Tuesday, March 17, 2026
Home Blog Page 16

Membeli Rumah untuk Investasi: Pertimbangkan Dulu Hal Penting Ini!

Ranahrumah.com – PROPERTI | Pilih beli rumah atau lahan kosong? Jika investasi rumah yang kita pilih, rumah seperti apa yang harus kita beli, rumah baru atau rumah seken? Jika berminat pada lahan kosong, kriteria apa yang kita pakai dan apakah dibiarkan kosong atau didirikan bangunan?

Setiap orang pasti mengharapkan tingkat pengembalian (return) saat berinvestasi properti. Namun faktanya, return dapat menjadi positif alias untung atau kemungkinan menjadi negatif alias rugi.

Baca Juga: Penting Diketahui Jika Ingin Investasi Tanah agar Untung

Berikut beberapa gambaran yang bisa menjadi bekal sebelum memutuskan membeli rumah atau lahan untuk berinvestasi.

Membeli Rumah Baru

Dua jenis rumah yang bisa kita beli untuk investasi adalah rumah baru dan rumah seken. Kiat apa saja yang diperlukan untuk membelinya?

Lokasi Membeli

Lokasi properti selalu menjadi pertimbangan pertama. Pilihlah lokasi yang dekat dengan pusat perdagangan, pusat perbelanjaan, dan dekat sekolah. Di saat lalu lintas makin padat seperti ini dan kemacetan terjadi di mana-mana tidak hanya di pusatmkota tapi juga sampai ke kota-kota pinggiran, maka sebaiknya ukuran dekat di sini bukan berbicara jarak lagi namun bicara waktu tempuh.

Michael Ginarto, pakar properti menekankan. “Berapa lama perjalanan untuk mencapai suatu lokasi yang kita tuju dari lokasi rumah, bukan berapa jauh (km) jaraknya.”

Reputasi Pengembang

Mengingat regulasi pemerintah di Indonesia untuk perlindungan konsumen pembeli properti masih lemah, maka sebaiknya kita melihat reputasi pengembang. Pilih pengembang yang terpercaya. Hal ini bisa dilihat dari proyek-proyek yang sudah ditangani, kerja sama dengan banyak bank, dan track record-nya.

Selain mengamankan uang yang sudah kita bayarkan dan mendapat jaminan proyek akan terbangun sesuai waktu yang ditentukan, memilih pengembang yang punya reputasi baik, juga akan memudahkan kita saat ingin menjual kembali rumah yang kita punya. Untuk menjelaskan kepada calon pembeli pun akan lebih mudah, karena biasanya proyek yang ditangani oleh pengembang bereputasi baik, dikenal olah masyarakat luas.

Baca Juga: Kesalahan Umum yang Banyak Dilakukan saat Investasi Properti di luar Negeri

Pelajari Kontraknya

Hal ini menyangkut perpajakan dan biaya-biaya apa saja yang harus kita tanggung. Karena sifatnya untuk investasi, maka kita harus selalu berpikir untuk selalu mendatangkan keuntungan setiap tahun.

Hitung dengan cermat berapa biaya balik nama, PBB per tahun, dsb. Jangan sampai uang-uang yang harus kita bayarkan ini menjadikan kita tak memperoleh untung apa-apa setiap tahunnya.

Waktu yang Tepat

Kapan harus membeli? Timing ini harus ditentukan secara tepat. Untuk rumah baru, waktu paling tepat untuk membeli adalah pada saat launching atau saat early bird. Intinya belilah rumah baru di saat yang paling awal.

Membeli rumah saat early bird akan memberi keuntungan paling besar bagi kita sebagai konsumen. Di saat itulah pengembang menjual rumahnya dengan HPP (Harga Pokok Penjualan). Harga rumah ini bisanya sudah mencakup bunga bank, biaya pembangunan, dan pengembang tak mengambil profi t di sana.

Biasanya, setelahnya pengembang akan berpromosi dengan harga-harga berikutnya yang sudah dinaikkan. Jangan kaget juga bila ternyata nantinya harga akhir (paling ahir) bisa 2 kali lipat dari harga awal yang kita bayarkan. Sebenarnya beli di saat akhir juga masih tetap untung tapi keuntungannya tak akan sehebat jika beli di early bird. “Karena harga properti kenaikannya 2 kali inflasi. akan naik terus, tak akan turun,” ujar Michael menambahkan.

Pendanaan

Investasi properti adalah investasi yang paling dinamis. Tak harus seseorang yang mau berinvestasi memiliki uang sebanyak harga properti yang akan dibelinya. “Investasi properti adalah satu-satunya investasi yang bisa pakai duit orang lain,“ ujar Michael.

Secara umum kita mengenal 3 jenis pendanaan dalam membeli rumah yaitu melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), cicilan pengembang, dan tunai keras.

Lebih lanjut Michael menyebutkan cicilan pengembang persyaratannya sangat mudah tapi lebih tinggi 10-20% dibanding dengan KPR. Meski lebih menguntungkan, kenapa orang sering enggan menggunakan KPR? Tercatatnya nama kita di pajak dan secara otomatis ketika mengambil KPR dan proses yang cukup ribet (dibanding dengan cicilan pengembang), sering menjadi alasan utama.

Kelebihan lain menggunakan cicilan pengembang, sebelum rumah yang kita beli terbangun pun, kita bisa menjual (melepas) kembali rumah itu ke pihak ke-3. Sehingga dalam waktu singkat, kita bisa mendapat keuntungan dan menerima uang kontan dari properti yang kita jual. Meski, nama yang tercantum dalam pengangsur cicilan tetap nama kita.

“Pembayaran dengan tunai keras sebaiknya hindari, meski punya uang. Karena uang sejumlah itu bisa kita belikan 3 properti yang sama dengan proses cicilan, dan nantinya kita bisa lepas lagi di tengah jalan agar kita dapat uang tunai kembali,” ujar Michael mencontohkan.

Tujuan

Akan diapakan rumah setelah menjadi milik kita? Kita sewakan, atau kita diamkan, atau kita robohkan dan diganti dengan jenis bangunan baru (vila, kios, dsb)? Hal ini tergantung pada tujuan investasimu. Tujuan berinvestasi, harus ditetapkan sejak awal karena akan menentukan langkah selanjutnya saat rumah sudah menjadi milik kita.

Menurut Michael ada 2 jenis tujuan, untuk mendapatkan pemasukan atau untuk peningkatan modal. Jika pertimbangannya untuk memeroleh pemasukan, kita harus hitung cermat hal-hal seperti ini: cicilan yang harus dibayar, harga sewa rumah ketika kita sewakan, berapa uang akhir yang kita terima nantinya (harga sewa-cicilan rumah). Hitungan akhirnya harus positif.

Untuk rumah, jika disewakan saja biasanya pemasukannya bisa negatif. Kalau tujuannya peningkatan modal, biasanya berdasarkan pengambilan untung yang lebih besar. Misalnya rumah yang kita beli harganya Rp20 juta, ternyata ditawar orang dengan nilai fantastis dalam waktu tidak lama sebesar Rp40 juta, maka sebaiknya rumah itu kita lepas saja, dan uangnya dibelikan rumah lagi.

Baca Juga: Mengapa Orang Asia Tenggara Banyak Berinvestasi Rumah di Luar Negeri?

Membeli Rumah Seken

Membeli rumah seken bisa melalui lelang ataupun mencari sendiri. Kunci mencari rumah seken untuk investasi menurut Michael adalah: carilah rumah yang dijual di bawah harga pasaran. Carilah rumah yang paling jelek di lokasi yang paling bagus.

Ini bedanya dengan jika mencari rumah untuk tempat tinggal, bukan investasi. Rumah untuk tempat tinggal, mestinya kita harus cari rumah yang sudah bagus. Sebelum memutuskan pilihan kita harus memikirkan added value-nya, artinya ada tidak aktivitas yang bisa kita lakukan atau pengembangan atas rumah itu yang bisa menambah atau menaikkan nilainya. Di situlah kita bisa mengambil keuntungan. (RR)

Baca Juga: 3 Daerah di Luar Ibu Kota yang Paling Diminati karena Infrastrukturnya yang Sukses

Cek berita properti atau ulasan inspiratif ranahnya rumah dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Plus dan Minus Investasi Rumah Vs Investasi Tanah

Ranahrumah.com – PROPERTI | Pilih beli rumah atau lahan kosong? Jika investasi rumah yang kita pilih, rumah seperti apa yang harus kita beli, rumah baru atau rumah seken? Jika berminat pada lahan kosong, kriteria apa yang kita pakai dan apakah dibiarkan kosong atau didirikan bangunan?

Dari setiap pilihan investasi properti ini,  setiap orang pasti mengharapkan tingkat pengembalian (return). Namun faktanya, return dapat menjadi positif alias untung atau kemungkinan menjadi negatif alias rugi.

Berikut beberapa gambaran yang bisa menjadi bekal sebelum kamu memutuskan membeli rumah atau lahan untuk berinvestasi.

Baca Juga: Kiat Sukses Investasi Properti, Bukan Sekadar Intuisi

Membeli Tanah (Lahan)

  • Return yang cukup besar, ini bisa didapat dari data rata-rata kenaikan tanah (di sekitar Jakarta) dalam hal ini Cibubur, Depok dan Serpong per tahun dalam kisaran 15% s/d 30% tentu tergantung lokasi dan infrastruktur di sekitarnya.
  • Biaya perawatan relatif sangat rendah.
  • Tidak perlu diasuransi, relatif aman karena tidak bisa terbakar.
  • Sulit untuk mendapatkan pemasukan tambahan dalam bentuk sewa, dll.
  • Lebih sulit dijadikan jaminan utang di Bank jika dibandingkan dengan rumah.
  • Semakin luas, semakin sulit dijual karena sulit mencari pembeli yang memiliki banyak uang.

Baca Juga: Kiat Sukses Membangun Bisnis Menyewakan Rumah. Investasi yang Bisa Diwariskan

Membeli Rumah

  • Return yang sedang, namun tetap menjanjikan. Meskipun harga per meter persegi lebih mahal sekitar 5 -10% dari harga tanah, namun kenaikan harga per tahun masih di bawah kenaikan harga tanah. Kenaikan harga berada dalam kisaran 10-25%.
  • Lebih fleksibel dari pada tanah karena mayoritas orang lebih suka membeli rumah dari pada membeli tanah.
  • Lebih mudah untuk dijadikan jaminan utang di bank.
  • Kemungkinan mendapatkan pemasukan tambahan sedang karena bisa disewakan.
  • Nilai ekonomis bangunan terus menyusut setiap tahunnya, biasanya sebesar 10% penyusutan pertahun.
  • Dengan adanya bangunan maka pembayaran Pajak (PBB) menjadi lebih mahal jika dibanding dengan tanah.
  • Perlu diasuransikan terhadap kemungkinan kebakaran. (RR)

Baca Juga: Nuanu Buka Peluang Investasi Properti Eksklusif untuk Residensial ataupun Komersial di Bali

Cek berita dari dunia properti lainnya, gaya hidup, dan inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Penting Diketahui Jika Ingin Investasi Tanah agar Untung

Ranahrumah.com – PROPERTI | Investasi properti dengan membeli lahan kosong (tanah) lebih banyak risikonya dibanding dengan membeli rumah. Membeli tanah (lahan) bisa dilakukan dengan membeli kaveling dari pengembang atau membeli lahan yang dijual secara perseorangan.

Yang harus diingat, membeli tanah yang bukan dari pengembang tidak akan bisa mendapat bantuan dana dari bank. Karena bank akan memberi dana jika sudah ada bangunannya.

Baca Juga: Peluang Investasi Properti di Jepang dan Malaysia melalui Xavier Marks

Baca Juga: Preferensi Pembeli Properti Lintas Negara: Tren Fleksibilitas dan Fungsionalitas

Penting Dilakukan

Beberapa hal ini perlu dipastikan dan dilakukan agar investasi tanah tidak berisiko buntung.

Legalitas

Bukan hanya mengandalkan adanya sertifikat. “Bisa-bisa pegang sertifikat tapi tanahnya sudah diduki orang lain,” ujar Matius, pakar properti, dalam sebuah seminar. Meski mendapat harga yang murah, investasi yang salah seperti ini bisa mendatangkan kerugian, karena perlu biaya mahal untuk mengeksekusi lahan. Karenanya, legalitas tanah perlu dipastikan, apakah tanah itu dalam sengketa atau tidak.

“Membeli tanah melalui pengembang, lebih terjamin legalitasnya,” ucapnya menambahkan. Untuk mengetahui tanah sedang dalam sengketa atau tidak, ada trik yang disampaikan oleh Michael Gunarto, pakar properti. Mintalah penjual memasang papan nama, bahwa tanah itu miliknya, selama minimal 2 bulan. Jika 2 bulan tidak ada yang mengajukan komplain, baru Anda membelinya.

Regulasi

Selain hal-hal penting seperti tersebut di atas, membeli lahan harus memperhatikan regulasi yang berlaku. Setiap membeli tanah, cek ke Dinas Tata Kota, lihat aturan peruntukan tanahnya apakah untuk tempat permukiman, apakah termasuk zoning usaha, dll. Sesuaikan dengan tujuanmu saat membeli tanah itu. Jika ingin mengembangkannya menjadi bangunan sentra niaga, maka pastikan bahwa zoning lahan bukan untuk permukiman. Jika salah peruntukan, maka dipastikan kamu tak akan bisa mendirikan bangunan untuk perniagaan di sana.

Pagari

Jika lahan sudah menjadi milikmu, segera bikin batas (diberi pagar), ini untuk menghindari pedagang liar, pembuang sampah sembarangan, dll

Jaminkan ke Bank

Bank adalah institusi nasional yang dilindungi hukum, dan biasanya ketika kita menjaminkan tanah kita, akan diadakan pengukuran lagi oleh bank. Jika nantinya di luar kontrol kita ada masalah dengan kepemilikan tanah kita, maka pengukuran dan penilaian bank akan mendapat pembelaan secara hukum.

Baca Juga: Investasi Properti di Kawasan Sub Urban Timur Sydney Lebih Diminati, Ini Alasannya

Maksimalkan Tanah

Memaksimalkan keuntungan, kita harus dirikan bangunan di atasnya. Bangunan apa yang cocok? “Bukan apa yang kita mau yang kita bangun, tapi apa yang masyarakat mau dan butuhkan,” ujar Michael memberi tip jenis bangunan apa yang cocok.

Perhatikan juga waktu membangunnya. Michael memberi contoh, seperti yang dilakukan oleh pengembang pada umumnya, misalnya ingin membangun sebuah ruko, maka di lokasi itu minimal harus sudah ada 50 rumah terbangun.

Baca Juga: Ketahui Tren yang Pengaruhi Pasar Lanskap Properti di Bali

5 Kunci Sukses

Betikut 5 kunci memaksimalkan lahan investasi.

1. Mencari lokasi yang baik.

2. Mendesain properti dengan arsitek yang baik, yang punya nama. Karena ini merupakan nilai jual. Jangan copy paste desain. Beranilah membayar dengan mahal, asalkan produk yang dihasilkan bagus.

3. Membangun dengan kualitas tinggi, jangan hanya mengejar harga murah.

4. Menjual dengan cepat. Kalau bisa, properti sudah terjual semua sebelum bangunan jadi.

5. Maintenance (rawat) dengan baik.

Nah, setelah memahami semua ini, kamu bisa mewujudkan keinginanmu untuk investasi lahan atau tanah yang menjanjikan untung dengan risiko yang minimal. (RR)

Baca Juga: 60 Penghargaan PropertyGuru Property Indoensia Awards 2025 untuk Property Indonesia

Cek berita dari dunia properti lainnya, gaya hidup, dan inovasi produk baru, ulasan inspiratif ranahnya rumah lainnya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Memasang Lantai Kayu Pola Setengah Bata: Tanpa Bongkar Keramik

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Jika bosan dengan lantai keramik, kamu bisa menggantinya sendiri dengan lantai kayu (parket). Pilih jenis parket laminate, karena jenis parket ini dilengkapi dengan lidah (tongue) yang berfungsi sebagai pengunci satu parket dan lainnya.

Penting mempersiapkan lantai, karena kondisi lantai akan menentukan kesempurnaan pemasangan. Pola pasang yang dicontohkan di sini memakai pola ½ bata, agar menghemat pemakaian parket, sehingga tak terlalu banyak yang terbuang.

Baca Juga: Cara Instan Mengubah Tampilan Ruang dengan Lantai Kayu

Baca Juga: Kehangatan Ala Tropical Resort dari Porcelain Tile Motif Kayu

Alat dan Bahan

1. Pensil.

2. Penggaris siku.

3. Meteran.

4. Lem tembak.

5. Palu karet (agar tak timbulkan luka di parket).

6. Gergaji (untuk memotong parket menjadi 2 bagian secara horizontal).

7. Gerinda (untuk membelah parket menjadi 2 bagian secara vertikal).

8. Busa (disertakan saat beli parket atau beli terpisah).

9. Parket laminate.

Baca Juga:Cara Maniak Kayu Lindungi Rumah dengan Material Pengganti

Persiapan Lantai

Lantai harus rata dan bersih dari kotoran. Kamu bisa memasang parket langsung dari lantai keramik, tak perlu dibongkar. Lapisi permukaan lantai dengan busa penahan kelembapan. Jangan lupa, lapisan plastik busa harus berada di bagian bawah/menyentuh lantai.

Langkah-langkah Pemasangan

Langkah 1 memasang lantai kayu sendiri

1. Mulailah dari pojok ruangan. Ambil panel lantai kayu (parket). Beri jarak 2cm antara parket dan dinding, sebagai ruang gerak parket ketika memuai. Lanjutkan dengan memasang parket berikutnya di sampingnya, hingga ujung ruang.

Langkah 2 memasang lantai kayu sendiri

2. Ambil lis profil lantai dan beri perekat/ lem di bagian tongue (groove-nya) saja

3. Pasang lis profil lantai di celah 2cm yang telah disiapkan

memasang lantai kayu
Langkah 3 memasang lantai kayu sendiri

4. Kamu juga bisa mengganti profil lantai dengan profil/ lis dinding. Cara pemasangannya sama seperti pemasangan lis lantai tadi

Langkah 5 memasang lantai kayu sendiri

5. Ketuk setiap sisi kayu yang direkatkan dengan menggunakan palu karet, agar sambungan lebih rapat.

Langkah 6a memasang lantai kayu sendiri
Langkah 6b memasang lantai kayu sendiri

6. Untuk baris kedua, potong kayu menjadi 2 bagian yang sama, pasang di ujung ruangan. Kemudian ambil lembaran kayu utuh dan pasang di sampingnya. Untuk baris ketiga, pasang seperti halnya pemasangan baris pertama. Lakukan seterusnya hingga membentuk pola seperti batu bata

Langkah 7 memasang lantai kayu sendiri,

7. Untuk ruang yang luas, “bagi” parket dengan lis lantai. Letakkan lis lantai pada setiap panjang 10m dan lebar 8m. Lis ini berfungsi sebagai batas, sehingga ketika nantinya ada kerusakan, Anda tak perlu membongkar seluruh ruangan. (RR)

Baca Juga: Pesona Stone Plastic Composite (SPC), Motifnya Makin Beragam

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Beda Juicer dan Blender: Cara Kerja dan Jus yang Dihasilkan

Ranahrumah.com – PRODUK | Meski semua orang tahu, makan buah itu bagus dan berguna bagi kesehatan, namun tak semua orang suka makan buah. Alasannya pun bermacam-macam. Harus mengupas dan mengiris, apalagi jika dalam jumlah yang banyak, bagi sebagian orang cukup merepotkan dan memakan waktu.

Beberapa buah memang cukup empuk dan mudah untuk dipotong. Namun, ada banyak juga buah yang sangat keras, sehingga untuk memotongnya pun memerlukan usaha lebih. Mengonsumsi buah dengan cara dibikin jus, merupakan cara yang banyak dipilih sebagai solusi.

Dua jenis peranti yang cukup banyak dikenal untuk keperluan ini adalah juicer dan blender. Meski fungsi keduanya sama untuk “pelumat” buah, namun nyatanya keduanya punya cara kerja yang berbeda yang memengaruhi hasil jus yang didapatkan.

Juicer pun di pasaran ada berbagai jenis. Seperti halnya Sharp, selain blender, juga memproduksi juicer dengan dua pilihan, yaitu juice extractor dan slow juicer. Modena dengan vacuum blender-nya, dan Philips dengan blender bermaterial kaca dan pisau titanium yang aman.

Penjelasan berikut akan membantu dalam memilih peranti yang sesuai kebutuhanmu.

Baca Juga: Mengenal Produk Hafele untuk Dapur Modern

Baca Juga: Cara Mudah Bersihkan Kompor Kaca

Juicer hasilkan sari buah yang sudah terpisah dari seratnya.

Juicer Hasilkan Sari Buah

Yudha Hari Putra, Head of WM & SHA Product Marketing PT Sharp Electronics Indonesia menjelaskan perbedaan pokok antara juicer dan blender. Pada juicer sari buah dipisahkan dari seratnya sehingga jus yang didapat adalah berupa sari buah murni.

Juice Extractor sesuai namanya, berfungsi untuk mengekstrak jus dari buah dengan mencabik-cabik buah menggunakan pisau gerigi berkecepatan tinggi yang berputar melawan penyaring berbahan logam. Sari buah dipisahkan dari seratnya dengan memanfaatkan putaran cepat dari pisau. Sari buah dapat dinikmati dengan waktu yang cepat. Karena kecepatan putaran pisau bergerigi tersebut, jus yang dihasilkan bertekstur lebih encer dan berbusa.

Sedangkan Slow Juicer, mengekstrak jus dari buah dengan melumatkan atau memeras buah secara perlahan hingga sari buah terpisah dengan seratnya. Motor penggerak pelumat pada slow juicer berputar dengan kecepatan yang sangat rendah, sehingga menghasilkan jus yang lebih kental, dan sedikit busa. Jika dilihat dari power consumption, slow juicer memiliki input power yang lebih rendah dibandingkan juice extractor karena putaran motornya tidak butuh putaran yang cepat.

Baca Juga: Ada Dapur Kotor dan Dapur Bersih di Rumah, Bagaimana Pandangan Feng Shui?

Juice Extractor

Pengoresian cepat dengan suara yang berisik. Hasil jus encer, berbusa (berbuih), sari jus cepat terpisah dan warnanya pucat. Ampas agak basah dan mengalami oksidasi lebih tinggi dari slow juicer. Direkomendasikan untuk membuat jus dari buah bertekstur keras dan sayuran.

Slow Juicer

Slow Juicer

Pengoperasiannya lama dengan suara yang tidak berisik. Hasil jusnya kental, sedikit berbusa, sari jus butuh waktu lebih lama untuk terpisah, dan warna jus seperti buah asli. Jus yang dihasilkan lebih banyak dari jus ekstraktor. Oksidasinya rendah dan ampas jus lebih kering. Direkomendasikan untuk membuat jus dari buah bertekstur keras, buah bertekstur lembut, dan  sayuran.

Blender Tidak Pisahkan Serat Buah

Berbeda dengan juicer yang mencabik buah untuk mendapatkan sarinya, blender tidak memisahkan antara sari buah dan serat buah, sehingga hasil jus lebih kental. Hasil jus kental karena selain sari buah, serat buahnya tidak terbuang. Jika juice extractor lebih tepat digunakan untuk buah yang bertekstur keras dan sayur-sayuran, maka blender lebih cocok untuk menyiapkan/mencampur minuman (membuat jus, susu kocok, atau menghancurkan es batu), atau menghaluskan bahan makanan yang mengandung banyak air seperti ketika membuat sup kental.

Beberapa blender yang beredar di pasaran adalah Vacum Blender dari Modena, Jug Blender dari Sharp, dan blender berbahan kaca ringan dari Philips yang menjamin kesehatan jus yang dihasilkan. Berikut adalah fitur khas ketiga blender ini.

Jug Berbentuk Botol

Jug berbentuk botol ini menawarkan kemudahan karena tanpa dituang, jus bisa langsung dibawa pergi beraktivitas. Blender  dilengkapi 4 mata pisau berbahan stainless steel antikarat ini, disiapkan untuk kapasitas kecil, satu orang.  Bahan jug aman, BPA Free, dan  jug bersifat re-usable, bisa digunakan secara berulang. Dilengkapi fitur hand-held pulse switch dengan sistem kunci pengaman dan aksesoris berupa lid cover, blender keluaran Sharp ini aman digunakan dan cantik tampilannya.

Blender Material Kaca

Dilengkapi Glass Jar, wadah blender dari Philips ini berbahan kaca. Pisau berbahan titanium yang ringan dan tajam melebihi stainless steel, namun tetap aman bagi kesehatan dan kuat terhadap karat, dilengkapi gilingan hingga mampu menghancurkan es. Khusus diproduksi dalam ukuran jar kecil, untuk keperluan keluarga kecil.

Vacuum Blender

Jika pada blender biasa bahan makanan dilumatkan dalam kondisi terpapar udara sehingga hasil pelumatan mengandung gelembung-gelembung udara, maka pada vacuum blender Modena ini proses pelumatan bahan makanan dilakukan pada kondisi vakum atau hampa udara.

Cara kerjanya,  setelah bahan makanan dimasukkan ke dalam blender jar dan ditutup dengan rapat, mesin akan memulai proses pemvakuman terlebih dahulu. Setelah mencapai kondisi vakum, barulah mesin akan mulai proses pelumatan/penghancuran seperti biasa. Jus yang dihasilkan minim mengalami oksidasi, jus tercampur rata tanpa layer (terpisah sari serat), tanpa busa atau gelembung udara. Nutrisi yang dihasilkan pun akan lebih banyak (terjaga). (RR)

Baca Juga: Ketahui Ukuran Ideal 3 Jenis Ruang Servis di Rumah: Ergonomis bagi Penggunanya

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

    Stop Kecelakaan Anak di Dalam Rumah: Waspadai 7 Tempat Rawan dan Jenis Kecelakaannya

    Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Meningkatnya kemampuan anak menumbuhkan rasa penasarannya terhadap berbagai hal. Risiko kecelakaan yang dialami juga semakin tinggi. Misalnya, saat anak sudah bisa merangkak, berjalan, dan berlari, lebih besar kemungkinan ia akan menabrak sesuatu dan terjatuh.

    Jika rumah dinilai tempat paling aman bagi anggota keluarga, tidak demikian halnya untuk anak-anak. Sebagai tempat tinggal, rumah pun dapat menjadi tempat yang berbahaya bagi anak-anak.

    Anak Laki-laki Lebih Berisiko

    Menurut Mother&Baby.co.uk, anak-anak di Inggris paling sering mengalami kecelakaan di dapur dan di tangga. Ada banyak kasus kecelakaan pada anak, dengan jumlah kecelakaan terbesar terjadi di ruang makan dan ruang tamu. Tapi, kecelakaan paling serius terjadi di dapur dan tangga. Setiap tahun lebih dari 67.000 anak mengalami kecelakaan di dapur dan 43.000 di antaranya terjadi pada anak berusia di bawah 5 tahun. Anak laki-laki lebih berisiko mengalami kecelakaan dibandingkan anak perempuan, karena anak laki-laki lebih aktif.

    Biasanya kecelakaan terjadi karena anak-anak belum memahami konsekuensi untuk sesuatu yang dilakukannya dan beberapa juga karena ingin “pamer” kemampuan. Mereka yang suka menunjukkan kemampuan punya lebih besar risiko mengalami kecelakaan.

    Baca Juga: Menata Kamar Anak sesuai Usianya

    Tempat Rawan Kecelakaan Anak di Rumah

    Berikut 7 tempat rawan kecelakaan anak di rumah.

    1. Tempat tidur bayi

    2. Jendela dan pintu

    3. Kamar mandi

    4. Tangga

    5. Dapur

    6. Ruang tamu

    7. Ruang makan

    Baca Juga: Membuat Tangga Aman bagi Anak dan Manula

    Anak suka memanjat tangga karena keingintahuannya dan ini sangat berisiko jatuh. (Shutterstock)

    Daftar Kecelakaan Anak yang Sering Terjadi di Rumah

    Terjadinya kecelakaan pada anak bukan hanya karena rasa penasarannya, tetapi juga bisa terjadi lantaran kurangnya pengawasan dari orang tua. Untuk menghindari hal ini, Anda wajib mengetahui kecelakaan apa saja yang sering terjadi pada anak di rumah.

    • Terjatuh

    Anak kecil pasti sering terjatuh dan ini sering terjadi di rumah. Akan tetapi, jika anak terjatuh dari tempat yang tinggi, tangga, ia dapat terluka serius bahkan meninggal. Untuk menghindari kecelakaan ini, pastikan menempatkan pagar di atas dan bawah tangga. Jangan biarkan ada benda ataupun cairan di sekitar anak tangga, karena bisa terinjak dan menyebabkan anak terpleset.

    Baca Juga: Tips Mengamankan 5 Area sekitar Anak di Rumah

    • Terbentur Furnitur

    Bentuk furnitur yang tak ramah anak tentu akan membahayakan anak-anak. Usahakan bentuk furnitur yang dipilih tidak memiliki sudut yang lancip, sehingga tak membahayakan si kecil. Bisa juga, furnitur yang ada dilengkapi busa pengaman pada sudut lancipnya. Beri perhatian ekstra jika di rumah ada furnitur yang terbuat dari kaca seperti meja, jendela, dan lemari.

    • Tersetrum

    Kabel dan stop kontak menjadi benda yang berbahaya karena memiliki aliran listrik. Pastikan benda benda elektronik dipasang pada instalasi yang benar dan aman sehingga tak membahayakan si kecil ketika bermain. Bila perlu, sembunyikan kabel di balik lemari dan pasang penutup stop kontak.

    • Luka Bakar

    Kulit anak lebih sensitif dibandingkan orang dewasa. Kulit anak bisa melepuh, walaupun terkena minuman panas yang mungkin sudah dibuat 15 menit yang lalu. Air panas yang digunakan saat mandi juga menyebabkan banyak kecelakaan pada anak. Bila di rumah ada keran air panas dan dingin, nyalakanlah keran air dingin lebih dulu, dan selalu tes suhu air mandi dengan siku sebelum membiarkan anak masuk ke bak mandi. Untuk menghindari kecelakaan, tetaplah bersama anak sepanjang waktu ketika mandi untuk memastikan keamanannya.

    Baca Juga: 15 Cara Menciptakan Ruang favorit Anak di Rumah

    Baca Juga: Kamar Anak Trendy dengan Gaya Skandinavia

    • Keracunan

    Insiden keracunan pada anak seringnya disebabkan karena tertelannya obat obatan, produk rumah tangga, atau kosmetik yang diletakkan di sembarang tempat. Karena itu, jika memiliki anak-anak di bawah 10 tahun, terlebih balita, pastikan menyimpan barang-barang tersebut jauh dari jangkauan anak-anak.

    Baca Juga: Cegah Gizi Buruk dan Obesitas pada Anak

    • Terjepit

    Anak seringkali memainkan pintu rumah atau pintu kabinet, yang menyebabkan jari mereka terjepit. Terjepit dapat menyebabkan memar, bengkak, sampai mengalami pendarahan. (RR)

    Baca Juga: Toilet Pintar yang Berfokus pada Perwatan Kewanitaan dan Anak

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    15 Cara Menciptakan Ruang Favorit Anak di Rumah

    Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Anak-anak beraktivitas tidak sebatas di kamarnya. Seluruh rumah dapat menjadi ruang favorit baginya untuk berkegiatan dan mengeksplorasi lingkungan. Contohnya, teras atau ruang keluarga bisa jadi tempat bermain, dan ruang makan bisa jadi tempat belajar. Karena itu, penting untuk menciptakan ruang-ruang yang “ramah” anak. Artinya, ruang harus dirancang agar anak nyaman dan aman di dalamnya.

    Di samping itu, ruang-ruang tersebut juga sebaiknya didesain menarik agar anak senang beraktivitas di sana. Warna-warna yang atraktif atau bentuk furnitur yang unik dapat menjadi solusinya. Seiring berkembangnya desain hunian, desain ruang-ruang untuk anak pun ikut mengalami perubahan, tentu tanpa mengabaikan kebutuhan utama anak. Berikut 15 inspirasinya!

    Baca Juga: Menata Kamar Anak sesuai Usianya

    1. Atraktif dengan Monokrom

    Kamar anak didesain simpel dengan skema warna monokrom. Perpaduan hitam putih pada dinding dan soft furnishings memberi kesan nyaman dan tenang pada kamar. Stiker-stiker bergambar membuat kamar tampak atraktif dan menghilangkan kesan monokrom di kamar anak ini.

    Menggunakan penyimpanan praktis yang menarik bagi anak. (Foto: Pexels)
    2. Ciptakan Penyimpanan Praktis

    Membludaknya koleksi mainan si kecil membuat kamar butuh banyak ruang penyimpanan. Jika kamar berukuran mungil dan tak sanggup lagi menampung kabinet, tambahkan saja penyimpanan praktis dengan ambalan. Tak hanya menyimpan, ambalan juga menjadi tempat memajang mainan. Selain itu, manfaatkan juga boks ataupun storage bag untuk menyimpan mainan. Praktis dan hemat tempat, bukan?

    3. Pertegas Karakter Lewat Warna

    Cara termudah memperindah tampilan ruang adalah dengan memberi warna di dalamnya. Contohnya, desain kamar anak laki-laki dengan desain yang menawan. padukan warna-warna kesukaannya untuk pelapis dindingnya. Kombinasi warna biru, abu-abu, aksen hitam, bisa mempertegas karakter maskulin di kamar anak laki-laki.

    4. Teras Sekaligus Tempat Bermain

    Teras bisa menjadi area bermain anak yang menyenangkan. Memanfaatkan teras menjadi tempat bermain, memudahkan orangtua mengawasi anak-anaknya saat bersantai di sore hari. Hadirkan sebuah perosotan di teras agar anak betah bermain. Jangan lupa, aplikasikan warna-warna cerah pada furnitur di teras untuk memberi kesan playful.

    Tetap pastikan anak aman bermain di areanya, yuk pahami cara menciptakan area aman bagi anak di rumah

    5. Serba Putih Buat Si Feminin

    Gunakan warna putih untuk menciptakan kesan feminin di dalam kamar anak perempuan. Namun, bila si kecil menyukai merah muda, gunakan warna ini sebagai aksen ruang, misalnya dengan menerapkannya pada soft furnishings seperti seprai. Warna-warna lain dapat juga menambahkan melalui tanaman dan mainan anak

    6. Ruang Bermain Khusus

    Jika tidak ingin waktu tidur anak terganggu, dapat menyediakan ruang khusus sebagai ruang bermain si kecil seperti di rumah ini. Beri dekorasi menarik agar anak merasa betah di ruang tersebut. Jangan lupa tambahkan kotak atau ambalan sebagai media penyimpanan mainan mainan anak.

    7. Tidur, Bermain, Belajar

    Di rumah ini, kamar anak tak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat, namun juga didesain sebagai ruang belajar dan bermain. Untuk itulah, di sudut ruang ini terdapat meja belajar dan alat bermain si kecil. Jika mengusung konsep tersebut, orang tua harus bijak dalam mengatur waktu anak, antara istirahat tidur, belajar, dan bermain.

    Furnitur mini khusus untuk anak.
    8. Semua Berukuran Mini

    Menyesuaikan umur sang anak, perabot dan dekorasi ini dihadirkan dalam ukuran mini dengan permainan warna yang menarik. Versi mungil barang ini menjadi sarana belajar mengenal berbagai jenis hewan dan perlengkapan yang banyak ditemui sehari-hari. Warna-warni cerah mewakili jiwa ceria sang anak juga hadir melalui wallcover dan gorden.

    9. Untuk Si Girly

    Merah muda merupakan warna kesukaan hampir semua anak perempuan. Agar kamar tak tampak ramai, warna putih menjadi warna yang dipadukan dengan merah muda. Warna merah muda hanya disematkan ke soft furnishing seperti tirai, bantal, kelambu, selimut, boneka, dan stiker polkadot di dinding.

    Mengajak Anak Mendekor Kamar Sendiri dengan Warna juga jadi cara menarik untuk menciptakan ruang favorit anak.

    Meja belajar bersama anak laki-laki.
    10. Meja Belajar Bersama

    Meja belajar panjang untuk dua anak laki-laki yang sudah beranjak besar. Dengan meja yang panjang dan besar kedua anak dapat belajar bersama.

    Tengok juga artikel Inspirasi Kamar Anak Laki-laki yang sesuai Karakternya

    11. Pernik-pernik Lucu

    Berbeda dengan kamar orang dewasa, kamar anak-anak memang sudah seharusnya dihiasi banyak aksesori dan pernak-pernik lucu. Aksesori yang dipilih juga harus memiliki warna yang senada.

    12. Bermain di Ruang Keluarga

    Agar setiap sudut rumah menjadi tempat yang disukai anak, area bermain ini dihadirkan di salah satu bagian ruang keluarga. Sofa panjang yang dapat difungsikan untuk tidur, karpet, dan kemah-kemahan melengkapi sarana bermain anak. Area yang luas memungkinkan kehadiran orang tua di saat-saat ceria mereka.

    Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk anak.
    13. Cara Belajar yang Menyenangkan

    Kamar didesain untuk memenuhi kebutuhan anak akan tempat istirahat yang nyaman, juga tempat belajar dan bermain. Di sini, anak dikenalkan bentuk, warna, jenis-jenis hewan, dengan cara yang fun melalui wallcover, karpet, bedcover, sofa. Penyimpanan yang tersedia cukup beragam melatih anak untuk disiplin merapikan kamarnya.

    14. Penyimpanan Kreatif

    Kreativitas desain diterapkan pada penyimpanan pernik di kamar ini. Bentuk rak unik mungil yang tersambung dan ditempel di dinding, tak hanya menjadi sarana penyimpanan, namun sekaligus menjadi hiasan yang menarik. Lengkapi rak unik ini dengan penutup kayu maupun cermin agar tak monoton.

    Contoh mainan yang mendorong kreativitas dan imajinasi anak telah diinspirasikan oleh IKEA, baca ulasannya.

    15. Furnitur Multifungsi

    Maksimalkan perabot multifungsi. Bagian bawah tempat tidur dibuat rak-rak susun terbuka untuk menyimpan buku dan barang lainnya. Pada salah satu bagian rak dibuat tangga sebagai sarana anak naik ke tempat tidur. Tangga ini pun bisa digunakan untuk duduk saat ada teman anak datang untuk belajar bersama. (RR)

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Cara Memilih dan Memberi Aksen Warna untuk Harmoni Ruang

    Ranahrumah.com – INSPIRASI [INTERIOR] | Sebuah ruang dapat dikondisikan sesuai dengan keinginan kita untuk mencapai sebuah kenyamanan tertentu. Misalnya, ruang keluarga yang luas dengan warna netral memberi kesan jauh dan asing. Dengan aksen warna, kondisi ini bisa diperbaiki.

    Aksen dapat mendekatkan sebuah bidang, atau bahkan menjauhkannya. Begitu juga kesan meluaskan atau mengecilkan sebuah ruang, menghangatkan atau menyejukkan ruang. Warna aksen gelap yang diaplikasikan pada ruang akan memberi efek mendekatkan dan memperpendek jarak dinding, dan sebaliknya.

    Baca Juga: Alasan Warna Pastel Cocok untuk Anak Aktif dan Temperamental

    Aksen warna oranye memberi kesan hangat pada ruang. (Foto: Pexels)

    Mencuri Perhatian

    Penggunaan warna aksen dalam kelompok warna hangat seperti merah atau oranye akan memberi kesan hangat pada ruang, dan sebaliknya. Sesuatu yang menarik pada ruang kadang-kadang tertutup oleh dominasi lain yang ada di dalam ruang. Dengan aksen warna, sesuatu yang luput dari perhatian dapat ditonjolkan dan mencuri perhatian.

    Hadir dalam Porsi Kecil

    Keselarasan dan keserasian adalah inti dalam memberi aksen warna pada ruang. Walaupun tampak “lari” dari warna-warna yang ada, aksen seharusnya tidak merusak kesatuan warna. Yang membuat aksen tetap menyatu dengan perpaduan warna yang ada yaitu porsinya.

    Sebuah warna aksen umumnya hadir dalam porsi kecil, sehingga sekontras apa pun, ia tetap tidak mengganggu. Lantas, cara apa saja yang bisa kita lakukan untuk pemberian aksen warna agar sukses?

    Baca Juga: Trik Memadukan Warna dalam Ruangan

    Hadir dalam porsi kecil, warna biru menjadi aksen yang membuat ruang tidak terkesan dingin dan monoton. (Foto: Pexels)

    Cara Memberi Aksen

    • Satu dinding berbeda warna

    Membuat satu sisi dinding berbeda warna dari ketiga sisi dinding lainnya. Jika ketiga dinding berwarna netral, dinding aksen dapat menggunakan warna apa saja. Sapukan cat atau lapisi dinding dengan panel, wallcover, atau stiker, maka aksen yang berkesan dan tak mengganggu keselarasan pun akan hadir pada ruang.

    • Warnai furnitur

    Furnitur merupakan bagian dari ruang yang menyita perhatian. Jika ia yang diberi warna berbeda, kesan yang ditinggalkannya pun akan mendalam. Pilih furnitur yang cukup besar seperti sofa atau lemari untuk dijadikan aksen pada ruang. Biarkan seluruh dinding dan perabot lain berwarna netral agar aksen yang terjadi betul-betul kuat tanpa tampil berlebihan.

    • Detail bangunan

    Selain dinding, coba perhatikan elemen pada bangunan yang dapat dijadikan aksen. Kusen atau kolom pada ruang, misalnya. Elemen ini dapat menjadi objek yang menarik untuk ditonjolkan. Ornamen pada langit-langit pun dapat dimanfaatkan sebagai benda yang diberi warna aksen. Cat bagian ini dengan warna yang berbeda dan ruang pun akan tampil lebih hidup.

    Baca Juga: Siapa Bilang Wrana Putih Monoton, Kombinasikan dengan Warna-warna Ini!

    Menentukan Warna Aksen

    Tidak ada patokan khusus untuk menentukan warna aksen yang sebaiknya digunakan pada ruang. Semua tergantung selera, apakah memilih warna yang aman atau justru warna yang sangat kontras. Yang jelas, warna dominan lain yang sudah ada sangat menentukan warna aksen yang sebaiknya ditambahkan.

    Agar warna yang berbeda sendiri dari warna sekitarnya ini tetap enak dilihat, beberapa contoh warna aksen ini dapat diterapkan.

    Takut terjebak memilih warna yang itu-itu saja? Tips dan solusi memilih warna ini akan membantumu.

    • Aksen pada warna netral

    Bila sebagian besar ruang berwarna netral, warna yang dipilih sebagai aksen dapat berupa warna apa saja, tentu di luar warna netral. Karena pada dasarnya, warna netral tidak akan berebut perhatian dengan warna aksen. Yang termasuk dalam skema warna netral adalah putih, abu abu, hitam, krem, sampai cokelat muda.

    • Aksen pada warna monokromatis

    Paduan warna monokromatis merupakan cara aman mendekorasi ruang. Menambahkan warna aksen ke dalam paduan warna ini pun tergolong mudah. Cukup menggeser saturasi dari sekelompok warna yang ada, maka didapat aksen yang serasi. Umumnya, warna aksen dipilih yang lebih tua agar ia tampil menonjol. Misalnya ruang bernuansa hijau memiliki aksen hijau gelap bak beludru. Justru yang harus diperhatikan adalah jangan memilih warna aksen yang terlalu mirip dengan warna dominannya.

    Coba kenali Warna Antrasit, wrana serbaguna yang merupakan bagian dari warna abu-abu yang cocok untuk berbagai gaya desain interior.

    Aksen warna oranye menonjolkan kehadiran dapur dan menciptakan kesan segar dan bersih. (Foto: Pexels)
    • Aksen yang kontras

    Pada sebuah ruang yang sudah memiliki warna tersendiri, penambahan aksen yang kontras dapat menciptakan kejutan yang menyenangkan. Paduan warna yang berani dapat dieksplorasi seluas-luasnya. Selera dan rasa seni lebih berperan dalam memilih warna-warna ini. Yang harus diperhatikan dalam paduan yang kontras adalah jangan terlalu banyak menambahkan porsi warna aksen, agar ruang tidak kacau.

    Ingin mencoba warna kuning untuk kontras? Keajaiban Warna Kuning, artikel ranahrumah sebelum ini bisa dicermati yuk!

    • Tambahkan pernik

    Sebidang dinding yang warnanya betul-betul berbeda dibandingkan dengan bidang dinding lainnya kadang kala membuat dinding tersebut seperti terisolasi. Ia seolah tidak memiliki kesatuan dengan desain ruang secara keseluruhan. Tambahkan pernak-pernik yang warnanya senada dengan warna aksen tersebut. Pilih bantal kursi, kap lampu, atau benda pajangan dalam warna aksen. Penambahan benda-benda kecil ini akan membuat ruang memiliki kesinambungan. (RR)

    Mau coba pernik Nuansa Coastal di rumah sebagai pengingat liburanmu yang mengasyikkan?

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom