Saturday, October 24, 2026
Home Blog Page 12

Mengenal Smart Lighting & Lighting Control: Saat Cahaya Mengikuti Kehidupan di Rumah

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Menerangi rumah saat malam hari adalah fungsi paling dasar dari lampu. Namun, kehidupan di dalam rumah tidak pernah berjalan dengan satu pola yang sama. Pagi hari dimulai dengan aktivitas. Siang hari mungkin diisi dengan bekerja atau belajar. Sore menjadi waktu berkumpul, sementara malam perlahan membawa penghuni rumah menuju waktu beristirahat.

Lalu, mengapa cahaya di rumah harus selalu menyala dengan intensitas dan cara yang sama?

Di sinilah teknologi smart lighting dan lighting control mulai memiliki peran yang lebih luas. Bukan hanya membuat lampu dapat dinyalakan melalui ponsel, tetapi membantu mengatur kapan lampu menyala, seberapa terang cahayanya, area mana yang perlu diterangi, dan bagaimana cahaya merespons aktivitas penghuni rumah.

Dengan kata lain, pencahayaan tidak lagi hanya soal lampu yang menyala atau mati.

Cahaya Rumah yang Mengikuti Aktivitas Penghuninya

Bayangkan sebuah rumah pada malam hari. Di ruang keluarga, satu anggota keluarga sedang menonton televisi. Di dapur, seseorang masih menyiapkan minuman. Sementara itu, penghuni lain sudah tidur di kamar.

Tanpa lighting control, seluruh rumah mungkin masih menggunakan pola yang sama: lampu dinyalakan secara manual dan dibiarkan menyala sampai seseorang teringat untuk mematikannya.

Padahal, tidak semua ruang membutuhkan cahaya dengan intensitas yang sama. Lampu ruang keluarga dapat dibuat lebih redup saat menonton film. Lampu di area tangga atau koridor dapat menyala otomatis ketika seseorang melewatinya. Lampu teras dapat mengikuti jadwal tertentu. Sementara area yang tidak digunakan tidak perlu terus-menerus diterangi.

Inilah salah satu perubahan penting dalam cara kita memandang pencahayaan rumah. Cahaya tidak lagi hanya berfungsi untuk menerangi ruang, tetapi dapat menyesuaikan diri dengan cara ruang tersebut digunakan.

Baca Juga: Cara Memilih Pencahayaan yang Tepat, Ciptakan Suasana Berbeda di Setiap Ruang

Selanjutnya: Lighting Control, Mengatur Lebih dari Sekadar Cahaya (halaman 2)

Abu Vulkanik: Jangan Remehkan Efek Buruknya

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Fenomena alam dahsyat yang sedang terjadi di negara tercinta ini rupanya tidak cuma mendatangkan kerugian besar dan kesedihan mendalam, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat.

Saat gunung api bererupsi, ada partikel halus batuan vulkanik yang keluar berbentuk abu dengan diameter kurang dari 2 mikrometer. Abu yang dikenal dengan sebutan wedhus gembel tidak larut dalam air. Konsentrasi ini berbeda-beda setiap gunung api, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin.

Abu vulkanik memiliki kandungan mineral yang sangat baik untuk menyuburkan tanah dan menjadi media penjernih air yang jauh lebih baik dari pasir biasa. Selain itu, pasir vulkanik juga bisa digunakan sebagai bahan beton karena pola partikel bersudutnya membuat ikatan pasir dan semen lebih kuat. Namun di samping kelebihannya, rupanya abu vulkanik adalah material yang sangat berbahaya bagi tubuh dan lingkungan.

Baca Juga: Kasus Autoimun Meningkat: Tantangan Baru di Era Kesehatan Modern

Efek Negatif Bagi Tubuh

Menurut yang tertulis di situs Web The International Volcanic Health Hazard Network, organisasi di Durham University, Inggris, yang melakukan penelitian mengenai efek gunung berapi bagi kesehatan, abu vulkanik menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pernapasan, penyakit mata, dan iritasi kulit.

Partikel abu vulkanik berukuran sangat kecil, sehingga mudah masuk ke dalam paru-paru saat kita bernapas. Dalam jumlah banyak, kita akan sulit bernapas. Masalah gangguan pernapasan yang bisa terjadi antara lain iritasi hidung dan tenggorokan, bronkitis akut, dan asma.

Jika telah masuk ke dalam saluran tenggorokan, abu ini bisa merusak paru-paru. Sumber dari Sub Bidang Pengamatan Gunung Api (PVMBG), mengatakan bahwa abu vulkanik mengandung Silika (SiO) sebagai bahan pembuat kaca yang bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan.

Penderita penyakit paru-paru kronis sangat rentan terhadap abu vulkanik karena saat partikel abu yang sangat halus masuk ke dalam tubuh, akan terjadi kontraksi yang mempersulit pernapasan. Hal ini akan menyebabkan batuk dan sesak napas, terutama pada penderita asma dan anak-anak.

Selain itu, butiran abu yang tajam bisa merusak kornea mata dan menyebabkan iritasi mata dengan tanda-tanda seperti mata perih, gatal, merah, mengeluarkan air mata, lengket, kantong mata bengkak, mata menjadi sensitif terhadap cahaya, dan kornea lecet atau tergores.

Bagi sebagian orang dengan kulit sensitif, abu vulkanik bisa menyebabkan iritasi kulit akibat zat asam yang diciptakan. Akibatnya, kulit bisa memerah dan timbul infeksi karena biasanya kita menggaruknya.

Baca Juga: Lima Cara Menjaga Kesehatan Kasur agar Bebas Kuman

Tidak cuma manusia, abu vulkanik juga berbahaya bagi makhluk hidup lain. Abu yang berukuran sangat kecil bisa menghambat proses respirasi tanaman dan hewan.

Efek Negatif bagi Lingkungan

Abu vulkanik bisa membahayakan sarana transportasi. Bagi orang yang mengendarai di jalanan yang dipenuhi abu vulkanik, jarak pandang akan berkurang sehingga menjadi rawan kecelakaan. Jalanan yang ditutupi abu juga akan menjadi sangat licin, terutama saat abu basah terkena air hujan.

Air bersih yang tidak tertutup dapat terkontaminasi abu vulkanik. Selain itu, saluran air rawan tersumbat dan peralatan rawan rusak. Efek luasnya, sistem sanitasi lingkungan menjadi rawan tercemar.

Bagi peralatan elektronik seperti televisi dan komputer, abu vulkanik bisa menyebabkan kerusakan. Abu basah memiliki sifat konduktif, sehingga saat peralatan yang mengandung listrik dibersihkan, tidak boleh dalam keadaan menyambung pada aliran listrik.

Menurut beberapa sumber, abu vulkanik juga menimbulkan berbagai ancaman bagi penerbangan pesawat. Abu yang masuk ke dalam mesin akan menurunkan kinerja mesin dan menyebabkan gagal mesin yang berbahaya. Elemennya yang tajam akan mengabrasi komponen luar pesawat dan mengontaminasi interior pesawat.

Baca Juga: Skinification Merambah Oral Care: Saatnya Rawat Gini Layaknya Merawat Kulit

Cara Menghindari Paparan Abu Vulkanik

Berikut cara menghindari paparan abu vulkanik.

  • Hindari berkendaraan baik darat maupun udara saat udara diselimuti abu vulkanik.
  • Sebisa mungkin tinggallah di dalam ruangan untuk meminimalkan paparan abu.
  • Sediakan obat yang cukup bagi penderita asma atau gangguan pernapasan.
  • Gunakan masker atau kain saat berada di luar rumah atau sedang membersihkan abu. Supaya lebih efektif, kain bisa dibasahi terlebih dulu.
  • Pilihlah kacamata dibandingkan lensa kontak untuk menghindari iritasi mata.
  • Gunakan baju tangan panjang dan celana panjang untuk menghindari iritasi kulit.
  • Saringlah air minum terlebih dulu sebelum diminum.
  • Lindungi stok air bersih dengan penutup agar tidak terkontaminasi abu.
  • Luka bakar karena abu vulkanik bisa sangat dalam dan berbahaya serta mencapai otot, sehingga harus segera ditangani. Pertolongan pertama untuk luka bakar ringan bisa dengan cara dialiri dengan air mengalir.
  • Saat mata terkena abu, jangan menggosoknya. Sebaiknya celupkan ke dalam air bersih. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Inspirasi Jendela Unik, Sehat, dan Dekoratif

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Sudah kita ketahui bahwa setiap makhluk hidup membutuhkan organ-organ pernafasan untuk mendukung kehidupannya. Wujud dan bentuknya dapat bermacam-macam, misalnya paru paru pada manusia dan insang pada ikan.

Selain organ pernafasan, makhluk hidup juga membutuhkan beragam indera agar mampu berkomunikasi dengan lingkungan sekitar, misalnya mata untuk melihat dan mulut untuk mengecap.

Walaupun tak sepenuhnya serupa, merancang sebuah rumah tinggal bagaikan mencipta sebuah makhluk hidup. Para perancang harus dapat membuatnya seperti “hidup” agar nyaman untuk ditinggali. Tak cukup hanya nyaman, namun rumah tinggal juga harus sehat untuk memberikan perlindungan yang sempurna. Untuk itulah kehadiran akses dan bukaan berupa pintu dan jendela mutlak diperlukan.

Tanpa pintu, penghuni tidak akan memiliki “komunikasi” menuju ke dalam rumah tinggal atau sebaliknya. Rumah tinggal hanya akan menjadi bangunan tanpa fungsi.

Begitu pun jika dirancang tanpa jendela, rumah tinggal seakan tidak dapat “bernafas”. Dengan adanya jendela, cahaya alami yang mampu membunuh bakteri dapat masuk ke dalam rumah.

Walaupun kini terdapat perangkat yang canggih di pasaran, seperti pendingin udara (air conditioning atau AC), tetap tidak akan dapat menggantikan fungsi udara alami yang lebih sehat. Kehadirannya yang esensial bukan berarti ditinggalkan dalam hal keunikan bentuk dan rupa. Tiga inspirasi yang akan disajikan berikut ini membuktikannya.

Baca Juga: Ini Letak Jendela Paling Ideal untuk 4 Ruang Vital di Rumah

Jendela dari roster.

Gaya Baru Jendela Roster

Siapa yang tidak familiar dengan salah satu material berikut ini, yaitu roster. Material ini sempat populer di tahun 80-an. Selain berfungsi untuk bukaan, roster memiliki corak beragam dengan detail yang rumit.

Memasuki tahun 90-an akhir, penggunaan roster mulai ditinggalkan. Masuknya pengaruh desain Barat yang lebih modern dan lebih bersih, membuat kehadiran roster pada rumah tinggal tak lagi sesuai.

Seperti busana, tren desain pun memiliki siklus yang terus berputar. Gaya retro dan vintage yang kekunoan sengaja diekspos untuk menampilkan memori masa lampau yang personal. Salah satunya tentu saja, penggunaan roster.

Untuk membuatnya tetap terlihat modern dan untuk mengimbangi kerumitan pola dan corak, kamu dapat menambahkan warna-warna yang lebih ringan, seperti putih, agar lebih sesuai dengan desain keseluruhan bangunan. Kelebihan lain dari penggunaan roster ini adalah ilusi optik yang dihasilkan akan menjadi daya tarik di dinding rumah.

Baca Juga: Mengenal Jendela Nako: Desain Sederhana tapi Paling Optimal Mengalirkan Udara

Perca jendela bekas.

Perca Jendela Bekas

Tak perlu memaksakan merancang dan membeli jendela baru agar desain terlihat maksimal. Jendela-jendela bekas yang sengaja dikumpulkan dan dirangkai, seperti tampak pada gambar, justru memberikan pertunjukan yang atraktif pada kafe yang terletak di Jakarta Selatan ini.

Tapi jangan terlalu cepat puas, karena pertunjukan yang sebenarnya belum dimulai. Berbagai macam bentuk dan ukuran jendela persegi empat ini disusun acak dan disatukan dalam bingkai besi berwarna hitam. Engsel berbeda diaplikasikan pada setiap jendela. Apa yang terjadi?

Tak hanya ruangan menjadi kaya akan cahaya dan udara bersih, permainan arah bukaan yang berbeda-beda yang disebabkan aplikasi engsel menjadi daya tarik utama ruangan ini. Ditambah dengan aksen bayangan sebagai efek yang ditimbulkan dan warna kayu bekas yang dibiarkan tanpa polesan, pertunjukan pun kian apik.

Baca Juga: Mengapa Tagihan Listrik Tetap Naik Meski Sudah Pakai AC Inverter?

Jendela kaca besar mengekspos taman.

Jendela Kaca Besar Mengekpos Taman

Banyaknya bukaan tentu akan membuat ruang terasa lebih nyaman saat ditinggali. Namun, bagaimana jika sudah terlanjur memanfaatkan pendingin udara di ruang?

Bukaan yang berukuran besar justru akan membuat konsumsi listrik semakin besar. Ada salah satu solusi yang dapat diterapkan di ruang seperti ini. Solusinya adalah membuat jendela mati berukuran besar di salah satu dinding. Tak hanya ukurannya, namun dinding yang dipilih pun tak bisa sembarang. Dinding yang dipilih akan lebih baik jika mengarah pada taman yang asri dan rimbun.

Cara ini sangat sesuai jika diterapkan pada ruang kerja di rumah. Taman yang tersaji di hadapan, membuat semangat kerja terus terbangun dan membuat penghuninya serasa menyatu dengan alam. Selain itu, taman yang rindang tentunya akan menjadi penghalang panas matahari masuk ke ruangan. Kerja menjadi nyaman dan konsumsi listrik pun tidak lagi boros. (RR)

Cek inspirasi desain terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Skinification Merambah Oral Care, Saatnya Rawat Gigi Layaknya Merawat Kulit

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Kesehatan keluarga selalu menjadi investasi paling berharga dalam sebuah rumah. Namun, perhatian sering kali lebih banyak tertuju pada pola makan, olahraga, atau kebersihan lingkungan, sementara kesehatan mulut dan gigi kerap dianggap sebagai urusan sederhana yang cukup diselesaikan dengan menyikat gigi setiap hari.

Padahal, kesehatan rongga mulut tidak hanya memengaruhi kemampuan mengunyah dan berbicara, tetapi juga berperan terhadap rasa percaya diri, kualitas hidup, hingga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Gigi yang menguning akibat kebiasaan minum kopi atau teh, noda karena merokok, hingga gigi yang rapuh karena kebersihan mulut yang kurang terjaga bukan lagi sekadar persoalan estetika. Jika diabaikan, kondisinya dapat berkembang menjadi gangguan kesehatan yang membutuhkan biaya perawatan tidak sedikit.

Kesadaran inilah yang mendorong lahirnya tren Skinification Oral Care. Jika selama ini masyarakat semakin teliti memilih skincare berdasarkan kandungan aktif untuk menjaga skin barrier, kini pendekatan serupa mulai diterapkan pada perawatan gigi dan mulut. Menjaga kesehatan gigi tidak lagi dipandang sekadar rutinitas membersihkan, melainkan sebagai ritual perawatan yang berfokus pada perlindungan, perbaikan, dan nutrisi menggunakan bahan aktif yang telah teruji secara ilmiah.

Baca Juga: Kasus Autoimun Meningkat, Tantangan Baru di Era Kesehatan Modern

Merawat Diri Tak Berhenti pada Skincare

Rutinitas merawat diri kini tidak lagi berhenti pada penggunaan skincare. Setelah masyarakat semakin akrab dengan istilah skin barrier, serum, hingga kandungan aktif untuk kesehatan kulit, tren skinification mulai merambah ke dunia oral care atau perawatan mulut.

Perubahan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran bahwa kesehatan dan estetika gigi memiliki peran besar terhadap penampilan sekaligus kualitas hidup. Senyum yang sehat bukan hanya membuat seseorang tampil lebih percaya diri, tetapi juga menjadi cerminan kebiasaan merawat diri secara menyeluruh.

Masalah yang sering dianggap sepele, seperti gigi menguning akibat kebiasaan minum kopi, teh, atau merokok, hingga noda karena konsumsi obat tertentu, ternyata dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih serius apabila kesehatan gigi dan gusi diabaikan. Selain mengganggu penampilan, penumpukan plak juga berpotensi memicu gigi berlubang, radang gusi, bahkan bau mulut yang sulit diatasi.

Kini, perawatan gigi tidak lagi dipandang sekadar menyikat gigi dua kali sehari. Sama seperti skincare, oral care berkembang menjadi ritual harian yang menekankan nutrisi, perbaikan, serta perlindungan menggunakan bahan aktif yang telah teruji secara ilmiah.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi pada kesehatan keluarga, perawatan preventif menjadi jauh lebih bijak dibanding menunggu munculnya masalah. Sebab, ketika gangguan gigi sudah terjadi, biaya yang harus dikeluarkan sering kali jauh lebih besar daripada investasi pada perawatan harian yang tepat.

Perawatan Gigi yang Terlambat Bisa Menguras Biaya

Kesadaran untuk melakukan perawatan preventif ternyata juga berkaitan dengan biaya kesehatan.

Mengutip WHO’s Oral Health Country Profile 2022 yang dirilis Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, pengeluaran masyarakat Indonesia untuk perawatan kesehatan gigi tercatat sebagai yang tertinggi kedua di Asia Tenggara, dengan rata-rata mencapai sekitar US$1.160. Fakta ini menunjukkan bahwa mengabaikan perawatan harian sering kali berujung pada tindakan medis yang jauh lebih mahal.

Karena itu, memilih produk perawatan gigi yang tepat menjadi investasi kesehatan jangka panjang, bukan sekadar membeli pasta gigi berdasarkan rasa atau banyaknya busa.

Mekanisme kerja 3 enzim penting pada gigi dan mulut. (Dok. Usmile)

Tren Skinification Mendorong Konsumen Lebih Cermat Memilih Kandungan

Fenomena skinification membuat konsumen semakin terbiasa membaca komposisi produk sebelum membeli.

Jika sebelumnya masyarakat mulai mengenal ceramide, niacinamide, atau retinol pada produk skincare, kini perhatian yang sama mulai diberikan pada kandungan pasta gigi.

Data Markethac menunjukkan penjualan pasta gigi untuk gigi sensitif mencapai sekitar 339 ribu produk sepanjang Maret–Juni 2026. TikTok Shop by Tokopedia menjadi kanal penjualan terbesar dengan pangsa pasar 58,2 persen, disusul Shopee sebesar 41 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa platform digital juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya kandungan aktif dalam produk oral care.

Baca Juga: Timbal di Rumah: Ancaman Sunyi dari Cat, Plastik, hingga Peralatan Masak

Jangan Hanya Percaya Banyaknya Busa Pasta Gigi

Praktisi kesehatan gigi yang dikenal melalui akun TikTok “Malaikat Pencabut Gigi”, drg. Zahrah Almira Cita Utami, menilai masih banyak masyarakat yang berharap gigi menjadi putih hanya dengan mengganti pasta gigi, tanpa mengubah kebiasaan sehari-hari.

“Banyak pasien yang datang ke saya dan mengeluhkan mengapa belum ada perubahan meskipun sudah menggunakan pasta gigi pencerah. Kenyataannya, kalau kebiasaan merokok, mengopi, dan makan makanan yang berwarna pekat masih terus dilakukan, stain (noda di gigi) akan tetap menempel dengan kuat,” jelas drg. Zahrah.

Ia menyarankan langkah sederhana sebagai upaya pencegahan.

“Kalau kebiasaan tersebut tidak bisa dikurangi, pastikan untuk selalu bilas atau berkumur menggunakan air mineral setelahnya. Jika mengonsumsi minuman yang berwarna, bisa menggunakan sedotan untuk mengurangi dampak diskolorasi warna gigi.”

Menurutnya, konsumen juga perlu lebih teliti ketika memilih pasta gigi. “Pastikan tidak hanya menggunakan pasta gigi yang hanya memiliki busa banyak, tapi nyatanya tidak dapat mengangkat noda atau stain. Saya menyarankan pasta gigi yang sudah ada uji labnya. Apabila memang setelah rutin melakukan perawatan mandiri ini keluhan atau masalahnya tidak selesai, baru langkah yang harus diambil adalah menemui dokter gigi untuk penanganan lebih lanjut.”

Baca Juga: Waspadai Trombosit Berlebihan Memicu Beragam Penyakit

Mekanisme kerja usmile Repair White. (Foto: Dok. Usmile)

Mengenal Formula Enzim yang Lebih Ramah pada Enamel

Sejalan dengan konsep skinification, inovasi pasta gigi kini tidak lagi bertumpu pada bahan abrasif yang mengikis noda secara mekanis.

Sebaliknya, pendekatan modern memanfaatkan kombinasi enzim yang bekerja lebih lembut namun tetap efektif membersihkan permukaan gigi.

Papain, enzim alami dari buah pepaya, membantu menguraikan ikatan protein penyebab noda kopi maupun teh tanpa mengikis enamel. Proses tersebut diperkuat oleh Dextranase yang membantu memecah matriks plak sehingga lebih mudah dibersihkan. Sementara Lysozyme berfungsi sebagai antibakteri alami yang membantu menjaga keseimbangan mikrobioma di rongga mulut.

usmile Hadirkan Konsep Skinification untuk Oral Care

Country Manager usmile Indonesia & Malaysia, Michelle, mengatakan konsep tersebut menjadi dasar pengembangan usmile Repair White.

“Apa yang disampaikan oleh drg. Zahrah sangat memotret realitas pasar. Konsumen harus semakin jeli menyadari bahwa pasta gigi dengan busa berlimpah atau bahan abrasif kasar yang diklaim memutihkan instan justru berisiko menggores enamel, yang pada akhirnya memicu tingginya biaya ke dokter gigi di kemudian hari.”

Menurut Michelle, usmile Repair White mengadopsi konsep skinification melalui pemanfaatan Enzyme Complex yang terdiri atas Papain, Dextranase, dan Lysozyme.

“Ketiga bahan ini bekerja merontokkan stain noda secara luar biasa efektif tanpa merusak kekuatan pelindung alami gigi. Ini adalah komitmen usmile untuk menghadirkan perawatan estetika yang tidak hanya aman secara medis, namun juga melindungi finansial konsumen jangka panjang.”

Perkembangan skinification pada oral care menunjukkan bahwa menjaga kesehatan mulut kini bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan, melainkan bagian dari investasi kesehatan dan penampilan. Dengan memahami kandungan produk yang digunakan setiap hari, masyarakat diharapkan dapat menjaga senyum tetap sehat sekaligus menghindari biaya perawatan gigi yang jauh lebih besar di kemudian hari.

Skinification kini hadir pada oral care. Ketahui mengapa memilih pasta gigi berdasarkan kandungan aktif menjadi penting untuk menjaga kesehatan gigi sekaligus menekan biaya perawatan yang mahal. (RR)

Baca Juga: Gel Perawatan Mulut dan Mata untuk Hewan Peliharan

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Menciptakan Kamar Anak dengan Bunk Bed di Ruang Berukuran Sempit

0

Ranahrumah – INTERIOR| Mendesain kamar anak agak berbeda dengan mendesain kamar orang dewasa.

Usia yang berbeda menjadikan kebutuhan juga berbeda. Karenanya, diperlukan beberapa trik agar kamar anak jadi kamar yang ideal.

Inilah tips-tips mewujudkan kamar anak ideal yang disampaikan oleh desainer interior Bong Lincoln dari Kids Republik.

1. Dalam kamar berukuran sempit, letakkan tempat tidur di ujung ruangan bersisian dengan jendela. Ini supaya ada banyak ruang yang tersisa dan dapat dimanfaatkan dengan optimal.

2. Sebaiknya gunakan pencahayaan alami dengan banyak jendela.

Baca Juga: Kamar Anak Remaja Putri Nuansa Ungu di Lahan Memanjang

Baca Juga: Kamar Anak Tak Perlu Ruang Khusus, Kuncinya di Pencahayaan yang Nyaman

3. Untuk pencahayaan buatan, pasang lampu dengan dua tipe berbeda. Misalnya, lampu warm sebagai lampu existing dan lampu cool daylight untuk keperluan khusus seperti belajar.

4. Hindari warna-warna tua. Bila tetap ingin menggunakan warna tua, kombinasikan dengan warna lain yang lebih muda agar anak tidak bosan dan kamar tidak terkesan sumpek.

5. Untuk ruang sempit dan menggunakan bunk bed, tinggi plafon setidaknya harus 3 meter. Kasur di level bawah dengan kasur di level atas minimal berjarak 1,8 meter agar orang dewasa bisa masuk. (RR)

Baca Juga: Padu Padan Warna Pastel di Kamar Anak

Baca Juga: Stop Kecelakaan Anak di Rumah, Waspadai 7 Tempat Rawan Ini

Cek inspirasi desain dan ulasan produk ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Faucet Bukan Lagi Sekadar Keran, Detail Kecil Ini Menentukan Estetika Kamar Mandi

Ranahrumah.com – PRODUK | Saat merancang kamar mandi, perhatian sering kali tertuju pada keramik, warna dinding, atau bentuk wastafel. Padahal, ada satu elemen berukuran kecil yang diam-diam berperan besar membentuk karakter ruang, yaitu faucet atau keran.

Lebih dari sekadar mengalirkan air, faucet kini menjadi bagian dari komposisi desain yang mampu menghadirkan kesan elegan, modern, hangat, bahkan artistik.

Tak heran jika dalam dunia desain interior, faucet kerap disebut sebagai jewelry of the bathroom karena menjadi detail yang menyempurnakan tampilan keseluruhan ruang.

Perkembangan inilah yang diperlihatkan KOHLER melalui koleksi Oriana Faucet Collection dan Sculptura Faucet Collection yang diperkenalkan pada IndoBuildTech 2026. Keduanya menunjukkan bahwa sebuah faucet dapat menjadi elemen desain sekaligus menghadirkan pengalaman penggunaan yang nyaman dan tahan lama.

Baca Juga: Mengintip Booth KOHLER di IndoBuildTech 2026: Ketika Desainer dan Kreator Berkolaborasi Merancang Kamar Mandi

Berbagai pilihan Oriana Faucet KOHLER. (Foto: KOHLER)

Mengapa Faucet Menjadi “Perhiasan” Kamar Mandi?

Ukurannya memang tidak besar, tetapi faucet hampir selalu menjadi titik pertama yang dilihat saat seseorang mendekati area wastafel.

Bentuk, warna, material, hingga finishing produk sanitary ini mampu mengubah karakter ruang secara keseluruhan. Karena itu, memilih faucet tidak lagi sekadar mempertimbangkan fungsi, tetapi juga bagaimana tampilannya berpadu dengan konsep interior kamar mandi.

Faucet yang tepat dapat memperkuat nuansa minimalis, menghadirkan kesan klasik yang elegan, atau menjadi aksen artistik yang mencuri perhatian tanpa terlihat berlebihan.

Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Modern Gentleman Sanctuary, Belajar dari Karya Christin Castillo dan Dion Wiyoko

Oriana Faucet terinspirasi oleh pola elegan kipas tradisional Tiongkok, desain gagangnya memadukan elemen bersudut tajam dengan garis luar geometris yang minimalis. Perpaduan yang menciptakan estetika kontemporer(Foto: KOHLER)

Memilih Faucet Bukan Hanya Soal Cantik, tetapi Juga Harmoni Ruang

Keindahan sebuah faucet baru terasa maksimal ketika berpadu harmonis dengan elemen lain di sekitarnya. Bentuk wastafel, material countertop, warna dinding, hingga pencahayaan perlu dipertimbangkan agar semuanya saling mendukung dan membentuk karakter ruang yang utuh.

Faucet dengan desain lembut misalnya akan terasa menyatu pada kamar mandi bernuansa hangat dan natural. Sebaliknya, desain yang lebih tegas dan skulptural akan tampil maksimal pada ruang bergaya modern atau kontemporer.

Dengan kata lain, memilih faucet bukan sekadar mencari model yang paling menarik, melainkan menemukan desain yang paling selaras dengan keseluruhan konsep kamar mandi.

Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Hangat dengan Sentuhan Craftmanship, Belajar dari Karya Melati Danes

Dua Karakter Berbeda untuk Gaya Interior yang Berbeda

Sebagai produsen perlengkapan kamar mandi premium yang telah berdiri sejak 1873, KOHLER menghadirkan dua pendekatan desain faucet yang memiliki karakter berbeda.

  • Oriana Faucet Collection, Elegan dengan Sentuhan Seni Tradisional

Terinspirasi dari bentuk kipas tradisional, Oriana Faucet Collection menghadirkan siluet yang lembut dengan garis-garis geometris modern.

Karakternya terasa ringan dan elegan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior, mulai dari modern minimalis hingga gaya klasik kontemporer.

Keunggulan lain koleksi ini terletak pada pilihan handle yang dapat dipersonalisasi melalui beragam warna, seperti gold, rose gold, matte black, hingga black. Material ECO ABS yang mengandung bahan daur ulang juga menjadi bagian dari komitmen KOHLER terhadap keberlanjutan.

Di balik tampilannya yang artistik, Oriana menggunakan katup keramik premium yang telah diuji hingga satu juta kali penggunaan, memberikan performa yang tetap halus dan tahan lama.

Baca Juga: Ingin Sensasi Spa di Rumah? Shower Ini Ubah Mandi Jadi Momen Relaksasi

Salah satu koleksi Sculptura Faucet KOHLER dengan tuas asimetris dengan lipatan-lipatan logam timbul, mirip teknik pahatan patung yang diproduksi menggunakan material kuningan solid (solid brass). (Foto; KOHLER)
  • Sculptura Faucet Collection, Saat Keran Menjadi Karya Seni

Berbeda dengan Oriana yang tampil lembut, Sculptura Faucet Collection mengusung karakter yang lebih ekspresif. Lekukan organiknya membuat faucet ini tampil layaknya sebuah karya seni yang menjadi focal point di area wastafel.

Tuas Sculptura Faucet dengan desain organik terinspirasi bentuk organik di alam seperti lekukan daun, sayap burung, atau aliran air yang secara tampilan mengubah perangkat keras kamar mandi menjadi objek seni naratif. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Material kuningan premium dipadukan dengan teknologi ceramic disc valve dan lapisan akhir khas KOHLER yang tahan terhadap korosi, goresan, maupun bercak air sehingga tampilannya tetap terjaga dalam jangka panjang. Desain moncong keran juga dirancang menghasilkan aliran air yang terasa alami sekaligus tetap hemat air berkat aerator terintegrasi.

Melalui pendekatan ini, Sculptura tidak hanya menghadirkan fungsi, tetapi juga pengalaman visual yang memperkaya estetika kamar mandi.

Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Bergaya Colonial Modern Classic, Belajar dari Karya Rudy Dodo dan Olivia Jnesen

Contoh vessel model countertop dengan seluruh badan wastafel berada di atas meja, cocok untuk bentuk-bentuk keran yang tinggi sehingga model faucet bisa terekspos dengan baik. (Foto: IG Praja.Idn)

Padukan dengan Wastafel yang Tepat agar Tampil Maksimal

Seindah apa pun desain faucet, tampilannya baru akan maksimal ketika dipadukan dengan wastafel yang sesuai.

Untuk faucet dengan karakter artistik seperti Sculptura, vessel sink atau wastafel di atas meja (Countertop), menjadi pasangan ideal karena mampu menampilkan keseluruhan siluet keran sebagai pusat perhatian.

Sementara itu, under-mount sink menghadirkan kesan bersih dan modern, sedangkan semi-recessed sink cocok bagi kamar mandi bergaya kontemporer dengan karakter arsitektural yang lebih tegas.

Pemilihan material wastafel juga berpengaruh. Permukaan polos dari keramik, batu alam, atau solid surface akan membuat desain faucet lebih menonjol dibandingkan wastafel dengan motif yang terlalu ramai.

Pada akhirnya, harmoni antara faucet, wastafel, material, dan warna ruang menjadi kunci terciptanya kamar mandi yang terasa utuh sekaligus nyaman dipandang.

Koleksi Oriana dan Sculptura memperlihatkan bagaimana sebuah faucet dapat melampaui fungsi dasarnya sebagai keran. Melalui desain yang matang, teknologi yang mendukung kenyamanan, dan perhatian terhadap detail, faucet kini menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman menggunakan kamar mandi yang lebih personal dan berkelas.

CATATAN RANAHRUMAH

Ranahrumah memilih mengangkat koleksi faucet ini karena keindahan kamar mandi tidak hanya dibentuk oleh elemen-elemen besar seperti keramik atau kabinet, tetapi juga oleh detail-detail yang sering luput dari perhatian. Faucet menjadi contoh bagaimana sebuah elemen berukuran kecil mampu memperkuat karakter ruang ketika dipilih secara selaras dengan desain, material, dan kebutuhan penggunanya. Bagi kami, harmoni antarelemen inilah yang membuat kamar mandi terasa utuh, estetis, sekaligus nyaman digunakan.

(RR)

Cek ulasan inspiratif ranahnya rumah, produk terbaru, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Teknologi Tepat Bantu Siswa DKV Lebih Siap Kerja, Ini Dukungan LG untuk SMKN 2 Tangerang Selatan

0

Ranahrumah.com – TREN | Pembelajaran Desain Komunikasi Visual (DKV) kini tidak lagi hanya mengandalkan kreativitas dan kemampuan menggambar. Di era digital, siswa juga dituntut menguasai berbagai perangkat lunak desain, pengolahan gambar, hingga produksi konten multimedia yang membutuhkan dukungan perangkat teknologi memadai.

Karena itulah, kualitas perangkat belajar menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kompetensi lulusan SMK agar siap memasuki dunia kerja. Monitor dengan tampilan warna akurat, ruang belajar yang nyaman, hingga fasilitas laboratorium yang mendukung praktik menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran modern.

Semangat inilah yang mendorong PT LG Electronics Indonesia kembali memperkuat komitmennya di bidang pendidikan melalui program tanggung jawab sosial LG Loves School.

LG Bangun Laboratorium Multimedia untuk Pembelajaran DKV

Melalui program tersebut, LG menyerahkan 12 unit monitor LG 27 inci, tiga unit pendingin udara (AC) hemat energi, sekaligus melakukan renovasi ruang kelas multimedia di SMKN 2 Tangerang Selatan sehingga menjadi laboratorium multimedia yang lebih nyaman untuk kegiatan praktik siswa jurusan DKV.

Menurut Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas pendidikan berbasis teknologi, khususnya di sekolah kejuruan. “Sebagai wujud dukungan kami bagi semakin meluasnya pendidikan berbasis teknologi, khususnya di lembaga pendidikan vokasi.”

Ia menjelaskan, seluruh perangkat yang diberikan akan digunakan untuk menunjang kelas multimedia sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri.

Pemilihan SMKN 2 Tangerang Selatan juga bukan tanpa alasan. Sekolah ini menyandang predikat Center of Excellence dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang berfokus pada revitalisasi pendidikan vokasi serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia industri.

“Dengan dukungan dari produk yang kami sampaikan bagi kelas multimedia ini, tentunya kami berharap dapat menjadi penunjang peningkatan kompetensi siswa didik untuk siap ke dunia kerja,” ujar Ha Sang-chul.

Penyerahan donasi kepada SMKN 2 Tangerang Selatan sebagai program tanggung jawab sosial LG dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi oleh Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia. (Foto: Ranahrumah.com)

Mengapa Monitor Berkualitas Penting untuk Pembelajaran DKV?   

Dalam pembelajaran DKV, monitor bukan sekadar layar komputer. Perangkat ini menjadi media utama bagi siswa untuk mengolah ilustrasi digital, desain grafis, fotografi, animasi, hingga penyuntingan video.

Karena itu, LG memilih menghadirkan monitor LG 27U411A sebagai perangkat utama laboratorium multimedia.

Monitor berukuran 27 inci tersebut menggunakan panel IPS Full HD beresolusi 1.920 × 1.080 piksel dengan refresh rate 120Hz dan desain virtually borderless di keempat sisi layar sehingga memberikan area kerja yang lebih luas.

Untuk mendukung akurasi visual, monitor ini juga dibekali teknologi HDR10, cakupan warna sRGB 99 persen, tingkat kecerahan 250 nits, serta pengaturan kemiringan layar (tilt) dari -5° hingga 20° sehingga lebih nyaman digunakan dalam sesi belajar yang berlangsung berjam-jam.

Kombinasi teknologi tersebut membantu siswa melihat warna dengan lebih akurat sekaligus memberikan kenyamanan visual saat mengerjakan berbagai proyek desain digital.

Selain perangkat utama pembelajaran, LG juga melengkapi ruang multimedia dengan AC hemat energi sehingga suasana kelas menjadi lebih nyaman dan kondusif selama proses belajar mengajar berlangsung.

Baca Juga: LG DualUp Monitor Tingkatkan Produktivitas Kreatif Digital

Pengajar SMKN 2 Tangerang Selatan dan Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia dalam program LG Loves School. Wujud kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadirkan fasilitas belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja.(Foto: Ranahrumah.com)

Dukungan Industri untuk Menyiapkan Lulusan Siap Kerja

Kepala SMKN 2 Tangerang Selatan, Akhmad Basuni, menyambut baik dukungan tersebut. “Kami menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan LG. Ini tentunya akan membantu proses belajar-mengajar siswa dan dapat meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.”

Bagi sekolah vokasi, kolaborasi dengan dunia industri seperti ini menjadi salah satu cara memperkecil kesenjangan antara proses pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan kompetensi di dunia kerja.

Dengan fasilitas yang lebih baik, siswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga pengalaman praktik menggunakan perangkat yang relevan dengan lingkungan profesional.

Baca Juga: LG Raih Pencapaian Kembali TKDN untuk Produk Monitornya

LG Loves School, Komitmen Jangka Panjang untuk Pendidikan Indonesia

Program LG Loves School merupakan salah satu pilar dari payung program tanggung jawab sosial LG Loves Indonesia yang telah dijalankan LG selama lebih dari 35 tahun beroperasi di Indonesia.

Bagi LG, LG Loves School menjadi wujud komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi, terutama di sekolah kejuruan, agar mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Selain LG Loves School, LG juga memiliki tiga pilar CSR lainnya.

LG Loves Green berfokus pada pelestarian lingkungan melalui berbagai program hemat energi, penanaman lebih dari 32.000 pohon, serta kegiatan daur ulang kain, limbah makanan, hingga sampah elektronik.

Sementara LG Loves Children diarahkan untuk meningkatkan literasi anak Indonesia melalui penerbitan buku bersama Kementerian Pendidikan dan pembangunan perpustakaan di daerah dengan tingkat literasi yang masih rendah.

Adapun LG Loves and Cares menjadi wadah berbagai kegiatan sosial perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk program Lebaran Sehat dan donasi berbagai produk LG.

“Seperti pula program LG Loves School yang kami lakukan saat ini, LG memiliki komitmen yang sama besar untuk terus berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui pilar inisiatif sosial kami lainnya,” ujar Ha Sang-chul.

Ia menegaskan, seluruh inisiatif tersebut merupakan bagian dari semangat LG untuk terus bertumbuh bersama masyarakat Indonesia melalui visi “Better Life for All.” (RR)

Baca Juga: Rumah Masa Kini Harus Lebih Personal, Inspirasi Rumah Nyaman dan Cerdas dari LG K House bersama Choi Minho

Insight Ranahrumah

Pembelajaran di jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) kini semakin bertumpu pada teknologi digital. Hampir seluruh proses belajar—mulai dari membuat ilustrasi, mengolah foto, mendesain identitas visual, hingga menyunting video dan animasi—dikerjakan melalui komputer dan monitor. Karena itu, kualitas perangkat yang digunakan di laboratorium multimedia ikut memengaruhi kenyamanan belajar sekaligus akurasi hasil karya siswa.

Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi salah satu langkah penting untuk menghadirkan fasilitas belajar yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan pengalaman menggunakan teknologi yang mendekati standar profesional sejak di bangku sekolah, lulusan SMK memiliki bekal yang lebih kuat untuk beradaptasi saat memasuki industri kreatif maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Cek berita terbaru dari industri dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

    Ingin Sensasi Spa di Rumah? Shower Ini Ubah Mandi Jadi Momen Relaksasi

    Ranahrumah.com – PRODUK | Bagi banyak orang, mandi sering kali hanya menjadi rutinitas sebelum berangkat atau setelah pulang beraktivitas. Padahal, dengan desain ruang dan teknologi yang tepat, momen sederhana tersebut dapat berubah menjadi waktu terbaik untuk memulihkan tubuh dan pikiran.

    Tren wellness at home mendorong kamar mandi berkembang menjadi ruang sanctuary di dalam rumah. Tidak lagi sekadar tempat membersihkan diri, tetapi juga ruang untuk melepas penat, mengurangi stres, dan mengembalikan energi setelah menjalani hari yang padat.

    Menjawab kebutuhan tersebut, KOHLER memperkenalkan SpaViva Module Column dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026, sebuah sistem shower yang menghadirkan pengalaman spa melalui perpaduan teknologi air, kenyamanan, dan desain modern.

    Jika sebelumnya Ranahrumah mengulas bagaimana desain mampu mengubah kamar mandi menjadi ruang sanctuary, kali ini kami melihat bagaimana inovasi sanitary turut berperan menghadirkan pengalaman tersebut melalui teknologi shower modern.

    Baca Juga: Mengintip Booth KOHLER di IndoBuildTech 2026: Ketika Desainer dan Kreator Berkolaborasi Merancang Kamar Mandi

    Saat Mandi Tidak Lagi Sekadar Membersihkan Tubuh    

    Salah satu keunggulan SpaViva terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman mandi yang lebih personal.

    Teknologi WaterMind mengatur distribusi air agar siraman terasa merata dan nyaman di seluruh tubuh. Ketika tekanan air berubah, sistem secara otomatis menyesuaikan aliran sehingga sensasi mandi tetap konsisten tanpa perlu melakukan pengaturan ulang.

    Bagi pengguna, hasil akhirnya bukan sekadar aliran air yang deras, melainkan pengalaman mandi yang terasa lebih rileks dan menenangkan.

    Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Modern Gentleman Sanctuary, Belajar dari Karya Christin Castillo dan Dion Wiyoko

    Shower SpaViva inovasi baru KOHLER di IBT 2026
    Inovasi produk baru dari KOHLER Spaviva Module Column yang ada di IndoBuildtech 2026 menghadirkan shower untuk pengalaman spa di rumah. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

    Pengalaman Spa Hadir di Rumah

    Berbeda dengan shower konvensional, SpaViva dirancang untuk menghadirkan berbagai pengalaman perawatan tubuh dalam satu perangkat.

    Sistem ini dilengkapi semprotan yang membantu merilekskan tubuh hingga area kaki, menjadikan aktivitas mandi terasa seperti sesi terapi singkat setelah beraktivitas. Suhu air pun dijaga tetap stabil melalui thermostatic valve, sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus menyesuaikan suhu ketika tekanan air berubah.

    Pendekatan ini membuat pengalaman mandi terasa lebih nyaman, terutama bagi mereka yang ingin menikmati waktu relaksasi tanpa gangguan.

    Baca Juga: Jadikan Kamar Mandi Area Sanctuary dan Relaksasi

    Lebih dari Shower, Ada Perawatan Tubuh

    Salah satu inovasi yang membuat SpaViva berbeda adalah hadirnya Grooming Device yang terintegrasi secara magnetik dengan hand shower.

    Perangkat ini dapat dipadukan dengan empat aksesori berbeda sesuai kebutuhan, mulai dari facial brush untuk membersihkan wajah, body brush dan body scrubber untuk membantu membersihkan sekaligus mengeksfoliasi kulit, hingga body massager yang memberikan pijatan lembut pada otot.

    Seluruh aksesori tersebut dapat diganti dengan mudah melalui sistem magnetik, sementara gagang yang dapat diperpanjang membantu menjangkau bagian tubuh yang lebih sulit dibersihkan.

    Pendekatan ini memperlihatkan bahwa aktivitas mandi kini juga menjadi bagian dari rutinitas perawatan diri sehari-hari.

    Baca Juga: Faucet Bukan Lagi Sekadar Keran, Detail Kecil Ini Menentukan Estetika Kamar Mandi

    Menjaga Kenyamanan Kulit dan Rambut

    Selain menghadirkan kenyamanan saat mandi, SpaViva juga memperhatikan kualitas air yang digunakan.

    Filter air terintegrasi membantu mengurangi kandungan klorin, bau, serta endapan mineral sehingga air terasa lebih nyaman di kulit dan rambut.

    Nozzle shower pun dirancang agar lebih mudah dibersihkan dari kerak mineral sehingga performa aliran air tetap optimal dalam penggunaan jangka panjang.

    Baca Juga: 4 Inovasi Produk Terbaru KOHLER yang Bikin Kamar Mandi Kian Personal dan Cerdas

    SpaViva tetap tampil dengan desain yang sederhana. Bentuknya ramping dengan garis-garis modern sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior, mulai dari kamar mandi minimalis hingga desain bernuansa hotel atau spa. (Foto: KOHLER)

    Desain Minimalis untuk Berbagai Gaya Kamar Mandi

    Meski mengusung teknologi yang cukup lengkap, SpaViva tetap tampil dengan desain yang sederhana. Bentuknya ramping dengan garis-garis modern sehingga mudah dipadukan dengan berbagai konsep interior, mulai dari kamar mandi minimalis hingga desain bernuansa hotel atau spa.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa teknologi tidak harus tampil mencolok. Sebaliknya, inovasi justru hadir untuk mendukung kenyamanan sekaligus menjaga estetika ruang tetap harmonis.

    Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Bergaya Colonial Modern Classic, Belajar dari Karya Rudy Dodo dan Olivia Jnesen

    Investasi untuk Pengalaman, Bukan Sekadar Produk

    Munculnya inovasi seperti SpaViva menunjukkan perubahan cara pandang terhadap kamar mandi.

    Kini, yang dicari bukan hanya shower dengan semburan air yang baik, tetapi bagaimana setiap aktivitas mandi mampu memberikan pengalaman relaksasi yang membantu tubuh dan pikiran kembali segar.

    Ketika desain ruang, teknologi air, dan kenyamanan berpadu, kamar mandi pun berkembang menjadi sanctuary yang mendukung kualitas hidup sehari-hari.

    Kamar mandi modern bukan lagi sekadar ruang fungsional, melainkan bagian dari gaya hidup yang mendukung kesehatan dan kualitas hidup penghuninya. Kehadiran teknologi seperti SpaViva menunjukkan bahwa inovasi sanitary kini tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menghadirkan pengalaman relaksasi yang sebelumnya hanya bisa dinikmati di spa atau hotel. Ketika dipadukan dengan desain ruang yang tepat, aktivitas mandi pun berubah menjadi momen untuk merawat diri setiap hari.

    Baca Juga: Inspirasi Kamar Mandi Hangat dengan Sentuhan Craftmanship, Belajar dari Karya Melati Danes

    Baca Juga: Sanctuary Residence di Jantung Dharmawangsa yang Menawarkan Kemewahan dan Keheningan

    CATATAN RANAHRUMAH

    Ranahrumah memilih mengangkat SpaViva Module Column karena inovasi ini menunjukkan perubahan cara pandang terhadap peran sanitary di kamar mandi modern. Shower tidak lagi sekadar menjadi perlengkapan untuk membersihkan diri, tetapi berkembang menjadi bagian dari pengalaman wellness at home yang mendukung relaksasi, kesehatan, dan kualitas hidup. Bagi Ranahrumah, inilah arah perkembangan produk sanitary masa kini: inovasi yang tidak hanya menawarkan teknologi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berhuni yang lebih nyaman, sehat, dan bermakna.

    (RR)

    Cek ulasan inspiratif ranahnya rumah, produk terbaru, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom