Friday, June 26, 2026
Home Blog Page 17

IKEA Food Hadirkan Hidangan dari Bahan Bersertifikasi Keberlanjutan

Ranahrumah.com – Gaya HIDUP | IKEA FOOD menerapkan sertifikasi keberlanjutan (sustainability) pada berbagai bahan baku hidangannya. Mulai dari seafood, kopi dan teh, hingga telur ayam pada beberapa menu.

Langkah ini untuk menjaga kualitas rasa dan keamanan pangan. Juga sekaligus menghadirkan pilihan makanan yang lebih bertanggung jawab dan relevan dengan keseharian keluarga Indonesia.

Di IKEA, pengalaman makan tidak hanya hadir lewat hidangan yang tersaji, tetapi juga melalui cara bahan baku dipilih dan diproses sebelum sampai ke pelanggan.

Kebiasaan masyarakat zaman sekarang saat memilih makanan bukan hanya mempertimbangkan rasa dan harga, namun juga keamanan dan kualitas, serta asal bahan makanan.

“Makanan yang ada di IKEA FOOD, baik untuk Anda, baik untuk sesama, dan baik untuk planet kitaPelanggan yang datang, makan dengan nyaman, dan tahu bahwa makanan yang mereka pilih aman, halal, berkualitas, serta diolah dengan cara yang lebih bertanggung jawab,” ujar Ariane Vinsontia, Commercial Food Manager IKEA Indonesia.

Baca Juga: Cara IKEA Food Kelola Food Waste untuk Tekan Emisi Karbon

Bahan Makanan Bersertifikasi IKEA FOOD

Pendekatan IKEA terhadap sustainability pada IKEA Food tidak berdiri sendiri di dapur atau restoran. Di balik setiap menu, terdapat kerja sama dengan nelayan, petani, dan pemasok yang menjadi bagian dari rantai pasok sehari-hari. Melalui penerapan standar sertifikasi sustainability, IKEA mendorong cara kerja yang lebih jelas, konsisten, dan saling menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat.

Berikut beberapa jenis bahan makanan yang menggunakan bahan bersertifikat keberlanjutan.

  • Hidangan seafood seperti Fish & Chips dan menu berbahan dasar salmon.

IKEA menggunakan bahan yang telah tersertifikasi Marine Stewardship Council (MSC) dan Aquaculture Stewardship Council (ASC). Sertifikasi ini membantu memastikan praktik penangkapan dan budidaya ikan dilakukan secara lebih terkontrol, sehingga kualitas rasa tetap konsisten dan keamanan pangan terjaga.

Di saat yang sama, praktik ini mendukung nelayan dan pembudidaya ikan melalui aturan yang lebih jelas terkait musim tangkap, ukuran ikan, dan penggunaan pakan yang lebih bertanggung jawab.

  • Kopi, teh, dan cokelat yang disajikan di IKEA Café

Kopi, teh, dan cokelat menggunakan bahan baku bersertifikasi Rainforest Alliance. Petani mendapatkan panduan dan pelatihan terkait pengelolaan air, perlindungan lingkungan sekitar kebun, serta praktik kerja yang lebih aman. Hubungan kerja yang lebih berkelanjutan ini membantu menjaga kualitas produk dari waktu ke waktu, sekaligus mendukung keberlangsungan usaha pertanian di tingkat lokal.

Baca Juga: Dua Varian Kopi Baru di IKEA: Bertemunya Rasa Skandinavia dengan Tropis Indonesia

  • Telur ayam cage-free

Penggunaan telur ayam cage-free bersertifikasi Certified Humane juga sudah mulai digunakan di IKEA Indonesia. 

Penggunaan bahan baku ini mencerminkan upaya IKEA dalam bekerja sama dengan pemasok serta menerapkan standar yang relevan sesuai dengan jenis menu, sambil tetap menjaga kualitas dan keamanan pangan.

Kolaborasi dengan Berbagai Sektor

“Kami memilih bahan, bekerja dengan pemasok, dan menjaga standar yang konsisten dari hulu ke meja makan. Menerapkan sertifikasi global dan mematuhi regulasi di Indonesia, kami ingin pilihan IKEA Food tidak hanya enak dan berkualitas, tapi juga memberi kontribusi positif bagi orang-orang dan lingkungan yang terlibat di sepanjang rantai pasok,” jelas Ariane.

Melalui penerapanini, manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh pelanggan, tetapi juga oleh nelayan, petani, dan pemasok yang terlibat dalam rantai pasok IKEA Food. Praktik yang lebih bertanggung jawab, menjaga sumber daya alam dari sistem pangan Indonesia. Juga, sekaligus mendukung mata pencaharian yang lebih stabil bagi semua.

Dengan menghadirkan makanan yang familiar, aman, halal, dan terjangkau, IKEA ingin membuat pilihan makan yang lebih bertanggung jawab terasa mudah diakses. Dan itu bisa dinikmati di Restoran Swedia, Kafe Swedia, dan Bistro Swedia IKEA di seluruh toko IKEA di Indonesia. (RR)

Baca Juga: 5 Langkah Makeover Ruang Tamu Ala IKEA

Baca Juga: Menu Spesial di IKEA untuk Sambut Imlek

Baca Juga: Tips Ala IKEA untuk Penataan Rumah dan Memilih Hidangan saat Ramadan dan Lebaran

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Inspirasi Desain Musala Multifungsi di Dalam Rumah, Tak Sekadar untuk Salat

Ranahrumah.com – INTERIOR | Tersedianya musala di dalam rumah memberi manfaat banyak bagi pendidikan dan perngembangan rohani seluruh keluarga. Karena alasan inilah, Yulian dan Evi membangun musala ini di dalam rumahnya.

Memanfaatkan area kosong seluas 10 m² (5 m x 2 m), musala ini didesain dengan menghadirkan built-in storage yang menggabungkan penyimpanan tertutup dan terbuka.  

Tak hanya digunakan untuk salat, musala ini acap digunakan sebagai tempat baca dan belajar Alquran. 

Baca Juga: Tren Ukuran Besar pada Material 2026 Beri Kesan Seamless, Luas, dan Modern

Rak penyimpanan multifungsi di dalam musala.

Baca Juga: Color Do’s and Don’ts: Cara Memilih Warna Rumah yang Tepat Tak Sekadar Ikut Tren

Layout Musala di Dalam Rumah

Layout ruang terbagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian utama sebagai tempat salat dan belajar Alquran, dan bagian lainya sebagai tempat wudu.

Kesan tenang dan damai tercipta oleh kealamian yang muncul dari karakter material alami kayu pada lantai dan kabinet,  serta taman mungil di depan musala.

Dinding kabinet bagian belakang memanfaatkan bidang dinding ruangan sehingga menghemat tempat.

Untuk mempercantik tampilannya, bagian yang dibuat terbuka, diaplikasikan wallcover motif garis  sebagai latar belakang kabinet.

Diibutuhkan storage sebagai penyimpan peralatan salat, buku-buku keagamaan dan Alquran, serta beberapa barang dekoratif Islami penunjang karakter ruang.

Satu bagian storage berbahan kayu lapis ini didesain terbuka dengan mengaplikasikan kaca sebagai ambalan dan aluminium sebagai pemisah antar-kompartemennya.

Selain dekorasi ruang, beberapa barang yang dipakai sehari-hari diletakkan di area terbuka agar mudah diambil saat diperlukan. Lampu diaplikasikan sebagai penerang kabinet simpan ini untuk memperlancar aktivitas penggunanya.

Baca Juga: Ide Desain Menyatukan Ruang Keluarga dan Dapur Terbuka di Lahan 227 M2

Praktis ya. Yuks bikin musala di rumah! (RR)

4 Inspirasi Dapur Modern dan Semi Country Bernuansa Putih Karya Desainer

Ranahrumah.com – INSPIRASI [INTERIOR] | Warna putih akan menghasilkan kesan bersih, terawat, lapang, dan terlihat lembut. Sifat warna putih begitu fleksibel, dan bisa digunakan untuk semua area ruang termasuk dapur.

Warna putih yang berada dalam kelompok warna netral ini memikat untuk diaplikasikan, utamanya bagi sebuah dapur yang perlu terlihat bersih dalam kesehariannya.

Memilih warna putih untuk dapur ada tantangan tersendiri bagi penghuninya mengingat kegiatan yang kompleks di dapur akan mudah membuatnya terliat kotor. Namun, tantangan ini menjadi sisi positif karena akan memotivasi pemilik rumah untuk senantiasa menjaga kebersihannya.

Tantangan juga berlaku bagi sang desainer, bagaimana desain dapur putih bisa tak terkesan monoton dan pilihan materialnya mendukung suasana yang diinginkan dan mudah dirawat.

Nah, bagimana para desainer mengelola warna ini pada sebuah dapur? Inilah 4 inspirasi desain dan pilihan jenis materialnya.

Baca Juga: Tren Interior Terkini “Everlasting Design” Paduan Minimalisme Jepang dan Kreativitas Desain Indonesia

Beri Aksen agar Tak Monoton

Sentuhan aksen memikat dengan veneer kayu warna tua yang dilapisi lacquer membuat mudah dirawat dan kesan mewah. (Foto: Dok. Zeno Wirawan)

Agar putih yang dominan tak jadi monoton, sentuhan aksen memikat hati dengan aplikasi tekstur kayu. Warna kayu tua lah yang digunakan untuk melengkapi ruangan ini.

Lapisan-lapisan bertekstur eksotis membawa kesan hangat ke dalam area yang semula tampak monoton.

Untuk menciptakan kesan mewah dan mudah dalam perawatan, Zeno Wirawan sang desainer melapisi veneer kayu dengan lacquer. Hasilnya, permukaan kabinet pun tampak begitu halus dan mengilap.

Terdapat beberapa bagian kabinet yang dibuat terekspos di dapur ini. Kabinet-kabinet terekspos yang dihiasi oleh tekstur kayu ini tampak begitu dinamis, Pengulangan bentuk yang tidak simetris membawa kesan pergerakan tersendiri pada area dapur ini.

Dapur ini berukuran panjang 4,2 m dan menggunakan table top solid surface, dan backsplash kaca cermin.

Baca Juga: Tren Terkini Material Dapur

Desain Kompak nan Efektif

Dapur mungil dan simpel dengan nuansa putih untuk apartemen. (Foto: Dok. Yuyung dari Limajari)

Pemilik membuat dapur ini untuk apartemennya. Dapur mungil dan simpel namun mampu menunjang semua kegiatan dapur secara lengkap dan efektif.

Yuyung dari Limajari sebagai desainer merancang interior yang kompak dan komplit di area dapur yang terbilang cukup kompleks ini.

Warna putih tanpa banyak ornamen sengaja dipilih untuk area pantri agar terlihat bersih dan luas. Tiga sisi pantri berbentuk U memiliki fungsi yang berbeda dalam menunjang berbagai kebutuhan. Sisi pantri yang berjajar dengan pintu utama digunakan sebagai area masak. Sisi kedua yang lebih pendek digunakan sebagai area cuci piring. Sedangkan sisi ketiga yang membelah area pantri dengan ruang keluarga digunakan sebagai meja makan.

Baca Juga: Mengenal Micro Living: Cara agar Tetap Nyaman Tinggal di Rumah Mungil

Dapur mungil ukuran 5m2 dengan finishing duco putih pada kabinet berbahan multipleks. (Foto: Dok. Yuyung dari Limajari)

Untuk mendapatkan efek kilap yang modern pada dapur berukuran 5m2 ini, desainer memberikan finishing cat duco putih pada kabinet berbahan multipleks. Material ini dipadukan dengan kaca glass stone dan pegangan aluminium untuk menghilangkan kesan kabinet dapur yang terlalu datar dan minimalis.

Granit hitam dipilih sebagai material table top untuk menciptakan kesan elegan yang tak berlebihan pada dapur modern ini.

Modern dan Terbuka

Dapur modern bernuansa putih dengan aksen merah dan hitam yang dilengkapi island. (Foto: Dok. Henny Suwandi dari [2+p]architects.)

Kesan yang sangat modern dan lapang nampak dari dapur putih bersih berukuran 4m x 6,35m ini.

Ini adalah perwujudan keinginan pemilik rumah yang diakomodasi oleh desainer Henny Suwandi dari [2+p]architects.

Warna hitam dan merah, muncul sebagai aksen yang menghidupkan suasana dapur.

Meja island di tengah dapur melengkapi kitchen set dengan nuansa modern yang sama.

Kabinet dapur menggunakan multipleks dengan finishing duco, table top solid surface, dan backsplash dengan cermin hitam rayben.

Untuk menjaga ventilasi udara di area dapur, terdapat jendela yang terletak di sisi kiri ruangan.

Semi Country French Style

Dapur putih 3m x 6m ini mengadopsi suasana pegunungan Alphen di Perancis ini bergaya country. (Foto: Dok. Mobalpa by Rotaryana)

Mengadaptasi suasana pegunungan Alphen di Perancis, kesan akrab, terbuka, dan homy diciptakan di dapur putih berukuran 3m x 6m ini.

Kesan akrab dan terbuka juga dibangun oleh desainer Mobalpa by Rotaryana dari cara penyimpanan benda-benda yang open shelf atau dibiarkan di rak terbuka. Kalaupun tersimpan di dalam kabinet berbahan MDF dan tertutup, tetap bisa terlihat dari luar karena penutupnya menggunakan material kaca polos dan transparan.

Baca Juga: 5 Tahapan Penting Perlu Diketahui sebelum Membuat Dapur Menggunakan Jasa Kontraktor

Dapur model pulau nunasa putih ini menggunakan quart stone sebagai table top agar tahan cairan, tahan gores, dan mudah dibersihkan. (Foto: Dok. Mobalpa by Rotaryana)

Dapur model pulau ini memilih quart stone sebagai table top agar tahan cairan, tahan gores, dan mudah dibersihkan, namun juga tetap terlihat alami. Back splash menggunakan bahan quart stone dan kayu oak solid lacquer.

Baca Juga: Seberapa Besar Dapur Harus Dibuat? Ini Cara Menghitungnya

Nah, mau pilih menerapkan yang mana untuk rumahmu? (RR)

Harmoni Minimalisme Jepang dan Kreativitas Indonesia dalam Bingkai Everlasting Design Jadi Tren Interior Indonesia

Ranahrumah.com – TREN| Dalam beberapa tahun terakhir, definisi hunian premium dan ruang komersial yang berkualitas mengalami transformasi signifikan. Konsumen tidak lagi terpesona oleh gaya yang cepat usang. Mereka mencari desain yang matang secara konsep, jujur pada material, serta mampu bertahan dalam dinamika gaya hidup.

Everlasting Design: Lebih dari Sekadar Tren

Everlasting Design lahir dari kebutuhan tersebut. Filosofi ini menekankan tiga prinsip utama:

1. Fungsionalitas jangka panjang

Desain harus bekerja optimal hari ini dan tetap relevan bertahun-tahun ke depan.

2. Integritas material

Pemilihan material bukan hanya soal tampilan, tetapi tentang daya tahan, performa, dan kemudahan perawatan.

Baca Juga: Apa Itu Material Surface? Mengapa Kini Jadi Elemen Utama Desain Interior Modern

3. Keseimbangan visual

Perpaduan elemen organik yang lembut dengan aksen tegas yang memberi karakter dan struktur.

Secara visual, pendekatan ini hadir melalui palet warna natural, tekstur organik, serta detail presisi yang menghadirkan ketenangan. Di sinilah presisi desain Jepang menemukan relevansinya.

Baca Juga: Inspirasi Desain Open Space di Lahan 227M2 Menyatukan Ruang Keluarga dan Dapur Terbuka

Kolaborasi antara merek Jepang miratap dan HDII Jakarta simbol dua kekuatan yaitu disiplin minimalisme Jepang dan kreativitas kontestual desainer Indonesia.

Minimalisme Jepang sebagai Penyeimbang

Kolaborasi antara merek Jepang miratap dan Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol pertemuan dua kekuatan: disiplin minimalisme Jepang dan kreativitas kontekstual desainer Indonesia.

Gaya minimalis Jepang dikenal dengan ketepatan garis, efisiensi bentuk, serta penghormatan terhadap fungsi. Dalam konteks Everlasting Design, pendekatan ini menjadi penyeimbang sempurna bagi tren elemen organik yang sedang berkembang di Indonesia.

Material seperti stainless steel, misalnya, bukan lagi dianggap dingin atau industrial semata. Dengan pengolahan yang tepat, ia menjadi aksen kuat yang mempertegas karakter ruang sekaligus menjamin ketahanan—sebuah aspek krusial dalam iklim tropis Indonesia.

Baca Juga: Resolusi Tahun Baru untuk Dunia Lebih Baik dan Berkelanjutan Mulai dari Rumah

Makna Kolaborasi bagi Dunia Desain

Lebih dari peluncuran produk atau kerja sama industri, kolaborasi ini membawa pesan penting bagi ekosistem desain Indonesia:

1. Mendorong Desainer Berpikir Jangka Panjang

Acara ini menegaskan bahwa peran desainer bukan hanya menciptakan ruang yang “instagramable”, tetapi merancang ruang yang memiliki umur panjang—baik secara estetika maupun teknis.

2. Menguatkan Standar Kualitas

Dengan hadirnya produk berpresisi tinggi dan desain berstandar internasional, pelaku industri terdorong untuk meningkatkan standar spesifikasi material dan detail pengerjaan.

3. Membangun Dialog Global–Lokal

Pertemuan antara filosofi Jepang dan konteks Indonesia menciptakan ruang diskusi yang memperkaya wawasan desain. Nilai global diterjemahkan secara lokal, tanpa kehilangan identitas.

4. Mengedukasi Pasar

Ketika asosiasi profesi seperti Himpunan Desainer Interior Indonesia terlibat aktif, pesan tentang pentingnya desain berkelanjutan dan tahan lama menjadi lebih kuat di mata konsumen.

Dari Estetika ke Etika Desain

Everlasting Design pada akhirnya bukan hanya pendekatan visual, tetapi juga sikap. Ia berbicara tentang tanggung jawab terhadap lingkungan, efisiensi sumber daya, serta penghargaan terhadap proses.

Ruang yang dirancang dengan presisi dan kesadaran material tidak mudah tergantikan. Ia tidak mengikuti musim, melainkan membangun karakter. Dalam konteks ini, desain menjadi investasi—bukan konsumsi sesaat.

Kolaborasi yang terjalin menjadi momentum penting untuk mengingatkan kembali esensi profesi desain interior: menciptakan ruang yang relevan, berdaya guna, dan bermakna dalam jangka panjang.

Menuju Ekosistem Desain yang Lebih Matang

Dengan semakin menguatnya filosofi Everlasting Design di Indonesia, industri desain bergerak menuju fase yang lebih dewasa. Klien semakin kritis, desainer semakin strategis, dan produsen semakin presisi.

Kolaborasi seperti ini membuka jalan bagi:

  • Pertukaran pengetahuan lintas budaya
  • Peningkatan kualitas produk dan proyek
  • Standarisasi desain yang lebih tinggi
  • Penguatan posisi Indonesia dalam peta desain regional

Pada akhirnya, Everlasting Design bukan sekadar tema tahunan. Ia adalah arah baru—sebuah komitmen untuk menciptakan ruang yang tidak hanya indah hari ini, tetapi juga bermakna esok dan seterusnya. (RR)

Baca Juga: Transformasi AICA Aibon Jadi One-Stop Solution Interior

Baca Juga: Nitori Destinasi Belanja Produk Furnitur Khas Jepang Hadir di Lippo Mall Jakarta

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Micro Living: Cara agar Tetap Nyaman Tinggal di Rumah Mungil

Ranahrumah.com – INSPIRASI [INTERIOR] | Punya banyak keterbatasan, tidak bisa mengeksplorasi gaya hidup, adalah sebagaian alasan yang sering dilontarkan untuk mendefinisikan bahwa rumah mungil itu tidak nyaman. Namun nyatanya, dengan penerapan konsep Micro Living—yang memiliki perencanaan desain yang matang, pendapat ini bisa dipatahkan.

Konsep micro living menjelaskan adanya 2 konsekuensi bagi seseorang saat memiliki rumah mungil (rumah berukuran kecil).

Baca Juga: Mengenal Micro Living yang Jadi Tren Rumah Tinggal Milenial

Desain yang Mendukung Kenyamanan

Dari sisi desain, keterbatasan lahan pada rumah mungil, tidak memungkinkan dibuat satu ruangan untuk satu fungsi. Berarti dari sisi pemanfaatan ruang, haruslah multifungsi. Satu ruang dipakai bersama. Untuk mewujudkan hal ini perlu desain yang kompak. Layout dan pemilihan isi rumah pun harus efisien, inovatif, dan smart. Beberapa hal yang harus dilakukan:

Tak disarankan membeli furnitur jadi.

Kalaupun membeli furnitur yang sudah jadi, paling memungkinkan jenis loose furniture (furnitur lepasan tidak per set).

Baca Juga: Cocok untuk Rumah Mungil, Inspirasi Penyimpanan Tambahan yang Butuh Banyak Ruang

Tempat tidur multifungsi – Dalam konsep Micro Living, inovasi desain yang luar biasa dapat menciptakan furnitur yang dasyat.dengan tetap memerhatikan segi kemudahan dalam pemakaian.
Desain furnitur multifungsi

Semakin banyak fungsi furnitur, semakin baik dengan tetap memerhatikan segi kemudahan dalam pemakaian dan tentu saja harga yang terjangkau. Inovasi desain yang luar biasa diterapkan untuk menciptakan furnitur yang dasyat. Misalnya lemari multifungsi yang berisi lemari pakaian, rak buku, meja kerja, tangga naik ke atas, dapur kecil, hingga meja makan lengkap dengan kursinya.

Pemanfaatan ruang optimal.

Penerapan konsep micro living dalam hal pemanfaatan ruang memiliki arti, sebisa mungkin tidak ada ruang yang terbuang sia-sia. Untuk menangani ruang jenis ini dibutuhkan ide kreatif dan inovasi desain yang smart atau pintar. Hal ini bukan berarti ruangan akan penuh luar biasa. Namun, dengan menggunakan konsep micro living, sisa-sisa ruang akan dimaksimalkan penggunaannya dengan cara yang baik, indah, dan tetap nyaman ditinggali.

Tak mengorbankan kenyamanan tinggal.

Pertimbangan lain yang penting untuk diterapkan pada rumah mungil yang berkonsep micro living adalah pengudaraan, pencahayaan, kesehatan dan kebersihan, serta keamanan dan keselamatan. Ruang yang terbatas bukan alasan untuk mengorbankan kenyamanan. Peran konsultan desain arsitektur dan interior, di sini sangat besar untuk mewujudkan ruangan yang berfungsi baik dan nyaman bagi penghuni.

Untuk penerapan beberapa hal di atas, harus diakui, investasi desain dengan harga yang lebih tinggi dapat menghasilkan pemanfaatan ruang yang lebih efisien, maksimal, dan representatif.

Dalam konsep Micro Living, memiliki rumah mungil (rumah dengan ukuran lahan kecil) harus diikuti dengan pola hidup yang memengaruhi cara bertinggal, yang mestinya harus menyesuaikan luas ruang yang tersedia.

Penyesuaian Gaya Hidup

Tak cukup dengan mencermati desain, memiliki rumah mungil (rumah dengan ukuran lahan kecil) harus diikuti dengan pola hidup yang memengaruhi cara bertinggal, yang mestinya harus menyesuaikan luas ruang yang tersedia.

Sebenarnya bukannya suatu tuntutan khusus yang harus begini begitu, jadi banyak keterbatasan. Hanya, tinggal di rumah berukuran kecil akan memaksa penghuninya tidak konsumsif. Saat beli baju, agar lemarinya cukup harus menyingkirkan baju lamanya, tak mungkin menambah lemari baru karena space-nya sudah tidak ada. Begitupun dengan pembelian dekorasi atau peralatan rumah, dan koleksi lainnya, meski ada storage, namun setiap sentimeter ada keterbatasan.

Rumah berkuran kecil juga tak harus mengorbankan gaya hidup. Desain yang keren dan masa kini pun tetap bisa diaplikasikan di ruang yang terbatas. Karakter penghuni masih bisa keluar melalui perencanaan desain yang matang.

Nah, siapa bilang rumah berukuran kecil tak nyaman? (RR)

Baca Juga: Hidup Bersama AI: Bagaimana Teknologi Mengubah Gaya Hidup Rumah Modern

Baca Juga: Ini Pertimbangan Penting Memilih Desain dan Material Dapur

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mengenal Teknologi J-Tech Inverter pada AC Sharp: Hemat Energi & Ramah Lingkungan

Ranahrumah.com – PRODUK | J-Tech Inverter adalah teknologi andalan SEID untuk AC, dengan teknologi terdepan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia (local-fit products). Pendingin ruangan yang disisipi oleh teknologi paling baru dari SHARP, J-Tech Inverter.

Sharp Indonesia mengamati bahwa bertambahnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia telah menciptakan segmen konsumen yang semakin cerdas dalam melakukan pembelian. Sekarang, masyarakat mulai peduli terhadap masalah lingkungan dan penghematan energi. Melalui inovasi-inovasi teknologi yang eco-friendly. J-Tech Inverter sebagai teknologi hemat energi dan ramah lingkungan dari SHARP merupakan persembahan untuk seluruh konsumen setia SHARP di Indonesia

J-Tech Inverter yang merupakan singkatan dari Japan Technology and Japan Hospitality menjadi terobosan dari SHARP. Dibenamkan pada dua produk unggulan SHARP, yaitu lemari es dan AC, paduan sistem pendingin dan kompresor canggih ini memiliki empat konsep andalan, yaitu Energy Savings, Strong Cooling, Comfort, dan Durability.

Baca Juga: Kelebihan AC Inverter dengan AC Watt Rendah

Hemat Listrik

Untuk mendukung konsep Energy Saving pada produk AC Sharp ini, seluruh kompresor pada rangkaian J-Tech Inverter memiliki rotasi hingga 15 langkah guna memenuhi standar hidup konsumen yang semakin tinggi. Sistem ini akan menghasilkan suhu super stabil karena memungkinkan kontrol suhu yang sempurna, menghasilkan pendinginan merata, namun tetap hemat konsumsi listrik.

Berbeda dengan AC biasa yang mematikan kompresor ketika suhu ruangan sudah tercapai dan menyalakan kompresor kembali ketika suhu meningkat, teknologi J-Tech Inverter mampu bekerja dengan daya minimum untuk menghindari pemborosan listrik ketika suhu ruangan telah tercapai. Karena hal ini, konsumsi listrik pada AC Inverter ini dapat dikurangi hingga 60 persen. Dan yang tak kalah penting, seluruh model AC pada rangkaian J-Tech Inverter ini telah menggunakan freon R-410A yang ramah lingkungan.

Cepat Dingin

Selain hemat, teknologi ini pun dilengkapi dengan konsep Strong Cooling, berupa fitur Jetstream yang mampu mendinginkan ruangan dengan cepat dan segera, menurunkan 5⁰C dalam 5 menit dan 40 persen lebih cepat dibandingkan AC biasa. Bahkan, remote control pada rangkaian model J-Tech Inverter memiliki tombol Lockon Sensor yang dapat mendeteksi lokasi remote dan secara otomatis menghembuskan udara dingin ke arah pengguna.

Nyaman, Suhu Terkontrol

Sementara itu, sebagai aplikasi dari fitur Comfort, teknologi J-Tech Inverter mampu mengontrol suhu secara lebih presisi dengan interval 0.5 ⁰C demi kenyamanan penggunanya.

Untuk kenyamanan tidur yang maksimal, dengan fitur Best Sleep Mode pengaturan suhu dapat dilakukan secara otomatis saat sebelum tidur, tidur lelap, dan menjelang bangun tidur sehingga konsumen tidak akan merasa kedinginan saat bangun di pagi hari. Ada pula tombol Baby Mode untuk menghindari angin AC mengenai kulit secara langsung pada saat tidur, sehingga sangat sesuai bagi bayi, orang tua, dan tidak membuat kulit cepat kering.

AC J-Tech Inverter juga tetap dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster yang membuat udara ruangan bersih terbebas dari virus, jamur, dan bau tidak sedap (seperti bau rokok atau bau binatang peliharaan).

Baca Juga: Mengapa Harga AC Inverter Lebih Mahal Dibanding AC Standar?

Kuat & Tahan Terhadap Perubahan Tegangan Listrik dan Iklim (Cuaca)

Fitur Durability akan memberikan perlindungan yang menyeluruh, yaitu perlindungan terhadap tegangan yang tidak stabil (mampu beroperasi hingga 130V), perlindungan terhadap cuaca ekstrim seperti terik matahari dan hujan, serta perlindungan terhadap karat. (RR)

Baca Juga: Cara Mengoptimalkan Ruang Attic di Rumah Mungil agar Tak Panas

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Berapa Biaya Listrik AC Inverter per Bulan? Simulasi Perhitungan

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Teknologi inverter pada AC hadir sebagai solusi yang sering disebut lebih hemat listrik — sekaligus lebih mahal.

Secara harga, AC inverter memang berada di atas AC non-inverter. Namun perbedaan ini bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, melainkan teknologi di dalamnya.

AC konvensional bekerja dengan sistem on-off. Saat suhu ruangan sudah mencapai angka yang diinginkan, kompresor akan mati. Ketika suhu naik kembali, kompresor menyala dengan daya penuh. Siklus hidup-mati ini terjadi berulang kali dan membutuhkan lonjakan daya listrik cukup besar setiap kali kompresor menyala.

Sebaliknya, AC inverter menggunakan teknologi yang memungkinkan kompresor menyesuaikan kecepatan rotasi. Saat pertama dinyalakan, kompresor bekerja maksimal untuk mendinginkan ruangan dengan cepat. Setelah suhu tercapai, kecepatannya menurun dan bekerja stabil untuk menjaga suhu tetap konstan tanpa perlu mati-nyala berulang.

Inilah yang membuat harga AC inverter lebih tinggi: sistem elektroniknya lebih kompleks dan menggunakan modul pengatur frekuensi (inverter drive). Namun dalam jangka panjang, konsumsi listriknya bisa jauh lebih efisien.

Baca Juga: Mengapa AC Inverter Harganya Lebih Mahal?

Penghematan Listrik pada AC Inverter

Penghematan ini terjadi karena:

  • Tidak ada lonjakan listrik berulang akibat sistem on-off
  • Kompresor bekerja stabil pada daya rendah setelah suhu tercapai
  • Suhu ruangan lebih konsisten sehingga tidak terjadi fluktuasi ekstrem

Baca Juga: Perbedaan AC Inverter dengan AC Watt Rendah

Baca Juga: Mengenal Fitur Watt Control pada AC LG dan Simulasi Pengehematan Listrik yang Bisa Dicapai

Simulasi Perhitungan Pengehematan Listrik pada AC Inverter

Seberapa besar penghematan listrik-nya? Berikut simulasi perhitungannya.

Misalnya:

AC 1 PK (±800 watt non-inverter)

Dipakai 8 jam/hari

Tarif listrik rata-rata Rp 1.444/kWh

Perhitungan kasar:

0,8 kW x 8 jam x 30 hari x Rp 1.444

≈ Rp 277.000 per bulan

Pada AC inverter, konsumsi rata-rata bisa turun menjadi sekitar 500–600 watt setelah suhu stabil.

Simulasi kasar:

0,55 kW x 8 jam x 30 hari x Rp 1.444

≈ Rp 190.000 per bulan

Selisih ± Rp 80.000–90.000 per bulan.

Dalam setahun, penghematan bisa mencapai lebih dari Rp 1 juta.

Kesimpulannya, jika penggunaan AC hanya sesekali, AC standar mungkin masih relevan. Tetapi untuk penggunaan rutin dan jangka panjang, AC inverter bisa menjadi investasi yang lebih masuk akal. (RR)

Baca Juga: AC Celest Inverter Midea Terbaru dengan Teknologi AI Pertama di Kelasnya

Cek berita inovasi produk terbaru, ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mengenal AC Inverter: Cara Kerja, Keunggulan, dan Alasan Harganya Lebih Mahal

Ranahrumah.com –  PRODUK | AC atau Pendingin ruangan modern kini bukan sekadar soal “dingin atau tidak”. Konsumen semakin peduli pada efisiensi listrik, kenyamanan suhu, hingga biaya jangka panjang. Di sinilah teknologi inverter hadir sebagai solusi yang sering disebut lebih hemat — sekaligus lebih mahal.

Agar tidak sekadar ikut tren, penting memahami cara kerjanya dan mengapa teknologi ini dianggap sebagai investasi, bukan sekadar pengeluaran tambahan.

Baca Juga: Rumah Panas? Tiga Aplikasi Desain Ini Jadi Solusi Menciptakan Kenyamanan Thermal

Baca Juga: AC Teknologi Inverter Beda dengan AC Watt Rendah, Apa Kelebihannya?

Mengapa AC Inverter Lebih Mahal?

Secara harga, AC inverter memang berada di atas AC non-inverter. Namun perbedaan ini bukan sekadar soal merek atau fitur tambahan, melainkan teknologi di dalamnya.

AC konvensional bekerja dengan sistem on-off. Saat suhu ruangan sudah mencapai angka yang diinginkan, kompresor akan mati. Ketika suhu naik kembali, kompresor menyala dengan daya penuh. Siklus hidup-mati ini terjadi berulang kali dan membutuhkan lonjakan daya listrik cukup besar setiap kali kompresor menyala.

Sebaliknya, AC inverter menggunakan teknologi yang memungkinkan kompresor menyesuaikan kecepatan rotasi. Saat pertama dinyalakan, kompresor bekerja maksimal untuk mendinginkan ruangan dengan cepat. Setelah suhu tercapai, kecepatannya menurun dan bekerja stabil untuk menjaga suhu tetap konstan tanpa perlu mati-nyala berulang.

Inilah yang membuat harga AC inverter lebih tinggi: sistem elektroniknya lebih kompleks dan menggunakan modul pengatur frekuensi (inverter drive).

Namun dalam jangka panjang, konsumsi listriknya bisa jauh lebih efisien.

Baca Juga: Hemat Listrik Bisa Dimulai dari Mengubah Kebiasaan Kecil Ini di Rumah

Benarkah Lebih Hemat Listrik?

Salah satu klaim umum AC inverter adalah penghematan listrik (energi) hingga 30–50 persen, tergantung kondisi ruangan dan pola pemakaian.

Penghematan ini terjadi karena:

  • Tidak ada lonjakan listrik berulang akibat sistem on-off
  • Kompresor bekerja stabil pada daya rendah setelah suhu tercapai
  • Suhu ruangan lebih konsisten sehingga tidak terjadi fluktuasi ekstrem

Analoginya sederhana: seperti mengemudi di jalan lancar dengan kecepatan stabil, bukan di kemacetan yang membuat mesin sering berhenti dan berjalan kembali.

Baca Juga: Rumah Panas Ternyata Bisa Terjadi karena Atap yang Salah, Begini Cara Mengatasinya

Baca Juga: Solusi Rumah Mungil: Cara Optimalkan Ruang Attic agar Tidak Panas

Lebih Cepat Dingin, Lebih Nyaman

Banyak AC inverter dilengkapi fitur percepatan pendinginan saat pertama dinyalakan. Fitur ini membuat kipas dan kompresor bekerja lebih intens di awal, sehingga suhu ruangan lebih cepat turun.

Setelah suhu ideal tercapai, sistem otomatis menjaga keseimbangan kelembapan dan suhu agar tetap nyaman. Hasilnya bukan sekadar dingin, tetapi lebih stabil dan tidak “menusuk”.

Beberapa produk juga memiliki sistem pengarah udara ganda (dual airflow) yang memungkinkan aliran udara difokuskan untuk pendinginan cepat, lalu dialihkan ke arah atas agar menyebar merata. Ini membuat pengguna tidak terkena hembusan udara langsung secara terus-menerus.

Baca Juga: Tips Pakai AC Standar agar Tetap Irit Listrik, Pakai Berapa PK?

Apakah AC Inverter Cocok untuk Semua Rumah?

AC inverter paling ideal untuk:

  • Pemakaian jangka panjang (lebih dari 6–8 jam per hari)
  • Rumah di daerah panas
  • Ruangan yang sering digunakan seperti kamar tidur dan ruang keluarga
  • Pengguna yang ingin tagihan listrik lebih stabil

Namun tetap penting menyesuaikan kapasitas PK dengan luas ruangan. AC yang terlalu kecil akan bekerja terlalu keras, sedangkan yang terlalu besar justru kurang efisien.

Baca Juga: Cara Menghitung PK AC yang Tepat agar Hemat Energi dan Dingin Maksimal

Jadi, Lebih Baik Pilih Mana?

Jika penggunaan AC hanya sesekali, AC standar mungkin masih relevan. Tetapi untuk penggunaan rutin dan jangka panjang, AC inverter bisa menjadi investasi yang lebih masuk akal.

Lebih hemat listrik, suhu lebih stabil, suara lebih halus, serta usia kompresor cenderung lebih panjang karena tidak sering mati-nyala.

Pada akhirnya, memilih AC bukan hanya soal harga beli, tetapi soal kenyamanan dan biaya operasional dalam beberapa tahun ke depan. (RR)

Baca Juga: Mengenal Secondary Skin: Kulit Kedua Rumah yang Bikin Estetik dan Hemat Listrik

Baca Juga: Mendinginkan Rumah dengan Cerobong Ventilasi Bikin Rumah Hemat Listrik

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom