Saturday, June 27, 2026
Home Blog Page 38

Bagaimana Cara Kerja Teknologi Plasmacluster dari Sharp?

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan udara, nama Plasmacluster sering muncul dalam berbagai produk elektronik Sharp — mulai dari air purifier, AC, hingga kulkas.

Namun banyak yang belum tahu, apa sebenarnya Plasmacluster itu dan bagaimana cara kerjanya?

Teknologi ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan hasil penelitian ilmiah panjang yang berhasil membawa fenomena alam ke dalam rumah — menghadirkan udara bersih seperti di pegunungan, setiap hari.

Baca Juga: Plasmacluster: 25 Tahun Inovasi Udara Bersih dari Sharpyang Mengubah Dunia

Mengenal Plasmacluster Ion

Plasmacluster adalah teknologi pemurni udara yang diciptakan dan dipatenkan oleh Sharp Corporation Jepang sejak tahun 2000.

Intinya, Plasmacluster bekerja dengan melepaskan ion positif (H⁺) dan ion negatif (O₂⁻) ke udara — dua jenis ion yang juga terdapat secara alami di hutan, gunung, dan tepi air terjun.

Ion-ion ini kemudian mengelilingi partikel berbahaya seperti virus, bakteri, jamur, atau alergen di udara, lalu menonaktifkannya dengan cara menarik atom hidrogen dari permukaannya. Setelah proses itu selesai, ion-ion tersebut bersatu kembali menjadi molekul air (H₂O) dan kembali ke udara dengan aman.

Hasilnya? Udara menjadi lebih bersih, segar, dan bebas dari zat berbahaya — sama seperti setelah hujan atau di alam terbuka.

Baca Juga: Hasil Penelitian Plasmacluster Sharp Bantu Turunkan Risiko Penularan Covid 19

Mengapa Teknologi Ini Berbeda?

Berbeda dari filter udara konvensional yang hanya menyaring partikel, Plasmacluster bekerja secara aktif di udara. Artinya, teknologi ini tidak menunggu partikel kotor lewat di depan alat, tetapi menyebarkan ion ke seluruh ruangan, menjangkau area yang sulit dibersihkan secara manual.

Lebih dari 40 lembaga riset independen di 12 negara, termasuk universitas dan laboratorium di Jepang, Inggris, Jerman, dan Indonesia, telah meneliti efektivitas Plasmacluster.

Hasilnya menunjukkan bahwa teknologi ini mampu:

  • Menonaktifkan berbagai virus, termasuk virus influenza.
  • Mengurangi bau tak sedap dari asap rokok, hewan peliharaan, atau makanan.
  • Menekan pertumbuhan jamur dan bakteri di udara.
  • Membantu menjaga kelembapan alami di dalam ruangan.

Baca Juga: Hindari Mencairkan Daging Beku dengan Cara Ini: Mengundang Bakteri dan Merusak Tekstur dan Rasa

Gambar panel pada kulkas Sharp yang menunjukkan adanya ion plasmacluster yang menekan pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran bahan makanan. (Foto: Website Sharp Indonesia)

Diterapkan di Berbagai Produk Sharp

Seiring berkembangnya inovasi, Sharp kini menanamkan teknologi Plasmacluster tidak hanya pada air purifier, tetapi juga pada berbagai produk rumah tangga:

  • AC dan Dehumidifier: menjaga udara tetap segar dan mengurangi debu mikroskopis.
  • Kulkas: menekan pertumbuhan bakteri dan menjaga kesegaran bahan makanan.
  • Mobil dan perangkat wearable: membantu menjaga kebersihan udara saat bepergian.

Dengan lebih dari 100 juta unit produk Plasmacluster yang telah beredar di seluruh dunia, teknologi ini menjadi simbol dedikasi Sharp terhadap kesehatan dan kenyamanan penggunanya.

Komitmen Berkelanjutan untuk Udara Sehat

Di Indonesia, Sharp memperkuat misinya melalui kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) lewat kampanye “Ciptakan Udara Sehat untuk Indonesia.”

Kampanye ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya udara bersih bagi kesehatan keluarga dan lingkungan — sejalan dengan keyakinan Sharp bahwa udara bersih adalah hak setiap orang.

Udara Bersih Awal Hidup yang Lebih Baik

Plasmacluster bukan sekadar teknologi, tapi bagian dari perjalanan panjang manusia menuju udara yang lebih bersih dan sehat.

Dengan prinsip sederhana — meniru keseimbangan ion alami di alam — Sharp berhasil membawa sains menjadi solusi nyata bagi kehidupan modern.

Karena udara yang baik untuk bernapas, adalah awal dari hidup yang lebih baik. (RR)

Baca Juga: 4 Pilihan Vacuum Cleaner dari Sharp dan Harganya

Baca Juga: Polusi Udara Tertinggi di Rumah Terjadi di Malam Hari, Mengapa?

Baca Juga: Inovasi Hijau MP TREE Semen Merah Putih dengan Microalga jadi Solusi Polusi Udara

Cek berita inovasi terbaru dari industri, tips & trik soal rumah, berita produk rumah tangga dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom

Jakarta Design Collabs: Kolaborasi, Inovasi, dan Harmoni dalam Desain Indonesia

Ranahrumah.com – TREN [JAKARTA] | Pada 12 November 2025, suasana Jakarta Design Center (JDC) terasa berbeda. Di bawah sorotan tema “The Collab Celebration”, JDC menggandeng Benda Design Hub meluncurkan inisiatif kreatif bernama Jakarta Design Collabs — sebuah program yang menghubungkan para desainer interior, arsitek, dan brand-brand interior terkemuka dalam wujud instalasi ruang yang sarat narasi.

Penyelenggara acara, arsitek dan desainer, dan perwakilan brand yang berpartisipasi di Jakarta Design Collabs 2025. (Foto: IST Dok. JDC)

Langkah Baru Menuju Ekosistem Desain yang Lebih Hidup      

Jakarta Design Collabs merupakan program yang menjadi tonggak awal dari visi baru JDC sebagai “The Premium Hub of Art, Design Community and Commerce.”

Seperti disampaikan oleh Nurul Syahri F., Direktur Utama JDC, “Acara ini bagian dari visi baru kami, mempertemukan semua aspek di dunia desain: komunitas, industri, dan publik. Kami ingin JDC bukan sekadar tempat membeli produk, tetapi rumah kedua bagi para desainer dan arsitek.”

Acara perdana ini melibatkan lima desainer dan lima brand yang berkolaborasi menampilkan instalasi tematik, dengan rencana untuk memperluas jumlah peserta di edisi berikutnya. Setiap karya menjadi representasi harmoni antara karakter brand dengan imajinasi desainer.

Baca Juga: Opulent Living 2025 Pameran Desain Immersif ala Kapal Pesiar Mewah

Dari Ruang Kecil ke Pusat Desain Terbesar di Indonesia

Gagasan Jakarta Design Collabs berawal dari pengalaman kecil yang dilakukan di Benda Design Hub. Menurut Ren Katili, salah satu inisiator, “Ide awalnya lahir dari satu ruang kecil, hanya 50 meter persegi, berisi 13 produk yang dikurasi dengan indah. Kami berpikir, kalau di ruang sekecil itu saja bisa tercipta karya kolaboratif yang inspiratif, kenapa tidak dilakukan di JDC — tempat yang sudah menjadi legenda bagi arsitek dan desainer?”

Ren bersama rekannya Mira Prihatini melihat potensi besar JDC sebagai titik temu antara tenant, brand, dan komunitas desain. “Tempatnya ada, brand-nya ada, desainer-nya juga ada. Semangatnya sederhana — menghadirkan kembali inspirasi lewat kolaborasi,” ujarnya.

Tema perdana, “Fallen Purple”, dipilih karena selaras dengan nuansa musim gugur Eropa, yang menjadi inspirasi banyak brand internasional yang berpartisipasi di JDC, seperti Italia dan Jerman. Warna ungu, emas, dan hitam dipadukan untuk menghadirkan atmosfer hangat, elegan, dan penuh karakter.

“Nantinya, setiap periode akan hadir tema baru agar tampilannya terus segar dan menginspirasi,” tambah Ren.

Baca Juga: Pameran A Life Less Ordinary 15 Tahun Atelier Riri

Kolaborasi Lima Desainer dan Lima Brand

Edisi pertama Jakarta Design Collabs menampilkan kolaborasi antara:

  • Joe Willendra × Galleria (AXOR)
Joe Willendra berkolaborasi dengan Galleria untuk produk AXOR memberikan inspirasi pengalaman di kamar mandi masa kini yang menenangkan dan reflektif. (Foto: IST Dok. JDC)
  • Ariya Sradha × Polflex Office
Instalasi Ariya Sradha berkolaborasi dengan Polflex Office dalam desain ruang kantor dengan penerapan tema Fallen Purple di Jakarta Design Collabs 2025. (Foto: IST Dok. JDC)
  • Rina Renville × Versailes
Rina Renville menghadirkan nuansa klasik elegan dalam kolaborasinya dengan Versailes di Jakarta Design Collabs 2025. (Foto: IST Dok. JDC)
  • Francis Surjaseputra × Casa Italia
Francis Surjaseputra mengangkat karya perajin tenun dari Sulawesi Utara dalam kolaborasinya dengan Casa Italia di Jakarta Design Collabs 2025 di JDC, Slipi Jakarta. (Foto: IST Dok. JDC)
  • Seisy Zakia × Homelogy
Seisy Zakia berkolaborasi dengan Homelogy dengan hasil instalasinya yang terimajinasi dari bunga-bunga di musim gugur. (Foto: IST Dok. JDC)

Setiap pasangan diberi kebebasan menafsirkan tema “Collaboration in Harmony” melalui gaya desain yang berbeda — dari minimalis hingga futuristik — selama tetap menonjolkan keunggulan produk brand yang mereka wakili.

Bagi desainer interior Rina Renville, kesempatan ini bukan hanya ajang pamer karya, tapi juga cara menaikkan nilai desain lokal. “Melalui platform seperti ini, desainer bisa berkolaborasi langsung dengan industri. Kita tidak sekadar menata ruang, tapi membantu masyarakat memahami added value dari tiap brand,” ujarnya.

Sementara itu, Henny Makmur dari Versailes menyoroti nilai strategis kolaborasi ini bagi brand high-end. “Produk seperti kami tidak bisa dijual dengan cara hard selling. Kami menjual nilai dan cerita di baliknya. Kolaborasi dengan desainer menghadirkan storytelling yang membuat produk kami hidup dalam ruang,” jelasnya.

Baca Juga: Mengenal Keran AXOR Starck Organik Desain Unik dengan Fitur Unggulan Hemat Air

Joe Willendraarsitek sekaligus desainer pendiri W Office di pembukaan pameran imersif Jakarta Design Collabs, 12/11/2025.

Menjual Pengalaman, Bukan Sekadar Produk          

Salah satu instalasi yang mencuri perhatian datang dari kolaborasi Joe Willendra dan Galleria, yang menampilkan produk AXOR — lini mewah dari Hansgrohe. Joe menata area seperti galeri seni, bukan sekadar ruang display.

“AXOR bukan sekadar menjual keran atau shower, tapi menjual designer items. Semua produknya hasil rancangan desainer ternama seperti Philippe Starck,” tutur Joe. “Jadi menurut saya, mereka pantas ditampilkan seperti karya seni — dengan pencahayaan, narasi, dan atmosfer yang membangkitkan pengalaman.”

Ia menambahkan, “Kamar mandi hari ini adalah ruang personal, tempat kita bisa berpikir dan menemukan ide. Itu yang saya coba hadirkan dalam desain — pengalaman yang menenangkan dan reflektif.”

Baca Juga: Showcase Baru Antoniolupi di Le Chateau Berikan Penagalamn Mandi Stylish

Jacob Gatot Sura, desainer multidisiplin dan creative strategist (nomor 3 dari kiri) sesaat setelah talkshow bertema “Art Installation for Design Statement” di Jakarta Design Collabs, 12/11/25.

Menghidupkan JDC Sebagai Rumah Kedua bagi Desainer

Selain menjadi ajang apresiasi, Jakarta Design Collabs juga bertujuan menghidupkan kembali suasana komunitas di JDC. Selama tiga bulan penyelenggaraan, para pengunjung bisa menikmati instalasi, mengikuti showroom tour, hingga berbincang langsung dengan para desainer.

Bagi JDC, acara ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi desain interior di Indonesia, dengan visai barunya The Premium Hub of Art, Design Community and Commerce. “Kami ingin JDC menjadi tempat di mana arsitek dan desainer bisa berkarya, berkolaborasi, dan terinspirasi,” kata Nurul.

Acara juga dilengkapi dengan talkshow bertema “Art Installation for Design Statement” yang menghadirkan para kolaborator utama seperti Rina Renville, Joe Willendra, Francis Surjaseputra, Ariya Sradha, serta Jacob Gatot Sura, seorang desainer multidisiplin dan creative strategist. Jacob menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin: “Kolaborasi bukan hanya tentang tampilan visual, tapi tentang menciptakan nilai baru yang relevan dengan kehidupan urban masa kini.”

Baca Juga: Koleksi Fabric dan Wallpaper Parakan by Agam Riadi Hadirkan Corak Budaya Indonesia ke Dalam Interior

Visi Berkelanjutan: Dari Satu Kolaborasi ke Gerakan Desain Nasional

Melalui The Collab Celebration, JDC dan Benda Design Hub menegaskan komitmen untuk menjadikan Jakarta Design Collabs sebagai program berkelanjutan. Ke depan, jumlah kolaborator akan diperluas, dengan tema dan pendekatan desain yang terus berevolusi.

Ren Katili menutup dengan harapan sederhana namun kuat: “Kami ingin JDC menjadi tempat yang tidak hanya menjual produk, tapi juga menjual inspirasi. Ketika brand dan desainer bersinergi, nilai desain Indonesia akan naik kelas.” (RR)

Baca Juga: Giorgetti Atelier by Prodotti Furnitur Mewah Desain Ikonik Khas Italia

Cek berita terbaru arsitetur dan interior, industri, inovasi produk, dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Partisi Kayu 3 Dimensi yang Fungsional dan Estetik

0

Ranahrumah.com – INTERIOR | Partisi, menjadi pilihan bagi banyak orang sebagai pengganti sekat masif di rumahnya.

Solusi efektif bagi rumah mungil ini, umumnya dibuat non permanen, bisa dipindah-pindah, meski ada juga yang diciptakan menetap. Namun yang pasti, tak butuh banyak ruang saat diaplikasikan.

Secara fungsi, partisi dapat menutup area satu dengan lainnya, membagi satu ruang menjadi beberapa bagian area, tanpa menimbulkan kesan sumpek.

Ruang Open Space Jadi 3 Area

Lega dan terang. Begitu kesan ruang yang didesain dengan konsep open space yang berada di lantai satu rumah ini. Dalam layout yang berkonsep terbuka, selayang pandang kita dapat melihat ke ruang makan dan dapur yang menyatu. Untuk mencapai dapur, hanya perlu membalikkan tubuh dan maju selangkah menuju meja minibar.

Baca Juga: Partisi Gipsum, Cara Membuat dan Memasangnya

Baca Juga: Mengenal Foyer dan Pengaplikasiannya di Ruamh Mungil

Didesain bolong-bolong, partisi kayu ini tak hanya fungsional sebagai penyekat ruang tetapi menjadi wadah dekorasi yang estetik.

Dua lampu gantung transparan menghiasi area makan di sana. Lampu digantung kabel yang menempel pada plafon. Pendar lampu kuning kemerahan memberi kesan hangat dan bersahabat.

Di ruang makan ini, nampak partisi yang terbuat dari potongan plywood yang dibungkus HPL corak kayu. Partisi ini memisahkan area santap dengan ruang keluarga.

Baca Juga: Mevvah WPC Panel, Jadikan Dinding Ruang Estetika dan Fungsional

Baca Juga: Memasang Hiasan Dinding Tanpa Paku dan Sekrup Kuat untuk Beban 7kg

Penyekat dan Sarana Dekoratif

Partisi menampilkan wajah bolong-bolong dan menempel pada sebuah meja credenza dengan rak terbuka.

Setiap kayu partisi dimodifikasi dengan bentuk kotak, berbeda ketebalan. Disusun rapi dan memanjang. Enam boks wadah tanaman mengisi di antara kayu-kayu itu. Partisi Tiga boks berukuran besar sebagai wadah tanaman, tiga boks lainnya dibiarkan bolong layaknya sebuah jendela mungil.

Saat terpapar cahaya lampu, celah kayu membentuk bayangan indah dan menghasilkan efek tiga dimensi nan cantik. Mau mencoba membuat dan menghadirkannya di rumah? (RR)

Baca Juga: Rumah Mungil di Lahan Terbatas Terasa Luas dan Lega

Baca Juga: Rumah Tumbuh Semi Finished Dibangun dengan Budget yang Ketat

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Plasmacluster: 25 Tahun Inovasi Ion Udara dari Sharp yang Mengubah Dunia

Ranahrumah.com – INSIGHT | Udara bersih adalah kebutuhan dasar yang sering terlupakan di tengah kehidupan modern. Padahal, kualitas udara yang buruk dapat berdampak langsung pada kesehatan dan kenyamanan hidup manusia.

Menyadari hal itu, pada tahun 2000, Sharp Corporation Jepang memperkenalkan sebuah inovasi yang kemudian dikenal luas sebagai teknologi Plasmacluster Ion (PCI) — sebuah terobosan yang kini telah berusia 25 tahun dan menjadi bagian dari lebih dari 100 juta produk Sharp di seluruh dunia.

Dari Laboratorium ke Dunia: Awal Sebuah Revolusi Udara

Kisah Plasmacluster berawal dari riset ilmiah yang dipimpin oleh Kazuo Nishikawa, seorang ilmuwan di tim riset teknologi lingkungan Sharp di Osaka. Terinspirasi oleh fenomena ion alami di alam — seperti di pegunungan dan hutan — Nishikawa bertanya, “Bisakah udara menjadi pelindung kesehatan manusia?”

Pertanyaan itu melahirkan riset mendalam tentang cara mereplikasi keseimbangan ion positif (H⁺) dan ion negatif (O₂⁻) di udara bersih. Dari sinilah lahir teknologi yang mampu menghasilkan kedua jenis ion tersebut secara simultan, lalu menetralkan partikel berbahaya seperti virus, bakteri, dan jamur. Proses ini kemudian disebut sebagai Plasmacluster Effect.

Teknologi ini tidak hanya meniru alam, tetapi juga memperkuatnya. Ion-ion yang dilepaskan oleh sistem PCI akan mengikat zat berbahaya di udara dan mengubahnya kembali menjadi molekul air (H₂O) — menjaga udara tetap lembap, segar, dan sehat.

Model produk air purifier Sharp pertama di dunia. (Foto: Sharp)

Teknologi yang Diakui Dunia

Sejak resmi diperkenalkan, Sharp terus mengembangkan efektivitas PCI melalui kerja sama dengan lebih dari 40 lembaga riset dan universitas di 12 negara, termasuk Indonesia.

Berbagai penelitian independen membuktikan kemampuannya dalam menonaktifkan virus influenza, alergen, bau tidak sedap, hingga jamur, menjadikannya salah satu teknologi pemurnian udara paling terpercaya di dunia.

Bahkan, tanggal 11 November ditetapkan sebagai Hari Plasmacluster — terinspirasi dari bentuk karakter “十一” dalam bahasa Tiongkok yang menyerupai ion positif dan negatif, simbol keseimbangan yang menjadi inti dari teknologi ini.

Baca Juga: Potensi Baru Plasmacluster selain Pemurnian Udara, Temuan Terbaru Sharp

Hemat Listrik Yuk: Awali dengan Mengubah Kebiasaan Kecil Ini di Rumah

Ranahrumah.com -TIPS & TRIK | Biaya tagihan listrik naik dari waktu ke waktu? Ada baiknya kamu dan seluruh anggota keluarga menjalani hidup lebih bijak. Salah satu caranya adalah dengan berhemat listrik.

Hal ini bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari karena faktanya, perubahan kecil pun akan memberi andil besar terhadap tagihan listrik di rumah. Ingin mengubah kebiasaan itu? Ini caranya!

Baca Juga: Menguak Keajaiban Lampu Wiz dengan Fitur Pintarnya

Baca Juga: Cara menghitung PK AC yang Tepat agar Hemat Energi dan Dingin Maksimal

Menggunakan Lampu

  • Tak perlu menyalakan lampu dari pukul 05.30 hingga pukul 18.00. 
  • Optimalkan bukaan jendela dan atap transparan (genting kaca). Lampu yang kotor bisa mengurangi pencahayaan sampai 5%.
  • Maksimalkan terang cahaya lampu dengan mengelap permukaan lampu, minimal 1x setiap bulan.
  • Pilih lampu LED. Lampu hemat energi bertahan 8x lebih lama (6—10 tahun). Energi yang bisa dihemat dari lampu hemat energi dan LED mencapai 80% jika dibanding lampu bohlam.
  • Untuk penerangan luar, nyalakan pada pukul 18.00—05.30. Atau gunakan lampu bersensor cahaya sehingga bisa menyala otomatis ketika hari mulai gelap.

Baca Juga: Mendinginkan Rumah dengan Cerobong Ventilasi bikin Rumah Hemat Listrik

Mengelap Tangan

Gunakan handuk kecil atau lap untuk mengeringkan setelah mencuci tangan. Kurangi penggunaan tisu atau konsumsi listrik jika di rumah menggunakan pengering elektrik.

Baca Juga: Penting Banget sebelum Membeli Mesin Cuci Wajib Tahu 9 Hal Ini

Mencuci Baju

Optimalkan kapasitas mesin cuci. Mencuci pakaian setelah terkumpul hingga mencapai batas maksimal kapasitas penggunaan mesin yang dianjurkan sehingga  tak perlu sering mencuci.

Memilih Stop Kontak

Pilih dan gunakan stop kontak yang dilengkapi tombol On/ Off. Pastikan menekan tombol Off setelah selesai menggunakan perangkat elektronik. Cara ini lebih praktis dan tak perlu repot bolak-balik dan cabut-pasang kabel.

Menyimpan di Kulkas

  • Isi kulkas maksimal 80% dari kapasitasnya agar udara dingin masih dapat berhembus di antara sela-sela barang.
  • Untuk menjaga kestabilan suhu dalam kulkas, taruh dan  simpan 1—2 liter air dalam botol.
  • Untuk kulkas 1 pintu, cairkan kristal bunga es setiap minimal 3 bulan sekali atau ketika ketebalannya mencapai 1/8—1/4 inci. Setiap 4 mm kristal bunga es bisa melipatgandakan penggunaan listrik.
  • Jauhkan kulkas dari benda yang menghasilkan hawa panas, misalnya kompor atau komputer. Beri jarak ±10 cm dari dinding agar bebas melepas panas yang dihasilkan.
  • Elemen pada kulkas yang paling banyak memerlukan listrik adalah fridges dan freezers. Kontrol suhu dalam fridges agar beroperasi pada kisaran 3⁰C—5⁰C saja. Sedangkan suhu pada freezers cukup diatur pada suhu –15⁰C.

Baca Juga: Inovasi Baru Kulkas Aqua Menyimpan Ikan dan Daging Tanpa Dibekukan di Freezer

Menyetrika Pakaian

  • Setel setrika pada posisi “off” saat melipat pakaian dan “on” saat menyetrika.
  • Urutkan pakaian yang hendak disetrika sesuai jenis bahan dan kebutuhan panas. Setrika lebih dahulu pakaian tebal seperti jeans dan katun. Bahan wol dan katun paling akhir, sesaat setelah kamu mencabut setrika dari stop kontak dan membiarkannya mendingin secara otomatis.
  • Kamu juga bisa membalik urutan di atas dimulai dengan menyetrika bahan yang paling tipis dan tak perlu terlalu panas kemudian baru pakaian tebal dan perlu panas yang tinggi. Pastikan pakaian yang hendak disetrika tak lembap dan benar-benar kering.

Mengoperasikan Dispenser

Jika jarang digunakan, cabut kabel dispenser langsung dari stop kontaknya. Pasang lagi ketika kamu membutuhkan air panas atau dingin saja. Namun, jika kamu sering membutuhkan air panas atau dingin, sebaiknya aktifkan dispenser seperti biasa untuk menghemat energi listrik yang disedot saat awal pengaktifan yang cukup besar.

Nah, dengan mengubah kebiasaan kecil ini, jangan kaget jika efeknya sangat besar bagi tagihan listrik kamu. Yuk, praktikkan! (RR)

Baca Juga: Cara Manfaatkan Cahaya Alami Tanpa Membuat Rumah Panas

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Tips Memajang Foto Ala Jerry Aurum

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Jerry Aurum, fotografer terkenal Indoensia, mengatakan, artwork merupakan elemen penting yang memberi jiwa pada ruangan.

Patung kecil wanita cantik akan memberi aura lembut. Pahatan Irian dengan penis raksasanya seringkali memaksa kita tersenyum. Lukisan ekspresionis ala Affandi menyebar dan menunjukkan semangat si tuan rumah. 

Bagaimana dengan foto-foto berbingkai yang tergantung di dinding, atau apik tertata di atas credenza?

Seni Fotografi sebagai Napas Interior

Siapa yang kini tidak akrab dengan kamera? Hampir semua orang membawa kamera dalam sakunya kemana-mana. Telepon genggam pun dilengkapi lensa kecil yang siap digunakan untuk mengabadikan setiap peristiwa.

Foto, sebagaimana lukisan atau seni dua dimensi lainnya, adalah bagian dari karya seni rupa yang telah mendunia.

Jika artwork, patung, pahatan, serta lukisan berperan sebagai elemen penting yang memberi jiwa pada ruangan, maka foto digambarkan oleh Jerry Aurum sebagai napas interior.

Jika ingin dinding “berbicara”, olahlah dengan bingkai foto koleksi.

Baca Juga: Rumah Cantik dalam Sekejap dengan Pesona Baru pada Dinding

Baca Juga: Memasang Hiasan Dinding Tanapa Paku dengan Perekat Inovatif hingga Beban 7Kg

Bagaimana memilih objek foto dan bingkainya serta aturan penempatannya? Berikut tipsnya.

Memilih Jenis  Foto

Foto, sebagaimana lukisan atau seni dua dimensi lainnya, adalah bagian dari karya seni rupa yang telah mendunia. Namun karena tujuan memotret berbeda-beda, seni dan aturan memajangnya juga berbeda-beda.

Misalnya saja foto keluarga. Sebaiknya jangan memajang foto lebih dari satu foto studio, karena itu membosankan. Lebih baik digandengkan dengan foto-foto sewaktu keluarga berlibur, yang setidaknya bisa menunjukkan keindahan lokasinya. Bagi sebagian orang, ini dipakai untuk menunjukkan kalau mereka mampu membayar liburan mahalnya.

Atau foto masa kecil misalnya. Memajang foto lama dari zaman kita kecil juga biasanya menarik. Tamu akan tertarik melihat foto Koes Plus di zaman keemasan grup band ini, atau foto  Syahrini  sewaktu masih SD dan belum menjadi istri Reino Barack.

Tapi mungkin saja apresiasi tertinggi adalah memajang hasil jepretan dari fotografer terkenal yang nilai karyanya tinggi.

Tidak ada aturan main yang baku untuk memilih jenis foto, tetapi harus diingat, foto yang kamu pilih biasanya mencerminkan kepribadian atau pernyataan kamu.

Contoh, foto underwater menunjukkan kamu pengagum kehidupan laut.  Atau foto Menara Eiffel menunjukkan kalau Paris punya tempat spesial di hati.

Kamu  bisa pula memajang foto diri yang diambil dari keseharian kamu, karena banyak memori berharga di dalamnya.

Bila lagi suntuk, meminum kopi sembari mendengar musik dan memandang-mandangi foto seperti ini bisa mengingatkan kamu untuk lebih menghargai apa yang kamu punya.

Baca Juga: Bingkai Unik Penyimpan Foto Kenangan

Proporsi Objek dan Bingkainya

Proporsi dan ukuran foto beserta bingkainya juga harus diperhatikan. Pilih yang besarnya pas, jangan terlalu “berteriak”, jangan pula terlalu “imut” malu-malu sehingga dilewatkan orang.

Bingkai yang salah bisa menghancurkan foto, karenanya sesuaikan warna bingkai dengan fotonya, bila ingin aman. Kecuali jika memang kamu mau menciptakan kejutan tertentu.

Baca Juga: Mevvah WPC Wallpanel Tegaskan Fungsi Dinding dalam Desain Interior Hunian Modern

Pilihan Tema Foto

Kesesuaian tema antara satu foto dengan lainnya tidak kalah penting. Sebaiknya ada sedikit pengelompokkan, agar tidak terlihat amburadul.

Bila dinding ruang tamu bertema nature, jangan disisipin foto arsitektur, tidak nyambung. Tetapi, sekali lagi, bila ingin menciptakan aksen tertentu, bila dilakukan dengan hati-hati, menabrakkan tema bisa jadi asyik.

Satu hal yang sangat mendasar adalah harmoni foto dengan interiornya, baik dari sisi warna, komposisi, tema, maupun alirannya. Dalam hal ini, foto tema modern biasanya tidak sesuai dengan interior klasik Amerika. (RR)

Baca Juga: 4 Elemen Penting untuk Merancang Interior Natural

TKDN dan Kolaborasi Industri Nasional: Mendorong Kemandirian Melalui Inovasi

Ranahrumah.com – INSIGT | TKDN bukan sekadar angka dalam dokumen teknis. Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi besar pemerintah untuk memastikan bahwa setiap investasi industri membawa nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Dengan mendorong penggunaan komponen lokal dalam proses produksi, TKDN bertujuan memperkuat rantai pasokan dalam negeri, membuka lapangan kerja baru, serta mempercepat transfer teknologi.

Langkah ini menjadi sangat relevan di tengah upaya Indonesia menyiapkan diri menghadapi tantangan global dan transisi menuju ekonomi hijau.

Empat Pilar Reformasi TKDN

Dalam sambutannya saat menghadiri peresmian pabrik baru LG Electronics di Bekasi, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan empat pilar reformasi TKDN yang berpihak pada kemajuan industri:

  • 1. Insentif bagi pelaku industri yang menggunakan komponen dalam negeri.
  • 2. Penyederhanaan proses administrasi agar penerapan TKDN lebih efisien.
  • 3. Kemudahan akses bagi industri lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasokan global.
  • 4. Kecepatan dalam proses sertifikasi agar investasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

Empat pilar ini menjadi dasar kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif.

Sinergi Pemerintah dan Korporasi: Contoh dari LG

Langkah LG mendirikan pabrik AC baru di Bekasi menjadi bukti nyata bahwa penerapan TKDN dapat berjalan selaras dengan standar kualitas global.

Melalui kerja sama dengan mitra lokal, LG menargetkan nilai TKDN di atas 40%, sebuah kontribusi signifikan bagi industri elektronik dalam negeri.

Baca juga: LG Perkuat Bisnis HVAC dengan Pabrik Baru di Bekasi: Wujud Nyata Strategi Global South

Selain memperkuat rantai pasokan lokal, langkah ini juga membuka ratusan lapangan kerja baru, memperluas kesempatan bagi tenaga ahli Indonesia di bidang manufaktur dan teknologi pendingin udara.

Penerapan TKDN di pabrik baru LG di Bekasi menjadi salah satu contoh kolaborasi industri yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

TKDN Sebagai Pendorong Inovasi Lokal

TKDN tidak hanya memperkuat sisi ekonomi, tetapi juga mendorong inovasi teknologi lokal.

Ketika perusahaan global seperti LG memproduksi secara lokal, akan terjadi pertukaran pengetahuan dan keterampilan yang memperkaya kapasitas teknis industri dalam negeri.

Hal ini membuka peluang kolaborasi antara industri, lembaga riset, dan institusi pendidikan, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya relevan untuk pasar Indonesia, tetapi juga berdaya saing di tingkat regional.

Baca Juga: Transformasi Industri HVAC di Indonesia: Tren, Inovasi, dan Tantangan

Menuju Kemandirian Industri Berkelanjutan

Penerapan TKDN yang konsisten dan kolaboratif akan menjadi fondasi bagi kemandirian industri nasional.

Dengan dukungan investasi, inovasi teknologi, dan kebijakan yang berpihak, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat manufaktur berteknologi tinggi di Asia Tenggara.

Ke depan, sinergi antara kebijakan publik dan strategi bisnis global seperti yang dilakukan LG akan menjadi model ideal untuk mewujudkan industri yang kuat, hijau, dan berkelanjutan. (RR)

Baca Juga: LG Raih TKDN untuk Commercial smart TV dan Createboard

Cek berita terkini dari industri, ulasan inspiratif ranahnya rumah, info properti, gaya hidup, dan inovasi produk baru lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom

Schneider Electric Buka Service Hub Batam untuk Perluas Layanan Pelanggan

0

Ranahrumah.com – TREN [Batam] | Schneider Electric, meresmikan Service Hub Batam, sebuah fasilitas strategis yang dirancang untuk memperkuat infrastruktur layanan bagi pelanggan di wilayah Indonesia Barat, khususnya di sektor data center, 28/10/25.

Ini merupakan service hub Schneider Electric ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah nyata Schneider Electric dalam memastikan keandalan operasional, mendekatkan layanan pelanggan, dan kesiapan teknis yang berstandar global di tingkat lokal.

Baca Juga: Peredaran Peralatan Kelistrikan Palsu Ancaman Keanaman dan Berisiko Pidana

3 Solusi Layanan di Service Hub Batam

Service Hub Batam memainkan peran penting dalam meningkatkan kecepatan respons layanan, memastikan pemenuhan Service Level Agreement (SLA), serta mendukung pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal melalui mini training center yang menyediakan pelatihan berstandar internasional.

Dengan dukungan teknis yang siap 24 jam sehari dan sistem manajemen suku cadang kritikal, Service Hub Batam menjadi simbol penerapan standar layanan global Schneider Electric di Indonesia.

Sebagai bagian dari strategi global layanan berkelanjutan Schneider Electric, Service Hub Batam juga menghadirkan portofolio layanan unggulan yang mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan sistem pemantauan jarak jauh untuk mendukung efisiensi serta keberlanjutan operasional industri nasional.

Melalui solusi seperti EcoCare™EcoFit™, dan EcoConsult™, perusahaan menawarkan pendekatan proaktif dalam pemeliharaan aset, modernisasi sistem kelistrikan, serta konsultasi berbasis digital twin guna meningkatkan keandalan dan performa operasional pelanggan.

“Melalui kehadiran Service Hub Batam, kami ingin menunjukkan komitmen nyata Schneider Electric untuk mendekatkan layanan kami kepada pelanggan di wilayah Indonesia Barat, memperkuat dukungan lokal, dan memastikan keberlanjutan bisnis mereka tetap terjaga, khususnya bagi pelanggan di sektor data center,” ujar Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

“Fasilitas ini juga menjadi simbol bagaimana kami menerjemahkan visi global Schneider Electric ke dalam konteks lokal Indonesia; menjadi mitra teknologi energi bagi pelanggan kami, dalam hal elektrifikasi, otomasi dan digitalisasi di setiap industri, infrastruktur, data center dan hunian, untuk mendorong efisiensi dan keberlanjutan bagi semua.”

Baca Juga: Produk Pengisi Daya Listrik Portabel yang Fleksibel Dibaea Bepergian

Nilai Investasi di Batam yang Bertumbuh

Batam dipilih sebagai lokasi Service Hub karena posisinya yang sangat strategis sebagai pusat industri dan digital di Indonesia Barat.

Berdasarkan data Badan Pengusahaan (BP) Batam, nilai investasi di Batam mencapai Rp33,72 triliun pada semester I 2025, tumbuh 64,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, dengan realisasi investasi asing (PMA) mencapai USD 11,53 triliun hingga pertengahan 2025, menegaskan posisi Batam sebagai salah satu destinasi investasi utama di Indonesia.

Pertumbuhan ini ditopang oleh pesatnya ekspansi sektor manufaktur, dengan fokus pada industri elektronik, permesinan, dan teknologi tinggi, serta pembangunan infrastruktur data center yang memperkuat posisi Batam sebagai pusat ekonomi digital kawasan.

Kehadiran Service Hub Batam diharapkan dapat mempercepat waktu tanggap pelayanan bagi pelanggan di wilayah Indonesia Barat, meningkatkan keandalan operasional, dan memberikan kontribusi nyata bagi penguatan infrastruktur data center nasional.

Langkah ini sekaligus mempertegas peran Schneider Electric sebagai mitra utama dalam mendukung transformasi energi dan digitalisasi industri Indonesia menuju masa depan yang lebih efisien, cerdas, dan berkelanjutan. Untuk informasi layanan, hubungi Customer Care Center (CCC) di 1500055. (RR)

Baca Juga: Pakai MCB Saja Belum Cukup untuk Cegah Kebakaran dan Kesetrum

Baca Juga: AirSet Inovatif Schneider Electric Berperan Kurangi Emisi Karbon

Cek berita dari indurtri dan ulasan inovasi produk, inspirasi gaya hidup ranahnya rumah, dan properti lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom