau.

Beberapa produk material ramah lingkungan yang mendukung infrastrukur hijau antara lain adalah:

Produk-produk ini telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GLI), menandakan komitmen terhadap standar lingkungan yang ketat.

Kolaborasi dan Masa Depan Konstruksi Berkelanjutan

Konstruksi berkelanjutan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Diperlukan kolaborasi antara industri, pemerintah, dan masyarakat untuk mendorong adopsi material ramah lingkungan secara lebih luas.

Regulasi pemerintah, inovasi industri, dan kesadaran publik menjadi tiga pilar penting dalam menciptakan kota yang lebih tangguh. Material konstruksi berkelanjutan menjadi penghubung antara kebijakan dan praktik nyata di lapangan.

Menuju Kota yang Lebih Tahan Iklim

Di tengah tantangan banjir perkotaan, cuaca ekstrem, dan tekanan lingkungan, kota membutuhkan solusi yang menyeluruh. Material konstruksi berkelanjutan bukan hanya soal membangun hari ini, tetapi tentang memastikan kota tetap layak huni di masa depan.

Dengan memilih material yang tepat, konstruksi dapat menjadi bagian dari solusi—bukan sumber masalah—dalam upaya membangun kota yang lebih hijau dan berkelanjutan. (RR)

Cek berita keberlanjutan, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. 

Material Ramah Lingkungan dan Perannya dalam Infrastruktur Hijau Kota

Ranahrumah.com – INSIGHT | Selama ini, pembangunan kota cenderung mengutamakan kekuatan struktural dan efisiensi ruang, sering kali tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan. Permukaan kedap air semakin luas, sementara kemampuan tanah untuk menyerap air hujan terus menurun. Akibatnya, banjir menjadi persoalan yang terus berulang setiap musim hujan.

Pendekatan infrastruktur hijau dalam pengelolaan banjir perkotaan menjadi semakin penting untuk menjawab tantangan ini. Utamanya, ketika kota-kota mulai mencari solusi yang tidak hanya mengalirkan air hujan, tetapi juga mengembalikannya ke dalam tanah. Prinsipnya sederhana: pembangunan harus bekerja selaras dengan sistem alam, termasuk dalam pengelolaan air hujan. Namun, pendekatan ini tidak akan berjalan tanpa dukungan material konstruksi yang tepat.

Material sebagai Fondasi Infrastruktur Hijau

Material bangunan memainkan peran krusial. Peran yang menentukan apakah sebuah kawasan mendukung atau justru menghambat prinsip infrastruktur hijau. Material ramah lingkungan tidak hanya dinilai dari emisi karbonnya, tetapi juga dari kontribusinya terhadap efisiensi energi, konservasi air, dan keberlanjutan jangka panjang.

Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan adalah penggunaan beton berpori sebagai solusi resapan air untuk mengurangi banjir perkotaan. Material ini memungkinkan air hujan meresap langsung ke tanah dan mengurangi limpasan permukaan. Di sisi lain, penggunaan semen rendah emisi dan optimalisasi proses produksi, juga menjadi bagian penting dari ekosistem konstruksi berkelanjutan.

Konstruksi Berkelanjutan dan Peran Industri Material

Dalam konteks inilah, industri material memiliki peran strategis. ranahrumah sebelumnya pernah mengulas bagaimana Semen Merah Putih memperkuat komitmennya terhadap konstruksi berkelanjutan. Industri material ini menghadirkan material ramah lingkungan untuk mendukung konstruksi berkelanjutan, termasuk melalui inovasi proses produksi dan pengembangan semen rendah emisi.

Melalui penerapan teknologi seperti Waste Heat Recovery System (WHRS), optimalisasi bahan baku alternatif, hingga pengembangan produk Green Cement bersertifikasi Green Label Indonesia (GLI), industri material berkontribusi menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi sumber daya.

Produk-produk seperti semen rendah emisi, beton berpori, hingga material dengan teknologi water repellent menunjukkan bahwa inovasi material tidak hanya berdampak pada bangunan, tetapi juga pada ketahanan kota terhadap perubahan iklim dan risiko banjir.

Dalam konteks pengelolaan air hujan, inovasi seperti beton berpori ramah lingkungan untuk mengurangi genangan dan banjir menunjukkan bagaimana material konstruksi dapat berkontribusi langsung pada infrastruktur hijau kota.

Kolaborasi untuk Infrastruktur Hijau yang Lebih Kuat

Pengembangan infrastruktur hijau tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan berbagai pemangku kepentingan. Regulasi seperti Permen PUPR No. 9 Tahun 2021 tentang Konstruksi Berkelanjutan menjadi landasan penting, namun implementasinya membutuhkan dukungan nyata dari industri.

Dalam artikel lain, ranahrumah juga menyoroti kolaborasi lintas negara dalam pengembangan teknologi beton berpori sebagai bagian dari solusi banjir perkotaan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya membangun kota yang lebih hijau memerlukan ekosistem yang saling terhubung—dari inovasi material, teknologi konstruksi, hingga kebijakan publik.

Menuju Kota yang Lebih Tangguh

Masalah banjir perkotaan tidak akan selesai dengan satu solusi tunggal. Namun, dengan menggabungkan pendekatan infrastruktur hijau dan penggunaan material ramah lingkungan, kota memiliki peluang lebih besar untuk menjadi tangguh dan berkelanjutan.

Material hijau bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting dalam membangun kota masa depan. Kota yang tidak hanya kuat secara struktur, tetapi juga adaptif terhadap alam. (RR)

Baca Juga: Air hujan Layak Dikunsumsi, Benarkan?

Cek berita keberlanjutan, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. 

Banjir Perkotaan dan Masa Depan Infrastruktur Hijau Kota

Ranahrumah.com – INSIGHT | Kota yang Kehilangan Daya Serap.  Pertumbuhan kawasan perkotaan yang pesat sering kali mengorbankan fungsi alami tanah. Jalan, trotoar, dan area publik yang tertutup permukaan kedap air membuat air hujan langsung mengalir ke saluran drainase. Ketika kapasitas saluran tidak memadai, genangan dan banjir pun sulit dihindari.

Banjir masih menjadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Kondisi ini menandakan perlunya perubahan cara pandang, dari sekadar mengalirkan air secepat mungkin, menjadi mengelola air hujan secara lebih cerdas.

Baca Juga: Tantangan Tren Urban Arsitektur Hunian dan Arsitektur

Infrastruktur Hijau sebagai Pendekatan Kota

Infrastruktur hijau menawarkan pendekatan yang mengintegrasikan pembangunan dengan sistem alami. Prinsip utamanya adalah memberi ruang bagi air hujan untuk tertahan dan meresap kembali ke tanah. Pendekatan ini dapat diwujudkan melalui ruang terbuka hijau, sumur resapan, hingga pemilihan material yang mendukung infiltrasi air.

Material menjadi elemen penting karena berperan langsung sebagai lapisan pertama yang bersentuhan dengan air hujan di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Quadrop: Beton ReadyMix Berpori Ramah Lingkungan yang Mengurangi Genangan dan Risiko Banjir

Baca Juga: Mengenal FlexiPlus Semen Hidraulis untuk Konstruksi Hijau

Beton Berpori dalam Pengelolaan Air Hujan

Salah satu material yang mulai dilirik dalam konteks infrastruktur hijau adalah beton berpori. Berbeda dengan beton konvensional, material ini memiliki struktur berongga yang memungkinkan air hujan menembus permukaannya dan mengalir ke lapisan tanah di bawahnya.

Penggunaan beton berpori telah diterapkan di berbagai negara untuk trotoar, area parkir, dan fasilitas publik. Dalam konteks kota-kota di Indonesia yang menghadapi curah hujan tinggi, material ini berpotensi membantu mengurangi limpasan air permukaan sekaligus mendukung konservasi air tanah.

Baca Juga: 3 Proyek Kolaborasi SCG Menuju Green Growth Ekonomi Hijau Berkelanjutan

Kolaborasi sebagai Contoh Praktik

Upaya penerapan beton berpori di Indonesia mulai dilakukan melalui berbagai bentuk kolaborasi lintas sektor. Salah satunya adalah kerja sama antara SCG melalui PT Kokoh Inti Arebama Tbk. dengan Hokkaido Poracon Co., Ltd. dari Jepang, yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).

Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan dan penerapan teknologi beton berpori untuk menciptakan area resapan air hujan di kawasan perkotaan, sekaligus memperkuat pertukaran keahlian teknis agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kondisi lokal.

Inovasi ramah lingkungan yang dihadirkan berupa:

1. Promosi Proyek Sumur Resapan Beton Berpori
Kolaborasi ini akan mempromosikan proyek-proyek instalasi sumur resapan menggunakan beton berpori, dimulai di wilayah Jakarta.

2. Ekspansi Keahlian dan Konsultasi Teknis
Melalui proyek percontohan di beberapa kota besar di Indonesia, kedua perusahaan akan memberikan konsultasi terkait pengendalian aliran air hujan sekaligus mengembangkan keahlian canggih dalam produksi dan pemasangan beton poros.

Menuju Kota yang Lebih Adaptif

Beton berpori bukan solusi tunggal untuk mengatasi banjir perkotaan. Namun, sebagai bagian dari infrastruktur hijau, material ini dapat berkontribusi signifikan jika diterapkan secara terintegrasi dengan perencanaan kota yang berkelanjutan.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan urbanisasi, masa depan kota-kota di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kemampuannya beradaptasi. Infrastruktur hijau menjadi salah satu fondasi penting untuk membangun kota yang lebih tangguh, aman, dan layak huni.(RR)

Baca Juga: Merawat Bumi Lewat Aksi Konsisten Anak Muda

Cek berita keberlanjutan, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom.