Saturday, March 28, 2026
Home Blog Page 65

Antilengket = Teflon? Yuk Kenali Produk Antilengket pada Peralatan Masak dan Tips Merawat agar Awet

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK| Antilengket = Teflon? Yuk Kenali Produk Antilengket pada Peralatan Masak dan Tips Merawat agar Awet

Kehidupan modern menuntut kepraktisan dan kecepatan. Demikian pun saat memasak. Kebutuhan ini dijawab oleh beberapa produsen dengan mengeluarkan aneka produk yang inovatif. Produk alat masak antilengket tak asing lagi di telinga. Ia telah menjadi salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan manusia modern.

Coba lihat dan perhatikan peralatan masak yang ada di dapur rumah. Penggorengan, panci, rice cooker, barbeque grill, microwave, dan lain sebagainya, hampir dipastikan menggunakan bahan antilengket ini.

Baca Juga: Small Cooking Appliances Toshiba Berikan Kemudahan Memasak di Dapur & Cita Rasa Otentik

Baca Juga: Hindari Mencairkan Daging Beku dengan Cara Ini, Bisa Mengundang Bakteri dan Merusak Tekstur & Rasa

Antilengket = Teflon?

Saat ini banyak orang mengenal produk antilengket dengan sebutan teflon. Padahal, Teflon sebenarnya adalah sebuah merek dari perusahaan Du Pont. Tetapi istilah ini akhirnya menjadi sebutan generik untuk alat masak antilengket di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dalam istilah kimia, lapisan antilengket dikenal dengan nama polytetrafluoroethylene (PTFE). Dalam situs Web resmi Du Pont (www. dupont.com), dituliskan bahwa teflon ditemukan secara tidak sengaja oleh Roy Plunkett dari Kinetic Chemical pada tahun 1938 saat mencoba membuat CFC jenis baru.

Tahun 1941 perusahaan mematenkannya dan mendaftarkan teflon tahun 1945 sebagai merek dagang. Tahun 1930 diproduksi zat CFC yang dikenal sebagai Freon. Tahun 1954, insinyur dari Perancis bernama Marc Gregoire membuat penggorengan pertama yang menggunakan lapisan antilengket dengan merek Tefal. Tahun 1961, Marion A Trozzolo, memasarkan penggorengan pertama yang menggunakan lapisan antilengket The Happy Pan, di Amerika Serikat, tepatnya di Kansas City. Dan kini penggunaannya kian meluas.

Baca Juga: 3 Pilihan Air Fryer Sharp, Bantu Memasak Mudah dan Cepat saat Ramadan

Baca Juga: Kulkas LG Bottom Freezer InstaView Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Antilengket = Teflon? Yuk kenali produk antilengket pada peralatan masak dan tips merawat agar awet. (foto: Pexels)

Merawat Produk Antilengket   

Berikut ini tips merawat peralatan masak antilengket.

• Jangan langsung mencuci atau merendam peralatan berlapis bahan antilengket sewaktu alat masak masih dalam keadaan panas. Diamkan beberapa saat sampai alat dingin.

• Cuci bersih peralatan masak berlapis antilengket setiap kali habis dipakai. Keringkan dan simpan di tempat yang kering dan bersih.

• Jangan merendam terlalu lama di dalam air karena akan mempercepat kerusakan lapisan antilengket.

• Gunakan spons/busa yang lembut. Jangan pernah menggunakan abu gosok atau spons kasar karena akan merusak lapisan antilengket.

• Jangan menggunakan alat pengaduk dari besi, aluminium atau stainless steel karena akan menggores lapisan antilengketnya. Gunakan sendok kayu atau pengaduk berbahan plastik yang tahan panas.       

• Apabila menggunakan produk antilengket berkualitas baik, menggunakannya dengan api panas dan besar tak masalah. Tetapi jika ragu kualitasnya, gunakan api sedang saja. Jangan menggunakan api terlalu panas karena akan menyebabkan lapisannya cepat rusak. (RR)

Baca Juga: StandOut, Dapur Rumah Ini Gunakan Solid Surface Kuning Ngejreng di Table Top-nya

Baca Juga: Mengenal Teknologi Engsel untuk Laci dan Lemari Dapur

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Desain Rumah Hemat Energi yang Mengadaptasi Neo Modern, Fungsional tapi Tak Membosankan

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Desain rumah hemat energi yang mengadaptasi Neo Modern, fungsional tapi tak membosankan.

Gaya arsitektur yang dilekatkan pada desain bangunan, Immanuel Candra sang perancang, menyebutnya sebagai gaya “Neo Modern”.

Sebuah gaya yang mengadaptasi gaya modern yang fungsional namun lebih variatif dalam desain dan tidak membosankan seperti gaya modern yang cenderung minimalis. 

Memang bila diamati, karyanya mirip dengan bangunan yang umum dijumpai di Indonesia, lengkap dengan atap pelananya. 

Kesan modern didapat dari tidak adanya ornamen yang menempel pada dinding bangunan. Pada tiap sambungan elemen ruangnya pun tampil polos guna memperkuat kesan tersebut selain untuk mempermudah dalam perawatan harian.

Baca Juga: Konsep Rumah Open Space Makin Ngetren Saja, Ini Tips Penerapannya!

Baca Juga: Rumah Hemat Energi di Lahan Memanjang ke Arah Barat, Desain dan Pilihan Material jadi Aspek Vital

Hemat Berawal dari Tapak

Untuk menyiasati penghematan energi yang diusung sebagai tema, Candra memulainya dari tapak bangunan. Prinsip yang dipakainya adalah meminimalkan dasar bangunan yang menapak pada site guna memperluas area resapan air hujan dan area tanam tumbuh-tumbuhan yang dapat menyuplai oksigen lebih banyak. 

Selain itu, penempatan kolam di salah satu sisi bangunan juga bertujuan untuk menurunkan suhu panas dengan mengalirkan udara dingin ke seluruh tapak. Dengan cara ini diharapkan penggunaan pendingin udara tidak lagi dibutuhkan.

Begitu merangkak naik ke fasad bangunan, Candra memilih bahan material yang tidak sulit untuk dirawat. Beton sebagai pilihannya karena minim perawatan dan juga mudah dibentuk menjadi beragam desain unik. 

Selain itu digunakan pula kaca polos sebagai dinding pembatas di ruang makan dan kamar tidur utama yang berbatasan dengan taman. Usaha ini untuk mengurangi penggunaan energy listrik di siang hari dan untuk kesan memperluas ruang di rumah mungil ini.

Desain rumah hemat energi yang mengadaptasi Neo Modern, fungsional tapi tak membosankan.

Menyiasati Sinar Matahari

Dengan tampak depan yang minim ornamen dan bukaan, kemiringan atap yang ditopang dengan jajaran besi ini tampil mendominasi fasadnya.  Atap dibiarkan menutupi hampir setengah muka bangunan.

Minimnya bukaan pada tampak depannya bukan tanpa alasan, hal tersebut menjadi solusi untuk menyiasati tapak bangunan yang menghadap ke arah barat, yang di kala sore hari mendapat limpahan sinar matahari yang terlalu kuat. Karena pergerakan sinar matahari jugalah, Candra membuat orientasi bentuk dan masa yang memanjang ke arah timur-barat dengan bukaan yang mengarah pada sisi sebaliknya yaitu utara-selatan. Dengan posisi ini, bukaan dapat dibuat lebih lebar sehingga sirkulasi udara di dalam bangunan dapat berlangsung maksimal tanpa harus terganggu pancaran kuat sinar matahari.

Baca Juga: Solusi Hemat Energi HVAC LG Dipilih untuk Pusat Logistik Utama di Singapura

Baca Juga: Mendinginkan Ruang dengan Cerobong Ventilasi Bikin Rumah Hemat Listrik

Tampung air di atap miring – Desain rumah hemat energi yang mengadaptasi Neo Modern, fungsional tapi tak membosankan.

Tampung Air di Atap Miring

Selain untuk melindungi panas matahari langsung ke dalam bangunan, atap miring pada desain hunian ini bertujuan sebagai pengumpul air hujan. 

Dengan kemiringan atap yang berbeda di kedua sisinya, sisi atap bagian dalam terlihat lebih landai mengarahkan jatuhnya air hujan ke bak penampungan yang terletak di dasar lantai 2. Dialirkan melalui talang dan pipa ke dalam bak penampung berbahan fiber, air yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk menyiram tanaman di kebun mungil pemilik rumah. (RR)

Baca Juga: Menabung Air Hujan di Teras Rumah Yuk!

Data Bangunan

• Luas lantai dasar: 58,5 m2

• Luas lantai atas: 58,5 m2

• Luas total: 117 m2

• KDB : 30%

Sumber: Putaka Rumah – 22 Desain Rumah Hemat Energi. 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Konsep Rumah Open Space Makin Ngetren Saja, Ini Tips Penerapannya!

Ranahrumah.com – INSPIRASI – INTERIOR | Konsep rumah Open Space makin ngetren saja, ini tips penerapannya!

Salah satu konsep desain yang bakal banyak diminati di tahun 2025 adalah Open Space. Yaitu, tata ruang yang terintegrasi sehingga menciptakan suasana lebih lapang dan nyaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Konsep open space semakin diminati untuk menciptakan hunian yang modern dan lapang. 

Survei dari Better Homes & Gardens Real Estate mencatat bahwa 62% agen properti menyatakan pembeli lebih tertarik pada rumah berkonsep open space.

Dengan mengurangi atau menghilangkan (tanpa sekat), konsep ini mengintegrasikan ruang tengah, misalnya ruang tamu dan dapur, sehingga menciptakan kesan lebih luas dan fungsional.

Baca Juga: Daftar Segera! Pameran Inovasi Dekorasi Bangunan dan Perabotan Rumah “CBD Guangzhou 2025”, Hadirkan Produk Interior, Eksterior, dan Matech

Baca Juga: Wah dan Berkelas, MM GALLERI Buka Showroom di PIK 2 Bawa Inovasi Marmer untuk Interior Ikonik

Kelebihan Konsep Rumah Open Space

Konsep rumah Open Space makin ngetren, berikut kelebihannya.

1. Kesan ruangan yang lebih lapang. 

Model ruangan open space mengutamakan perabot multifungsi dan minim sekat, sehingga menciptakan ruang yang lebih luas dan nyaman untuk perkumpulan besar.

2. Penerangan rumah dan sirkulasi udara yang merata.

Minimnya sekat memungkinkan pencahayaan menyebar merata ke seluruh ruangan, utamanya dengan penambahan jendela untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi konsumsi listrik. Selain itu, sirkulasi udara lebih lancar, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk berinteraksi.

3. Menghemat penggunaan bahan dan tenaga listrik.

Berkurangnya penggunaan bahan bangunan dan listrik pada siang hari memungkinkan pengalokasian dana untuk keperluan lain.

4. Ruang lebih fleksibel.

Konsep ini memudahkan personalisasi rumah karena minim penghalang, sehingga perabot dapat dipindahkan dengan lebih leluasa. Ideal bagi yang ingin menyesuaikan suasana rumah untuk momen spesial, termasuk di momen-monen khusus seperti di hari raya keagamaan. 

Baca JUga: Penataan Interior Elegan yang Homey dan Timeless dengan Padupadan Furnitur Midcentury Modern

Open Space bisa untuk Rumah Besar maupun Rumah Mungil

“Konsep open space & integrated livingdapat diterapkan pada berbagai jenis rumah, baik besar maupun rumah mungil (minimalis). Namun, bagi hunian dengan lahan terbatas, konsep ini sangat disarankan untuk memaksimalkan ruang. Selain memberikan kesan ruang yang lebih luas dan terintegrasi, fleksibilitasnya juga memudahkan restrukturisasi tata letak sesuai kebutuhan,” Ichsan Risnadi, Head of Design Mitraruma.

Bagi yang ingin menerapkan konsep open space di rumah, berikut beberapa tips dari Ichsan Risnadi dari Mitrarumah untuk menciptakan ruang yang tidak hanya luas, tetapi juga mewah dan terintegrasi. 

1. Gunakan warna dan material yang tepat.

Warna netral dapat memperkuat kesan luas, hangat, dan elegan dalam ruangan. Aplikasikan pada dinding atau elemen interior seperti meja dan kabinet untuk menciptakan suasana mewah. 

Pilihan warna yang cocok meliputi beige, sandstone, dan light taupe. Jika menggunakan warna bold, sebaiknya diaplikasikan sebagai aksen atau centerpiece ruangan. 

Warna seperti berry wine, dark navy, atau military green dapat memberikan sentuhan elegan. Untuk menambah dimensi, gunakan aksen bertekstur dengan material premium seperti marmer atau kayu.

Baca Juga: Meski Lebih Santai, Atmosfer Ruang Kerja di Rumah Harus Bisa Membangun Mood, Ini Caranya!

Baca Juga: Ukuran Standar Furnitur Ruang Kerja yang Bikin Kerja Lebih Nyaman

2. Pilih furnitur multifungsi

Konsep open space mengurangi penggunaan furnitur untuk menghemat ruang. Oleh karena itu, pilih furnitur multifungsi agar ruangan tetap lapang dan fungsional. Contohnya, waste bins swing cabinet, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus area untuk keranjang sampah tanpa memakan banyak ruang. 

Selain itu, instalasi kompartemen dengan kapasitas besar dapat membantu menyimpan barang yang jarang digunakan agar ruangan tetap rapi dan efisien.

3. Buat tata letak yang harmonis.

Peletakan furnitur yang harmonis menjadi kunci dalam konsep open space. Penataan yang kurang tepat dapat mengurangi keseimbangan ruangan. 

Dinding atau area kosong dapat dihiasi dengan lukisan atau ornamen sesuai kepribadian, namun hindari dekorasi berlebihan agar ruang tetap lapang dan akses antar area tidak terhambat.

4. Bangun sistem pencahayaan dan ventilasi yang optimal.

Untuk mengoptimalkan konsep terbuka, diperlukan pencahayaan dan ventilasi yang baik. Maksimalkan pemasangan jendela di ruang tamu untuk pencahayaan alami. Jika tidak memungkinkan, gunakan lower LED lamp untuk menciptakan kesan ruangan yang lebih tinggi dan lapang.

5. Tambahkan dekorasi yang personal dan modern

Tambahkan elemen dekoratif yang dapat memperkuat atmosfer ruangan. Contohnya, sentuhan dekorasi bernuansa Timur Tengah, seperti lampu gantung atau taplak meja bermotif khas Timur Tengah, dapat menciptakan suasana Ramadan yang hangat. Atau hiasan snowflake yang digantung di plafon dan kaca untuk menciptakan suasana Natal. (RR)

Baca Juga: Renovasi Rumah Tanpa Cemas dan Stres dari Mitraruma

Baca Juga: Layanan Desain Interior IKEA Buka Konsultasi Gratis di Momen Ramadan 2025 & Sediakan Cashback Jutaan Rupiah

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

APP Group bersama Produsen Tisu Toilet Terapkan Praktik Keberlanjutan untuk Memajukan Ekonomi Sirkular Australia

Ranahrumah.com – TREN | APP Group bersama produsen tisu toilet terapkan praktik keberlanjutan untuk memajukan Ekonomi Sirkular Australia.

Pemerintah Australia baru-baru ini memperkenalkan Kerangka Ekonomi Sirkular, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

Kerangka tersebut bertujuan untuk menggandakan sirkularitas negara tersebut pada tahun 2025, yang berpotensi menambah $26 miliar pada PDB pada tahun 2035 dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14%. Dengan keberlanjutan yang mendorong pertumbuhan bisnis, 67% perusahaan Australia melaporkan manfaat finansial dari strategi hijau mereka, menurut SAP.

Produk yang berkelanjutan mungkin memiliki biaya awal yang lebih tinggi, keuntungan jangka panjang, seperti peningkatan efisiensi, reputasi merek yang lebih kuat, dan peningkatan loyalitas pelanggan, lebih besar daripada investasi awal.

Hasilnya, lebih banyak bisnis yang memprioritaskan keberlanjutan, dengan 49% berencana untuk meningkatkan pengeluaran selama tiga tahun ke depan, naik dari 38% tahun lalu.

Baca Juga: Toilet Mandiri Jadi Rancangan Toilet Masa Depan, Apa Saja Keunggulannya?

Baca Juga: 7 Tips Etiket di Toilet, Sudah Tahu?

Baca Juga: 2 Produk Unggulan Pipa Vinilon Raih Sertifikat Green Label dari GPCI

Sejalan dengan momentum ini, APP Group, melalui kemitraan pasokan strategisnya dengan Sorbent, mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasinya di Australia, menanamkan praktik ramah lingkungan untuk mendukung ekonomi sirkular negara tersebut.”

“Di Sorbent, kami memahami bahwa tisu toilet merupakan kebutuhan dasar di Australia, dan kami berkomitmen untuk memastikan produk penting ini diproduksi secara berkelanjutan,” ungkap Steve Nicholson, Direktur ANZ untuk Sorbent Paper Company. “Kami bertujuan untuk mendukung Kerangka Ekonomi Sirkular baru dari pemerintah Australia dan membantu bisnis dalam mengadopsi praktik berkelanjutan juga.”

Keberlanjutan memainkan peran penting dalam cara Sorbent mengelola produksi produk mereka. Sorbent menggunakan serat dari perkebunan yang dikelola secara bertanggung jawab, di mana pohon yang tumbuh cepat memungkinkan mereka menggunakan lebih sedikit lahan sambil mempertahankan kualitas produk yang tinggi. Sorbent bersertifikat PEFC (Program untuk Pengesahan Sertifikasi Hutan), yang memastikan bahwa 100% bahan bakunya bersertifikat PEFC CoC atau bersumber secara bertanggung jawab sesuai dengan pedoman PEFC.

Sorbent secara aktif mendukung upaya keberlanjutan Australia dengan memprioritaskan sumber yang bertanggung jawab, produksi yang efisien, dan inovasi yang ramah lingkungan. Komitmen mereka mendorong kemajuan industri sambil memenuhi permintaan yang meningkat akan produk yang berkelanjutan.

Baca Juga: Showroom KOHLER Jakarta Garden City Inspirasikan Gracious Living Lewat Inovasi Produk Dapur dan Kamar Mandi

Baca Juga: Fortress Aluminos Pintu Kamar Mandi dari JBS Harga Rp1,5 Jutaan, Hadir di IndoBuildTech 2023

Baca Juga: Pemanas Air Listrik Instan Ariston Hadir dengan Panas yang Pas, Bikin Mandi Nyaman dan Aman

Tentang APP Group

APP adalah perusahaan pulp, kertas, dan kehutanan terkemuka yang berkantor pusat di Indonesia, yang memasok tisu, kemasan, dan kertas berkualitas tinggi ke lebih dari 150 negara. Dengan operasi di Indonesia dan Tiongkok, perusahaan ini memprioritaskan keberlanjutan, praktik etis, dan kesejahteraan karyawan, masyarakat, dan lingkungan. Visi Peta Jalan Keberlanjutan 2030 APP Group, yang selaras dengan prinsip-prinsip ESG, memandu upayanya dalam perlindungan lingkungan, dukungan masyarakat, pelestarian keanekaragaman hayati, dan netralitas karbon. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Rumah Hemat Energi di Lahan Memanjang ke Arah Barat, Desain dan Pilihan Material jadi Aspek Vital

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Rumah hemat energi di lahan memanjang ke arah barat, desain dan pilihan material jadi aspek vital. 

Ada lima hal yang diperhatikan oleh sang perancang, Hendra Kusuma, ketika merancang desain rumah yang berorientasi hemat energi. Pertama, melakukan efisiensi semaksimal mungkin pada lahan berbentuk memanjang yang menghadap ke arah barat. 

Kedua, blok bangunan sedikit digeser untuk mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan yang maksimal. 

Ketiga, memisahkan zona servis dan zona/area utama dengan tujuan memudahkan pengelolaan/sirkulasi air bersih dan air kotor dan mengefektifkan pembuangan limbah rumah tangga.

Keempat, diatasi bangunan yang bertujuan menciptakan bangunan yang lebih stabil dan memudahkan pengembangan rumah secara vertikal di kemudian hari.

Aspek terakhir  yang barangkali tidak pernah terpikirkan dalam cara berpikir awam (baca: bukan arsitek) adalah mengandaikan elemen-elemen rumah sebagai modul-modul. Modul-modul ini dibuat berkelipatan 60 cm sesuai dengan ukuran tubuh manusia serta ukuran-ukuran material bangunan pada umumnya.

Baca Juga: Inovasi Semen Merah Putih untuk Penuhi Kebutuhan Hunian Estetik dengan Konstruksi Ramah Lingkungan

Baca Juga: Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor

Rumah Hemat Energi – menggunakan baja sebagai kolom/struktur utama bangunan karena baja da[at digunakan ulang (reuse).

Rumah Hemat Energi dan Pilihan Material

Suka menonton tayangan film kartun animasi “Bob TheBuilder”? Tiga kata kunci yang dilakukan oleh Bob Si Pembangun adalah 3R: Reuse, Reduce, Recycle. Untuk itu, bangunan rumah ini menggunakan baja sebagai kolom/struktur utama bangunan. Pertimbangannya, material baja dapat digunakan ulang (reuse ), sedangkan bila digunakan beton sebagai kolom, ketika dilakukan renovasi beton akan menjadi sampah belaka.

Kayu dipilih sebagai material lantai. Begitu juga dengan furnitur-furnitur di dalamnya. Alasannya, kayu dapat didaur ulang (recycle ) menjadi material lain yang memiliki nilai kegunaan tertentu, untuk diolah menjadi plywood  misalnya.

Baca Juga: Built by Nature Luncurkan Penghargaan 2025 untuk Proyek dengan Konstruksi Kayu yang Bertanggung Jawab

Rumah Hemat Energi – Sistem pencahayaan alami yang memanfaatkan bukaan-bukaan didapat dengan penggunaan kaca pada beberapa sisi rumah.

Untuk mempercepat proses pengerjaan bangunan, setelah struktur/ kolom terbentuk, dipilihlah material-material fabrikasi. Beton precast  dipilih sebagai bahan pembentuk dinding luar, sedangkan dinding dalam bukan menggunakan tembok beton melainkan berupa panel-panel dari bahan gipsum

Sistem pencahayaan alami yang memanfaatkan bukaan-bukaan didapat dengan penggunaan kaca pada beberapa sisi rumah. Selain mempercepat proses pengerjaan bangunan—yang ujung- ujungnya membuat energi yang dikeluarkan untuk proses pembangunan rumah menjadi lebih rendah—material fabrikasi juga lebih menguntungkan karena dalam pembangunannya tidak banyak material yang terbuang.

Bandingkan misalnya bila menggunakan material semen, batu-bata dan pasir sebagai pembentuk dinding. Sisa-sisa material tersebut umumnya tidak dapat dimanfaatkan lagi ketika proses pembangunan selesai. 

Baca Juga: Aluminium Composite Panel (ACP) Material Tahan Air dan Api, Amankan Bangunan saat Hujan & Panas

Rumah Hemat Energi – Kayu dipilih sebagai material lantai karena kayu dapat didaur ulang.

Untuk atapnya, sang arsitek dari memilih bahan komposit aluminium karena material ini memberikan perlindungan yang cukup dan mampu menahan panas.

Yang tak kalah unik adalah penggunaan grass block  berongga sebagai pembentuk dinding. Umumnya, material ini digunakan sebagai material perkerasan di lahan terbuka. 

Menurut sang arsitek, grass block  memiliki bentuk yang unik dan menawarkan sirkulasi udara yang optimal bila digunakan sebagai material dinding.

Yang tak kalah menarik adalah bagaimana sang arsitek mengelola ruang-ruang yang dibutuhkan tanpa harus membuat bangunan menjadi menjulang secara vertikal, tetapi juga tidak kehilangan area-area terbuka pada lahan yang masih tersisa. 

Baca Juga: Green Design Renovasi Rumah Satu Lantai 21/60  m² Jadi Dua Lantai Plus Denah Ruang

Denah rumah hemat energi di lahan memanjang.

Di sini, bangunan “didudukkan” persis di tengah-tengah lebar lahan sehingga sisi kanan dan kirinya masih tersedia celah yang memungkinkan adanya aliran udara. Lalu, bangunan “dibelah” jadi dua persis di tengah dan kemudian memundurkan satu bagian sehingga terjadi perputaran udara yang lebih baik di dalam ruangan. (RR)

Baca Juga: Mengenal Beton Pracetak (Precast) Solusi Inovatif Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah

Baca Juga: Beton ReadyMix Berpori “QuaDrop” Ramah Lingkungan Percepat Penyerapan Air, Kurangi Genangan dan Risiko Banjir

Sumber: Pustaka Rumah – 22 Desain Rumah Hemat Rnergi.

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mendinginkan Ruang dengan Cerobong Ventilasi Bikin Rumah Hemat Listrik

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

Banyak solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan suhu di dalam rumah. Dengan suhu rumah yang rendah, pemakaian listrik untuk konsumsi AC bisa diminimalkan.

Konsep rumah hemat energi bisa diterjemahkan sebagai rumah yang pemakaian energinya efektif dan efisien.  Sumber energi yang dimaksud ini tak lain adalah energi listrik. Sebagai sumber energi, listrik dibutuhkan untuk menjalankan fungsi beberapa peranti elektronik.

Besarnya sumber energi listrik yang dipakai di rumah ini sebisa mungkin dihemat. Caranya adalah dengan mengatur dan memanfaatkan sumber alam untuk mengurangi pemakaian listrik untuk peranti seperti AC dan lampu. Aplikasinya jelas terlihat pada desain rumah itu sendiri.

Desain rumah hemat listrik memiliki ciri salah satunya membuat bukaan yang bisa mengalirkan udara masuk ke dalam rumah. Masalahnya, bukaan yang tidak tepat justu membuat udara tak bisa masuk. 

Baca Juga: Gerah Sepanjang Hari? Ini Syarat Bangunan yang Membuat Rumah Sejuk

Baca Juga: 6 Kunci Ciptakan Pengudaraan Optimal agar Rumah Bebas Pengap

Potongan – Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

V. Raditya Aji memberikan solusi untuk masalah ini. Desain yang dibuat Aji, menitikberatkan pada akses masuk udara dan cahaya. Salah satunya dengan membuat cerobong ventilasi yang berada di tengah bangunan.

Menurut Aji, cerobong ventilasi ini berfungsi untuk menangkap, menghisap, dan mengalirkan udara, baik dari luar maupun dari dalam bangunan. 

Udara dari luar dipaksa masuk melalui bukaan yang ada di semua sisi cerobong. Sedangkan udara panas yang ada di dalam bangunan dipaksa keluar untuk digantikan dengan udara baru.

Cerobong ventilasi juga didesain agar udara yang masuk bisa terdistribusikan hingga ruangan di lantai bawah. Karena itu, bentuk cerobong dibuat menyerupai void dari lantai bawah hingga lantai 2.

Bukaan yang ada di setiap sisi cerobong ventilasi menggunakan dua material yang berbeda. Sisi yang menghadap timur dan barat, menggunakan balok paving berlubang. Sedangkan sisi utara dan selatan memakai kaca nako. Dengan demikian, pergerakan keluar masuk udara bisa lebih maksimal.

Baca Juga: Meningkat Rumah 36 M2 di Lahan 72M2 Biaya Rp150 Jutaan dengan Memadukan Atap Genting dan Beton

Baca Juga: Peraturan Meningkat Rumah yang Harus Ditaati Biar Tak Kena Sanksi

Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

Rumah Hemat Energi: Mengolah Sinar Matahari

Pemakaian material yang berbeda pada kedua sisi cerobong ventilasi bertujuan agar intensitas sinar matahari yang masuk tidak terlalu besar. Maklum saja, arah bangunan menghadap barat. Bila semua sisi menggunakan kaca nako maka intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam cerobong ventilasi pada saat siang dan sore hari terlalu kuat. Hal ini membuat udara yang masuk menjadi panas. Untuk itu, pada sisi yang menghadap langsung matahari diberi balok paving.

Hal ini berbeda pada sisi bangunan yang menghadap ke timur. Cahaya pagi dimanfaatkan seoptimal mungkin agar bisa masuk dengan membuat bukaan dari kaca nako. Pemasangan kaca nako hanya pada ruangan di lantai satu yang menghadap ke timur. 

Baca Juga: Secondary Skin untuk Rumah, Kulit Kedua yang Bikin Estetik dan Hemat Listrik

Baca Juga: Menciptakan Suhu Nyaman di Rumah Tropis & Siasat Merespons Iklim

Mementingkan Kehidupan Sosial Masyarakat

Lokasi lahan rumah ini berada di permukiman yang padat penduduk. Di kanan, kiri, dan belakang terdapat rumah tetangga. Sedangkan pada bagian depan rumah terdapat jalan selebar 4 m dan di belakang lahan terdapat jalan selebar 2 m.

Dengan kondisi seperti ini mau tak mau desain yang dibuat harus bersifat universal dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Karena itu, Aji membuat desain dengan konsep terbuka. Artinya, akses untuk masuk ke dalam halaman rumah ada dua, di depan dan di belakang.

Selain itu, untuk memberikan kesan terbuka, Aji membuat pintu pagar ganda. Untuk pintu yang letaknya sejajar dengan pagar, bentuknya berupa pintu geser yang selalu dibuka. Hal ini bertujuan agar rumah tetap terlihat dari luar. Pintu baru ditutup ketika malam hari atau pada saat penghuninya berpergian semuanya. 

Sedangkan pintu kedua letaknya berada di belakang pintu pertama. Pintu yang berfungsi sebagai pengamanan dan selalu ditutup bila tak ada tamu ini bentuknya transparan. Dengan demikian, meski tertutup, bagian depan rumah seperti teras akan selalu terlihat dari luar.

Pengolahan tanah dan titik fondasi.
Denah tiap lantai – Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

Rumah Hemat Energi: Mengolah Material

Konsep hemat energi dalam desain ini juga terlihat dari pemakaian material. Konsep ini setidaknya terlihat bahwa material yang dipakai adalah material yang bersumber pada material yang bisa diperbaharui. 

Sebagai contoh material kayu seminimal mungkin tidak dipakai. Kayu hanya dipakai sebagai penutup lantai. Sebagai penggantinya, menggunakan bambu. Pelestarian bambu sebagai upaya penghematan energi dilakukannya dengan menanam kembali pohon bambu di sebelah kanan bangunan. Bambu-bambu yang ditanam ini juga bisa dipanen bila bagian dari rumah yang terbuat dari bambu ada yang rusak sehingga bisa langsung diperbaiki. (RR)

Baca Juga: Air Cooler Midea Ciptakan Udara Sejuk, Bersih, dan Sehat dengan Teknologi Negatif Ion, Harga Rp1 Jutaan

Sumber: Pustaka Rumah – 22 Desain Rumah Hemat Energi. 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Inspirasi Olahan Kayu Trembesi Gelondongan dan Batu Kali Bikin Ruang Unik dan Bernilai Seni

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Inspirasi olahan kayu trembesi gelondongan dan batu kali bikin ruang unik dan bernilai seni.

Dari bahan apakah biasanya meja dan kursi makan terbuat? Kayu, plastik, atau ada campuran metal? Tentunya meja dan kursi kayu bukanlah benda yang unik.

Biasanya untuk furnitur semacam ini, kayu diserut halus lalu di-finishing mengilap, atau diberi pelapis dengan motif yang indah.

Kayu Gelondongan

Meja dan kursi makan ini, juga terbuat dari kayu. Hanya pengolahanya yang sedikit unik.

Kayu yang digunakan adalah kayu gelondongan alias berupa kayu batangan yang utuh. Meja makannya terbuat dari kayu jati. Sedangkan kursinya dari kayu trembesi. Kayu-kayu ini sengaja dibuat bertekstur kasar sehingga terlihat rastik.

Kayu trembesi saat ini banyak digunakan untuk furnitur sebagai pengganti kayu jati yang harganya semakin tinggi. Kayu ini cukup kuat, juga memiliki serat menonjol dan indah.

Lampu downlight diletakkan di lempeng kayu yang dibentuk gelombang, dan digantung di atas meja.

Finishing untuk Furnitur Kayu Rastik

Untuk furnitur kayu jenis rastik, hindari finishing kayu yang mengilap karena akan mengurangi kealamian kayu.

Finishing jenis PU (Polyurethane), salah satunya. PU keluaran Propan Raya ini bisa jadi pilihan karena menonjolkan serat kayu sehingga terlihat alami. Finishing ini bebas formadehyde, sehingga tidak berbau pedas.

Salah satu bidang dinding ditempeli batu kali yang dipotong rata mesin.

Batu Kali

Masih menggunakan bahan-bahan alami, salah satu bidang dinding ruang makan ini dilapisi batu. Batu kali ini asalnya dari Tawangmangu, Jawa Tengah, yang dipotong dengan ukuran yang bervariasi.

Batu kali cukup sering diaplikasikan pada bangunan rumah tinggal. Biasanya yang dipakai adalah batu yang warnanya mendekati hitam dengan permukaan yang tidak rata dan ukuran besar-besar.

Di sini, batu kali dipotong rata mesin, sehingga permukaannya benar-benar rata, dan varian warna sengaja diacak sehingga menghasilkan tampilan yang unik. (RR)

Sumber: Serial Rumah; Lokasi Vila di Tawangmangu, Karanganyar; Desainer Paulus Mintaraga

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor

Ranahrumah.com – PRODUK | Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor.

Material alami dan aplikasi yang unik dari I-brick digunakan untuk membentuk kesan resor diinginkan di rumah ini. Kesan hangat, tenang, dan nyaman, dibangun melalui desain yang cermat dan pemilihan material yang tepat, salah satunya I-Brick ini.

Di rumah ini, bata I-brick disusun secara unik sebagai dinding pagar. Penyusunan seperti ini memungkinkan terciptanya rongga udara. Dengan adanya rongga ini, pergantian udara terjadi secara leluasa sehingga memberi kesejukan di area dalam rumah.

I-brick wall system terdiri 3 tiga komponen utama yakni bata beton interlock + hollow sebagai dinding (i-brick), adukan perekat antarbata (glue), dan adukan finishing plester sekaligus aci (acian tebal).

I-brick dibuat dari bahan dasar semen, pasir, aditif dan agregat dengan metode pamadatan dan vibrasi menggunakan mesin Hess.

Baca Juga: CONWOOD Material Dekoratif Pengganti Kayu Ramah Lingkungan Raih Sertifikasi EPD

Baca Juga: Mengenal 4 Pilihan Material Prefabrikasi untuk Dak Lantai dan Harganya: Ngedak Cepat, Hemat, & Ramah Lingkungan

Bata I-Brick kuat menahan beban horizontal, mudah dipasang, anti geser, bobot lebih ringan dibanding bata merah.

Kekuatan menahan gaya horizontal pada i-brick didukung oleh komponen interlocking yang mencegah terjadinya geser atau shear pada pemasangannya. Interlock juga membuat mudah dipasang dan akurat mengikuti jalurnya. Akibatnya, tebal rata-rata finishing-nya menjadi hanya 6mm—8 mm.

Fungsi lobang/hollow selain membuat i-brick—yang berdimensi 20 cm x 21 cm x 10cm—lebih ringan dibanding bata merah per m2-nya (1 i-brick= 4 bata merah + spasi) juga berfungsi sebagai jalur pipa secara horizontal, pereduksi suara, dan penahan suhu.

Material alami lainnya digunakan untuk mendampingi kehangatan I-Brick ini. Kayu bangkirai dipilih sebagai material penutup lantai. Warna dan serat alaminya sangat mendukung suasana resor yang ingin diciptakan.

Baca Juga: Ngedak Lebih Praktis dengan Material Dak Metal, Diekspos Pun Indah

Baca Juga: Mengenal Keraton Material Pelat Lantai untuk Ngedak Praktis & Tahan Gempa

Papan kayu disusun menyisakan celah kecil di antara satu dengan lainnya. Selain untuk menjaga pemuaian, juga memberi kesan seakan-akan lantai ini bermotif.

Bersantai di sore hari pun dapat dengan nyaman dilakukan di sini, baik dengan duduk “lesehan” di lantai kayu, ataupun menggunakan bangku teras sederhana yang praktis dipindah-pindahkan. (RR)

Baca Juga: Penerapan Arsitektur Hijau dan Eksplorasi Material Lokal Bikin Rumah Humble dan Hangat

Baca Juga: Mengenal Material Akustik untuk Bikin Audio Home Theatre Terdengar Natural

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom