Saturday, October 24, 2026
Home Blog Page 11

Sharp Class, Jembatan Industri dan SMK Menyiapkan Lulusan Siap Kerja

Ranahrumah.com – INSIGHT | Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyerapan tenaga kerja terdidik. Badan Pusat Statistik mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional sebesar 4,68 persen pada Februari 2026. Sementara itu, data BPS berdasarkan pendidikan yang tersedia untuk Februari 2025 menunjukkan terdapat sekitar 1,63 juta penganggur yang merupakan lulusan SMK.

Angka ini memperlihatkan bahwa pendidikan vokasi masih membutuhkan penguatan agar keterampilan yang dimiliki lulusan semakin sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Bukan semata-mata berapa banyak lapangan pekerjaan yang tersedia, tetapi juga bagaimana memastikan lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar relevan ketika memasuki dunia profesional.

Karena itu, keterlibatan industri dalam pendidikan vokasi menjadi penting. Industri memahami kebutuhan pekerjaan secara langsung. Sekolah memiliki peran utama dalam pendidikan. Sementara pemerintah berperan membangun kebijakan dan ekosistem yang memungkinkan keduanya terhubung.

Ketika tiga unsur ini berjalan bersama, konsep link and match antara pendidikan dan industri tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

Mendekatkan Pengalaman Industri ke Ruang Kelas

Gagasan tersebut pula yang dibawa PT Sharp Electronics Indonesia melalui program Sharp Class. Pada 29 Juli 2026, Sharp menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pelaksanaan Sharp Class bersama SMKN 35 Jakarta.

Program ini diikuti 25 siswa terpilih yang akan menjalani pembelajaran intensif selama tiga bulan. Materi diberikan oleh tim pengajar profesional dari divisi Customer Satisfaction PT Sharp Electronics Indonesia dengan kurikulum yang disusun berdasarkan kebutuhan industri.

Untuk angkatan di SMKN 35 Jakarta, pembelajaran difokuskan pada bidang Audio Video, tidak hanya melalui teori tetapi juga praktik. Siswa sekaligus mendapatkan pembekalan mengenai budaya kerja industri, kedisiplinan, dan kompetensi yang diperlukan ketika nantinya benar-benar masuk ke dunia profesional.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengenal standar kerja yang akan dihadapi setelah lulus.

Bagi Sharp, pendidikan vokasi merupakan salah satu fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing. Karena itu, perusahaan menilai kolaborasi dengan sekolah perlu diarahkan pada pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan industri.

Baca Juga: Pendidikan Vokasi sharp Class Sambangi SMKN 3 Karawang

Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia di ruang kelas Sharp Class SMKN 35 Jakarta. (Foto: Sharp Indonesia)

Lise Tiasanty, Customer Satisfaction Division Head PT Sharp Electronics Indonesia, menegaskan bahwa Sharp Class dirancang untuk memberi siswa bekal yang lebih relevan dengan dunia kerja. Harapannya, kerja sama dengan SMKN 35 Jakarta tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa, tetapi juga melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi bagi industri nasional.

Ketika Sekolah, Industri, dan Pemerintah Berjalan Bersama

Manfaat kolaborasi seperti ini tidak berhenti pada siswa. Bagi sekolah, keterlibatan praktisi industri memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif dan membuka wawasan tentang standar profesional yang sesungguhnya.

Kepala SMKN 35 Jakarta, Sopandi, M.Pd., melihat kerja sama dengan Sharp sebagai kesempatan bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi industri. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi peserta didik sekaligus memperluas peluang mereka untuk terserap di dunia kerja.

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki kepentingan yang sama dalam memperkuat pendidikan vokasi. Perwakilan Sudin Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat menilai kolaborasi Sharp Class sebagai bentuk nyata konsep link and match yang selama ini didorong. Juga, sekaligus contoh bagaimana dunia usaha dapat ikut berkontribusi mencetak lulusan SMK yang kompeten dan adaptif.

Kolaborasi tiga pihak inilah yang membuat pendidikan vokasi memiliki dampak lebih luas. Sekolah menyediakan fondasi pendidikan, industri menghadirkan pengetahuan dan standar kerja yang aktual, sementara pemerintah membangun kebijakan serta ekosistem pendukungnya.

Dengan demikian, pendidikan vokasi tidak hanya berbicara tentang menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah, tetapi juga lulusan yang mempunyai keterampilan dan pengalaman yang dibutuhkan ketika berhadapan dengan dunia kerja.

Pendidikan Vokasi hingga Kebutuhan Layanan Sharp

Manfaat program ini juga memiliki dimensi yang lebih luas. Siswa yang mendapatkan pembelajaran langsung dari industri berkesempatan mengenal teknologi, prosedur kerja, standar pelayanan, dan budaya profesional yang dapat menjadi bekal ketika memasuki industri elektronik maupun bidang terkait.

Lebih jauh, program pendidikan vokasi ini juga memiliki kaitan dengan kebutuhan Sharp sendiri. Lulusan yang telah mengenal standar kerja dan memiliki kompetensi teknis berpotensi menjadi sumber daya manusia yang dapat mendukung kebutuhan perusahaan, khususnya di bidang layanan purna jual dan Customer Satisfaction. Artinya, investasi pada pendidikan tidak hanya memberikan manfaat sosial bagi penerima program, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya industri membangun sumber daya manusia yang memahami kebutuhan layanan secara langsung.

Hal ini sejalan dengan tujuan Sharp untuk menghadirkan tenaga kerja yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu memberikan layanan yang sesuai dengan standar industri dan memiliki daya saing lebih luas.

Baca Juga: Sharp Perkuat Komitmen ESG melalui Program Sharp Class

Sharp Class, Konsisten Sejak 2012

Sharp Class bukan program yang baru dijalankan. Sharp Indonesia pertama kali memperkenalkannya pada 2012 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam pengembangan pendidikan vokasi.

Hingga kini, berdasarkan data dalam rilis Sharp Indonesia per 29 Juli 2026, program tersebut telah diterapkan di 28 SMK di berbagai wilayah Indonesia dan diikuti 923 siswa. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 persen lulusan disebut telah bergabung sebagai karyawan PT Sharp Electronics Indonesia. Lulusan lainnya melanjutkan karier di berbagai perusahaan nasional maupun internasional ataupun mengembangkan usaha secara mandiri.

Data tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi industri dan pendidikan dapat menghasilkan manfaat yang lebih konkret ketika dilakukan secara berkelanjutan. Bukan hanya memberikan pelatihan sesaat, tetapi menghadirkan pengalaman belajar yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pekerjaan.

“Kami meyakini bahwa keberlanjutan dibangun melalui kolaborasi dan investasi pada manusia. Kami berharap program ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” ujar Pandu Setio, PR & Brand Communication Department Head PT Sharp Electronics Indonesia.

Komitmen ini juga menjadi bagian dari kontribusi Sharp terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan.

Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan hanya tanggung jawab sekolah. Dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang sesuai dengan perkembangannya, sementara generasi muda membutuhkan kesempatan untuk memperoleh keterampilan yang benar-benar relevan.

Sharp Class memperlihatkan bagaimana kebutuhan tersebut dapat dipertemukan melalui kolaborasi. Ketika industri mau berbagi pengetahuan, sekolah membuka ruang bagi pengalaman profesional, dan pemerintah mendukung ekosistemnya, pendidikan vokasi memiliki peluang lebih besar untuk melahirkan lulusan yang bukan sekadar siap lulus, tetapi juga lebih siap bekerja dan berkembang menghadapi perubahan industri. (RR)

Cek berita terkini, produk dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Rumah 25 m² pun Bisa Terasa Lega, Ini Rahasia Menata Ruang ala Apartemen Studio

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Setiap rumah memiliki cerita yang berbeda. Begitu pula cara menatanya.

Rumah seorang perempuan yang sedang membangun karier tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah pasangan yang baru memiliki anak atau keluarga yang anak-anaknya mulai beranjak remaja. Karena itu, tidak ada satu desain yang bisa diterapkan untuk semua orang.

Rumah yang baik justru tumbuh mengikuti kehidupan penghuninya.

Inspirasi Home Set yang dihadirkan IKEA Indonesia memperlihatkan bagaimana sebuah rumah seluas sekitar 25 meter persegi—setara apartemen studio—dapat memenuhi seluruh kebutuhan seorang perempuan karier yang telah mapan. Meski berukuran terbatas, rumah ini tetap mampu menghadirkan area tidur, dapur, ruang makan, kamar mandi, sekaligus ruang penyimpanan yang tertata rapi dalam konsep open space.

Bukan sekadar memanfaatkan setiap meter persegi, inspirasi ini juga menunjukkan bahwa rumah akan terasa lebih nyaman ketika ditata berdasarkan kebutuhan nyata orang yang tinggal di dalamnya.

Baca Juga: Menata Rumah Mengikuti Fase Kehidupan Penghuni untuk Memberi Tempat untuk yang Paling Berarti

Sudut rumah di sebelah pintu masuk dimanfaatkan sebagai area penyimpanan termasuk di celah-celah tersembunyi untuk mengoptimalkan pemakaian ruang di rumah seluas 25 m². (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Rumah yang Ditata Mengikuti Gaya Hidup Penghuninya

Hal pertama yang terasa dari inspirasi ini bukanlah ukuran ruangnya, melainkan karakter penghuninya.

Area penyimpanan terbuka menampilkan koleksi tas, aksesori, hingga perlengkapan makeup yang tertata rapi. Kehadirannya bukan sekadar menjadi elemen dekoratif, tetapi juga mencerminkan aktivitas sehari-hari seorang perempuan karier yang mandiri.

Pendekatan seperti ini memperlihatkan bahwa rumah tidak perlu mengikuti standar tertentu. Sebaliknya, penataan ruang sebaiknya berangkat dari kebiasaan, prioritas, dan kebutuhan penghuninya.

Ketika kehidupan berubah, penataan rumah pun dapat berubah. Barang yang kini lebih sering digunakan memperoleh tempat yang mudah dijangkau, sementara ruang disusun untuk mendukung aktivitas yang paling sering dilakukan setiap hari.

Baca Juga: Inspirasi Laundry Room Minimalis di Rumah Kecil agar Tetap Rapi dan Fungsional

Dapur di sebelah ruang makan di rumah 25 m² yang tertata fungsional. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Rumah Kecil Tetap Bisa Memenuhi Semua Kebutuhan

Luas sekitar 25 meter persegi sering kali dianggap terlalu terbatas untuk menghadirkan rumah yang nyaman. Padahal, inspirasi ini membuktikan sebaliknya.

Dalam satu ruang terbuka, seluruh kebutuhan utama penghuni tetap dapat terakomodasi. Area tidur menyatu dengan ruang duduk melalui tempat tidur yang dapat difungsikan sebagai sofa saat dibutuhkan. Di sisi lain terdapat dapur mungil yang terhubung dengan area makan, sementara kamar mandi ditempatkan secara efisien tanpa mengganggu alur sirkulasi.

Minimnya sekat membuat pandangan mata bergerak lebih leluasa sehingga ruangan terasa lebih lapang dibanding ukuran sebenarnya.

Baca Juga: Micro Living: Cara agar Tetap Nyaman Tinggal di Rumah Mungil

Selanjutnya: Maksimalkan Setiap Sudut Termasuk Area Vertikal (Halaman 2)

Menata Rumah Mengikuti Fase Kehidupan: Cara Ala IKEA untuk Memberi Tempat bagi yang Paling Berarti

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Rumah tidak pernah benar-benar selesai. Bukan karena cat dinding akan memudar atau furnitur suatu hari perlu diganti. Melainkan karena kehidupan penghuninya terus bergerak. Anak lahir, mulai sekolah, beranjak remaja. Ada yang mulai bekerja dari rumah, menekuni hobi baru, atau harus menyediakan ruang bagi orang tua yang tinggal bersama.

Di tengah berbagai perubahan itu, rumah pun dituntut ikut bertumbuh. Bukan selalu dengan menambah luas bangunan, melainkan dengan menata kembali ruang agar mampu mengakomodasi kehidupan yang terus berkembang.

Sayangnya, banyak orang masih menganggap solusi satu-satunya adalah merenovasi rumah atau membeli rumah yang lebih besar untuk menampung furnitur baru yang dibutuhkan. Padahal, yang sesungguhnya berubah sering kali bukan ukuran rumah atau barang baru, melainkan cara kita memanfaatkan ruang di dalamnya.

Cara pandang inilah yang melatarbelakangi kampanye terbaru IKEA Indonesia, “Luangkan Ruang agar Yang Berarti selalu Punya Tempat.” Berangkat dari pengamatan terhadap kehidupan masyarakat di rumah, IKEA melihat bahwa kebutuhan penghuni terus berkembang mengikuti setiap fase kehidupan, sementara ukuran rumah umumnya tetap sama.

Baca Juga: Rumah 25 m² Pun Bisa Terasa Nyaman, Ini Rahasia Menata Rumah Mungil Ala Apartemen Studio

Baca Juga: Inilah Selera dan Kebutuhan Hunian di Zaman Now

Alfinda Krista Rahardyana (paling kanan): “Yang berubah sebenarnya bukan ukuran rumah, melainkan cara penghuninya menggunakan ruang di dalamnya.” Rudy Ferdianrus (tengah): “Rumah memang bukan sesuatu yang selesai sekali jadi, tetapi terus berkembang mengikuti kehidupan keluarga.” Talkshow Menata Rumah mengikuti Fase Kehidupan Penghuni, IKEA, 28 Juli 2026. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Rumah Selalu Mengikuti Perjalanan Hidup Penghuninya

Perubahan kebutuhan itu dapat terjadi pada siapa saja.

Pasangan muda yang kemudian memiliki anak akan membutuhkan ruang bermain dan penyimpanan perlengkapan bayi. Ketika anak mulai bersekolah, rumah memerlukan sudut belajar yang nyaman. Saat pekerjaan semakin fleksibel, kamar tidur atau ruang keluarga pun kerap beralih fungsi menjadi tempat bekerja dari rumah.

Menurut Alfinda Krista Rahardyana, Interior Design Leader IKEA Indonesia, banyak orang merasa rumahnya sudah tidak lagi cukup. Padahal setelah diamati, yang berubah sebenarnya bukan ukuran rumah, melainkan cara penghuninya menggunakan ruang di dalamnya.

Karena itu, solusi yang dibutuhkan bukan selalu rumah yang lebih besar, melainkan rumah yang mampu mengikuti perubahan kehidupan penghuninya.

Baca Juga: 7 Cara Optimalkan Rumah Mungil agar Anak Nyaman Bermain

Menata Ulang Ruang, Bukan Sekadar Menambah Ruang

Setiap fase kehidupan menghadirkan kebutuhan yang berbeda. Namun, bukan berarti rumah harus terus bertambah luas.

Sering kali, solusi justru dimulai dari melihat kembali bagaimana ruang dimanfaatkan sehari-hari.

Apakah ada sudut rumah yang belum berfungsi optimal? Bisakah dinding dimanfaatkan sebagai area penyimpanan? Apakah furnitur yang digunakan masih sesuai dengan kebutuhan keluarga saat ini? Atau justru ada barang yang sudah lama tidak digunakan, tetapi masih memenuhi ruangan?

Melalui penataan ulang seperti memanfaatkan ruang vertikal, memilih furnitur multifungsi, menggunakan sistem penyimpanan yang tepat, hingga melakukan decluttering secara berkala, rumah dapat tetap nyaman tanpa harus kehilangan ruang untuk aktivitas baru.

Baca Juga: Decluttering yang Mudah dan Praktis Bikin Rumah Rapi

Inspirasi penataan kamar tidur bagi Creator muda dari IKEA, mengoptimalkan ruang untuk aktivitas sehari-hari. untuk istirahat dan bekerja. (Foto: IST Dok. IKEA)

Setiap Rumah Memiliki Jawabannya Sendiri

Tidak ada rumus yang sama untuk semua keluarga.

Rumah seorang pekerja kreatif tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan rumah keluarga yang memiliki balita. Begitu pula rumah pasangan lanjut usia akan berbeda dengan rumah yang dihuni anak-anak remaja.

Karena itu, penataan rumah sebaiknya selalu berangkat dari kebiasaan dan gaya hidup penghuninya. Furnitur, penyimpanan, hingga pembagian ruang seharusnya mendukung aktivitas yang benar-benar dilakukan setiap hari, bukan sekadar mengikuti tren.

Cara pandang ini juga dirasakan oleh Rudy Ferdianrus, seorang art director, videografer, sekaligus ayah dari dua anak. Setelah hampir 20 tahun membangun rumah tangga, ia menyadari bahwa rumah selalu berkembang mengikuti perjalanan keluarganya.

“Sejak awal kami memang merancang rumah supaya setiap ruang bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Setelah punya anak, kami tidak merasa harus mengubah semuanya dari awal. Yang kami lakukan justru terus menyesuaikan rumah mengikuti kebutuhan keluarga. Buat saya, rumah memang bukan sesuatu yang selesai sekali jadi, tetapi terus berkembang mengikuti kehidupan keluarga kami,” ujarnya.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa rumah bukanlah ruang yang statis. Ia terus berubah, sama seperti kehidupan orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Rumah yang baik bukanlah rumah yang memiliki ruang paling banyak, melainkan rumah yang mampu memberi tempat bagi aktivitas, kenangan, dan kebutuhan yang terus bertambah sepanjang perjalanan hidup keluarga.

Baca Juga: 10 Langkah Praktis Merapikan Gudang di Rumah

Catatan Ranahrumah

Rumah yang bertumbuh bukan diukur dari luas bangunannya, melainkan dari kemampuannya mengikuti perubahan kehidupan penghuninya. Saat ruang mampu beradaptasi dengan kebutuhan yang terus berkembang, rumah akan tetap terasa nyaman tanpa harus selalu diperluas. Kadang cukup dengan menata ulang, memanfaatkan sudut yang terlupakan, atau merelakan barang yang tak lagi digunakan. Sebab, rumah yang bertumbuh adalah rumah yang selalu menyediakan ruang bagi hal-hal yang paling berarti. (RR)

Cek berita dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Kamar Tidur Utama Lebih Hangat dengan Sentuhan Cokelat

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Warna dapat memberi kesan lebih dari sekadar keindahan. Kehadirannya dalam sebuah ruang dapat memengaruhi mood atau suasana hati seseorang. Sama dengan warna-warni lainnya, cokelat pun dapat menghadirkan kesan tertentu. Bahkan dalam dunia interior, beberapa orang menganggap cokelat adalah warna yang tak pernah salah ditempatkan di ruang mana pun.

Karakter warnanya yang dekat dengan tanah membuat cokelat mampu menghangatkan suasana, menimbulkan rasa nyaman, dan menenangkan perasaan. Untuk alasan inilah mengapa cokelat banyak diaplikasikan dalam kamar tidur, khususnya kamar utama— bukan kamar anak. Namun perlu diingat, cokelat pun bisa menjadi ”berat” dan kaku bila diaplikasikan terlalu banyak khususnya dalam proporsi warna tua (gelap).

Inilah beberapa inspirasi kamar tidur utama yang menggunakan warna cokelat.

Berkat bukaan yang lebar, cahaya yang masuk ke dalam ruang pun optimal. Tak perlu pencahayaan di kala siang dan tentunya hemat energi.

Berselimut Kesejukan

Pesona cokelatmu memberi kehangatan bagi pandanganku. Banyaknya bukaan membuat tabir cahaya menyentuh maksimal sudut cantikmu. Berselimutkan udara yang datang silih berganti, membuat kesejukan hingga relung jiwaku. Perasaan inilah yang tercermin ketika memasuki kamar tidur ini.

Nuansa kayu berwarnakan cokelat tua hadir menyentuh furnitur di dalam kamar. Sedangkan bedcover, penutup bantal, dan finishing sofa tersapukan lewat cokelat muda. Kolaborasi warna yang dihadirkan terpapar begitu indah hingga membuat ruang tampil cantik dan tak terkesan monoton.

Baca Juga: 6 Inspirasi Ciptakan Ruang Duduk untuk Bersantai di Rumah

Detail desain jendela.

Optimalisasi alam dan lingkungan pun tak lepas dari sentuhan desainnya. Setiap detil dihadirkan secara cermat. Jendela kamar didesain bak sebuah pintu putar dan setinggi plafon. Tanpa malu, cahaya pun bisa masuk menyentuh setiap relung sudut kamar. Tak perlu khawatir, jika terlalu banyak cahaya yang masuk sang tirai siap menjadi barikade pelindung. Sama halnya dengan cahaya, semilir angin siap datang silih berganti hidupkan kesejukan ruang. Kata betah dan nyaman, tak perlu diragukan lagi.

Baca Juga: Cara Memilih Warna Rumah sesuai Keprobadian: Dari Tenang hingga Ekspresif

Dengan gradasi warna cokelat yang tepat, kamar tidur pun tampil memikat.

Berbicara Cokelat lewat Warna Kayu

Hamparan cokelat kian menghangatkan ruang tidur ini. Dari mulai kasur, panutup bantal, bedcover, lemari, hingga headboard semua tak lepas dari sentuhan cokelat. Warna-warni yang dihadirkan seolah membawa kita ke peraduan bernuansa alami. Hal ini tak terlepas dari penggunaan material yang didominasi HPL ber-finishing-kan motif kayu. Pandanglah sekilas, pesona HPL kayu berwarna muda terpasang cantik menghiasi kamar tidur dan lemari pakaian.

Yang unik adalah penggunaan HPL bermotifkan kayu terus dibawa hingga headboard kasur. Pilihan warnanya lebih gelap dibandingkan kasur dan lemari. Perbedaan warna ini membuat ruang tampil kian menggigit. Ditambah, munculnya sentuhan aksesori berupa garis-garis kayu dengan lebar 2 cm dan tebal 1 cm pada headboard. Kehadirannya seolah membuat ruang tampil kian cantik hingga pesona ruang kian memikat.

Baca Juga: Inspirasi Kamar Tidur Remaja Putri: Rest, Relax, Private

Sentuhan cokelat di kamar tidur dipadupadankan dengan elemen pengisi, dalam hal ini, furnitur yang digunakan.

Padu Padan Material Berwarna Cokelat

Bermaterialkan cokelat dengan pilihan material berbeda tak lantas membuat kualitas ruang menurun. Pesona cokelat dengan rasa yang berbeda bahkan membuat ruang jadi lebih berwarna. Harmonisasi warnanya pun lebih variatif dan tak ada kesan monoton. Semua dalam proporsi ruang yang sedap dipandang dan nyaman dinikmati. Pilihan cokelat tua jatuh ke warna badcover dan bantal guling. Bahannya dari kain pilihan yang lembut dan nyaman digunakan.

Baca Juga: 4 Elemen Penting untuk Merancang Desain Interior Natural

Desain furnitur yang cantik dengan konsep modern membuat tampilan kamar tidur utama kian menarik.

Pilihan furnitur kasur dan lemari berwarnakan cokelat sedikit tua. Material yang digunakan adalah kayu finishing HPL. Headboard tampil cantik dengan pola geometrinya. Pesonanya yang kuat membuat tampilan ruang kian memikat. Berbahankan finishing synthetic leather, headboard pun tampil memukau. Sedangkan dinding semakin cantik dengan wallpaper cokelat mudanya. Ada sedikit gradasi putih yang membuat tampilan dinding makin ciamik

Baca Juga: 3 Trik Memadukan Warna dalam Ruang

Cek ulasan inspiratif ranahnya rumah, produk terbaru, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Ruang di Bawah Tangga Jadi Kamar Mandi? Ini Cara Membuatnya Nyaman dan Menarik

    Ranahrumah.com – INSPIRASI | Pernah memperhatikan ruang di bawah tangga yang sering kali berakhir sebagai area penyimpanan? Padahal, dengan perencanaan yang tepat, ruang yang bentuknya tidak beraturan ini dapat diubah menjadi kamar mandi tambahan atau powder room yang fungsional sekaligus menarik.

    Dalam rumah masa kini, setiap ruang memiliki potensi untuk dimanfaatkan. Area di bawah tangga pun tidak lagi harus dianggap sebagai ruang sisa. Meski memiliki keterbatasan luas, kemiringan plafon, serta ketinggian yang berbeda-beda, area ini justru dapat menjadi lokasi strategis untuk menghadirkan kamar mandi tambahan di dalam rumah.

    Terutama pada rumah bertingkat, keberadaan powder room di area bawah tangga dapat menjadi solusi praktis. Letaknya yang biasanya dekat dengan ruang keluarga, ruang tamu, atau area publik rumah membuat kamar mandi ini mudah diakses tanpa harus masuk ke area privat seperti kamar tidur.

    Namun, mengubah ruang di bawah tangga menjadi kamar mandi tentu tidak cukup hanya dengan memasukkan kloset dan wastafel. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar ruang sempit ini tetap nyaman, aman, dan tidak terasa sesak.

    Baca Juga: Menata Kamar Mandi Mungil dengan Storage Simpel

    Meski berada di bawah tangga, kamar mandi ini tetap terasa nyaman karena memiliki ukuran dan bentuk ruang yang cukup ideal. Elemen pengisinya pun lengkap, terdiri atas kloset, shower, dan meja wastafel berukuran panjang. Perbedaan ketinggian lantai membantu membedakan area basah dan kering, sementara sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik membuat kamar mandi tetap nyaman digunakan.

    Menyesuaikan Bentuk Kamar Mandi dengan Ruang di Bawah Tangga

    Tangga memiliki beragam bentuk. Ada tangga lurus, tangga berbentuk L, hingga tangga yang memiliki bordes sebagai area pemberhentian sementara. Setiap bentuk tangga akan menghasilkan ruang kosong dengan bentuk dan ketinggian yang berbeda.

    Area di bawah tangga umumnya memiliki plafon yang mengikuti kemiringan anak tangga. Karena itu, ketinggian ruang tidak selalu sama. Pada satu bagian, ketinggian plafon mungkin cukup ideal untuk berdiri, sementara di bagian lain bisa jauh lebih rendah.

    Kondisi inilah yang menjadi tantangan sekaligus kunci dalam merancang kamar mandi di bawah tangga. Penempatan setiap elemen perlu disesuaikan dengan ketinggian ruang. Area dengan plafon paling rendah dapat dimanfaatkan untuk bagian yang tidak membutuhkan banyak ruang gerak, sedangkan area dengan ketinggian lebih ideal digunakan untuk aktivitas seperti berdiri di depan wastafel atau menggunakan shower.

    Pada ruang yang sangat terbatas, area bawah tangga mungkin hanya dapat dimanfaatkan sebagai toilet atau powder room yang terdiri atas kloset dan wastafel. Namun, jika luas dan ketinggiannya memungkinkan, ruang tersebut dapat dilengkapi dengan shower.

    Baca Juga: Inspirasi Powder Room, Ruang Rias di Sudut Sempit

    Selanjutnya: Powder Room atau Kamar Mandi Lengkap? (halaman 2)

    Infinity Pool, Kolam Renang Tanpa Batas Bikin Berenang Serasa di Laut Lepas

    Ranahrumah.com – INSPIRASI | Bagaimana rasanya berenang di laut tanpa benar-benar masuk ke laut?

    Infinity pool menawarkan sensasi tersebut.

    Cukup melangkah dari kamar atau ruang bersantai, kita dapat langsung berendam di air yang seolah menyatu dengan laut luas. Pada lokasi yang berbeda, sensasinya bisa berubah. Kita dapat merasa seolah berenang menuju lembah, berada di antara pepohonan, atau melayang di atas kota.

    Di sinilah daya tarik infinity pool.

    Disebut juga infinity edge pool atau vanishing edge pool, infinity pool merupakan kolam renang yang dirancang dengan satu atau lebih sisi yang dibuat seolah-olah tidak memiliki tepian. Air dibiarkan mengalir melewati sisi tersebut sehingga batas antara kolam dan pemandangan di depannya tampak menghilang.

    Ketika Kolam Renang Menjadi Bagian dari Pemandangan

    Pada dasarnya, infinity pool tetap merupakan kolam renang yang memiliki batas. Perbedaannya terletak pada desain tepian dan sistem sirkulasi airnya.

    Pada sisi tertentu, air dibiarkan melimpas ke saluran atau bak penampungan yang berada di bawahnya. Air kemudian dipompa kembali ke dalam kolam untuk terus disirkulasikan. Siklus inilah yang menciptakan efek visual seolah-olah kolam tidak memiliki batas.

    Namun, konstruksi saja tidak cukup untuk menghasilkan efek tersebut. Pemandangan di sekitar kolam merupakan bagian penting dari desain infinity pool. Kolam yang berada di tepi pantai, misalnya, dapat menciptakan kesan seolah air kolam menyambung dengan laut lepas.

    Sementara itu, kolam yang dibangun di tepi tebing dengan latar belakang pepohonan dapat memberikan ilusi seolah kita sedang berenang menuju lembah.

    Di lantai teratas sebuah gedung, infinity pool bahkan dapat menciptakan sensasi seolah-olah kita sedang melayang di atas kota.

    Karena itu, posisi, orientasi, dan latar belakang menjadi bagian penting dalam merancang infinity pool. Pemandangan bukan sekadar latar belakang, tetapi bagian dari pengalaman yang ingin diciptakan.

    Baca Juga: SKYE Suites Garden Square: Bangunan Artistik dengan Kolam Renang Ikonik

    Mengapa Infinity Pool Begitu Populer?

    Popularitas infinity pool tidak dapat dilepaskan dari perubahan cara kita menikmati ruang. Kolam renang kini tidak hanya dipandang sebagai tempat untuk berenang atau berolahraga. Dalam banyak hotel, resor, kondominium, hingga rumah pribadi, kolam juga menjadi bagian dari pengalaman gaya hidup.

    Infinity pool menawarkan pengalaman visual yang kuat. Air yang seolah tidak berujung membuat kolam terasa lebih menyatu dengan lingkungan di sekitarnya.

    Desainnya yang dramatis juga membuat infinity pool menjadi elemen arsitektur yang mudah dikenali dan diingat. Tidak mengherankan jika kolam jenis ini banyak ditemukan di hotel bintang lima dan resor eksklusif yang menjadikan pemandangan sebagai bagian dari pengalaman menginap.

    Bagi masyarakat urban, keberadaan infinity pool juga menawarkan sesuatu yang semakin dicari: ruang untuk berhenti sejenak dari kepadatan rutinitas.

    Berendam atau berenang sambil menikmati matahari terbenam, pemandangan laut, pegunungan, atau lanskap kota dapat menjadi bagian dari pengalaman relaksasi. Air, pemandangan, dan suasana terbuka menciptakan ruang yang terasa lebih tenang dan memberi jarak dari kesibukan sehari-hari.

    Tidak hanya itu, infinity pool juga sangat sesuai dengan budaya visual masa kini. Desainnya yang dramatis membuatnya menjadi salah satu elemen arsitektur yang kerap menjadi daya tarik utama dalam perjalanan, akomodasi, maupun hunian.

    Dengan kata lain, infinity pool berada di persimpangan antara arsitektur, kenyamanan, pengalaman, dan gaya hidup.

    Selanjutnya: Tidak harus selalu di hotel atau resor (halaman 2)

    Konsep Baru Philips Lighting Store Surabaya, Beri Inspirasi Pencahayaan Ruang dan Konsultasi Gratis

    0

    Ranahrumah.com – TREN [Surabaya] | Penerapan pencahayaan di rumah tak cukup dengan tersedianya aneka pilihan produk lampu. Namun, inspirasi dan pengalaman akan membantu pengguna menemukan solusi terbaik untuk setiap sudut rumahnya.

    Kebutuhan inilah yang diakomodasi oleh Signify (Euronext: LIGHT) melalui brand Philips dengan menghadirkan konsep baru Philips Lighting Store-nya di Surabaya. Konsep ini memadukan solusi pencahayaan, layanan konsultasi yang dipersonalisasi, serta aplikasi pencahayaan yang ditampilkan dalam berbagai inspirasi penataan ruang. Dengan demikian, pengunjung dapat mengeksplorasi secara langsung, membandingkan pilihan, dan menemukan solusi yang paling sesuai dengan karakter hunian dan aspirasi gaya hidup mereka.

    “Kebutuhan dan ekspektasi konsumen terhadap hunian terus berkembang di berbagai negara. Kini, bukan lagi masyarakat yang harus menyesuaikan aktivitasnya dengan pencahayaan, melainkan pencahayaan yang perlu beradaptasi dengan cara masyarakat menjalani kesehariannya,” ujar Michael Kuhne, Global Consumer CEO, Signify.

    Baca Juga: Philips UltraBright Tahan hingga 3.000 Jam, Apa Artinya bagi Pengguna Rumah?

    Produk Outdoor Lighting di Philips Lighting Store Surabaya.

    Inovasi Store dengan Pengalaman Pencahayaan yang Imersif

    Seiring fungsi rumah yang kian beragam, mulai dari tempat untuk bekerja, beristirahat, hingga berkumpul dan bersantai dengan keluarga, pengguna lampu pun mengharapkan pencahayaan yang mampu memberikan nilai lebih dari sekadar penerangan.

    “Di Signify, kami menjawab perubahan tersebut melalui inovasi yang berpusat pada konsumen untuk membantu menciptakan hunian yang lebih baik melalui pencahayaan. Kehadiran Philips Lighting Store Surabaya menjadi wujud komitmen kami dalam menghadirkan inovasi yang menjawab keinginan konsumen dan lebih dekat pada kebutuhan masyarakat Indonesia,” tambahnya.

    Philips Lighting Store Surabaya dirancang sebagai destinasi bagi pemilik rumah sekaligus mitra bagi arsitek, desainer interior, dan kontraktor dalam menemukan solusi pencahayaan yang tepat untuk rumah konsumen.

    Baca Juga: Mengenal Smart Lighting dan Lighting Control: Saat Cahaya Mengikuti Kehidupan di Rumah

    Pilihan Produk Pencahayaan di Philips Lighting Store Surabaya.

    Di sini pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 200 pilihan produk pencahayaan, mulai dari dekoratif, fungsional hingga smart lighting, yang ditampilkan dalam simulasi berbagai tata ruang rumah; dari ruang keluarga, kamar tidur hingga dapur. Pengunjung dapat melihat langsung bagaimana aplikasi pencahayaan yang berbeda mampu mengubah atau mengoptimalkan suasana dan fungsi setiap ruangan, serta berkonsultasi sebelum mengambil keputusan untuk memastikan solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan.

    “Kami berharap Philips Lighting Store dapat menjadi referensi tepercaya bagi siapa pun yang ingin menciptakan hunian yang lebih nyaman, fungsional, dan merefleksikan karakter personal mereka,” ujar Dedy Bagus Pramono, President Director, Signify Commercial Indonesia.

    Konsep Philips Lighting Store ini selanjutnya akan dihadirkan di Jakarta, Bali, dan kota-kota lainnya di Indonesia. (RR)

    Baca Juga: Apa itu Downlight? Rahasia Arah Pencahyaan yang Membuat Rumah terasa Rapi, Hangat, dan Modern

    Cek berita terbaru dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Mengapa Masyarakat Memilih Sharp? Ini yang Dicari dari Produk Elektronik Rumah Tangga

    0

    Ranahrumah.com – TREN | Saat memilih produk elektronik rumah tangga, konsumen tidak hanya melihat merek. Kualitas, daya tahan, performa, efisiensi energi, inovasi, hingga layanan purna jual menjadi berbagai pertimbangan yang ikut menentukan keputusan.

    Sebab, produk seperti lemari es, mesin cuci, dan AC akan digunakan setiap hari dalam jangka panjang. Konsumen tentu ingin memastikan produk yang dipilih dapat bekerja dengan baik, memberikan manfaat sesuai kebutuhan, dan sepadan dengan nilai yang dikeluarkan.

    Bukan Sekadar Merek, Ini yang Dicari Konsumen dari Produk Elektronik

    Kualitas dan daya tahan menjadi pertimbangan penting ketika memilih produk elektronik. Konsumen membutuhkan produk yang dapat diandalkan untuk mendukung aktivitas sehari-hari, bukan hanya terlihat menarik saat pertama kali dibeli.

    Namun, kualitas saja tidak cukup. Performa produk juga harus sesuai dengan kebutuhan. Mesin cuci diharapkan mampu membantu pekerjaan rumah tangga, lemari es dapat menjaga bahan makanan, sementara AC menciptakan kenyamanan di dalam rumah.

    Di sisi lain, kebutuhan konsumen juga terus berkembang. Teknologi yang ditawarkan diharapkan tidak hanya terdengar canggih, tetapi benar-benar memberikan manfaat. Efisiensi energi pun semakin menjadi perhatian karena berbagai perangkat elektronik digunakan setiap hari.

    Harga juga menjadi pertimbangan, tetapi keputusan konsumen biasanya tidak berhenti pada angka. Mereka turut melihat nilai yang didapatkan: apakah kualitas dan performanya sepadan, apakah produk dapat digunakan dalam jangka panjang, dan bagaimana layanan purna jual yang diberikan.

    Karena itu, kepercayaan terhadap sebuah merek pada akhirnya dibangun dari banyak pengalaman yang konsisten. Produk yang dapat memenuhi kebutuhan, teknologi yang relevan, efisiensi, serta layanan yang mendukung akan membentuk alasan bagi konsumen untuk memilih dan kembali menggunakan merek tersebut.

    Baca Juga: 6 Mesin Cui Sharp Model Front Loading Harga Mulai Rp3,5 Juta

    SBBI 2026 memberi penghargaan Best Brand kepada Sharp untuk produk Lemari Es dan AC, elektronik rumah tangga yang relevan dan kuat di tengah perubahan perilaku masyarakat.(Foto: Sharp Indonesia)

    Ketika Kepercayaan Konsumen Berbuah Penghargaan

    Selama lebih dari 55 tahun hadir di Indonesia, Sharp terus mengembangkan produk elektronik dengan mengedepankan kualitas, inovasi, dan kebutuhan konsumen. Berbagai teknologi seperti Plasmacluster Ion dan J-Tech Inverter menjadi bagian dari upaya Sharp menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki performa, tetapi juga menawarkan manfaat dan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari.

    Konsistensi tersebut tercermin dari tiga penghargaan yang diraih Sharp pada dua ajang penghargaan brand di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    Pada ajang Jogja Brand & Business Awards (JBBA) 2026 yang diselenggarakan oleh Harian Jogja dengan tema Smartly Cultured, Sustainably Driven, Sharp meraih penghargaan Produk Mesin Cuci Paling Andal & Hemat Energi.

    Sementara itu, pada ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI) 2026 bertema Winning Value, Driving Impact, Sharp meraih penghargaan Best Brand untuk kategori Lemari Es dan Air Conditioner (AC).

    Kedua ajang tersebut memberikan penghargaan berdasarkan penilaian terhadap kekuatan merek dan persepsi publik. JBBA 2026 turut mempertimbangkan reputasi digital, integritas, serta sentimen publik terhadap merek. Sementara SBBI 2026 menilai kemampuan brand dalam mempertahankan relevansi dan kekuatan di tengah perubahan perilaku konsumen.

    Baca Juga: Mengenal Teknologi J-Tech Inverter pada AC Sharp: Hemat Listrik dan Ramah Lingkungan

    Pangsa Pasar Produk Elektronik Rumah Tangga Sharp

    Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager, PT Sharp Electronics Indonesia, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Sharp untuk terus menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.

    “Bagi kami, apresiasi tersebut bukan hanya menjadi pengakuan atas kualitas produk, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi menghadirkan teknologi yang relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.”

    Berdasarkan data internal perusahaan, pada Mei 2026 Sharp mencatat pangsa pasar sebesar 34,6% untuk lemari es, 25,6% untuk mesin cuci, dan 21% untuk Air Conditioner (AC). Pencapaian tersebut turut didukung oleh inovasi produk serta jaringan layanan purna jual yang luas di Indonesia.

    Pada akhirnya, alasan konsumen memilih sebuah merek elektronik bukan hanya karena nama yang sudah dikenal. Kualitas, performa, efisiensi, inovasi yang memberikan manfaat, serta layanan yang dapat diandalkan menjadi bagian dari kepercayaan yang dibangun dari waktu ke waktu.

    Bagi Sharp, tiga penghargaan pada JBBA 2026 dan SBBI 2026 menjadi salah satu bentuk pengakuan atas kepercayaan tersebut. Lebih dari sekadar pencapaian, penghargaan ini menunjukkan bahwa ketika sebuah merek mampu memahami kebutuhan konsumen dan menjawabnya secara konsisten, kepercayaan akan tumbuh dan menjadi alasan untuk terus dipilih. (RR)

    Baca Juga: Pilah Pilih Kulkas Sharp Dua Pintu J-Tech Inverter, Model Terbaru Ada Fitur Tulis di Pintunya

    Cek berita produk rumah tangga, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom