Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 123

Industri Baja Indonesia Siap Pasok Pembangunan IKN

Ranahrumah.com – TREN | Industri baja Indonesia siap pasok pembangunan IKN.

Investor lokal dan asing saat ini berlomba-lomba untuk bergabung dalam proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Sebagian besar investor berminat pada lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN yang menyediakan seperempat dari 6.000 hektar untuk pembangunan. 

Presiden Direktur PT NS BlueScope Indonesia Lucky Lee berharap semua konstruksi infrastruktur di IKN dibangun dengan menggunakan baja nasional berkualitas. “Semakin masif pembangunan IKN, semakin tinggi juga kebutuhan produk baja dan penunjangnya. BlueScope siap menjadi pemasok baja berkualitas untuk memenuhi kebutuhan baja proyek-proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur,” kata Lucky.

Lucky menjelaskan bahwa BlueScope berkomitmen penuh untuk mendukung pembangunan IKN dengan memasok baja berkualitas tinggi. “Kami yakin dengan kolaborasi dari semua pihak, pembangunan IKN dapat berjalan dengan sukses dan menghasilkan kota yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga: 3 Inspirasi Desain Rumah Tropis Karya Arsitek Indonesia

Baca Juga: 3 Opsi Ciptakan Rumah Idaman: Bangun, Renovasi, atau Perbaiki Saja?

Semakin masif pembangunan IKN, semakin tinggi juga kebutuhan produk baja dan penunjangnya. Industri baja Indonesia siap pasok pembangunan IKN.

Sebelumnya, sebagaimana dikutip media, Tenaga Ahli Pimpinan Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Regional dan Daerah Mitra Otorita IKN Rusmin Lawin memberikan pendapat. Ia mengaku kewalahan karena banyak investor berebut lahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Berdasarkan data The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) tahun 2023, pembangunan IKN yang sedang berlangsung menghadirkan potensi baru bagi para produsen baja dalam meningkatkan penyerapan produksi baja dan dalam proses pembangunannya sampai tahap terakhir di tahun 2035 membutuhkan sekitar 9,5 juta ton baja.

Data IISIA juga merincikan asumsi kebutuhan baja per tahunnya, mulai dari tahap awal yang membutuhkan sekitar 500 hingga 700 ribu ton baja dan meningkat pada tahap pembangunan selanjutnya di atas satu juta ton.

Demi mendukung realisasi permintaan baja dalam pembangunan IKN tersebut, IISIA bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Selain itu, IISIA juga mendorong pemerintah agar terus menggunakan baja yang diproduksi dalam negeri untuk mendukung pembangunan IKN, sehingga mampu memenuhi permintaan baja dalam negeri.

Baca Juga: Mengenal Keraton Material Pelat Lantai untuk Ngedak Praktis & Tahan Gempa

Baca Juga: Cara Mengganti Genting Tanpa Membongkar yang Lama

Penyerapan produksi baja dalam proses pembangunan IKN sampai tahap terakhir di tahun 2035 membutuhkan sekitar 9,5 juta ton baja. Industri baja Indonesia siap pasok pembangunan IKN..

Sementara itu, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mengimbau pemerintah untuk melibatkan dan memberdayakan pengusaha kecil serta kontraktor lokal dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Mantan Badan Pimpinan Pusat (BPP) Gapensi periode 2019-2024 Iskandar Z Hartawi mengimbau pemerintah agar memberdayakan pengusaha-pengusaha kecil di IKN tersebut saat berbicara pada Musyawarah Nasional (Munas) XV yang diselenggarakan di Jakarta. 

Baca Juga: Rumah Tumbuh, Cara Wujudkan Hunian Impian meski Dana Belum Cukup Sepenuhnya

Baca Juga: Pintu Baja JBS Fortress Smart Lock Teknologi AI Beri Keamanan Ekstra

BlueScope Indonesia berkomitmen untuk menyediakan baja berkualitas tinggi yang memenuhi standar konstruksi modern dan berkelanjutan. “Kami siap menjadi mitra terpercaya pemerintah dalam mewujudkan IKN sebagai kota masa depan yang ramah lingkungan dan tahan gempa,” tambah Lucky.

Baca Juga: BlueScope Indonesia dan CWT Dukung Revolusi Industri Baja Nasional

Baca Juga: 14 Jenis Tukang dan Keahliannya, Kenali sebelum Memilih!

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)

5 Pilihan Kayu untuk Pagar, Ini Kelebihan dan Kekurangannya!

Ranahrumah.com – EKSTERIOR | 5 pilihan material kayu untuk pagar, kelebihan dan kekurangannya

Selain terlihat alami tampilannya, pagar kayu memiliki visual yang unik. Berikut 4 pilihan jenis kayu yang cocok digunakan untuk pagar.

1. Kayu Jati

Yang paling terkenal dari 5 pilihan kayu untuk pagar adalah kayu jati. Kayu jati dikenal mahal. Ya, untuk dapat menebang pohonnya saja harus menunggu sampai puluhan tahun agar kayu yang didapat merupakan jati ideal.

Kelebihan dari kayu jati adalah memiliki pori dan serat  yang amat rapat/padat, sehingga daya tahannya kuat dan cukup panjang umur.

Kayu jati juga tidak mudah berubah oleh perubahan cuaca (seperti melengkung atau melintir), tidak mudah keropos, dan tidak dimakan rayap.

Dengan pori lebih rapat dan halus, material ini tidak mudah menyerap air dari luar yang dapat mengakibatkan kerusakan. Namun kerapatan pori ini jugalah yang menjadikannya memiliki bobot lebih berat.

Saat digunakan sebagai bahan pagar, kayu jati bisa digunakan pada banyak bagian, misalnya tiang penyangga, daun pintu, atau sebagai pelengkap dari kombinasi material lain. Bahkan akar dan kulit kayu jati pun bisa dimanfaatkan sebagai elemen yang sangat artistik.

Baca Juga: Cara Hadirkan Suasana Hangat & Romantis dengan Gaya Farmhouse

Baca Juga: Conwood Beyond, Tak Perlu Dicat Lagi dan Sangat Mudah Dipasang

2. Kayu Kelapa

Kayu kelapa tergolong unik. Jika dilihat uratnya secara melintang, kayu ini memiliki bentuk seperti titik-titik.

Keunikan lain adalah rayap tidak menyukai sehingga ini dapat memperpanjang masa pakainya.

Kayu kelapa mudah ditemui dengan harganya relatif murah, mengingat banyaknya penanaman kelapa, selain karena masa tanam yang cukup singkat.

Namun kebutuhan akan bidang kayu yang lebar tampaknya tidak bisa terpenuhi dengan material ini, karena kayu kelapa hanya bisa diproses menjadi balok atau lembaran selebar papan saja, selain bentuk pilar.

Dari ketahanannya, kayu kelapa tergolong memiliki masa pakai yang cukup lama (berkisar 10 – 20 tahun).

Material ini juga kokoh untuk menahan beban yang cukup berat sebagai tiang penyangga.

Seperti halnya jenis kayu yang memiliki pori banyak, kayu kelapa cukup rentan akan gangguan alam. Walaupun tidak diserang rayap, kayu kelapa tetap bisa keropos karena perubahan cuaca.  Ini dapat diantisipasi jika material ini diberi lapisan pelindung yang baik.

Baca Juga: 4 Elemen Penting untuk Merancang Desain Interior Natural

Baca Juga; Menciptakan Hunian yang Lebih Berkelanjutan dengan Rumah Pintar

3. Kayu Mahoni

Kayu ini terbilang kayu cantik, berkat urat kayunya yang anggun. Karena itulah kayu mahoni tidak tergolong sebagai material konstruksi. Untuk keperluan-keperluan seperti pelapis atau aksesoris, kayu ini memang sangat cocok.

Jika menyangkut daya tahan dan kekuatan, kayu mahoni sangat rentan terhadap rayap serta perubahan cuaca. Agar kayu ini lebih awet, diperlukan perlakuan khusus, misalnya dengan proses pelapisan, penjemuran, atau pengaturan kelembapan di sekitar material ini.

Baca Juga: Hunian Urban dengan Gaya Resor di Permukiman Padat

Baca Juga: 3 Inspirasi Desain Rumah Tropis Karya Arsitek Indonesia

4. Kayu Besi

Memiliki nama “Kayu Besi” karena warna kayu ini seperti besi. Warna hitam legam ini tidak dimiliki oleh jenis kayu lainnya yang cenderung cokelat.

Kayu jenis ini unumnya digunakan sebagai bahan penyangga jembatan di atas sungai, karena kayu besi memiliki daya topang yang kuat serta ketahanan yang luar biasa terhadap air sehingga tidak lapuk jika terendam lama dalam air sekalipun.

5. Kayu Kamper

Kayu kamper memiliki banyak kemiripan karakter dengan kayu jati, walaupun kelasnya berada di bawah kayu jati.

Yang menjadikannya khas adalah baunya yang memang menyerupai kamper, sehingga membuatnya dijauhi rayap.

Selain bobotnya lebih ringan, harga kayu kamper pun lebih murah.

Kayu ini memang lebih rentan terhadap kondisi cuaca yang bisa mengakibatkan pengeroposan. Karena itu, sebaiknya dilakukan tindakan preventif agar dapat memperpanjang usia kayu, misalnya dengan antirayap, cat, atau pelitur.

Baca Juga; Mengenal Material Pelapis Sintetis: Tren Terkini dan Plus Minusnya

Baca Juga: Panel dan Partisi dari Gipsum Rapi & Praktis, Tips Memasangnya

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)

Hunian Urban dengan Gaya Resor di Permukiman Padat

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Hunian urban dengan gaya resor di permukiman padat.

Berada di daerah Cipete, Jakarta Selatan, hunian ini berdiri di tengah permukiman padat yang tidak merata. Hunian di permukiman padat dengan akses jalan sempit dan kemacetan lalu lintas kerap melanda kawasan ini dari pagi hingga sore seusai jam kantor. Masalah ini menjadi perhatian penting penghuni di sana, terutama sang klien.

Peran Cosmas D. Gozali, sang arsitek, adalah mewujudkan desain arsitektur urban resort yang mampu mengatasi persoalan yang sangat kompleks ini, baik yang timbul dari lingkungan maupun penggunanya.

Baca Juga: SAWDUST Usung Tren Baru “Quiet Luxury” Kaum Urban Masa Kini

Baca Juga: Lampu Philips WiZ Ubah Suasana Ruang dalam Sekejap di Rumah Pintar

“Arsitektur tak hanya bicara keindahan semata namun juga kesesuaian.” – Cosmas D. Gozali

Permasalahan itu tak memupus idealisme Cosmas dalam karya yang ia beri nama SK Residence–sebuah nama yang diambil dari singkatan nama pemilik rumah. Justru, permasalahan di tengah kota yang sangat kompleks inilah yang ia jadikan solusi pada konsepnya, dengan tema urban dan resort style.

Menurut Cosmas, perwujudan urban merupakan reaksi jalan yang sempit di permukiman padat di perkotaan. Sedangkan resort style lahir karena kondisi site memiliki view yang indah dengan tanah berkontur ke arah belakang dan pepohonan lebat. “Seperti berada di tepi tebing,” kata Cosmas.

Dua tema inilah yang menjadi konsep utama hunian urban SK Residence. Urban Resort House ini menggabungkan unsur alam dan kehidupan perkotaan yang memiliki diferensiasi bertolak belakang. Penggabungan dua unsur ini justru terasa lengkap serta saling mendukung pada rumah kontemporer dengan nafas budaya Indonesia.

Baca Juga: Solusi Dapur Ideal Masa Kini untuk Kaum Urban di Bosch Home Experience Center IDD PIK 2

Baca Juga: Sharp Rilis Purefit Mini-Series Kover Area 30 M2, Solusi Indoor Polution untuk Rumah Mungil

Lampu LED Grow Light untuk Pertumbuhan Tanaman Indoor Gantikan Peran Matahari

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Lampu LED Grow Light untuk pertumbuhan tanaman indoor gantikan peran matahari.

Sinar matahari menjadi kebutuhan utama tanaman. Namun, jika tempat tinggalmu tak memungkinkan kamu mendapat sinar, bukan berarti kamu tak bisa memulai menanam tanaman. 

Seperangkat lampu LED khusus ini dapat membantu pertumbuhan tanaman dalam ruangan. Yaitu dengan lampu pertumbuhan atau grow light. 

Melansir Garderner (28/02/2021), lampu pertumbuhan atau grow light ideal untuk memulai benih karena membantu memastikan bibit yang kekar dan hijau. 

Lampu ini juga biasa digunakan oleh beberapa negara yang ingin menanam di musim dingin yang minim cahaya matahari. 

Baca Juga: Lampu Philips LED Downlight Makin Ngetren dan Banyak Pilihannya

Baca Juga: Tips Memanfaatkan Lampu untuk Membuat dan Menampilkan Karya Seni Lukis

Cara Kerja Lampu LED Grow Light untuk Pertumbuhan Tanaman Indoor Gantikan Peran Matahari

Sinar matahari mengandung spektrum cahaya yang lengkap termasuk semua warna pelangi, yakni merah, kuning sampai biru dan ungu. 

Seperti tanaman yang tumbuh di luar ruangan di bawah sinar matahari, tanaman dalam ruangan tumbuh paling baik di bawah lampu spektrum penuh, yang menghasilkan keseimbangan cahaya dingin dan hangat yang mereplikasi spektrum matahari alami. 

Cahaya ini bisa dihasilkan oleh lampu pertumbuhan LED ini dengan sangat baik untuk pembibitan serta tanaman hias, tanaman herba dan tanaman lainnya. 

Baca Juga: 5 Langkah Membuat Kolam Ikan Sederhana di Halaman Rumah

Kelebihan Lampu LED Dibanding Fluorescent? 

Mengapa LED dan bukan Fluorescent? Ini alasannya.

  • Lebih ramah lingkungan dan dompet. Sebenarnya, kedua jenis lampu ini menghasilkan cahaya spektrum penuh. Namun, LED lebih baik untuk lingkungan dan dompet, karena lebih murah. LED hemat energi, ekonomis, dan efektif untuk secara khusus memenuhi kebutuhan tanaman akan sinar matahari. 
  • Spektrum cahayanya penuh. Lampu LED ini memberikan cahaya cerah berspektrum penuh yang diinginkan tanaman, dengan tambahan cahaya biru untuk merangsang pertumbuhan akar yang lebih kuat, meningkatkan fotosintesis, dan memastikan pertumbuhan puncak. Bibit tanaman (tanaman hias dan tanaman indoor atau tanaman dalam ruang) pun akan tumbuh lebih sehat dan kuat. Biasanya, lampu LED khusus pertumbuhan sudah dikalibrasi untuk menumbuhkan tanaman di dalam ruangan. 
  • LED sangat efisien. LED juga hemat listrik dan bertahan lima kali lebih lama dari lampu neon. Lampu ini juga ramah lingkungan. 
  • LED bebas merkuri tidak akan pecah seperti kaca, jadi lebih sedikit yang berakhir di tempat pembuangan sampah.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Keseimbangan Yin dan Yang pada Taman

Intensitas yang tepat. Intensitas cahaya yang diterima tanaman ditentukan oleh kecerahan bohlam dan seberapa dekat tanaman dengan sumber cahaya. 

Jenis tanaman juga memengaruhi dalam menentukan kebutuhannya akan intensitas cahaya. Biasanya, tanaman yang berasal dari hutan tropis atau hutan teduh tidak membutuhkan cahaya sebanyak tanaman yang berevolusi di iklim kering dan cerah, seperti Mediterania atau Meksiko selatan. 

Beberapa tanaman hias berbunga, seperti violet Afrika dan begonia, senang berada 25-30 cm dari sumber cahaya. Tanaman dedaunan, seperti ivy atau philodendron, dapat ditempatkan sejauh 90 cm dari sumber cahaya.   

Tetapi banyak tanaman berbunga, seperti anggrek, gardenia dan jeruk, serta kebanyakan tanaman sayuran, membutuhkan intensitas cahaya yang jauh lebih tinggi untuk berbunga dan menghasilkan buah. 

Baca Juga: 3 Model Taman dalam Wadah Penghias Ruang Utama di Rumah

Kolaborasi Signify dan Mercedes-AMG PETRONAS F1, Dorong Inovasi Berkelanjutan di Dalam dan Luar Lintasan

0

Ranahrumah.com – TREN [Eindhoven, Belanda] | Kolaborasi Signify dan Mercedes-AMG PETRONAS F1, dorong inovasi berkelanjutan di dalam dan luar lintasan.

Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, hari ini mengumumkan kolaborasi terbaru dengan Mercedes-AMG PETRONAS F1 (Formula 1) Team.

Dipertemukan oleh semangat yang sama terhadap inovasi teknologi dan aspek keberlanjutan, kemitraan ini akan mendorong visi menjadi tim olahraga profesional paling berkelanjutan di dunia.

Eric Rondolat, CEO, Signify, mengatakan “Kami bangga dapat berkolaborasi dengan Mercedes-AMG PETRONAS F1, tim yang bertekad untuk menjadi yang terdepan, baik di dalam maupun di luar lintasan. Kami mengusung spirit yang sama di bidang inovasi yang bertanggung jawab untuk mendorong kemajuan di industri kami, bahkan lintas sektoral.”

Baca Juga: Lampu Philips LED Downlight Makin Ngetren dan Banyak Pilihannya

“Komitmen bersama kami untuk menjalankan praktik-praktik yang bertanggung jawab akan membantu kami mengembangkan teknologi baru yang transformatif, disruptif, serta mengangkat kinerja yang bermanfaat bagi kepentingan bumi dan setiap insan di dalamnya.”

Eric Rondolat pun mengungkapkan kegembiraannya berkesempatanmendukung Mercedes-AMG PETRONAS F1 mencapai kemenangan dengan menyediakan inovasi pencahayaan yang berpusat pada manusia dan mampu meningkatkan kinerja tim. “Kami merasa bangga dapat mengasosiasikan brand kami dengan salah satu tim yang terkuat di dunia untuk memberikan pengalaman balap yang tak terlupakan bagi para penggemar, baik yang berada di sirkuit maupun yang menonton dan main game di rumah. Seiring dengan berbagai kolaborasi yang telah berjalan, saya antusias untuk melihat kemitraan ini berkembang,” ujarnya.

Toto Wolff, Team Principal dan CEO, Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team, mengatakan“Inovasi dan performa adalah inti dari semua upaya yang kami lakukan. Kami juga sadar akan tanggung jawab sosial kami yang lebih luas, sehingga aspek keberlanjutan menjadi bagian tak terpisahkan dalam setiap tindakan kami.

Baca Juga: Menciptakan Kamar Anak Idaman dengan Lampu LED Pintar Terkoneksi

Dikatakannya, bermitra dengan Signify menjadi langkah menarik dalam membantu kemajuan team di kedua bidang tersebut.

“Teknologi pencahayaan terdepan di dunia yang mereka  miliki telah mendukung sejumlah ajang balapan di malam hari dan komitmen terdepan mereka terhadap aksi iklim sangat menginspirasi. Kami optimis untuk bekerja bersama dan membangun sinergi dalam hal ini, yang memampukan kami untuk menjadi tim olahraga paling berkelanjutan di dunia.

Kami juga percaya bahwa well-being terkait erat dengan performa. Teknologi dan inovasi pencahayaan Signify akan memastikan kondisi yang optimal bagi seluruh anggota tim, dan kami antusias untuk menjelajahi bagaimana kami dapat mengoptimalkan peluang kolaborasi ini lebih lanjut.”

Baca Juga: Signify Gandeng Lighting Designer Percantik Waterfront Marina Labuan Bajo

Richard Sanders, Chief Commercial Officer, Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team, menambahkan,“Kami senang menyambut Signify ke dalam keluarga kemitraan kami. Suatu kehormatan tentunya untuk dapat berkolaborasi dengan berbagai perusahaan paling inovatif di dunia, seperti yang sudah kami lakukan selama ini. Maka dari itu, fantastis rasanya bisa menambahkan Signify ke dalam ekosistem mitra kelas dunia kami. Kami bersemangat dapat berkolaborasi dengan Signify melalui teknologi inovatif dan komitmen mereka terhadap keberlanjutan. Bersama-sama, kami yakin akan menciptakan kemitraan dengan dampak yang bermakna dan legacy jangka panjang.”

Kolaborasi Signify dan Mercedes-AMG PETRONAS F1. Signify dan Mercedes-AMG PETRONAS F1 berkomitmen terhadap inovasi bertanggung jawab, yang didasari pada keyakinan bersama bahwa kinerja tak selayaknya menghalalkan segala cara dan keberlanjutan tidak perlu mengorbankan kinerja.

Seiring dengan kemajuan kedua tim dalam mendorong transformasi di industri masing-masing, inovasi yang bertanggung jawab akan meningkatkan kinerja dan menciptakan hasil yang berkelanjutan.

Tanggung Jawab Lingkungan

Signify telah memimpin transformasi dan dekarbonisasi di sektor pencahayaan, dan baru-baru ini mengumumkan Climate Transition Plan 2040 yang menetapkan visinya untuk mencapai net zeropada 2040.

Perusahaan telah mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh rantai nilai hingga 50% sejak 2019 dan terus mengadvokasi efisiensi energi serta percepatan transisi energi.

Dengan kemitraan baru ini, Signify berkomitmen akan berbagi pengetahuan dan keahlian perusahaan untuk mendukung Mercedes-AMG PETRONAS F1 Team dalam mengembangkan Climate Transition Plan.

Baca Juga: Signify Raih Skor Tertinggi S&P 2022 dalam Penerapan Keberlanjutan

Well-being dan Kinerja

Untuk memenangi Formula One, seluruh anggota tim harus menampilkan potensi terbaik mereka di setiap waktu.

Inovasi pencahayaan Signify akan meningkatkan upaya tim dalam menciptakan kondisi optimal yang membantu pembalap, teknisi, dan anggota lain untuk melihat, merasa, dan berkinerja sebaik mungkin.

NatureConnect, Eye Comfort, dan teknologi lain akan menghadirkan kekuatan cahaya siang hari di dalam ruangan untuk membantu konsentrasi dengan pencahayaan yang nyaman di mata dan mendukung ritme alami tubuh serta kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan jadwal global yang menantang.

Pengalaman yang Tak Terlupakan

Pencahayaan Signify yang menyinari sirkuit di Singapura dan Las Vegas untuk gelaran balapan di malam hari memastikan bahwa ajang balap tercepat di muka bumi ini diterangi dengan sempurna.

Dan bagi penonton yang tidak berada di sirkuit, Signify menghadirkan surround lighting yang immersive untuk menciptakan pengalaman menonton TV hingga bermain game yang membuat para penggemar di rumah merasa seakan berada langsung di tengah-tengah arena.

Baca Juga: Ajakan Signify untuk Green Switch – Beralih ke Pencahayaan Hijau

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)

ONE GLOBAL CAPITAL Akuisisi The Grand Shopping Center di Eastlakes North dari CROWN GROUP, Iwan Sunito Siapkan Nama Baru

Ranahrumah.com – PROFIL | ONE GLOBAL CAPITAL Akuisisi The Grand Shopping Center di Eastlakes North dari CROWN GROUP, Iwan Sunito Siapkan Nama Baru

Setelah menyelesaikan pengambilalihan One Global Resorts dan Conference Centre senilai Rp1,3 triliun, One Global Capital, perusahaan pengembang properti milik Iwan Sunito, melanjutkan pembelian besar-besaran untuk mengamankan The Grand, shopping centre milik Crown Group yang berada di kawasan Eastlakes, sebelah Timur Sydney seharga Rp215 miliar dengan imbal hasil 7%.

Akuisisi The Grand Shopping Centre di Eastlakes North Sydney ini masih terikat kontrak dengan penyelesaian akuisisi yang diharapkan terjadi pada Agustus 2024.

The Grand Shopping Centre digadang mampu menumbuhkan basis aset recurring income (pendapatan berulang) bagi perusahaan. Pihak One Global Capital pun berharap akan ada proses akuisisi  lagi yang bisa dilakukan dalam beberapa bulan ke depan.

Komisaris dan CEO One Global Capital, Iwan Sunito mengungkapkan, akuisisi kali ini akan menjadikan nilai aset investasi One Global Capital mencapai lebih dari Rp10 triliun.

“Kami berada pada tahap awal fase pertumbuhan perusahaan. Selain The Grand, One Global Capital sedang dalam Exclusive Due Dilligent untuk membeli satu gedung perkantoran di kota Sydney sebesar Rp4,4 triliun untuk proyek kami ke depan. Saya sangat senang dengan akuisisi strategis yang telah kami lakukan dalam satu tahun terakhir,” tuturnya.

Baca Juga: Iwan Sunito Jadi Pemilik Tunggal SKYE SUITES dan ONE GLOBAL CONFERENCE CENTRE di Green Square

Kampanye LG Ajak Selfie “Finger Heart” di Social Media Sebarkan Optimisme “Life’s Good”

Ranahrumah.com – TREN | Kampanye LG Ajak Selfie “Finger Heart” di Social Media sebarkan optimisme “Life’s Good

LG Electronics meluncurkan kampanye global yang mendorong orang menyebarkan optimisme via feed di social media.

Bahkan lebih dari itu, hanya butuh tiga minggu bagi kampanye konten ini untuk meraih 1,2 milyar views

Kampanye ini mewajibkan setiap peserta melakukan posting momen optimis dan selfie sembari menyilangkan ibu jari dan telunjuk membentuk gestur hati atau dikenal ‘finger heart‘. Melengkapinya, setiap post disertai hashtag #Lifesgood and #Optimismyourfeed.

Kampanye ini dikatakan menjadi bagian dari upaya LG dalam menyebarkan pesan besar mereknya, Life’s Good. “LG sangat berkomitmen dalam mempromosikan janji yang terkandung dalam mereknya, Life’s Good. Kampanye melalui social media ini dibuat untuk menyebarkan makna Life’s Good ini pada semakin banyak orang,” ujar Kim Hyo-eun, Vice President dan Head of LG Brand Management Division.

Baca Juga: LG Life’s Good Experience Zone, Inspirasikan Interior Cantik Disandingkan dengan Elektronik Inovatif

“Kami meyakini adanya kekuatan nyata untuk hidup dengan sikap lebih optimis. Untuk itulah kampanye social media ini dibuat. Memberi peluang kepada masyarakat luas untuk menginspirasi orang lain melalui menyebarkan berbagai kegiatan positif, secara virtual maupun di dunia nyata,” katanya lagi.

Lebih lanjut ia menyatakan, tantangan global di social media ini merupakan bagian dari kampanye besar LG “Optimism Your Feed”. Menjadi sebuah rangkaian, LG sebelumnya telah meluncurkan playlist LG Optimism Your Feed. Berisikan berbagai konten original, ketika berinteraksi dengannya, akan menyediakan konten yang mendorong optimisme pada feed di social media penggunanya.

Baca Juga: Kampanyekan Life’s Good di Bangunan Ikonik Dunia, LG Ajak Hidup Optimis!

PERDOSNI dan Pfizer Indonesia Ajak Masyarakat Ambil Kendali Atasi Migrain, Begini Caranya!

Ranahrumah.com – KESEHATAN | PERDOSNI dan Pfizer Indonesia ajak masyarakat ambil kendali atasi migrain.

Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) didukung PT Pfizer Indonesia menggelar Acara Puncak Bulan Kesadaran Migrain dengan diskusi edukatif bertajuk “Ambil Kendali, Atasi Migrain” pada 3 Juli 2024.

Acara edukatif ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya mengatasi migrain guna mencegah risiko kesehatan yang serius dan mendorong tatalaksana migrain sebagai upaya perlindungan bagi penyandang migrain.
 
Migrain adalah nyeri pada satu sisi kepala yang terasa berdenyut dan bukan suatu penyakit biasa.

Baca Juga: Migrain Bukan Nyeri Kepala Biasa, Jangan Sepelekan hingga Jadi Kronis

Profil Penyandang Migrain

Berdasarkan studi Global Burden of Disease 2019, migrain menempati urutan nomor dua sebagai penyakit penyebab disabilitas tertinggi di dunia baik bagi pria maupun wanita.

Migrain merupakan nyeri kepala yang paling sering menimbulkan disabilitas yang signifikan. Studi menunjukkan setidaknya lebih dari 1 miliar orang di dunia setidaknya pernah mengalami satu kali episode migrain dalam hidupnya, dan sekitar 148 juta orang di antaranya jatuh pada kondisi migrain kronik.2.

PERDOSNI dan Pfizer Indonesia ajak masyarakat ambil kendali atasi migrain. Ketua Pokja Nyeri Kepala PERDOSNI dr. Devi Ariani Sudibyo, Sp.N(K) dalam paparannya yang bertajuk “Lanskap dan Diagnosis Migrain di Indonesia” menjelaskan bahwa migrain diderita lebih dari 1 miliar orang di dunia. Angka insiden migrain secara global berkisar pada 8.1 per 1000 orang per tahun. Ptofil penyandang migrain, lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria dengan rasio 3:1. Di Indonesia, prevalensi migrain berkisar antara 11.000 – 12.000 per 100.000 jiwa.

Selain itu, migrain juga dipengaruhi faktor genetik, terutama pada jenis migrain dengan aura. Sebanyak 25% dari penderita migrain akan mengalami 4 hari atau lebih (per bulan) serangan migrain dengan skala nyeri berat, 35% hanya mengalami nyeri berat selama 3 hari, sedangkan 40% sisanya 1 hari setiap bulan.

Baca Juga: MITOS tentang MIGRAIN dan FAKTA-nya, Dampaknya pada Produktivitas Kerja

Migrain lebih banyak diderita oleh wanita dibandingkan pria dengan rasio 3:1. (Olustrasi Foto: Pexels)

Migrain juga terkait dengan risiko stroke, gangguan psikiatri serta disabilitas.  “Prevalensi migrain dalam 1 tahun meningkat seiring usia antara laki-laki dan perempuan, mencapai maksimal usia 35-45 tahun. Prevalensi meningkat pada kelompok masyarakat dengan pendapatan rendah,” jelas dr. Devi.

Dalam sambutannya, dr. Amarudin selaku Direktorat Bina Kelembagaan K3 Kementerian Ketenagakerjaan RI  menyampaikan, “Kami sangat mendukung upaya perlindungan kesehatan tenaga kerja yang menyandang migrain. Undang-Undang Ketenagakerjaan telah merumuskan bahwa setiap perusahaan wajib menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi dengan sistem manajemen perusahaan, sehingga produktivitas kerja dapat terus terjaga dan terwujud.”

Plh. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan RI, dr. Theresia Sandra Dian Ratih, MHA memandang pentingnya promosi edukatif bagi masyarakat agar lebih memahami migrain. “Dengan memahami migrain, mereka yang mempunyai gejala migrain segera melaksanakan deteksi dini migrain. Pada saat yang bersamaan, tatalaksana layanan primer terkait migrain juga perlu ditingkatkan agar migrain dapat ditangani lebih lanjut secara tuntas,” ujar dr. Theresia Sandra Dian Ratih.

Dalam diskusi bertajuk “Tatalaksana Migrain Komprehensif dan Terkini”, dr. Isti Suharjanti, Sp.N(K) dari PERDOSNI menjelaskan bahwa migrain adalah kondisi yang seringkali disalahpahami dan dapat berdampak signifikan pada semua aspek kehidupan, termasuk kemampuan untuk bekerja, hubungan sosial, dan kesehatan mental. “Oleh sebab itu, sangatlah penting bagi penyandang migrain mengembangkan strategi sesuai kondisinya untuk mencegah migrain atau mengelola gejala secara lebih baik saat serangan muncul,” jelas dr. Isti Suharjanti.

Baca Juga: Atasi Polusi Udara Mulai dari Rumah, Kenali 6 Pemicu & Sumbernya!

Para narasumber dan pendukung acara puncak Bulan Kesadaran Migrain, PERDOSNI dan Pfizer Indonesia ajak masyarakat ambil kendali atasi migrain. Acara digelar pada Rabu 3 Juli 2024 di Jakarta.

PERDOSNI dan Pfizer Indonesia Ajak Masyarakat Ambil Kendali Atasi Migrain dengan Mengenali Pemicu Migrain

Pemicu migrain dapat diakibatkan antara lain oleh perubahan hormonal, stres, konsumsi makanan tertentu (seperti keju, alkohol, kafein), pola makan dan istirahat tidak teratur, bau yang menyengat, cahaya terang, konsumsi terlalu banyak obat, dll.  Saat mengalami serangan, ada dua pilihan pengobatan yang dapat dibagi menjadi dua kategori. “Ada pengobatan untuk menghentikan rasa sakit dan pengobatan untuk mencegah serangan migrain dengan menghentikan sinyal rasa sakit dan pembengkakan pembuluh darah,” ungkap dr. Isti Suharjanti.

Dalam berbagi pengalaman sebagai pejuang migrain, Prof. DR. dr. Hasan Sjahrir, Sp.N(K) menjelaskan beberapa strategi mencegah serangan migrain yang dapat dilakukan sesuai situasi dan kondisi penyandang migrain, seperti mencatat kapan saat migrain terjadi, minum lebih banyak air, memperhatikan pemilihan makanan, melakukan teknik manajemen stres, memperhatikan cuaca, makan dan istirahat dengan jadwal reguler. “Ini merupakan salah satu upaya untuk mengambil kendali dalam mengatasi migrain,” jelas Prof. Hasan Sjahrir.

Baca Juga: 5 Bahan Beracun Berbahaya Penyebab Indoor Pollution, Waspadai!

Menanggapi kondisi migrain yang banyak menyerang kaum wanita, Ketua Umum DPD  Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) DKI Jakarta, Endah Ansoroedin, menekankan pentingnya membangun lingkungan yang mendukung pekerja wanita dengan migrain. “DPD IWAPI DKI Jakarta memandang pentingnya penanganan migrain secara seksama, sebab pekerja maupun pengusaha wanita yang terkena migrain akan mengganggu performa kerjanya. Otomatis, jika para pekerja maupun pengusaha sehat, maka kinerja dan produktivitas akan meningkat sehingga baik bagi usaha dan perekonomian,” kata Endah Ansoroeddin.  

Senior Manager Global Policy and Public Affairs Pfizer Indonesia, Khoirul Amin turut menyampaikan, “Pfizer berharap dengan rangkaian kegiatan promotif selama Bulan Kesadaran Migrain dapat terjadi peningkatan pemahaman dan kepedulian mengenai migrain oleh berbagai komunitas dalam masyarakat umum. Kegiatan promotif ini tidak hanya ditujukan pada para penyandang migrain, tetapi juga keluarga, sahabat, rekan kerja, tempat bekerja, dan praktisi kesehatan”.

Dalam puncak acara pada penutupan kegiatan Bulan Kesadaran Migrain, Ketua PERDOSNI, Dr. dr. Dodik Tugasworo P, Sp.N. Subsp.NIOO(K), MH menyampaikan harapannya akan meningkatnya kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini migrain, peningkatan pemahaman tentang pelaksanaan deteksi dini dan tatalaksana migrain di tingkat layanan primer, maupun fasilitas kesehatan rujukan termasuk ketersediaan obat, serta terbentuknya “Komunitas Peduli Migrain” di Indonesia.  

Baca Juga: Cara Cegah Stres dan Depresi karena Pekerjaan dengan Self-Reward

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom