Wednesday, July 1, 2026
Home Blog Page 77

Konsep Rumah Open Space Makin Ngetren Saja, Ini Tips Penerapannya!

Ranahrumah.com – INSPIRASI – INTERIOR | Konsep rumah Open Space makin ngetren saja, ini tips penerapannya!

Salah satu konsep desain yang bakal banyak diminati di tahun 2025 adalah Open Space. Yaitu, tata ruang yang terintegrasi sehingga menciptakan suasana lebih lapang dan nyaman untuk berkumpul bersama keluarga.

Konsep open space semakin diminati untuk menciptakan hunian yang modern dan lapang. 

Survei dari Better Homes & Gardens Real Estate mencatat bahwa 62% agen properti menyatakan pembeli lebih tertarik pada rumah berkonsep open space.

Dengan mengurangi atau menghilangkan (tanpa sekat), konsep ini mengintegrasikan ruang tengah, misalnya ruang tamu dan dapur, sehingga menciptakan kesan lebih luas dan fungsional.

Baca Juga: Daftar Segera! Pameran Inovasi Dekorasi Bangunan dan Perabotan Rumah “CBD Guangzhou 2025”, Hadirkan Produk Interior, Eksterior, dan Matech

Baca Juga: Wah dan Berkelas, MM GALLERI Buka Showroom di PIK 2 Bawa Inovasi Marmer untuk Interior Ikonik

Kelebihan Konsep Rumah Open Space

Konsep rumah Open Space makin ngetren, berikut kelebihannya.

1. Kesan ruangan yang lebih lapang. 

Model ruangan open space mengutamakan perabot multifungsi dan minim sekat, sehingga menciptakan ruang yang lebih luas dan nyaman untuk perkumpulan besar.

2. Penerangan rumah dan sirkulasi udara yang merata.

Minimnya sekat memungkinkan pencahayaan menyebar merata ke seluruh ruangan, utamanya dengan penambahan jendela untuk memaksimalkan cahaya alami dan mengurangi konsumsi listrik. Selain itu, sirkulasi udara lebih lancar, menciptakan lingkungan yang nyaman untuk berinteraksi.

3. Menghemat penggunaan bahan dan tenaga listrik.

Berkurangnya penggunaan bahan bangunan dan listrik pada siang hari memungkinkan pengalokasian dana untuk keperluan lain.

4. Ruang lebih fleksibel.

Konsep ini memudahkan personalisasi rumah karena minim penghalang, sehingga perabot dapat dipindahkan dengan lebih leluasa. Ideal bagi yang ingin menyesuaikan suasana rumah untuk momen spesial, termasuk di momen-monen khusus seperti di hari raya keagamaan. 

Baca JUga: Penataan Interior Elegan yang Homey dan Timeless dengan Padupadan Furnitur Midcentury Modern

Open Space bisa untuk Rumah Besar maupun Rumah Mungil

“Konsep open space & integrated livingdapat diterapkan pada berbagai jenis rumah, baik besar maupun rumah mungil (minimalis). Namun, bagi hunian dengan lahan terbatas, konsep ini sangat disarankan untuk memaksimalkan ruang. Selain memberikan kesan ruang yang lebih luas dan terintegrasi, fleksibilitasnya juga memudahkan restrukturisasi tata letak sesuai kebutuhan,” Ichsan Risnadi, Head of Design Mitraruma.

Bagi yang ingin menerapkan konsep open space di rumah, berikut beberapa tips dari Ichsan Risnadi dari Mitrarumah untuk menciptakan ruang yang tidak hanya luas, tetapi juga mewah dan terintegrasi. 

1. Gunakan warna dan material yang tepat.

Warna netral dapat memperkuat kesan luas, hangat, dan elegan dalam ruangan. Aplikasikan pada dinding atau elemen interior seperti meja dan kabinet untuk menciptakan suasana mewah. 

Pilihan warna yang cocok meliputi beige, sandstone, dan light taupe. Jika menggunakan warna bold, sebaiknya diaplikasikan sebagai aksen atau centerpiece ruangan. 

Warna seperti berry wine, dark navy, atau military green dapat memberikan sentuhan elegan. Untuk menambah dimensi, gunakan aksen bertekstur dengan material premium seperti marmer atau kayu.

Baca Juga: Meski Lebih Santai, Atmosfer Ruang Kerja di Rumah Harus Bisa Membangun Mood, Ini Caranya!

Baca Juga: Ukuran Standar Furnitur Ruang Kerja yang Bikin Kerja Lebih Nyaman

2. Pilih furnitur multifungsi

Konsep open space mengurangi penggunaan furnitur untuk menghemat ruang. Oleh karena itu, pilih furnitur multifungsi agar ruangan tetap lapang dan fungsional. Contohnya, waste bins swing cabinet, yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan sekaligus area untuk keranjang sampah tanpa memakan banyak ruang. 

Selain itu, instalasi kompartemen dengan kapasitas besar dapat membantu menyimpan barang yang jarang digunakan agar ruangan tetap rapi dan efisien.

3. Buat tata letak yang harmonis.

Peletakan furnitur yang harmonis menjadi kunci dalam konsep open space. Penataan yang kurang tepat dapat mengurangi keseimbangan ruangan. 

Dinding atau area kosong dapat dihiasi dengan lukisan atau ornamen sesuai kepribadian, namun hindari dekorasi berlebihan agar ruang tetap lapang dan akses antar area tidak terhambat.

4. Bangun sistem pencahayaan dan ventilasi yang optimal.

Untuk mengoptimalkan konsep terbuka, diperlukan pencahayaan dan ventilasi yang baik. Maksimalkan pemasangan jendela di ruang tamu untuk pencahayaan alami. Jika tidak memungkinkan, gunakan lower LED lamp untuk menciptakan kesan ruangan yang lebih tinggi dan lapang.

5. Tambahkan dekorasi yang personal dan modern

Tambahkan elemen dekoratif yang dapat memperkuat atmosfer ruangan. Contohnya, sentuhan dekorasi bernuansa Timur Tengah, seperti lampu gantung atau taplak meja bermotif khas Timur Tengah, dapat menciptakan suasana Ramadan yang hangat. Atau hiasan snowflake yang digantung di plafon dan kaca untuk menciptakan suasana Natal. (RR)

Baca Juga: Renovasi Rumah Tanpa Cemas dan Stres dari Mitraruma

Baca Juga: Layanan Desain Interior IKEA Buka Konsultasi Gratis di Momen Ramadan 2025 & Sediakan Cashback Jutaan Rupiah

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

APP Group bersama Produsen Tisu Toilet Terapkan Praktik Keberlanjutan untuk Memajukan Ekonomi Sirkular Australia

Ranahrumah.com – TREN | APP Group bersama produsen tisu toilet terapkan praktik keberlanjutan untuk memajukan Ekonomi Sirkular Australia.

Pemerintah Australia baru-baru ini memperkenalkan Kerangka Ekonomi Sirkular, sebuah inisiatif strategis yang dirancang untuk meningkatkan keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi.

Kerangka tersebut bertujuan untuk menggandakan sirkularitas negara tersebut pada tahun 2025, yang berpotensi menambah $26 miliar pada PDB pada tahun 2035 dan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 14%. Dengan keberlanjutan yang mendorong pertumbuhan bisnis, 67% perusahaan Australia melaporkan manfaat finansial dari strategi hijau mereka, menurut SAP.

Produk yang berkelanjutan mungkin memiliki biaya awal yang lebih tinggi, keuntungan jangka panjang, seperti peningkatan efisiensi, reputasi merek yang lebih kuat, dan peningkatan loyalitas pelanggan, lebih besar daripada investasi awal.

Hasilnya, lebih banyak bisnis yang memprioritaskan keberlanjutan, dengan 49% berencana untuk meningkatkan pengeluaran selama tiga tahun ke depan, naik dari 38% tahun lalu.

Baca Juga: Toilet Mandiri Jadi Rancangan Toilet Masa Depan, Apa Saja Keunggulannya?

Baca Juga: 7 Tips Etiket di Toilet, Sudah Tahu?

Baca Juga: 2 Produk Unggulan Pipa Vinilon Raih Sertifikat Green Label dari GPCI

Sejalan dengan momentum ini, APP Group, melalui kemitraan pasokan strategisnya dengan Sorbent, mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasinya di Australia, menanamkan praktik ramah lingkungan untuk mendukung ekonomi sirkular negara tersebut.”

“Di Sorbent, kami memahami bahwa tisu toilet merupakan kebutuhan dasar di Australia, dan kami berkomitmen untuk memastikan produk penting ini diproduksi secara berkelanjutan,” ungkap Steve Nicholson, Direktur ANZ untuk Sorbent Paper Company. “Kami bertujuan untuk mendukung Kerangka Ekonomi Sirkular baru dari pemerintah Australia dan membantu bisnis dalam mengadopsi praktik berkelanjutan juga.”

Keberlanjutan memainkan peran penting dalam cara Sorbent mengelola produksi produk mereka. Sorbent menggunakan serat dari perkebunan yang dikelola secara bertanggung jawab, di mana pohon yang tumbuh cepat memungkinkan mereka menggunakan lebih sedikit lahan sambil mempertahankan kualitas produk yang tinggi. Sorbent bersertifikat PEFC (Program untuk Pengesahan Sertifikasi Hutan), yang memastikan bahwa 100% bahan bakunya bersertifikat PEFC CoC atau bersumber secara bertanggung jawab sesuai dengan pedoman PEFC.

Sorbent secara aktif mendukung upaya keberlanjutan Australia dengan memprioritaskan sumber yang bertanggung jawab, produksi yang efisien, dan inovasi yang ramah lingkungan. Komitmen mereka mendorong kemajuan industri sambil memenuhi permintaan yang meningkat akan produk yang berkelanjutan.

Baca Juga: Showroom KOHLER Jakarta Garden City Inspirasikan Gracious Living Lewat Inovasi Produk Dapur dan Kamar Mandi

Baca Juga: Fortress Aluminos Pintu Kamar Mandi dari JBS Harga Rp1,5 Jutaan, Hadir di IndoBuildTech 2023

Baca Juga: Pemanas Air Listrik Instan Ariston Hadir dengan Panas yang Pas, Bikin Mandi Nyaman dan Aman

Tentang APP Group

APP adalah perusahaan pulp, kertas, dan kehutanan terkemuka yang berkantor pusat di Indonesia, yang memasok tisu, kemasan, dan kertas berkualitas tinggi ke lebih dari 150 negara. Dengan operasi di Indonesia dan Tiongkok, perusahaan ini memprioritaskan keberlanjutan, praktik etis, dan kesejahteraan karyawan, masyarakat, dan lingkungan. Visi Peta Jalan Keberlanjutan 2030 APP Group, yang selaras dengan prinsip-prinsip ESG, memandu upayanya dalam perlindungan lingkungan, dukungan masyarakat, pelestarian keanekaragaman hayati, dan netralitas karbon. (RR)

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Rumah Hemat Energi di Lahan Memanjang ke Arah Barat, Desain dan Pilihan Material jadi Aspek Vital

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Rumah hemat energi di lahan memanjang ke arah barat, desain dan pilihan material jadi aspek vital. 

Ada lima hal yang diperhatikan oleh sang perancang, Hendra Kusuma, ketika merancang desain rumah yang berorientasi hemat energi. Pertama, melakukan efisiensi semaksimal mungkin pada lahan berbentuk memanjang yang menghadap ke arah barat. 

Kedua, blok bangunan sedikit digeser untuk mendapatkan pencahayaan dan pengudaraan yang maksimal. 

Ketiga, memisahkan zona servis dan zona/area utama dengan tujuan memudahkan pengelolaan/sirkulasi air bersih dan air kotor dan mengefektifkan pembuangan limbah rumah tangga.

Keempat, diatasi bangunan yang bertujuan menciptakan bangunan yang lebih stabil dan memudahkan pengembangan rumah secara vertikal di kemudian hari.

Aspek terakhir  yang barangkali tidak pernah terpikirkan dalam cara berpikir awam (baca: bukan arsitek) adalah mengandaikan elemen-elemen rumah sebagai modul-modul. Modul-modul ini dibuat berkelipatan 60 cm sesuai dengan ukuran tubuh manusia serta ukuran-ukuran material bangunan pada umumnya.

Baca Juga: Inovasi Semen Merah Putih untuk Penuhi Kebutuhan Hunian Estetik dengan Konstruksi Ramah Lingkungan

Baca Juga: Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor

Rumah Hemat Energi – menggunakan baja sebagai kolom/struktur utama bangunan karena baja da[at digunakan ulang (reuse).

Rumah Hemat Energi dan Pilihan Material

Suka menonton tayangan film kartun animasi “Bob TheBuilder”? Tiga kata kunci yang dilakukan oleh Bob Si Pembangun adalah 3R: Reuse, Reduce, Recycle. Untuk itu, bangunan rumah ini menggunakan baja sebagai kolom/struktur utama bangunan. Pertimbangannya, material baja dapat digunakan ulang (reuse ), sedangkan bila digunakan beton sebagai kolom, ketika dilakukan renovasi beton akan menjadi sampah belaka.

Kayu dipilih sebagai material lantai. Begitu juga dengan furnitur-furnitur di dalamnya. Alasannya, kayu dapat didaur ulang (recycle ) menjadi material lain yang memiliki nilai kegunaan tertentu, untuk diolah menjadi plywood  misalnya.

Baca Juga: Built by Nature Luncurkan Penghargaan 2025 untuk Proyek dengan Konstruksi Kayu yang Bertanggung Jawab

Rumah Hemat Energi – Sistem pencahayaan alami yang memanfaatkan bukaan-bukaan didapat dengan penggunaan kaca pada beberapa sisi rumah.

Untuk mempercepat proses pengerjaan bangunan, setelah struktur/ kolom terbentuk, dipilihlah material-material fabrikasi. Beton precast  dipilih sebagai bahan pembentuk dinding luar, sedangkan dinding dalam bukan menggunakan tembok beton melainkan berupa panel-panel dari bahan gipsum

Sistem pencahayaan alami yang memanfaatkan bukaan-bukaan didapat dengan penggunaan kaca pada beberapa sisi rumah. Selain mempercepat proses pengerjaan bangunan—yang ujung- ujungnya membuat energi yang dikeluarkan untuk proses pembangunan rumah menjadi lebih rendah—material fabrikasi juga lebih menguntungkan karena dalam pembangunannya tidak banyak material yang terbuang.

Bandingkan misalnya bila menggunakan material semen, batu-bata dan pasir sebagai pembentuk dinding. Sisa-sisa material tersebut umumnya tidak dapat dimanfaatkan lagi ketika proses pembangunan selesai. 

Baca Juga: Aluminium Composite Panel (ACP) Material Tahan Air dan Api, Amankan Bangunan saat Hujan & Panas

Rumah Hemat Energi – Kayu dipilih sebagai material lantai karena kayu dapat didaur ulang.

Untuk atapnya, sang arsitek dari memilih bahan komposit aluminium karena material ini memberikan perlindungan yang cukup dan mampu menahan panas.

Yang tak kalah unik adalah penggunaan grass block  berongga sebagai pembentuk dinding. Umumnya, material ini digunakan sebagai material perkerasan di lahan terbuka. 

Menurut sang arsitek, grass block  memiliki bentuk yang unik dan menawarkan sirkulasi udara yang optimal bila digunakan sebagai material dinding.

Yang tak kalah menarik adalah bagaimana sang arsitek mengelola ruang-ruang yang dibutuhkan tanpa harus membuat bangunan menjadi menjulang secara vertikal, tetapi juga tidak kehilangan area-area terbuka pada lahan yang masih tersisa. 

Baca Juga: Green Design Renovasi Rumah Satu Lantai 21/60  m² Jadi Dua Lantai Plus Denah Ruang

Denah rumah hemat energi di lahan memanjang.

Di sini, bangunan “didudukkan” persis di tengah-tengah lebar lahan sehingga sisi kanan dan kirinya masih tersedia celah yang memungkinkan adanya aliran udara. Lalu, bangunan “dibelah” jadi dua persis di tengah dan kemudian memundurkan satu bagian sehingga terjadi perputaran udara yang lebih baik di dalam ruangan. (RR)

Baca Juga: Mengenal Beton Pracetak (Precast) Solusi Inovatif Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah

Baca Juga: Beton ReadyMix Berpori “QuaDrop” Ramah Lingkungan Percepat Penyerapan Air, Kurangi Genangan dan Risiko Banjir

Sumber: Pustaka Rumah – 22 Desain Rumah Hemat Rnergi.

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mendinginkan Ruang dengan Cerobong Ventilasi Bikin Rumah Hemat Listrik

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

Banyak solusi yang bisa dilakukan untuk mengendalikan suhu di dalam rumah. Dengan suhu rumah yang rendah, pemakaian listrik untuk konsumsi AC bisa diminimalkan.

Konsep rumah hemat energi bisa diterjemahkan sebagai rumah yang pemakaian energinya efektif dan efisien.  Sumber energi yang dimaksud ini tak lain adalah energi listrik. Sebagai sumber energi, listrik dibutuhkan untuk menjalankan fungsi beberapa peranti elektronik.

Besarnya sumber energi listrik yang dipakai di rumah ini sebisa mungkin dihemat. Caranya adalah dengan mengatur dan memanfaatkan sumber alam untuk mengurangi pemakaian listrik untuk peranti seperti AC dan lampu. Aplikasinya jelas terlihat pada desain rumah itu sendiri.

Desain rumah hemat listrik memiliki ciri salah satunya membuat bukaan yang bisa mengalirkan udara masuk ke dalam rumah. Masalahnya, bukaan yang tidak tepat justu membuat udara tak bisa masuk. 

Baca Juga: Gerah Sepanjang Hari? Ini Syarat Bangunan yang Membuat Rumah Sejuk

Baca Juga: 6 Kunci Ciptakan Pengudaraan Optimal agar Rumah Bebas Pengap

Potongan – Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

V. Raditya Aji memberikan solusi untuk masalah ini. Desain yang dibuat Aji, menitikberatkan pada akses masuk udara dan cahaya. Salah satunya dengan membuat cerobong ventilasi yang berada di tengah bangunan.

Menurut Aji, cerobong ventilasi ini berfungsi untuk menangkap, menghisap, dan mengalirkan udara, baik dari luar maupun dari dalam bangunan. 

Udara dari luar dipaksa masuk melalui bukaan yang ada di semua sisi cerobong. Sedangkan udara panas yang ada di dalam bangunan dipaksa keluar untuk digantikan dengan udara baru.

Cerobong ventilasi juga didesain agar udara yang masuk bisa terdistribusikan hingga ruangan di lantai bawah. Karena itu, bentuk cerobong dibuat menyerupai void dari lantai bawah hingga lantai 2.

Bukaan yang ada di setiap sisi cerobong ventilasi menggunakan dua material yang berbeda. Sisi yang menghadap timur dan barat, menggunakan balok paving berlubang. Sedangkan sisi utara dan selatan memakai kaca nako. Dengan demikian, pergerakan keluar masuk udara bisa lebih maksimal.

Baca Juga: Meningkat Rumah 36 M2 di Lahan 72M2 Biaya Rp150 Jutaan dengan Memadukan Atap Genting dan Beton

Baca Juga: Peraturan Meningkat Rumah yang Harus Ditaati Biar Tak Kena Sanksi

Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

Rumah Hemat Energi: Mengolah Sinar Matahari

Pemakaian material yang berbeda pada kedua sisi cerobong ventilasi bertujuan agar intensitas sinar matahari yang masuk tidak terlalu besar. Maklum saja, arah bangunan menghadap barat. Bila semua sisi menggunakan kaca nako maka intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam cerobong ventilasi pada saat siang dan sore hari terlalu kuat. Hal ini membuat udara yang masuk menjadi panas. Untuk itu, pada sisi yang menghadap langsung matahari diberi balok paving.

Hal ini berbeda pada sisi bangunan yang menghadap ke timur. Cahaya pagi dimanfaatkan seoptimal mungkin agar bisa masuk dengan membuat bukaan dari kaca nako. Pemasangan kaca nako hanya pada ruangan di lantai satu yang menghadap ke timur. 

Baca Juga: Secondary Skin untuk Rumah, Kulit Kedua yang Bikin Estetik dan Hemat Listrik

Baca Juga: Menciptakan Suhu Nyaman di Rumah Tropis & Siasat Merespons Iklim

Mementingkan Kehidupan Sosial Masyarakat

Lokasi lahan rumah ini berada di permukiman yang padat penduduk. Di kanan, kiri, dan belakang terdapat rumah tetangga. Sedangkan pada bagian depan rumah terdapat jalan selebar 4 m dan di belakang lahan terdapat jalan selebar 2 m.

Dengan kondisi seperti ini mau tak mau desain yang dibuat harus bersifat universal dan menyesuaikan dengan kondisi lingkungan sekitarnya. Karena itu, Aji membuat desain dengan konsep terbuka. Artinya, akses untuk masuk ke dalam halaman rumah ada dua, di depan dan di belakang.

Selain itu, untuk memberikan kesan terbuka, Aji membuat pintu pagar ganda. Untuk pintu yang letaknya sejajar dengan pagar, bentuknya berupa pintu geser yang selalu dibuka. Hal ini bertujuan agar rumah tetap terlihat dari luar. Pintu baru ditutup ketika malam hari atau pada saat penghuninya berpergian semuanya. 

Sedangkan pintu kedua letaknya berada di belakang pintu pertama. Pintu yang berfungsi sebagai pengamanan dan selalu ditutup bila tak ada tamu ini bentuknya transparan. Dengan demikian, meski tertutup, bagian depan rumah seperti teras akan selalu terlihat dari luar.

Pengolahan tanah dan titik fondasi.
Denah tiap lantai – Mendinginkan ruang dengan cerobong ventilasi bikin rumah hemat energi listrik.

Rumah Hemat Energi: Mengolah Material

Konsep hemat energi dalam desain ini juga terlihat dari pemakaian material. Konsep ini setidaknya terlihat bahwa material yang dipakai adalah material yang bersumber pada material yang bisa diperbaharui. 

Sebagai contoh material kayu seminimal mungkin tidak dipakai. Kayu hanya dipakai sebagai penutup lantai. Sebagai penggantinya, menggunakan bambu. Pelestarian bambu sebagai upaya penghematan energi dilakukannya dengan menanam kembali pohon bambu di sebelah kanan bangunan. Bambu-bambu yang ditanam ini juga bisa dipanen bila bagian dari rumah yang terbuat dari bambu ada yang rusak sehingga bisa langsung diperbaiki. (RR)

Baca Juga: Air Cooler Midea Ciptakan Udara Sejuk, Bersih, dan Sehat dengan Teknologi Negatif Ion, Harga Rp1 Jutaan

Sumber: Pustaka Rumah – 22 Desain Rumah Hemat Energi. 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Inspirasi Olahan Kayu Trembesi Gelondongan dan Batu Kali Bikin Ruang Unik dan Bernilai Seni

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Inspirasi olahan kayu trembesi gelondongan dan batu kali bikin ruang unik dan bernilai seni.

Dari bahan apakah biasanya meja dan kursi makan terbuat? Kayu, plastik, atau ada campuran metal? Tentunya meja dan kursi kayu bukanlah benda yang unik.

Biasanya untuk furnitur semacam ini, kayu diserut halus lalu di-finishing mengilap, atau diberi pelapis dengan motif yang indah.

Kayu Gelondongan

Meja dan kursi makan ini, juga terbuat dari kayu. Hanya pengolahanya yang sedikit unik.

Kayu yang digunakan adalah kayu gelondongan alias berupa kayu batangan yang utuh. Meja makannya terbuat dari kayu jati. Sedangkan kursinya dari kayu trembesi. Kayu-kayu ini sengaja dibuat bertekstur kasar sehingga terlihat rastik.

Kayu trembesi saat ini banyak digunakan untuk furnitur sebagai pengganti kayu jati yang harganya semakin tinggi. Kayu ini cukup kuat, juga memiliki serat menonjol dan indah.

Lampu downlight diletakkan di lempeng kayu yang dibentuk gelombang, dan digantung di atas meja.

Finishing untuk Furnitur Kayu Rastik

Untuk furnitur kayu jenis rastik, hindari finishing kayu yang mengilap karena akan mengurangi kealamian kayu.

Finishing jenis PU (Polyurethane), salah satunya. PU keluaran Propan Raya ini bisa jadi pilihan karena menonjolkan serat kayu sehingga terlihat alami. Finishing ini bebas formadehyde, sehingga tidak berbau pedas.

Salah satu bidang dinding ditempeli batu kali yang dipotong rata mesin.

Batu Kali

Masih menggunakan bahan-bahan alami, salah satu bidang dinding ruang makan ini dilapisi batu. Batu kali ini asalnya dari Tawangmangu, Jawa Tengah, yang dipotong dengan ukuran yang bervariasi.

Batu kali cukup sering diaplikasikan pada bangunan rumah tinggal. Biasanya yang dipakai adalah batu yang warnanya mendekati hitam dengan permukaan yang tidak rata dan ukuran besar-besar.

Di sini, batu kali dipotong rata mesin, sehingga permukaannya benar-benar rata, dan varian warna sengaja diacak sehingga menghasilkan tampilan yang unik. (RR)

Sumber: Serial Rumah; Lokasi Vila di Tawangmangu, Karanganyar; Desainer Paulus Mintaraga

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor

Ranahrumah.com – PRODUK | Mengenal I-Brick Material Alami yang Mereduksi Suara dan Menahan Suhu, Cocok untuk Ciptakan Suasana Resor.

Material alami dan aplikasi yang unik dari I-brick digunakan untuk membentuk kesan resor diinginkan di rumah ini. Kesan hangat, tenang, dan nyaman, dibangun melalui desain yang cermat dan pemilihan material yang tepat, salah satunya I-Brick ini.

Di rumah ini, bata I-brick disusun secara unik sebagai dinding pagar. Penyusunan seperti ini memungkinkan terciptanya rongga udara. Dengan adanya rongga ini, pergantian udara terjadi secara leluasa sehingga memberi kesejukan di area dalam rumah.

I-brick wall system terdiri 3 tiga komponen utama yakni bata beton interlock + hollow sebagai dinding (i-brick), adukan perekat antarbata (glue), dan adukan finishing plester sekaligus aci (acian tebal).

I-brick dibuat dari bahan dasar semen, pasir, aditif dan agregat dengan metode pamadatan dan vibrasi menggunakan mesin Hess.

Baca Juga: CONWOOD Material Dekoratif Pengganti Kayu Ramah Lingkungan Raih Sertifikasi EPD

Baca Juga: Mengenal 4 Pilihan Material Prefabrikasi untuk Dak Lantai dan Harganya: Ngedak Cepat, Hemat, & Ramah Lingkungan

Bata I-Brick kuat menahan beban horizontal, mudah dipasang, anti geser, bobot lebih ringan dibanding bata merah.

Kekuatan menahan gaya horizontal pada i-brick didukung oleh komponen interlocking yang mencegah terjadinya geser atau shear pada pemasangannya. Interlock juga membuat mudah dipasang dan akurat mengikuti jalurnya. Akibatnya, tebal rata-rata finishing-nya menjadi hanya 6mm—8 mm.

Fungsi lobang/hollow selain membuat i-brick—yang berdimensi 20 cm x 21 cm x 10cm—lebih ringan dibanding bata merah per m2-nya (1 i-brick= 4 bata merah + spasi) juga berfungsi sebagai jalur pipa secara horizontal, pereduksi suara, dan penahan suhu.

Material alami lainnya digunakan untuk mendampingi kehangatan I-Brick ini. Kayu bangkirai dipilih sebagai material penutup lantai. Warna dan serat alaminya sangat mendukung suasana resor yang ingin diciptakan.

Baca Juga: Ngedak Lebih Praktis dengan Material Dak Metal, Diekspos Pun Indah

Baca Juga: Mengenal Keraton Material Pelat Lantai untuk Ngedak Praktis & Tahan Gempa

Papan kayu disusun menyisakan celah kecil di antara satu dengan lainnya. Selain untuk menjaga pemuaian, juga memberi kesan seakan-akan lantai ini bermotif.

Bersantai di sore hari pun dapat dengan nyaman dilakukan di sini, baik dengan duduk “lesehan” di lantai kayu, ataupun menggunakan bangku teras sederhana yang praktis dipindah-pindahkan. (RR)

Baca Juga: Penerapan Arsitektur Hijau dan Eksplorasi Material Lokal Bikin Rumah Humble dan Hangat

Baca Juga: Mengenal Material Akustik untuk Bikin Audio Home Theatre Terdengar Natural

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Renovasi Rumah Tipe 21 Lahan 60 M2 jadi Tampil Unik dengan Kamar Menghadap Taman

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Renovasi rumah tipe 21 lahan 60 M2 jadi tampil unik dengan kamar menghadap taman.

Rumah awal adalah merpakan rumah mungil tipe 21 dengan lahan seluas 60 M2. Berada di sebuah kompleks perumahan, rumah ini hanya terdiri dari carport, taman depan dan belakang, 1 kamar tidur, ruang keluarga, dan 1 kamar mandi.

Seperti umumnya rumah tipe kecil, di sini tidak ada ruang makan dan dapur. Hanya ada bak cuci yang diletakkan di halaman belakang.

Rumah saru lantai direnovasi agar tetap memiliki ruang yang lengkap, indah, sehat, dan satu lagi memiliki keunikan. Dan tetap menjadi rumah 1 lantai, bukan rumah bertingkat. Tentu saja salah satu pertimbangannya adalah agar tak harus mengeluarkan biaya besar.

Kreativitas tentu sangat diperlukan guna mewujudkan desain rumah mungil yang cantik dalam konsep hemat biaya. Mempertahankan denah asal adalah langkah pertama sebagai pijakan untuk melakukan  pengembangan desain.

Baca Juga: 3 Pos Kebutuhan Dana yang Harus Disiapkan dan Perkiraan Biaya Renovasi Rumah

Baca Juga: Renovasi Rumah 21/80 M2 Biaya Rp130 Juta, Ruang Keluarga Lebih Luas dan Fleksibel

Menghadirkan Ruang Makan dan Dapur

Salah satu perubahan yang dilakukan adalah penambahan ruang makan dan dapur agar rumah menjadi lengkap. Namun, tetap tak membuat halaman belakang rumah tertutup rapat-rapat agar tak menjado gelap.

Kreativitas desain dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ini. Penambahan ruang, seluruh halaman belakang mau tidak mau harus “ditutup” namun agar area ini tetap terang dan terkesan “terbuka”. Atapnya menggunakan material transparan, yaitu polikarbonat, dengan rangka kayu yang diekspos. Selain rangka-rangkanya dapat mempercantik tampilan, jatuhnya sinar juga memberikan efek bayangan terhadap kisi-kisi atap.

Rumah kebil itu kini punya ruang makan dan dapur. Agar tak sumpek, meja makan di sini dibuat sangat simpel, yaitu berupa papan yang dibuat menempel pada dinding menggunakan struktur kantilever. Dengan dilengkapi engsel, meja ini bisa “diturunkan” bila tidak sedang digunakan. Ruang makan pun bisa digunakan untuk fungsi lain.

Kamar Tidur Hadap Taman

Perubahan juga dilakukan di kamar tidur. Kamar tidur dibuat menghadap taman. Dibuatlah sebuah taman kecil di belakang kamar tidur, di dekat ruang makan, dengan ukuran 1,5 mx 3 m.

Lalu, dinding kamar yang bersebelahan dengan kamar tersebut diubah menjadi jendela atau pintu geser kaca. Pintu kamar semula tetap dipertahankan untuk sirkulasi orang. Sedangkan pintu geser kaca ini, sekalipun bisa dilalui orang, sebenarnya lebih berfungsi untuk menghadirkan cahaya dan memasukkan pemandangan taman ke dalam kamar tidur. Kamar tidur dengan ukuran 3 m x3 m pun jadi tak terkesan sumpek.

Nah, siapa bilang rumah tipe 21 tak bisa tampil unik? (RR)

Baca Juga: Rancangan Desain Renovasi Rumah 21/60 m² Lahan Memanjang ke Belakang, Biaya 150 Jutaan

Baca Juga: 10 Kiat Merenovasi Rumah Mungil

Baca Juga: Pengajuan KPR Lebih Cepat Anti Ribet, Rumah123 dan Ringkas Beri Solusi Digital Mudah Diakses dan Aman

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

Dari Mana Datangnya Kutu Busuk hingga Sampai ke Rumah Kita?

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Dari mana datangnya kutu busuk hingga sampai ke rumah kita?

Kutu busuk atau kutu kasur bisa tinggal di sudut-sudut rumah kita, terutama dekat dengan tempat tidur manusia pada suhu antara 7-45 derajat Celcius.

Menurut Healthline, kutu busuk tidak punya sayap sehingga binatang ini bergerak dengan merangkak. Namun, pada banyak kasus, kutu busuk berpindah karena dibawa oleh manusia dari satu tempat ke tempat lainnya dan biasanya itu tidak disadari.

Meski tidak menyebarkan penyakit, tapi kutu busuk atau kutu kasur memakan darah dan gigitannya bisa menimbulkan gatal serta iritasi. Untuk itu, penting untuk memahami lebih jauh bagaimana mereka berkembang biak dan terselip di sudut-sudut rumah kita.

Baca Juga: Bahaya Banget Tersambar Petir Meski di Dalam Rumah, Ini Cara Mengurangi Risiko Tersambar Petir Saat Hujan

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Kasur agar Bebas Kuman

Penyebab dan Cara Mengatasi Kutu Busuk atau Kutu Kasur

Cara kutu busuk berkembang biak, kutu busuk betina akan bertelur lima hingga tujuh telur per minggu. Jumlah itu bisa bertambah menjadi lebih dari 250 telur seumur hidup jika mereka mendapatkan makanan yang tepat.

Telur kutu busuk menetas dalam waktu kurang lebih 10 hari. Setelah menetas, kutu busuk melalui lima tahap nimfa (muda), sebelum menjadi dewasa. Di antara setiap tahap, kutu busuk akan melepaskan kerangka luar mereka.

Nah, sebelum berganti kulit, kutu busuk perlu makan setidaknya satu kali. Tapi, binatang ini juga bisa makan hingga sekali sehari. Untuk menjadi dewasa, kutu busuk perlu waktu dua hingga empat bulan.

Bagaimana kutu busuk berpindah tempat tinggal? Karena tidak punya sayap, maka kutu busuk akan merangkak dari satu tempat ke tempat lainnya. Artinya, infestasi kutu busuk di sudut rumah kita sebetulnya akan menyebar dengan sangat lambat.

Tapi, binatang dengan panjang 1 hingga 7 milimeter ini bisa berpindah dari dinding satu ke dinding lainnya, lewat lantai, celah langit-langit, atau pipa.

Ukuran yang sangat kecil membuat kutu busuk bisa menyelipkan diri ke celah-celah kecil. Meski begitu, biasanya kutu busuk menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya melalui pakaian, kain, perabotan, hingga tas atau koper.

Pada akhirnya, manusia memindahkan kutu busuk dari satu tempat ke tempat lainnya lebih cepat daripada kutu busuk tersebut berkembang biak di tempat baru.

Baca Juga: 4 Langkah Cegah Jentik Nyamuk di Lingkungan Rumah untuk Cegah DBD

Tanda-tanda Keberadaan Kutu Busuk di Rumah

Beberapa tanda investasi kutu busuk antara lain adalah sebagai berikut.

  • Adanya noda kemerahan atau bintik hitam seperti di seprai, bantal atau tempat tidur, kulit kuning kecil, bau apak dekat tempat tidur atau tumpukan pakaian, hingga menemukan fisik kutu busuk tersebut.
  • Mengalami gigitan juga bisa jadi tanda keberadaan kutu busuk.
  • Gigitan kutu busuk biasanya berukuran kecil, sedikit bengkak dan merah. Setiap orang bisa memiliki tingkat reaksi berbeda terhadap gigitan kutu busuk. Pada beberapa orang, tanda gigitan bahkan bisa muncul hingga 14 hari lamanya.

Oleh karena itu, penting untuk melihat tanda lainnya untuk mengidentifikasi keberadaan kutu busuk di rumah. Beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menghentikan penyebaran kutu busuk adalah sebagai berikut.

  • Menjaga kebersihan kamar tidur dan membersihkan tumpukan barang yang bisa dijadikan tempat kutu busuk bersembunyi, terutama pakaian.
  • Hindari membawa furnitur bekas. Jika terpaksa, periksalah dengan saksama apakah ada tanda-tanda kutu busuk sebelum membawanya masuk ke rumah.
  • Gunakan pelindung di atas kasur (bed cover). Bersihkan debu dan kotoran di rumah secara teratur. Akan lebih baik jika menggunakan penyedot debu.
  • Periksa area tidur saat bepergian. Ketika menginap di hotel, gunakan dudukan tas. Hindari meletakkannya di lantai atau tempat tidur.
  • Saat bepergian, periksa barang bawaan dan pakaian sebelum berangkat pulang. Tutupi celah atau celah di dinding rumah. (RR)

Baca Juga: Mengenal Kasur Latex: Keunggulan, Jenis dan Cara Memastikan Keasliannya

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom