Tuesday, October 27, 2026
Home Blog Page 184

Tips Berbagi Kamar dengan Anak di Rumah Mungil

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Berbagi kamar dengan anak di rumah mungil, mungkinkah?

Setiap keluarga akan bertumbuh baik dari jumlah anggota maupun juga kebutuhannya. Namun tak demikian dengan luas rumah. Sebanyak apapun kebutuhan bertambah, rumah ya hanya segitu-gitunya.

Padahal sebagai tempat tumbuh paling awal dan utama, semestinya rumah selalu nyaman bagi setiap penghuni. Tersedianya ruang bagi setiap anggota keluarga sesuai yang dibutuhkannya harusnya tetap dapat dipenuhi. Kebutuhan penambahan kamar selalu terjadi seiring bertumbuhnya keluarga, dengan lahirnya buah hati sebagai penghuni baru.

Baca Juga: Mendekor Ruang dengan Warna Pastel, Ini Kelebihan & Tips Pengaplikasiannya

Lantas bagaimana jika, lahan rumah tak muat lagi?

Kamar tidur bersama bisa menjadi salah satu solusi untuk menghemat ruang di dalam rumah serta dapat membuat orang tua lebih dekat dengan anak atau si kecil (bayi atau usia batita). Dengan penataan kamar tidur yang pintar dan perabot fleksibel, dapat diciptakan sebuah ruang istirahat yang dapat mengakomodasi kebutuhan setiap anggota keluarga.

Baca Juga: Menata Rumah dengan Metode Montessori, Bikin Anak Mandiri

Baca Juga: Feng Shui Kamar Anak, Desain, Letak, dan Pilihan Warnanya

Membuat kamar tidur senyaman mungkin, bahkan di malam hari akan menciptakan kenangan masa kecil yang manis bagi keluarga kecil yang mendambakan kenyamanan dan kebersamaan di rumah.

Agar berbagi kamar dengan anak di rumah mungil tak mengganggu kenyamanan, baik bagi orang tua maupun anak, inilah empat langkah praktis mewujudkannya.

  1. Hadirkan mimpi indah

Cara terbaik untuk memulainya adalah dengan menciptakan ranjang senyaman mungkin. Buat kamar tidur yang nyaman dan mudah untuk berbagi bersama walaupun berukuran kecil.

Dengan menjaga agar ruangan tetap terasa sederhana dan fungsional, ada baiknya untuk dapat memenuhi kebutuhan orangtua maupun si anak, sehingga masing-masing tetap memiliki zona nyaman.

Baca Juga: Ayo Main bersama Anak di Rumah, Ini Manfaatnya!

2. Sulap sudut kamar jadi “istana” si kecil

Pilih area sudut di kamar tidur untuk menempatkan tempat tidur anak, tambahkan bantal-bantal dan selimut yang hangat, dan juga lampu khusus anak.

Letakkan tempat tidur anak yang dapat dipanjangkan untuk memastikan anak selalu memiliki ranjang yang pas selama masa pertumbuhannya. Memilih ranjang fleksibel yang bisa diatur ukurannya mengikuti perkembangan anak, adalah pilihan yang tepat. Setiap detail ranjang dirancang dengan teliti dan tampilannya yang tak lekang oleh waktu membuat tempat tidur ini mudah dipadukan dengan perabot lain.

Pikirkan juga multifungsi ranjang untuk anak dengan memanfaatkan setiap bagiannya, selain untuk tidur juga bisa untuk menyimpan berbagai keperluan si kecil.

Sebagai pelengkap, tambahkan boneka atau mainan kesayangan anak di tempat tidur sebagai teman bermain yang menyenangkan untuk waktu yang lama.

Baca Juga: Meski Rumah Sempit Anak Bebas Bermain dengan Ruang Gerak Memadai, Ini Caranya!

Baca Juga: Amankah Menggunakan Furnitur Plastik di Kamar Anak?

3. Ubah fungsi meja ganti popok bayi

Mencari perabot fleksibel yang desainnya memungkinkan untuk diubah fungsi. Misalnya, cari kegunaan lain meja ganti popok bayi setelah anak tumbuh besar.

Meja ini dapat diubah menjadi lemari penyimpanan untuk barang-barang, mainan ataupun buku-buku favorit yang ingin disembunyikan. 

4. Sediakan area berkegiatan bersama

Anak-anak senang meniru orangtuanya. Dengan menempatkan versi mini dari kursi berlengan di kamar tidur, orang tua dan sang anak dapat duduk santai dengan nyaman sambil membaca buku cerita bersama-sama, ataupun membaca buku yang berbeda ketika si kecil sudah mulai bisa membaca sendiri.

Baca Juga: Makeover Ruang Makan dan Ruang Keluarga dengan Gaya Japandi

Baca Juga: Hindarkan Bayi dari Ruam Popok & 7 Penyakit Anak Ini!

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

Teknologi Interlocking Keramik Bikin Tampilan Alami seperti Bebatuan Asli

Ranahrumah.com – INTERIOR | Interlocking keramik membuat keramik tampil alami seperti bebatuan asli.

Bagi penyuka suasana alami, menghadirkan bebatuan sebagai pelapis dinding interior dapat menjadi salah satu solusi. Namun, sifat kealamian batu sering memaksa kita berpikir dua kali.

Batu yang merupakan produk alam ini memerlukan perawatan yang rumit agar terhindar dari lumut dan jamur. Tekstur dan motifnya pun sangat bervariasi sehingga tak ada satupun batu yang identik dengan batu lainnya. Justru kealamian inilah yang menjadi daya tarik utamanya, karena dari sifat-sifatnya yang natural ini, suasana adem dan tenang dapat diciptakan layaknya ketika seseorang berada dekat dengan alam.

Inilah kesempurnaan desain yang hadir melalui visualisasi bebatuan yang alami, nyaris tak berbeda dengan aslinya.

Baca Juga: Bikin Dinding Makin Memesona dengan Pola, Ini Caranya!

Siapa yang menyangka pelapis dinding di ruang ini bukan berasal dari bebatuan asli? Tampilannya begitu meyakinkan, menampakkan sisi natural batu seperti aslinya.

Interlocking keramik, teknologi di industri keramik yang membuat keramik tampil alami seperti bebatuan asli. Teknologi interlocking keramik di industri keramik menciptakan hasil aplikasi yang begitu rapi. Sambungan antar-keping keramiknya tak kentara sama sekali dan menghasilkan tampilan yang harmonis. Kreativitas dalam pemasangannya pun turut mendukung penciptaan visual yang random dan sangat natural.

Baca Juga: Stone Beyond! Eksplorasi Bebatuan untuk Berbagai Kreativitas Desain dari MM Galleri

Tekstur batu yang natural pun dapat ditampakkan oleh kreativitas pemasangannya. Ada pilihan pola pasang keramik susun paralel, zig zag, pemasangan geser setengah, atau sepertiga yang menghasilkan tampilan batu yang naik turun serta random seperti layaknya batu alami atau batu asli.

Bahkan dengan fasilitas interlocking yang ada pada setiap kepingnya, kita pun akan sulit menemukan letak sambungannya.

Tertarik mengaplikasikannya di rumah?

Baca Juga: DIY! Pasang Sendiri Panel Dinding, Hemat Tenaga dan Biaya

Baca Juga: Membuat Panel Dinding Dekoratif untuk Mempercantik Ruang

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

Eichholtz Store: Membangun Karakter Mewah dengan Banyak Gaya

0

Ranahtumah.com – PRODUK | Eichholtz Store by Melandas merek dagang dari Belanda untuk produk furnitur, lighting, dan aksesori interior.

Tidak selamanya karakter produk bisa ditampilkan secara kuat dengan mengusung gaya desain tertentu. Alih-alih menciptakan tampilan yang tak beraturan, showroom furnitur ini memamdupadankan produk-produknya yang memiliki aneka ragam gaya secara kreatif justru menghasilkan tatanan dan ekspresi yang unik dan menarik, bahkan mampu mengispirasi terciptanya impresi desain, baik dengan menerapkan gaya yang sama maupun gaya desain lainnya.

Hadir di Plaza Indonesia Lt.3, koleksi Eichholtz Store by Melandas menghadirkan furnitur mewah dan berbagai perlengkapan interior dengan gaya modern, chinoiserie, mid century, vintage, art deco, hingga klasik saat ini sudah dapat dilihat langsung di Indonesia.

Berkunjung ke showroom ini, pengunjung akan langsung merasakan aura mewah dan elegan yang bercita rasa tinggi, terwujud dalam desain interior urban yang hangat dan subtle, atau desain eklektik yang menadukan aneka gaya dan warna.

Modern clean look, salah satu gaya Eichholtz (Eichholtz Melandas)

Hebatnya, suguhan desain yang dihadirkan di showroom, ini sangat sophisticated. Bukan sekadar memberikan displai produk yang hanya menampilkan visual yang indah, tapi benar-benar mewujud dalam nuansa interior yang bisa dirasakan kenyamanannya.

Keindahan detail di setiap produk Eichholtz menjadi kekuatan tersendiri yang memberikan kesan yang ekspresif. Ibarat berjalan menikmati hunian Perancis yang elegan, romantisnya rumah di Kanada, rumah Hollywood yang mewah, atau hunian vintage di Cina, semuanya tersaji di showroom yang ditata dengan imajinasi dan kreativitas yang tinggi.


Aksesori dan dekorasi Eichholtz (Eichholtz Melandas)

Kabar baiknya, koleksi Eichholtz dengan kualitas first-rate furnitur ini hadir dengan harga yang terjangkau. Pilihan produknya pun sangat banyak. Hal inilah yang membuat Veridiana Lim, Direktur Melandas yakin, Eichholtz akan diterima dan disukai oleh masyarakat Indonesia.

Nah, buat kamu yang ingin menampilkan karakter mewah namun ingin tampil dengan banyak gaya, produk-produk di sini bisa jadi pilihan.

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

YKAN Gelar Kontes Fotografi dan Lari, Kampanye Konservasi Alam

0

Ranahrumah.com – TREN | YKAN gelar kontes fotografi dan lari kampanye konservasi alam.

Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) kembali mengadakan kampanye tahunan, kali ini bertemakan “Misi Lestari 2023: See Nature” yang menghadirkan dua aktivitas utama, yakni kontes fotografi dan lari. Seluruh bentuk dukungan yang disalurkan dalam program ini akan disalurkan untuk mendukung kelestarian alam Indonesia melalui konservasi alam.

Setiap tahunnya, YKAN mengikuti kegiatan global yang diadakan oleh mitra YKAN, The Nature Conservancy (TNC), yaitu Global Photo Competition (GPC). Kompetisi ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Tercatat pada 2022, sebanyak 6.400 peserta berasal dari Indonesia. Tahun ini, kompetisi foto ini tidak hanya digelar secara global, namun juga diteruskan dalam kontes lokal, yaitu cakupan per negara dan Indonesia menjadi salah satu dari enam negara terpilih.

“Untuk kali pertama, YKAN juga membuat kontes foto khusus untuk peserta Indonesia, dengan melibatkan fotografer kawakan Indonesia, yaitu Arbain Rambey, Riza Marlon, dan Marrysa Tunjung Sari. Nantinya, para juri ini akan memilih 12 pemenang per kategori dari 50 foto terbaik khusus dari Indonesia, yang akan dilombakan di konteks lokal,” jelas Priscilla Christin, Direktur Komunikasi YKAN.

Baca Juga: JAF 2023 Menggali Potensi Jakarta menuju Kota Global Sustainable

Kampanyekan konservasi alam, YKAN gelar kontes fotografi dan lari. Terdapat 12 kategori dalam lomba foto ini, yakni people & nature, plants & fungi, mammals, birds, reptiles & amphibians, insects & arachnids, underwater life, lands, oceans, freshwater, climate, dan aerialsyang dilombakan pada tahun ini.

Selain foto, kegiatan fun run pun menjadi agenda tahunan yang dilaksanakan oleh YKAN dalam rangka meningkatkan kesadaran publik pada pentingnya konservasi alam di Indonesia.

Aktivitas lari dipilih karena mudah dilakukan oleh seluruh kalangan masyarakat sambil menikmati pemandangan alam di sekitar. Pada kegiatanfun run kali ini, sambil berlari peserta diberi kesempatan untuk dapat melakukan aksi nyata dengan memecahkan misi berkaitan dengan kelestarian alam. Menariknya, untuk menjadi peserta perlu melakukan unlock donasi dan menyelesaikan misi dalam satu tim, hal ini didasari pada kegiatan konservasi yang dilakukan secara gotong royong. Peserta bisa mengajak anggota keluarga lainnya, teman, dan saudara untuk ikut menjadi bagian dari timnya masing-masing.

Seluruh donasi  akan disalurkan untuk mendukung kelestarian alam Indonesia, terutama keberlanjutan program perlindungan kawasan konservasi perairan dan pengembangan komoditas kakao lestari di Berau, Kalimantan Timur.

“Kabupaten Berau merupakan salah satu wilayah Indonesia dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Sekitar 72% wilayahnya masih tertutup hutan tropis alami yang menjadi tempat tinggal bagi ekosistem di dalamnya. Sementara perairannya termasuk dalam wilayah Segitiga Terumbu Karang Dunia, yang artinya menjadi habitat ragam spesies terumbu karang dan ikan,” terang Rizya Ardiwijaya, Coral Reef Specialist YKAN.

Baca Juga: 10 Pesan Sadar Lingkungan di “LG Sustainable Village” IFA 2023

Seluruh pembicara dalam peluncuran “Misi Lestari 2023: See Nature” , kontes fotografi dan lari oleh YKAN untuk konservasi alam.

Terumbu karang melindungi wilayah pesisir dari ombak dan badai dan mendukung pendapatan industri pariwisata. Program KORALESTARI, yang akan dilaksanakan YKAN bersama mitra, bertujuan untuk melindungi terumbu karang di Indonesia, khususnya di Berau, Laut Sawu, dan Laut Natuna. Selain program KORALESTARI, YKAN bersama mitranya mendampingi masyarakat untuk melakukan budi daya kakao yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas biji kakao melalui proses fermentasi. Fermentasi biji kakao mampu memberi nilai tambah, sehingga bisa menembus pasar premium, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

Kegiatan YKAN gelar kontesfotografi dan lari kampanyekan konservasi alam dengan tema “Misi Lestari 2023: See Nature”, mengajak masyarakat melakukan aksi nyata untuk alam Indonesia, lewat dua aktivitas hobi yakni, fotografi dan berlari. Karena sebuah foto dapat menceritakan seribu kisah tentang alam dan berlari tidak selamanya sekadar olahraga dan menguji ketahanan diri, tetapi juga membuat kita lebih peka dengan alam lewat udara yang kita hirup, pemandangan yang kita lihat, dan keindahan yang kita rasakan,” tutup Astrid Candrasari, Project Director Misi Lestari 2023.

Baca Juga: Ajakan Signify untuk Green Switch – Beralih ke Pencahayaan Hijau

Kegiatan Misi Lestari 2023 ini akan diawali kontes foto dengan periode pendaftaran selama 30 Agustus-29 September 2023. Pameran foto peserta terpilih disertai kegiatan coaching clinic dan talkshow dari para juri dilakukan pada 6 – 12 November 2023. Pengumuman pemenang kontes foto lokal akan diadakan pada 11 November 2023. Pendaftaran kompetisi foto dapat dilakukan melalui tautan apad situs ykan.or.id untuk kontes foto.  

Untuk aktivitas fun run, periode pendaftaran fun run dibuka dengan fundraising yang berlangsung selama 8 September-15 Desember 2023, dilanjutkan dengan unlock donasi untuk menjadi peserta fun run. 

Puncak acara Misi Lestari diselenggarakan pada 26 November 2023, yang mengajak peserta untuk berlari sambil menyelesaikan misi-misi yang berkaitan dengan konservasi. Info selanjutnya bisa ikuti akun sosial media resmi misilestari nusantara atau ykan.

Baca Juga: 6 Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau menurut GBCI

Baca Juga: Menguak Desain “Nearly Zero Energy Building” QBig BSD City Peraih Penghargaan AEA 2023

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

JAF 2023 Menggali Potensi Jakarta menuju Kota Global Sustainable

Ranahrumah.com – TREN | JAF 2023 menggali potensi Jakarta menuju kota global sustainable. Jakarta Architecture Festival (JAF) 2023 merupakan sebuah perayaan perubahan status baru Jakarta dengan telah diumumkannya pemindahan ibu kota negara ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

Jakarta Architecture Festival 2023 mengambil tema Transit(ion), yang secara harfiah memiliki arti sebuah proses atau periode perubahan dari satu kondisi menuju kondisi lainnya. Sebuah transisi yang pasti terjadi bagi Jakarta di masa mendatang, yang bermula dari sebuah kota pelabuhan dari sebuah kerajaan kuno, kemudian menjadi hub perdagangan seluruh penjuru dunia sehingga menjadi ibu kota sebuah negara muda, Indonesia. 

“Festival ini bertujuan untuk mengumpulkan beberapa insight mengenai Transit(ion) yang akan terjadi dari berbagai stakeholder seperti masyarakat, komunitas, pemerintah, sektor privat, para profesional serta akademisi untuk memberikan pemahaman publik akan pentingnya desain kota yang baik, sehingga menjadikannya kota yang layak dihuni baik dari segi kebijakan publik, dan investasi yang berdasarkan riset serta dan pengetahuan terkini tentang kota,” terang Prima Abdullah, Program Director JAF.

Baca Juga: 6 Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau menurut GBCI

Baca Juga: Manfaat Taman Atap untuk Rumah di Daerah Tropis

JAF 2023 menggali potensi Jakarta menuju kota global yang sustainable diselenggarakan 9 sept – 30 sept 2023.

JAF 2023 menggali potensi Jakarta menuju kota global sustainable akan menjadi sebuah momentum untuk berkolaborasi dan bertransformasi. Bukti ketangguhan serta kemampuan beradaptasi akan setiap perubahan kota Jakarta yang dinamis.

“Sebuah perayaan yang melibatkan semua stakeholder Jakarta demi terwujudnya visi Jakarta masa depan sebagai kota global lebih baik bagi kita semua,” ucap Ar. Doti Windajani, IAI, AA, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Jakarta (IAI Jakarta)

Seperti diketahui, Jakarta memiliki sejarah panjang sebagai sebuah kota global yang terus berkembang telah mengalami banyak perkembangan dalam beberapa abad ini, berevolusi serta berusaha untuk terus menjawab setiap tantangan serta permasalahan yang dihadapi. 

Baca Juga: Menguak Desain “Nearly Zero Energy Building” QBig BSD City Peraih Penghargaan AEA 2023

Baca Juga: Memilih Perangkat Pengondisi Udara yang Tepat untuk Rumah Tropis yang Lebih Sehat

“Pasca ditetapkannya Nusantara sebagai Ibu Kota Negara Republik Indonesia, Jakarta menghadapi tantangan keseimbangan ekologi, ruang berkeadilan dan wadah ekonomi regeneratif. Oleh karena itu perlu untuk terus menggali potensi Jakarta mengembangkan karya terbaik, untuk era baru masyarakat dan Jakarta menjadi kota global masa depan yang sustainable,” pungkas Doti.

Jakarta Architecture Festival (JAF) 2023 diselenggarakan dari tanggal 9 September hingga 30 September 2023. Ada beragam kegiatan di acara ini, seperti conference, diskusi, eksibisi, instalasi publik, pemutaran film kebudayaan, program penjelajahan kota, gathering, serta perlombaan sketsa beragam bangunan warisan Jakarta. Berbagai pembicara Nasional maupun Internasional akan turut menyampaikan pandangannya akan beragam isu di Jakarta pada festival ini.

Baca juga: OGRA 2023 Asia Mengundang Arsitek Mendesain Atap Rumah Berkelanjutan

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

6 Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau menurut GBCI

Ranahrumah.com – INSiGHT | Menilai bangunan hijau menurut GBCI, dikeluarkan sebagai tolok ukur atau patokan menilai sebuah bangunan benar-benar green atau tidak.

Hal ini dilatarbelakangi oleh masih sulitnya mendefinisikan “hijau”, apalagi jika dikorelasikan dengan arsitektur. Tapi ironisnya, istilah itu malah digunakan secara berlebihan untuk memperkenalkan dan menjual proyek-proyek baru.

Dalam artikel berjudul “Architecture in Tune With the Climate”, New York Times menulis bahwa mengorelasikan proyek dengan istilah hijau mampu membuat sebuah proyek laku di pasaran. Tak heran, hal itu semakin sering dilakukan saat ini oleh pengembang ataupun industri, termasuk di Indonesia.

Perkantoran, apartemen, bahkan pusat-pusat perbelanjaan di Tanah Air diklaim mengadopsi konsep-konsep “bangunan hijau” atau green building. Mulai dari sekadar menyiapkan taman dan tanaman dalam jumlah besar, hingga benar-benar berusaha menghemat energi, mendaur ulang sumber daya, atau menggunakan material bangunan ramah lingkungan dilakukan demi mencapai kata hijau tersebut.

Sebenarnya, ada tolok ukur yang bisa dijadikan patokan dalam membangun dan menilai “bangunan hijau”. Di Indonesia, patokan tersebut ditetapkan oleh Green Building Council Indonesia (GBCI).

Baca Juga: Menguak Desain “Nearly Zero Energy Building” QBig BSD City Peraih Penghargaan AEA 2023

Baca juga: Void dan Skylight Solusi Rumah Sempit jadi Terasa Lapang

Tolok ukur menilai bangunan hijau menurut GBCI menjadi patokan sebuah perkantoran, apartemen, hunian, bahkan pusat-pusat perbelanjaan untuk bisa menge-klaim bangunannya sebagai green building atau benar-benar “hijau”, yaitu yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya.

6 Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau atau Green Building

Inilah patokan menilai bangunan hijau menurut GBCI. Ada enam kriteria agar sebuah bangunan bisa disebut sebagai green building yakni, tata guna lahan, efisiensi energi, konservasi air, bahan ramah lingkungan, kualitas udara (indoor quality), dan managemen sampah.

Selain GBCI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga sudah menerbitkan Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 38 Tahun 2012 tentang Bangunan Gedung Hijau.

Peraturan tersebut mengatur penerapan konsep hemat energi dan ramah lingkungan dalam bangunan gedung. Menurut aturan ini, “bangunan hijau” adalah bangunan gedung yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sumber daya. Sejak perencanaan, bangunan tersebut sudah harus dibuat dengan efisien. Begitu pula dengan pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan, pemeliharaan, sampai penghancurannya suatu hari nanti.

Baca Juga: Manfaat Taman Atap untuk Rumah di Daerah Tropis

Baca juga: Tips Memanfaatkan Attic untuk Kamar agar Tak Panas

Menilai bangunan hijau menurut GBCI, sejak perencanaan sudah harus dibuat dengan efisien. Begitu pula dengan pelaksanaan konstruksi, pemanfaatan, pemeliharaan, sampai penghancurannya suatu hari nanti.

Menurut peraturan tersebut, jenis bangunan secara garis besar dibagi menjadi dua: bangunan baru dan bangunan eksisting.

Untuk bangunan baru, bangunan tersebut wajib memenuhi efisiensi energi, efisiensi air, menjaga kualitas udara dalam lingkungan, mengelola lahan dan limbah, serta melakukan konstruksi dengan memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja.

Dalam proses kontruksi bangunan tersebut, pengembang dan pihak terkait juga wajib melakukan konservasi air pada lokasi konstruksi, dan mengelola limbah berbahaya.

Sementara itu, bangunan gedung eksisting harus memenuhi persyaratan berupa konservasi dan efisiensi energi, efisiensi air (termasuk efisiensi penggunaan dan pemantauan kualitas air).

Baca Juga: Rahasia Rumput Subur dan Indah, Hindari Pantangan Ini!

Baca Juga: Membuat Taman Dalam Ruang dan Merawat, Rekomendasi Tanaman Indoor

Kemudian, kualitas udara dalam ruang, serta memperhatikan manajemen pemeliharaan bangunan tersebut. Inilah kriteria menyebut sebuah bangunan sebagai “bangunan hijau”.

Berdasarkan berbagai kriteria tersebut, baik ditentukan oleh organisasi yang menaruh perhatian khusus pada bangunan hijau maupun pemerintah setempat, konsumen properti sebaiknya tak lagi mudah terpukau oleh berbagai promosi “bangunan hijau”.

Di saat bersamaan, pengembang pun perlu mengecek dan menguji lagi proyek-proyek mereka sebelum berani memberikan label “hijau” bagi produknya.

Baca Juga: 10 Alasan Perlunya Menggunakan Jasa Arsitek untuk Memperindah Hunian

Baca Juga: OGRA 2023 Asia Mengundang Arsitek Mendesain Atap Rumah Berkelanjutan

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

Menperin Kunjungi Pabrik AC Sharp Indonesia: Investasi Industri Elektronik

Ranahrumah.com – TREN | Menperin kunjungi pabrik AC Sharp Indonesia yang merupakan pabrik ke-4 perusahaan asal Jepang ini di Indonesia. Apresiasi diberikan karena dengan dibukanya pabrik AC ini, Sharp telah meningkatkan investasi industri elektronik di Indonesia.

Saat kunjungan, Menteri Perindustrian Republik Indonesia (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier beserta jajaran eselon I Kementerian Perindustrian. Kunjungan kerja ini dilakukan guna melihat secara langsung proses produksi produk AC Sharp di Kawasan industri KIIC (Karawang International Industrial City) yang diresmikan pada pertengahan Agustus 2023 lalu.

“Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) atas dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam peningkatan iklim investasi, khususnya di bidang industri elektronik,” tutur Agus.

Shinji Teraoka, Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia mengungkapkan terima kasih saat Menperin kunjungi pabrik AC Sharp Indonesia dan menghargai ini sebagai perhatian dan dukungan pemerintah Indonesia pada perusahaannya untuk mengembangkan sektor industri di Indonesia. “Kami sangat menghargai perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia akan perkembangan sektor Industri di Indonesia.”

Baca Juga: 10 Fakta Menarik Pabrik AC Sharp Indonesia yang Siap Beroperasi

Andry Adi Utomo, National Sales Senior General Manager Sharp Indonesia, menunjukkan maket Pabrik Sharp Indonesia kepada menteri perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita saat Menperin kunjungi pabrik AC Sharp Indonesia (7/9/23).

Pabrik produk penyejuk udara (AC) PT Sharp Electronics Indonesia ini menempati lahan seluas 3,5 HA dengan kapasitas produksi hingga 1,2 juta pertahunnya dengan daya serap tenaga kerja mencapai 1.000 orang karyawan.

Berdirinya pabrik AC ini melengkapi basis produksi elektronik lokal Sharp Indonesia. Sebelumnya Sharp telah mengoperasikan pabrik lemari es, pabrik mesin cuci, dan pabrik LED TV dan di tahun 2023 pabrik AC menjadi pabrik ke 4 yang beroperasi.

“Melalui pabrik AC ini Sharp Indonesia berharap dapat terus mempertahankan posisinya sebagai produsen elektronik nomor satu di Indonesia dan meningkatkan pangsa pasar hingga 25%,” jelas Teraoka.

Baca Juga: Produksi Kulkas Sharp Indonesia Tembus 25 Juta Unit, Ini Daya Pikatnya!

“Kami mengapresiasi lini produksi baru untuk produk AC PT Sharp Electronics Indonesia. Sehingga diharapkan selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ke depannya dapat semakin kompetitif mengisi pangsa pasar ekspor. Selain itu dengan adanya produksi baru di PT Sharp Electronics Indonesia dapat mendorong tumbuhnya industri komponen elektronika dalam negeri sebagai bentuk penguatan struktur industri dalam negeri,” ungkap Agus.

Saat ini Sharp Indonesia telah menggunakan 60% komponen lokal dan akan meningkatkan volumenya ekspornya ke negara–negara di Asia Tenggara, Timor Leste, Kepulauan Fiji, Timur Tengah, Afrika dan Papua Nugini sebagai kontribusinya terhadap program pemerintah dalam  menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk elektronika yang dapat menyuplai kebutuhan baik di dalam negeri maupun pasar internasional.

Baca Juga: 53 Tahun Sharp Indonesia Membawa Dampak Positif Bagi Bumi

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook RANAH RUMAH, Instagram @ranahrumahcom 

(*)

Air Purifier Ramah Kantong Rp700 Ribuan, Cocok untuk Rumah

Ranahrumah.com – PRODUK | Air purifier ramah kantong cocok untuk di rumah.

IKEA mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mulai meningkatkan kualitas udara dari rumah agar aktivitas harian dapat dilakukan dengan nyaman.

Seperti diketahui, asap tebal abu-abu menyelimuti langit-langit kota Jakarta beberapa bulan terakhir. Dan ini disinyalir merupakan partikel-partikel polusi udara yang menumpuk.

Sebuah aplikasi pemantau kualitas udara asal Swiss, IQAir, menyebutkan bahwa Jakarta secara konsisten masuk 10 besar kota paling berpolusi di seluruh dunia.

Tentunya jika terus-menerus menghirup udara yang tercemar bisa berdampak pada menurunnya kesehatan terutama saluran pernapasan.

Polusi udara ini sangat berbahaya bagi kesehatan dan dapat mengganggu kegiatan sehari-hari. Karena itulah, PR and Communication Manager IKEA Indonesia, Ririn Basuki mengajak masyarakat untuk meningkatkan kualitas udara dari rumah agar aktivitas harian dapat dilakukan dengan nyaman dengan mengenalkan 2 produk sebagai solusi mengatasi polusi udara di dalam rumah ini.

Baca Juga: Atasi Polusi Udara Mulai dari Rumah, Kenali 6 Pemicu & Sumbernya!

Sensor kualitas udara IKEA, Vindriktning, mampu mendeteksi polutan PM 2.5 yaitu jenis partikel sangat kecil, yang bentuknya serupa dengan debu, dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer. (Dok. IKEA)

Sensor Udara

IKEA memperkenalkan Vindriktning, produk sensor kualitas udara. Sensor ini dapat mendeteksi bersih tidaknya udara. Jika udara bersih maka lampu indikator akan menyala dengan warna hijau dan warna merah jika udara kotor.

Sensor udara ini juga mampu mendeteksi polutan PM 2.5 yaitu jenis partikel sangat kecil, yang bentuknya serupa dengan debu, dengan ukuran kurang dari 2,5 mikrometer.

Beberapa aktivitas di rumah yang melepaskan partikel PM2.5 adalah seperti memasak, membakar makanan, menggunakan perapian yang terbuka serta menyemprot. Partikel ini juga mampu meresap masuk dari udara luar yang tercemar ke dalam rumah.

Baca Juga: Memilih Perangkat Pengondisi Udara yang Tepat untuk Rumah Tropis yang Lebih Sehat

Uppatvind, pemurni udara atau air purifier ramah kantong iKEA ciptaan dari David Wahl, bekerja optimal untuk ruangan seluas 7 m2dan melakukan penyaringan udara setiap 5 kali per jam. (Dok. IKEA)

Air Purifier atau Pemurni Udara

Memiliki performa yang dapat diandalkan, IKEA mengenalkan air purifier ramah kantong cocok untuk di rumah sebagai cara mengatasi polusi udara di rumah.

Setelah sensor udara terdeteksi oleh Vindriktning, udara yang terdeteksi kotor dapat disaring menggunakan Uppatvind, air purifier atau pemurni udara, agar lebih bersih.

IKEA menyebut, filter penyaring air purifier ini sudah diuji dengan standar ISO 29463-3 yang sesuai dengan kelas EPA12, artinya mampu menyaring lebih dari 99,5% dari semua partikel di udara seperti partikel PM 2.5, debu, dan serbuk sari.

Fitur unggulan lain yang dimiliki adalah terdapatnya 3 kecepatan kipas sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan di rumah dan juga mempengaruhi tingkat kebisingan. Jika ingin tidur nyenyak, pilih kecepatan kipas terendah dengan tingkat kebisingan rendah di malam hari.

Baca Juga: Jadi Solusi Udara Buruk, Ini Beda Air Purifier, Humidifier, dan Dehumidifier

Baca Juga: Udara Sehat dan Bersih Wajib Dihirup, Ini Peran Filter HEPA pada Air Purifier

Pemurni udara ini akan bekerja secara optimal untuk ruangan seluas 7 m2 di mana udara disaring melalui pembersih udara 5 kali per jam. Sedangkan untuk ruangan yang lebih besar akan membutuhkan waktu pembersihan sedikit lebih lama. Gunakan beberapa unit untuk mencakup area yang lebih luas dan mencapai efektivitas.

Selain itu, keunggulan dari kedua produk ciptaan David Wahl ini adalah memiliki bobot yang ringan sehingga mudah dipindahkan ke ruangan manapun sesuai kebutuhan. Selain itu juga ditawarkan dengan harga yang ramah di kantong.

“Kualitas udara yang baik bisa kita usahakan mulai dari rumah dan tidak harus mahal. Dompet aman, keluarga pun juga nyaman,” pungkas Ririn, yang menyebutkan harga Rp799.000 untuk air purifier Uppatvind IKEA ini.

Baca Juga: Potensi Baru Plasmacluster selain Pemurnian Udara, Temuan Terbaru Sharp!

Baca Juga: Air Purifier Terbaru Sharp dengan Plasmacluster untuk Modern LifeStyle

Baca Juga: LG PuriCare 360° Hit, Pemurni Udara Silinder Diklaim Lebih Efektif

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)