Friday, June 26, 2026
Home Blog Page 23

Colour of the Year 2026 Dulux: Biru untuk Setiap Ritme Hidup

Ranahrumah.com- INSPIRASI | Membaca Colour of the Year 2026 Dulux lewat Ritme, Aliran, dan Kebebasan.                                                                                                                .

Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat, Dulux memilih untuk berhenti sejenak. Colour of the Year 2026 hadir dengan payung #temukantenangmu, menghadirkan The Rhythm of Blues – spektrum biru yang tidak tunggal, tidak kaku, dan—yang terpenting—tidak memaksa.

Alih-alih satu warna hero, Dulux memecah narasi warna biru ke dalam tiga tema: Slow Swing, Mellow Flow, dan Free Groove. Tiga pendekatan yang terasa seperti tiga cara manusia modern mencari ketenangan: dengan memperlambat, mengalir, atau justru membebaskan diri.

Biru Hari Ini: Bukan Sekadar Menenangkan

Biru sudah lama diasosiasikan dengan ketenangan. Namun di 2026, tenang bukan lagi berarti diam. Tenang adalah ritme yang bisa kita kendalikan.

Biru versi Dulux kali ini terasa lebih emosional daripada simbolis. Ia tidak sekadar menurunkan volume visual, tetapi mencoba menyesuaikan diri dengan kondisi psikologis masyarakat yang lelah—oleh informasi, tuntutan performa, dan kehidupan yang selalu “on”.

Baca Juga: Dulux Sweet Embrace Warna Pastel yang Jadi Tren Warna 2024

Baca Juga: Keajaiban Warna Kuning Cerah Dulux Colour of The Year 2025

Tiga Tema Palet Warna

Lewat tren warna Colour of the Year 2026 bertema #temukantenangmu, Dulux memecah spektrum biru ke dalam tiga pendekatan emosional: Slow Swing, Mellow Flow, dan Free Groove. Masing-masing menawarkan cara berbeda dalam merespons ritme hidup modern—dan cara berbeda pula dalam membentuk ruang.

1. Slow Swing: Ketika Ruang Belajar Bernapas
Konsep Slow Swing- warna biru yang membumi dan tidak kontras untuk ruang baca dari Colour of the Year 2026 Dulux . (Foto: Dulux)

Baca Juga: Slow Swing Dulux 2026: Warna Biru Gelap dan Membumi untuk Melambat dan Memulihkan Energi

Slow Swing berbicara tentang ritme yang disengaja. Biru dalam spektrum ini terasa lembut, membumi, dan tidak kontras—seolah mengajak ruang untuk tidak buru-buru bereaksi.

Pilihan warna biru ini cocok untuk yang mencari ritme, bukan kecepatan. Gaya hidup yang terwakili Slow Swing berbicara pada individu yang:

  • menghargai rutinitas,
  • membutuhkan ruang untuk menenangkan pikiran,
  • melihat rumah sebagai tempat memulihkan energi.
Karakter warna

Biru lembut dengan intensitas rendah, terasa stabil dan tidak agresif secara visual. Warna ini bekerja seperti jeda—hadir tanpa menuntut perhatian.

Efek psikologis

Secara psikologis, warna ini bekerja seperti jeda. Ia membantu sistem saraf keluar dari mode siaga, menciptakan rasa aman dan konsistensi. Bukan biru yang ingin dilihat, melainkan biru yang ingin dihuni.

Dalam konteks desain interior, Slow Swing ideal untuk:

  • Kamar tidur
  • Sudut baca atau ruang refleksi
  • Foyer, koridor, area transisi

Warna dalam spektrum ini membantu menurunkan overstimulasi visual dan emosional. Cocok untuk ruang yang dirancang untuk pause, bukan performa.

Baca Juga: Cara Memilih dan Memberi Aksen Warna untuk Harmoni Ruang

2. Mellow Flow: Emosi yang Mengalir, Bukan Mengendap
Ruang kerja yang mengaplikasikan warna Mellow Flow Biru yang lebih hidup dan fleksibel dari Colour of the Year Dulux 2026 (Foto: Dulux)

Baca Juga: Mellow Flow Dulux 2026: Warna Biru yang Mengalir untuk Ruang Kebersamaan

Berbeda dengan Slow Swing yang cenderung introspektif, Mellow Flow terasa lebih sosial. Birunya lebih hidup, tetapi tetap terkontrol—seperti aliran air yang stabil.

Gaya hidup yang terwakili Mellow Flow cocok untuk mereka yang:

  • menjalani kehidupan sosial aktif,
  • bekerja secara kolaboratif,
  • membutuhkan ruang adaptif untuk berbagai aktivitas.
Karakter warna

Biru yang lebih hidup dan fleksibel. Tidak terlalu dingin, tidak terlalu tenang—menemukan keseimbangan antara energi dan keteduhan.

Efek psikologis

Warna ini membantu menjaga suasana tetap ringan dan terbuka, meredam ketegangan tanpa membuat ruang terasa pasif atau datar.

Tema ini cocok untuk:

  • Ruang keluarga
  • Ruang kerja kreatif
  • atau Area komunal dalam rumah.

Mellow Flow menjawab kebutuhan ruang yang tenang tanpa menjadi pasif. Ia memberi energi yang lembut, mendukung interaksi, dan meredam ketegangan tanpa menghilangkan dinamika.

Baca Juga: 10 Cara Menciptakan Ruang Kerja di Rumah yang Mendukung Produktivitas dan Ralaksasi

3. Free Groove: Tenang karena Bebas
Free Grove mengusung biru yang lebih ekspresif – bahkan berani sebagai ekspresi yang jujur dari Colour of the Year 2026 Dulux. (Foto: Dulux)

Baca Juga: Free Groove Dulux 2026: Biru Ekspresif yang Membebaskan Diri

Di sinilah Dulux mengambil langkah yang menarik. Free Groove mengusung biru yang lebih ekspresif—bahkan berani. Namun justru di situlah letak ketenangannya.

Tenang, dalam konteks ini, bukan karena warna yang lembut, tetapi karena izin untuk menjadi diri sendiri.

Tema ini terasa relevan bagi generasi yang melihat rumah bukan lagi sebagai tempat bersembunyi, melainkan sebagai medium ekspresi yang jujur.

Gaya hidup yang terwakili Free Groove merepresentasikan individu yang:

  • ekspresif,
  • tidak ingin terikat formula desain baku,
  • melihat rumah sebagai medium identitas.
Karakter warna

Biru ekspresif dengan kedalaman warna yang lebih berani. Memberi ruang untuk eksplorasi dan kombinasi dengan warna aksen lain.

Efek psikologis

Ketenangan di sini tidak datang dari keheningan, melainkan dari kebebasan. Warna ini memberi rasa permission—bahwa ruang boleh jujur dan personal.

Free Groove membuka kemungkinan:

  • permainan aksen warna,
  • eksplorasi bentuk dan tekstur,
  • ruang personal yang reflektif terhadap identitas penghuninya.

Efek psikologis Ketenangan di sini tidak datang dari keheningan, melainkan dari kebebasan. Warna ini memberi rasa permission—bahwa ruang boleh jujur dan personal.

Baca Juga: Inspirasi Kombinasi Warna di 5 Ruang Vital di Rumah agar Tak Monoton dan Lebih Hidup

Baca Juga: 9 Solusi agar Tak Salah Pilih Warna dan Terjebak pada Warna yang Itu-itu Saja

Biru dan Konteks Tropis

The Rhythm of Blues – Palet warna biru Colour of the Year 2026 Dulux

Dalam cahaya alami tropis Indonesia, biru selalu memiliki karakter yang berbeda. Ia lebih terang, lebih reflektif, dan sangat dipengaruhi oleh pencahayaan alami.

Menariknya, ketiga tema ini relatif adaptif terhadap konteks lokal:

  • Slow Swing meredam panas visual,
  • Mellow Flow menyatu dengan ruang komunal khas budaya Indonesia,
  • Free Groove memberi ruang pada ekspresi personal tanpa harus meninggalkan rasa teduh. Tampil kuat tanpa terasa berat. Palet ini terasa relevan dengan rumah tropis yang terbuka, berlapis cahaya, dan kaya interaksi.

Menemukan Tenang, Bukan Menentukan

Colour of the Year 2026 tidak terasa menggurui. Dulux tidak mendikte bagaimana ketenangan harus diwujudkan. Sebaliknya, palet ini menawarkan pilihan—bahwa tenang bisa berarti pelan, mengalir, atau bebas.

Tren warna Dulux Colour of the Year 2026 tidak mendefinisikan ketenangan sebagai satu kondisi tunggal. Lewat Slow Swing, Mellow Flow, dan Free Groove, Dulux menawarkan pilihan—bahwa setiap orang berhak menemukan tenangnya sendiri, dengan ritme yang berbeda.

Pada akhirnya, mungkin pertanyaannya bukan lagi “warna apa yang menenangkan”, melainkan: bagaimana warna memberi ruang bagi kita untuk bernapas, bergerak, dan merasa cukup. (RR)

Baca Juga: Dulux Berbagi Tren Warna Hunian dalam Workshop Ekslusif tentang Kombinasi Warna

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

Inilah Selera dan Kebutuhan tentang Hunian di Zaman Now

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Selera dan kebutuhan yang banyak muncul tentang rumah dewasa ini. Mengenali ini semua, dapat menjadi refrensi dan sarana penggalian selera dan kebutuhan pribadi dan keluarga.

Urban Living

Desain hunian masa kini yang menerapkan konsep urban sebagai jawaban atas kondisi yang dihadapi masa kini. Tinggal di daerah pinggiran menjadi pilihan karena dampak pelebaran kota dan mahalnya harga tanah.

Desain ini tercipta dari keinginan mengoptimalkan lahan rumah yang luasnya terbatas, tapi tetap merasakan dan dikelilingi oleh suasana nyaman.

Desain ini mulai berpikir tentang bentuk rumah yang praktis, yang hemat tenaga untuk merawatnya karena sedikitnya waktu yang dimiliki di tengah banyaknya aktivitas dan jauhnya jarak tempat kerja dan rumah.

Baca Juga: Mengenal LG StanbyME 2: Partner Cedas Aktivitas Harian Modern

Menggunakan Teknologi

Teknologi terkini semakin banyak dimanfaatkan untuk memudahkan kehidupan. Berbagai inovasi teknologi, baik pada material maupun produk produk rumah tangga diaplikasikan dalam pembuatan dan pengisian rumah. Contohnya, otomatisasi pada beberapa sarana di rumah seperti buka-tutup pintu, penyalaan elektronik dari jarak jauh melalui ponsel pintar, atau pemilihan material bangunan yang dibenami teknologi sehingga aman dan tahan lama.

Baca Juga: Mengenal EPS (Expanded Polystyrene System) & Keunggulannya yang Cocok untuk Rumah Urban

Green Living

Butuh rumah sebagai pelepas stres. Salah satu caranya adalah mendekatkan diri dengan alam dengan menghadirkan tanaman ke dalam hunian. Cara lain adalah menggunakan material ramah lingkungan yang tidak memberi efek buruk terhadap kesehatan.

Baca Juga: Green Architecture House: Tuntutan untuk Dunia Properti Masa Kini

Baca Juga: Cara Menata Home Office agar Bekerja di Rumah tetap Produktif

Bekerja dan Punya Usaha di Rumah

Keterbatasan tenaga dan waktu serta keinginan untuk lebih banyak tinggal di rumah bersama keluarga menumbuhkan keinginan untuk mendesain sebagian ruang untuk bekerja. Atau, memanfaatkan beberapa bagian rumah jadi ladang bisnis yang menghasilkan pemasukan bagi keluarga. Perlu kreativitas desain untuk menjaga tetap terjaganya privasi di dalam rumah.

Baca Juga: AI dan Sustainable Living : Rumah Lebih Hijau, Cerdas, dan Hemat Energi

Baca Juga: Mengenal 4 Material Prefabrikasi untuk Dak Lantai & Harganya; Ngedak Cepat, Hemat, Ramah Lingkungan

Memberdayakan Barang Lama

Barang bekas dapat dimanfaatkan kembali sebagai elemen bangunan demi penghematan biaya pembangunan rumah dan dikombinasikan dengan beberapa material modern zaman sekarang.

Cara lain adalah merawat kenangan lama bersama keluarga dengan tidak merombak habis rumah lama yang menjadi peninggalan keluarga. Atau, jadikan barang-barang lama sebagai koleksi dekorasi untuk mempercantik rumah.

Meningkatkan Spiritualitas

Rumah dapat dijadikan tempat untuk meningkatkan nilai-nilai spiritualitas. Buatlah area-area khusus untuk beribadah bersama keluarga di rumah atau memberi sentuhan desain khusus yang memberi aura damai dan keinginan lebih mendekatkan diri pada Tuhan. Ini dapat juga dilakukan dengan menampilkan dekorasi dan simbol simbol keagamaan di dalam rumah.

Merayakan Hobi atau Kesukaan

Hobi pribadi dan keluarga diakomodasi dengan penciptaan ruang dan desain khusus. Rumah menjadi sarana untuk menjalin kedekatan bersama keluarga, melakukan kesukaan bersama-sama, dan membuat kenangan bersama. Dengan begitu, setiap anggota keluarga menemukan tempat ternyamannya di dalam rumah sehingga akan betah dan banyakmenghabiskan waktu di rumah. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom(RR)

    Exhaust Fan untuk Dapur Bebas Bau dan Tidak Panas

    Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Bagaimana bisa berlama-lama di dapur jika hawa di dalamnya panas dan bau?

    Panas berasal dari api kompor yang terbawa udara yang berputar-putar di ruang dapur. Apalagi jika tercium bau tak enak yang mungkin berasal dari tempat sampah yang menampung sisa bahan mentah dan sisa makanan. Keadaan ini, selain menyesakkan pernapasan, juga mencemari kualitas udara di rumah.

    Itulah yang mungkin terjadi jika sirkulasi udara di dapur tidak baik. Keterbatasan lahan dan posisi bangunan kerap menjadi alasan tidak terdapatnya jendela sebagai salah satu syarat sehat bagi sebuah dapur.

    Melalui jendela, udara panas yang dicemari bau tak enak dapat terbuang lalu terganti udara baru dari luar. Namun, bagaimana jika di ruang dapur tidak ada jendela, bagaimana udara dapat berganti?

    Baca Juga: Window Shutter Berbahan Sintettis Solid Ini Meredam Panas dan Tak Menyimpan Debu

    Baca Juga: Tips Tata Letak Perkakas dan Sarana di Dapur

    Baca Juga: Ubah Dapur Standar Menjadi Dapur Luar Biasa Canggih dengan Fitting

    Exhaust Fan sebagai Jalan Keluarnya

    Fungsi exhaust fan hampir sama dengan jendela, yaitu sebagai jalur sirkulasi udara, hanya saja cara kerjanya ditunjang tenaga listrik. Exhaust fan akan mengisap udara panas, termasuk asap dan bau dari dalam ruang lalu membuangnya ke luar ruang. Bersamaan dengan itu, exhaust fan juga menarik udara segar dari luar ruang untuk dimasukkan ke dalam ruang.

    Tipe Exhaust Fan dan Peletakannya

    Menurut letaknya, ada tiga tipe exhaust fan yaitu wall mount untuk dinding, window mount untuk jendela, dan ceiling mount untuk plafon.

    • Jika dipasang di dinding, bagian belakang dinding harus area terbuka misalnya halaman atau teras.
    • Jika exhaust dipasang di jendela yang berkaca, setidaknya kacanya setebal 3—7mm.
    • Nah, jika dapur tidak berjendela karena bagian kanan, kiri, dan belakang menempel ke dinding rumah orang lain, maka exhaust fan harus dipasang di plafon sehingga disebut juga ceiling ventilating fan. Exhaust fan yang dipasang di plafon dilengkapi pipa atau ducting untuk meneruskan udara ke luar ruangan melalui lubang di bawah atap.

    Baca Juga: Cara Menghitung Kebutuhan Exhaust Fan di Setiap Ruang

    Exhaust fan yang beredar di pasaran di antaranya merek KDK dan Panasonic. Walau dapur ada jendela, dan kompor juga telah ada cooker hood yang mengisap asap masakan, namun jika dirasa perlu, pasanglah juga exhaust fan. Kemampuannya mengisap udara panas dan bau dari dapur sambil mengambil udara baru dari luar akan membuat udara mengalir lancar. Dapur pun nyaman kembali untuk beraktivitas. (RR)

    Baca Juga: Cara Mengatasi Saluran Pembuangan di Dapur Mampat dan Bau

    Baca Juga: Analisa Feng Shui tentang Letak Sumur dan Septic Tank di Dapur yang Bisa Picu Penyakit Tak Berkesudahan

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom(RR)

    5 Kebiasaan Kunci Menuju Finansial yang Lebih Stabil

    Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Resolusi tahun baru sering menjadi momentum untuk perencanaan keuangan dengan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat. Hal ini semakin relevan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) memproyeksikan tahun 2026 sebagai tahun yang rentan akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, termasuk di Indonesia. Dalam situasi ini, perencanaan keuangan yang disiplin menjadi kunci untuk menghadapi masa depan dengan lebih mantap.

    Sejalan dengan hal tersebut, PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), menekankan pentingnya kesiapan finansial sejak dini. 

    “Ketika kondisi ekonomi semakin menantang, IFG Life berkomitmen memberikan layanan terbaik serta perlindungan yang komprehensif dan berkelanjutan kepada konsumen. Komitmen tersebut diwujudkan tidak hanya melalui produk dan proses klaim, tetapi juga dengan mendampingi masyarakat membangun stabilitas finansial melalui edukasi dan perencanaan yang terukur,” ujar Gatot Haryadi, Corporate Secretary IFG Life. 

    Jika kamu ingin mulai menyusun rencana keuangan yang lebih konkret, berikut beberapa resolusi yang bisa dipertimbangkan untuk menyambut 2026.

    Baca Juga: Tekanan Ekonomi Mendoroong Gaya Hidup Berkelanjutan

    Menabung di Awal Bulan

    Meski terdengar klise, kebiasaan menabung tetap menjadi fondasi utama dalam perencanaan keuangan. Kunci dari kebiasaan ini bukan pada besar kecilnya jumlah, melainkan konsistensi. Agar lebih efektif, kamu bisa coba untuk menabung di awal bulan. Begitu gaji diterima, sebagian dana bisa langsung dipindahkan ke rekening tabungan atau dialokasikan ke rekening dana nasabah (RDN) sebagai langkah awal berinvestasi. Dengan cara ini, menabung menjadi bagian dari sistem keuangan, bukan sekadar niat baik di akhir bulan. Tabungan pun perlu dijadikan komponen tetap dalam anggaran dan perencanaan keuangan, sehingga tetap berjalan terlepas dari naik turunnya pengeluaran bulanan.

    Evaluasi sebelum Membeli

    Resolusi tahun baru juga dapat dimulai dengan membangun kebiasaan belanja yang lebih mindful. Di era belanja online, proses pembelian yang serba cepat kerap membuat keputusan diambil secara impulsif. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memberi jeda satu atau dua hari sebelum checkout, terutama untuk barang yang tidak mendesak. Sebelum menyelesaikan transaksi, ajukan tiga pertanyaan dasar: apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan, apakah akan bermanfaat, dan apakah tersedia anggaran. Kebiasaan ini membantu meningkatkan kesadaran dalam mengelola pengeluaran tanpa harus sepenuhnya menahan diri dari belanja.

    Baca Juga: Panduan Praktis Memilih dan Membeli Rumah

    Baca Juga: Agar Pengajuan KPR Lebih Cepat dan Anti Ribet

    Hati-hati dengan Layanan Langganan

    Model layanan berbasis langganan semakin umum, dari aplikasi hingga hiburan digital. Tanpa disadari biaya kecil yang dibayar rutin dapat menggerus pendapatan bulanan, termasuk dari layanan yang sudah jarang digunakan. Untuk menghindari kebocoran anggaran, kamu bisa mulai kebiasaan untuk melakukan pengecekan secara berkala terhadap layanan yang masih aktif di riwayat transaksi e-wallet atau kartu kredit. Menggunakan satu alamat email khusus untuk layanan berbayar juga dapat membantu, sehingga lebih mudah melacak layanan apa saja yang masih aktif dan segera menghentikan yang sudah tidak diperlukan.

    Memahami Perlindungan

    Situasi tak terduga dapat terjadi kapan saja, sehingga penting memahami perlindungan yang dimiliki, termasuk asuransi dan BPJS. Luangkan waktu untuk memahami kembali manfaat, ketentuan klaim, hingga batasannya, agar perlindungan dapat dimanfaatkan optimal dan kebutuhan lain dapat diantisipasi dalam perencanaan keuangan.

    Sejumlah penyedia asuransi, seperti IFG Life, kini menghadirkan layanan digital untuk membantu nasabah memahami perlindungan yang dimiliki tanpa harus menelusuri dokumen polis secara manual. Nasabah dapat mengakses informasi terkait jenis asuransi dan manfaat perlindungan, sekaligus memanfaatkan proses klaim yang lebih sederhana. Kehadiran layanan digital ini ditujukan untuk meningkatkan kemudahan akses layanan asuransi bagi masyarakat, baik dari sisi informasi maupun proses.

    Baca Juga: Pentingnya Manajemen Keuangan saat Milenial Membeli Rumah

    Baca Juga: Solusi Membangun Rumah untuk Milenial sesuai Budget yang Dimiliki

    Tetapkan “limit hidup”

    Berniat untuk lebih hemat pun sering kali tidak cukup. Kamu perlu batasan yang jelas untuk membantu mengatur pengeluaran gaya hidup dengan lebih konsisten. Karena itu, memasuki 2026, kamu dapat mulai menetapkan “limit hidup” atau batas maksimal pengeluaran bulanan untuk kebutuhan gaya hidup seperti makan di luar, hiburan, atau aktivitas sosial. Angka ini sebaiknya ditentukan sejak awal bulan dan dibuat lebih rendah dari limit kartu yang tersedia. Dengan cara ini, pengeluaran tetap terkontrol tanpa harus sepenuhnya mengorbankan ruang untuk bersenang-senang, sehingga keseimbangan antara menikmati hidup dan menjaga kesehatan keuangan tetap terjaga.

    Pada akhirnya, membangun kebiasaan finansial bukan soal perubahan besar yang dilakukan sekaligus, melainkan konsistensi dalam langkah-langkah kecil sehari-hari. Di tengah ketidakpastian ekonomi, resolusi keuangan yang realistis dan terukur dapat menjadi pegangan untuk menjaga stabilitas dan rasa aman.

    Dengan perencanaan yang lebih sadar dan disiplin, kamu dapat menghadapi 2026 dengan lebih siap, bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk kestabilan finansial di setiap tahap kehidupan. (RR)

    Baca Juga: Untung Ruginya Membeli Rumah Jadi, Membangun Sendiri, atau Custom Home

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom(RR)

    ETRO Residences Phuket: Desain Ekspresif Rumah Gaya Hidup Italia dengan Konsep Resor

    Ranahrumah.com – PROPERTI [PHUKET] | ETRO Residences Phuket memperkenalkan visi baru hunian yang dibentuk oleh alam (14/1/26). Dengan peluncuran desain interiornya, proyek ini menawarkan pandangan pertama ke pengembangan hunian perdana ETRO di Asia Tenggara.

    Proyek ini dikembangkan oleh Amal Development di dalam kawasan Gardens of Eden yang bergengsi dan dirancang oleh spesialis real estat bermerek global The One Atelier. ETRO Residences Phuket menerjemahkan bahasa desain ekspresif rumah gaya hidup Italia ke dalam arsitektur dan interior yang dirancang sebagai hunian bergaya resor pesisir. Desain yang mencerminkan pergeseran yang berkembang dalam hunian bermerek menuju lingkungan yang berorientasi pada pengalaman, yang terinspirasi oleh lingkungan hijau yang subur.

    Terdiri dari hanya delapan hunian eksklusif, proyek ini mewakili salah satu penawaran hunian paling eksklusif dan mewah di Asia Tenggara. Koleksi ini terdiri dari apartemen tiga kamar tidur seluas sekitar 222 meter persegi dan penthouse tiga kamar tidur seluas sekitar 438 meter persegi.

    Proyek unggulan ini menetapkan tolok ukur baru untuk desain kelas atas dan hunian bermerek di kawasan ini, sekaligus menyoroti pengaruh Thailand yang semakin besar di panggung real estat mewah global.

    Baca Juga: Properti Lintas Negara: Era Baru Desain, Komunitas, dan Keamanan yang Menarik Investor Global

    Baca Juga: Paduan Cerdas untuk Investasi Properti Lintas Negara

    Interior ruang keluarga dan kamar tidur utama di ETRO Residences Phuket, di mana kode visual merek diterjemahkan ke dalam warna, tekstur, dan komposisi spasial yang apik.

    Hunian yang Dibentuk oleh Gaya Hidup, Cahaya, dan Lanskap

    Renderan interior yang baru dirilis mengungkapkan bagaimana kode visual ETRO berupa warna, tekstur, dan pola telah ditafsirkan ulang untuk sebuah hunian yang didefinisikan oleh ritme alam Phuket. Diciptakan oleh The One Atelier, hunian-hunian ini terungkap sebagai komposisi berlapis yang cermat dari cahaya, proporsi, dan material, menyeimbangkan warisan estetika eklektik ETRO dengan rasa tenang dan kejelasan spasial.

    Sentuhan artistik Italia terjalin dalam setiap detail. Perabotan khusus yang dikurasi oleh ETRO Home Interiors, yang dibuat bekerja sama dengan ONIRO Group, berpadu dengan sentuhan akhir dinding yang ekspresif, bentuk pahatan, dan detail khusus yang terinspirasi oleh arsip tekstil merek yang luas.

    Pelapis beludru, sentuhan akhir kayu buatan tangan, dan permukaan marmer menghadirkan kedalaman dan sentuhan, sementara palet warna biru laut, hijau hutan, dan warna netral yang terkena sinar matahari mencerminkan hutan, pasir, dan laut di sekitarnya.

    Hasilnya adalah DNA desain ETRO yang terkenal yang diimajinasikan kembali sebagai sebuah kisah hidup, menciptakan lingkungan unik yang menafsirkan mode sebagai gaya hidup.

    Baca Juga: Menciptakan Hunian ala Resor dengan Sentuhan Vintage dengan Anggaran Terbatas

    Baca Juga: Hunian Urban dengan Gaya Resor di Permukiman Padat di Jakarta

    Kamar mandi utama, tempat keahlian Italia berpadu dengan material ekspresif dan detail yang dirancang khusus di seluruh bagiannya.

    Tempat Peristirahatan di Dalam Taman Eden

    ETRO Residences Phuket terletak di jantung Gardens of Eden, sebuah kawasan seluas 33 hektar yang direncanakan secara matang, di mana lebih dari 70 persen lahannya didedikasikan untuk alam. Danau, jalur pejalan kaki yang teduh, dan taman tropis terjalin di seluruh kawasan, menciptakan lanskap yang memukau yang memprioritaskan kesejahteraan, privasi, dan koneksi dengan alam terbuka.

    Hanya beberapa langkah dari pasir putih bersih Pantai Bang Tao, proyek ini menempati posisi langka di sepanjang pantai barat Phuket, berbatasan dengan hutan, dengan pemandangan yang menakjubkan. Lokasi ini dianggap sebagai salah satu area pantai paling mewah di pulau ini, sekaligus tetap dekat dengan fasilitas budaya, kuliner, dan gaya hidup Phuket yang terkenal.

    Teras kolam renang utama di ETRO Residences Phuket, yang dikelilingi oleh lanskap tropis di dalam rencana induk Gardens of Eden seluas 33 hektar.

    Fasilitas yang Dirancang sebagai Pengalaman

    Para penghuni akan memiliki akses ke area yoga, jalur meditasi, dan serangkaian kolam renang. Mulai dari kolam renang luar ruangan di hutan hujan dan kolam renang panjang di danau hingga area berenang di tepi pantai, yang masing-masing dirancang untuk menawarkan pengalaman sensorik yang berbeda sepanjang hari.

    Layanan concierge, program kesehatan yang dipersonalisasi, dan momen-momen merek yang dikurasi. Layanan yang mendefinisikan gaya hidup, menghubungkan para penghuni dengan dunia mode, seni, dan budaya ETRO yang lebih luas sambil tetap menjaga rasa ketenangan dan privasi. (RR)

    Baca Juga: Tingkat Okupasi Tertitinggi Hotel One Global Resort Green Square Sydney

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Dari Efisiensi ke Green Cement, Cara Semen Merah Putih Bangun Konstruksi Berkelanjutan

    Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Keberlanjutan sebagai Cara Kerja Industri.

    Bagi Semen Merah Putih, keberlanjutan bukan lagi sekadar program tambahan, melainkan cara kerja industri saat ini. Pendekatan ini diterapkan secara menyeluruh melalui empat pilar utama: process, product, people, dan planet.

    Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya menjaga keseimbangan antara kualitas produk, efisiensi operasional, dan kepedulian terhadap lingkungan. Strategi ini terbukti relevan di tengah kondisi industri semen nasional yang masih mengalami utilisasi kapasitas rendah, sekaligus menghadapi tekanan regulasi dan tuntutan efisiensi yang semakin tinggi.

    Pendekatan sistemik ini turut mendorong kinerja Semen Merah Putih yang mampu tumbuh positif di wilayah-wilayah relevan, meskipun secara nasional permintaan semen masih melambat.

    Baca Juga: Green Architecture House Tuntutan Dunia Properti Masa Kini

    Efisiensi Energi, Fondasi Konstruksi Berkelanjutan

    Upaya menuju konstruksi berkelanjutan dimulai dari proses produksi. Semen Merah Putih mengoperasikan Waste Heat Recovery System (WHRS) di pabrik Indonesia dan Vietnam, yang memanfaatkan panas buang untuk menghasilkan listrik. Sistem ini menyuplai sebagian kebutuhan energi produksi sekaligus membantu menurunkan emisi karbon secara signifikan.

    Selain itu, perusahaan secara konsisten menekan intensitas emisi karbon per ton semen melalui optimalisasi proses produksi, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta peningkatan efisiensi energi. Di sisi logistik, penggunaan truk dan forklift listrik di area operasional juga menjadi bagian dari upaya menekan jejak emisi.

    Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa efisiensi bukan hanya soal biaya, tetapi menjadi fondasi penting bagi ketahanan operasional industri semen ke depan.

    Peran Green Cement dalam Konstruksi Hijau

    Efisiensi proses kemudian diterjemahkan ke dalam strategi produk. Semen Merah Putih mendorong penggunaan green cement sebagai solusi material konstruksi yang lebih ramah lingkungan, tanpa mengorbankan kekuatan dan performa bangunan.

    Produk seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield dirancang dengan komposisi yang menghasilkan jejak karbon lebih rendah dibandingkan semen konvensional. Saat ini, mayoritas portofolio Semen Merah Putih sudah berada pada kategori non-OPC dan telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia dengan peringkat tinggi.

    Green cement berperan penting dalam menunjang konstruksi hijau karena membantu menurunkan emisi sejak tahap awal pembangunan, sekaligus mendukung efisiensi material dan daya tahan bangunan dalam jangka panjang. Tidak heran jika permintaan terhadap produk hydraulic cement seperti FLEXIPLUS menunjukkan pertumbuhan signifikan dan diproyeksikan terus meningkat seiring meningkatnya kesadaran pasar.

    Baca Juga: Eksplorasi Desain Fasad Estetik dan Tahan Cuaca Menggunakan Semen Watershiled

    Baca Juga: Mengenal FlexiPlus: Semen Hidraulis Ramah Lingkungan untuk Konstruksi Hijau

    Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk. di konferensi pers tentang Sustainability & Business Update, 23 Januari 2026.

    Kolaborasi untuk Kualitas Bangunan Masa Depan

    Upaya mendorong konstruksi berkelanjutan tidak dapat berjalan sendiri. Pemerintah menilai industri semen memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas bangunan, efisiensi sumber daya, dan dampak lingkungan jangka panjang.

    Dalam konteks pembangunan perumahan, khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan, kualitas material menjadi faktor penting agar hunian tidak hanya terjangkau, tetapi juga layak dan berkelanjutan.

    Semen Merah Putih melihat kolaborasi antara industri, pemerintah, dan pelaku konstruksi sebagai kunci untuk menjawab tantangan tersebut—mulai dari backlog perumahan hingga kebutuhan akan bangunan yang lebih ramah lingkungan.

    Baca Juga: Tolok Ukur Arsitektur Berkelanjutan dan tahan Bencana Versi SM Group

    15 Tahun Cemindo Gemilang: Membangun Ekosistem Berkelanjutan

    Memasuki usia 15 tahun, Cemindo Gemilang juga memperkuat pilar people melalui berbagai program pengembangan kapasitas, mulai dari Mandor Pintar Institute, edukasi bagi kontraktor dan toko bangunan, hingga program apresiasi bagi mitra dan komunitas konstruksi.

    Pendekatan ini menegaskan bahwa keberlanjutan bukan hanya soal teknologi dan produk, tetapi juga tentang membangun ekosistem dan kemitraan jangka panjang. Dengan mengintegrasikan efisiensi, inovasi green cement, dan penguatan sumber daya manusia, Semen Merah Putih menempatkan diri sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkualitas. (RR)

    Baca Juga: Desain dan Pilihan Material jadi Aspek Vital untuk Pembangunan Rumah Hemat Energi dengan Lahan Memanjang dan Menghadap ke Barat

    Baca Juga: Green Design Renovasi Rumah Satu Lantai 21/60M2 Jadi Dua Lantai

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Smart Living Index: Tekanan Ekonomi Mendorong Peningkatan Gaya Hidup Berkelanjutan

    Ranahrumah.com – TREN [ISTANBUL] |  Beko, perusahaan peralatan rumah tangga global terkemuka, meluncurkan Indeks Hidup Cerdas (Smart Living Index/SLI) miliknya. Studi ini mengungkapkan bahwa tekanan finansial kini menjadi pendorong terbesar adopsi perilaku rumah tangga berkelanjutan di seluruh dunia (22/02/26)

    Smart Living Index: Sampel Representatif

    Salah satu studi terbesar di bidangnya, Smart Living Index melacak bagaimana pandangan konsumen tentang keberlanjutan dan penggunaan energi berkembang. Studi ini juga mengamati bagaimana konsumen menggunakan peralatan pintar di rumah mereka sendiri.

    Untuk Smart Living Index, Beko mensurvei sampel representatif sebanyak 6.000 konsumen di 12 pasar – Inggris, Jerman, Prancis, Spanyol, Italia, Belanda, Rumania, Turki, Mesir, Thailand, Pakistan, dan Afrika Selatan.

    Pertimbangan Membeli Peralatan Rumah Tangga

    Konsumen di setiap pasar melaporkan perubahan dalam pendekatan mereka untuk membeli peralatan dalam 12 bulan terakhir, dengan keterjangkauan jangka panjang dan keberlanjutan semakin penting sebagai pertimbangan.

    Di pasar-pasar di mana konsumen secara aktif melacak biaya operasional peralatan rumah tangga, adopsi fitur pintar lebih tinggi. Sebaliknya, pasar-pasar yang tidak melacak penggunaan energi dengan cermat lebih lambat dalam mengadopsi fitur pintar dan malah beralih ke aktivitas hemat energi lainnya seperti mengeringkan cucian di jemuran, atau mencuci piring dengan tangan.

    Baca Juga: LG StanbyME 2 Bukan Sekadar TV Portabel tapi Partner Cerdas Aktivitas Harian Modern

    Baca Juga: Mengenal Peralatan Rumah Tangga Pintar Berbasis AI dari China

    Temuan Utama

    • Biaya sebagai katalis: 8 dari 12 pasar menyebutkan biaya energi sebagai masalah lingkungan yang paling berdampak pada kehidupan sehari-hari mereka, mencerminkan bagaimana tantangan iklim dan keberlanjutan paling dirasakan melalui tagihan energi rumah tangga.
    • Negara-negara Selatan memimpin: Di pasar-pasar barat seperti Inggris, Jerman, dan Prancis, konsumen kurang menghargai kehidupan pintar dibandingkan dengan pasar-pasar berkembang seperti Mesir, Thailand, dan Pakistan.
    • Kesenjangan kepercayaan pada teknologi: Kurang dari 20% konsumen di pasar-pasar utama Eropa (Prancis, Spanyol, Inggris, Jerman) mempercayai peralatan bertenaga AI, meskipun ada pengakuan luas bahwa peralatan pintar bermanfaat bagi lingkungan.
    • Kembali ke cara lama: Sebagian besar masyarakat melakukan penggantian peralatan rumah tangga untuk menghemat energi – misalnya, di banyak negara sekitar dua pertiga responden menyatakan bahwa mereka mengeringkan pakaian di tali jemuran.
    • Paradoks usia vs. pendapatan: Aktivitas hemat energi meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi menurun seiring bertambahnya pendapatan, menentang asumsi konvensional tentang keterlibatan lingkungan. Kelompok usia di atas 54 tahun memimpin dalam semua perilaku hemat energi.
    • Permintaan dukungan pemerintah: Lebih dari 50% responden dari semua pasar setuju bahwa kebijakan pemerintah harus mendukung konsumen saat mereka beralih ke peralatan rumah tangga yang lebih hemat sumber daya daripada menyerahkan transisi sepenuhnya kepada rumah tangga.
    • Masa depan adalah cerdas: Thailand (81%), Pakistan (86%), dan Turki (80%) menunjukkan antusiasme terbesar agar peralatan menjadi lebih cerdas, sementara Jerman (39%), Inggris (40%), dan Prancis (43%) kurang fokus pada inovasi cerdas. Namun, negara-negara tersebut bersatu dalam antusiasme terbesar terhadap inovasi yang membersihkan diri sendiri atau menghasilkan energi.

    Perlunya Peralatan Rumah Tangga yang Mengurangi Dampak Lingkungan

    Mengomentari peluncuran Smart Living Index, Hakan Bulgurlu, Chief Executive Officer di Beko, mengatakan: “Smart Living Index menyoroti kebutuhan mendesak untuk menjembatani kesenjangan kepercayaan pada teknologi pintar dan manfaatnya untuk membuka potensi penuhnya bagi kehidupan yang lebih cerdas dan berkelanjutan di setiap rumah tangga.:

    Lebih lanjut dikatakannya bahwa temuan ini juga menunjukkan bagaimana perubahan kecil dan individual – ketika diadopsi dalam skala besar – dapat menciptakan dampak kolektif yang signifikan.

    “Di Beko, kami percaya bahwa konsumen harus memiliki akses ke pilihan yang dirancang untuk mengurangi dampak lingkungan, terlepas dari tekanan finansial. Dengan memahami tren penghematan energi global dan persepsi tentang peralatan pintar, kami semakin siap untuk memenuhi kebutuhan pelanggan kami dan mendukung pergeseran menuju kehidupan yang lebih berkelanjutan,” ujarnya. (RR)

    Baca Juga: Perangkat Dapur Pintar untuk Dapur Masa Kini yang Makin Fleksibel

    Baca Juga: Menciptakan Hunian yang Berkelanjutan dengan Rumah Pintar

    Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

    Konsep Loft di Kamar Anak Laki-Laki yang Hobi Main Drum

    Ranahrumah.com – INSPIRASI [INTERIOR] | Hobi bermusik dengan memainkan drum adalah hal yang paling sering dilakukan remaja laki-laki ini di setiap waktu senggangnya. Saking besarnya kecintaannya pada alat musik ini membuatnya tak bisa barang sehari pun tanpa menyentuhnya.

    Di sela-sela kesibukan belajarnya, memukul drum menjadi cara menghilangkan stres dan sarana mendapatkan kembali gairah untuk memulai kegiatan belajarnya. Karenanya, drum menjadi perabot pokok yang diingininya, ada di kamarnya.

    Beruntung, kamar yang diperuntukkan padanya cukup luas untuk menampung alat musik. Apalagi, tak banyak yang dia masukkan ke dalam kamar selain perabot untuk keperluan tidur, meja dan kursi untuk membaca, serta rak baju untuk menyimpan pakaiannya.

    Baca Juga: Inspirasi Kamar Tidur Remaja Putri yang Mendukung Privasi, Istirahat dan Relaksasi

    Baca Juga: 15 Cara Menciptakan Ruang Favorit Anak di Rumah

    Tangga “melayang” yang simpel untuk menuju ke area LOFT di kamar anak laki-laki yang hobi main drum.

    Bermain Musik Bersama Teman di Kamar

    Tak hanya bermain sendiri, tak jarang teman-teman kelompok bermusiknya, datang bermain bersama di kamarnya dengan membawa alat musik mereka masing-masing. Memastikan ruangan kamar cukup untuk menampung beberapa teman musiknya, kamar ini ditata dengan membiarkan area kosong di bagian tengah dengan hanya menaruh drum sebagai isinya. Perabot lain seperti meja belajar dan rak pakaian ditempatkan di “pinggir” ruang.

    Baca Juga: Cara Menyulap Tampilan Tangga agar Fungsional dan Estetik

    Baca Juga: 3 Model tangga Populer dari Masa ke Masa

    Kasur tanpa ranjang di area LOFT untuk tidur dan istirahat yang praktis dan privat di kamar anak laki-laki yang hobi main drum.

    Kasur Tanpa Ranjang

    Di mana ia tidur? Dengan hanya menempatkan kasur (tanpa ranjang) di bagian atas kamar yang didesain dengan konsep LOFT ini, pemilik kamar biasa terlelap. Tak jarang, jika teman-temannya datang menginap, lantai kamar pun menjadi tempat tidur yang nyaman buat mereka.

    LOFT merupakan cara paling efektif untuk menambah luas pada bangunan yang memiliki plafon yang tinggi, seperti halnya di kamar ini. Keberadaannya juga menambah nilai estetika pada sebuah ruang. Pengertian LOFT merujuk pada dua kondisi yang berbeda. Yang pertama, loft yang mengarah pada gudang atas, tepat di bawah atap, yang sering disebut loteng. Yang kedua, mengarah pada loft apartemen berupa sebuah ruang terbuka di lantai atas dan tanpa sekat.

    Baca Juga: Sama-sama Memanfaatkan Loteng Rumah, Ini Beda Ruang Attic dengan Loft Space

    Baca Juga: Solusi Rumah Mungil, Ini Cara Optimalkan Ruang Attic agar Tidak Panas

    Menggunakan tangga model melayang yang simpel, lantai bawah kamar dihubungkan ke area LOFT.

    Simpel dan tak terlihat ribet, itulah tampilan kamar yang sangat menggambarkan kekhasan karakter remaja laki-laki masa kini. Kamar pun jadi ajang berekspresi dan mengaktualisasi diri. (RR)

    Artikel sudah pernah dimuat di Majalah IDEA | Properti: Wasis Riyadi – Meiritawati | Arsitek: Faisal Sabirin | Foto: Adeline

    Baca Juga: 4 Model Tangga dan Posisi yang Tepat sesuai Bentuk dan Kondisi Ruang

    Baca Juga: Klaster Perdana Summarecon Tangerang Hadirkan Attic dengan View ke Danau

    Cek berita tentang desain dan arsitektur dan ulasan inspiratif ranahnya rumah, gaya hidup. info properti di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom