Saturday, October 31, 2026
Home Blog Page 126

12 Inspirasi Rumah Unik Kurang dari 100 M2 di Dunia (2)

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2).

Isu tentang lahan hunian yang semakin menyempit bukanlah lagi sebuah rahasia. Tak heran, setiap tahun, populasi penduduk dunia selalu bertambah dengan pesat.

Tentu saja, meningkatnya populasi dunia ini berjalan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan hunian di seluruh muka bumi. Otomatis, harga tanah pun kian melambung tinggi, meskipun lahan yang tersedia semakin berkurang dan menyempit.

Para arsitek dan desainer di seantero dunia tentunya telah menyadari isu global ini. Hunian atau rumah mungil yang dirancang fungsional, tapi tetap homy dan nyaman, menjadi proyek sasaran yang gencar dikerjakan saat ini, khususnya sejak beberapa tahun belakangan ini.

Ingin inspirasinya? Inilah rumah mungil dan unik di dunia, luas kurang dari 100 m2 (7 – 12), dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: 12 Inspirasi Rumah Unik Kurang dari 100 M2 di Dunia (1)

Diogene House, Jerman – 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2). (Foto: Newatlas.com)

7. Diogene House, Jerman

Setelah berhasil merancang bangunan tertinggi di Eropa (The Shard di London), arsitek asal Italia, Renzo Piano, kembali melengkapi pencapaian karimya dengan. membangun sebuah rumah mikro berukuran 7,5M2. Nama bangunan ini adalah Diogene House. Rumah mikro ini telah dibangun di area taman Vitra Campus in Weil am Rhein, Jerman. ”

Mampukah bangunan ini disebut sebagai rumah? Nyatanya, semua fasilitas yang mengakomodasi kebutuhan seorang; penghuni tersedia dengan lengkap, mulai dari kursi dan meja lipat, sofa bed, serta area-area simpan multifungsi. Selain itu, terdapat pula ruang terpisah yang terdiri dari toilet kompos, area shower dan dapur kecil dengan sink dan lemari es tertanam.

Baca Juga: Setia pada Sustainability, Summarecon Luncurkan Township Teranyar Summarecon Tangerang

Baca Juga: Rumah Mungil 2 Lantai Terasa Lega dengan Gaya Skandinavia di Lahan 81 M2

Tumbleweed Tiny House, Amerika Serikat – 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2). (Foto: TumbleweedHouses.com)

8. Tumbleweed Tiny House, Amerika Serikat

Rumah yang bisa berpindah merupakan salah satu solusi desain dari isu menyempitnya lahan hunian. Salah satu rumah mungil yang mengaplikasikan konsep rumah portable ini adalah Tumbleweed Tiny House, yang terdapat di Amerika Serikat. Tumbleweed Tiny House ini sendiri sebenamya merupakan nama sebuah perusahaan di Sonoma, California, yang merancang dan membangun rumah-rumah mungil seluas 6m? hingga 80m’.

Penataan interiornya pun sangatiah fungsional dan hemat ruang. Mulai dari pemakaian loteng sebagal area tidur, furnitur-furnitur lipat, hingga area-area simpan di setiap sudut, membuat rumah portable ini tidak memiliki sisi kosong yang tak berguna.

Baca Juga: Jadi Nyawa bagi Ruangan, Inilah 5 Langkah Merencanakan Pencahayaan

Hori No Uchi House, Jepang – 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2). (Foto: Jawaracorpo.com)

9. Hori No Uchi House, Jepang

Bentuk bangunan karya arsitek ternama Jepang—Kota Mizuishi—ini memiliki bentuk yang sangat unik. Berbeda dengan hunian pada umumnya, Hori no Uchi House menggunakan konsep kantilever, menyerupai dua balok beda panjang yang ditumpuk, dengan balok yang lebih besar di bagian atas. Bangunan 2 lantai ini hanya memiliki luas total sebesar 55,24m2.

Bukaan yang besar serta langit-langit yang tinggi merupakan beberapa siasat untuk membuat rumah sempit seperti ini tampak luas dan nyaman, baik secara visual ataupun sirkulasi udara.

Baca Juga: 3 Model Taman dalam Wadah Penghias Ruang Utama di Rumah

Baca juga: Membuat Rock Garden “Taman Kering” di Rumah Mungil

House In Nada, Jepang – 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2). (Foto: Pinterest)

10. House In Nada, Jepang

Fujiwarramaro, salah satu konsultan arsitek ternama di Jepang, merancang sebuah rumah di lahan sempit, seluas 37m. Rumah yang dinamai House in Nada ini memiliki konsep yang menyerupai Keret House, yakni berada di “rongga” antar dua gedung yang sudah ada sebelumnya.

Adanya “lubang” atau void pada setiap lantai membuat interior berlahan mungil ini tampak luas, tidak sumpek,

dan terang benderang oleh pencahayaan alami. Material kayu bekas yang menghiasi fasad sederhananya pun menjadi salah satu daya tarik dari rumah mungil ini. Rumah ini memiliki beragam lantai dengan beragam fungsi.berbeda pula, yang membuktikan bahwa lahan sempit bisa menjadi solusi bagi kebutuhan penghuninya.

Baca Juga: Sharp Rilis Purefit Mini-Series untuk Rumah Mungil Kover Area 30 M2

Baca Juga: Rumah Mungil 60 M2 dengan Mezanin Cocok untuk Keluarga Muda Milenial

Twelve Cubed Mini Home, Kanada – 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2). (Foto: Dwell.com)

11. Twelve Cubed Mini Home, Kanada

Sekilas, rumah by Nomad Micro Homes yang berbentuk kubus dengan sisi-sisi sepanjang 12 kaki (sama dengan 3,6m) ini hanya menyerupai pos kecil yang tidak layak untuk dihuni. Namun, ternyata, bangunan hasil karya James Stuart, arsitek dari Kanada ini, memiliki fungsi-fungsi ruang yang lumrah dimiliki oleh sebuah hunian normal, mulai dari dapur, kamar mandj, kamar tidur, hingga area duduk. Berkaitan dengan pemakaian konsep berkelanjutan, rumah mungil inj dilengkapi pula oleh sistem panel surya yang bersifat hemat energi.

Baca Juga: Solusi Membangun Rumah untuk Milenial sesuai Budget yang Dimiliki

Port A Bach, Selandia Baru. – 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia (2). (Foto: Ecocontainerhome.com)

12. Port A Bach, Selandia Baru

Pernahkah Anda berpikir untuk menghabiskan liburan Anda di tengah hutan, dengan rumah multifungsi berukuran mungil? Mungkin, Anda akan tertarik dengan hunian temporer bernama Port a Bach ini. Bangunan seluas 40m? ini bisa dihuni oleh 2 Orang dewasa serta anak kecil.

Interiomya pun terdiri atas furnitur-furnitur yang hemat ruang, seperti lemari dan lad tanam, dapur stainless steel, area shower tanpa sekat, wastafel, hingga toilet kompos. Selain itu, sang arsitek—Cecille Bonifait dan William Giesen—menambahkan partisi kain yang bisa digunakan sewaktu-waktu. Dinding-dindingnya pun dibuat fleksibel, bisa sewaktu-waktu dijadikan tempat tidur, atau area bersantai.

Baca Juga: Karakter 7 Jenis Material Fabric dan Fungsinya sebagai Soft Furnishing

Baca Juga: Menghitung Biaya Membuat Dapur dengan Berbagai Pilihan Material 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Menanam Kaktus agar Tak Mati

Ranahrumah.com – EKSTERIOR | Menanam kaktus agar tak mati.

Kaktus merupakan tanaman hias favorit, karena tampilannya yang unik dan khas. Di Indonesia, masa kejayaan kaktus berlangsung sekitar tahun 80-an, lalu kemudian popularitasnya menurun.

Di tahun 2016, tanaman berduri ini kembali berjaya, terutama kaktus berukuran mini. Kaktus dapat hidup pada kondisi yang sangat ekstrem (sangat kering hingga daerah bersalju), dengan melakukan beberapa penyesuaian yang berakibat perubahan pada bentuknya. Misalnya daun yang mengecil atau tidak berdaun sama sekali, perakaran menyempit, batang menggelembung, dan sebagainya. Karena mudahnya ia menyesuaikan diri, penyebaran kaktus sangat cepat.

Kaktus adalah tanaman sekulen. Kekhasan tanaman sekulen adalah mampu menyimpan cadangan air, seperti halnya unta. Bagian-bagian tanamannya— misalnya batang dan daun—bisa menebal, menggembung, atau berdaging lebih untuk menyimpan tanaman air.

Kaktus mati bisa diakibatkan oleh berbagai hal. Mengenali karakternya secara mendalam, sebelum menanam akan mencegah kegagalan menanam yang membuatnya mati.

Baca Juga: Peluang Bisnis dan Ekspor Tanaman Hias Indonesia: Sansevieria & Aglaonema

Habitat Kaktus

Secara garis besar, ada dua habitat asal kaktus, yaitu hutan dan padang pasir atau setengah padang pasir. Kaktus yang berasal dari hutan menyukai kelembapan sedang, sedangkan kaktus yang berasal dari padang pasir menyukai kelembapan udara yang rendah dan suhu yang tinggi. Untuk mengetahui dari mana kaktus berasal, kamu bisa menanyakannya kepada pedagang tempat kamu membeli.

Menanam kaktus agar tak mati. Media tanam untuk kaktus sebaiknya bersifat porous (memiliki banyak pori-pori) supaya kaktus tidak kebanjiran, namun tetap harus mengikat air sedikit. (Foto: Pexels)

Baca Juga: Stand Tanaman Inovatif untuk Penanaman Vertikal di Ruang Terbatas

Baca Juga: 5 Cara Menanam Ala Hidroponik di Rumah Mungil

Media Tanam Kaktus

Asal usul kaktus ini berkaitan dengan pemilihan media tanam yang tepat. Media tanam untuk kaktus sebaiknya bersifat porous (memiliki banyak pori-pori) supaya kaktus tidak kebanjiran, namun tetap harus mengikat air sedikit. Parameternya gampangnya, jika kamu sentuh media tanam terasa basah namun jika dilihat tidak tampak basah. Atau bisa juga dicirikan, media ini tidak mudah menggumpal dalam konsisi basah dan tidak mengeras dalam kondisi kering.

Media sebaiknya disterilkan dulu agar bebas dari telur cacing dan hama karena cacing dapat menyerang akar kaktus. Caranya, siram media dengan air panas secara merata dan biarkan hingga dingin dan agak kering. Bisa juga dicampurkan Furadan sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan.

Menanam kaktus agar tak mati. Meletakkan kaktus sebaiknya di tempat yang banyak terkena sinar matahari atau bisa juga diletakkan di dalam, namun harus dikeluarkan setidaknya 5 jam sehari. Sirkulasi udara harus baik agar kondisi di sekitar kaktus tidak lembap, karena lembap bisa menyebabkan kebusukan dan tumbuhnya jamur. (Foto:Pexels)

Baca Juga: 3 Model Taman dalam Wadah Penghias Ruang Utama di Rumah

Meletakkan Kaktus

Kaktus menyukai sinar matahari, jadi harus diletakkan di tempat yang banyak terkena sinar matahari atau bisa juga diletakkan di dalam, namun harus dikeluarkan setidaknya 5 jam sehari. Jika kurang sinar matahari, pertumbuhan kaktus jadi kurus dan tidak kokoh. Sementara jika kepanasan, kaktus akan tumbuh lambat dan warnanya cenderung pucat.

Sirkulasi udara harus baik agar kondisi di sekitar kaktus tidak lembap, karena lembap bisa menyebabkan kebusukan dan tumbuhnya jamur. Suhu udara yang ideal untuk kaktus adalah 16—34 derajat Celsius.

Jika pertumbuhan kaktus sudah jelek atau sudah terlalu besar untuk potnya, kamu harus memindahkannya ke pot yang baru. Tujuannya agar tersedia ruang yang cukup untuk pertumbuhan kaktus. Untuk kaktus dengan pertumbuhan cepat, pemindahan dapat dilakukan 6 bulan sekali, sementara untuk kaktus dengan pertumbuhan lambat dapat dipindahkan setahun sekali. Tanyakan kepada penjual untuk memastikan pertumbuhan kaktus.

Baca Juga: Membuat Rock Garden “Taman Kering” di Rumah Mungil

Menanam kaktus agar tak mati. Penyiraman dapat dilakukan seminggu atau tiga hari sekali, tergantung dari cuaca dan kondisi media tanam. (foto: Pexels)

Waktu Menyiram Kaktus

Penyiraman dapat dilakukan seminggu atau tiga hari sekali, tergantung dari cuaca dan kondisi media tanam. Jika cuaca dingin atau hujan, penyiraman dapat dilakukan cukup 2 kali sebulan. Media yang sudah butuh disiram ditandai dengan ciri: jika disentuh terasa kering dan mudah lepas.

Untuk kaktus yang berasal dari hutan, penyiraman sebaiknya dilakukan pada sore hari, sedikit demi sedikit. Sedangkan kaktus dari gurun pasir, sebaiknya disiram pagi hari, karena akarnya akan mudah menyerap air selama matahari masih ada.

Baca Juga: Manfaat Taman Atap untuk Rumah di Daerah Tropis

Penyakit Kaktus Kaktus

Penyakit kaktus bisa terjadi akibat salah penyiraman. Penyakit yang bisa ditimbulkan karena salah penyiraman, sebagai berikut.

1. Pucuk batang kisut dan bagian bawahnya busuk. Jika hanya pucuk batang yang kisut, itu adalah gejala kekurangan air. Namun jika kisut pada pucuk diikuti oleh bagian bawah, itu gejala kelebihan air, yang sering muncul di musim hujan.

2. Pertumbuhan kaktus terhenti karena terlalu banyak air.

3. Muncul spot berbentuk cincin berwarna terang pada batang tanaman. Ini adalah gejala kekurangan air dan unsur hara.

4. Kaktus kuntet, keriting, dan lembek. Ini akibat media tanam terlalu kering dan tidak bisa mengikat air dengan baik.

Baca Juga: 6 Cara Menjaga Keseimbangan Yin dan Yang pada Taman

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

12 Inspirasi Rumah Unik Kurang dari 100 M2 di Dunia (1)

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | 12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia.

Isu tentang lahan hunian yang semakin menyempit bukanlah lagi sebuah rahasia. Tak heran, setiap tahun, populasi penduduk dunia selalu bertambah dengan pesat. 

Tentu saja, meningkatnya populasi dunia ini  berjalan seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan hunian di seluruh muka bumi.  Otomatis, harga tanah pun kian melambung tinggi, meskipun lahan yang tersedia semakin berkurang dan menyempit. 

Para arsitek dan desainer di seantero dunia tentunya telah menyadari isu global ini. Hunian atau rumah mungil yang dirancang fungsional, tapi tetap homy dan nyaman, menjadi proyek sasaran yang gencar dikerjakan saat ini, khususnya sejak beberapa tahun belakangan ini.

Ingin inspirasinya? Inilah rumah mungil dan unik di dunia, luas kurang dari 100 m2 (rumah 1-6), dikutip dari berbagai sumber.

Baca Juga: 12 Inspirasi Rumah Unik Kurang dari 100 M2 di Dunia (1)

Baca Juga: Rumah Mungil 2 Lantai Terasa Lega dengan Gaya Skandinavia di Lahan 81 M2

Baca Juga: Setia pada Sustainability, Summarecon Luncurkan Township Teranyar Summarecon Tangerang

12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia. Keret House, Warsawa, Polandia (Foto: Archdaily)

1. Keret House,  Warsawa, Polandia 

Pernahkah kamu melihat rumah tersempit di dunia? Jika kamu menderita claustrophobia (takut akan tempat sempit), sebaiknya kamu tak memasuki rumah yang dijuluki Keret House ini, mengingat lebarnya hanya mencapai 122cm saja. 

Lokasi bangunan ini pun sangat unik, berada di rongga sempit, di antara 2 bangunan bersejarah yang saling bersebelahan. Proyek ini merupakan hasil karya seorang arsitek Polandia, yaitu Jakub Szczesny, yang berfungsi sebagai rumah sementara bagi para penulis lepas, salah satunya adalah Etgar Keret. 

Meskipun lebamya sangat sempit, interior di dalam Keret House ini terasa sangat fungsional, bisa memenuhi kebutuhan kehidupan satu orang penghuni saja, mulai dari area tidur, area duduk, area bekerja, hingga dapur.

Baca Juga: 10 Kiat Merenovasi Rumah Mungil

12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia. Potter Cottage, Maine, AS (Foto: Homevanities.com)

2. Porter Cottage, Maine, AS 

Terietak di sebuah pulau yang berjarak 20mil dari lepas pantai Maine, bangunan seluas 60m? ini merupakan sebuah rumah peristirahatan bagi Bruce Porter. Pria ini adalah seorang jurnalis sekaligus profesor di Columbia University Graduate School of Journalism. Di masa pensiunnya, ia memutuskan untuk “menyepi” di tanah yang telah ia miliki sejak lama ini. 

Alex Scott Porter, sang anak yang juga seorang arsitek, memutuskan untuk membangun rumah peristirahatan yang mungil, fungsional, tetapi tetap unik. 

Berhiaskan dinding container di bagian luar, interior rumah ini terasa nyaman dengan aplikasi kayu di seluruh interior. Selain itu, konsep ramah lingkungan pun digunakan dalam rumah ini, mulai dengan pengaplikasian panel surya, sistem toilet kompos, hingga aat alat elektronik bertenaga matahari.

Dari luar, bangunan ini tampak sangat sederhana, seperti balok bertutupkan atap prisma dengan material serupa, dengan rongga-rongga jendela kaca besar di beberapa sisi dinding. Ternyata “balok” seluas 27m ini merupakan hunian mungil yang terdiri dari 3 area interior, yakni area duduk dan dapur, kamar mandi, serta kamar tidur. 

Baca Juga: Pindah Sementara ke Kontrakan saat Rumah Direnovasi: Harus atau Tidak?

12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia. APH80 House, Spanyol (Foto: Homedsgn.com)

3. APH80 House Rumah Portable, Spanyol

Bangunan rumah ini merupakan hasil karya ABATON, sebuah studio arsitek di Madrid, Spanyol. Selain ukurannya yang super kecil, rumah yang diyuluki APH80 House ini merupakan rumah yang bisa berpindah-pindah, atau biasa disebut sebagai rumah portable. 

Materiainya pun cenderung unik, menggunakan atap dan dinding bermaterial – komposit, yang terbuat dari fiber kayu dan semen. Mengusung konsep “hijau”, material-material ini bisa didaur ulang dan cenderung bersifat “ramah” pada lingkungan sekitar. 

Meskipun mungil, plafon di dalam rumah ini relatif tinggi, dengan bukaan setinggi dinding. Alhasil, rumah ini pun tampak terbuka, luas, dan tidak pengap. Terlebih lagi, sirkulasi udaranya pun cukup baik, sehingga ruang yang sempit tak membatasi kenyamanan penghuninya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Ongkos Pekerjaan Tukang untuk Merenovasi Rumah, Panduan Bikin RAB Sendiri

12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia.Exbury Egg, Sungai Beaulieu, Inggris. (Foto: Wired.com)

4. Exbury Egg, Sungai Beaulieu, Inggris

Pemahkah kamu berpikir, seperti apa rasanya tinggal di dalam telur? Jika kamu tengah berimajinasi tentang hal tersebut, mungkin kamu harus mengunjungi rumah unik yang dijuluki Exbury Egg ini. Bentuknya yang lonjong seperti telur ini: mengambang rapi di atas Sungai Beaulieu, Inggris. 

*Telur” ini merupakan hasil kolaborasi Stephen Turner, seorang seniman yang mengkhususkan diri pada eksplorasi lingkungan secara artistik, dengan tim Space Placemaking and Urban Design (SPUD Group). 

Dengan ukuran panjang 6m dan diameter 2,8m, Exbury Egg ini hanya diisi oleh interior yang sangat sederhana: area tidur yang menyerupai ayunan di pantai; area duduk berisikan bantal; dan meja-meja area simpan.

Baca Juga: Tips Memanfaatkan Attic untuk Kamar agar Tak Panas

Baca Juga: Hunian dengan Pemandangan Greenery 6 Danau dan Arsitektur Unik di Summarecon Tangerang, Township Terbaru Summarecon

12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia.Whangapoua Beach Hut, Selandian Baru (Foto: ArchDaily.com)

5. Whangapoua Beach Hut, Selandian Baru

Berlokasi di salah satu pantai berpasir putih di Selandia Baru, bangunan seluas 40m2 ini merupakan bangunan rumah peristirahatan, berlapiskan material-material yang mudah dipindah-pindah. Hal ini menjadi persyaratan wajib, mengingat area pantai Whangapoua ini berada di wilayah rawan erosi. 

Crosson Clarke Carnachan Architects mendesain Whangapoua Beach Hut, selandia Baru, dengan ukuran yangsangat mungil, namun bisa mengakomodasi kebutuhan keluarga yang terdiri dari 5 orang. Di dalam lahan sempit tersebut terdapat dapur yang juga merangkap sebagai ruang makan dan ruang keluarga, kamar mandi, dan 2 area tidur. Pondok ini mengusung konsep desain berkelanjutan, dengan ukuran yang efisien, serta penggunaan materialnya dan sistem pengairan yang ramah lingkungan. 

Baca Juga: Penataan Apartemen 50 M2 Berkonsep Green dengan Warna Earth Tone & Natural Ventilation di The Belton

12 Inspirasi rumah unik kurang dari 100 M2 di dunia. Tiny Tack House, AS (Foto: Ecohome.net)

6. Tiny Tack House, AS

Christopher dan Melissa Tack merupakan pasangan penggemar konsep rumah mikro. Hal inilah yang menginspirasi mereka untuk membuat hunian bernama Tiny Tack House dengan tangan mereka sendiri. Bangunan ini dirancang dengan roda—agar bisa  berpindah-pindah—dan memiliki luas yang cukup mungil, yakni 13m. 

Setiap ruangannya didesain dengan sangat fungsional dan hemat tempat. Di dalamnya terdapat kamar tidur di area loteng, dapur, dan dilengkapi pula oleh kamar mandi. 

Untuk memperbaiki sirkulasi udara dan cahaya alami, Chris dan Melissa menambahkan 11 buah jendela yang berada di sekeliling bangunan portable ini. 

Baca Juga: 4 Ide Model Tangga dan Posisi yang Tepat sesuai Bentuk dan Kondisi Ruang

Baca Juga: 5 Cara Menanam Ala Hidroponik di Rumah Mungil

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Inovasi Semen Merah Putih untuk Penuhi Kebutuhan Hunian Estetik dengan Konstruksi Ramah Lingkungan

Ranahrumah.com – PRODUK | Inovasi Semen Merah Putih untuk penuhi kebutuhan hunian estetik yang dibangun dengan konstruksi ramah lingkungan.

Di tengah tren akan kehidupan berkelanjutan (sustainable living), semakin tinggi juga tuntutan masyarakat untuk mendapatkan hunian, terutama rumah tapak, yang tidak hanya kuat dan estetik tetapi juga selaras dengan konsep konstruksi berkelanjutan (ramah lingkungan).

Hal ini dimulai dari proses desain konstruksi yang akan memberikan kenyamanan penghuni serta keselarasan dengan alam, proses pembangunan yang efektif-efisien dan penggunaan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.

Bagi pemain industri material konstruksi, hal ini adalah suatu tantangan untuk terus mengembangkan inovasi menjawab berbagai tantangan dan perkembangan dalam konstruksi yang berkelanjutan. 

Semen Merah Putih meresponnya dengan menghadirkan inovasi yang menyeluruh dengan pengembangan konsep 3P, Product, Process dan People.

Baca Juga: Setia pada Sustainability, Summarecon Luncurkan Township Teranyar Summarecon Tangerang

Menghadirkan Si Ahli Semen (SAS)

Si Ahli Semen (SAS) merupakan bentuk inovasi Sumber Daya Manusia untuk mendukung konstruksi berkelanjutan.

Nyiayu Chairunnikma,Head of Marketing Semen Merah Putih mengakui pengembangan manusia untuk mendukung konstruksi yang berkelanjutan adalah suatu hal penting tetapi kadang terlupakan, “Sisi manusia adalah hal krusial dalam implementasi konstruksi yang berkelanjutan, karena bagaimana pun manusia yang akan mengambil keputusan.”

Oleh karena itu, Semen Merah Putih mengembangkan suatu tim khusus yang disebut SAS atau “Si Ahli Semen”, sebagai konsultan konstruksi, khususnya semen.

Si Ahli Semen ini akan memberikan solusi berbagai masalah dan tantangan pembangunan langsung ke proyek-proyek konstruksi bangunan, khususnya rumah tapak dan untuk membantu para pengembang dan kontraktor dalam membangun rumah yang memenuhi standar rumah yang tidak hanya kuat, tapi juga berkelanjutan, dan membuat penghuninya nyaman dan sehat.

Saat ini SAS ada di area Sumatera Utara, Riau, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur, “SAS bukan hanya tenaga penjualan biasa, tetapi memiliki pengetahuan dan kompetensi konstruksi bangunan sehingga mereka bisa memberikan konsultasi dan berbagi informasi untuk pembangunan proyek,” lanjut Nyiayu.

Baca Juga: Penerapan Arsitektur Hijau dan Eksplorasi Material Lokal Bikin Rumah Humble dan Hangat

Baca Juga: 6 Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau menurut GBCI

Inovasi Produk Unggulan: Semen Merah Putih Watershield

Konsultasi yang dilakukan oleh tim Si Ahli Semen mencakup rekomendasi produk unggulan, yaitu Semen Merah Putih Watershield, edukasi cara aplikasi yang benar serta pendampingan proses konstruksi untuk mendapatkan kualitas bangunan yang tinggi, sesuai dengan benefit yang ditawarkan produk. 

Karena Semen Merah Putih Watershield adalah produk semen inovatif satu satunya di Indonesia yang membuat bangunan kuat lebih lama dan terlindungi, karena teknologi water repellent yang terkandung didalamnya memberikan perlindungan bangunan dari 3 sumber rembes air dari luar, dalam dan tanah.

Nyiayu menambahkan bahwa rumah tapak masa kini memang harus dirancang dengan pertimbangan banyak aspek. Menurutnya, pembangunan rumah bukan hanya memenuhi pertimbangan kekuatannya, tetapi juga untuk memenuhi aspek keseimbangan bangunan dengan lingkungan.

Baca Juga: Manfaat Taman Atap untuk Rumah di Daerah Tropis

Baca JUga; Merancang Carport dengan Atap Dak Beton, Populer Tak Lekang oleh Waktu

Pelatihan Reguler Untuk Meningkatkan Kompetensi

Untuk meningkatkan kompetensi SAS sesuai standar yang diharuskan, Semen Merah Putih secara reguler memberikan pelatihan teknis dan non-teknis kepada “Si Ahli Semen” (SAS) setiap tiga bulan.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan konsultasi yang solutif, dengan prioritas pada pemilihan material berkualitas tinggi dan cara aplikasi yang benar untuk mendukung gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. Semen Merah Putih sendiri berkomitmen bahwa pelatihan ini bagian inheren dalam meningkatkan pelayanan konsumen, dan seri pelatihan tersebut akan terus dijalankan di masa depan.

“Dengan Si Ahli Semen, Semen Merah Putih ingin memastikan bahwa setiap rumah yang dibangun tidak hanya mencerminkan kekuatan dan estetika. Tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan,” tutup Ayu.

Baca Juga: 8 Langkah Siapkan Rumah Hadapi Hujan, Bebas Bocor, Lembap, dan Korsleting

Baca Juga: Semen Watershield dengan Teknologi Water Repellent, Solusi Preventif Bangunan Kokoh Hadapi Cuaca

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

7 Risiko Rumah Tingkat dan Antisipasi yang Perlu Dilakukan

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | 7 Risiko rumah tingkat dan antisipasi yang perlu dilakukan.

Setiap rumah pasti memiliki risiko terhadap bencana. Entah itu banjir, gempa bumi, sampai kebakaran. Namun, pada rumah bertingkat, kedua risiko terakhir perlu mendapat perhatian lebih. Sebabnya, saat terjadi gempa atau kebakaran, para penghuni rumah diharapkan dapat keluar rumah secepatnya. Sementara pada rumah bertingkat, terdapat ruang-ruang yang terletak di lantai atas yang lebih sulit dievakuasi.

Mengapa di rumah bertingkat lebih berisiko? Pertama karena untuk ke luar rumah penghuni harus melewati tangga. Ini sulit dilakukan dalam keadaan rumah berselimut asap tebal atau dalam keadaan berguncang.

Kedua, jika terjadi gempa bumi, dan rumah roboh, kerusakan dan cedera yang dialami penghuni tentu lebih parah. Tak jarang pula, saat bencana, akses satu-satunya menuju lantai bawah ini terputus.

Dalam menghadapi bencana, intinya adalah bagaimana penghuni dapat menyelamatkan diri dengan mudah dan cepat. Beberapa upaya yang dapat membantu evakuasi antara lain berikut ini.

Baca Juga: Rancangan Desain Meningkat Rumah 21/80m² beserta Denah Ruang

Baca Juga: Daftar Lengkap Ongkos Pekerjaan Tukang untuk Merenovasi Rumah, Panduan Bikin RAB Sendiri

7 Risiko rumah tingkat dan antisipasi yang perlu dilakukan. Salah satunya, tangga harus mudah diakses.

1. Tangga mudah diakses.

Tangga mudah diakses dari ruang mana pun di lantai atas. Bahkan, sebaiknya dalam keadaan gelap gulita, jalur menuju tangga masih dapat dikenali. Ini dapat terjadi bila rumah dalam keadaan berasap tebal atau aliran listrik terputus saat malam hari. Beberapa pakar keselamatan menyarankan agar ini  dapat dilatih dengan cara mencoba berjalan ke arah tangga dengan menutup mata.

2. Dobel akses kamar.

Dalam setiap kamar sebaiknya ada 2 buah akses. Satu adalah pintu, dan satunya lagi adalah jendela. Dalam keadaan darurat saat pintu tidak bisa terbuka, ada jendela yang dapat dijadikan alternatif jalan ke luar, bahkan bila ruang ada di lantai atas. Saat bencana, jendela menjadi sangat berharga bagi regu penolong dalam mengevakuasi penghuni rumah.

3. Jendela berteralis.

Jendela-jendela, walaupun terletak di lantai atas, sebaiknya diberi teralis. Ini terutama untuk jendela yang memiliki pijakan yang memungkinkan orang asing masuk ke dalam.

Baca Juga: Peraturan Meningkat Rumah yang Harus Ditaati Biar Tak Kena Sanksi

7 Risiko rumah tingkat dan antisipasi yang perlu dilakukan.Salah satunya pasang teralis yang hanya dapat dibuka dari dalam. (Foto: Pexels)

4. Teralis yang dapat dibuka dari dalam.

Demi keamanan penghuni anak-anak dan juga perlindungan dari masuknya tamu yang tidak diundang, teralis seringkali dipasang pada jendela. Jika demikian, petugas akan kesulitan masuk ke ruang untuk menyelamatkan penghuni. Ini ada benarnya. Sebagai jalan tengah, buat teralis yang dapat dibuka dari dalam rumah. Teralis semacam ini memiliki sistem pengait yang hanya dapat dibuka dari dalam ruang.

Musibah yang menimpa rumah bukan saja berasal dari alam. Pencurian dan perampokan juga menjadi ancaman. Rumah bertingkat yang sering menjadi sasaran tindak kejahatan umumnya memiliki akses lain selain pintu utama, misalnya balkon atau ruang jemur. Tidak jarang pencuri masuk melalui ruang servis di lantai atas yang seringkali terabaikan keamanannya.

Jika lokasi rumah rawan kejahatan, tak ada salahnya berjaga-jaga dengan memasang pengaman, khususnya di lantai atas.

5. Dinding pembatas ke tetangga jangan terlalu landai.

Dinding pembatas antara satu rumah dengan rumah lainnya seringkali berbentuk landai di bagian depan dan terus mengarah ke lantai atas. Ini juga menjadi jalur favorit para pencuri saat memasuki rumah. Pastikan dinding ini tidak terlalu landai atau beri penghalang bagi orang untuk terus memanjat ke atas.

Baca Juga: 4 Ide Model Tangga dan Posisi yang Tepat sesuai Bentuk dan Kondisi Ruang

6. Pagar di akses ke ruang servis.

Pastikan akses antara ruang servis di lantai atas, misalnya ruang cuci dan ruang jemur, dengan ruang-ruang lainnya selalu dijaga. Bila perlu, tangga khusus ke ruang servis diberi pagar yang dapat dikunci saat malam hari.

7. Teralis untuk void.

Pada beberapa model rumah, terdapat void di lantai atas, menuju ruang-ruang dalam rumah. Salah satu tujuannya adalah memperlancar sirkulasi udara dan sebagai salah satu sumber masuknya cahaya alami. Jika begitu, pasang teralis untuk memastikan bahwa void ini tidak dijadikan jalur masuk.

Keamanan di rumah tingkat, dapat disimpulkan bahwa para penghuni dapat dengan mudah ke luar jika terjadi bencana, tetapi orang-orang berniat jahat tidak dapat dengan mudahnya masuk ke dalam rumah.

Baca Juga: Teras Rumah dan Balkon untuk Perluas Rumah, Apa Bedanya?

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom (*)

Presiden Prabowo Subianto Resmikan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Satukan Kekuatan Rakyat untuk Indonesia Maju

0

Ranahrumah.com – TREN | Presiden Prabowo Subianto resmikan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), satukan kekuatan rakyat untuk Indonesia Maju,

Dihadiri oleh 16 ribu masyarakat Indonesia yang mewakili seluruh golongan masyarakat dari Sabang hingga Merauke, peresmian Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) dilaksanakan di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/11/2024).

Pada kesempatan ini, Ketua Umum GSN, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepercayaan Presiden Prabowo kepada GSN dalam menyatukan dan mengoptimalkan kekuatan seluruh rakyat Indonesia. Ini adalah bagian dari upaya dalam mendorong Indonesia menjadi bangsa yang maju di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.

Rosan mengatakan bahwa Indonesia sedang bersemangat tinggi dan berenergi positif. Hal ini disebabkan oleh pergantian pimpinan nasional dan pemerintah, sehingga ke depan Indonesia bisa lebih berharap dan berkarya. Selain itu, kondisi Indonesia saat ini dapat dikatakan lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya.

Baca Juga: Summarecon Bangun Sekolah Islam Al Azhar di IKN

Baca Juga: Danone Indonesia dan Kementerian Perdagangan Gelar UKM Pangan Award 2024

“Namun, ternyata ketika kita berkaca lebih lama, masih ada perang-perang lokal di dalam negeri yang harus segera kita menangkan. Seperti yang berulang kali diserukan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, masih ada perang melawan kemiskinan, korupsi, ketidakadilan, kesenjangan, dan yang paling utama adalah perang melawan ketidakpedulian terhadap sesama rakyat Indonesia.”

Ia mengungkapkan, hal itulah yang menjadi latar belakang GSN didirikan. “Dari persatuan dan kolaborasi yang begitu solid antara Bapak Presiden Prabowo dengan Mantan Presiden Jokowi, kita belajar bukan saja nilai-nilai solidaritas nasional, tapi juga dampaknya yang begitu baik dan besar,” katanya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa  sesudah menerima mandat dari rakyat, sesungguhnya belum melaksanakan acara syukuran bersama tokoh organisasi dan para relawan yang telah berjuang bersama. “Ini jadi salah satu langkah untuk mengumpulkan tokoh organisasi dan para relawan yang telah berjuang bersama. Kesempatan untuk kita reuni, kesempatan untuk saya mengucapkan terima kasih.”

Lebih lanjut Presiden Prabowo pun  menegaskan “Perjuangan kita belum selesai. Perjuangan kita adalah untuk bergerak bersama menuju Indonesia Maju yang kita cita-citakan, Indonesia emas, Indonesia di mana rakyatnya hidup dengan baik, hidup dengan sejahtera. Kita sekarang cari upaya, sumber, apa yang bisa kita buat untuk rakyat kita yang paling membutuhkan bantuan.”

Baca Juga: Dorong Potensi Wisata Jawa Tengah Resta Pendopo Gelar “Resta Friendship Trail Run 2024”

Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Umum Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) mengungkap latar belakang GSN didirikan, “Dari persatuan dan kolaborasi yang begitu solid antara Bapak Presiden Prabowo dengan Mantan Presiden Jokowi, kita belajar bukan saja nilai-nilai solidaritas nasional, tapi juga dampaknya yang begitu baik dan besar.” (Foto: Dok. GSN)

Perwujudan Visi GSN

“Visi GSN adalah menjadi organisasi yang merekatkan seluruh rakyat Indonesia. Dengan cara menampung dan mewujudkan gagasan-gagasan besar menjadi solusi-solusi konkrit bagi kehidupan masyarakat dan kemajuan bangsa. Baik rakyat Indonesia di dalam negeri maupun yang menjadi diaspora di seluruh dunia,” tambah Rosan yang sekaligus adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi di Kabinet Merah Putih. 

Rosan kemudian mencontohkan gagasan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dalam proses singkat sejak Pilpres 2024, dapat langsung diwujudkan menjadi sebuah kebijakan nyata, sekaligus gebrakan dalam pemerintahan Prabowo – Gibran. Itu adalah gagasan yang tidak lain berangkat dari hasil dialog antara para ahli di dalam Tim Kampanye Nasional (TKN). 

Demikian juga gagasan untuk membebaskan jutaan petani dan nelayan dari hutang yang sudah membebani selama bertahun-tahun. “Kita saksikan sendiri bagaimana proses yang dilalui bisa sangat singkat. Dari gagasan, menjadi dialog para ahli, hingga akhirnya dituangkan dalam kebijakan nyata pemerintah yang didukung penuh sumber daya, kelembagaan, dan anggaran yang dibutuhkan,” kata Rosan. 

Saat ini sudah didirikan Badan Gizi Nasional dalam waktu tidak sampai satu tahun sejak gagasan Makan Bergizi Gratis diusulkan. Hal ini menginspirasi Presiden Prabowo Subianto untuk melembagakan proses identifikasi dan realisasi gagasan itu sendiri dalam satu paguyuban yang disebut GSN. 

“Misi GSN adalah menghasilkan resolusi-resolusi serupa untuk direalisasikan secara nyata oleh pemerintah, dengan dukungan pemerintah, atau melalui sumber daya GSN sendiri. Supaya dapat dirasakan manfaatnya secara langsung dan cepat oleh masyarakat,” terang Rosan Perkasa Roeslani. 

Baca Juga: Yuk Tentukan Destinasi Wisata Berdasarkan Zodiak Kamu, Bakal Lebih Personal dan Bermakna

Keunikan Gerakan Solidaristas Nasional (GSN)

Menurut Rosan, ada tiga keunikan dan keunggulan GSN yang akan membuat GSN tumbuh dan berkembang pesat, serta berdampak nyata dan positif bagi masyarakat dan negara.

Pertama, GSN disusun sedemikian rupa untuk punya kemampuan dan kekuatan besar untuk mewujudkan gagasan-gagasan besar dari Putra Putri terbaik bangsa. Selain karen dibina langsung oleh Presiden RI ke-8, juga karena GSN berisi seluruh elemen kekuatan bangsa. “Melalui GSN, kekuasan menjadi kekuatan baik dan besar bagi kehidupan masyarakat dan kemajuan bangsa,” jelas Rosan. 

Kedua, kekuatan utama GSN ada pada kekuatan gagasan. Karenanya membutuhkan lingkungan yang mengedepankan kebebasan berpikir dan bersuara. “Karena prinsip utama GSN adalah kekuatan gagasan dan jaringan, kami berharap GSN dengan sendirinya menjadi organisasi yang bersifat otonom dalam menyuarakan dan memperjuangkan kebutuhan dan harapan masyarakat,” kata Rosan. 

Ketiga, GSN akan tumbuh mengakar dan tersebar. Artinya GSN akan memperjuangkan gagasan yang mengakar kepada kearifan budaya, sejarah dan tradisi lokal yang notabene sangat beragam dan tersebar di seluruh Indonesia. 

“Hal ini penting untuk memastikan gagasan dan inisiatif GSN ke depan akan didukung partisipasi masyarakat dan dampaknya berkesinambungan (sustainable),” tambah Rosan.

Perihal alasan pemberian nama Gerakan Solidaritas Nasional, Rosan menjelaskan bahwa Solidaritas Nasional bukan terdiri dari dua kata melainkan satu frase. Solidaritas Nasional bukan sekedar rekonsiliasi setelah pemilu, namun bergerak dan berkarya bersama demi kepentingan indonesia.

“Solidaritas Nasional adalah saling memaafkan segala kesalahan di masa lalu dan permusuhan, demi masa depan bangsa. Kita harus saling menghormati perbedaan, mendukung kepentingan yang beragam, serta mengangkat satu sama lain demi kehormatan, pertumbuhan, dan kemajuan Indonesia,” katanya. 

Baca Juga: I-SEA Gelar Program Pendampingan untuk 10 Wirausaha Sosial

Tentang Gerakan Solidaritas Nasional

Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) merupakan sebuah paguyuban yang bersifat independen namun memiliki komitmen kuat untuk berperan aktif dalam mendukung kepemimpinan nasional, khususnya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. GSN hadir sebagai sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia dalam upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan dampak nyata, GSN membuka diri untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai elemen bangsa. GSN berencana untuk melibatkan stakeholders terkait melalui berbagai aktivitas yang bertujuan mendukung keberhasilan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan. Dengan mengutamakan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas, GSN yakin bahwa kolaborasi dapat membawa perubahan positif bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Setia pada Sustainability, Summarecon Luncurkan Township Teranyar Summarecon Tangerang

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom.

(*)

Setia pada Sustainability, Summarecon Luncurkan Township Teranyar Summarecon Tangerang

Ranahrumah.com – PROPERTI | Setia pada sustainability, Summarecon luncurkan township teranyar Summarecon Tangerang.

Berbekal pengalaman selama 49 tahun sebagai pengembang township development, Summarecon memperkenalkan kawasan terbarunya yaitu Summarecon Tangerang, Rabu (30/10/24).

Jelang usianya yang hampir memasuki setengah abad, PT Summarecon Agung Tbk (Summarecon), tak berhenti mewujudkan visinya sebagai pengembang yang berorientasi pada penciptaan hunian yang meningkatkan kualitas hidup bagi penghuninya.

Summarecon Tangerang merupakan township ke-9 yang dikembangkan setelah Summarecon Kelapa Gading, Summarecon Serpong, Summarecon Bekasi, Summarecon Bandung, Summarecon Emerald Karawang, Summarecon Mutiara Makassar, Summarecon Bogor, dan Summarecon Crown Gading.

Summarecon Tangerang menawarkan rumah tapak dan bangunan komersial yang akan dibangun di atas lahan seluas 109 HA. Dibanding dengan luas lahan di township-township sebelumnya, memang tidak terbilang besar (luas). Namun, komitmen Summarecon untuk senantiasa menghadirkan hunian nyaman yang meningkatkan kualitas hidup penghuninya dan lingkungan, tetap dilakukan di proyek ini. Hal ini diimplementasikan pada perencanaan mendalam pada lingkungan kawasan dan desain arsitektur setiap unit rumah yang dibangun.

Baca Juga: Hunian dengan Pemandangan Greenery 6 Danau dan Arsitektur Unik di Summarecon Tangerang, Township Terbaru Summarecon

Baca Juga: Cluster Perdana di Summarecon Tangerang, Desainnya Mewah & Hadirkan Attic dengan View ke Danau

(Ki-Ka): Moderator; Director PT Summarecon Agung Tbk, Sharif Benyamin; President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi; dan Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan saat Media Preview Summarecon Tangerang, Rabu (30/10/2024). (Ranahrumah.com/Erly)

Memaknai tagline yang diusung untuk Summarecon Tangerang, “Six Lakes, One Vibrant City”, nampak bahwa konsep green living menjadi pilihan dalam mendesain kawasan ini, untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban akan hunian dengan suasana yang asri dan nyaman, yang mampu meningkatkan kualitas hidup.

President Director PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi menyatakan, ini menjadi perwujudan dari komitmen keberlanjutan perusahaannya. “Setiap tahun kami diwajibkan memberikan Sustainability Report yang isinya adalah tentang tanggung jawab kami pada hal-hal yang sifatnya green dan environment friendly. Sebagai perusahaan Tbk (terbuka), sebelum membuat laporan tentu kami sudah membuat planning pada setiap proyek yang kami kembangkan.” Bahkan, Adrianto memastikan bahwa hal terkait sustainability ini sudah dipraktikkan sebelumnya di proyek-proyek terdahulu. Hal yang sama akan diterapkan di proyek terbaru Summarecon Tangerang.

Lantas, apa saja implementasi keberlanjutan yang telah dilakukan oleh Summarecon selama 49 tahun berkiprah dalam pengembangan hunian dan kawasan komersial, dan planningnya untuk kawasan terbaru Summarecon Tangerang tentang komitmen ini?

Berikut penjelasan yang disampaikan pada acara Media Preview Township terbaru “Summarecon Tangerang”, pada 30 Oktober 2024.

Baca Juga: RUPST Summarecon: Laba Bersih Naik, Terus Tingkatkan Portofolio Unit Bisnis

Summarecon Tangerang direncanakan bersama-sama dengan konsultan masterplan terpilih Andrew Watkins dari JZMK. (Ranahrumah.com/Erly)

Lingkungan yang Asri

Summarecon Tangerang menawarkan hunian untuk kehidupan lebih nyaman bagi keluarga. Ada ekosistem area hijau (pepohonan) dan juga area biru (danau), yang semuanya menjadi paduan lingkungan yang memberi kenyamanan. Menyuguhkan pemandangan greenery dengan pepohonan di sepanjang kawasan dan 6 danau sebagai penyuplai udara segar.

Tak sembarang pohon ditanam. Jenis dan jumlah pohon diperhitungkan dengan cermat agar dapat optimal memberi kontribusi pada penambahan oksigen ke lingkungan kawasan. “Setiap pohon yang ditanam dihitung, tiap pohon memproduksi berapa oksigen untuk mencukupi kebutuhan oksigen kawasan,” ungkap Adrianto.

Summarecon berkomitman pada sustainability dalam pengembangan setiap proyek. Executive Director PT Summarecon Agung Tbk, Hindarko Hasan mengatakan bahwa Summarecon Tangerang direncanakan bersama-sama dengan konsultan masterplan terpilih Andrew Watkins dari JZMK. Summarecon Tangerang dibangun dengan pendekatan berdasar desain masterplan yang kuat, human experience yang berorientasi pada estetika kawasan, dan tentunya penerapan berbagai fitur green, yang menjadi inspirasi terbesar hunian nyaman dan sehat dengan taglinenya: Six Lakes, One Vibrant City.

Baca Juga: Summarecon Bangun Sekolah Islam Al Azhar di IKN

Setia pada Sustainability, Summarecon Luncurkan Township Teranyar Summarecon Tangerang. Kawasan yang dapat dengan nyaman diakses dengan berjalan kaki (walkable township) sehingga penghuninya bisa hidup lebih sehat. (Sumber: IG Summarecon Tangerang)

Walkable Township

Summarecon Tangerang didesain sebagai kawasan yang dapat dengan nyaman diakses dengan berjalan kaki (walkable township) sehingga penghuninya bisa hidup lebih sehat. Berjalan kaki ataupun bersepeda di Summarecon Tangerang akan sangat menyenangkan karena tersedia pedestrian berupa jalur terowongan khusus sehingga pengguna tak perlu khawatir akan arus kendaraan saat melintasi jalan Bulevar. 

Waste Water Treatment Plant (WWTP) & WTP

Pembangunan infrastruktur di kawasan Summarecon Tangerang menerapkan Waste Water Treatment Plant (WWTP) atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Adrianto menegaskan, penerapan WWTP ini bukan baru diterapkan di proyek Summarecon Tangerang, namun sudah dipraktikkan di kawasan township yang dikembangkan sebelumnya.

Menyadari pentingnya air sebagai sumber daya yang sangat berharga bagi kehidupan di planet bumi, baik untuk manusia maupun makhluk hidup lainnya yaitu hewan dan tumbuhan, maka penggunaan sumber daya air secara tidak bertanggung jawab dan pembuangan limbah air yang tidak terkendali yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius dihindari terjadi di setiap proyek Summarecon.

“Soal penggunaan air tanah, Summarecon telah memproteksi itu sejak lama. Semua cluster di hunian yang kami kembangkan, tidak kami perkenankan menggunakan air tanah,” ungkap Adrianto.

Baca Juga: Manfaatkan Cahaya Alami agar Hemat Listrik & Rumah tetap Adem

Lebih lanjut Adrianto mengatakan, dari sisi waste management, alur pengelolaan limbah padat baik dari tahapan konstruksi hingga operasional, telah dipikirkan secara matang hingga meminimalisasi pembuangan limbah langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), melainkan diolah secara independen berdasarkan jenis limbahnya.

“Green water, air limbah dari aktivitas rumah tangga (mencuci, mandi) disalurkan langsung ke saluran pembuangan air bersih. Tapi untuk black water, limbahnya kami salurkan ke septictank khusus, kemudian dialirkan melalui pipa-pipa menuju WWTP, untuk kemudian diubah dan bisa atau layak digunakan lagi, salah satunya untuk menyiram tanaman.”

Selain itu, fitur green living juga diaplikasikan melalui pengelolaan dan koservasi air hujan dengan membangun elemen-elemen yang membantu aliran air hujan. Menerapkan WTP untuk pengolahan limbah air supaya tidak langsung mengalir ke roil lingkungan atau lahan sekitarnya sehinga tak menimbulkan banjir dan dampak kurang baik lainnya.

Baca Juga: The Alderwood Residence Summarecon Bogor Terjual 241 Unit dalam Sehari

Setia pada sustainability, Summarecon luncurkan township teranyar Summarecon Tangerang, menawarkan karya desain arsitektur yang indah, mewah, dan merespons alam. (Foto: Dok. Summarecon Tangerang)

Desain Arsitektur yang Indah, Mewah, dan Merespons Alam

Menjadi bagian dari kawasan hunian yang terintegrasi dan mengusung harmoni dengan alam, Summarecon Tangerang menawarkan karya desain arsitektur yang indah, mewah, dan merespons alam.

Hidup di daerah tropis, paparan sinar matahari dan juga hujan, serta angin mengikuti perjalanan musimnya. Summarecon merespons cuaca ini dengan perencanaan desain yang cermat. Tangerang menjadi kawasan yang cenderung “panas”, karenanya aliran udara secara optimal diperlukan.

Unit rumah di Summarecon Tangerang, mengaplikasikan high ceiling, juga menghadirkan cross ventilation dengan bukaan-bukaan yang ditempatkan secara cermat. Bukaan-bukaan taransparan (kaca) ini bergunsi sebagai srana masuknya cahaya alami ke setiap sudut rumah, sekaligus membawa suasana luar rumah yang asri ke dalam ruangan.

Ceiling yang tinggi dimanfaatkan untuk membuat lantai attic. Kehadiran attic ini, selain dapat menjadi ruang tambahan serbaguna (ruang tidur, ruang kerja, ataupun ruang santai keluarga), juga menjadi sarana pencahayaan alami. Ruang attic bisa menjadi tempat yang nyaman bagi keluarga untuk berkumpul dalam keadaan santai, sambil menikmati keindahan dan kesejukan lingkungan sekitar kawasan Summarecon Tangerang yang asri.

Baca Juga: Tips Memanfaatkan Attic untuk Kamar agar Tak Panas

Pengaplikasian bukaan pada ruang attic di rumah cluster Briza Lakes, merespons alam lingkungan yang asri dengan pemandangan greenery dan danau, dan menjadi sarana pencahayaan alami. (Ranahrumah.com/Erly)

Seperti diketahui 2 cluster perdana yang akan dilaunching di Summarecon Tangerang (Havena Lakes dan Briza Lakes) pada 30/11 nanti, eksklusif berorientasi ke danau. Menawarkan sebanyak 205 unit untuk cluster Havena Lakes dan 408 unit untuk cluster Briza Lakes, penjualan akan dilakukan secara bertahap.

Beragam fasilitas juga akan segera dihadirkan untuk meramaikan kawasan, di antaranya Summarecon Mall Tangerang serta beragam fasilitas komersial lainnya yang telah hadir. Summarecon Tangerang berlokasi hanya 200 meter dari Akses Tol Bitung, KM 26 Tol Jakarta Tangerang. Summarecon Tangerang berdekatan dengan Summarecon Serpong, yang dapat dicapai hanya dengan waktu tempuh 10 menit dari KM 18 Tol Jakarta Tangerang (Akses Tol Serpong), di mana terdapat fasilitas pendidikan seperti Sekolah Terpadu Pahoa.

Mendapatkan Pengakuan Kelas Dunia

Pada kesempatan yang sama, Hindarko Hasan pun mengatakan, berbagai penghargaan pernah diraih PT Summarecon Agung Tbk karena produk properti inovatifnya yang berwawasan lingkungan. Salah satunya untuk Summarecon Bandung, yang meraih Gold Winner Environment Category yang diberikan oleh FIABCI di ajang FIABCI World Prix d’Excellence Awards 2024 di Singapura, 30 Mei 2024. FIABCI, Federasi Real Estat Internasional merupakan organisasi real estat terkemuka di seluruh dunia. Sebagai unit usaha PT Summarecon Agung Tbk, Summarecon Bandung diakui mengelola lingkungan kawasan seluas 300 hektare lebih secara unggul dengan terus bersama-sama dengan pemerintah dan warga lokal mengembangkan dan meningkatkan kualitas lingkungan di Summarecon Bandung dan area sekitar Gedebage.

Selain itu, beragam apresiasi dan pengakuan FIABCI hingga kini telah didapatkan Summarecon di berbagai kawasan pengembangan baik di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bandung, Bogor, hingga Makassar. Tentu ini menjadi bukti nyata dari kerja keras Summarecon dalam menghadirkan produk-produk properti yang tidak hanya inovatif, dan berkualitas tapi juga berwawasan lingkungan.

Sebagai salah satu founder Green Building Council Indonesia (GBCI) yang berkomitmen pengembangan kawasan yang green, Summarecon menyadari, bahwa dengan penerapan berbagai fitur green ini, biaya yang dikeluarkan tidaklah sedikit, dan itu hanya berhenti pada cost tambahan yang dikeluarkan perusahaan. Hal ini diungkapkan oleh Director PT Summarecon Agung Tbk, Sharif Benyamin. “Dengan tambahan cost ini belum ada counter balik saat ini dari konsumen karena belum tentu konsumen mau membeli dengan harga yang lebih tinggi (jika tambahan biaya ditambahkan pada harga unit hunian -red). Apalagi di sisi lain, apresiasi dari pemerintah pun terhadap developer yang menerapkan ini, sekarang belum ada, tak seperti di Singapura misalnya, ada insentif dari pemerintah untuk pengembang yang bersertifikasi hijau.”

Namun komitmen Summarecon untuk terus mengupayakan keberlanjutan demi terciptanya kualitas hidup pembeli huniannya dan kualitas lingkungan yang sehat bagi masyarakat tak pernah berhenti. Hal ini menjadi bentuk tanggung jawab sustainability sebagai pengembang besar yang sudah berkiprah selama 49 tahun di Indonesia.

Sesuai Tagline Six Lakes, One Vibrant City, Summarecon Tangerang hadir sebagai satu kawasan hunian yang memberi kenyaman lebih bagi penghuninya didukung lingkungan yang sehat. Hunian yang tepat untuk memenuhi lifestyle, wellness, dan rekreasi bagi keluarga.

Baca Juga: 6 Tolok Ukur Menilai Bangunan Hijau menurut GBCI

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)



Jadi Nyawa bagi Ruangan, Inilah 5 Langkah Merencanakan Pencahayaan

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Jadi nyawa bagi ruangan, inilah 5 langkah merencanakan pencahayaan. Bila direncanakan dengan baik, ia akan membuat kita merasa lebih aman dan nyaman, bebas dari rasa takut. Pencahayaan yang baik membuat kita bisa menikmati rumah dengan lebih baik.

“Pencahayaan adalah nyawa bagi ruangan yang mampu membangkitkan drama-drama dan keindahan sebuah ruangan, membuat atmosfer yang sama sekali berbeda dalam alam pikir dan alam rasa kita,” kata desainer interior Anis Alkuratu Aini.

Baca Juga: Cara Memilih Pencahayaan yang Tepat, Ciptakan Suasana Berbeda di Setiap Ruang

5 Langkah Merencanakan Pencahayaan

Dalam setiap renovasi atau pengembangan, instalasi listrik nyaris menjadi sesuatu yang tak terelakkan untuk diubah-ubah dan dipindah-pindah. Tak peduli tipe kecil, menengah, ataupun besar, listrik adalah utilitas kunci yang menentukan keamanan dan kenyamanan rumah, terlebih saat rumah selesai dipugar.

Oleh karenanya, pengembangan rumah harus selalu memperhatikan perencanaan yang matang dalam hal penerangan. Dan karena pencahayaan adalah nyawa yang menghidupkan ruangan, pertama kita mesti membuat rencana matang yang dimulai dengan mengidentifikasi kebutuhan dan mendaftar aktivitas apa yang akan berlangsung pada setiap ruangan dalam rumah kita. Berikut langkah-langkahnya.

1. Membangun atmosfer

Dari kebutuhan tersebut, kita akan tahu elemen dekoratif seperti apa – cat dinding, hiasan, furnitur, dan sebagainya – yang akan kita tempatkan pada setiap ruangan, dan bagaimana kita akan membangun atmosfernya melalui pengolahan cahayanya.

Sebuah ruangan yang berdinding gelap misalnya, akan menyerap cahaya sehingga ruang kelihatan lebih syahdu, temaram, cenderung muram. Sebaliknya, ruang berdinding terang akan memantulkan cahaya lebih terang dari aslinya.

Objek yang bertekstur pada dinding akan kelihatan kusam bila diberi penerangan sekadarnya, namun akan tampak hidup dan dinamis bila disorot oleh cahaya lampu yang tepat.

Baca Juga: 6 Langkah Mewujudkan Home Theatre dengan Kualitas Setara di Bioskop

Baca Juga: 4 Tips Hadirkan Nuansa Hangat dalam Ruangan

2. Siapa yang menggunakan ruang

Pertimbangkan siapa saja anggota keluarga yang akan menggunakan masing-masing ruang tersebut dan untuk keperluan apa. Seorang yang berumur 50 atau 60 tahun memerlukan pencahayaan 15 kali lipat lebih terang dibandingkan anak-anak 10 atau 15 tahun pada saat membaca.

Penting juga untuk menyusun seberapa lama setiap anggota keluarga akan beraktivitas pada masing-masing ruang, karena kita akan bisa menyusun jenis lampu yang akan kita gunakan untuk menerangi ruangan tersebut.

Dari daftar kebutuhan dan aktivitas, elemen dekoratif apa yang ada dalam setiap ruang, siapa yang menggunakan, seberapa lama aktivitas akan berlangsung, kita akan mengetahui jenis lampu apa yang akan kita gunakan untuk setiap ruangan.

Baca Juga: Menghindari Silau di Dapur, Inilah Pilihan Jenis Lampunya!

Jadi nyawa bagi ruangan, inilah 5 langkah merencanakan pencahayaan. Menentukan jenis lamu adalah salah satunya. Task lighting adalah lampu yang dirancang untuk menerangi aktivitas-aktivitas tertentu seperti membaca, bekerja di depan komputer, menonton TV, menyulam, bermain, atau belajar anak-anak.

3. Menentukan jenis lampu

Kenali jenis-jenis lampu penerangan yang lazim untuk pencahayaan buatan di rumah.

Pembagian jenis lampu penerangan rumah memiliki banyak versi, namun umumnya dikelompokkan menjadi tiga kategori. Ada yang menggunakan pembagian seperti berikut: general lighting, decorative lighting, dan task lighting; ada juga pengelompokan yang dibuat seperti ini: ambient/background lighting, accent lighting, dan task lighting.

Secara sederhana, general lighting adalah lampu untuk kegunaan umum, yang fungsinya menggantikan penerangan dari cahaya matahari di siang hari. Task lighting adalah lampu yang dirancang untuk menerangi aktivitas-aktivitas tertentu seperti membaca, bekerja di depan komputer, menonton TV, menyulam, bermain, atau belajar anak-anak. Sedangkan accent lighting atau decorative lighting adalah lampu yang digunakan untuk menerangi satu spot atau objek tertentu sehingga memberi aksen yang kuat, atau unsur dekoratif seperti lukisan, ornamen, tekstur, atau artwork dalam ruangan menjadi lebih hidup, lebih dramatis, lebih dinamis.

Baca Juga: Daftar Lengkap Ongkos Pekerjaan Tukang untuk Merenovasi Rumah, Panduan Bikin RAB Sendiri

Baca Juga: WiZ Smart Lighting: Merek Lampu Baru untuk Hunian Pintar Kaum Digital Savvy

Jadi nyawa bagi ruangan, inilah 5 langkah merencanakan pencahayaan. Perlu juga memilih model lampu yang sesuai dengan gaya rumah.

4. Menentukan titik lampu

Langkah berikutnya adalah menentukan titik-titik yang tepat untuk menempatkan lampu berikut jalur instalasinya. Dalam penentuan titik ini, selalu pertimbangkan faktor keamanan dan keselamatan sebagai prioritas, baru kemudian efisiensi dan biaya sebagai prioritas berikutnya.

5. Menyesuaikan model lampu dengan gaya rumah

Kita perlu menjelajah dan mencari referensi tentang aneka bentuk dan model lampu yang terjangkau oleh kantong, dan kemudian memilih model lampu yang selaras dengan gaya ruangan yang kita miliki atau hendak kita bangun.

Lima langkah tahapan perencanaan pencahayaan ini akan membuat rumah kita jauh lebih nyaman, ketimbang kamu sekadar merancang pencahayaan secara umum saja, atau bahkan sama sekali tak merencanakannya. Sekali kamu sudah menginstalnya, hanya ada dua kemungkinan: puas atau menyesal. Nah, jangan ambil risiko pada kemungkinan kedua.

Baca Juga: 10 Kiat Merenovasi Rumah Mungil

Baca Juga: Green Design Renovasi Rumah Satu Lantai 21/60  m² Jadi Dua Lantai Plus Denah Ruang

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom

(*)