Monday, March 23, 2026
Home Blog Page 46

American Standard Rayakan 150 Tahun bersama Ribuan Keluarga di Jakarta Family Walk

Ranahrumah.com – TREN | Merayakan 150 tahun kehadirannya sebagai brand global penyedia solusi sanitasi berkualitas, American Standard, bagian dari LIXIL, berpartisipasi dalam Jakarta Family Walk 2025 (20 Juli 2025).

Bertempat di Hutan Kota GBK, Senayan, acara ini mengajak ribuan keluarga menikmati aktivitas jalan pagi bersama yang menyenangkan, sekaligus menyemangati mereka untuk terus menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.

American Standard pun menghadirkan instalasi interaktif sebagai sarana edukasi seputar pentingnya kebiasaan mandi, untuk mempertegas komitmennya dalam mendampingi keluarga Indonesia menjalani rutinitas harian yang nyaman, sehat, dan penuh makna.

“Selama 150 tahun, American Standard tumbuh terinspirasi dari kehidupan nyata keluarga di seluruh dunia. Di JFWalk 2025 yang bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional ini, kami ingin menginspirasi keluarga Indonesia untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat. Kami percaya, momen sederhana seperti mandi, dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ungkap Arfindi Batubara, Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia.

Lebih lanjut Arfindi Batubara menyatakan keyakinannya, dengan inovasi produk sanitasi berkualitas dari American Standard, seluruh anggota keluarga dapat merasa nyaman dan bebas saat beraktivitas di luar ruangan, karena saat kembali ke rumah, mereka bisa membersihkan tubuh sambil menikmati momen relaksasi melalui aktivitas mandi yang menyegarkan.

Baca Juga: Showroom LIXIL Ke-3 Dibuka Hadirkan Merek Sanitary Unggulan

American Standard rayakan 150 tahun bersama ribuan keluarga di Jakarta Family Walk yang digelar bertepatan dengan Hari Anak Nasional di Hutan Kota Senayan Jakarta, 20 Juli 2025.

Jadikan Mandi Pengalaman Positif dan Pembelajaran Disiplin, Self-care, dan Keteraturan

Dalam sesi edukasi media yang menjadi bagian dari rangkaian acara, Pritta Tyas M., M.PSI, psikolog anak dan keluarga, turut hadir untuk membagikan perspektif mengenai pentingnya menjadikan mandi sebagai bagian dari pola asuh positif.

Mandi bukan hanya soal membersihkan tubuh, tapi juga merupakan rutinitas yang dapat membantu anak belajar tentang disiplin, self-care, dan keteraturan,” jelasnya.

“Setelah beraktivitas di luar rumah seperti jalan sehat bersama keluarga, mandi bisa menjadi momen transisi yang penting, yaitu membantu anak merasa rileks, aman, dan kembali tenang. Ketika dilakukan secara menyenangkan dan konsisten, mandi juga dapat memperkuat kedekatan antara orang tua dan anak, serta mendukung kesejahteraan emosional keluarga secara keseluruhan.”

Lebih jauh, ia juga menekankan bahwa malas mandi dalam jangka panjang bisa menjadi salah satu indikator awal adanya gangguan psikologis, baik pada anak maupun orang dewasa. Oleh karena itu, menjadikan mandi sebagai pengalaman positif sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan jiwa dan raga anak.

Baca Juga: Perjalanan Inovasi Produk Kamar Mandi American Standard selama 150 Tahun

Baca Juga: Kids Bathroom Ceria dengan American Standard Color Series, Warna Tahan Lama & Lebih Menyala

Pritta Tyas M., M.PSI, psikolog anak dan keluarga dan Felicia Idama, CEO & Co-Founder Malo Enterprise di Jakarta Family walk 2025 bersama American Standard. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Melalui partisipasinya di JFWalk 2025, American Standard menghadirkan #RuangInspirasi IMAJIMANDI sebagai sarana edukatif yang mengajak keluarga Indonesia untuk menjadikan momen mandi sebagai aktivitas menyenangkan dan penuh nilai.

Anak-anak pun diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri melalui pendekatan visual dan interaktif, seperti Art & Sensory Land yang mendorong eksplorasi makna kebersihan lewat bermain, pertunjukan boneka (puppet show) berjudul “Petualangan Po di Negeri Cleanodora” hasil kolaborasi dengan Waktunya Main, serta IMAJIMANDI Photo Booth yang menampilkan dengan latar dunia bawah laut.

Tak hanya untuk anak, booth “150 Years: Inspired by Life” juga menyuguhkan ragam produk unggulan American Standard yang menggabungkan inovasi dan kenyamanan untuk mendukung rutinitas keluarga.

“Kami bangga dapat kembali menghadirkan Jakarta Family Walk bersama American Standard di momen istimewa perayaan 150 tahun kehadirannya. Kolaborasi ini menunjukkan keselarasan visi kami dalam mendorong keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat, aktif, dan saling terhubung melalui aktivitas yang menyenangkan. Kami juga mengapresiasi konsistensi American Standard sebagai brand yang peduli terhadap kesejahteraan keluarga,” ungkap Felicia Idama, CEO & Co-Founder Malo Enterprise.

Baca Juga: Area Rawan Kecelakaan di Rumah, Ini 5 Langkah Ciptakan Kamar Mandi Sehat dan Aman

Pristine E-Bidet sebagai doorprize untuk peserta Jakarta Family Walk di momen perayaan 150 tahun American Standard, Hutan Kota Senayan Jakarta, 20 Juli 2025.
Koleksi LOVEN Suite senilai total Rp 43.000.000 dari American Standard sebagai doorprize di acara Jakarta Family Walk yang digelar bertepatan dnegan Hari Anak Nasional. (Foto: Erly/Ranahrumah.com)

Di akhir dari rangkaian kegiatan, sejumlah peserta memenangkan hadiah menarik dari American Standard, berupa koleksi LOVEN Suite senilai total Rp 43.000.000 dan 5 Pristine E-Bidet sebagai doorprize.

“Ke depannya, American Standard akan terus menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung kehidupan sehari-hari. Menggabungkan teknologi terkini dan desain yang fungsional, setiap inovasi dirancang untuk menyempurnakan rutinitas harian dengan pengalaman yang menekankan kenyamanan dan kebersihan. Berfokus pada desain yang elegan sekaligus praktis, American Standard berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup keluarga Indonesia,” tutup Arfindi Batubara. (RR)

Baca Juga: Daftar Lengkap Ongkos Pekerjaan Tukang untuk Merenovasi Rumah, Panduan Bikin RAB Sendiri

Baca Juga: 4 Cara Memperindah Kamar Mandi

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

TV AQUOS QLED Sharp Ini Punya 1 Milyar Warna Sinematik, Banyak Pilihan Ukuran Harga Mulai 3 Jutaan

Ranahrumah.com – PRODUK | Sharp Indonesia resmi meluncurkan AQUOS QLED 4K yang ditargetkan untuk pasar kelas menengah modern di Indonesia. Hadir dalam 2 varian, AQUOS QLED 4K HL6500i dan HJ6000i, dengan teknologi QLED, resolusi 4K, desain frameless, dan fitur Google TV versi 14.

Kehadiran TV Sharp ini menjawab kebutuhan gaya hidup urban yang kian dinamis yang dilakoni oleh masyarakat kelas menengah yang cenderung memilih hunian praktis dan modern di kawasan strategis.

Berdasarkan data BPS, kelas menengah di Indonesia mencapai 66,35% dari total penduduk pada 2024 dan menyumbang lebih dari 80% konsumsi nasional.

Dua model LED TV Sharp terbaru AQUOS QLED 4K HL6500i dan AQUOS 4K HJ6000i, dari Sharp Indonesia ini dibekali teknologi visual mutakhir dan desain minimalis yang menyatu dengan estetika ruang hunian masa kini.

Baca Juga: Promo SLD OMOTENASHI Resmi Digelar dengan Hadiah Spektakuler Rayakan 55 Tahun Sharp di Indonesia

Baca Juga: Ini Performa 4 Seri TV LED 4K Terbaru Sharp di 2025: Kualitas Video Superior untuk Main Game dan Nonton Film

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager, PT Sharp Electronics Indonesia mengatakan ada peluang besar bagi industri elektronik rumah tangga dengan adanya  pertumbuhan kelas menengah di Indonesia ini.

“Melalui peluncuran dua varian LED TV terbaru ini, kami berkomitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan hunian modern, serta memperkuat posisi Sharp sebagai brand terpercaya di pasar Indonesia,” ujar Andry Adi Utomo.

Mengusung desain frameless yang elegan, dua varian LED TV terbaru dari Sharp menghadirkan tampilan visual yang lebih luas dan modern, membuat pengalaman menonton terasa lebih imersif.

Tak hanya memanjakan mata dengan desainnya, TV ini juga didukung teknologi terkini seperti ALLM (Auto Low Latency Mode) dan VRR (Variable Refresh Rate), yang menjadikan setiap aksi dalam film action, tayangan sepak bola maupun games berjalan mulus, tanpa jeda, tanpa blur. Ideal untuk para gamer yang mendambakan respons cepat dan tampilan tajam di setiap pergerakan.

Sharp juga menyematkan fitur MEMC (Motion Estimation, Motion Compensation) untuk menghasilkan gerakan gambar yang lebih halus dan nyaman dilihat. “Fitur ini bekerja dengan menambahkan frame tambahan secara otomatis, sehingga tayangan terutama film dengan 24 atau 30 fps, dapat dinikmati dengan kualitas sehalus 60 hingga 120 fps,” jelas Ardy, AUVI Product Strategy Head Division, PT Sharp Electronics Indonesia.

Beragam konten hiburan menarik seperti film, serial, youtube dapat dipersonalisasi dalam satu device dengan Google TV versi 14 paling baru di Indonesia. Dilengkapi dengan Chromecast Built-in, penikmat TV dapat mengirim berbagai konten dari aplikasi favorit dari ponsel ataupun komputer ke layar TV agar tampilan lebih besar. Ada pula koneksi nirkabel Bluetooth yang dapat dikoneksikan ke perangkat audio seperti speaker dan headphone, fitur unggulan lainnya yang ada pada Sharp LED terbaru, AQUOS QLED 4K HL6500i dan AQUOS 4K HJ6000i. Berikut fitur lengkap SharpAQUOS QLED 4K HL6500i dan HJ6000i.

Baca Juga: AQUOS Sharp Sponsori Tottenham Hotspur FC di Tur Pra-Musim 2025: Tawarkan Nonton Langsung di Hongkong bagi Konsumen Terpilih

Baca Juga: Mengenal TV AQUOS XLED dan AQUOS TRU Seri Terbaru dari Sharp

10 Cara Menciptakan Ruang Kerja di Rumah yang Mendukung Produktivitas dan Relaksasi

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Menciptakan Ruang kerja di rumah yang mendukung produktivitas dan relaksasi.

Di era hybrid dan fleksibilitas kerja, rumah tak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga pusat kreativitas dan produktivitas.

“Kami melihat meningkatnya kebutuhan akan ruang kerja fungsional di rumah, terutama dari kalangan kreatif dan keluarga urban,” ungkap Ririn Basuki, Public Relations Manager IKEA Indonesia.

“Ruang kerja bukan sekadar tempat bekerja, tetapi ruang di mana ide berkembang dan ketenangan ditemukan. Kami ingin setiap orang bisa merasakannya—terlepas dari ukuran rumah mereka.” Namun, keterbatasan kondisi dan situasi di rumah tinggal seringkali menjadi kendala untuk mewujudkannya.

Mencerminkan nilai yang diusung IKEA yaitu menciptakan rumah yang menyokong kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna, IKEA menghadirkan banyak produk dalam koleksi terbaru yang menonjolkan efisiensi ruang, fleksibilitas penggunaan, dan estetika khas Skandinavia.

Baca Juga: IKEA Beri Konsultasi Desain Interior untuk IKEA Family Malang

Baca Juga: IKEA Pick-up Point Hadir di Malang, Belanja Gratis Ongkir!

Inspirasi ruang kerja di rumah yang mendukung produktivitas dan relaksasi. (Foto: IKEA)

IKEA Indonesia menghadirkan panduan lengkap melalui “10 Tips Menata Ruang Kerja di Rumah” yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat menciptakan ruang kerja ideal yang juga nyaman untuk beristirahat.

Melalui perpaduan desain ergonomis, estetika modern, dan solusi berkelanjutan, IKEA menunjukkan bagaimana ruang kerja dapat menjadi pusat inspirasi dan keseimbangan gaya hidup urban.

“Kami memahami bahwa rumah kini berperan ganda—sebagai tempat bekerja dan beristirahat. Maka dari itu, desain yang mendukung produktivitas sekaligus kesehatan mental menjadi prioritas kami,” ujar Ririn Basuki.

Baca Juga: Ukuran Standar Furnitur Ruang Kerja yang Bikin Kerja Lebih Nyaman

Baca Juga: Meski Lebih Santai, Atmosfer Ruang Kerja di Rumah Harus Bisa Membangun Mood, Ini Caranya!

Inspirasi ruang kerja di rumah yang mendukung produktivitas dan relaksasi. (Foto: IKEA)

Berikut 10 tips dari IKEA Indonesia untuk menciptakan ruang kerja yang mendukung produktivitas dan relaksasi. . Tips ini dirancang untuk menjawab kebutuhan itu tanpa mengesampingkan gaya dan keberlanjutan.

1. Pilih meja kerja ergonomis: meja dengan desain yang mendukung postur tubuh—baik dalam bentuk kompak dengan penyimpanan atau portabel untuk fleksibilitas.

2. Pilih kursi kerja yang nyaman: kursi ergonomis atau multifungsi menjadi elemen penting untuk kenyamanan harian.

3. Ciptakan ruang istirahat yang nyaman di ruang kerja: pakai furnitur multifungsi seperti sofa lipat bisa menjadi pilihan untuk relaksasi setelah bekerja.

4. Hadirkan penyimpanan cerdas: rak dinding dan sistem modular menjaga ruang tetap rapi dan fungsional.

5. Gunakan furnitur berkelanjutan: pilih bahan daur ulang dan desain tahan lama demi keberlanjutan dan kesehatan.

6.  Beri pencahayaan tepat: padukan lampu kerja intensitas teratur dengan pencahayaan ambient untuk suasana relaksasi.

7. Gunakan teknologi yang efisien: integrasikan pengaturan kabel dan perangkat multifungsi demi ruang yang rapi.

8. Manfaatkan ruang vertikal: manfaatkan dinding sebagai penyimpanan tambahan atau dekorasi inspiratif.

9. Tambahkan estetika personal: sesuaikan warna, gaya, dan aksen dekoratif untuk menciptakan ruang yang menyenangkan.

10. Jangan lupakan investasi jangka panjang: pilih produk berkualitas yang tahan lama dan ramah perawatan. (RR)

Baca Juga: 3 Trik Memadukan Warna dalam Ruangan   

Baca Juga: Nitori Hadir di Lippo Mall Puri Jakarta, Destinasi Belanja Produk Furnitur Khas Jepang Harga Terjangkau 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Unik & Menarik! 3 Inspirasi Material untuk Memoles Plafon agar Tak Monoton selain Pakai Multipleks dan Gipsum

Ranahrumah.cpm – INSPIRASI | Unik & menarik! 3 Inspirasi material untuk memoles plafon agar tak monoton selain pakai multipleks dan gipsum.

Dalam dunia arsitektur, langit-langit atau plafon adalah salah satu elemen pembentuk interior yang memiliki fungsi untuk membatasi atap dengan ruang di bawahnya. Ia juga bertugas sebagai ruang udara dan insulator untuk “mendinginkan” radiasi matahari yang masuk melalui atap dan menetralkan bunyi bising dari atap.

Terus mengalami perkembangan, plafon kini mengalami perluasan fungsi dan persepsi, kini plafon kerap dimanfaatkan sebagai sebuah bidang datar untuk mengolah dan memberi kesan estetis pada ruangan, sehingga peran plafon tidak sekadar pelindung tapi juga penunjang keindahan ruang.

Soleh Hadiyana, arsitek dan desainer interior dari biro arsitek Delta Putra Jaya mengatakan bahwa plafon berperan sebagai media olah bidang estetis interior, oleh karena itu ada banyak cara yang dilakukan orang untuk mengolahnya. “Salah satu cara mengolah bidang plafon adalah dengan memberikan sentuhan warna yang berbeda, (tentu selain warna putih),” tutur Soleh.

Material pembentuk plafon pun beragam jenisnya. Kalau dulu hanya dikenal material tripleks dan gipsum sebagai bahan plafon, saat ini material pembentuk sudah bervariasi dengan beragam inovasi, baik dari sisi material, bentuk, jenis, dan warna.

Banyak pilihan material yang dapat digunakan sebagai pembentuk plafon, seperti kayu, cermin, anyaman bambu, laminated wood, dan aluminium composit panel. Material tersebut akan semakin terkesan cantik dan artistik bila didukung oleh kreativitas dan keberanian sang arsitek atau desainer interior. Sebagai inspirasi, berikut tiga desain plafon yang dapat dilirik, dikutip dari TabloidRumah Edisi 282.

Baca Juga: Ultra Series JAVAFON Bawa Plafon PVC Naik Kelas dan Layak untuk Hunian Modern di Perkotaan

Baca Juga: Mengenal Drop Ceiling dan Aturan Pengaplikasiannya, Cara Efektif Jadikan Plafon Rumah Fungsional dan Estetis

Plafon Kayu untuk Kesan Alami

Kayu disukai karena dapat menghadirkan kesan alami ke dalam rumah. Di sisi lain, seperti yang dituturkan Soleh, material alam ini pun dapat memberikan nilai artistik dan cenderung menciptakan suasana klasik pada ruangan.

Jenis kayu yang dapat dimanfaatkan untuk material pembentuk plafon antara lain, jati belanda, kayu albasia, jati, dan kayu imitasi.

Penggunaan kayu sebagai plafon dapat dilihat pada plafon di kafe Origin ini. Pemiliknya, Riyadi, mengaplikasikan material kayu karena ingin memberikan kesan alami. Jenis kayu yang digunakan adalah lembaran kayu jati.

Permukaan plafon dibuat bertekstur untuk memberikan kesan unik dan berbeda. Konsep reuse, reduce, dan recycle memang menjadi tema dari kafe yang terletak di bilangan Bandung ini.

Jika ingin menggunakan kayu, Soleh menyarankan untuk menggunakan material kayu yang sudah melalui proses pengeringan dengan kadar kelembapan air sesuai standar yang ditentukan (kayu oven) kemudian melalui proses finishing agar kayu tersebut tidak berjamur dan bebas rayap. Perawatannya pun harus dilakukan secara berkala agar plafon tetap awet.

Baca Juga: Ciptakan Mood melalui Warna Plafon dan Koridor Rumah

Baca Juga: 5 Langkah Mudah Memilih Material dan Mengolahnya untuk Menciptakan Nuansa Ruang

Plafon menggunakan cermin menciptakan kesan futuristik. (Foto: Shinta M, Lokasi: Apartemen Podomoro City-Soho, Jakarta)

Plafon Futuristik dan Modern dengan Cermin

Jika bosan dengan material gipsum atau tripleks, tidak ada salahnya mencoba material cermin. Tidak hanya pada dinding, material cermin pun dapat diaplikasikan di plafon.

Aplikasi material cermin pada palfon dapat memberikan kesan luas pada ruangan. Selain itu, dengan pemilihan furnitur yang tepat, cermin ini dapat membantu menciptakan kesan futuristik dan modern.Caranya, cermin setebal 1cm ditempelkan ke lembaran multipleks dengan tebal 9mm atau 12mm.

Selain cermin solid, ada pula bronze mirror. Astri Kania, salah seorang desainer interior dari Arcade Architectur & Design menjelaskan bahwa jenis cermin ini memiliki warna lebih gelap. Bronze mirror ini menjadi salah satu cermin yang banyak digemari karena dapat menimbulkan kesan modern dan mewah.

Selain cermin solid, kaca film dapat digunakan sebagai alternatif pengganti cermin karena ia memantulkan bayangan, sehingga menyerupai cermin.

Baca Juga: Plus Minus 7 Material untuk Table Top Dapur

Plafon menggunakan botol bekas menciptakan kesan artistik. (Foto: Arif B, , Lokasi: Cafe Origin, Jl. Sumatera, Bandung)

Plafon Artistik dari Botol Bekas    

Memberikan kesan artistik pada plafon tidak selalu harus menggunakan material gipsum atau kayu. Material daur ulang pun dapat menciptakan kesan unik pada interior ruang, seperti penggunaan botol bekas yang dilakukan pada Kafe Origin ini.

Botol bekas ini diletakkan dengan jarak tertentu sehingga menghasilkan sebuah pola yang teratur. Agar tak tampak berantakan, botol bekas yang dipilih untuk mengisi langit-langit memiliki ukuran dan warna yang sama.

Sebuah rangka besi berukuran 40cm x 40cm menopang bagian kepala botol agar bagian bawahnya dapat menjuntai ke bawah ruangan. Botol-botol di langit-langit pun seolah melayang dan terkesan artistik.

Baca Juga: Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor

Kesan artistik pada material botol bekas ini pun dapat ditemui pada salah satu ruang di Kafe Mangia. Botol-botol bekas susu, lengkap dengan tutupnya ini dipasang melintang pada struktur bilah kayu. Setiap baris botol diletakkan agak miring, sehingga menghadirkan kesan naik-turun yang dinamis. Penggunaan lampu yang diletakkan di antara atap plafon dan botol memberikan warna kuning yang atraktif. Cahaya lampu terbias dari kaca botol dan menyebarkannya ke seluruh area ruang.

Nah, dengan beragam inovasi material ini, Plafon pun tak lagi terlihat monoton. Mau mencoba mengaplikasikannya? (RR)

Baca Juga: Ngedak Lebih Praktis dengan Material Dak Metal, Diekspos Pun Indah

Baca Juga: Membangun Rumah 75 Hari Saja, Ini 9 Keuntungan Menggunakan Material Precast

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Konsultasi Properti: Batas Tanah Bergeser dan Tanah Belum Bersertifikat, Bisa Dijual Asal..

0

Ranahrumah.com – INSIGHT | Batas Tanah Bergeser dan Tanah Belum Bersertifikat: Bisa Dijual Asal..

Berikut konsultasi properti yang telah dimuat dan dikutip dari Tabloid Rumah Edisi 209.

Tanya:

*) Pertanyaan dari Panji Asmara, Bogor

Perusahaan kami mempunyai sebidang tanah kosong yang belum bersertifikat. Kepemilikannya masih berupa akta jual beli tanah girik dari pemilik sebelumnya. Ketika kami memeriksa fisik tanah, ternyata batas-batas tanah sudah banyak yang berubah atau bergeser dari apa yang tercantum di dalam Akta Jual Beli maupun surat girik.

Kami menduga, kemungkinan letak batas-batasnya tergeser oleh batas kaveling tanah-tanah yang ada di sekitarnya.Kaveling tanah yang ada di sebelah kiri, kanan, maupun belakang sudah dimiliki oleh orang lain yang sebagian besar telah bersetifikat.

Beberapa waktu yang lalu ada peminat yang berkeinginan untuk membeli tanah tersebut. Apakah kami dapat menjual tanah yang belum bersertifikat dan tidak mempunyai batas-batas tanah yang jelas?

Jawab:

*) Jawaban diberikan oleh Cynthia, S.H – Konsultan Lembaga Advokasi Konsumen Properti Indonesia.

Menurut ketentuan yang ada, untuk dapat mengalihkan/ menjual objek tanah maka syarat utama yang harus diketahui adalah keabsahan dari subjek (pembeli/penjual) dan objek (fisik tanah dan bukti-bukti suratnya). Apabila salah satu tidak terpenuhi maka transaksi jual beli menjadi tidak sah dan dianggap batal menurut hukum.

Dalam penjelasan di atas, diketahui bahwa batas-batas tanah telah bergeser tidak sesuai dengan apa yang ada dalam bukti akta jual beli maupun girik. Dengan demikian, dapat dikatakan kepastian objek tanah sebenarnya tidak terpenuhi.

Dengan belum adanya sertifikat dan batas tanah yang tidak jelas, bukan berarti Bapak tidak bisa menjual tanah tersebut kepada pihak ketiga. Asal dari awal memang sudah dijelaskan kondisi yang sebenarnya atau menjual dalam kondisi ”as it is” dan disepakati oleh pihak pembeli, tanah tetap bisa dijual ke yang bersangkutan.

Sebaiknya kondisi tanah yang sebenarnya dan kesepakatan para pihak dituangkan secara terperinci dalam perjanjian jual beli agar tidak ada permasalahan hukum di kemudian hari.

Dalam kondisi demikian, biasanya pihak pembeli bersedia menerima kondisi tersebut untuk mendapatkan harga tanah yang lebih murah/lebih rendah dibandingkan harga pasar tanah di lokasi tersebut. Hal ini mengingat tanah tersebut belum bersertifikat.(RR)

Baca Juga: Konsultasi Properti: Cara Membeli Rumah dengan Sertifikat Orang yang Sudah Meninggal

Baca Juga: Konsultasi Properti: Parkir Sembarangan di Perumahan Bikin Ribut Antar-Tetangga, Bisa Digugat?

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Dampak Buruk jika Kamar Menghadap Dapur Menurut Feng Shui dan Pembenahannya

0

Ranahrumah.com – INSIGHT | Sudah ribuan kasus Feng Shui tentang tata ruang bangunan yang telah diteliti oleh Mas Dian, MRE-Konsultan dan Pengamat Ilmu Feng Shui menunjukkan bahwa ternyata kesalahan yang paling menonjol tentang dapur adalah dapur yang bertatapan dengan pintu kamar tidur. Pintu kamar yang dimaksudkan meliputi kamar tidur pemilik rumah, anak, bahkan orang-orang lain yang membantu rumah tersebut, misalnya pembantu dan supir pribadi.

Kamar tidur pemilik memang paling mudah terdeteksi, sedangkan kamar pembantu sering tidak diketahui karena selalu diangggap tidak penting sehingga diabaikan dalam penelitian Feng Shui. Ternyata, kesalahan yang berawal karena mengabaikan hal yang dianggap tidak penting inilah yang sering merugikan kehidupan penghuninya, bahkan menimbulkan dampak yang berkepanjangan.

Berikut dampak buruk jika kamar menghadap dapur.

Baca Juga: Rumah Modern Punya Dapur Kotor dan Dapur Bersih, Bagaimana Pandangan Feng Shui?

Baca Juga: Berapa Jumlah Anak Tangga yang Baik Menurut Feng Shui?

Gangguan Asap dan Bau

Ada fakta logika yang menyebutkan kebenaran analisa Feng Shui tentang dampak yang tidak baik apabila pintu kamar tidur bertatapan langsung dengan pintu dapur atau ruang dapur.

Alasannya, setiap berlangsung kegiatan masak memasak di dapur maka udara dalam kamar tidur secara langsung akan tercemar oleh asap dan bau dari makanan yang diolah di dalam dapur.

Asap dapur adalah problem paling menonjol yang dapat mengganggu kesehatan penghuni, khususnya yang menempati kamar yang berhadapan dengan dapur. Asap yang keluar saat memasak akan masuk ke dalam kamar tidur lalu terperangkap dan menjadi gas asam arang yang beracun yang dapat mengganggu pernafasan dan kesehatan. Ketika makanan diolah di dapur, selain asap, juga muncul masalah lain yaitu bau. Saat memasak jenis masakan tertentu sering timbul aroma yang kurang sedap, bahkan kadang menyengat yang sangat mengganggu indera penciuman.

Disadari atau tidak, bau yang tidak sedap ini dapat merusak sistem syaraf serta mengacaukan konsentrasi. Kondisi ini, apabila dibiarkan terus menerus sudah pasti akan membuat kualitas hidup penghuni kamar tidur ini menjadi tidak baik dan tidak sehat.

Kamar tidur yang bertatapan langsung dengan dapur sudah pasti akan menanggung paling banyak polusi dibandingkan dengan kamar lain yang tidak bertatapan langsung dengan dapur.

Faktor inilah yang akhirnya menjadi peringatan dalam Feng Shui dengan menyatakan bahwa komposisi ini dianggap tidak baik dan tidak menguntungkan.

Baca Juga: Dapur Mungil Nan Efektif, Harga Pembuatan Rp45 Juta

Ilustrasi pintu kamar tidur berhadapan dapur. (3D: Mas Dian., MRE)

Syarat Kamar dan Dapur  

Kamar tidur menurut FengShui harus memiliki syarat-syarat khusus yang intinya dapat menempatkan penghuni kamar agar bisa beristirahat dengan nyaman sehingga kesehatannya pun terjaga.

Salah satu syarat ruang yang nyaman adalah kondisi udaranya yang bersih sehingga dapat menunjang kualitas hidup yang lebih sehat. Harapannya, jika orang sehat bisa memanfaatkan ruang ini untuk berativitas atau bekerja dengan baik, tentu akan menghasilkan karya yang lebih baik pula dibandingkan mereka yang tidak sehat.

Sedangkan untuk dapur, Feng Shui juga memiliki banyak syarat untuk penataannya. Tujuannya adalah untuk mencegah atau melokalisasi Sha Qi/hawa buruk, seperti asap, bau, dan virus yang dihasilkan dari limbah yang berasal dari kegiatan masak-memasak, yaitu sampah ataupun asap.

Perlu cara maksimal untuk mencegah hawa buruk yang ada di dapur dengan menerapkan teknik pencegahan berdasarkan Feng Shui. Caranya antara lain adalah tidak membuat pintu kamar dan pintu dapur saling berhadapan.

Baca Juga: Menata Kamar Tidur Ala Feng Shui, Perhatikan Letak Barang!

Penataan seperti ini diharapkan dapat mencegah energi buruk yang ada di dapur sehingga tidak akan merugikan aktivitas dan kehidupan penghuninya. Cara pembenahan untuk kesalahan tata letak pintu dapur menurut Feng Shui ini tidak terlalu sulit, yaitu sebagai berikut.

  • Geserlah salah satu pintu agar posisinya tidak saling berhadapan.
  • Berilah penyekat di antara 2 pintu yang bermasalah sehingga posisinya tidak lagi saling bertatapan.
  • Pindahkanlah salah satu pintu ke posisi yang lebih aman. (RR)

Baca Juga: Renovasi Rumah Tipe 21 Lahan 60 M2 jadi Tampil Unik dengan Kamar Menghadap Taman

Baca Juga: Menghitung Biaya Membuat Dapur dengan Berbagai Pilihan Material 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

3 Trik Memadukan Warna dalam Ruangan   

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Warna menjadi salah satu elemen interior paling penting dalam mendesain ruangan.

Sebagus apapun furnitur dan tata letaknya di dalam sebuah ruang, jika warnanya tidak pas, ruang tidak akan terlihat indah dan menarik. Sebaliknya, ruangan yang terkesan polos akan tampak lebih hidup jika “diwarnai” dengan kombinasi yang serasi.

Perpaduan 2 warna, 3 warna, atau bahkan lebih akan membantu kita mendapatkan suasana yang diinginkan, asalkan paduannya pas. Lantas, bagaimana trik dalam memadukan warna di dalam ruangan? Berikut beberapa caranya.

Trik memadukan warna dalam ruangan dapat dilakukan menurut Kelompok Warna pink. Kombinasi warna pink dan turunannya menciptakan nuansa feminin yang manis di dalam ruang tidur. Pink gelap yang digunakan pada sarung bantal dan selimut menjadi aksen di antara warna muda.

Baca Juga: Tips Makeover dan Me-Refresh Suasana Ruang Bertema Minimalis

Baca Juga: Mengenal Keunikan Anak Lewat Warna Kesukaannya

1. Kelompok Warna

Cara pertama dengan menggunakan warna sesuai dengan kelompok warna. Ada 3 jenis kelompok warna yang bisa dilihat di roda warna.

• Warna primer: merah, biru, kuning.

• Warna sekunder: kombinasi 2 warna primer.

• Warna tertier: kombinasi warna primer dan sekunder.

Trik memadukan warna dalam ruangan dengan menggunakan Skema Kombinasi Warna Monokromatis.

Baca Juga: Inspirasi Kombinasi Warna 5 Ruang Vital di Rumah Bernuansa Putih agar Tak Monoton dan Lebih Hidup

Baca Juga: Mendekor Ruang dengan Warna Pastel, Ini Kelebihan & Tips Pengaplikasiannya

2. Skema Kombinasi Warna

Cara kedua menggunakan Skema Kombinasi Warna. Ada 3 yaitu: Monokromatis, analog, dan Komplementer.

  • Monokromatis

Kombinasi ini terdiri dari 1 warna yang dipadukan dengan turunannya, entah lebih gelap atau lebih terang, menghasilkan gradasi yang selaras.

Cara ini mudah dan hampir tidak pernah “gagal”, namun ruangan bisa terlihat monoton dan kurang bervariasi. Sebagai aksen, monokromatis bisa dipadukan dengan warna lain, misalnya krem-cokelat muda-cokelattua-hijau. Hijau menjadi aksen yang menyegarkan di dalam ruangan, namun porsinya harus tetap terbatas agar tidak menghilangkan kesan monokrom cokelat.

Warna monokromatis cocok digunakan pada ruangan yang membutuhkan latar belakang netral agar daya tarik bisa dipusatkan pada objek di tengah ruangan, misalnya ruang makan.

  • Analog

Padukan 2 atau 3 warna yang berdekatan atau bersebelahan dalam roda warna, maka akan tercipta kombinasi warna analog. Warna yang dipilih adalah 1 warna primer, 1 warna sekunder, dan 1 warna tersier. Secara umum, warna analog tidak akan melebihi batas 90º dalam roda warna. Cara memadukan warna analog yang terbaik adalah dengan menciptakan 1 warna dominan dan sisanya menjadi pelengkap.

Contoh tiga kombinasi analog yang bisa dipilih adalah merah-oranye-kuning, hijau-biruungu, dan kuning-hijau. Kombinasi ini cocok diterapkan pada ruang yang membutuhkan suasana ceria seperti ruang tamu atau bahkan fasad rumah.

  • Komplementer

Paduan warna yang berseberangan dalam roda warna atau kontras, itulah definisi komplementer.

Kombinasi komplementer ini sangat cerah, mengejutkan, dan mencolok, namun bisa menjadi terlalu kuat efeknya kalau dilihat bersamaan dalam,porsi yang sama. Kombinasi ini paling pas jika 1 warna ditetapkan sebagai warna dominan, sedangkan warna lain menjadi aksen. Atau bisa juga warna-warna tersebut diaplikasikan dalam porsi yang sama, namun dalam jumlah sedikit atau kecil. Misalnya, ruangan dengan dinding berwarna netral dipadukan dengan furnitur dengan kombinasi warna biru-kuning-hijau dalam porsi yang sama.

Baca Juga: Takut “Salah Warna” dan Terjebak Memilih Warna Itu-itu Saja? 9 Cara Ini jadi Solusi!

Trik memadukan warna dalam ruangan menggunakan karakter dan efek warna netral yang mendekati putih dari poros roda warna.

3. Karakter dan Efek Warna

Dalam memilih warna di ruangan, pilihan harus diselaraskan dengan fungsi ruang sehingga tercipta nuansa yang diharapkan.

  • Warna Hangat

Warna di antara merah dan kuning memiliki efek hangat yang juga membangkitkan semangat. Warna hangat antara lain merah, oranye, kuning, cokelat, dan warna-warna di antaranya. Warna ini cocok diaplikasikan pada ruangan dengan banyak kegiatan seperti ruang tamu dan ruang keluarga.

  • Warna Dingin

Biru, hijau, dan ungu adalah jenis warna yang memberi kesan dingin dan pasif. Warna dingin dapat menciptakan kesan elegan dan anggun di dalam ruangan, juga menenangkan. Aplikasi yang cocok adalah di ruangan untuk berelaksasi seperti kamar tidur.

  • Warna Netral

Warna netral tercipta dengan mengarahkan warna ke arah dalam (mendekati hitam) atau luar (mendekati putih) dari poros roda warna. Jika warna dipadukan dengan hitam, akan tercipta warna gelap yang memberikan kesan intim. Jika warna dipadukan dengan putih, akan tercipta warna terang yang mengarah ke pastel yang menciptakan kesan cerah dan lembut.(RR)

Baca Juga: Nippon Paint Perkenalkan 4 Tema Trend Beyond Colours 2025: Inspirasi Warna dari Keindahan Alam

Baca Juga: Pakar Warna Global Dulux Berbagi Tren Warna Hunian dalam Workshop Ekslusif Kombinasi Warna

Baca Juga: Cat Interior Inovasi Baru “Jotun Majestic Color” Hasilkan Warna Matte Elegan

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Yose Ferdian Damury, ST, IAI: Kebutuhan Spesifik Kunci Keberhasilan Desain

Ranahrumah.com – PROFIL | Kebutuhan spesifik jadi kunci keberhasilan desain. Inilah sebuah pernyataan taktis dari Yose Ferdian Damury. Enggan diwawancarai yang menyangkut pribadinya, Yose—demikian dia biasa dipanggil—lebih bersemangat menjawab pertanyaan menyangkut pekerjaannya sebagai arsitek dan karya-karyanya.

Je-Feriasthama, Biro Konsultan Desain dan Arsitektur yang digawanginya, menjadi salah satu tempat di mana Yose menghabiskan banyak waktunya bersama dengan sedikitnya 11 rekan kerjanya, yang semuanya terbilang relatif muda.

Merencanakan konsep desain untuk proyek residensial dan publik area menjadi kegitan utama di kantornya ini. Jika banyak biro konsultan lain mengerjakan sekaligus pekerjaan desain dan pekerjaan membangun, maka Yose lebih memilih fokus pada perencanaan desain saja.

“Bukan desain dan build. Fokus di perencanaan, kecuali kalau ada yang meminta. Ada kendala, saat di tahap mendesain, klien sangat percaya pada apa yang kita kasih. Tapi saat pelaksanaannya sebagai pemborong, jika memberi saran suka diartikan cuma cari keuntungan. Lebih dihargai orang saat melakukan perencanaan saja dan orang lain yang melakukan pembangunannya,” kata Yose memberi alasan.

Selain alasan itu, Yose juga tak ingin energinya terkuras untuk mengurus hal-hal demi kelangsungan proyek di lapangan. Jika suatu saat harus membangun (atas permintaan klien), Yose pun mengaturnya dengan kontrak kerja yang berbeda untuk 2 jenis pekerjaan itu.

Baca Juga: Pameran Desain Imersif Bertajuk “Life at The Cinema” Tandai Pembukaan Showroom ADDITION Living

Baca Juga: Koleksi Fabric dan Wallpaper Parakan by Agam Riadi Hadirkan Corak Budaya Indonesia ke Desain Interior

Temukan Kebutuhan Spesifik

Saat melakukan pekerjaan desain, Yose selalu menemukan 2 hal yaitu adanya kebutuhan dan kondisi. “Saya enggak terlalu terikat pada tipologi bangunan, gaya bangunan, atau tren arsitektur. Jadi lebih sebagai mencari suatu pemecahan, menggunakan otak, otak-atik sesuatu dan mencoba membayangkan efek dan dampaknya,” jelasnya.

Menurut Yose, mendesain itu menantang berpikir di mana harus ada kerja sama yang baik antara arsitek dan kliennya. Idealisme arsitek terwujud dan kebutuhan owner terakomodasi. “Kalau saya ketemu proyek tapi enggak ada kejelasan atau saya enggak bisa menemukan satu ciri khas kebutuhan yang paling berbeda di proyek itu, maka akan sangat sulit bagi saya untuk mendesainnya,” kata Yose.

Proses menemukan kebutuhan unik si klien adalah momen terpenting dalam proses mendesain. Apa saja yang ada di kepala, sampai mimpi-mimpi konyolnya, seharusnya bisa diceritakan.

Keterbatasan dan Potensi

Yang dimaksud dengan ”kondisi” bagi Yose adalah sebuah keterbatasan atau potensi. Kondisi ini meliputi surrounding, lahan, kondisi keuangan, ekonomi, sosial. Ini menjadi sebuah analisa dan data yang akan diproses untuk dicarikan solusi-solusi.

“Tiap proyek kita coba menggali sebuah keterbatasan (lahan sempit, kebutuhan banyak) dan ini menjadi sebuah potensi. Bakalan akan ada desain yang unik. Kebayang, kan, kalau semuanya bebas, pasti tak ada keunikan di sana,’’ katanya.

Desain Publik Space dan Residensial?

Menurut Yose peran arsitek saat mendesain area publik lebih pada level yang skalanya lebih makro.

Bagaimana tahapan tata kotanya, wajah kawasannya. Hanya beda skala jika dibandingkan dengan mendesain rumah tinggal. Kalau rumah tinggal kita masuk pada sesuatu yang lebih detail atau mikro.

Di sini diperlukan pendekan personal yang lebih detail. “Bangunan publik atau komersial, standarnya sudah cukup jelas, yang dibutuhkan adalah bagaimana si arsitek membuat terobosan dari standarisasi. Mungkin ada peratauran daerah yang harus dipenuhi, tuntutan pengembang yang harus dipenuhi, kebutuhan dan kondisi inilah yang harus dicari dan digali,” tambah Yose yang hampir 80% proyeknya adalah berupa proyek area publik.

Baca Juga: Ketika Gaya Hidup Kerja Hybrid jadi Katalisator untuk Memilih Hunian yang Fleksibel

Baca Juga: Temukan Peluang Membeli Properti Hunian Internasional di Global Property Expo, Singapura

Tak Punya Gaya Tertentu

Progresif, demikian Yose menjelaskan tentang karya desainnya. “Terkait dengan kondisi kekinian yang ada. Tidak mengkhususkan diri pada satu gaya tertentu,” jelasnya.

Tentang hal yang sering menginspirasi desainnya, Yose menjelaskan bahwa pengalaman ruang yang pernah dia alami, itulah yang menginspirasinya. It is all about space. Yose bisa menghubungkan satu kebutuhan klien dengan satu ruang yang pernah dia alami. Seperti punya library mengenai pengalaman ruang di mana pun. “Kekuatan saya, sih, rasanya memang di situ,“ lanjutnya.

Tentang Arsitek Indonesia?

“Arsitek Indonesa bisa jadi inspirasi. Pemicu buat bisa berkarya lebih baik lagi. Yang perlu sedikit diperbaiki adalah lebih ke arah bagaimana mereka tidak terjebak dengan pengaruh-pengaruh dari arsitek luar atau isu-isu di luaran, yang akhirnya membuat kita kehilangan bentuk atau jati diri kita sendiri,” jelas Yose.

Menurutnya, harusnya arsitek Indonesia cukup bijak merespons budaya yang kita punya, potensi, lingkungan atau alam yang kita punya, dan sejarah yang kita miliki. Itu yang perlu dijaga atau diangkat. “Bukan artinya harus semua bangunan jadi tradisional. Jawa harus joglo, dan sebagainya. Tapi kita punya banyak budaya yang bisa digali menjadi sebuah karya arsitektur baru,” lanjutnya.

Yang kedua, lanjutnya, yang harus diperbaiki adalah profesi arsitek itu sendiri. Keberadaan arsitek di mata awam saat ini menurut Yose, arsitek belum sepenting dokter atau pengacara. Dengan kata lain, tanpa arsitek pun juga bisa.

Media bisa membantu menurut Yose, misalnya saat menulis tentang solusi ini dan itu, sebaiknya di situ disarankan, harus berkonsultasi kepada arsitek, yang bisa memberi saran lebih baik, sesuai apa yang mereka butuhkan.   

Baca Juga: Mengenal Gaya Arsitektur Masjid Istiqlal dan Arti Namanya

Yose Ferdian Damury, ST, IAI

Beberapa Penghargaan

  • Penghargaan untuk kategori bangunan green design paling inovatif yang diadakan oleh Sentul City.
  • Lima besar sayembara bangunan perpustakaan pusat UI, Depok.
  • Sayembara karya desain Muka Gedung & Interior Gallery, Indogress, Banten, 2008. (RR)

Baca Juga: Tolok Ukur Arsitektur Berkelanjutan dan Tahan Bencana Versi SM Group

Baca Juga: Hunian Urban dengan Gaya Resor di Permukiman Padat

*) Tulisan pernah dimuat di Tabloid Rumah Edisi 209.

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom