Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 89

Mengenal Jendela Nako: Desain Sederhana tapi Paling Optimal Mengalirkan Udara 

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Salah satu standar sirkulasi udara yang baik untuk terciptanya rumah sehat adalah tersedianya bukaan atau jendela yang mencukupi. 

Teori arsitektur menyebutkan bahwa luas bukaan untuk keperluan sirkulasi udara pada sebuah bangunan sebaiknya berkisar antara 40 – 80% dari luas dinding secara keseluruhan. Ada juga teori lain yang menyebutkan, bahwa luas bukaan sebaiknya sebesar 10 – 20% dari luas lantai.

Hal ini tentunya dapat disesuaikan dengan selera penghuni, bentuk arsitektur bangunan, dan jangan lupa, dengan memmerhatikan arah aliran angin di sekitar rumah.

Selain terkait dengan susunan ruang, besar atau kecilnya bukaan tergantung dari fungsi ruang, apakah ruang tersebut digunakan untuk orang banyak atau tidak. Misalnya untuk ruang keluarga yang kegiatannya cukup banyak , bukaannya tentu harus lebih besar daripada ruang tidur yang cuma diisi 2 – 3 orang. 

Dapur dan ruang-ruang lain yang berpotensi menghasilkan panas harus diberi bukaan yang lebih besar dari ruangan lain.

Baca Juga: 6 Kunci Ciptakan Pengudaraan Optimal agar Rumah Bebas Pengap

Jendela Nako: Desain sederhana tapi paling optimal mengalirkan udara dibanding jenis jendela lainnya. (Foto: himalayaabadi.com)

Kemampuan Mengalirkan Udara pada Jendela Nako Dibanding Jenis Lainnya

Lantas, terkait dengan pilihan jenis bukaan, ternyata bentuk-bentuk dan jenis jendela tertentu dianggap bagus dalam mengalirkan udara. Berikut perbandingan jenis-jenis jendela dan kemampuannya dalam mengalirkan udara. 

  • Jendela Nako

Jenis jendela yang sederhana tetapi cukup baik untuk menghasilkan pergerakan udara yang optimal adalah jendela nako.

Jendela nako ini dapat menghasilkan pertukaran udara hampir 95%.Dengan jendela nako yang berupa “bilah-bilah” yang dapat diubah-ubah posisinya, aliran udara dapat diarahkan seperti yang kamu kehendaki. Jendela nako juga dapat digunakan untuk daerah yang kecepatan anginnya tinggi. Bilah-bilah nako dapat menjadi penahan angin, sehingga kecepatan angin berkurang.

Baca Juga: Memilih Perangkat Pengondisi Udara yang Tepat untuk Rumah Tropis yang Lebih Sehat

Jendela Swing.
  • Jendela Swing

Jendela Swing adalah jendela yang digunakan dnegan cara membuka ke samping (swing). Jenis Swing dapat menghasilkan pertukaran udara 100%. Kelemahan jendela swing, karena bentuknya, jendela ini memerlukan ruang gerak yang cukup besar untuk membuka daun jendela, sehingga tidak dapat menghemat ruang di bagian depannya.

Baca Juga: Jadi Solusi Udara Buruk, Ini Beda Air Purifier, Humidifier, dan Dehumidifier

Jendela jungkit atas.
  • Jendela Jungkit Bawah dan Jungkit Atas

Sedangkan bentuk jendela yang model pembukaannya secara jungkit di bagian bawah, lebih menghemat ruang, namun udara yang masuk sangat sedikit, hanya sekitar 20%. Hal ini disebabkan pergerakan udara harus terhalang lebih dahulu oleh daun jendela baru kemudian dibelokkan ke atas.

Bentuk jendela jungkit di bagian atas juga menghemat ruang, namun udara yang masuk relatif lebih banyak dibandingkan dengan jendela jungkit di bagian bawah. Pertukaran udara yang terjadi dapat mencapai 50%, karena angin dapat diarahkan secara langsung mengikuti bentuk kemiringan dari daun jendelanya.

  • Bovenlicht

Semua ciri dari jendela tersebut di atas berlaku juga untuk bovenlicht, yaitu jendela kecil yang biasanya diletakkan di bagian atas dinding, sebagai lubang pertukaran udara dan masuknya cahaya di kamar mandi, gudang, atau dapur. Bovenlicht sering pula dijumpai di atas jendela ataupun di atas pintu yang berfungsi sebagai ventilasi. Secara arsitektur, bovenlicht sendiri memiliki arti lubang cahaya yang terletak di sisi atas dinding. 

Dengan memerhatikan hal-hal di atas, maka sebuah standar sirkulasi udara yang baik bagi rumah sehat dapat diciptakan untuk perencanaan yang baik sebelum membangun atau renovasi rumah.

Baca Juga: Sharp Rilis Dehumidifier Solusi segala Masalah Lembap, Ini Keunggulannya

Baca Juga: LG Rilis PuriCare Dehumidifier Terbaru, Solusi Rumah Lembap dan Udara Tercemar

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Untung dan Ruginya Membeli Rumah Jadi, Membangun Sendiri, atau Custom Home

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK |Ketika berencana membeli rumah, tentu kamu dihadapkan banyak pilihan.

Mulai dari pilihan rumah tapak atau vertikal, rumah baru atau seken, hingga pilihan beli lahan/tanah trus membangun rumah atau beli rumah jadi. Setiap pilihan itu tentu memiliki untung dan ruginya sendiri. Tinggal kamu yang memutuskan dengan menimbang kebutuhan serta bujet yang dimiliki.

Inilah kelebihan dan kekurangan dari membeli rumah jadi dibandingkan dengan dengan membeli lahan/tanah kemudian membangun rumah sendiri.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah di Tangerang Selatan, Alasan & Keunggulannya

Baca Juga: Cluster Perdana di Summarecon Tangerang, Desainnya Mewah & Hadirkan Attic dengan View ke Danau

  • Kelengkapan Fasilitas

Kamu tidak perltu khawatir soal pembangunan rumah bila membeli rumah langsung dari pengembang. Begitu juga soal ketersediaan fasilitas jalan, sarana olahraga, taman, dan sebagainya. Pengembang tentu sudah menyiapkan segala kelengkapan tersebut sebagai bagian dari promosinya untuk menarik konsumen. Rumah dari pengembang juga telah dibangun sedemikian rupa sehingga area perumahan tampak teratur. Pilihan ini cocok buat kamu yang ingin suasana permukiman yang teratur.

  • Ketersediaan Bujet

Saat membeli rumah jadi, kamu akan terpatok pada harga jual rumah jadi yang telah ditetapkan pengembang. Adapun bila membangun rumah sendiri, kamu bisa menyesuaikan bujet yang kamu miliki, karena tidak terpatok pada harga jual rumah jadi.

Jangan lupa urus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan siapkan perencanaan pembangunan dengan baik. Bila perlu, gunakan jasa arsitek untuk membantu pembangunan rumah supaya lebih terencana. Dengan begitu, pembangunan rumah akan terukur dari segi waktu dan biaya.

  • Keleluasaan Desain

Bila kamu membangun sendiri, kamu bisa menyesuaikan desain rumah sesuai kebutuhan dan selera. Entah itu dari segi tata letak ruang, jumlah ruang, maupun desain eksterior serta interior rumah. Kelebihan ini tentunya sulit didapat bila kamu membeli rumah jadi dari pengembang.

Terlebih soal desain eksterior. Kebanyakan pengembang melarang penghuni perumahan untuk mengubah desain fasad rumah dengan alasan keteraturan.

Baca Juga: Pentingnya Manajemen Keuangan saat Milenial Membeli Rumah

Baca Juga: Rumah Klasik Modern 3 Lantai Ramah Lingkungan di Rivara Altea BLVD Disukai karena Alasan Ini

  • Waktu Huni

Rumah yang dibeli dari pengembang bisa langsung ditempati maupun disewakan untuk investasi. Lain halnya bila kamu membeli properti berupa tanah/kaveling. Kamu masih harus menunggu beberapa waktu untuk proses pembangunan rumah.

Belum lagi jika ternyata dana pembangunan tersendat di tengah jalan. Kamu perlu menunggu lebih lama lagi untuk mengumpulkan dana tambahan hingga pembangunan dilanjutkan sampai selesai.

Baca Juga: 10 Kiat Merenovasi Rumah Mungil

Baca Juga: Peraturan Meningkat Rumah yang Harus Ditaati Biar Tak Kena Sanksi

  • Pertimbangkan Pilihan Lain: Custom Home

Buat kamu yang ingin memiliki rumah dari pengembang, tapi tetap ingin mendesain rumah sesuai selera pribadi, ada pilihan custom home. Beberapa pengembang menawarkan konsep rumah dengan desain sesuai selera pembeli atau custom home. Selain itu, beberapa perumahan juga menawarkan tanah kaveling yang bisa dibeli dan dibangun sesuai dengan desain keinginan pemiliknya tanpa harus mengikuti desain pengembang.

Baca Juga: Meningkat Rumah 36 M2 di Lahan 72M2 Biaya Rp150 Jutaan dengan Memadukan Atap Genting dan Beton

Baca Juga: Penataan Apartemen 50 M2 Berkonsep Green dengan Warna Earth Tone & Natural Ventilation di The Belton

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Jadi Passive Income, Ini Cara Menghitung Harga Sewa Apartemen

Ranahrumah.com – TIPS & TRIK | Jadi Passive Income, ini cara menghitung harga sewa apartemen.

Apartemen atau hunian bertingat merupakan salah satu properti yang bisa “dikaryakan” untuk menambah penghasilan. Kamu bisa menghasilkan passive income secara berkala dengan jumlah tetap dengan menyewakan apartemen milikmu.

Tapi, tidak mudah memang menetapkan harga sewa yang tepat. Pasalnya, properti tidak akan laku jika dipatok dengan harga sewa terlalu tinggi. Di sisi lain, sebagai investor, kamu akan merasa rugi jika harga sewa yang dipatok terlalu rendah.

Baca Juga: Penataan Apartemen 50 M2 Berkonsep Green dengan Warna Earth Tone & Natural Ventilation di The Belton

Baca Juga: Waspadai Kebersihan 7 Tempat dan Barang Ini Saat Menginap di Hotel

Cara Menghitung Harga Sewa Apartemen

Lalu, bagaimana menetapkan tarif sewa yang tepat? Ini caranya agar harga sewa tidak terlalu murah tapi juga tidak kemahalan, sehingga kamu pun bisa mendapatkan penyewa dengan cepat.

1. Berdasarkan Harga Beli Awal

Ada beberapa cara menghitung besar harga sewa apartemen yang bisa dilakukan oleh pemilik properti.

Cara paling sederhana menurut Aleviery Akbar, Associate Director Residential Sales & Leasing Colliers International, yaitu berdasarkan harga beli awal. Cara ini biasa dipakai untuk apartemen baru. Untuk sewa setahun, besarnya 8-10 persen.  Angka 8-10 persen merupakan imbal hasil properti (real estate yields) yang berlaku umum di Jakarta untuk kategori apartemen. Ada juga yang menyebut sebagai tingkat kapitalisasi apartemen.

Tingkat kapitalisasi (capitalization rate atau cap rate) merupakan indikator paling umum bagi penjualan dan pembelian properti.

Tingkat kapitalisasi bervariasi, berdasarkan wilayah dan tipe properti. “Harga sewa tidak termasuk service charge. Artinya, biaya bulanan tersebut ditanggung oleh penyewa,” ujar Aleviery.

Cara Menghitungnya:

Harga sewa (Rp)/Tahun = Harga Properti x Cap Rate (%)

Sebagai contoh, harga beli apartemen 2 kamar tidur Rp500 juta, maka harga sewanya berkisar Rp40 juta – Rp50 juta per tahun.  Untuk mendapatkan harga sewa per bulan, tinggal membagi 12 sehingga menjadi Rp3,5 – Rp4,2 juta.

Baca Juga: 5 Tips Menata Apartemen Mungil agar Tetap Manis dan Nyaman

2. Mengacu Pada NJOP

Untuk apartemen yang bukan baru dan sudah berusia beberapa tahun, menentukan harga sewa apartemen bisa mengacu pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) properti tersebut. Besar tarif sewa setahun 7 – 8 persen dari nilai NJOP per tahun. Nilai NJOP bisa dilihat pada dokumen Pajak Bumi dan Bangunan.

Cara Menghitungnya:

Harga sewa (Rp/tahun) = 7% sd. 8% x NJOP (per tahun)

Misalnya NJOP apartemen yang dibeli pada tahun 2016 dengan harga Rp300 juta, di tahun 2024 menjadi Rp500 juta.

Dengan mengacu pada rumus di atas, tarif sewa per tahun sebesar Rp35 juta sampai Rp40 juta.

Per bulannya harga sewa apartemen berkisar Rp3 juta – Rp3,5 juta.

Baca Juga: Jenis Kucing yang Cocok Diajak Tinggal di Apartemen

3. Berdasarkan Harga Pasar

Yang paling ideal dalam menentukan harga sewa apartemen, menurut Anton Sitorus, Associate Director Research Jones Lang Lasalle, adalah berdasarkan harga sewa yang berlaku di pasar. Dengan berpatokan pada harga pasar, maka nilai sewa apartemen bisa lebih kompetitif.

Mendapatkan harga sewa yang riil, bisa dilakukan dengan melakukan riset tentang harga sewa properti yang mirip dengan milik kamu. Upayakan untuk mendapatkan beberapa buah properti, agar kamu memiliki kisaran harga yang masuk akal. Ini akan membantu untuk mendapatkan pedoman umum dalam menentukan harga sewa apartemen kamu.


Baca Juga: Apartemen Berkonsep Rumah Tapak Status Hak Milik Hadir di Jakarta Selatan

Harga Apartemen Bisa Bervariasi

Harga sewa apartemen bisa bervariasi berdasarkan lokasi dan kondisi apartemen.

Apartemen yang berada di lokasi strategis, harga sewanya bisa saja lebih mahal dibanding yang letaknya di pinggiran meskipun di kelas yang sama. Misalnya, apartemen kelas menengah di kawasan CBD (Central Business District) akan jauh lebih mahal tarif sewanya dibanding apartemen kelas yang sama di Bekasi.

Tidak hanya itu, dalam satu menara apartemen pun tarif sewa unit pun bisa berbeda, karena faktor ketinggian lantai, arah hadap, dan kelengkapan interior. Unit apartemen yang berada di lantai lebih tinggi, menghadap kolam atau taman, serta interior lebih lengkap dan bagus, tentu memiliki harga sewa lebih mahal.

Baca Juga: Peraturan Meningkat Rumah yang Harus Ditaati Biar Tak Kena Sanksi

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Waspadai Kebersihan 7 Tempat dan Barang Ini Saat Menginap di Hotel

Ranahrumah.com – KESEHATAN | Waspadai kebersihan 7 tempat dan barang ini saat menginap di hotel.

Keinginan untuk  bisa bersantai dengan nyaman saat liburan atau pergi ke luar kota, bisa gagal ketika membayangkan kamar penuh dengan bakteri dari tamu-tamu yang menginap sebelumnya. Faktanya memang beberapa bagian kamar hotel berisiko terkena kuman dan bakteri yang tak kasat mata.

Beberapa tempat dan barang berikut ini wajib diwaspadai dan dicegah agar tetap bersih dan bebas kuman. Dikutip dari laman New York Post, berikut beberapa bagian kamar yang perlu diwaspadai dan dicegah agar tak terpapar kuman dan bakteri.

Baca juga: Ide Kado Natal Terbaik Tahun 2024 dari DermRays: Perawatan Kulit Transformatif dengan Masker Terapi Cahaya LED

Baca Juga: Rekomendasi Liburan Akhir Tahun ala Warga Lokal di Hong Kong

1. Permukaan kamar mandi

Permukaan kamar mandi hotel penuh dengan bakteri. Karena itu, sebaiknya kurangi aktivitas di kamar mandi.

Ahli mikrobiologi dan patologi, Philip Tierno, mengungkapkan, organisme di dalam permukaan kamar mandi terbentuk seiring berjalannya waktu. Selain itu, penting diingat, tempat lembap merupakan kesukaan jamur yang bisa menyebabkan penyakit kaki atlet dan mold, yang dapat memicu alergi pada orang sensitif seperti bersin, hidung tersumbat dan gatal, mata berair. “Jika menghirup jamur, maka bisa terpapar mold,” kata Clifford Bassett, direktur medis Allergy & Asma Care New York.

Untuk mencegahnya, Tierno menyarankan mengaliri air panas selama satu menit dan menyemprotkan sampo atau shower gel ke permukaan kamar mandi sebelum melangkah masuk. Dengan begitu, katanya, dapat mengurangi jumlah organisme di permukaan kamar mandi.

Baca Juga: IHG Luncurkan Hotel voco Bandung Setiabudi Mulai Beroperasi 2025

Baca Juga: Keindahan dan Pesona The Standard Singapore, Hotel dengan Konsep Urban Sanctuary

Shower head adalah salah satu yang perlu diwaspadai kerbersihannya saat menginap di hotel.

2. Shower Head

Idealnya, shower head atau kepala pancuran harus diganti setiap tahun. Jika tidak, atau jika tidak dibersihkan dengan baik, maka berisiko terpapar Legionella. Bakteri ini sangat berisiko jika terpapar pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Tierno pun menganjurkan untuk mengaliri air panas selama satu menit untuk mengurangi bakteri tersebut.

3. Toilet

Toilet adalah bagian paling penting yang harus diperhatikan. Jika mendapati toilet kotor, sebaiknya minta pindah kamar atau berganti hotel. Tierno menyarankan untuk selalu membawa tisu pembersih yang mengandung alkohol untuk membersihkan tempat duduk atau pegangan flush toilet. Sebab, partikel kotoran bisa membawa kuman perut, norovirus (jenis virus yang dapat menyebabkan muntah dan diare parah saat terinfeksi).

4. Remot televisi

Remot tv merupakan salah satu benda yang banyak dipegang oleh orang di kamar hotel. Karena itu, remote bisa berisiko terpapar kuman. Banyak benda-benda yang memapar remote seperti rambut, bagian serangga, debu, kosmetik hingga sisa makanan. Belum lagi, kata Tierno, keringat pada tangan bisa mempercepat pertumbuhan organisme. Untuk itu, Tierno menyarankan untuk menempatkan remote dalam kantong plastik saat digunakan.

Baca Juga: Inovasi Baru “Casting Solution” pada LG Commercial TV

Baca Juga: Jadi Solusi Udara Buruk, Ini Beda Air Purifier, Humidifier, dan Dehumidifier

Waspadai kebersihan 7 tempat dan barang ini saat menginap di hotel agar tidak terpapar kuman dan bakteri.

5. Kasur

Tierno menyarankan untuk melepas bedspread atau penutup tempat tidur di kamar hotel, karena dapat berisiko terpapar cairan tubuh seperti air seni hingga sisa sperma. Belum lagi risiko terpapar tungau debu. Namun, kata Tierno, jika penutup tempat tidur diletakkan di ujung kasur dengan dilipat, maka tak masalah, dan pastikan untuk tidak meletakkan kembali di tempat tidur.

6. Karpet

Karpet bisa menjadi sumber tungau debu. Jika khawatir dengan alergen, cari ruang kamar hipoalergenik yang dilengkapi sistem pemurnian udara, sarung bantal microfiber dan penutup kasur untuk membersihkan debu dan bulu. Di bawah kondisi lembap, spora jamur juga bisa tumbuh, sehingga Tierno merekomendasikan untuk selalu menggunakan sandal.

Baca Juga: Cegah dan Obati Pneumonia: Pentingnya Gaya Hidup Sehat dan Vaksinasi

7. Perabotan yang lembut

Ada baiknya untuk menghindari kursi empuk yang tampak nyaman. “(Biasanya) orang-orang duduk di sana (sambil) telanjang,” kata Tierno. Kondisi ini, katanya, berpotensi menyebarkan bakteri Staphylococcus aureus melalui ketiak dan rongga dubur, di mana dapat menyebabkan infeksi staph (infeksi kulit). Siapa pun bisa mengalami infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi bakteri ini, termasuk tergores dan bersentuhan langsung dengan penderita infeksi kulit. Infeksi bakteri Staphylococcus aureus pada kulit bisa menyebabkan nisul, impetigo, selulitis, dan staphylococcal scalded skin syndrome (SSSS). Biasanya infeksi bakteri pada kulit ini ditandai dengan kemerahan, bengkak, nyeri, hingga luka bernanah.

Baca Juga: Teknologi Plasmacluster Efektif Meningkatkan Konsentrasi saat Mengemudi

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Solusi Kekinian Mendekorasi Ruang Tanpa Ribet Hanya dengan Lampu Pintar 

Ranahrumah.com – INSPIRASI | Solusi kekinian mendekorasi ruang tanpa ribet hanya dengan lampu pintar.

Ingin mengubah suasana rumah menyambut momen khusus keluarga? Natal yang hangat penuh kedamaian, perayaan tutup tahun dengan keseruan, dan menyambut tahun baru dengan optimisme dan penuh harapan, bisa kamu lakukan dengan cara yang mudah. 

Dua varian baru lampu pintar WiZ dihadirkan oleh Signify untuk membantumu menciptakan suasana khusus yang kamu inginkan. Istimewanya, tak perlu ribet, lebih murah, dan cepat, dan siapa pun bisa melakukannya.

Berikut inspirasi dekorasi dengan varian terbaru WiZ yaitu WiZ Fairy Light dan WiZ Smart Flex Strip untuk menciptakan 3 suasana ruang yang berbeda. 

Baca Juga: Menguak Keajaiban Lampu WiZ, Fitur Pintar dan Jenis Produknya

WiZ Fairy Light – Solusi kekinian mendekorasi ruang tanpa ribet hanya dengan lampu pintar. (Foto: Dok. Signify)

1. Ruang dengan Atmosfer yang Lebih Hidup dan Seru

WiZ Fairy Light menjadi pilihan tepat dalam menghidupkan atmosfer hunian. Dengan panjang sampai 20 meter per unit, WiZ Fairy Light sangat fleksibel untuk menghias berbagai area rumah, baik di dalam atau di luar ruangan. 

Kamu bisa menciptakan suasana seru di dalam rumah dengan memasang WiZ Fairy Light di dinding, langit-langit, furnitur, atau pohon Natal. Kamu pun bisa membuat hunian menjadi lebih menarik dengan memasang WiZ Fairy Light mengikuti outline rumah.

Kerennya lagi, WiZ Fairy Light juga punya hingga 16 juta pilihan warna, lengkap dengan preset cahaya statis dan dinamis, untuk menyesuaikan tone pencahayaan dengan tema dekorasi rumah. Misalnya, kamu bisa pilih warna merah dan hijau yang identik dengan Natal. Ada juga mode dinamis seperti “Twinkle” dan “Candlelight” untuk menciptakan pencahayaan yang lebih unik. 

Menariknya lagi, WiZ Fairy Light juga sudah tersinkronisasi dengan musik untuk melengkapi dekorasi rumah dan menambah keseruan momen berkumpul bersama keluarga dan teman.

Baca Juga: WiZ Smart Lighting: Merek Lampu Baru untuk Hunian Pintar Kaum Digital Savvy

Baca Juga: Menciptakan Kamar Anak Idaman dengan Lampu LED Pintar Terkoneksi

Mengenal 4 Pilihan Material Prefabrikasi untuk Dak Lantai dan Harganya: Ngedak Cepat, Hemat, & Ramah Lingkungan

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Mengenal 4 pilihan material prefabrikasi untuk dak lantai dan harganya: Ngedak cepat, hemat, & ramah lingkungan.

Di pasaran sudah banyak alternatif pengganti material konvensional untuk membuat dak lantai saat meningkat rumah. Material ini adalah prefabrikasi.

Kondisi material prefabrikasi yang siap pakai akanmenghemat pemakaian kayu untuk bekisting dan perancahnya. Pada sistem konvensional dibutuhkan banyak kayu untuk cetakan/bekisting dan perancahnya. Kayu-kayu tersebut setelah dipakai tidak bisa digunakan dan terbuang begitu saja. Alhasil, pembuatan dak lantai dengan perancah dan bekisting kayu tidak hemat energi karena begitu banyak kayu yang terbuang.

Dengan hadirnya material prefab, kini mengedak tak perlu lagi membutuhkan banyak kayu karena sudah banyak teknologi baru dalam membuat struktur pelat lantai yang umumnya dapat mempersingkat waktu pengerjaan, mengurangi beban struktur, dan lebih sedikit menggunakan tulangan.

Pemakaian beton untuk teknologi alternatif ini masih tetap digunakan tetapi volumenya lebih sedikit.

Baca Juga: Mengenal Beton Pracetak (Precast) Solusi Inovatif Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah

Baca Juga: Meningkat Rumah 36 M2 di Lahan 72M2 Biaya Rp150 Jutaan dengan Memadukan Atap Genting dan Beton

Floor Decking – Mengenal 4 pilihan material prefabrikasi untuk dak lantai dan harganya: Ngedak cepat, hemat, & ramah lingkungan.

4 Pilihan Material Prefabrikasi untuk Dak Lantai dan Harganya

Setidaknya di Indonesia terdapat 4 pilihan teknologi material untuk dak lantai: floor decking, beton pracetak, keraton, dan beton aerasi. Bahan-bahan ini sudah banyak beredar di pasaran dan dipakai oleh konsumen di Indonesia. 

1. Floor Decking

Floor decking merupakan material pelat baja bergelombang yang dilapis galvanis. Material ini berfungsi sebagai bekisting dan tulangan. Dengan demikian, ketika beton yang di atasnya sudah mengering, cetakan tidak perlu lagi dibongkar. Dengan fisik bergelombang dan adanya tonjolan pada setiap sisinya, floor decking memberikan keuntungan lain yaitu penggunaan volume beton bisa lebih hemat.

Bila menggunakan bekisting dari kayu, hasil cetakan beton di bagian bawahnya akan rata sesuai dengan bentuk cetakannya. Sedangkan bila menggunakan floor decking, hasil cetakannya akan mengikuti bentuk profil floor decking yang bergelombang. Profil gelombang inilah yang akan menghemat kebutuhan pemakaian beton karena profil ini mengurangi luas penampang pelat lantai. Tebal tipisnya tetap dihitung berdasarkan lebar bentangan pelat lantai dan tergantung dari jenis bentangannya. Beberapa produsen biasanya sudah menyediakan diagram garis ketebalan pelat yang diizinkan.

Selain penggunaan beton menjadi hemat, pengggunaan floor decking juga bisa menghemat penggunaan baja tulangan karena floor decking berfungsi juga sebagai tulangan positif satu arah. Tulangan negatif tetap saja dibutuhkan dan dipasang di atas lembaran floor decking. Umumnya menggunakan tulangan siap pakai yang berbentuk lembaran atau sering disebut wiremesh. Agar ketika pengecoran floor decking tidak melendut karena adanya beban beton itu sendiri maupun beban orang yang bekerja di atasnya, maka ketika meratakan campuran beton perlu digunakan perancah besi (scaffolding) maupun kayu. Perancah ini dapat dilepas bila beton sudah berumur 7 hari hingga 14 hari.

Floor decking dijual per m2 dengan harga berkisar kurang lebih Rp100 ribu per m2 (tidak temasuk ongkos pasang dan wiremesh). Untuk ongkos pasang, harganya relatif, tergantung pada ukuran luas yang akan dipasang.

Baca Juga: Dukungan Semen Merah Putih dalam Program 3 Juta Rumah: Hadirkan Beton Pracetak untuk Konsep Rumah Modular

Baca Juga: Peraturan Meningkat Rumah yang Harus Ditaati Biar Tak Kena Sanksi

Keraton – Mengenal 4 pilihan material prefabrikasi untuk dak lantai dan harganya: Ngedak cepat, hemat, & ramah lingkungan.

2. Keraton, Pelat Berbahan Tanah Liat

Keraton merupakan sistem pelat yang banyak dikenal dan sudah diaplikasikan di bangunan rumah tinggal. Tak heran bila produsen keraton pun menjamur seperti merek Wina, Duta Keraton, BMI, dan Monte.

Meski terbuat dari tanah liat, kekuatannya tak diragukan lagi. Material ini telah diuji oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pemukimam (PUSTEKIM) Bandung sekitar tahun 2000 dan kekuatannya telah memenuhi SK-SNIT-15-1991-03. Dari sisi berat materialnya, bobotnya sekitar 180 – 215 kg/m.. Ini lebih ringan dari pelat lantai konvensional yang beratnya sekitar 240 – 360 kg/m2.

Secara fisik, keraton dipasang menjadi bentuk pelat dari rangkaian modul berongga. Rangkaian modul ini disusun dan diperkuat dengan tulangan yang ada di keempat sisinya. Material ini lebih cepat dipasang karena tidak perlu memasang dan membongkar bekisting. Proses perangkaian materialnya tidak menggangu pekerjaan bangunan yang lain dan bisa dilakukan di lain tempat. Selain itu, material ini lebih murah karena semen dibutuhkan lebih sedikit dan volume tulangannya juga minim.

Perkiraan harga material ini hingga terpasang antara Rp 290.000—Rp 350.000/m2 (untuk daerah Jabodetabek).

Baca Juga: 12 Inspirasi Rumah Unik Kurang dari 100 M2 di Dunia (1)

Baca Juga: 12 Inspirasi Rumah Unik Kurang dari 100 M2 di Dunia (2)

Beton Pra Cetak – Mengenal 4 pilihan material prefabrikasi untuk dak lantai dan harganya: Ngedak cepat, hemat, & ramah lingkungan.

3. Beton Ringan Pra Cetak 

Beton ringan pra cetak ini sebenarnya mirip dengan keraton hanya saja material dasarnya yang berbeda. Produk beton seperti ini juga banyak, salah satunya adalah balok lantai beton (baliton) produksi Blockvloer Indonesia.

Produk ini berupa modul beton ringan berukuran 25 cm x 20 cm dengan lebar 10 cm dan 12 cm. Modul beton tidak dibuat massif, melainkan berongga. Adanya rongga ini tidak mengurangi kekuatan beton, tapi justru meningkatkan daya dukungnya dan tentunya bobot strukturnya menjadi banyak berkurang. Satu keping modul baliton memiliki berat 4 – 4,5 kg dan ketika terpasang bobotnya sekitar 180 kg/m2.

Satu blok terdapat 3 rongga, 2 di antaranya ada di pinggir yang berfungsi sebagai tempat tulangan. Baja tulangan ini akan merangkai gabungan modul-modul. Perangkaiannya dilakukan di pabrik atau lokasi proyek. Tulangan yang dibutuhkan ini cukup tulangan searah saja yang tegak lurus dengan baloknya sehingga bisa diikatkan dengan tulangan balok. Dengan sistem ini, penghematan tulangan dibandingkan sistem konvensional sekitar 50%. Tulangan yang mengikat antarmodul ini sebenarnya sudah kuat. Hanya saja di atas permukaan pelat harus ditambahkan tulangan 2 arah yang bisa menggunakan wire mesh.

Penghematan dengan sistem ini tak hanya pada tulangannya saja tetapi waktu pemasangannya dan prosesnya pun juga hemat. Perancah yang dipakai lebih sedikit atau hanya sekitar 20% dari pemakaian perancah pada sistem konvensional. Cukup 1 perancah di bagian tengah bentang pelat untuk mencegah lendutan awal. Tebal cor pun juga lebih tipis dan bisa menghemat sekitar 60% beton cor. cor.

4. Beton Aerasi

Produk beton aerasi tidak hanya terbatas pada produk untuk dinding saja. Super panel lantai hebel produksi Hebel adalah salah satu produk beton aerasi yang varian produknya difungsikan sebagai panel lantai.

Saat ini di pasaran tersedia bahan panel lantai beton ringan hebel dalam bentuk modul dengan ukuran 12,5 cm (tebal) x 60 cm (lebar). Panjangnya mengikuti bentang plat lantai, mulai dari bentang 1,5 m hingga 3,25 m. Panel lantai beton aerasi ini juga tersedia untuk bentang hingga 3,75 m dengan ketebalan 15 cm.

Baca Juga: 7 Risiko Rumah Tingkat dan Antisipasi yang Perlu Dilakukan

Beton aerasi – Mengenal 4 pilihan material prefabrikasi untuk dak lantai dan harganya: Ngedak cepat, hemat, & ramah lingkungan.

Modul beton aerasi ini memiliki tulangan di dalamnya dan aplikasinya cepat dan efisien. Setiap panel menumpu balok yang sebisa mungkin berupa dinding beton aerasi juga.  Jika panel-panel ini sudah terpasang, di atasnya tidak perlu lagi pengecoran beton.

Keunggulan lain yang dimilikinya, pembuatan pelat tidak menggunakan bekisting sehingga tidak membutuhkan kayu. Selain itu, material beton aerasi ini mampu menahan panas dan meredam suara sehingga aktivitas di lantai 2 tidak akan terdengar di lantai 1. 

Untuk daerah Jabodetabek harga per meter persegi material ini kurang lebih Rp300 ribu/m2 Harga ini sudah termasuk pemasangan.

Baca Juga: Daftar Lengkap Ongkos Pekerjaan Tukang untuk Merenovasi Rumah, Panduan Bikin RAB Sendiri

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Meningkat Rumah 36 M2 di Lahan 72M2 Biaya Rp150 Jutaan dengan Memadukan Atap Genting dan Beton

Ranahrumah.com – ARSITEKTUR | Meningkat rumah 36 M2 di lahan 72M2 biaya Rp150 Jutaan dengan memadukan atap genting dan beton.

Kolaborasi, itulah konsep yang diusung pada desain renovasi rumah ini. Konsep padu padan memang tak hanya milik dunia musik, di mana dua penyanyi dengan aliran berbeda menyanyi dalam satu panggung di waktu bersamaan. Di dalam dunia desain pun, konsep ini dapat diterapkan dalam banyak aspek dan media. Tinggal pintar-pintar mencermati dan menuangkannya, hingga tercipta desain khusus yang menjadi daya tarik rumah. 

Baca Juga: Renovasi Rumah 21/80 M2 Biaya Rp130 Juta, Ruang Keluarga Lebih Luas dan Fleksibel

Baca Juga: Apa itu Konsep Micro Living pada Hunian yang Jadi Tren Rumah Milenial?

Aksonometri lantai 1 – Meningkat rumah 36 M2 di lahan 72M2 biaya Rp150 Jutaan dengan memadukan atap genting dan beton.

Dalam desain meningkat rumah ini, beberapa kolaborasi dihadirkan. Pertama adalah atap. Kebanyakan dalam sebuah rumah, jarang menghadirkan dua jenis desain atap. Kalau pun ada, pasti salah satunya akan mendominasi. Namun, pada desain rumah ini, kedudukan atap genting dan dak beton dihadirkan secara seimbang. Dari fasad bangunan terlihat jelas kesetaraan ini. Keduanya tampil sejajar dan seolah hadir mendukung untuk lebih mempercantik bangunan.

Baca Juga: Rancangan Desain Renovasi Rumah 21/60 m² Lahan Memanjang ke Belakang, Biaya 150 Jutaan

Baca Juga: Rumah Mungil 60 M2 dengan Mezanin Cocok untuk Keluarga Muda Milenial

Aksonometri Lantai 2 – Meningkat rumah 36 M2 di lahan 72M2 biaya Rp150 Jutaan dengan memadukan atap genting dan beton.

Dari material dinding fasad bangunan, batu andesit dan batu paras jogja juga hadir berdampingan. Keduanya tampil anggun dengan perbedaan warna yang kontras dan menghadirkan nuansa alami pada desain rumah. Selain itu, kehadiran cat putih dan cokelat makin mempermanis tampilan muka rumah. Walau rumah memiliki lahan yang kecil, ia bisa hadir dengan desain maksimal.

Dari interior rumah mungil ini, bentuk kolaborasi itu dihadirkan dengan membawa ruang luar yaitu sebuah taman, masuk ke dalam ruang interior. Kehadirannya seolah menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan. Dan pastinya memberi warna baru dan kesejukan dalam ruang.

Baca Juga: Daftar Lengkap Ongkos Pekerjaan Tukang untuk Merenovasi Rumah, Panduan Bikin RAB Sendiri

Denah asal, luas bangunan 36 M2 Luas Tanah 72 M2.

Baca Juga: Panduan Memilih Bank Penyedia KPR untuk Renovasi Rumah

Denah Lantai 1 – Meningkat rumah 36 M2 di lahan 72M2 biaya Rp150 Jutaan dengan memadukan atap genting dan beton.

Baca Juga: 7 Langkah Renovasi Rumah agar Sukses Tanpa Stres

Denah Lantai 2 – Meningkat rumah 36 M2 di lahan 72M2 biaya Rp150 Jutaan dengan memadukan atap genting dan beton.

Baca Juga: Pindah Sementara ke Kontrakan saat Rumah Direnovasi: Harus atau Tidak?

Arsitek & Bangunan

Arsitek: Irfan Hidayat

Luas bangunan asal: 36 m²

Luas tanah: 6 m x 12 m

Luas bangunan setelah renovasi: 100 m²

Material

Lantai: keramik

Dinding: pasangan bata, finishing batu andesit, batu paras jogja, dan cat.

Atap: genting metal dan dak beton

Pintu: aluminium finishing cat

Jendela: aluminium finishing cat

Carport: semen ekspos

Biaya

Rp95 juta—Rp150 juta

Lantai Satu

Ruang tamu

Kamar tidur utama

Ruang makan

Dapur

Kamar mandi

Teras

Taman

Carport

Lantai Dua

Kamar tidur tamu

Kamar tidur anak

Ruang keluarga

Kamar mandi

Sumber: Serial Rumah

Baca Juga: Tips Memilih Cat Eksterior untuk Lindungi Fasad Rumah

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)

Dongkrak Penjualan Brand Lokal dan UMKM di Akhir Tahun, Ini Produk yang Paling Dicari Pembeli Online

Ranahrumah.com – GAYA HIDUP | Dongkrak penjualan brand lokal dan UMKM di akhir tahun, ini produk yang paling dicari pembeli online.

Rangkaian kampanye akhir tahun Shopee ditutup dengan berakhirnya kampanye 12.12 Birthday Sale tahun ini. 

Kampanye yang berlangsung dari 15 November – 12 Desember 2024 lalu telah mewarnai perjalanan bisnis dan menorehkan dampak positif untuk para penjual. Di kampanye ini, Shopee mencatat tingginya volume transaksi juga turut berperan besar dalam memberikan peningkatan signifikan bagi brand lokal dan UMKM, terlihat dari peningkatan penjualan brand lokal dan UMKM hingga 7 kali lipat pada puncak 12.12 dibandingkan hari biasa.

Monica Vionna, Senior Director of Marketing Growth Shopee Indonesia mengatakan, “Keberhasilan Shopee selama kampanye 12.12 tak terlepas dari dukungan luar biasa para pengguna, dedikasi dari para brand lokal dan UMKM, dan kolaborasi para konten kreator yang tanpa henti mempersiapkan strategi terbaik mereka. Hasil kolaborasi dari seluruh ekosistem Shopee membuat perjalanan kampanye akhir tahun 12.12 Birthday Sale menjadi sangat mengesankan dan tak terlupakan dalam menutup tahun 2024.”

Baca Juga: Rumah Klasik Modern 3 Lantai Ramah Lingkungan di Rivara Altea BLVD Disukai karena Alasan Ini

Tren Akhir Tahun pada Puncak Kampanye 12.12 

Para pengguna turut menikmati rangkaian penawaran menarik pada 12 Desember, mulai dari promo untuk produk brand lokal dan UMKM hingga keseruan belanja lewat fitur interaktif. Hal ini berdampak langsung pada lonjakan pesanan, dimana banyak penjual mencatatkan peningkatan penjualan yang signifikan berkat visibilitas yang lebih tinggi akan produk brand lokal dan UMKM di sepanjang kampanye.

Peningkatan tren belanja online ini juga sejalan dengan semakin banyak pengguna yang memanfaatkan kampanye ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari produk-produk brand lokal dan UMKM di berbagai kategori. Pada puncak kampanye Shopee 12.12 Birthday Sale, para penjual dan produk di beberapa kategori ini juga berhasil menjadi favorit pengguna, seperti:

  • Atasan dan Tas Wanita turut menjadi kategori brand lokal dan UMKM terfavorit pengguna dengan peningkatan pesanan hingga 7 kali lipat. Cardigan, Kemeja, dan Tas Selempang berhasil menjadi produk brand lokal dan UMKM pilihan pengguna sebagai salah satu opsi outfit akhir tahun.
  • Permintaan akan produk lokal di kategori Kosmetik Wajah serta Parfum & Wewangian jugaikut meningkat hingga 11 kali lipat. Para pengguna mulai mempersiapkan diri menyambut perayaan akhir tahun, Bedak Wajah, Lipstik, dan Eau de Parfum menjadi produk lokal favorit yang paling banyak dibeli.
  • Masyarakat juga memanfaatkan momen ini untuk memenuhi kebutuhan di rumah, terlihat dari kategori Kebersihan & Binatu meningkat hingga 18 kali lipat. Pada puncak kampanye, pengguna memanfaatkan promo untuk membeli produk Sabun Cuci Piring, Pewangi Pakaian, dan Detergen yang menjadi produk lokal yang populer di kategori ini. 

Baca Juga: Jelang Musim Liburan Toshiba Tawarkan Beragam TV Terbaik Jadikan Ruang di Rumah Surga Sinematik 

Jaga Keberlangsungan Bisnis & Keterlibatan Ekosistem di 12.12 melalui Fitur Interaktif 

Di penghujung tahun 2024, gaya berbelanja interaktif yang interaksi penjual dan pembeli semakin menjadi sebagai daya tarik utama. Tren ini terus mengalami peningkatan mengingat semakin banyak pembeli yang semakin mengutamakan pengalaman belanja yang interaktif dan personal. 

Untuk mengakomodasi kebutuhan ini, Shopee senantiasa mengembangkan berbagai program dan fitur yang dirancang untuk menciptakan ekosistem yang dinamis. Tidak hanya memfasilitasi transaksi, program serta fitur yang dihadirkan juga berfokus untuk membangun hubungan yang lebih erat antara pengguna, penjual, dan konten kreator.

Mengamati semakin masifnya tren jual beli online lewat live streaming, tidak heran jika Shopee Live terus menjadi fitur favorit bagi seluruh ekosistem Shopee. Pada puncak kampanye 12.12 Birthday Sale,  Shopee mencatatkan peningkatan transaksi Shopee Live lebih dari 9 kali lipat untuk brand lokal dan UMKM yang menunjukkan antusiasme pengguna dalam memanfaatkan fitur ini untuk memenuhi kebutuhan akhir tahun mereka sambil menikmati pengalaman belanja penuh hiburan.

Baca Juga: Sharp Rilis Small Home Appliances Baru, Mudahkan Keluarga Modern Lakukan Pekerjaan Rumah

Kemeriahan festival belanja akhir tahun yang sekaligus menjadi momen selebrasi ulang tahun Shopee ke-9 ini turut dirasakan oleh para konten kreator, di mana jumlah klik pada link rekomendasi produk dari Shopee Affiliate mengalami peningkatan 5 kali lipat pada puncak kampanye dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna Shopee yang mencari dan membeli rekomendasi produk brand lokal dan UMKM melalui konten menarik dari para kreator. Sinergi dari ekosistem Shopee kali ini sangat terlihat dari kolaborasi para penjual dan konten kreator yang memanfaatkan momen akhir tahun untuk memaksimalkan potensi bersama.

“Kami sangat berterima kasih atas kolaborasi positif dan kepercayaan yang luar biasa dari para pengguna, penjual, dan kreator dalam ekosistem Shopee. Ke depannya, kami berharap Shopee dapat terus menjadi kawan setia bagi brand lokal, pengusaha UMKM, dan masyarakat Indonesia secara luas, untuk membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan, meraih peluang, hingga mencapai pertumbuhan kolektif yang berkelanjutan,” tutup Monica.

Baca Juga: Nitori Hadir di Lippo Mall Puri Jakarta, Destinasi Belanja Produk Furnitur Khas Jepang Harga Terjangkau 

Cek berita atau ulasan inspiratif ranahnya rumah, properti, dan gaya hidup penghuninya di website www.ranahrumah.com, Facebook Ranah Rumah, Instagram @ranahrumahcom. (RR)